Beranda blog Halaman 931

Buka Cabor Muaythai, Pj Gubernur Aceh: Semoga Muncul Talenta-talenta Baru

0
Pembukaan cabor muaythai di Gedung BMA Banda Aceh, Kamis (5/9/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA resmi membuka cabang olahraga (cabor) muaythai PON XXI Aceh-Sumut di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh, Kamis (5/9/2024).

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA berharap dengan diperlombakannya cabor muaythai dalam PON ini bisa memunculkan atlet-atlet muaythai dengan talenta-talenta bagus dan bisa menjadi atlet profesional di bidang muaythai.

Ia juga mengapresiasi perkembangan olahraga ini yang semakin populer di Indonesia dan sudah diakui di tingkat internasional.

“Kita berharap dari ajang ini akan lahir atlet-atlet Muaythai yang mampu bersaing tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional. Ini saatnya bagi kita untuk menunjukkan bahwa Muaythai Indonesia punya masa depan yang cerah,” ujar Safrizal saat membuka acara di Gedung BMA Banda Aceh, Kamis (5/9/2024).

Ketua Pengprov Muaythai Aceh, Dahlan Jamaluddin, menyatakan bahwa pelaksanaan cabor Muaythai di PON ini juga diharapkan mendorong minat generasi muda untuk terjun ke olahraga ini.

“Ini momentum bagi anak muda Aceh dan seluruh Indonesia untuk melihat Muaythai sebagai olahraga yang menjanjikan dan dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” kata Dahlan.

Pembukaan ini dihadiri oleh berbagai kontingen muaythai dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komite Nasional Olahraga (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar. []

Reporter: Sammy

Ketua BEM-FT UNAYA Apresiasi Suksesnya Temu Keluarga FKMTSI Wilayah Aceh Ke-XI di UTU

0
Ketua BEM-FT UNAYA, Robi Annamal. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.id | Jantho – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Abulyatama (BEM-FT UNAYA) memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Temu Keluarga Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) Wilayah Aceh Ke-XI. Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teuku Umar (HMTS-UTU) ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 September 2024 di Universitas Teuku Umar, Meulaboh.

Ketua BEM-FT UNAYA, Robi Annamal, menyatakan dukungannya terhadap acara tersebut. Menurutnya, Temu Keluarga FKMTSI merupakan bentuk kepedulian dan respons positif dari mahasiswa Teknik Sipil terhadap berbagai isu ketekniksipilan di Provinsi Aceh.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap tantangan yang dihadapi dalam bidang ketekniksipilan di daerah kita,” ujarnya.

Robi juga menambahkan bahwa Temu Keluarga ini bukan hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga sebagai platform untuk mendiskusikan dan mengkaji perkembangan terbaru dalam dunia teknik sipil.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengidentifikasi berbagai isu yang membutuhkan perhatian khusus serta mencari solusi yang dapat diterapkan dalam praktik teknik sipil,” katanya.

Acara ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas penguasaan teknologi dalam bidang teknik sipil dan membawa dampak positif bagi pembangunan infrastruktur di Aceh. Dengan semangat kolaborasi dan berbagi pengetahuan, Temu Keluarga FKMTSI Wilayah Aceh Ke-XI menjadi langkah penting dalam upaya memajukan ilmu teknik sipil di tingkat regional.

Editor: Akil

Timnas Indonesia Tahan Arab Saudi 1-1 di Laga Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026

0
Timnas Indonesia Tahan Arab Saudi 1-1 di Laga Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Foto: PSSI)

NUKILAN.id | Jeddah – Timnas Indonesia berhasil meraih hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi dalam laga pembuka Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jumat (6/9/2024) dini hari WIB. Pertandingan ini menampilkan drama dan ketegangan yang menghibur para penggemar sepak bola dari kedua negara.

Amatan Nukilan.id melalui layar kaca, pada babak pertama, Timnas Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan dengan unggul lebih dulu berkat gol Ragnat Oratmangoen pada menit ke-19. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Arab Saudi. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga menit ke-45+3 ketika Arab Saudi berhasil menyamakan kedudukan melalui gol dari tendangan Mohamed Kanno.

Memasuki babak kedua, tekanan dari Arab Saudi semakin meningkat. Timnas Indonesia tampak kehilangan ritme permainan, sementara tuan rumah semakin percaya diri dalam menyerang. Meski begitu, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi bintang lapangan dengan sejumlah penyelamatan gemilang. Salah satu momen kunci terjadi pada menit ke-77 ketika Paes menggagalkan tendangan penalti dari Salem Al Dawsari setelah Paes membuat blunder dengan memegang bola terlalu lama.

Beberapa peluang emas juga tercipta dari Arab Saudi, termasuk sundulan Saud Abdulhamid yang membentur tiang gawang pada menit ke-76, dan tendangan Mohamed Kanno yang berhasil ditepis Paes pada menit ke-88. Meski tim Merah Putih berusaha keras untuk mempertahankan skor imbang, Arab Saudi terus menekan dengan umpan-umpan silang berbahaya, namun upaya mereka belum membuahkan hasil.

Pelatih Shin Tae Yong melakukan sejumlah pergantian pemain pada menit ke-58, termasuk memasukkan Marselino Ferdinan dan Shayne Pattynama untuk menambah kekuatan tim. Meskipun beberapa peluang tercipta, termasuk tendangan kaki kanan Ragnar Oratmangoen dan Calvin Verdonk yang melenceng dari sasaran, Timnas Indonesia tidak mampu menambah gol.

Di akhir pertandingan, Timnas Indonesia menahan Arab Saudi dengan skor 1-1. Hasil ini memberikan modal berharga bagi Indonesia dalam melanjutkan perjuangan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Kinerja Maarten Paes yang sangat solid menjadi sorotan utama, sementara strategi pelatih Shin Tae Yong akan terus menjadi bahan evaluasi menuju pertandingan selanjutnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh Gelar Orienteering Internasional, 150 Atlet dari Tiga Benua Siap Taklukkan Medan Sabang

0
Aceh Gelar Orienteering Internasional, 150 Atlet dari Tiga Benua Siap Taklukkan Medan Sabang. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kota Sabang akan menjadi tuan rumah perhelatan perdana Aceh International Orienteering (AIO), sebuah ajang olahraga rekreasi yang memadukan keterampilan navigasi dan kemampuan fisik di alam bebas. AIO, yang berlangsung dari 6 hingga 8 September 2024, siap menghadirkan tantangan bagi 150 atlet dari tiga benua yang akan berlomba menaklukkan medan Sabang.

Orienteering adalah olahraga unik yang menuntut peserta untuk menemukan rute terbaik dalam melintasi area yang belum mereka kenal. Dalam kompetisi ini, kecepatan dan ketepatan dalam membaca medan menjadi kunci sukses. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga mampu mengangkat pesona wisata alam Aceh ke kancah internasional.

Event ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bersama Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Aceh. Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kabid Pemasaran T. Hendra Faisal, mengungkapkan bahwa AIO menjadi bagian dari Aceh Festival 2024, yang juga memeriahkan PON XXI di Aceh. “Dari 21 event yang tergabung dalam Aceh Festival, salah satunya adalah orienteering ini. Harapan kami, para peserta dapat mempromosikan pariwisata Aceh, khususnya Sabang, yang keindahannya telah diakui dunia,” ujar Hendra.

Ketua FONI Aceh, Abdul Mukti, menjelaskan bahwa para atlet internasional dari negara seperti Malaysia, Amerika, Thailand, Filipina, Gambia, Libya, dan India sudah mulai tiba di Banda Aceh sejak Rabu, sementara atlet nasional dari berbagai wilayah di Indonesia tiba pada Kamis (5/9). “Para atlet akan berangkat ke Sabang pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Mukti.

Selama kompetisi, para peserta akan dilengkapi dengan peta sebagai panduan rute, kompas sebagai alat penunjuk arah, dan SI Card (Sport Identity Card) sebagai alat penanda cek poin. Mereka akan berlomba di dua kelas, yakni middle class dan sprint class, yang masing-masing memiliki jalur berbeda dan melintasi berbagai objek wisata di Sabang, menghadirkan pengalaman kompetisi yang penuh tantangan.

Mukti menambahkan, ajang ini diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk atlet lokal dari perwakilan Pengcab FONI kabupaten/kota se-Aceh, klub lari, komunitas pecinta alam, dan atlet nasional dari klub orienteering. “Untuk atlet internasional, sebagian besar berasal dari klub profesional di Amerika, Afrika, dan Asia,” jelas Mukti.

Event sport tourism ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh serta memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. “Secara keseluruhan, orienteering memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata,” tambah Hendra.

Dengan medan yang menantang dan rute yang melintasi keindahan alam Sabang, Aceh International Orienteering diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang akan menarik perhatian lebih banyak orienteers dan wisatawan dari seluruh dunia ke Aceh. “Kami berharap ajang ini menjadi kalender orienteering internasional dan dapat digelar setiap tahun di Aceh,” pungkas Mukti.

Mahasiswa PPG PGSD USK Sosialisasikan Pemanfaatan Daun Kelor di Gampong Tanjung Selamat

0
Mahasiswa PPG PGSD USK Sosialisasikan Pemanfaatan Daun Kelor di Gampong Tanjung Selamat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 2024 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) unit 1 (kelompok 3) menyelenggarakan sosialisasi projek kepemimpinan dengan tema “Membangun Jiwa Kewirausahaan Masyarakat Melalui Pengolahan Daun Kelor di Gampong Tanjung Selamat”, Minggu (1/9/2024) lalu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Serba Guna Gampong Tanjung Selamat, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Mamtha Damuri sebagai narasumber, serta dihadiri oleh Ratu Fazlia Inda Rahmayani, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing, Miswar, M. Ag. sebagai Sekretaris Desa Tanjung Selamat, dan pengurus PKK Gampong Tanjung Selamat. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari projek kepemimpinan, yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa PPG Prajabatan.

Dalam sambutannya, Ratu Fazlia menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya menyalurkan ilmu pengetahuan, tetapi juga kreativitas mahasiswa dalam mengolah potensi lokal seperti daun kelor.

“Daun kelor memiliki khasiat yang sangat bermanfaat, dan kami memperkenalkan cara sederhana untuk mengolahnya menjadi produk teh herbal yang bisa bertahan lama,” ujarnya.

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini pun sangat positif. Mereka antusias mencoba teh daun kelor yang telah disiapkan oleh panitia, bahkan banyak di antara mereka meminta tambahan. Salah seorang peserta sosialisasi, Aisyah, menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan produk serupa di rumahnya.

“Rasanya enak dan khasiatnya bagus, ini bisa jadi peluang usaha bagi warga,” tuturnya.

Sosialisasi dimulai dengan pembukaan oleh MC yang juga merupakan mahasiswa PPG, diikuti laporan dari ketua kelompok. Sekdes Miswar dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa atas inisiatif mereka dalam mengedukasi masyarakat. Kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian piagam penghargaan kepada Gampong Tanjung Selamat dan pemateri, serta sesi foto bersama.

Selanjutnya, mahasiswa bersama peserta langsung melakukan praktik pengemasan daun kelor yang telah diolah menjadi serbuk ke dalam kantong teh. Produk teh herbal ini kemudian dibagikan kepada masyarakat untuk dicicipi.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tanjung Selamat tidak hanya mengenal manfaat daun kelor, tetapi juga terinspirasi untuk memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Mamtha Damuri dalam sesi pemaparan materinya.

Sosialisasi diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan warga, memperlihatkan produk teh daun kelor hasil kegiatan tersebut. Penutupan dilakukan oleh MC sekitar pukul 11.30 WIB.

Projek kepemimpinan ini diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi alam yang tersedia di sekitar mereka.

Editor: Akil

KADIN Aceh Dukung Qanun Pusat Distribusi untuk Stabilkan Harga Pokok di Aceh

0
KADIN Aceh Dukung Qanun Pusat Distribusi untuk Stabilkan Harga Pokok di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh menyuarakan dukungan terhadap rancangan qanun (raqan) Pusat Distribusi Aceh yang tengah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPR Aceh. Rancangan ini diharapkan menjadi solusi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok yang kerap bergejolak di Aceh.

RDPU yang digelar di Gedung DPR Aceh pada Rabu (04/09/2024) ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Pemerintah Aceh, akademisi, hingga pelaku usaha. Ketua Komisi II DPR Aceh, Khairil Syahrial, memimpin jalannya diskusi yang memfokuskan pada urgensi terbentuknya Pusat Distribusi untuk menjamin keterjangkauan harga kebutuhan pokok di Aceh.

Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Umum Bidang Perekonomian KADIN Aceh, H. Ramli, SE, menegaskan pentingnya regulasi yang tidak hanya fokus pada kestabilan harga, tetapi juga melindungi pelaku usaha lokal dari gempuran persaingan tidak sehat, khususnya di sektor ritel.

“Pemerintah Aceh harus menciptakan regulasi yang membatasi dominasi pasar modern agar tidak mematikan usaha tradisional dan UMKM. Kemitraan antara pasar modern dan tradisional harus diatur dengan skema yang jelas dan adil,” ujarnya.

Krisis harga bahan pokok di Aceh, seperti minyak goreng, beras, cabai, dan gula, kerap kali disebabkan oleh lemahnya sistem distribusi dan ketidakstabilan pasokan. KADIN Aceh melihat penerapan qanun ini sebagai langkah penting dalam memperbaiki rantai pasok dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi sektor pertanian, UMKM, dan dunia usaha lokal.

Teuku Jailani, Direktur Eksekutif KADIN Aceh, turut menyoroti pentingnya qanun ini sebagai payung hukum bagi pelaku usaha yang terlibat dalam pengelolaan pusat distribusi.

“Qanun ini harus memberikan kepastian hukum terkait pembentukan badan pengelola yang profesional dan akuntabel. Aspek pembiayaan, pembangunan infrastruktur, hingga pengawasan dan pelaporan perlu diatur secara jelas agar distribusi berjalan lancar dan harga-harga tetap stabil,” katanya.

KADIN Aceh berharap bahwa qanun ini dapat segera disahkan, mengingat urgensi kebutuhan akan stabilitas harga di Aceh yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan perkembangan sektor usaha kecil di daerah.

Pemerintah Aceh melalui Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Marzuki, SE, MM, menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk mewujudkan pusat distribusi yang akan mengadopsi model keberhasilan serupa di Provinsi Jawa Barat. Sistem distribusi berbasis digital dan kemitraan dengan BUMD akan diterapkan untuk meminimalisir inflasi dan menjaga stabilitas harga.

“Dengan adanya Pusat Distribusi Aceh, kita bisa menekan inflasi dan memastikan ketersediaan barang-barang penting dengan harga terjangkau. Ini sangat penting, terutama bagi sektor UMKM dan petani produsen di Aceh,” ujar Marzuki.

Pusat Distribusi Aceh diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya membantu kestabilan harga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembinaan UMKM dan petani. Keberadaan qanun ini juga dianggap mampu mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang lebih sehat dan kompetitif di Aceh.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Terima 480 Unit Kendaraan Bantuan Kemenhub RI untuk PON XXI Wilayah Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Terima 480 Unit Kendaraan Bantuan Kemenhub RI untuk PON XXI Wilayah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 Aceh – Sumut Wilayah Aceh memperoleh dukungan 480 armada kendaraan dari Kementerian Perhubungan RI untuk memperlancar transportasi atlet dan ofisial selama perhelatan PON XXI di Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Penjabat Gubernur Aceh selaku Ketua Umum PB PON XXI Tahun 2024 Wilayah Aceh Safrizal ZA selepas menerima penyerahan kendaraan secara simbolis oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Amirulloh di Halaman Kantor Gubernur Aceh pada Kamis, 5 September 2024.

“Saya kira ini (480 unit kendaraan) sangat representatif dan memenuhi kebutuhan untuk operasional PON XXI di Aceh,” sebut Safrizal saat mencoba fasilitas kendaraan bantuan dari Kemenhub tersebut.

Safrizal menuturkan bahwa saat ini kendaraan bantuan Kemenhub sudah didistribusikan ke sejumlah daerah yang menjadi venue pertandingan PON.

“Kendaraan-kendaraan ini langsung kita distribusikan ke cabor-cabor dan kontingen yang membutuhkan atau sesuai dengan alokasi kebutuhan yang telah disusun oleh panitia,” ungkapnya.

Pj Gubernur Aceh juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan atas dukungan fasilitas transportasi dalam rangka menyukseskan PON XXI Tahun 2024 Wilayah Aceh.

Sementara itu, Ketua Bidang Transportasi PB PON XXI Tahun 2024 Wilayah Aceh Teuku Faisal menyebutkan bahwa dari total 480 unit kendaraan bantuan Kemenhub tersebut, 133 unitnya merupakan kendaraan lokal milik masyarakat Aceh.

“Kita turut berterima kasih kepada pihak Kemenhub karena memprioritaskan kendaraan lokal Aceh untuk dukungan transportasi PON di Aceh,” sebut Teuku Faisal.

Editor: Akil

Daud Yordan Tantang Hernan Leandro Carrizo di ‘Laga Khatulistiwa’ untuk Gelar IBA World Super Lightweight Championship

0
Daud Yordan Tantang Hernan Leandro Carrizo di 'Laga Khatulistiwa' untuk Gelar IBA World Super Lightweight Championship. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Pontianak – Penggemar tinju Tanah Air akan disuguhkan pertandingan bersejarah dalam ajang tinju internasional bertajuk Laga Khatulistiwa. Petinju kebanggaan Indonesia, Daud Yordan, siap bertarung melawan Hernan Leandro Carrizo asal Argentina untuk memperebutkan gelar prestisius IBA World Super Lightweight Championship. Pertandingan yang digadang-gadang sebagai salah satu duel terbesar dalam sejarah tinju Indonesia ini akan berlangsung di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, dan disiarkan secara langsung oleh MNCTV pada Sabtu, 7 September 2024 pukul 21.00 WIB.

Daud Yordan, yang akrab disapa “The Senator”, bukan nama asing di dunia tinju. Sejak memulai karier profesionalnya pada 2005, Daud telah mengukir sejarah dengan 47 laga, memenangkan 43 pertandingan dan 31 di antaranya melalui kemenangan KO. Sebagai salah satu petinju paling berprestasi di Indonesia, Daud telah menyandang beberapa gelar bergengsi, termasuk juara dunia IBO Featherweight pada 2011, IBO Lightweight pada 2013, dan IBA Super Lightweight pada 2019.

Kini, di usianya yang memasuki 37 tahun, Daud berambisi menambah koleksi sabuk juara dengan merebut gelar IBA World Super Lightweight dari tangan Carrizo. Lawan Daud, Hernan Leandro Carrizo, adalah petinju tangguh dari Argentina yang terkenal dengan kekuatan pukulan dan teknik bertarungnya. Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan menjadi salah satu pertandingan tinju paling dinanti tahun ini.

Selain duel utama, laga pembuka juga akan mempertemukan petinju Indonesia, Ongen Saknosiwi, melawan Shivam Sharma dari India. Ongen, yang memiliki rekor tak terkalahkan dalam 10 laga dengan 9 kemenangan KO, akan berusaha mempertahankan reputasinya di hadapan publik Indonesia. Petinju kelahiran 15 Juli 1994 ini pernah mencicipi gelar juara dunia IBA di kelas Featherweight pada 2019 dan kini bertekad menambah kemenangan di Laga Khatulistiwa.

Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi para petinju untuk membuktikan kemampuan mereka di level internasional, tetapi juga menjadi momen penting bagi perkembangan dunia tinju Indonesia. Pertarungan Daud Yordan melawan Hernan Leandro Carrizo akan menjadi ujian berat bagi sang Senator, yang telah lama menjadi simbol kebanggaan bangsa dalam dunia tinju.

Saksikan pertandingan penuh gengsi ini secara langsung hanya di MNCTV, Sabtu, 7 September 2024, pukul 21.00 WIB. Laga Khatulistiwa dipastikan akan menjadi peristiwa besar yang menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing di kancah tinju dunia.

Editor: Akil

BAST Hadirkan Layanan Restorasi Arsip Keluarga di Museum Tsunami Aceh

0
BAST Hadirkan Layanan Restorasi Arsip Keluarga di Museum Tsunami Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam rangka memperingati dua dekade tragedi Tsunami Aceh, Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) berkolaborasi dengan Museum Tsunami Aceh meluncurkan program inovatif bertajuk Layanan Restorasi Arsip Keluarga (Laraska). Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 7-8 September 2024 di Lantai Il Museum Tsunami Aceh, dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam melestarikan arsip pribadi dan keluarga.

Laraska diharapkan dapat meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi bencana dengan cara mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dokumen-dokumen penting, seperti ijazah, akte kelahiran, dan kartu keluarga. Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini hanya perlu membawa arsip yang ingin direstorasi atau dienkapsulasi ke lokasi acara.

“Layanan ini gratis dan merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi dokumen penting dari kerusakan akibat bencana,” jelas Muhammad Ihwan, Kepala BAST, dalam keterangan persnya.

Proses restorasi akan mencakup perbaikan fisik arsip yang rusak, serta pelapisan dengan bahan pelindung khusus. Langkah ini bertujuan untuk memperpanjang usia arsip, melindunginya dari kelembaban, serangan serangga, dan ancaman lainnya. Melalui kegiatan ini, BAST berharap dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Aceh.

Ihwan menambahkan, “Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan arsip-arsip penting yang mereka miliki. Arsip bukan hanya bernilai sejarah, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas keluarga.”

Dengan adanya program Laraska, BAST dan Museum Tsunami Aceh berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang bermanfaat dan mendukung upaya pemulihan serta pelestarian sejarah Aceh. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta menegaskan nilai warisan keluarga melalui arsip yang terawat dengan baik.

Editor: Akil

DPRA Sahkan Pansus Pertambangan, RKT 2025, dan Pengurus KPI Aceh Periode 2024-2027

0
DPRA Sahkan Pansus Pertambangan, RKT 2025, dan Pengurus KPI Aceh Periode 2024-2027. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kembali menggelar sidang paripurna pada Rabu, 4 September 2024, di Gedung Utama DPRA. Sidang tersebut mengusung tiga agenda penting, yakni pengesahan Panitia Khusus (Pansus) Pertambangan, pembahasan Rencana Kerja Tahun (RKT) 2025, dan pengesahan pengurus Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) periode 2024-2027.

Dipimpin oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, A.Md, sidang ini turut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., anggota Forkopimda Aceh, Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta sejumlah anggota DPRA lainnya. Sidang ini juga mengundang perhatian berbagai elemen masyarakat yang menyaksikan pembahasan strategis tersebut.

Fokus pada RKT 2025

Mengawali jalannya sidang, Ketua Panitia Kerja (Panja) Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRA, Dr. Irpannusir, memaparkan laporan mengenai RKT 2025. Dalam penjelasannya, Irpannusir mengungkapkan bahwa Panja RKT kali ini fokus menyusun rencana kerja tahunan untuk tahun 2025, yang mencakup sejumlah program prioritas. “RKT 2025 ini dibagi dalam tiga masa persidangan dan akan menjadi panduan bagi kegiatan-kegiatan utama DPRA di tahun mendatang,” kata Irpannusir.

Setelah laporan dibacakan, dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua DPRA Zulfadhli untuk disahkan. Agenda ini menandai langkah awal bagi DPRA dalam menyusun strategi pembangunan Aceh di tahun depan, yang mencakup berbagai sektor vital termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

KPI Aceh: Seleksi Ketat Pengurus Baru

Agenda berikutnya beralih pada pembahasan pengurus baru Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh. Dalam pemaparannya, anggota Komisi I DPRA, H. Ridwan Yunus, menjelaskan proses seleksi yang melibatkan 21 calon pengurus KPI Aceh. Namun, setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan, hanya 19 orang yang dinyatakan lolos, sementara dua orang lainnya gugur dalam seleksi.

“Proses fit and proper test ini merupakan tahapan penting untuk memastikan KPI Aceh dipimpin oleh orang-orang yang kompeten dan berintegritas dalam mengawal penyiaran di Aceh,” ujar Ridwan Yunus. Dokumen hasil seleksi pun langsung diserahkan kepada Ketua DPRA untuk ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

Dengan disahkannya pengurus KPI Aceh periode 2024-2027, diharapkan lembaga ini mampu berperan lebih aktif dalam mengawasi konten penyiaran lokal, serta meningkatkan kualitas informasi yang diterima oleh masyarakat Aceh.

Sidang paripurna ini menjadi momentum penting bagi DPRA dalam menetapkan arah kebijakan strategis di Aceh, mulai dari sektor pertambangan, perencanaan pembangunan, hingga penyiaran yang akan memberi dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah