Beranda blog Halaman 869

OJK Kembangkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sentra Nilam Aceh Besar

0
Daun Nilam. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengembangan ekosistem keuangan inklusi di Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan mendukung komoditas unggulan lokal, yakni nilam, yang memiliki potensi besar dalam rantai pasokan minyak asiri dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pengembangan ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani nilam.

“Kami mengembangkan ekosistem keuangan inklusi di wilayah ini karena ada komoditas nilam yang bisa memasok rantai pasokan minyak nilam dunia,” kata Mahendra, dalam kegiatan sosialisasi di sentra nilam, Senin (14/10/2024).

Dalam acara tersebut, petani nilam dan masyarakat setempat turut hadir untuk mendapatkan pemahaman terkait akses ke layanan keuangan, termasuk perbankan dan pembiayaan. Menurut Mahendra, akses ke layanan keuangan sangat penting bagi petani untuk menunjang kegiatan jual beli nilam yang mereka lakukan.

“Ketika petani nilam di daerah ini bertransaksi, tentu mereka membutuhkan akses ke lembaga keuangan. Karena itulah kami hadir untuk mengembangkan ekosistem keuangan inklusi di sini,” ujarnya.

Mahendra menambahkan bahwa pengembangan ekosistem keuangan inklusi di pedesaan, khususnya di daerah yang memiliki komoditas unggulan seperti nilam, menjadi salah satu prioritas pemerintah. Dengan akses yang lebih baik, petani diharapkan tidak hanya bisa menjual hasil produksi mereka dengan lebih efisien, tetapi juga mendapatkan dukungan pembiayaan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami juga berkoordinasi dengan berbagai lembaga keuangan untuk memastikan tidak hanya ada penerimaan dari penjualan, tetapi juga dukungan pembiayaan bagi petani nilam di sini,” imbuh Mahendra.

Pengembangan ekosistem keuangan inklusi di sentra nilam Aceh Besar ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Aceh. Mahendra menyebutkan bahwa OJK telah memfasilitasi pengembangan ekosistem serupa di lebih dari 530 titik di seluruh Indonesia.

“Kami berharap sentra nilam di Aceh Besar ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui komoditas lokal,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi salah satu upaya OJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di pedesaan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan keuangan dan memperkuat daya saing komoditas unggulan mereka di pasar global.

Editor: Akil

MPU Banda Aceh Terima Kunjungan MUI Pasaman, Bahas Penerapan Syariat Islam

0
MPU Banda Aceh Terima Kunjungan MUI Pasaman, Bahas Penerapan Syariat Islam. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh menerima kunjungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, pada Senin (14/10/2024). Kunjungan yang diikuti oleh 27 anggota MUI Pasaman ini bertujuan untuk mempelajari penerapan syariat Islam di Aceh, yang telah menjadi ciri khas dan identitas daerah tersebut.

Ketua MUI Kabupaten Pasaman, Nasbin Panyahatan, menyampaikan bahwa pihaknya tertarik untuk menimba ilmu terkait pengelolaan dan implementasi syariat Islam di Aceh.

“Kami ingin belajar dari MPU Banda Aceh tentang banyak hal, khususnya terkait penerapan syariat Islam. Aceh dikenal sebagai pusat peradaban Islam di Tanah Rencong, dan kami berharap dapat membawa pulang pengalaman ini sebagai bekal di Pasaman,” ujar Nasbin.

Dalam kunjungan tersebut, Nasbin juga menanyakan sejumlah hal mengenai mekanisme anggaran yang digunakan MPU Kota Banda Aceh dalam menjalankan berbagai program keislaman.

Wakil Ketua I MPU Kota Banda Aceh, Muhibban HM Hajat, yang menerima rombongan secara langsung, menjelaskan bahwa MPU memiliki wewenang dalam memberikan masukan dan nasihat kepada pemerintah setempat terkait kebijakan, baik diminta maupun tidak.

“MPU adalah lembaga yang memiliki otoritas untuk memberikan tausiyah, nasihat, serta saran kepada pemerintah, baik itu diminta atau tidak,” jelas Muhibban.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antar lembaga keislaman dari berbagai daerah serta memperkaya wawasan tentang penerapan hukum Islam di Indonesia. Rombongan MUI Pasaman diharapkan dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan di wilayah mereka.

Editor: Akil

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tengah

0
Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp592 Juta untuk Korban Bencana di Aceh Tengah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Takengon – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan senilai Rp592 juta untuk warga yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut meliputi tenda serbaguna, tenda keluarga portable, selimut, kasur, dan sejumlah paket kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tiba di lokasi pada Senin (14/10/2024).

Petugas Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Agus Setyo Wibowo, menyatakan bahwa bantuan dikirim dari gudang Sentra Insyaf Medan dan kini ditempatkan di kantor Dinas Sosial Aceh Tengah.

“Logistik dari Medan baru tiba di lokasi, dan masyarakat sudah mulai membersihkan rumah-rumah mereka,” kata Agus.

Bantuan yang disalurkan Kemensos terdiri dari 163 paket makanan anak, 230 paket makanan siap saji, 100 paket sandang pangan, serta kebutuhan lainnya seperti family kit dan kidware. Tenda gulung, selimut, dan kasur juga menjadi bagian dari bantuan untuk memfasilitasi warga yang mengungsi.

Bencana yang terjadi di Aceh Tengah dipicu oleh hujan deras sejak Senin (7/10/2024) hingga Rabu (9/10/2024), menyebabkan banjir bandang dan longsor di empat desa. Bencana ini mengakibatkan kerusakan pada lebih dari seratus unit rumah, dengan enam rumah hancur akibat banjir dan enam rumah lainnya rusak berat karena longsor.

Tragisnya, bencana ini merenggut nyawa empat orang dari satu keluarga di Desa Amung Ara, Kecamatan Celala.

Pemerintah setempat dan tim dari Kemensos bergerak cepat menangani dampak bencana. Selain koordinasi dengan pihak daerah, tim Tagana juga turut membantu evakuasi serta distribusi bantuan kepada warga terdampak. Agus menambahkan bahwa warga yang rumahnya rusak berat saat ini memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Penjabat Bupati Aceh Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi menyebabkan bencana. Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan berupa 20 paket sandang dewasa dan 32 paket sandang anak-anak sebagai bentuk dukungan tambahan.

Saat ini, masyarakat yang terdampak mulai melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun masih dibayangi ancaman bencana susulan. Koordinasi terus dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.

Editor: Akil

ICMI Aceh Desak Pemerintah Pusat Segera Atasi Banjir yang Melanda Aceh

0
Kondisi pemukiman warga Subulussalam yang sedang dilanda musibah banjir. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Singkil – Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Aceh mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Aceh Singkil. Ketua MPW ICMI Aceh, Taqwaddin, menegaskan bahwa pemerintah pusat harus turun tangan mengingat bencana banjir ini kerap terjadi setiap tahun.

“Kami meminta pemerintah pusat untuk terlibat langsung dalam penanganan banjir di Aceh Singkil dan daerah lainnya di Aceh. Ini bukan masalah kecil, dan pemerintah harus memberikan solusi jangka panjang,” ujar Taqwaddin dalam acara pelantikan pengurus MPD ICMI Aceh Singkil di Oproom Setdakab Aceh Singkil, Senin (14/10/2024).

Taqwaddin mengungkapkan, banjir di Aceh sudah menjadi masalah yang berulang setiap tahun, sehingga diperlukan penanganan holistik dari hulu ke hilir. Menurutnya, jika pemerintah daerah tidak mampu menanganinya sendiri, bantuan dari Pemerintah Aceh hingga Pemerintah Pusat menjadi langkah yang tidak bisa dihindarkan.

“Melalui forum ini, kami berharap MPD ICMI Aceh Singkil serius berkontribusi mencari solusi, termasuk dengan menggandeng Anggota DPR RI asal Dapil Aceh dan pejabat kementerian terkait. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, masalah ini perlu dibawa langsung ke Presiden,” tambahnya.

Taqwaddin menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini melalui proyek strategis nasional (PSN). Ia meyakini, jika penanganan banjir di Aceh Singkil melibatkan proyek berskala nasional, dampaknya akan lebih signifikan dalam mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Hemat saya, dengan membawa masalah ini langsung ke Presiden, kita bisa mendapatkan perhatian lebih, apalagi Presiden Prabowo dikenal memiliki empati terhadap persoalan kebencanaan. Kami harap ada intervensi proyek besar untuk mengatasi banjir ini,” ujarnya.

Bencana banjir di Aceh tidak hanya melanda Aceh Singkil. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), hingga saat ini sudah ada 10 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi, termasuk Aceh Utara, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Subulussalam.

Jumlah korban terdampak mencapai 29.540 jiwa dari 9.118 kepala keluarga. Sementara itu, 1.259 jiwa dari 710 keluarga terpaksa mengungsi.

Taqwaddin menambahkan bahwa solusi untuk masalah banjir ini harus dipercepat, terutama karena Aceh Singkil menjadi daerah hilir dari tujuh kabupaten/kota di sekitarnya, termasuk Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan beberapa daerah di Sumatera Utara seperti Pakpak dan Dairi.

“Melibatkan kerja sama internasional dengan negara-negara donor juga bisa menjadi opsi untuk membantu menyelesaikan masalah banjir di Aceh. Jika kita serius, Insya Allah, masalah ini bisa diselesaikan,” pungkas Taqwaddin.

Editor: Akil

Banjir Meningkat, Jalur Aceh-Sumut di Trumon Tengah Masih Lumpuh

0
Banjir Meningkat, Jalur Aceh-Sumut di Trumon Tengah Masih Lumpuh. (Foto: Polres Aceh Selatan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jalur lintas Aceh menuju Sumatera Utara melalui Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, masih belum bisa dilalui akibat banjir yang terus meningkat. Debit air yang menggenangi jalan nasional di kawasan tersebut semakin bertambah, membuat kendaraan roda dua dan empat terjebak lumpur.

“Kendaraan belum bisa melintas karena kondisi air semakin tinggi, menyebabkan jalur Aceh-Sumut lumpur berat,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Selatan, AKP Syahril, Senin (14/10/2024).

Syahril menyebutkan bahwa aparat kepolisian dan tim SAR gabungan terus siaga di lokasi banjir dan pengungsian. Warga di dua kecamatan yang terdampak, Trumon Tengah dan Trumon, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti kantor camat, Kompi C Brimob, serta rumah-rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

Selain itu, Camat Trumon Tengah, M Nazir, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh luapan Sungai Lae Soeraya, yang sudah memasuki hari ketiga.

“Debit air Sungai Lae Soeraya terus meningkat. Di beberapa titik, ketinggian air di jalan nasional mencapai 2 hingga 2,5 meter, sementara di perdesaan sudah mencapai 4 meter,” kata M Nazir.

Kerusakan pun tidak bisa dihindari. Diperkirakan 200 meter ruas jalan nasional mengalami kerusakan parah akibat luapan sungai. Untuk sementara waktu, akses transportasi warga hanya mengandalkan perahu karet dan perahu darurat buatan warga setempat menggunakan drum.

“Saat ini, untuk roda dua dan roda empat masih belum bisa melintas, hanya perahu karet yang digunakan warga sebagai alat transportasi,” tambahnya.

Warga berharap agar kondisi segera membaik dan pemerintah dapat memberikan solusi terkait perbaikan akses transportasi yang terputus, mengingat jalur Aceh-Sumut adalah salah satu jalur utama yang menghubungkan wilayah Aceh dengan Sumatera Utara.

Banjir di kawasan ini merupakan kejadian rutin setiap musim hujan, namun tahun ini debit air yang meluap dari Sungai Lae Soeraya terbilang lebih besar dan berdampak luas pada aktivitas warga serta infrastruktur di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Gedung Amanah Youth Creative Hub

0
Wali Nanggroe Aceh Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Gedung Amanah Youth Creative Hub. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Paduka Yang Mulai Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar ikut mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Amanah Youth Creative Hub (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat) yang terletak di Kawasan Industri Aceh Ladong, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (15/10/2024) siang.

Dalam acara peresmian tersebut, Jokowi didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, PJ Gubernur Aceh, dan pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di tengah ketidakpastian dan persaingan global yang semakin ketat.

“Kunci dari semua ini adalah kita harus menciptakan anak-anak muda yang unggul,” kata Kepala Negara.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi inovasi dan kreativitas anak muda di Aceh, terutama dalam bidang fashion dan desain. Ia mencontohkan jaket seharga Rp2,5 juta yang memiliki kualitas yang baik. Selain itu, produk lokal seperti tas yang dijual seharga Rp600 ribu juga memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan merek-merek terkenal.

Presiden Jokowi berharap Gedung Amanah ini dapat menjadi pusat kreativitas dan inovasi bagi anak muda di Aceh, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja. Ia juga mengajak provinsi lain untuk mencontoh langkah serupa.

Selain meresmikan Gedung Amanah, Presiden Jokowi juga meresmikan pembangunan 24 ruas jalan dan 1 jembatan di 14 kabupaten/kota di Aceh senilai Rp686 miliar.

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Aceh Tamiang Terendam Banjir

0
Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Aceh Tamiang Terendam Banjir. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Banjir besar melanda Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah tanggul penahan air di Desa Pekan Seruway dan Desa Tangse Lama jebol. Ratusan rumah warga terendam, dan banyak di antara mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Inf Andi Ariyanto, menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat derasnya aliran sungai yang melebihi kapasitas, sehingga menyebabkan tanggul sepanjang 60 meter runtuh.

“Debit air yang terus meningkat memperbesar arus sungai dan mengakibatkan jebolnya tanggul. Akibatnya, air langsung meluap ke permukiman warga,” ujar Andi saat meninjau lokasi bencana, Senin (14/10).

Dampak dari bencana ini cukup signifikan. Ratusan rumah, fasilitas umum, dan tempat pekan terendam air. Warga terdampak segera dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi demi keselamatan mereka.

“Saat ini, banyak warga yang harus mengungsi karena rumah mereka sudah terendam. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu proses evakuasi dan penanganan banjir,” tambahnya.

Menindaklanjuti bencana tersebut, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Niko Fahrizal, melalui Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menginstruksikan pengerahan ratusan personel TNI untuk membantu penanggulangan bencana.

“Atas perintah Pangdam, kami mengerahkan personel Babinsa TNI bersama tim gabungan dari Pemda, BPBD, SAR, Polri, dan instansi terkait untuk membantu warga terdampak banjir dan memperbaiki tanggul yang jebol,” kata Andi.

Selain pengerahan personel, Dandim juga menghimbau warga agar lebih waspada, terutama pada malam hari.

“Kondisi sungai masih berpotensi meningkat, jadi masyarakat harus selalu siaga,” terangnya.

Langkah penanganan darurat pun segera dilakukan. Dandim turut memimpin langsung kegiatan gotong royong bersama personel TNI, aparat desa, dan warga untuk memperbaiki tanggul yang jebol di dua titik. Peninjauan ini juga dihadiri oleh PJ Bupati Aceh Tamiang, Drs Asra, Danramil 03/Sruway Kapten Inf Afrizal, Camat Seruway Devi, dan ratusan personel gabungan lainnya.

Sebagai bagian dari tanggap darurat, Posko pengungsian, dapur umum, dan tenda sementara telah didirikan oleh tim gabungan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

“Saat ini, prioritas kami adalah menjaga keselamatan warga dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” pungkas Andi.

Banjir di Seruway menjadi peringatan akan pentingnya penguatan infrastruktur penahan banjir di daerah rawan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja.

Editor: Akil

Mualem Center Gelar Sunmori Gerilya Gampong, Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan

0
Mualem Center Gelar Sunmori Gerilya Gampong, Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mualem Center (MC) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) Gerilya Gampong pada Minggu (13/10/2024). Kegiatan ini menjadi langkah awal inisiatif sosial yang digagas oleh Squad Pemberdayaan Sosial & Masyarakat, salah satu dari tiga squad yang baru dibentuk oleh MC Banda Aceh.

Sunmori Gerilya Gampong ini dimulai dari kawasan Pango dan berakhir di Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, dengan aksi bakti sosial berupa pembersihan lingkungan dan perawatan fasilitas ibadah.

Ketua MC Banda Aceh, Andri Satria, ST, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat silaturahmi di tengah suasana menjelang Pilkada Aceh 2024.

“Sunmori Gerilya Gampong adalah wujud nyata kontribusi kami dalam pemberdayaan masyarakat, dimulai dari hal sederhana seperti merawat lingkungan dan fasilitas publik,” ujar Andri.

Andri menjelaskan bahwa pemilihan Gampong Jawa sebagai lokasi perdana tidak lepas dari nilai sejarahnya.

“Pesisir Gampong Jawa adalah titik nol Kota Banda Aceh, tempat awal peradaban kota ini. Kami ingin masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan mereka, sembari mengenang akar sejarah yang penting,” kata Andri.

Kegiatan sosial ini mendapatkan sambutan positif dari warga. Tgk. Nailul (32), salah satu warga Gampong Jawa, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “

Fasilitas umum dan masjid jadi lebih bersih. Ini sangat membantu pengurus masjid dan memberikan kenyamanan bagi jamaah. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di gampong lainnya,” ujarnya.

Sunmori Gerilya Gampong merupakan program dari Squad Pemberdayaan Sosial & Masyarakat, yang fokus pada isu sosial dan lingkungan. Selain squad ini, MC Banda Aceh juga membentuk dua squad lainnya, yaitu Squad Pemberdayaan Budaya & Ekonomi Kreatif yang mendukung pengembangan budaya lokal dan ekonomi kreatif, serta Squad Kesadaran Politik & Advokasi yang berfokus pada peningkatan kesadaran politik masyarakat, khususnya menjelang Pilkada 2024.

Andri menambahkan bahwa pembentukan tiga squad ini merupakan bagian dari strategi MC untuk aktif berperan dalam mendukung demokrasi yang inklusif dan berintegritas di Aceh.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih berdaya, baik di bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun politik,” tambahnya.

MC Kota Banda Aceh berencana melanjutkan kegiatan Sunmori Gerilya Gampong ke daerah lain, memperluas dampak sosial positif di seluruh wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Pilkada 2024.

Editor: Akil

Dek Fadh Siap 100 Persen Hadapi Debat Cagub-Cawagub Aceh 20 Oktober 2024

0
Pasangan Mualem-Dek Fadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fadhlullah, yang lebih akrab disapa Dek Fadh, menegaskan kesiapannya untuk menghadapi debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Aceh yang akan digelar oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Acara debat ini merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian Pilkada Aceh 2024.

“Kami sudah siap 100 persen. Tidak ada keraguan. Kami siap membangun Aceh,” ujar Dek Fadh dengan penuh percaya diri di Banda Aceh, Senin (14/10/2024).

Dek Fadh bersama calon gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari gabungan partai lokal dan nasional, seperti Partai Aceh, Partai Nanggroe Aceh (PNA), Gerindra, Demokrat, PKS, PPP, PKB, serta PDI Perjuangan. Dukungan dari 52 kursi di DPR Aceh memberikan mereka modal kuat dalam perebutan kursi kepemimpinan Aceh.

Selain itu, pasangan ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah partai non-parlemen seperti PSI, Partai Ummat, Partai Garuda, dan Partai Gabthat. Dengan komposisi dukungan yang kuat ini, Dek Fadh optimistis menghadapi debat sekaligus memperkenalkan visi dan misi yang telah dirancang jauh-jauh hari.

Dek Fadh menjelaskan bahwa visi dan misi yang mereka usung mencakup berbagai sektor kehidupan di Aceh. Mulai dari isu lingkungan, kesehatan, agama, hingga pendidikan, pasangan Mualem-Dek Fadh ingin membawa perubahan besar di provinsi yang kaya akan sumber daya ini.

“Persoalan lingkungan menjadi perhatian kami, sesuai dengan fokus global saat ini. Begitu juga dengan pendidikan yang menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat. Semua ini kami rancang untuk Aceh yang lebih baik,” tegasnya.

Menurut Dek Fadh, pembangunan Aceh tidak bisa setengah-setengah. Seluruh aspek kehidupan harus disentuh agar tercipta kesejahteraan bagi masyarakat.

Sebagai perwakilan dari Partai Gerindra di Aceh, Dek Fadh juga mengajak seluruh kader partai untuk bergerak bersama. Ia menegaskan pentingnya persatuan dalam mencapai kemenangan di Pilkada 2024.

“Kader Gerindra di seluruh Aceh, mari kita rapatkan barisan. Kita punya tanggung jawab besar untuk mewujudkan kemenangan demi Aceh yang lebih baik,” serunya.

Ia juga mengajak masyarakat Aceh untuk bersatu dan mendukung pasangan Mualem-Dek Fadh. Menurutnya, Aceh membutuhkan pemimpin yang kuat, berintegritas, dan siap bekerja untuk rakyat.

“Aceh membutuhkan pemimpin yang kuat dan siap mengemban amanah. Kami siap untuk itu,” pungkas Dek Fadh dengan penuh semangat.

Debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Aceh ini akan menjadi ajang penting bagi pasangan Mualem-Dek Fadh untuk menyampaikan gagasan mereka di hadapan publik, dan sekaligus menegaskan kesiapan mereka untuk memimpin Aceh menuju masa depan yang lebih baik. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Soekarno-Hatta: Bandara Tersibuk di ASEAN

0
Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tangerang – Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali membuktikan dirinya sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara, bahkan masuk dalam jajaran bandara terbaik dunia. Menurut laporan OAG Aviation Worldwide Limited, lembaga intelijen perjalanan berbasis di London, kapasitas kursi penerbangan di Soekarno-Hatta mencapai 3,34 juta kursi pada April 2024.

Jumlah ini menjadikan Bandara Soekarno-Hatta unggul di antara bandara-bandara lain di ASEAN. Tidak hanya soal kapasitas, aktivitas di bandara ini juga semakin sibuk dari hari ke hari. Pada Senin, 14 Oktober 2024, Nukilan.id mengunjungi bandara ini dan menyaksikan sendiri betapa ramainya suasana di terminal-terminal keberangkatan dan kedatangan.

Dari pagi hingga malam, terminal dipenuhi penumpang yang berseliweran. Ada yang sibuk mencari gerbang keberangkatan, ada pula yang baru tiba setelah perjalanan panjang. Tak sedikit yang sedang transit, menunggu penerbangan lanjutan menuju destinasi lain. Petugas keamanan dan bandara terlihat terus sigap mengatur arus lalu lintas penumpang di setiap terminal.

Seorang penumpang asal Surabaya, Rina Wijayanti, yang hendak terbang ke Singapura, mengungkapkan pengalamannya saat ditemui di Terminal 3.

“Saya sering terbang dari sini, dan belakangan ini memang lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena jadwal penerbangan semakin padat, jadi bandara terasa lebih hidup,” katanya kepada Nukilan.id, Senin (14/10/2024).

Tak hanya di terminal keberangkatan, suasana sibuk juga terlihat di area kedatangan. Banyak penumpang yang baru tiba tampak kelelahan, tetapi lega setelah mendarat di Jakarta. Hendra Gunawan, seorang penumpang dari Medan, mengaku terkesan dengan pelayanan di bandara ini.

“Meski ramai, pelayanannya cukup cepat. Saya tidak perlu menunggu lama untuk mengambil bagasi,” katanya.

Sebagai bandara kebanggaan Indonesia, Soekarno-Hatta menjadi wajah dari dinamika industri penerbangan di Tanah Air. Dengan terus tumbuhnya jumlah penumpang dan peningkatan kualitas pelayanan, bandara ini siap menorehkan prestasi lebih besar di masa mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah