Beranda blog Halaman 856

1.629 Pelajar di Aceh Jaya Terima Beasiswa PIP Usulan Teuku Riefky Harsya

0

NUKILAN.id | Calang – Sebanyak 1.629 siswa-siswi Kabupaten Aceh Jaya menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikbud usulan Teuku Riefky Harsya yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Aceh ini.

Program ini merupakan bagian dari upaya memajukan pendidikan di Aceh, yang telah disalurkan sejak 2015. Hingga saat ini, sebanyak 313.485 pelajar telah menerima manfaat dari program tersebut.

Sosialisasi dan penyerahan beasiswa di Aceh Jaya ini dilakukan Tim Rumoh Aspirasi Teuku Riefky Harsya, didampingi tenaga ahli DPR RI, Aidil Mashendra, di Dayah Darul Abrar pada Rabu (24/10/2024).

Aidil Mashendra menyebutkan, Aceh Jaya merupakan kabupaten keempat dalam rangkaian sosialisasi dan penyerahan beasiswa PIP tersebut.

“Sebelumnya, sosialisasi dan penyerahan sudah kami lakukan di Aceh Besar, Pidie, dan Pidie Jaya. Setelah ini, kami akan melanjutkan perjalanan ke Aceh Barat, Nagan Raya, dan daerah lainnya di 15 kabupaten/kota di Dapil Aceh I,” ujar Aidil.

Ia menambahkan, Teuku Riefky Harsya berkomitmen untuk terus bekerja keras dan membantu perkembangan pendidikan di Aceh, agar proses belajar mengajar  nantinya dapat berkembang dengan baik. Yg

“Harapannya, pendidikan di Aceh akan semakin maju dan mampu mencetak generasi emas di masa depan,” katanya.

Moniati, seorang tenaga pengajar di salah satu sekolah menengah atas di Aceh Jaya, menyatakan bahwa program beasiswa ini sangat membantu sekolahnya dalam menambah kuota beasiswa reguler.

“Kuota dari pihak dinas belum mencukupi mengingat banyaknya siswa yang membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi yang lemah,” ujarnya.

Sementara itu, Juniati, salah satu orang tua penerima beasiswa, mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada Teuku Riefky Harsya yang telah meringankan dan membantu anaknya melanjutkan pendidikan sekolah menengah.

“Untuk Bapak Riefky saya mengucapkan ribuan terimakasih dan saya do’akan agar bapak diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat,” ujarnya dengan haru.

Sebagai ibu dari tiga anak, Juniati berharap agar Teuku Riefky Harsya, yang kini juga menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, terus memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan di Aceh.

“Beliau adalah pemimpin yang sangat peduli kepada masyarakat Aceh. Saya berharap beliau terus menyalurkan program ini demi kemajuan Aceh,” pungkasnya.[]

Kejari Aceh Tengah Musnahkan Barang Bukti 43 Perkara Tindak Pidana

0
Kejari Aceh Tengah Musnahkan Barang Bukti 43 Perkara Tindak Pidana. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah melakukan pemusnahan barang bukti dari 43 perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) dalam tiga bulan terakhir. Pemusnahan ini berlangsung di halaman kantor Kejari Aceh Tengah, Rabu (23/10/2024), dan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat terkait.

Kepala Kejari Aceh Tengah, Andi Hendrajaya, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut. Barang bukti yang dimusnahkan mencakup berbagai jenis tindak pidana, termasuk narkotika, judi, hingga pelanggaran Qanun Aceh. Dalam pernyataannya, Andi menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani setiap kasus secara maksimal.

“Kami telah memusnahkan barang bukti dari 43 perkara yang diproses antara Mei hingga September 2024. Terdiri dari 26 perkara narkotika sabu dengan total 32,23 gram, 5 perkara ganja dengan berat 28,463 gram, serta 5 perkara maisir atau judi,” ujar Andi.

Selain itu, Kejari Aceh Tengah juga memusnahkan barang bukti terkait tindak pidana jinayat dan beberapa tindak pidana umum lainnya. Seluruh barang bukti, termasuk alat komunikasi yang digunakan dalam kejahatan, seperti ponsel, dihancurkan menggunakan palu.

Pemusnahan ini dihadiri oleh perwakilan Polres Aceh Tengah, Pengadilan Negeri Takengon, dan Dinas Kesehatan, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di wilayah tersebut.

“Kami akan terus berkomitmen bekerja maksimal dalam menangani setiap kasus tindak pidana di wilayah Aceh Tengah, demi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Andi.

Pemusnahan ini menegaskan bahwa Kejari Aceh Tengah tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga memastikan barang bukti hasil kejahatan benar-benar dimusnahkan, sehingga tidak ada celah untuk penyalahgunaan lebih lanjut.

Editor: Akil

KIP Batasi Audiens Debat Publik Pilgub Aceh 2024

0
Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi di Nomor 1, Muzakir Manaf-Fadhlullah Dekfad 2. (Foto: KIP Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Debat publik pertama pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam Pilkada 2024 dipastikan berlangsung terbatas. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh hanya memperbolehkan masing-masing pasangan calon membawa 100 orang audiens ke lokasi debat yang akan digelar pada 25 Oktober 2024.

Ketua KIP Aceh, Agusni AH, menyatakan keterbatasan ini diberlakukan karena kapasitas gedung yang hanya mampu menampung 300 orang.

“Masing-masing pasangan calon hanya dapat membawa maksimal 100 orang. Sisanya, sekitar 100 kursi diperuntukkan bagi undangan resmi seperti unsur forum koordinasi pimpinan daerah dan panitia pelaksana,” ujar Agusni di Banda Aceh, Rabu (23/10).

Debat ini akan mempertemukan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yakni pasangan nomor urut satu, Bustami Hamzah dan Tgk HM Fadhil Rahmi, serta pasangan nomor urut dua, Muzakir Manaf dan Fadhullah. Dengan audiens terbatas, KIP berharap fokus lebih tertuju pada gagasan yang disampaikan, bukan pada keramaian massa.

Format Debat: Visi, Misi, hingga Tanya Jawab Antar Calon

Agusni menjelaskan, format debat dimulai dengan pemaparan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon. Setelah itu, panelis yang telah ditunjuk akan mengajukan pertanyaan terkait tema debat. Para calon juga akan mendapat kesempatan untuk saling melempar pertanyaan yang relevan dengan tema yang telah ditetapkan.

“Durasi dan detail pertanyaan debat semuanya merupakan ranah panelis. KIP hanya menetapkan tema untuk setiap sesi debat,” jelas Agusni.

Adapun panelis yang akan terlibat dalam debat publik ini terdiri dari tujuh tokoh terkemuka, di antaranya Prof DR Herman Fithra, Prof DR Amhar Abubakar, Prof T Zulfikar, DR Effendi Hasan, Teuku Zulkarnaen, dan Suraiya Kamaruzzaman. Mereka berasal dari kalangan akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat yang kompeten di bidangnya.

Tema Debat: Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Berkelanjutan

Debat publik kali ini mengusung dua tema besar. Tema pertama adalah tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing global. Ruang lingkupnya mencakup syariat Islam, keistimewaan Aceh, serta koneksitas pelayanan publik.

Tema kedua fokus pada upaya peningkatan pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Di dalamnya termasuk pembangunan berkelanjutan, kemajuan sains dan teknologi, serta isu-isu kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok minoritas.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KIP Aceh, Hendra Darmawan, mengatakan debat ini penting untuk menggali kemampuan pasangan calon dalam menyampaikan gagasan, terutama yang terkait dengan tema-tema krusial.

“Ini akan menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya pada Pilkada nanti,” kata Hendra.

Pilkada Serentak di Aceh

Pilkada di Provinsi Aceh akan digelar serentak, meliputi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta pemilihan di 18 kabupaten dan lima kota. Pemilihan Gubernur Aceh hanya diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu Bustami Hamzah dan M Fadhil Rahmi serta Muzakir Manaf dan Fadhullah. Pemilihan ini dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024.

Debat publik ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Aceh dalam memilih pemimpin yang mampu membawa provinsi ini ke arah yang lebih baik, dengan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pembangunan yang berkelanjutan.

Editor: Akil

Polda Aceh Tetapkan Delapan DPO Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya

0
Polda Aceh Tetapkan Delapan DPO Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menetapkan delapan orang terduga pelaku penyelundupan imigran etnis Rohingya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Para tersangka diduga terlibat dalam penyelundupan imigran yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait peran masing-masing pelaku dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Ade Harianto, dalam konferensi pers Rabu (23/10), menyatakan bahwa pihaknya telah menangkap tiga tersangka.

“Ada delapan orang lainnya yang saat ini kami tetapkan sebagai DPO, dan kami sedang mendalami lebih lanjut peran mereka,” ujar Ade.

Salah satu tersangka, berinisial H, diketahui merupakan terpidana kasus penyelundupan imigran Rohingya di Aceh Barat beberapa bulan lalu. H saat ini menjalani cuti bersyarat.

“Kami telah mengirim surat resmi ke lapas untuk menginformasikan status tersangka dan penetapan DPO terhadap H,” tambahnya.

Ade menjelaskan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa para imigran Rohingya tersebut dibawa dari perairan Andaman ke wilayah Aceh Selatan menggunakan kapal nelayan. Ia juga menyebutkan adanya indikasi aliran dana dalam aksi penyelundupan ini, meski jumlah pastinya masih dalam tahap pendalaman.

“Ada perputaran uang, namun kami masih menelusuri berapa jumlah yang dibayarkan per orang,” ungkapnya.

Dalam operasi sebelumnya, tiga orang tersangka berinisial F (35), A (33), dan I (32) telah ditangkap di Pos Lantas Sibande, Pakpak Barat, Sumatera Utara. Penangkapan ini berkaitan dengan ditemukannya mayat seorang perempuan di perairan Labuhan Haji, Aceh Selatan, pada Kamis (17/10). Sehari setelahnya, masyarakat melaporkan adanya kapal motor yang terombang-ambing sekitar empat mil dari pantai. Setelah diselidiki, ditemukan 150 imigran Rohingya di dalam kapal tersebut, tiga di antaranya telah meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyatakan bahwa keberadaan para imigran Rohingya di perairan Labuhan Haji murni kasus tindak pidana penyelundupan orang (TPPO).

“Kasus ini merupakan TPPO yang melibatkan jaringan penyelundup. Kami masih mendalami lebih lanjut dugaan bahwa sejumlah imigran Rohingya ini juga dibawa ke wilayah Riau,” jelas Joko.

Penanganan kasus penyelundupan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional seperti UNHCR yang sebelumnya telah meminta pihak berwenang di Aceh untuk menyelamatkan para imigran Rohingya. Polda Aceh terus melakukan penyelidikan guna mengungkap lebih banyak fakta terkait jaringan yang terlibat dalam penyelundupan manusia lintas negara ini.

Editor: Akil

Petugas Imigrasi Data Imigran Rohingya yang Sakit di Aceh Selatan

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Jamaluddin. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, melakukan pendataan terhadap imigran Rohingya yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yulidin Away, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (23/10/2024).

Langkah pendataan ini dilakukan guna memastikan identitas serta kondisi kesehatan para imigran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, sejumlah pengungsi yang dirawat termasuk Mohammad Enos (65), Dowlu Bibi (67), Senuwara (40), serta Minara Begum (28) yang tengah hamil. Seorang anak perempuan bernama Umi Salemah (11) juga turut mendapat perawatan. Selain itu, seorang pria berusia 20 tahun bernama Anamullah, yang diduga sebagai pendamping kelompok pengungsi ini, juga telah didata oleh pihak imigrasi.

“Kami berupaya memastikan para imigran mendapatkan perawatan medis yang layak serta terus memantau perkembangan mereka di RSUD Yulidin Away,” jelas Jamaluddin.

Para pengungsi Rohingya ini saat ini mendapatkan pendampingan dari Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), yang turut membantu proses penanganan kemanusiaan terhadap mereka. Pihak Imigrasi juga melakukan pengawasan di lokasi pengungsi lain yang berada di sekitar kapal yang membawa kelompok ini ke perairan Aceh.

Selain itu, Anamullah, yang diduga sebagai pendamping kelompok tersebut, telah dibawa ke Polres Aceh Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait status dan peranannya dalam kelompok pengungsi tersebut.

Kehadiran para pengungsi Rohingya di Aceh kembali menjadi sorotan, mengingat kompleksitas masalah yang mereka hadapi sebagai minoritas yang teraniaya, serta tantangan yang dihadapi oleh pihak berwenang dalam menangani arus pengungsi ini. Upaya penanganan, baik dari pihak kesehatan maupun instansi terkait, diharapkan dapat membantu mereka keluar dari krisis kesehatan yang dialami.

Editor:`Akil

Martabak Kiban Hawa: Sensasi Kuliner Aceh yang Viral dan Selalu Ramai

0
Martabak Telur Kiban Hawa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Di tengah hiruk-pikuk kota Banda Aceh, Martabak Kiban Hawa menjadi salah satu destinasi kuliner yang tak pernah sepi pengunjung. Martabak ini bukan hanya sekadar makanan; ia telah menjadi fenomena yang menyatukan pecinta kuliner dari berbagai kalangan. Dengan antrian yang selalu mengular, martabak ini berhasil menjual hingga 500 porsi per hari, menjadikannya sebagai salah satu martabak paling terkenal di Aceh.

Keunikan Martabak Kiban Hawa terletak pada ukurannya yang super besar dan kaya akan isi. Setiap hari, kedai ini menghabiskan sekitar 1.500 telur dan berbagai bahan segar, seperti daging sapi, daging ayam, dan sayuran, yang disiapkan dengan penuh ketelatenan.

“Satu martabak bisa cukup untuk dua porsi,” ungkap Sofyan, salah seorang pembeli kepada Nukilan.id, Rabu (23/10/2024).

Prosesnya pun cukup menarik; meski banyak yang matang dalam satu wajan, penjual memiliki cara khusus untuk menentukan tingkat kematangan masing-masing martabak.

Tidak hanya martabak telur yang menarik perhatian, tetapi juga martabak manisnya. Martabak manis Kiban Hawa terkenal dengan kombinasi keju, kismis, dan cokelat, mampu menghabiskan 30 kilogram adonan dalam sehari.

“Rasa kejunya sangat melimpah dan pas saat ditaburi kental manis,” kata Vira, pembeli lainnya.

Keistimewaan ini membuat martabak manis di sini sangat dicari, terutama oleh anak muda dan keluarga yang ingin menikmati camilan sore. Kedai yang buka dari pukul 16.00 hingga 23.00 ini, menawarkan harga yang terjangkau, mulai dari Rp35.000 untuk martabak telur dan Rp28.000 untuk martabak manis.

Dalam suasana ramah, pengunjung bisa menikmati setiap gigitannya sembari bercengkerama dengan teman dan keluarga. Selain rasanya yang menggoda, Kiban Hawa juga menjadi tempat berkumpul yang ideal bagi warga Aceh setelah seharian bekerja.

“Martabak ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi bagian dari budaya kuliner Aceh yang harus dicoba,” tambahnya.

Dengan cita rasa yang luar biasa dan pelayanan yang cepat, Martabak Kiban Hawa telah membuktikan diri sebagai salah satu primadona kuliner di Aceh. Tak heran jika kedai ini selalu ramai pengunjung, baik siang maupun malam. Bagi Anda yang berkunjung ke Aceh, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kelezatan Martabak Kiban Hawa, tempat yang pasti akan memuaskan selera makan Anda. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Hadapi Era Industri 4.0 di Aceh

0
Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Hadapi Era Industri 4.0 di Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pendidikan vokasi terus menjadi sorotan utama dalam persiapan tenaga kerja di tengah derasnya arus Industri 4.0. Di Aceh, peningkatan kualitas pendidikan vokasi kini dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk mendongkrak daya saing lulusan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin, menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak generasi yang siap kerja.

“Pendidikan vokasi harus berfokus pada keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Oleh karena itu, SMK harus terus menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri,” ujar Asbaruddin saat berbicara kepada Media Center Aceh, Selasa (22/10).

Pernyataan tersebut dilontarkan usai Rapat Koordinasi Kesra Pelayanan Dasar Urusan Pendidikan 2024, yang berlangsung sehari sebelumnya. Rapat tersebut dihadiri oleh 20 Kepala Cabang Dinas Pendidikan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan difokuskan pada pengembangan kolaborasi antarinstansi demi meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Kolaborasi dengan Industri Jadi Kunci

Dalam rapat tersebut, Asbaruddin menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dunia industri untuk memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, pendidikan di SMK harus lebih aplikatif dan selaras dengan perkembangan industri lokal di Aceh.

“Kita perlu menciptakan kurikulum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberi penekanan pada keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan oleh lulusan di dunia kerja,” tambahnya.

Industri 4.0, yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, automasi, dan manufaktur modern, telah menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang siap beradaptasi dengan cepat. Dengan kesiapan tenaga kerja tersebut, Aceh diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Siapkan Lulusan SMK yang Kompetitif

Dalam upaya mendukung kemajuan teknologi dan digitalisasi, SMK di Aceh diharapkan menjadi garda terdepan dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Keterampilan dalam teknologi informasi, automasi, dan manufaktur modern menjadi fokus utama.

“Dengan pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan dan industri, kita bisa mempersiapkan tenaga kerja yang benar-benar siap untuk tantangan Industri 4.0. Ini akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Aceh dan daya saing lulusan kita,” tutup Asbaruddin.

Editor: Akil

Mahasiswa USK Ciptakan Inovasi Nugget Tiram untuk Lawan Stunting

0
Nuram, Produk Nugget Tiram Buatan Mahasiswa Fkep USK. (Foto: Fkep USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan mengatasi masalah stunting, sekelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menciptakan inovasi makanan berbasis tiram. Produk yang mereka beri nama “Nugget Tiram (NURAM)” ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak yang berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Stunting, kondisi dimana tinggi badan anak berada di bawah rata-rata akibat kurangnya asupan gizi yang optimal, masih menjadi isu serius di Indonesia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting di Aceh tercatat 20,7 persen, meskipun sudah mengalami penurunan dari 28,1 persen pada 2022. Namun, angka ini masih di atas standar WHO yang menetapkan prevalensi stunting di bawah 20 persen sebagai kategori aman.

Dalam wawancara dengan Ns. Maulina, M.Kep., Sp.Kep.Kom, Dosen Bagian Keilmuan Keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan USK, ia menyatakan pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting.

“Protein hewani memiliki peran penting dalam pertumbuhan otot, kulit, dan tulang, serta mengandung asam amino esensial yang membantu sintesis hormon pertumbuhan. Konsumsi protein hewani yang cukup sangat dibutuhkan terutama selama masa kehamilan dan pertumbuhan anak,” jelas Maulina kepada Nukila.id, Rabu (23/10/2024).

Salah satu sumber protein hewani yang kaya gizi adalah tiram (Saccostrea cucullata). Tiram diketahui mengandung air (84,65%), protein kasar (10,22%), lemak kasar (1,01%), dan karbohidrat (2,53%). Selain itu, tiram kaya akan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh, termasuk vitamin B12, vitamin C, kalsium, serta sodium, yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh dan pertumbuhan.

Namun, meskipun produksi tiram di Indonesia cukup melimpah, tingkat pemanfaatannya dinilai masih rendah. Oleh karena itu, mahasiswa dari Fakultas Keperawatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Kedokteran USK berinisiatif menciptakan produk inovatif yang memanfaatkan potensi tiram, yaitu nugget tiram.

“Produk NURAM bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang sehari-hari. Selain itu, produk ini juga meningkatkan nilai ekonomis tiram yang biasanya hanya diolah secara sederhana,” ungkapnya.

Nugget tiram ini diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat karena dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Selain itu, produk ini tidak mengandung pengawet buatan, sehingga lebih aman dibandingkan dengan produk olahan pabrik lainnya.

Dari segi kandungan nutrisi, nugget tiram kaya akan zinc, zat besi, protein, kalsium, serta rendah lemak, menjadikannya pilihan makanan sehat yang cocok untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan. Produk ini juga memiliki kemasan yang menarik dan informatif, sehingga calon konsumen bisa mengetahui komposisi bahan dan menghindari potensi alergi terhadap makanan laut.

Pemasaran NURAM saat ini dilakukan melalui platform media sosial seperti Instagram dan Whatsapp, serta penjualan langsung dari pintu ke pintu. Tim mahasiswa ini juga aktif berpartisipasi dalam berbagai event kampus untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak luas.

Inovasi ini merupakan langkah konkret dari para mahasiswa USK dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan berkontribusi pada penurunan angka stunting di Aceh. Dengan pengembangan produk lokal seperti NURAM, diharapkan masalah stunting dapat semakin teratasi di masa mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Wali Kota Banda Aceh Pimpin Apel Peringatan Hari Santri 2024

0
Pj Wali Kota Banda Aceh Pimpin Apel Peringatan Hari Santri 2024. (Foto: Diskominfotik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam semangat peringatan Hari Santri Nasional 2024, Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, memimpin apel di kompleks Mahad Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Villa Gardenia Ajun, Selasa (22/10/2024). Kegiatan ini menjadi sorotan bagi seluruh santri dan masyarakat yang turut hadir, memperingati perjuangan santri dalam sejarah Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh, Kepala Dinas Dayah Kota, Kepala Dinas Syariat Islam, dan pejabat lainnya. Kehadiran mereka menambah khidmatnya suasana apel yang mengangkat tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan.” Tema ini dipilih sebagai pengingat nilai perjuangan yang ditunjukkan oleh santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Ade Surya menyampaikan pidato Menteri Agama yang menekankan pentingnya mengenang kontribusi santri dalam peristiwa bersejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang dipimpin oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari.

“Resolusi Jihad inilah yang menjadi awal dari perjuangan besar yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan, 10 November,” ujar Ade Surya mengutip sambutan tersebut.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda.

“Perjuangan santri kini bukan lagi melawan penjajah dengan senjata, tetapi melawan kebodohan dan ketertinggalan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Ade.

Ia juga menyerukan agar seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang, turut mengenang jasa santri yang telah berjuang demi kemaslahatan bangsa dan agama.

“Mari kita doakan para pahlawan, termasuk para santri, yang telah gugur dalam perjuangan bangsa ini,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri kali ini menjadi refleksi mendalam akan pentingnya semangat juang dan pembelajaran bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di era globalisasi yang terus berkembang.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Dorong BKM Kembangkan Aset Wakaf dalam Pembinaan Manajemen Masjid Percontohan

0
Kakanwil Kemenag Aceh Dorong BKM Kembangkan Aset Wakaf dalam Pembinaan Manajemen Masjid Percontohan. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Blangpidie — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, mengajak Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk lebih serius dalam memberdayakan aset wakaf. Hal ini disampaikan dalam acara Pembinaan Manajemen Percontohan Masjid 2024, Rabu (23/10/2024), yang digelar di Hotel Grand Arista, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Dalam arahannya, Azhari menekankan pentingnya menjaga dan mengelola aset wakaf yang tersebar di berbagai wilayah Aceh. Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik, aset wakaf dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi kemakmuran masjid dan masyarakat sekitar.

“Kita berkewajiban untuk menjaga dan memberdayakan tanah wakaf. BKM harus memahami cara pengelolaannya dan berperan aktif dalam meningkatkan manfaat dari aset wakaf tersebut,” ujar Azhari.

Ia menambahkan, aset wakaf yang diberdayakan akan mempercepat kemakmuran masjid dan lingkungan sekitarnya. Azhari juga menyoroti tiga aspek penting dalam upaya memakmurkan masjid, yakni imarah (kemakmuran), idarah (administrasi), dan ri’ayah (perekonomian). Ketiga hal ini, katanya, menjadi kriteria utama dalam penilaian masjid percontohan yang kerap dilakukan.

“Ada satu lagi yang dinilai, yakni perpustakaan masjid. Namun, kita harus memakmurkan masjid bukan karena ingin dinilai, melainkan sebagai wujud iman dan tanggung jawab kita kepada Allah,” ujarnya.

Acara bertema “Makmur Masjidnya, Makmur Masyarakatnya” ini dihadiri oleh 45 peserta yang merupakan pengurus masjid dari berbagai wilayah Abdya. Kegiatan tersebut juga melibatkan penyuluh agama dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan masjid di wilayah tersebut.

Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Mukhlis, M.Pd, yang turut hadir dan memberikan laporan, berharap para peserta dapat menimba ilmu dari pemateri yang berpengalaman, seperti BKM Masjid Al-Makmur Oman Lampriek, Banda Aceh. Masjid tersebut baru saja meraih Juara III Nasional sebagai Masjid Percontohan 2024.

“Kami berharap pengalaman dari BKM Masjid Al-Makmur dapat ditularkan kepada peserta di sini, sehingga ke depan ada masjid di Abdya yang juga bisa meraih predikat sebagai Masjid Percontohan Nasional,” kata Mukhlis.

Di akhir acara, Kakanwil dan jajarannya melanjutkan agenda pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Abdya. Mereka juga meluangkan waktu untuk berziarah ke kediaman Ibunda dari Kakankemenag Kota Subulussalam, yang baru saja meninggal dunia.

Agenda pembinaan manajemen masjid percontohan ini menjadi salah satu upaya Kemenag Aceh untuk terus meningkatkan kapasitas pengurus masjid, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memakmurkan masjid dan lingkungannya.

Editor: Akil