Beranda blog Halaman 868

Unimal Terlibat dalam Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Aceh Utara

0
Unimal Terlibat dalam Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Aceh Utara. (Foto: HUMAS UNIMAL)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Universitas Malikussaleh (Unimal) berperan aktif dalam penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kabupaten Aceh Utara yang digelar di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Selasa (15/10/2024). Teuku Kemal Fasya, M.Hum, dosen sekaligus pakar kebudayaan dari Unimal, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini.

Acara ini merupakan bagian dari Program Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Program tersebut bertujuan untuk merumuskan rancangan Peraturan Bupati Aceh Utara tentang Keanekaragaman Hayati, yang diharapkan menjadi pedoman dalam pelestarian lingkungan di daerah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para rektor dari berbagai perguruan tinggi di Aceh Utara-Lhokseumawe, tim penyusun dokumen, camat se-Aceh Utara, pimpinan LSM, serta perwakilan dari Forum Mukim dan Forum Geuchik.

Dewa Gumay, Manajer Program USAID SEGAR, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan keanekaragaman hayati di Aceh Utara. Ia juga menyoroti perubahan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Perubahan ini, menurut Dewa, memberikan pengakuan terhadap wilayah-wilayah preservasi di luar kawasan konservasi yang sebelumnya tidak diatur oleh undang-undang.

“Dengan perubahan ini, ada kemajuan signifikan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di daerah seperti Aceh Utara. Ini memberikan peluang untuk memperkuat perlindungan lingkungan,” ujar Dewa.

Sementara itu, Fauzan, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, menyatakan bahwa penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati ini adalah langkah konkret dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Dokumen ini disusun sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan merujuk pada Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 serta Undang-Undang No. 5 Tahun 1994. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat pelestarian lingkungan di Aceh Utara,” jelas Fauzan.

Teuku Kemal Fasya, yang juga menjadi bagian dari tim penyusun Profil Kehati, menyatakan bahwa dokumen ini akan menjadi peta jalan pembangunan berkelanjutan di Aceh Utara.

“Saat ini, kondisi keanekaragaman hayati di Aceh Utara memang belum ideal, tetapi masih ada harapan untuk menyelamatkan biodiversitas yang tersisa di bumi Pasai ini,” ujarnya.

Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik dan mendorong kebijakan-kebijakan yang lebih ramah lingkungan di Aceh Utara.

Editor: Akil

Kadis Muslem Cek Logistik Posko Pengungsian Banjir di Aceh Tamiang

0
Kadis Muslem Cek Logistik Posko Pengungsian Banjir di Aceh Tamiang. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Mendapat perintah dari Penjabat Gubernur Aceh agar segera memberikan pertolongan lanjutan bagi para korban terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem segera bertolak ke lokasi banjir di Aceh Tamiang. Setibanya di Kecamatan Seuruway, Dr. Muslem langsung turun mengecek kondisi warga yang berada di posko pengungsian pada Rabu, 16 Oktober 2024 di Terminal C Seuruway.

Kadinsos Aceh yang juga didampingi Kadis Sosial Aceh Tamiang, Zulfiqar meninjau sekaligus memastikan berbagai pelayanan dan kebutuhan bagi para pengsungsi terpenuhi disana.

Dalam tinjauannya, kondisi dapur umum yang dibuka sejak Ahad (13/10) lalu masih terus beroperasional untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terkena musibah. Ia mengapresiasi semangat dan gotong royong warga yang menghidupkan posko pengungsian untuk menolong kepada sesama.

Diketahui, sekitar 250 sampai dengan 300 Kg beras habis terpakai setiap harinya di posko pengungsian. Saat ini stok bahan makanan masih cukup tersedia dari sisa bantuan Pemerintah Aceh yang disalurkan sebelumnya.

Demi memastikan semua warga tercukupi kebutuhan pangan selama masa panik. Makanan di antar ke rumah-rumah warga yang daerahnya masih terisolir banjir. Sementara sebagian lainnya mengambil makanan di posko pengsungsian.

Kadinsos Aceh menyebutkan, khusus di Kecamatan Seuruway, skala bencana yang terjadi jauh lebih besar dibanding daerah lain, hal itu diakibatkan karena tanggul muka sungaikuruk jebol diterjang air. Sehingga merendam 11 desa dengan ketinggian hingga 50 cm dan memaksa ribuan warga masyarakat mengungsi.

“Kami mendapatkan perintah dari Bapak Pj. Gubernur Safrizal untuk turun ke lokasi, guna melihat secara dekat situasi disini. Selain itu memastikan kebutuhan warga yang mengungsi tercukupi di posko pengungsian,” kata Dr. Muslem.

“InsyaAllah besok (17/10) Bapak Gubernur bersama Forkopimda juga akan hadir kesini, menyapa warga yang terkena musibah sekaligus mengecek langsung kondisi penyebab banjir besar yang terjadi di Aceh Tamiang,” tambahnya.

Turut serta hadir dilokasi Kalak BPBA, Teuku Nara, Anggota DPRA Dapil VII, Edy Ansaruddin, Sub Koordinator PSKBA Yanyan Rahmat dan sejumlah Pejabat Dinas Sosial Aceh Tamiang, Kabid Pemberdayaan Sosial, Ilham ageng, Kabid Linjamsos, Siti Rahma dan para TKSK setempat.

Editor: Akil

Jokowi Dorong Kopi Gayo dan Nilam Jadi Produk Unggulan Aceh

0
Jokowi Dorong Kopi Gayo dan Nilam Jadi Produk Unggulan Aceh. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten di Aceh untuk fokus mengembangkan dua komoditas unggulan daerah tersebut, yakni kopi gayo dan tanaman nilam. Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat meresmikan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) Youth Creative Hub di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Selasa (15/10/2024).

“Ini yang harus menjadi fokus, konsentrasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, agar pengembangan barang-barang komoditas ini betul-betul diperhatikan. Enggak usah banyak-banyak, konsentrasi di dua hal ini,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi menyoroti kopi gayo sebagai salah satu jenis kopi ternama asal Aceh yang kini telah mengalami perkembangan signifikan dalam hal pengolahan. Presiden mengapresiasi perubahan ini, di mana ekspor kopi gayo tidak lagi dalam bentuk biji mentah, melainkan sudah dikemas dan siap jual.

“Dulu saya lihat ekspornya masih dalam bentuk mentahan, bijian. Tapi lompatan yang saya lihat hari ini sudah dalam bentuk seperti ini (dikemas dalam kaleng). Luar biasa, memang apa-apa kalau diberikan ke anak muda itu pasti jadinya bagus,” ujarnya.

Selain kopi, Jokowi juga menyoroti potensi besar dari tanaman nilam, yang kini diekspor dalam bentuk minyak setelah melalui proses penyulingan, bukan lagi berupa daun mentah seperti sebelumnya.

“Kekuatan di Aceh menurut saya kopi, yang kedua nilam. Atau nilam, yang kedua kopi,” lanjutnya.

Jokowi juga menggarisbawahi pentingnya kemasan produk. Menurutnya, kemasan yang menarik akan memberikan nilai tambah pada produk dan membuatnya lebih kompetitif di pasar global.

“Coba packaging seperti ini, ini berkelas. Kita akan dapatkan nilai tambah yang luar biasa kalau semua produk komoditas yang ada di Aceh ini kita jadikan barang seperti ini,” tambah Jokowi.

Jika komoditas unggulan seperti kopi dan nilam dikelola dengan baik, Jokowi optimis lapangan pekerjaan di Aceh akan semakin terbuka lebar, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian provinsi tersebut. Nilai tambah yang dihasilkan bisa mencapai 10 hingga 30 kali lipat, menurut Presiden.

“Saya kira memang sudah saatnya anak-anak muda mengambil alih untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih baik di Provinsi Aceh dan juga di Indonesia. Kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” tutup Jokowi.

Dengan pengembangan produk-produk unggulan ini, Jokowi berharap Aceh dapat bersaing di pasar global, sehingga tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Editor: Akil

Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan dan Jembatan di 14 Daerah Aceh

0
Ilustrasi jalan tol Sigli-Banda Aceh. (Foto: Dok. Hutama Karya)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan 24 ruas jalan dan jembatan di 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 686 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi logistik di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan pentingnya infrastruktur jalan dan jembatan untuk mempercepat mobilitas masyarakat serta memperlancar arus barang. Pembangunan ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan pembangunan jalan daerah, yang diluncurkan pada tahun 2023.

“Jalan dan jembatan untuk konektivitas antarkabupaten, antarkota, bahkan antarprovinsi sangat penting, baik untuk mobilitas orang maupun barang. Jalan yang rusak akan menghambat distribusi logistik, yang pada akhirnya berpengaruh pada harga-harga yang diterima masyarakat,” ujar Jokowi dalam sambutan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/10/2024).

Jokowi menjelaskan, di Aceh, terdapat 24 ruas jalan yang diresmikan dengan total panjang 196 kilometer, ditambah pembangunan jembatan sepanjang 60 meter. Proyek ini tersebar di 14 kabupaten/kota, yaitu Aceh Timur, Bireuen, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Langsa, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

“Khusus di Aceh, hari ini kita resmikan 24 ruas jalan dengan total panjang 196 km, serta jembatan sepanjang 60 meter, yang semuanya menelan biaya Rp 686 miliar. Infrastruktur ini tersebar di berbagai daerah untuk mendukung konektivitas,” tambahnya.

Jokowi juga menyampaikan harapannya agar pembangunan ini dapat meningkatkan kelancaran distribusi logistik antarwilayah di Aceh, yang pada gilirannya akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Dengan pembangunan ini, saya harap mobilitas masyarakat serta kecepatan distribusi logistik akan semakin meningkat, sehingga perekonomian Aceh dapat berkembang lebih baik,” tutupnya.

Proyek infrastruktur di Aceh ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di berbagai daerah Indonesia, demi tercapainya konektivitas yang merata di seluruh pelosok negeri.

Editor: Akil

AMPAS Galang Dana untuk Korban Banjir di Aceh Selatan

0
AMPAS Galang Dana untuk Korban Banjir di Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aliansi Mahasiswa Peduli Aceh Selatan (AMPAS), yang terdiri dari mahasiswa asal Aceh Selatan di Banda Aceh, menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Aceh Selatan. Aksi ini berlangsung mulai Selasa (15/10/2024) hingga tiga hari ke depan, yaitu sampai 18 Oktober 2024.

“Kami sudah mengadakan konsolidasi dengan rekan-rekan mahasiswa asal Aceh Selatan di Banda Aceh pada malam sebelumnya. Hari ini, aksi penggalangan dana dan open donasi resmi kami mulai,” ujar Tonicko Anggara kepada Nukilan.id.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian AMPAS terhadap musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan. Penggalangan dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

Selain uang, AMPAS menerima berbagai bentuk bantuan seperti makanan, minuman, dan pakaian layak pakai.

“Bantuan yang kami terima saat ini berupa makanan, minuman, dan pakaian yang layak pakai. Jika ada yang ingin menyumbang uang, bisa melalui rekening BSI dan Bank Aceh Syariah yang tercantum di poster kami,” jelas Puji, Sekretaris AMPAS.

Salim Syuhada, mahasiswa asal Kecamatan Bakongan yang juga tergabung dalam AMPAS, turut mengimbau seluruh mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh untuk terlibat dalam aksi ini.

“Kami mengajak semua mahasiswa dan pemuda Aceh Selatan untuk bersama-sama berpartisipasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang bisa kita hasilkan,” katanya.

Banjir di Aceh Selatan telah menyebabkan kerugian material dan berdampak pada kehidupan warga di sejumlah titik. AMPAS berharap aksi ini dapat membantu meringankan beban mereka yang terdampak. (XRQ)

Reporter: Akil

MIN 27 Aceh Besar Raih Juara Umum di X Talent Fantastic V

0
MIN 27 Aceh Besar Raih Juara Umum di X Talent Fantastic V. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar sukses meraih Juara Umum dalam ajang X Talent Fantastic V yang digelar oleh Pesantren Modern Al Manar Krueng Barona Jaya (KBJ) Aceh Besar. Kegiatan ini berlangsung sejak 12 hingga 15 Oktober 2024, di Pesantren Modern Al-Manar, Cot Iri, dan diikuti oleh sekolah-sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., didampingi oleh Kakankemenag Aceh Besar, H. Saifuddin, S.E., serta pengurus Pesantren Al Manar, termasuk Ustad H. Ikhram M. Amin, S.Pd.I., M.Pd. Azhari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kompetisi yang mampu menjadi wadah pengembangan bakat siswa.

“Ajang ini sangat penting untuk mendukung kreativitas dan prestasi siswa di berbagai bidang. Saya berharap, kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujar Azhari.

X Talent Fantastic V, yang bertemakan “Fabulous Transformation and Futuristic,” menghadirkan berbagai cabang perlombaan bagi tingkat SD/MI. MIN 27 Aceh Besar mencetak prestasi gemilang dengan berhasil meraih juara di empat cabang lomba dan menyabet gelar Juara Umum.

Berikut adalah deretan prestasi yang diraih MIN 27 Aceh Besar:

  1. Juara 1 Lomba Monolog atas nama Azkia Aprillia Eliza
  2. Juara 1 Lomba Tilawah oleh Ziaul Hakki
  3. Juara 1 Tim Nasyid, terdiri dari TM Ahsin, Aufar Hasan, Ziaul Hakki, dan M. Syahril Ramadhan
  4. Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Aceh oleh Alvin Al Ghifari

Yang membuat semakin istimewa, Ziaul Hakki diundang secara khusus untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada acara penutupan. Tim Nasyid MIN 27 Aceh Besar juga mendapat kehormatan tampil di acara tersebut.

Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, tak bisa menyembunyikan kebahagiannya atas capaian luar biasa ini.

“Prestasi ini sangat membanggakan, menjadi bukti bahwa siswa-siswi MIN 27 Aceh Besar memiliki potensi yang luar biasa di berbagai bidang. Ini adalah hasil kerja keras, semangat, dan kolaborasi seluruh keluarga besar MIN 27. Saya berharap mereka terus bermimpi besar dan tak berhenti meraih prestasi,” kata Naswati.

Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh siswa-siswi MIN 27 untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Editor: Akil

Banjir Trumon Raya Makin Parah, Anggota DPRA Desak Pemerintah Serius Bertindak

0
Anggota DPRA, Zamzami, ST, MAP. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Banjir yang melanda kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, semakin memprihatinkan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zamzami, ST, MAP, mendesak pemerintah daerah, Aceh, hingga pusat untuk segera bertindak dan menangani bencana yang terus berulang ini.

“Trumon Raya sudah bertahun-tahun dikepung banjir, namun hingga kini belum ada tindakan serius dari pemerintah Aceh dan pusat. Jika dibiarkan, Trumon Raya bisa benar-benar tenggelam,” ujar Zamzami saat dihubungi pada Selasa (15/10/2024).

Zamzami, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Aceh, menekankan bahwa bencana banjir di Trumon Raya (meliputi Kecamatan Trumon, Trumon Tengah, dan Trumon Timur) telah merusak harta benda, melumpuhkan aktivitas warga, hingga mempengaruhi jalur transportasi dan perekonomian.

“Transportasi darat jalur Aceh-Medan terganggu parah. Warga di sana mengalami kerugian besar, baik material maupun non-material. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus segera bertindak,” tegas Zamzami.

Bencana Banjir Berlarut-larut

Banjir yang melanda Trumon Raya terjadi akibat luapan Sungai Lae Soraya di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, sejak Jumat (11/10/2024). Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi, dan ribuan lainnya terdampak. Transportasi menuju Tapaktuan-Subulussalam lumpuh total, rumah-rumah penduduk terendam, dan lahan pertanian porak poranda.

“Situasinya sangat memprihatinkan. Sudah ada 490 jiwa yang mengungsi, dan ribuan warga lain terdampak. Aktivitas masyarakat benar-benar terganggu. Bahkan, TNI dan Polri telah turun tangan untuk membantu evakuasi,” ungkap Kepala BPBD Aceh Selatan, Zainal, SE, M.Si.

Meski pemerintah daerah sudah berupaya semaksimal mungkin, Zamzami menilai bahwa penanganan bencana ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada daerah. Pemerintah Aceh dan pusat memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam penanganan ini.

“Anggaran daerah sangat terbatas. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Pihak Aceh dan pusat harus segera mengalokasikan anggaran dan membangun infrastruktur penanggulangan banjir sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” lanjutnya.

Desakan untuk Aksi Nyata

Zamzami menegaskan, jika pemerintah Aceh dan pusat tidak segera merespon dengan tindakan konkret, banjir akan terus berulang setiap tahun, bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

“Jika tidak segera ada langkah serius, Trumon Raya bisa benar-benar tenggelam. Ini bukan masalah kecil, masyarakat di sana sudah terlalu lama menderita. Pemerintah harus turun tangan, membangun fasilitas yang bisa menahan banjir,” seru Zamzami.

Zamzami juga mengingatkan bahwa lambannya respons pemerintah hanya akan memperburuk citra pemerintah di mata masyarakat. Warga akan menilai bahwa pemerintah Aceh dan pusat hanya “duduk manis” tanpa melakukan apa pun untuk mengatasi bencana ini.

Banjir di Trumon Raya sudah menjadi bencana tahunan yang terus memburuk. Perlu adanya solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam siklus banjir yang merugikan mereka secara ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Editor: Akil

Lima Tersangka Korupsi BRA Ditahan

0
Tersangka korupsi BRA. (Foto: Dok. Kejati Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menahan lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan rucah untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur. 

Proyek tersebut dikelola oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) Tahun Anggaran 2023.

Adapun kelima tersangka yang ditahan adalah Ketua BRA  Suhendri, Zulfikar Muhammad, Mahdi dan Zamzami. Kelima tersangka ditahan setelah dilakukan penyerahan tanggung jawab dan barang bukti dari penyidik kepada jaksa penuntut umum.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para tersangka beserta barang bukti, kelimanya langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Klas II B Banda Aceh.

“Penahanan ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan perkara dan mencegah para tersangka melarikan diri, merusak barang bukti, atau mengulangi tindak pidana,” ujar Ali Rasab.

Reporter: Rezi

Presiden Jokowi Resmikan Gedung Anak Muda Aceh Unggul Hebat

0
Presiden Jokowi Resmikan Gedung Anak Muda Aceh Unggul Hebat Amanah di Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Anak Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) yang terletak di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (15/10/2024). Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Jokowi, didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Amanah Youth Creative Hub di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Sebelum peresmian, Presiden Jokowi menyempatkan diri meninjau berbagai stand yang menampilkan produk-produk inovatif karya anak muda Aceh, termasuk alat kesehatan, kerajinan tangan, parfum nilam, kopi Aceh, hingga inovasi teknologi pengolahan limbah dan hasil UMKM lainnya.

Wadah Kreativitas dan Inovasi Anak Muda Aceh

Presiden Jokowi menegaskan, Gedung Amanah merupakan simbol dari inovasi dan kreativitas anak-anak muda di Aceh. Gedung ini diharapkan menjadi pusat perkembangan ekonomi startup yang menggabungkan teknologi modern dengan potensi lokal.

“Saya sangat kagum dengan inovasi anak-anak muda Aceh. Mereka menghasilkan produk-produk yang kreatif dan berkelas. Misalnya, di sektor fashion, terutama busana muslim, desainnya benar-benar sangat baik,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga memberikan apresiasi kepada BIN yang telah menginisiasi berdirinya Gedung Amanah ini. Menurutnya, inisiatif tersebut patut ditiru oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi BIN yang telah memulai program ini. Harapannya, di setiap provinsi bisa hadir creative hub seperti ini untuk mendukung inovasi anak muda,” tambahnya.

Fasilitas Lengkap di Amanah Creative Hub

Gedung Amanah dibangun di atas lahan seluas 5 hektare di kawasan KIA Ladong, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Aceh. Fasilitas di dalamnya sangat beragam, mulai dari ruang seminar, laboratorium pengolahan kopi dan minyak nilam, cafe, studio foto, studio musik, hingga podcast. Selain itu, Amanah juga memiliki ruang workshop teknologi dan inovasi, serta greenhouse untuk pengembangan pertanian modern.

Amanah Creative Hub kini telah memiliki lebih dari 20.000 anggota yang berasal dari berbagai wilayah di Aceh. Program-program yang difokuskan mencakup tujuh sektor utama, yakni pertanian dan perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM, olahraga, lingkungan hidup, pendidikan, serta industri ekonomi kreatif.

Peresmian Gedung Amanah ini menambah daftar langkah strategis pemerintah untuk memberdayakan anak muda dalam mengembangkan potensi lokal dan bersaing di kancah nasional maupun global.

Editor: Akil

Banjir Landa 10 Kabupaten Kota di Aceh, Ribuan Warga Terdampak

0
Banjir merendam pemukiman penduduk di Aceh Singkil. (Foto: Aceh Singkil)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Aceh selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar di 10 kabupaten/kota. Ribuan warga terdampak akibat meluapnya sungai dan buruknya drainase, menyebabkan pemukiman dan lahan pertanian terendam.

Daerah yang paling terdampak meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Subulussalam. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir ini mempengaruhi 29.540 jiwa dari 9.118 kepala keluarga. Sebanyak 1.259 jiwa dari 710 keluarga harus mengungsi karena rumah mereka terendam.

“Ketinggian air di beberapa daerah cukup bervariasi, antara 10 hingga 100 centimeter, terutama di kawasan Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, Senin (14/10/2024).

Di Aceh Utara, banjir merendam 37 gampong di dua kecamatan. Di Aceh Tenggara, lebih dari 80 desa di 12 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Meskipun air sudah mulai surut, tanggul yang jebol di beberapa titik masih dalam tahap perbaikan.

Di Aceh Barat Daya, dua desa di dua kecamatan terendam banjir. Kondisi serupa terjadi di Aceh Selatan, di mana delapan desa di empat kecamatan ikut terdampak. Di Nagan Raya, banjir melanda 21 desa di empat kecamatan, sementara di Gayo Lues, tiga desa di tiga kecamatan turut terendam.

“Akses jalan lintas Gayo Lues – Aceh Timur di kawasan Empus Sange putus total akibat banjir,” kata Teuku Nara.

Di Aceh Singkil, enam gampong di dua kecamatan terendam air dengan ketinggian mencapai 70 centimeter. Beberapa wilayah di Aceh Timur, Subulussalam, dan Aceh Tamiang juga masih digenangi air hingga Senin sore.

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terparah dengan 43 desa di 12 kecamatan yang terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 centimeter, dengan wilayah hulu Sungai Tamiang mulai mengalami penurunan debit air. Namun, di wilayah hilir, ketinggian air justru terus meningkat.

“Akses jalan umum dan jalan perkebunan di Aceh Tamiang masih normal dan bisa dilalui, namun warga tetap waspada karena curah hujan masih tinggi,” jelas Teuku Nara.

Pihak BPBA bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi warga di daerah-daerah yang masih terendam banjir. Mereka juga berupaya memperbaiki tanggul yang rusak serta memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan bagi warga terdampak tetap terpenuhi.

Banjir yang melanda Aceh kali ini menjadi salah satu bencana terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dan berbagai pihak terus bekerja sama untuk mengatasi dampaknya. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Akil