Beranda blog Halaman 909

Transisi ke Musim Hujan, BMKG Imbau Warga Aceh Waspada Angin Kencang

0
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Associated Press)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut. Kondisi ini terjadi seiring dengan transisi dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Kami mencatat adanya potensi angin kencang yang cukup dominan di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, pesisir barat selatan, hingga wilayah tengah Aceh. Bahkan, secara sporadis, angin kencang juga bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah utara dan timur Aceh,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, Rabu (18/9/2024).

Nasrol menjelaskan, berdasarkan pantauan BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologi, seperti gelombang ekuatorial Rossby di wilayah utara Sumatera, belokan angin (shearline), serta daerah konvergensi di Provinsi Aceh. Selain itu, anomali suhu muka laut yang lebih hangat di perairan utara dan barat Aceh juga turut meningkatkan penguapan dan penambahan massa uap air di atmosfer.

“Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan awan hujan dan angin kencang, khususnya pada siang hingga menjelang malam hari, dengan kecepatan angin yang diperkirakan mencapai 20 hingga 30 knot,” tambah Nasrol.

Nasrol memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, bahkan di beberapa daerah diprediksi hingga akhir September. Namun, pada Oktober-November, meskipun angin kencang diprediksi akan berkurang, intensitas curah hujan justru akan meningkat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi, terutama dampak dari angin kencang seperti pohon tumbang, tiang, dan baliho yang roboh. Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan kekuatan bangunan yang sudah lapuk serta menjaga keamanan jaringan listrik di sekitar tempat tinggal.

“Kami juga mengingatkan untuk memperhatikan penggunaan tenda dalam penyelenggaraan PON XXI di Aceh, memastikan kekuatan tiang dan pasaknya untuk menghindari kerusakan akibat angin kencang,” tutur Nasrol.

BMKG terus memantau kondisi cuaca di Aceh dan telah menyiapkan alat pemantau cuaca guna menjamin keselamatan atlet dan peserta PON yang berlangsung di beberapa daerah di Aceh, termasuk Sabang.

Editor: Akil

KIP Aceh Tengah Mulai Rekrut 2.849 Anggota KPPS untuk Pilkada 2024

0
KIP Aceh Tengah Mulai Rekrut 2.849 Anggota KPPS untuk Pilkada 2024. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah resmi membuka perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KIP Aceh Tengah, Marzuki, mengungkapkan bahwa perekrutan KPPS ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Perekrutan ini sangat penting, karena setiap TPS akan membutuhkan tujuh anggota KPPS yang akan bertugas secara langsung dalam proses pemungutan suara,” jelas Marzuki pada Selasa (17/9/2024).

Sebanyak 2.849 anggota KPPS akan direkrut, termasuk untuk TPS khusus yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Takengon. Proses pendaftaran akan berlangsung mulai 17 hingga 28 September 2024, bertempat di sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa masing-masing.

Marzuki menekankan pentingnya ketelitian dalam proses perekrutan KPPS. Menurutnya, persoalan dalam penyelenggaraan pemilu sering kali bermula dari TPS, sehingga penting untuk memastikan bahwa KPPS yang terpilih mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Proses perekrutan harus benar-benar diperhatikan oleh PPS agar tidak muncul masalah di kemudian hari. Kami berharap anggota KPPS yang direkrut adalah orang-orang yang handal dan mampu menjalankan tugasnya dengan profesional,” tambah Marzuki.

KIP Aceh Tengah berharap melalui seleksi yang ketat, para anggota KPPS nantinya dapat berperan aktif dalam menjaga kelancaran dan integritas Pilkada 2024 di wilayah Aceh Tengah.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Salurkan Beasiswa Anak Yatim untuk 51.465 Siswa

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak yatim terus diwujudkan melalui penyaluran beasiswa. Melalui Dinas Pendidikan Aceh, sebanyak 51.465 siswa dari berbagai jenjang pendidikan telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa untuk tahun ajaran 2024. Beasiswa ini mencakup siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga Dayah dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A, menjelaskan bahwa hingga tahap I dan II, sebanyak 50.895 siswa telah menerima beasiswa.

“Program ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam meringankan beban finansial siswa yatim, piatu, dan yatim piatu di Aceh,” ujar Marthunis pada Rabu (17/9/2024).

Marthunis berharap, beasiswa ini bisa menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus bersekolah dan mencapai prestasi akademis yang lebih baik.

Namun, penyaluran beasiswa ini masih menyisakan tantangan. Sebanyak 570 siswa belum menerima beasiswa karena kendala administrasi.

“Kendala seperti perbedaan nama, rekening bank yang ditutup, kesalahan nomor rekening, dan rekening yang tidak ditemukan menjadi faktor tertundanya penyaluran beasiswa,” ungkap Marthunis.

Dinas Pendidikan Aceh pun bergerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar seluruh penerima yang berhak bisa segera menerima beasiswa. Selain itu, pihak dinas juga mengimbau sekolah dan penerima beasiswa untuk memperbarui data agar penyaluran tahap selanjutnya berjalan lancar.

Program beasiswa ini diharapkan tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi anak-anak yatim di Aceh untuk meraih pendidikan yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk menyalurkan beasiswa ini secara transparan dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh siswa yang berhak,” tambah Marthunis.

Dukungan dari pemerintah ini merupakan bagian dari upaya Aceh untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi kelompok rentan, khususnya anak yatim, sehingga mereka dapat terus mengenyam pendidikan tanpa terbebani masalah biaya.

Editor: Akil

Fadhil Rahmi Apresiasi Sikap Netral Ustaz Abdul Somat di Pilkada Aceh

0
Bakal calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhil Rahmi. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bakal calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhil Rahmi mengapresiasi terhadap keputusan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang memilih untuk bersikap netral dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Aceh.

“Dari apa yang disampaikan tim UAS, saya melihat beliau sangat mengerti situasi di Aceh sehingga memutuskan untuk netral. Dan saya apresiasi itu sebagai sahabat,” kata Fadhil kepada Nukilan usai menjalani uji mampu baca Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Rabu (18/9/2024).

Fadhil juga menyampaikan bahwa sejak awal pasangan Muzakkir Manaf (Mualem) – Fadhullah (Dek Fad) dan Bustami Hamzah – Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) diumumkan, UAS sudah menyatakan sikap netral.

“Kita tahu almarhum ayah Sop itu orangnya sangat luar biasa tapi beliau (UAS) menyatakan sikap netral, apalagi seorang Fadhil Rahmi yang secara kapasitas, keilmuan masih di bawah almarhum ayah Sop,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadhil menegaskan persahabatannya dengan UAS tidak akan terpengaruh oleh dinamika politik, dan ia berharap keputusan UAS dapat membawa kedamaian dan politik cerdas dalam pelaksanaan Pilkada Aceh. 

“Persahabatan kami tidak akan termatikan, tidak akan tamat hanya dengan Pilkada, tetapi ini jalan tengah yang harus kita apresiasi,” tegasnya.

“Insyaallah, keputusan UAS ini membuat kita bisa benar-benar menjalankan Pilkada dengan damai, dan menciptakan politik yang cerdas,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, tim Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut UAS akan berkampanye untuk salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024. 

Melalui pernyataan resmi, Ustaz Hendriyanto, perwakilan dari Tim UAS Pusat, menegaskan bahwa UAS tetap bersikap netral.

Reporter: Rezi

Tenda di Arena Panahan Ambruk Akibat Hujan dan Angin Kencang

0
Kondisi tenda yang ambruk di arena panahan PON XXI Akibat Hujan dan Angin Kencang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Arena pertandingan panahan PON 2024 Aceh-Sumut di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, mengalami kerusakan serius akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda pada Rabu (18/9/2024). Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.45 WIB, sesaat setelah babak semifinal nomor nasional putra dan putri usai.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, menunjukkan tenda-tenda yang terpasang di sisi kiri arena ambruk diterjang angin kencang. Sejumlah tenda lain juga rusak, terlepas dari sambungan-sambungannya. Selain itu, beberapa fasilitas seperti kipas angin dan peralatan lainnya berserakan di tanah dan basah terkena air hujan. Bahkan, satu unit televisi di tribun penonton jatuh dan ikut basah terkena hujan.

Meski situasi tampak kacau, tidak ada laporan korban dalam kejadian ini. Para atlet yang sedang beristirahat berlarian ke tengah lapangan begitu hujan badai mengguncang arena pertandingan. Sebagian besar atlet langsung mengosongkan area pertandingan dan mencari perlindungan di tribun penonton maupun gedung-gedung di sekitar stadion.

Hingga berita ini diturunkan, panitia masih berusaha membersihkan dan memperbaiki kerusakan di arena panahan. Pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait dampak kejadian ini terhadap kelanjutan pertandingan di arena tersebut.

Kejadian ini menambah daftar masalah yang dihadapi PON 2024 Aceh-Sumut, setelah sebelumnya beberapa fasilitas pertandingan juga dilaporkan mengalami kendala akibat cuaca ekstrem. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kesederhanaan Mualem, Cagub Aceh yang Dekat dengan Masyarakat

0
Munawar Khalil pada pertemuan dengan Mualem sambil makan malam di Jakarta baru-baru ini. (Foto: Infoaceh.net)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Nama Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh. Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini kini tengah mencalonkan diri sebagai kandidat Gubernur Aceh dalam Pilkada 2024. Meski terkenal dengan peran pentingnya di masa lalu, sisi lain dari kehidupan Mualem ternyata jarang diketahui banyak orang, terutama tentang kesederhanaan yang melekat dalam kesehariannya.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Mualem dengan Munawar Khalil, seorang pemuda Aceh yang kini berkarier di Jakarta. Munawar, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP PRIMA DMI), menceritakan pengalamannya ketika berbincang panjang dengan Mualem dalam sebuah pertemuan di ibu kota.

“Selama ini banyak orang mungkin menganggap Mualem hidup dalam kemewahan. Namun, setelah berbincang dengannya dan melihat langsung gaya hidupnya, kesan itu berubah total. Beliau sangat sederhana,” kata Munawar, Selasa (17/9/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Munawar terkesan dengan kesederhanaan yang ditunjukkan Mualem. Bukan hanya dalam cara berpikir, tetapi juga dalam gaya hidup. Di tengah gemerlap Jakarta, Mualem lebih memilih makan malam di warung nasi kaki lima, alih-alih restoran mewah.

“Bagi beliau, makan di pinggiran jalan adalah cara untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu menunjukkan kepeduliannya terhadap ekonomi rakyat kecil,” tambah Munawar.

Mualem bukan hanya dikenal dengan kesederhanaannya. Menurut Munawar, Mualem juga seorang pemimpin yang gemar berdiskusi, khususnya dengan kaum muda. Ia terbuka terhadap ide-ide baru dan selalu mendukung perkembangan generasi muda Aceh.

“Beliau sangat berharap agar SDM Aceh ke depan bisa lebih maju, berpikir modern tanpa melupakan nilai-nilai syariat. Bonus demografi yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Munawar.

Mualem juga memiliki visi besar untuk Aceh. Ia meyakini bahwa kemajuan Aceh sangat bergantung pada generasi mudanya. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan pemikiran modern di kalangan pemuda Aceh, selaras dengan syariat Islam yang menjadi identitas kuat masyarakat Aceh.

Dengan latar belakangnya sebagai tokoh sentral di masa perjuangan Aceh, Mualem kini membawa visi besar dalam langkahnya menuju Pilkada 2024. Namun, di balik sosok yang besar itu, kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat adalah ciri khas yang menjadikannya berbeda dari calon lainnya.

Editor: Akil

Cawagub Aceh Fadhil Rahmi Jalani Uji Mampu Baca Al-Qur’an

0
Bakal calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhil Rahmi saat menjalani uji mampu baca Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Rabu 18 September 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bakal calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhil Rahmi menjalani uji mampu baca Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Rabu (18/9/2024).

Uji mampu baca Al-Qu’an ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin daerah di Aceh.

Amatan NUkilan.id, dalam pelaksanaan uji tersebut, Fadhil Rahmi didampingi oleh perwakilan partai politik pengusung. Namun, pasangannya, Bustami Hamzah, tidak terlihat hadir dalam kesempatan ini.

Sebelum memulai ujian, Fadhil Rahmi mengambil kertas yang berisi potongan ayat Al-Qur’an yang akan dibacakannya. 

Ayat-ayat yang dipilih untuk diuji kemampuan bacanya adalah surah An-Nisa ayat 29 sampai 31, surah Al-Hajj ayat 28 sampai 30, dan surah Al-Lail ayat 1 sampai 12.

Tim penguji yang terdiri dari perwakilan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), dan Kementerian Agama (Kemenag) Aceh secara seksama menilai penampilan Fadhil Rahmi. 

Hasil penilaian dari tim penguji nantinya akan diserahkan langsung kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Sebagai informasi, Fadhil Rahmi menjadi calon Wakil Gubernur Aceh menggantikan almarhum Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) yang sebelumnya berpasangan dengan Bustami Hamzah.

Reporter: Rezi

Fakhri Husaini Sedih Aceh Gagal ke Final Sepak Bola PON 2024

0
Pelatih tim Jawa Timur, Fakhri Husaini. (Foto: BolaNet)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim sepak bola Aceh harus mengubur impiannya melaju ke final PON 2024 setelah dikalahkan oleh Jawa Timur dengan skor 3-2 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Senin (16/9/2024). Kekalahan ini membuat Aceh, sebagai tuan rumah, hanya bisa berjuang untuk medali perunggu.

Pelatih tim Jawa Timur, Fakhri Husaini, mengungkapkan perasaan sedihnya atas kekalahan Aceh. Hal ini bukan tanpa alasan, karena Fakhri sendiri merupakan putra daerah Aceh yang lahir di Lhokseumawe 59 tahun silam. Meskipun harus menyingkirkan kampung halamannya, Fakhri tetap profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pelatih Jawa Timur.

“Sedih karena saya orang Aceh, tetapi sebagai pelatih, saya harus profesional,” ujar Fakhri usai pertandingan.

Meski merasa sedih, Fakhri menilai tim asuhannya memang layak melaju ke final. Menurutnya, Jawa Timur tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut dan berhak memperebutkan medali emas di partai puncak yang akan mempertemukan mereka dengan Jawa Barat. Jawa Barat sendiri berhasil mengalahkan Kalimantan Selatan di semifinal lainnya.

“Kami fokus untuk meraih emas di PON Aceh-Sumut ini. Tim sudah bekerja keras dan pantas berada di final,” tambahnya.

Fakhri juga memberikan pujian atas kepemimpinan wasit Liga 1, Rio Permana Putra, yang memimpin pertandingan tersebut. Menurutnya, keputusan wasit berjalan baik, apalagi setelah kontroversi pada pertandingan Aceh melawan Sulawesi Tengah sebelumnya. PSSI dianggap telah merespon cepat dengan menurunkan perangkat pertandingan yang tepat.

“Setelah kasus kemarin (Aceh vs Sulawesi Tengah), PSSI bergerak cepat. Kalau tidak ada respons cepat dari PSSI, mungkin insiden serupa terjadi lagi hari ini,” ujar Fakhri.

Dengan kekalahan ini, Aceh harus berjuang untuk memperebutkan medali perunggu di ajang PON 2024 yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara.

Editor: Akil

Beberapa Venue Terimbas Badai, Pj Gubernur Safrizal: Perbaikan Segera Dilakukan

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan bahwa perbaikan sejumlah venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 yang terdampak badai akan segera dilakukan.

Hal ini disampaikan usai melakukan peninjauan langsung di beberapa lokasi yang mengalami kerusakan, di antaranya Venue Cabang Olahraga Panahan, di Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, pada Selasa (17/9/2024).

“Kami sudah instruksikan Bidang Venue dan Bidang Pertandingan PB PON XXI wilayah Aceh untuk segera mengecek kerusakan yang terjadi. Sejumlah venue dilaporkan terdampak hujan dan angin kencang,” ujar Safrizal saat diwawancarai di lokasi.

Beberapa venue yang dilaporkan mengalami kerusakan termasuk Venue Menembak dan Panahan. Meskipun demikian, kerusakan di Venue Panahan disebut tidak mengganggu jalannya pertandingan, karena hanya berdampak pada komponen pendukung. Saat ini, tim dari bidang terkait masih melakukan pengecekan lebih lanjut di beberapa venue lainnya.

Penundaan Beberapa Pertandingan

Safrizal juga menjelaskan, beberapa pertandingan terpaksa ditunda akibat cuaca buruk, terutama untuk cabang olahraga yang berlangsung di luar ruangan seperti tenis lapangan, panahan, olahraga aero, dan dayung.

“Cabor Tenis Lapangan sudah dua hari ditunda karena hujan yang tak kunjung reda. Tim Bagian Pertandingan akan segera mengatur ulang jadwal. Sementara, untuk cabang panahan tetap berlangsung sesuai kesepakatan meski ada hujan dan angin,” ujarnya.

Cabang olahraga lain seperti paralayang dan dayung juga ditunda karena angin kencang dan hujan lebat. Safrizal menegaskan, laporan lengkap terkait kerusakan dan penundaan pertandingan akan disampaikan pada malam hari, dan keesokan harinya Menteri Olahraga akan melakukan pengecekan langsung ke beberapa venue yang terdampak.

Perbaikan Segera Dilakukan

Safrizal memastikan bahwa perbaikan venue yang terdampak akan segera dilakukan agar pertandingan yang tertunda dapat kembali dilaksanakan.

“Kami telah memerintahkan bidang terkait untuk segera memperbaiki venue yang rusak. Diharapkan, penundaan pertandingan tidak berlangsung lama,” kata Safrizal.

Salah satu venue yang menjadi sorotan adalah Venue Menembak. Menurut Safrizal, sejak awal venue ini diprediksi tidak akan selesai tepat waktu karena keterbatasan waktu pengerjaan. Untuk itu, modifikasi dilakukan agar pertandingan tetap bisa dilangsungkan.

Namun, hujan deras dan debit air yang tinggi menyebabkan talang air sementara tidak mampu menahan air, hingga penyangga bangunan rusak dan air masuk ke area pertandingan.

“Tim venue bersama kontraktor sedang melakukan perbaikan. Kami berharap kerusakan ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” tambah Safrizal.

Sementara itu, masalah genangan air di beberapa area juga sedang ditangani dengan pembuatan saluran drainase baru. Safrizal menjelaskan bahwa pengerjaan drainase belum selesai sepenuhnya, namun pihaknya telah menginstruksikan pembuatan drainase sementara untuk mengurangi genangan di area parkir dan Venue Menembak.

“Kami berharap langkah-langkah darurat ini bisa meringankan dampak kerusakan dan pertandingan bisa berjalan lancar kembali,” pungkas Safrizal.

Pemerintah Aceh terus berupaya memastikan kesiapan venue untuk PON XXI tetap optimal meski diterpa tantangan cuaca ekstrem.

Editor: Akil

Pemuda Aceh Optimis Pasangan Muallem-Dek Fad Dapat Perjuangkan Aspirasi Anak Muda

0
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Heri Safrijal SP M.TP. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muallem-Dek Fad, untuk Pilkada 2025 semakin deras, khususnya dari kalangan pemuda. Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA), Heri Safrijal SP.MPT, menyatakan keyakinannya bahwa pasangan ini mampu memperjuangkan aspirasi generasi muda jika terpilih.

Menurut Heri, Dek Fad merupakan representasi anak muda yang memahami tantangan serta kebutuhan pemuda Aceh dalam menjawab masalah yang dihadapi saat ini.

“Dek Fad adalah keterwakilan anak muda yang memahami apa yang dibutuhkan generasi kita. Kami percaya, bersama Muallem, mereka akan fokus pada penyediaan lapangan kerja yang sesuai dengan bakat dan potensi pemuda Aceh,” ujarnya pada Rabu (18/9/2024).

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemuda Aceh saat ini, menurut Heri, adalah minimnya lapangan kerja yang tersedia. Ia optimistis, Muallem-Dek Fad akan mampu menciptakan peluang yang sesuai dengan kebutuhan dan bakat pemuda.

“Mereka tidak hanya akan menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menyediakan fasilitas bagi anak muda untuk mengembangkan diri, seperti laboratorium dan ruang inovasi,” tambahnya.

Heri, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Aceh, menegaskan bahwa pasangan Muallem-Dek Fad menawarkan program-program konkret untuk pemuda.

“Visi dan misi mereka sudah jelas, mereka ingin membangun generasi muda Aceh yang siap menghadapi Indonesia Emas 2045. Ini bukan sekadar janji politik, tetapi bukti nyata dari dedikasi mereka terhadap pemuda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heri mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya memberikan janji, tetapi juga mampu merealisasikan program pro-pemuda. Menurutnya, Dek Fad memiliki rekam jejak yang menunjukkan komitmen pada isu-isu pemuda dan kesejahteraan generasi muda Aceh.

“Kami percaya Dek Fad bisa membangkitkan semangat anak muda Aceh. Kombinasi Muallem yang memiliki pengalaman memimpin dan Dek Fad yang dekat dengan pemuda akan membawa perubahan positif bagi Aceh,” kata Heri.

Ia juga mengajak masyarakat Aceh, terutama generasi muda, untuk cermat dalam memilih pemimpin pada Pilkada 2025 mendatang.

“Pemilih Aceh semakin cerdas. Mereka tahu mana calon yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan, dan mana yang hanya memberikan janji,” ujarnya.

Heri optimistis bahwa pasangan ini dapat meraih kepercayaan masyarakat Aceh. Ia menegaskan, dukungan terhadap Muallem-Dek Fad bukan hanya karena janji, tetapi karena rekam jejak dan program yang telah disiapkan untuk memberdayakan pemuda Aceh.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda, untuk bersatu mendukung pasangan Muallem-Dek Fad. Masa depan Aceh ada di tangan generasi muda, dan kami yakin, bersama pasangan ini, Aceh akan lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.

Pasangan Muallem-Dek Fad diharapkan mampu menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi generasi muda Aceh, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah, serta mempersiapkan Aceh menghadapi Indonesia Emas 2045.

Editor: Akil