Beranda blog Halaman 932

Kontingen NTT Apresiasi Sambutan Hangat Tuan Rumah PON XXI Aceh

0
Kontingen NTT Apresiasi Sambutan Hangat Tuan Rumah PON XXI Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Kupang Kontingen PON Nusa Tenggara Timur (NTT), Lambertus Ara Tukan, memberikan apresiasi tinggi kepada tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh atas sambutan yang hangat dan profesional sejak kedatangan mereka pada Rabu (4/9/2024). Bersama tim cabang olahraga (cabor) Sepak Takraw, Lambertus tiba di Banda Aceh dan langsung disambut oleh Niswar, Kepala Bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, beserta stafnya.

Menurut Lambertus, kesan pertama yang mereka rasakan di Aceh sangat positif. “Kami semua dijemput dengan baik, kendaraan sudah diatur rapi. Bahkan sebelum diantar ke penginapan, kami disuguhi kudapan dan minuman di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,” ujar Lambertus, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian panitia penyambutan yang sudah memastikan kenyamanan kontingen NTT sejak awal.

Sikap ramah dan keteraturan dalam penyambutan ini, menurut Lambertus, menjadi cerminan keramahan Aceh sebagai tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di Indonesia itu. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kepala BPN Provinsi Aceh atas dukungan logistik bagi kontingen NTT, terutama bagi tim Sepak Takraw yang turut hadir.

Lebih lanjut, Lambertus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI NTT, menyatakan bahwa seluruh cabang olahraga yang diikuti kontingen NTT, sebanyak 25 cabang, sudah dijadwalkan untuk bertanding baik di Aceh maupun di Sumatera Utara.

“Kami berharap semua atlet dapat bertanding sesuai jadwal dan meraih prestasi maksimal. Kami optimis, dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari panitia, para atlet NTT bisa tampil dengan performa terbaik,” ungkapnya.

Pekan Olahraga Nasional XXI ini diselenggarakan di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, dan diikuti oleh ribuan atlet dari seluruh Indonesia yang berlaga di berbagai cabang olahraga. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen kebersamaan dan persahabatan antarprovinsi.

Editor: Akil

Dihadapan Gubernur, AMSI Aceh Usul Task Force untuk Netralitas ASN di Pilkada

0
Kegiatan coffee morning di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Kamis 5 September 2024

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh mengusulkan pembentukan Task Force untuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. 

Usulan ini disampaikan Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, kepada Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA dan Pj Sekda Aceh Azwardi saat coffe morning di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (5/9/2024).

Menurut Aryos, pembentukan Task Force yang melibatkan berbagai organisasi media seperti JMSI, AMSI, dan SMSI sangat penting untuk menyetting isu-isu yang berpotensi memicu polarisasi.

“Task Force ini bisa menjadi wadah koordinasi dan komunikasi, serta melakukan gerakan untuk menangkal isu-isu negatif,” ujarnya.

Aryos juga menyoroti pentingnya sosialisasi regulasi terkait netralitas ASN kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Aceh. 

“Perlu ada pemahaman yang sama di kalangan ASN mengenai konsekuensi jika melanggar aturan netralitas,” tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, menyambut positif ide pembentukan Task Force. “Mengenai Task Pos kalau idenya cocok akan kita wujudkan,” kata Safrizal.

Safrizal menambahkan bahwa pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi mengenai regulasi netralitas ASN menjelang Pilkada.

“Kita akan mengumpulkan semua pegawai dari level atas hingga bawah untuk memahami risiko jika melanggar aturan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Pemkab Aceh Besar Sambut GEMPAR USK, Fokus Penurunan Stunting

0
Pemkab Aceh Besar Sambut GEMPAR USK. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyambut baik program Gerakan Mahasiswa Peduli Masyarakat (GEMPAR) yang digagas Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK). Program sosial yang bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat ini akan dilaksanakan pada Oktober 2024 di Kecamatan Baitussalam.

Asisten II Sekretariat Daerah Aceh Besar, H. M. Ali, S.Sos, M.Si., mewakili Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dalam audiensi dengan perwakilan Fakultas Keperawatan USK yang dipimpin oleh Wakil Dekan Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.M.B. Acara yang berlangsung di Gedung Dekranasda, Gani, Ingin Jaya, turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Besar.

“Kami sangat senang melihat mahasiswa ikut serta dalam program yang berfokus pada kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penurunan angka stunting. Ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana generasi yang sehat dan cerdas menjadi kunci untuk bersaing secara global,” ujar Ali.

Dia menegaskan bahwa anak-anak yang lahir saat ini harus mendapatkan asupan gizi yang cukup dan kesehatan yang baik, agar siap menjadi generasi unggul di masa mendatang.

GEMPAR Fakultas Keperawatan USK, yang menjadi kegiatan rutin tahunan, akan melibatkan sekitar 200 mahasiswa dalam berbagai program intervensi kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita, SKM, M.Kes, memberikan arahan terkait pentingnya perencanaan yang matang melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program ini.

“Kami akan memberikan data terkait kasus stunting dan kondisi sosial di wilayah Baitussalam. Penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan SOP yang detail agar pelaksanaan program lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Anita.

Wakil Dekan Fakultas Keperawatan USK, Hilman Syarif, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemkab Aceh Besar. Menurutnya, Aceh Besar dipilih sebagai lokasi program karena hubungan kerja sama yang erat dan lokasi yang strategis dekat dengan kampus USK.

“Kami berharap program ini bisa memberikan dampak nyata, terutama dalam intervensi penurunan stunting, peningkatan imunisasi, dan edukasi mengenai ASI eksklusif bagi bayi baru lahir. Selain itu, kami juga akan menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat,” ujar Hilman.

Program GEMPAR ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Aceh Besar, terutama di wilayah Baitussalam. Dengan dukungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, GEMPAR siap membawa perubahan positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Akil

Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek Sebut Potensi Biokultural Aceh Belum Digali Maksimal

0
Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek Sebut Potensi Biokultural Aceh Belum Digali Maksimal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Hilmar Farid, menggarisbawahi pentingnya riset mendalam terhadap kekayaan biokultural Aceh dalam kuliah umum kebangsaan yang digelar di Even Hall, Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis, (5/9/2024).

Amatan Nukilan.id di lokasi, Hilmar menyebutkan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam memanfaatkan tanaman langka untuk pengobatan, namun penelitian yang ada masih minim.

“Di Aceh terdapat tanaman langka yang berpotensi besar untuk pengobatan, tetapi risetnya masih minim,” ujar Hilmar dalam pemaparannya.

Hilmar menyoroti bahwa Aceh memiliki ekosistem yang kaya seperti Leuser, Ulu Masen, dan hutan mangrove yang sangat erat kaitannya dengan budaya lokal. Namun, kekayaan ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan sektor kesehatan berbasis kearifan lokal.

Ia mengingatkan bahwa banyak obat modern yang berasal dari pengetahuan tradisional, seperti aspirin dan kina, yang ditemukan melalui riset tanaman. Hal ini, lanjut Hilmar, menunjukkan pentingnya eksplorasi lebih lanjut terhadap biokultural di Aceh dan Indonesia.

“Potensi biokultural Indonesia sangat besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Lebih dari sekadar riset, Hilmar menegaskan pentingnya menjaga ketahanan budaya di tengah arus perubahan global yang pesat. Pengelolaan yang baik atas kekayaan biokultural, menurutnya, dapat memperkuat identitas budaya lokal dan mencegah pengaruh asing yang tak sesuai dengan nilai-nilai lokal.

Selain potensi biokultural, Hilmar juga menyoroti minimnya pendidikan tinggi di bidang kebudayaan di Aceh. Ia menyebut bidang seperti Arkeologi, Epigrafi, Antropologi, Film dan Televisi, serta Tata Kelola Seni sebagai kebutuhan mendesak di daerah ini.

“Pendidikan tinggi dalam bidang kebudayaan di Aceh bukan hanya kebutuhan, tetapi juga menjadi landasan penting agar dapat memanfaatkan biokultural masa depan,” tegas Hilmar.

Untuk itu, Hilmar mendorong kolaborasi antara berbagai pihak di Aceh, seperti Wali Nanggroe, Majelis Adat Aceh, Dewan Kesenian, dan Dewan Kebudayaan, guna merumuskan kebijakan budaya yang lebih komprehensif. Kerja sama lintas sektor dinilai sangat penting untuk memajukan dan menjaga kekayaan budaya serta biokultural Aceh.

Tak hanya itu, Hilmar juga mengajak masyarakat Aceh untuk berperan aktif dalam inisiatif seni dan budaya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan publik, terutama dalam pemanfaatan ruang publik sebagai pusat kegiatan budaya yang lebih inklusif dan dinamis.

“Partisipasi publik juga ditekankan dengan ajakan kepada masyarakat Aceh untuk lebih aktif terlibat dalam inisiatif-inisiatif seni dan budaya, termasuk pemanfaatan ruang publik sebagai pusat kegiatan budaya,” tutup Hilmar. (XRQ)

Reporter: Akil

Pj Gubernur Aceh Lepas Kafilah ke MTQ Nasional, Target 5 Besar dan Bonus Umrah

0
Pj Gubernur Aceh Lepas Kafilah ke MTQ Nasional. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, resmi melepas keberangkatan kafilah Aceh untuk berkompetisi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30. Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di Pendopo Gubernur Aceh pada Rabu, 4 September 2024. Kafilah Aceh siap berlaga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dari 6 hingga 16 September.

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan harapan besar kepada kafilah Aceh. Menurutnya, sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam, Aceh memikul tanggung jawab lebih besar daripada daerah lainnya di Indonesia. Safrizal pun menargetkan kafilah Aceh untuk masuk lima besar, meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di peringkat 7 dan 8.

“Kita berasal dari negeri syariah, tanggung jawab kita lebih besar. Feeling saya, kali ini kita harus masuk lima besar,” ujar Safrizal optimistis.

Ia menekankan pentingnya rasa percaya diri, konsentrasi, dan fokus bagi para peserta dalam menghadapi kompetisi ini. Dengan persiapan yang matang, Safrizal yakin kafilah Aceh dapat meraih hasil terbaik.

“Insya Allah, dengan doa seluruh masyarakat Aceh, kita bisa meraih juara,” tambahnya.

Tak hanya soal prestasi, Safrizal juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Aceh selama berada di Samarinda. Ia berpesan kepada para peserta untuk menunjukkan sikap yang santun, rapi, dan menjaga perilaku sebagai perwakilan daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam.

“Kita dari negeri syariah, jaga kelakuan, bicaralah dengan lemah lembut, dan tunjukkan perilaku yang baik,” tegasnya.

Janji Bonus Umrah

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal memberikan motivasi tambahan dengan menjanjikan bonus umrah bagi peserta yang berhasil meraih juara. Ia bahkan langsung memerintahkan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang juga Ketua Kafilah Aceh, Zahrol Fajri, untuk menyiapkan anggaran guna merealisasikan janji tersebut.

“Siapkan anggarannya, kalau tidak ada, potong saja dari anggaran SPPD untuk memberi apresiasi bagi yang berhasil juara,” instruksinya disambut tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Zahrol Fajri menjelaskan bahwa kafilah Aceh mengirimkan 54 peserta yang akan bertanding dalam tujuh cabang musabaqah, antara lain Tilawah, Tahfiz, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Khattil Quran, serta karya tulis ilmiah Al-Quran. Para peserta ini telah menjalani pelatihan intensif dalam tiga tahap sejak Juni hingga September.

“Kami optimis dengan persiapan yang matang ini, para peserta akan mampu bersaing di tingkat nasional,” tutur Zahrol.

MTQ Nasional ke-30 di Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperdalam dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah Aceh, kafilah ini bertekad memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi gemilang.

Editor: Akil

Atlet Muaythai Jatim Siap Berlaga di PON XXI Aceh-Sumut

0
Atlet muaythai Jawa Timur melakukan latihan di venue BMA, Rabu (4/9/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Atlet cabang olahraga (cabor) muaythai asal Jawa Timur (Jatim) menyatakan sudah siap berlaga dalam ajang PON XXI Aceh-Sumut. Mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan latihan yang matang.

Salah seorang atlet muaythai, Ratna mengatakan timnya sudah melakukan latihan intensif sejak dua tahun terakhir di Surabaya. Kini mereka sudah siap untuk menghadapi lawan-lawan tangguh mereka di arena.

“Persiapan kita sudah matang dan siap memenangkan pertandingan dalam PON XXI Aceh-Sumut ini,” ujar Ratna kepada Nukilan, Rabu (4/9/2024).

Selain itu, kata Ratna, timnya juga optimis mampu memenangkan pertandingan dan menjuarai ajang ini nantinya. Optimisme ini dinilai menjadi bekal penting bagi atlet muaythai Jatim agar tetap fokus dan bekerja keras untuk mencapai target mereka.

Untuk cabor muaythai dalam PON XXI Aceh-Sumut ini akan dilaksanakan di venue Balai Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh. []

Reporter: Sammy

Skor Imbang Lawan Jabar, Tim Sepak Bola Sulsel Kecewa dengan Kinerja Wasit

0
Pertandingan sepak bola antara Jabar dan Sulsel di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Rabu (3/9/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Tim sepak bola Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa mengakhiri laga melawan Jawa Barat (Jabar) dengan skor imbang 1-1 dalam pertandingan sepak bola PON XXI Aceh-Sumut di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Rabu (4/9/2024).

Pelatih tim Sulsel, Deni Tarkas mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja wasit dalam pertandingan tersebut. Ia menilai timnya dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit tidak menguntungkan.

Deni menilai, gol yang dicetak oleh tim Jabar di menit ke-81 seharusnya tidak sah karena posisi pemain lawan berada dalam keadaan offside. Dengan terciptanya gol tersebut, tim Sulsel gagal meraih kemenangan.

“Ada beberapa pelanggaran yang seharusnya memberikan keuntungan bagi kami, tapi tidak ada tindakan dari wasit,” ujar Deni kepada wartawan usai pertandingan di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Rabu (4/9/2024).

Gol pertama Sulsel dicetak oleh Suharman di menit ke-9 setelah memanfaatkan kelemahan pertahanan Jabar, yang sempat tampil kurang maksimal pada awal laga.

Namun, permainan Jabar mulai meningkat di babak kedua. Momentum berbalik setelah pemain Sulsel, M Haidir, mendapatkan kartu merah di menit ke-64, memberikan keunggulan jumlah pemain bagi Jabar. Memanfaatkan situasi ini, Jabar akhirnya mencetak gol penyeimbang melalui M Afif pada menit ke-81. Laga pun berakhir dengan skor imbang 1-1. []

Reporter: Sammy

Bustami Hamzah Dinyatakan Lulus Uji Mampu Baca Al-Quran

0
Bustami Hamzah Dinyatakan Lulus Uji Mampu Baca Al-Quran. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terus bergulir dengan tahapan uji kemampuan membaca Al-Quran yang berlangsung hari ini di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Salah satu pasangan calon yang mengikuti tahapan ini adalah Bustami Hamzah bersama pasangannya, Tu Sop. Ujian ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh calon sebelum melanjutkan proses pemilihan.

Bustami Hamzah, calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Tu Sop, dinyatakan lulus dalam uji baca Al-Quran yang dilakukan oleh tim penguji dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, dan Kementerian Agama Aceh. Penilaian dilakukan secara ketat oleh para ahli dalam bidang tilawah dan tajwid, dengan hasil yang dikeluarkan dalam bentuk Surat Keterangan Hasil Uji Mampu Baca Al-Quran.

Dalam surat tersebut, tim penguji menegaskan bahwa Bustami Hamzah telah memenuhi syarat yang ditetapkan, sehingga layak untuk melanjutkan pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Aceh pada Pemilihan Tahun 2024.

“Surat ini dibuat sebagai bukti pemenuhan syarat calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Tahun 2024,” demikian tertulis dalam surat yang diterima oleh pasangan calon yang diusung Partai NasDem, Partai Golkar, PAS dan PAN tersebut.

Tak hanya Bustami, seluruh pasangan calon yang mengikuti uji baca Al-Quran juga dinyatakan memenuhi syarat oleh tim penguji. Hal ini menandai selesainya salah satu tahapan penting dalam proses pencalonan, dengan hasil uji yang langsung diserahkan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Anggota KIP Aceh, Hendra Hermawan, mengungkapkan bahwa hasil uji baca Al-Quran telah diterima oleh KIP dalam bentuk segel dan langsung diberikan kepada masing-masing tim pasangan calon.

“Kami berharap semua kandidat dapat terus melanjutkan proses ini dengan baik, hingga pemilihan berlangsung,” kata Hendra.

Dengan lolosnya Bustami Hamzah dan para kandidat lainnya dalam uji ini, masyarakat Aceh kini tinggal menunggu tahapan berikutnya yang akan semakin mendekatkan mereka pada pilihan pemimpin baru yang akan memimpin provinsi ini.

Editor: Akil

Aceh Kalahkan Banten 3-2, Pj Gubernur Langsung Cairkan Bonus di Ruang Ganti

0
Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat memberikan dukungan kepada tim sepak bola Putra Provinsi Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Laga penuh tensi antara Aceh dan Banten pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Rabu malam, 4 September 2024, berakhir manis bagi tuan rumah. Di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion, tim sepak bola Aceh berhasil menekuk Banten dengan skor tipis 3-2, sebuah kemenangan yang diraih melalui perjuangan sengit sepanjang dua babak.

Pertandingan dimulai dengan kejutan dari tim Banten yang mencetak gol cepat di awal babak pertama, membuat suasana stadion sempat sunyi. Namun, Aceh segera bangkit. Tuan rumah tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan, yang kemudian disusul oleh gol kedua menjelang akhir babak pertama, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Aceh. Gemuruh dukungan suporter membahana, memompa semangat para pemain hingga turun minum.

Babak kedua dimulai dengan intensitas yang meningkat. Banten, tak ingin pulang dengan tangan kosong, melancarkan serangan balik yang berbuah gol penyama kedudukan, membuat pertandingan kembali seimbang 2-2. Namun, Aceh, di bawah tekanan, menunjukkan mental juara.

Gol ketiga yang diciptakan beberapa menit setelahnya memastikan kemenangan krusial ini. Sorakan dan yel-yel suporter bergema saat wasit meniup peluit panjang, mengakhiri laga dengan skor 3-2.

Amatan Nukilan.id di tribun utama, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, tampak tak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim Aceh. Ditemani oleh istri dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Safrizal tak pernah melepaskan pandangannya dari lapangan.

Usai pertandingan, langkah pertama Safrizal adalah menuju ruang ganti tim Aceh. Di sana, disambut dengan yel-yel kemenangan, ia langsung menepati janjinya dengan menyerahkan bonus kepada para pemain.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak Aceh malam ini. Mereka bermain dengan hati dan dukungan suporter sangat luar biasa. Ini adalah kemenangan yang layak dirayakan,” ujar Safrizal saat berbicara dengan media.

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para suporter yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dari awal hingga akhir laga. Dalam pesannya, Safrizal menekankan pentingnya menjaga momentum dan performa dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Kita baru saja mengalahkan Banten, tapi perjalanan masih panjang. Tetap semangat dan fokus hingga mencapai final,” katanya.

Safrizal juga memastikan bahwa bonus yang telah dijanjikan sebelumnya telah diberikan langsung kepada para pemain di ruang ganti.

“Bonus sudah saya serahkan sesuai janji saya. Ini sebagai motivasi agar mereka terus memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tegasnya.

Kemenangan ini tidak hanya mengangkat moral tim, tetapi juga menghidupkan harapan publik Aceh untuk meraih prestasi tertinggi dalam ajang PON XXI ini. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian selanjutnya bagi tim Aceh untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan suporter yang selalu setia memberikan dukungan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

 

Aceh Sukses Tumbangkan Banten 3-2 dalam Laga Sengit PON XXI 2024

0
Pertandingan sepak bola putra, Aceh Vs Banten. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim sepak bola putra Aceh berhasil mengawali langkah di PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan gemilang. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Rabu malam, Aceh menaklukkan Banten dengan skor tipis 3-2 dalam pertandingan perdana Grup A.

Amatan Nukilan.id di lokasi, laga ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Ribuan pendukung Aceh yang memenuhi stadion seakan menjadi energi tambahan bagi tuan rumah. Namun, justru Banten yang lebih dulu membuka keunggulan. Gol cepat dari Agiel Candida Ramadan pada menit ke-10 melalui tendangan keras dari sisi kiri gawang Aceh mengejutkan publik tuan rumah.

Tak ingin malu di hadapan pendukungnya sendiri, Aceh langsung merespons. Enam menit berselang, Tifatul Ulfi memanfaatkan kemelut di kotak penalti Banten untuk menyamakan kedudukan. Gol ini sontak menghidupkan kembali semangat para pemain Aceh.

Keberhasilan menyamakan skor membuat Aceh semakin agresif. Pada menit ke-24, tendangan keras Akmal Juanda dari jarak dekat membawa Aceh berbalik unggul 2-1. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai, membuat Aceh masuk ruang ganti dengan kepala tegak.

Di babak kedua, giliran Banten yang bangkit. Mereka meningkatkan tempo permainan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sundulan keras Dafiq Firdaus pada menit ke-62, memanfaatkan situasi bola mati dari tendangan sudut.

Kebobolan untuk kedua kalinya, pelatih Aceh langsung merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. M Nur Mahyuddin yang baru masuk lapangan, segera menunjukkan kontribusinya. Pada menit ke-69, dia berhasil menembus pertahanan Banten dan memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Akmal Juanda, sekaligus mencatatkan gol keduanya malam itu.

Meskipun terus menggempur pertahanan Banten hingga akhir laga, Aceh gagal menambah keunggulan. Namun, kemenangan 3-2 sudah cukup bagi mereka untuk memimpin klasemen sementara Grup A dengan raihan tiga poin. Pada pertandingan lain di grup yang sama, Jawa Barat hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sulawesi Selatan, memperkuat posisi Aceh di puncak klasemen.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Aceh untuk melangkah lebih jauh di ajang PON XXI, di mana mereka akan berusaha mempertahankan tren positif ini dalam laga-laga berikutnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah