Beranda blog Halaman 855

Harga Cabai Merah Melonjak, Petani di Aceh Sumringah

0
Cabai Merah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda AcehPara petani cabai merah di Provinsi Aceh mulai merasakan angin segar dalam beberapa hari terakhir. Harga cabai merah yang sebelumnya terpuruk, kini berangsur naik, memberikan harapan baru bagi para petani di tengah melonjaknya biaya produksi.

Di Pusat Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, harga cabai merah berkualitas super kini mencapai Rp30.000 per kilogram (kg), jauh lebih tinggi dibanding dua pekan lalu yang hanya berada di angka Rp12.000 per kg. Sementara itu, cabai merah dengan kualitas standar juga ikut merangkak naik, dari Rp10.000 menjadi Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg.

“Sudah dua hari ini harga cabai mulai naik. Pasokan dari petani lancar, tidak ada kendala berarti dalam distribusi,” ujar Fadli, seorang pedagang cabai di pasar tersebut, Kamis (24/10).

Kenaikan harga ini tentunya memberikan secercah harapan bagi petani cabai di wilayah Aceh yang sebelumnya merasakan tekanan akibat harga yang terlalu rendah. Ridwan, seorang petani cabai di Kecamatan Indrajaya, Pidie, menyatakan bahwa stabilitas harga cabai sangat diharapkan, namun ia tetap khawatir terhadap cuaca yang tidak menentu.

“Kestabilan harga adalah harapan kami. Tapi kalau cuaca buruk, itu bisa merusak kualitas cabai dan produksi panen jadi terancam oleh jamur atau virus,” jelas Ridwan.

Sejak lama, Pidie dan beberapa kabupaten lain seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Aceh Besar dikenal sebagai lumbung cabai merah di Aceh. Produksi cabai dari daerah ini menyuplai kebutuhan cabai di berbagai pasar di provinsi tersebut, sehingga fluktuasi harga di tingkat lokal sangat bergantung pada hasil panen dari wilayah-wilayah ini.

Meski kenaikan harga ini memberi keuntungan bagi petani, tantangan cuaca masih menjadi ancaman besar. Banyak dari mereka berharap bahwa cuaca akan tetap bersahabat hingga panen usai, agar produksi tetap stabil dan kualitas cabai terjaga.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Safrizal: MPU Harus Bertindak Cepat Tangkal Aliran Sesat di Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Safriza Bersama Pengurus MPU. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, atau yang akrab disapa Lem Faisal, beserta jajaran di Meuligoe Gubernur Aceh. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis pagi tersebut menjadi momen penting bagi pemerintah Aceh dan MPU dalam memperkuat sinergi untuk menjaga pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Lem Faisal memaparkan sejumlah program dan kegiatan MPU yang sedang berjalan. MPU, sebagai lembaga yang berperan vital dalam menjaga pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, terus berupaya menjalankan perannya sebagai penjaga moral masyarakat. Salah satu fokus utama MPU saat ini adalah menangkal penyebaran aliran sesat di wilayah Serambi Mekah.

Pj Gubernur Safrizal menekankan pentingnya langkah cepat dan tegas dari MPU dalam merespons isu-isu terkait aliran sesat. Namun, ia mengingatkan agar tindakan yang diambil tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika ada indikasi penyebaran aliran sesat, saya berharap MPU dapat merespons dengan cepat namun tetap persuasif. Kita harus melindungi masyarakat, dan pemerintah Aceh berkomitmen memberantas penyebaran aliran sesat,” ujar Safrizal.

Mantan Pj Gubernur Kalimantan Selatan ini menegaskan bahwa langkah cepat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat. Ia mengingatkan MPU untuk selalu berpegang pada prosedur operasi standar (SOP) dalam menangani isu-isu sensitif seperti ini.

Selain itu, Safrizal juga menyarankan agar MPU dan instansi terkait memperkuat dukungan kepada para da’i perbatasan yang berperan sebagai penyebar Syariat Islam di wilayah perbatasan Aceh. Ia menyampaikan pentingnya penyediaan fasilitas rumah dinas bagi para da’i agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih maksimal.

“Da’i di perbatasan harus mendapatkan dukungan maksimal. Kita harus menyediakan rumah dinas selama mereka bertugas, agar mereka bisa fokus menjalankan misi penyebaran Syariat Islam di daerah-daerah perbatasan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Safrizal didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Aceh, di antaranya Plh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, Kepala Dinas Syariat Islam, Zahroel Fajri, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Lem Faisal hadir bersama Wakil Ketua II Tgk. H. Muhibbuththabary dan Wakil Ketua III Tgk. H. Muhammad Hatta. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi MPU dan pemerintah Aceh untuk semakin mempererat kerja sama dalam menjaga keutuhan dan kesucian syariat Islam di Aceh.

Editor: Akil

Polisi Selidiki Perusakan Alat Peraga Kampanye di Aceh

0
Ilustrasi Perusakan Alat Peraga Kampanye. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kepolisian Daerah Aceh terus melakukan penyelidikan terkait perusakan alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2024 yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Aceh, Kombes Pol. Heri Heriyandi, menyampaikan bahwa sejumlah laporan terkait perusakan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian.

“Laporan perusakan memang ada beberapa yang masuk kepada kami,” ujar Kombes Pol. Heri saat ditemui wartawan di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (24/10/2024).

Meski secara formal penanganan kasus perusakan APK menjadi wewenang panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) atau Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), kepolisian tetap turun tangan melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusakan APK benar-benar dilakukan oleh oknum yang tidak dikenal, atau ada pihak tertentu yang sengaja melakukan tindakan tersebut.

“Kepolisian di Aceh hingga saat ini masih terus menyelidiki laporan perusakan alat peraga kampanye yang sudah diterima,” tambah Heri.

Dalam upaya penyelidikan ini, Kombes Pol. Heri menegaskan bahwa apabila ada temuan yang memenuhi unsur pidana, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Heri juga mengimbau masyarakat Aceh agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada berlangsung, sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan lancar dan aman.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menjaga ketertiban demi suksesnya Pilkada Aceh 2024,” pesannya.

Laporan ini datang di tengah meningkatnya aktivitas politik menjelang Pilkada, di mana alat peraga kampanye sering menjadi sasaran vandalisme. Sementara itu, Panwaslih dan Gakkumdu juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menjaga ketertiban di berbagai daerah.

Editor: Akil

Pemprov Aceh Tingkatkan Pengelolaan Ekologi dengan Kebijakan Insentif Fiskal

0
Ilustrasi Hutan (Foto: 1Zoom)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kebijakan pemberian insentif fiskal bagi pemerintah kabupaten/kota, melalui Peraturan Gubernur Aceh Nomor 56 Tahun 2022, sebagai bentuk penghargaan atas kinerja pengelolaan lingkungan hidup.

“Pemerintah Aceh terus mengupayakan penguatan pengelolaan dan perlindungan lingkungan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, dalam pidatonya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Aceh, Zulkifli, pada acara Seminar dan Lokakarya Kebijakan Insentif Lingkungan Hidup di Banda Aceh, Kamis (24/10/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bappeda Aceh dan GeRAK Aceh dengan dukungan dari The Asia Foundation (TAF). Dalam kesempatan tersebut, Safrizal menekankan pentingnya kebijakan insentif fiskal ini sebagai bagian dari pendekatan baru dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Untuk pertama kalinya pada tahun 2024, Pemerintah Aceh mengalokasikan bantuan keuangan khusus bagi 16 kabupaten/kota di Aceh yang telah menunjukkan kinerja baik dalam menjaga lingkungan. Total bantuan mencapai Rp5 miliar, sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 900/1145/2024.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Aceh kepada pemerintah kabupaten/kota atas upaya mereka dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kebijakan insentif fiskal berbasis kinerja ini diharapkan dapat mendorong daerah lain untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan,” tambah Safrizal.

Langkah ini juga terintegrasi dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Aceh 2025-2045 dan akan diperkuat lagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh yang akan disusun pada tahun depan. Diharapkan, kabupaten/kota di Aceh dapat mengadopsi kebijakan serupa di tingkat daerah masing-masing.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah gampong sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik di Aceh,” tutupnya.

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan upaya pelestarian lingkungan dapat semakin terarah, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Badan Pemenangan Wilayah Mualem-Dek Fadh Aceh Barat Dikukuhkan

0
Badan Pemenangan Wilayah Mualem-Dek Fadh Aceh Barat Dikukuhkan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Badan Pemenangan Wilayah (BPA) Aceh Barat untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Muzakir Manaf (Mualem) dan Teuku Fadhil Rahmi (Dek Fadh), resmi dikukuhkan pada hari Kamis. Pengukuhan ini digelar oleh Partai Pengusung dan Pendukung, yang terdiri dari koalisi berbagai partai besar seperti Partai Aceh, Partai Gerindra, PKB, PPP, PNA, PBB, PKS, Demokrat, Partai Ummat, Hanura, Partai Sira, dan Partai Gabhthat.

Koordinator Lintas Partai Pengusung dan Pendukung Mualem-Dek Fadh, Dr. Fajran Zain, MA, memimpin langsung prosesi pengukuhan di Meulaboh. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa BPA Aceh Barat harus bekerja keras dan solid untuk memastikan kemenangan Mualem-Dek Fadh di wilayah ini. Target yang dicanangkan cukup tinggi, yakni 76 persen suara untuk kemenangan paslon 02.

“Kemenangan Mualem dan Dek Fadh di Aceh Barat sangat penting. Kita menargetkan 76 persen, dan saya yakin dengan kekuatan tim, kita bisa mencapainya,” ujar Fajran kepada Nukilan.id, Kamis (24/10/2024).

Dalam kesempatan itu, Fajran juga mengingatkan pentingnya Pemilu 2024 bagi Aceh. Ia mengenang pertemuannya dengan Sidney Jones, seorang peneliti dari International Crisis Group (ICG) New York pada tahun 2014, yang mengatakan bahwa Pemilu 2024 akan menjadi salah satu pemilu paling krusial bagi Aceh.

“Sidney Jones pernah berkata bahwa tahun 2024 adalah pemilu yang paling menentukan untuk Aceh. Jika Mualem tidak menang, diskursus partai lokal sebagai antitesa kepentingan nasional akan terkikis. Ini adalah momen Aceh, kita harus jadi juara, bukan kalah,” tegas Fajran, yang juga merupakan alumni Australian National University.

Ketua BPA Aceh Barat, Teungku Sayid Helmiwar, dalam sambutannya menyampaikan kesiapan dan komitmen timnya untuk menjalankan amanah dari BPA pusat. Ia berjanji akan bekerja maksimal untuk memenangkan Mualem-Dek Fadh di Aceh Barat.

“Kami akan bekerja keras dan memastikan kemenangan Mualem-Dek Fadh di Aceh Barat. Rakyat Aceh Barat harus melihat langsung gagasan besar yang ditawarkan oleh Mualem dan Dek Fadh untuk membawa wilayah ini ke arah yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Teungku Sayid.

Ia juga berharap Mualem dan Dek Fadh bisa turun langsung ke Aceh Barat untuk menyapa masyarakat dan memperkenalkan visi serta misi mereka secara langsung.

Dengan pengukuhan BPA Aceh Barat ini, perjuangan tim pemenangan Mualem-Dek Fadh semakin solid. Harapan kemenangan besar semakin menguat di antara para pendukung dan simpatisan pasangan calon 02. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Listrik Gratis Bawa Harapan Baru bagi Warga Kurang Mampu di Aceh Besar

0
Listrik Gratis Bawa Harapan Baru bagi Warga Kurang Mampu di Aceh Besar. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Jantho – Sebuah inisiatif yang menggembirakan bagi masyarakat kurang mampu di Aceh Besar telah diluncurkan. Pada Rabu (23/10), Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, secara simbolis menyerahkan bantuan listrik gratis dalam acara Pelayanan Serentak Program Light Up The Dream (LUTD) yang berlangsung di Gampong Paya Ue, Kecamatan Blang Bintang. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79.

Dalam sambutannya, Iswanto menyampaikan rasa terima kasih kepada PT PLN (Persero) dan para karyawannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah menyisihkan sedikit hasil kerjanya untuk memberikan akses listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Aceh Besar,” ungkapnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada Aceh Besar, tetapi juga menjangkau wilayah lain seperti Banda Aceh dan Sabang. Mundhakir, General Manager Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, menjelaskan bahwa penyaluran listrik gratis ini mencakup beberapa wilayah kerja PLN UP3 Banda Aceh. Dari tujuh penerima di Provinsi Aceh, empat di antaranya berasal dari Aceh Besar, termasuk Ahmadi, Mardiani, Iswani, dan Siti Hawa, yang semuanya menerima bantuan di gampong mereka masing-masing.

“Program Light Up The Dream adalah bagian dari komitmen PLN untuk memperluas akses listrik ke seluruh pelosok negeri. Bantuan ini didanai oleh partisipasi dan donasi dari pegawai PLN, yang secara langsung berkontribusi dalam memberikan akses listrik kepada masyarakat kurang mampu,” tambah Mundhakir.

Dalam suasana kebahagiaan, Ahmadi, salah satu penerima bantuan dan petani asal Sibreh, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Saya berterima kasih kepada PLN dan semua pihak yang telah membantu. Dengan adanya listrik, kami bisa hidup lebih nyaman dan anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” kata Ahmadi.

Acara ini juga diikuti oleh Pj Bupati Muhammad Iswanto bersama Pj Ketua TP PKK Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, dan Camat Blang Bintang, M. Kamil Zuhri, yang turut mengikuti pertemuan daring bersama jajaran PLN se-Indonesia. Penyalaan listrik serentak di seluruh Indonesia juga dipantau langsung oleh Direksi PT PLN (Persero) yang berkomunikasi dengan seluruh PLNers di berbagai daerah.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan solusi terbaik untuk masyarakat, terutama dalam menghadirkan harapan baru bagi mereka yang kurang mampu. Diharapkan dengan adanya listrik, kualitas hidup masyarakat Aceh Besar dapat meningkat dan memberikan kesempatan lebih baik bagi generasi mendatang.

Editor: Akil

Psikolog Sebut Pemda Kunci Penyelesaian Masalah Kesehatan Mental di Aceh

0
Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam upaya menangani masalah kesehatan mental yang semakin mengemuka di kalangan generasi Z di Aceh, Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza menekankan pentingnya langkah konkret yang harus diambil oleh pemerintah daerah.

Dalam wawancara dengan Nukilan.id, ia menjelaskan bahwa kesadaran mengenai kesehatan mental harus dipandang setara dengan kesehatan fisik, mengingat keduanya saling berkaitan.

“Kesadaran bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik perlu ditanamkan dalam masyarakat, terutama generasi muda,” kata Sheila kepada Nukilan.id, Kamis (24/10/2024).

Ia menekankan bahwa kedua aspek tersebut saling berkaitan, sehingga pemahaman yang baik tentang kesehatan mental sangatlah penting. Sheila juga menyarankan agar pemerintah daerah mendukung atau membentuk komunitas yang fokus pada kesehatan mental.

“Komunitas ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan. Selain itu, pemerintah perlu memasukkan isu kesehatan mental ke dalam visi dan misi mereka,” tambahnya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat adalah akses ke tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater, serta kendala biaya konsultasi yang cukup tinggi. Sheila berharap pemerintah dapat menyediakan program yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses tersebut.

“Program ini penting agar masyarakat tidak lagi merasa terhalang oleh biaya saat mencari bantuan,” ungkapnya.

Ironisnya, dalam konteks pemilihan kepada daerah yang sedang berlangsung, kedua pasangan calon (paslon) gubernur Aceh tidak secara eksplisit mengutamakan isu kesehatan mental dalam visi-misi mereka.

Seperti yang diberitakan Nukilan.id sebelumnya, kedua paslon lebih fokus pada kesejahteraan, keadilan, pembangunan, dan penerapan nilai-nilai Islami.

Padahal, Sheila menekankan bahwa pemulihan mental masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang didominasi oleh Gen Z, merupakan isu yang tidak bisa diabaikan.

“Kesehatan mental yang baik adalah fondasi bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan,” tutupnya.

Tantangan kesehatan mental di Aceh, khususnya di kalangan Gen Z, menuntut perhatian serius. Dengan langkah-langkah yang tepat, seperti peningkatan edukasi dan akses yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat menerima dukungan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental mereka.

Ke depan, diharapkan pemerintah daerah lebih proaktif dalam mengangkat isu ini sebagai bagian dari kebijakan publik demi kesejahteraan masyarakat Aceh secara keseluruhan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar Bersama DMI Gelar Penilaian Pengelolaan Masjid

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Jantho – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan masjid, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh dan DMI Aceh Besar menggelar program penilaian pengelolaan masjid di seluruh kecamatan di Aceh Besar. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 24 Oktober hingga 9 November 2024, dengan penilaian terhadap 23 masjid kecamatan.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, yang juga menjabat sebagai Ketua DMI Aceh Besar, menegaskan bahwa tujuan utama penilaian ini adalah untuk mendorong pengurus masjid dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dalam menciptakan lingkungan masjid yang estetis, nyaman, serta mendukung kekhusyukan ibadah jamaah.

“Kami ingin pengurus masjid lebih bersemangat meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan bagi jamaah, sehingga masjid-masjid di Aceh Besar bisa menjadi tempat ibadah yang representatif, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Iswanto.

Pemkab Aceh Besar berkomitmen untuk melakukan penilaian secara objektif dengan melibatkan DMI Aceh yang dipimpin oleh Tgk H Fakhruddin Lahmuddin MPd dan DMI Aceh Besar sebagai tim penilai. Iswanto berharap pengurus BKM dapat mempersiapkan masjid mereka dengan baik, karena tim penilai akan mengevaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemkab dan DMI Aceh Besar telah menggelar dua kali rapat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan penilaian. Tim penilai akan melakukan kunjungan langsung ke masjid-masjid di seluruh kecamatan, dimulai dari hari ini, 24 Oktober 2024.

“Insya Allah, tim penilai akan bekerja hingga 9 November 2024,” tambah Ketua DMI Aceh Besar tersebut.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk penilaian, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan masjid di Aceh Besar. Iswanto menambahkan,

“Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam sesuai Qanun Syariat Islam di Aceh, kami ingin memotivasi pengurus masjid untuk berlomba-lomba menjadikan masjid mereka yang terbaik, teraktif, dan terbersih.”

Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Besar, Zaini SH MH, mengungkapkan bahwa penilaian akan menetapkan tiga masjid terbaik yang akan menerima penghargaan berupa uang pembinaan dan bantuan material.

“Kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada para Camat agar menyampaikan informasi ini kepada pengurus masjid di kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Zaini juga mengingatkan pengelola masjid yang akan dinilai untuk mempersiapkan masjid mereka dengan baik. Penilaian akan berlangsung pada 24 dan 26 Oktober serta 5, 6, 7, dan 9 November 2024.

“Kami meminta BKM menugaskan pengurus yang bertanggung jawab terhadap aspek-aspek yang dinilai untuk mendampingi tim penilai saat kunjungan,” tutup Zaini.

Dengan inisiatif ini, diharapkan masjid di Aceh Besar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang bermanfaat, mencerminkan kemakmuran dan keaktifan umat dalam beribadah.

Editor: Akil

Isu Kesehatan Mental Terabaikan dalam Visi Misi Calon Gubernur Aceh

0
Ilustrasi anxiety. (Foto: ShutterStock/GoodStudio)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Pilkada Aceh 2024, dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi (paslon 1) dan Muzakir Manaf-Fadhlullah (paslon 2), tengah bersaing dengan berbagai visi dan misi. Keduanya menekankan pentingnya kesejahteraan, keadilan, pembangunan, dan penerapan nilai-nilai Islami. Namun, ada satu isu krusial yang tampaknya luput dari perhatian mereka, yaitu kesehatan mental masyarakat Aceh.

Dalam analisis yang dilakukan oleh Nukilan.id, terlihat bahwa kesehatan mental, terutama terkait trauma pasca-konflik dan tsunami, tidak menjadi fokus kedua pasangan calon. Padahal, pemulihan mental masyarakat, terutama generasi muda yang didominasi oleh Gen Z, merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan.

Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza, dalam wawancara dengan Nukilan.id, menyoroti dampak trauma yang masih dirasakan oleh banyak masyarakat Aceh, termasuk generasi muda yang tumbuh di tengah situasi pasca-konflik dan bencana besar tsunami. Menurutnya, trauma memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap kehidupan psikologis penyintas.

“Ketika seseorang mengalami peristiwa besar, ada kecenderungan mereka mengalami trauma yang dapat berdampak besar pada kesejahteraan psikologisnya. Ada tiga hal umum yang biasanya dirasakan oleh penyintas trauma. Pertama, mereka sering kali dihantui oleh pikiran atau memori terkait trauma tersebut, yang datang tiba-tiba dan sangat mengganggu,” jelas Sheila kepada Nukilan.id pada Kamis (24/10/2024).

Selain itu, Sheila mengungkapkan bahwa penyintas trauma cenderung menghindari hal-hal yang dapat memicu ingatan akan peristiwa traumatik, termasuk tempat atau orang-orang tertentu.

“Mereka cenderung menjauh dari apapun yang mengingatkan mereka pada trauma yang dialami, dan ini bisa mempengaruhi kehidupan sosial mereka,” tambahnya.

Lebih jauh, Sheila juga menekankan bahwa dampak trauma dapat memicu emosi yang tidak nyaman dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini membuat pemulihan mental menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Aceh, terutama di kalangan generasi muda yang masih rentan.

Sayangnya, meskipun isu kesehatan mental ini sangat penting, kedua pasangan calon tidak menyinggung secara spesifik program pemulihan mental dalam visi dan misi mereka. Padahal, membangun generasi yang kuat secara psikologis dan sosial menjadi fondasi penting dalam upaya membangun masa depan Aceh yang lebih baik.

Sheila juga berharap agar isu ini dapat menjadi perhatian serius bagi para calon pemimpin Aceh.

“Pemulihan sosial dari trauma pasca-konflik dan tsunami harus menjadi bagian dari program pembangunan, karena generasi muda adalah aset utama dalam melanjutkan perjuangan Aceh di masa depan,” tutupnya.

Kesehatan mental masyarakat, terutama anak muda yang menjadi harapan bangsa, seharusnya tidak hanya menjadi isu pinggiran. Sudah saatnya pemimpin yang akan datang memberikan perhatian lebih terhadap pemulihan mental sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun Aceh ke depan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

1.629 Pelajar di Aceh Jaya Terima Beasiswa PIP Usulan Teuku Riefky Harsya

0

NUKILAN.id | Calang – Sebanyak 1.629 siswa-siswi Kabupaten Aceh Jaya menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikbud usulan Teuku Riefky Harsya yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Aceh ini.

Program ini merupakan bagian dari upaya memajukan pendidikan di Aceh, yang telah disalurkan sejak 2015. Hingga saat ini, sebanyak 313.485 pelajar telah menerima manfaat dari program tersebut.

Sosialisasi dan penyerahan beasiswa di Aceh Jaya ini dilakukan Tim Rumoh Aspirasi Teuku Riefky Harsya, didampingi tenaga ahli DPR RI, Aidil Mashendra, di Dayah Darul Abrar pada Rabu (24/10/2024).

Aidil Mashendra menyebutkan, Aceh Jaya merupakan kabupaten keempat dalam rangkaian sosialisasi dan penyerahan beasiswa PIP tersebut.

“Sebelumnya, sosialisasi dan penyerahan sudah kami lakukan di Aceh Besar, Pidie, dan Pidie Jaya. Setelah ini, kami akan melanjutkan perjalanan ke Aceh Barat, Nagan Raya, dan daerah lainnya di 15 kabupaten/kota di Dapil Aceh I,” ujar Aidil.

Ia menambahkan, Teuku Riefky Harsya berkomitmen untuk terus bekerja keras dan membantu perkembangan pendidikan di Aceh, agar proses belajar mengajar  nantinya dapat berkembang dengan baik. Yg

“Harapannya, pendidikan di Aceh akan semakin maju dan mampu mencetak generasi emas di masa depan,” katanya.

Moniati, seorang tenaga pengajar di salah satu sekolah menengah atas di Aceh Jaya, menyatakan bahwa program beasiswa ini sangat membantu sekolahnya dalam menambah kuota beasiswa reguler.

“Kuota dari pihak dinas belum mencukupi mengingat banyaknya siswa yang membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi yang lemah,” ujarnya.

Sementara itu, Juniati, salah satu orang tua penerima beasiswa, mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada Teuku Riefky Harsya yang telah meringankan dan membantu anaknya melanjutkan pendidikan sekolah menengah.

“Untuk Bapak Riefky saya mengucapkan ribuan terimakasih dan saya do’akan agar bapak diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat,” ujarnya dengan haru.

Sebagai ibu dari tiga anak, Juniati berharap agar Teuku Riefky Harsya, yang kini juga menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, terus memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan di Aceh.

“Beliau adalah pemimpin yang sangat peduli kepada masyarakat Aceh. Saya berharap beliau terus menyalurkan program ini demi kemajuan Aceh,” pungkasnya.[]