Beranda blog Halaman 854

Pemerintah Aceh Utara dan Multipihak Deklarasi Komitmen Lindungi Hak Perempuan dan Anak

0
Pemerintah Aceh Utara dan Multipihak Deklarasi Komitmen Lindungi Hak Perempuan dan Anak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri dan Hari Perempuan Pedesaan 2024, Pemerintah Aceh Utara menggandeng sejumlah pihak untuk menyelenggarakan sosialisasi pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak. Acara yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Aceh Utara Mulia” ini dilaksanakan di Kantor Camat Cot Girek, Aceh Utara, pada Rabu (23/10/2024) dan dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini menghadirkan beragam unsur mulai dari pemerintah, kepolisian, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat seperti Forum Perempuan Komunitas Akar Rumput (FKPAR), Forum Anak, serta perwakilan organisasi kepemudaan di Aceh Utara. Sosialisasi tersebut juga diisi dengan kampanye kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak.

Staf Ahli Bupati Aceh Utara, Baihaqi, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang hak-hak perempuan dan anak, serta pentingnya pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan pernikahan usia dini.

“Diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat dukungan semua pihak untuk memenuhi hak dan melindungi perempuan dan anak, sekaligus menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak dalam mengkampanyekan hak-hak mereka,” ujar Baihaqi.

Koordinator Islamic Relief Indonesia Wilayah Aceh, Yusrizal, yang juga hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pihaknya terus mendukung upaya pemerintah Aceh Utara dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak.

“Islamic Relief Indonesia melalui proyek EMPOWER bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar perempuan dan anak terlindungi dan bisa tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik. Kami juga berencana melakukan kegiatan serupa di Aceh Barat, Aceh Jaya, dan tingkat provinsi,” katanya.

Selain sosialisasi, acara ini turut diramaikan dengan kampanye kreatif anak-anak, edukasi membaca label makanan dari UNICEF dan Flower Aceh, serta permainan tradisional yang difasilitasi oleh Forum Anak Aceh Utara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara juga membuka layanan administrasi kependudukan seperti Kartu Identitas Anak (KIA), KTP elektronik, dan akta kelahiran, guna mempermudah akses layanan bagi masyarakat.

Inong Sofiarini, Sekretaris Bappeda Aceh Utara, yang bertindak sebagai fasilitator, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan hak perempuan dan anak.

“Layanan kependudukan adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat, dan dengan adanya kolaborasi ini, kita memastikan anak-anak dan perempuan di Aceh Utara mendapatkan akses yang lebih baik terhadap perlindungan hukum dan hak-hak mereka,” ujar Inong.

Sri Mayuliza, perwakilan Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR), menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang terbuka bagi perempuan dan anak melalui kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan hak perempuan dan anak terlindungi, termasuk melalui kebijakan, anggaran, dan program yang komprehensif.

Dalam dialog tersebut, Forum Anak Aceh Utara juga mengusulkan tujuh poin penting yang harus menjadi perhatian, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan inklusif, layanan kesehatan untuk anak disabilitas, penegakan hukum terhadap eksploitasi anak, sinergi untuk menekan angka pernikahan usia dini, serta pencegahan stunting dan pemenuhan hak sipil anak.

Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama dari pemerintah Aceh Utara, instansi terkait, dan perwakilan komunitas, yang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh Utara.

Editor: Akil

7 Alasan Kuliah di Eropa: Kesempatan Karier, Budaya, dan Liburan yang Menarik

0
Ilustrasi penduduk Eropa (Foto: pixabay.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Eropa bukan hanya dikenal karena keindahan budaya dan arsitekturnya, tetapi juga sebagai salah satu tujuan utama bagi pelajar internasional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan lebih dari 500 universitas dan 133.032 program studi yang ditawarkan, benua ini menawarkan banyak peluang bagi mahasiswa dari seluruh dunia.

Berikut adalah tujuh alasan mengapa kuliah di Eropa bisa menjadi pilihan yang tepat untuk masa depanmu.

1. Peluang Karier yang Luas

Eropa membuka pintu bagi mahasiswa internasional untuk berkarier di negara-negara Eropa. Banyak negara memberikan visa belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk tinggal hingga enam bulan setelah lulus, memberi kesempatan untuk mengejar karier impian.

2. Beragam Pilihan Universitas dan Jurusan

Dengan lebih dari 500 universitas yang menawarkan program sarjana, magister, dan doktoral, mahasiswa dapat memilih jurusan sesuai minat dan keahlian. Variasi program studi, dari sains hingga kebudayaan, memberikan fleksibilitas dalam menentukan arah pendidikan.

3. Biaya Pendidikan yang Terjangkau

Biaya studi di Eropa cenderung lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, dan beberapa negara bahkan tidak memungut biaya pendidikan untuk mahasiswa di universitas negeri. Selain itu, berbagai beasiswa juga tersedia, seperti yang ditawarkan oleh Uni Eropa bagi pelajar internasional.

4. Sistem Pendidikan Berkualitas Tinggi

Data dari QS World University Rankings menunjukkan bahwa 497 dari 1.503 universitas terbaik dunia berada di Eropa. Negara-negara seperti Jerman, Perancis, dan Belanda dikenal dengan sistem pendidikan dan penelitian yang mutakhir.

5. Lingkungan Hidup yang Nyaman

Kualitas hidup yang baik menjadi faktor penting bagi mahasiswa. Menurut World Happiness Report 2024, sembilan dari sepuluh negara paling bahagia di dunia terletak di Eropa. Ini menciptakan suasana belajar yang mendukung bagi mahasiswa.

6. Kekayaan Budaya dan Sejarah

Eropa merupakan pusat peristiwa sejarah dan budaya yang kaya. Dengan 24 bahasa resmi dan berbagai dialek, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar dan menyatu dengan budaya lokal, sambil menjelajahi peninggalan sejarah yang menakjubkan.

7. Kesempatan Berlibur

Destinasi wisata di Eropa menawarkan berbagai pilihan, mulai dari bangunan bersejarah hingga pusat perbelanjaan. Dengan visa pelajar, mahasiswa dapat menjelajahi seluruh negara Eropa tanpa perlu mengajukan visa baru, membuat liburan semakin mudah dan terjangkau.

Bagi kamu yang tertarik dengan kuliah di Eropa, jangan lewatkan European Higher Education Fair (EHEF) 2024. Pameran ini akan diadakan pada 30 Oktober di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan 2-3 November di Gedung Menara Astra, Jakarta, dengan kehadiran 89 institusi pendidikan tinggi dari 15 negara Uni Eropa.

Kuliah di Eropa bukan hanya tentang pendidikan; ini juga tentang memperluas wawasan, mendapatkan pengalaman berharga, dan menikmati keindahan benua yang kaya budaya.

Editor: Akil

Keluarga Korban Menduga Ada Motif Lain di Balik Kasus Pembunuhan di Jeulingke

0
Keluarga korban saat konferensi pers di Warkop Bang Coy, Banda Aceh, pada Jum'at 25 Oktober 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Keluarga dari Dhiaul Fuadi (20), mahasiswa asal Aceh Barat yang menjadi korban pembunuhan di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, menduga bahwa ada motif lain di balik pembunuhan yang dilakukan terhadap Dhiaul. Dugaan ini muncul meski pihak kepolisian telah menyatakan bahwa pembunuhan tersebut didasari faktor ekonomi.

Muhammad Ramadhanul Alim, abang sepupu korban, mengungkapkan bahwa keluarga merasakan ada ketidaksesuaian antara kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) dan motif ekonomi yang disebutkan. Menurut Ramadhanul, luka tusukan sedalam 8 cm yang diderita korban menunjukkan indikasi perencanaan yang lebih dari sekadar pertikaian fisik.

“Kami sebagai masyarakat awam melihat kedalaman luka korban ini sebagai petunjuk. Jika memang ini hanya perkelahian atau adu fisik, mungkin lukanya tidak akan sedalam itu,” ujar Ramadhanul kepada Nukilan di Banda Aceh, Jum’at (25/10/2024).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, pelaku membunuh korban dalam keadaan tertidur, yang menunjukkan bahwa tindakan itu dilakukan dengan penuh amarah. 

“Bayangkan, membunuh orang dalam keadaan tertidur dengan tiga tusukan dalam, itu sudah penuh dengan amarah,” lanjutnya.

Keluarga korban semakin curiga mengingat latar belakang pelaku, ZF (20), mahasiswa asal Bireuen yang disebut bukan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Informasi dari masyarakat sekitar mengindikasikan bahwa pelaku memiliki latar belakang keluarga menengah ke atas.

“Kami pihak keluarga menduga ini ada motif lain di balik faktor ekonomi, secara informasi yang kita dapatkan dari beberapa masyarakat yang berada di wilayah Peudada, Bireuen, pelaku ini bukan berasal dari kalangan menengah kebawah bisa di sebutkan menengah ke atas,” jelasnya.

Keluarga mendorong pihak kepolisian untuk lebih mendalami kasus ini agar kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap. Ramdhanul berharap adanya pengungkapan motif yang lebih komprehensif guna memberikan keadilan bagi Dhiaul dan menjawab keresahan keluarga serta masyarakat luas.

“Sekali lagi menduga tidak serta merta faktor ekonomi tapi ada motif lain di balik ini, dan kami mendorong pihak kepolisian untuk lebih mendalami kasus ini agar dapat menjawab keresahan keluarga khususnya pada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan terhadap Dhiaul Fuadi (20) mahasiswa asal Aceh Barat di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, akhirnya terungkap. Pelaku, seorang mahasiswa berinisial ZF (20) asal Bireuen, nekat menghabisi nyawa korban karena motif ekonomi.

Reporter: Rezi

CSIS: Prabowo Akomodir Partai Non-Parlemen untuk Stabilitas Politik

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada para menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga di hari pertama retret di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berstrategi dengan mengakomodir tokoh-tokoh dari partai non-parlemen dalam kabinetnya, langkah yang dinilai penting untuk menjaga stabilitas politik di Indonesia.

Dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengungkapkan bahwa partai-partai seperti PSI, PBB, Garuda, Prima, dan Gelora, meskipun tidak memiliki kursi di DPR, tetap mendapatkan posisi di pemerintahannya.

“Ini adalah upaya Prabowo untuk menjaga stabilitas di luar parlemen,” ujar Arya.

Ia menambahkan bahwa penunjukan tokoh-tokoh dari kalangan bisnis, keagamaan, dan mantan aktivis turut menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Kabinet Merah Putih ini besar karena Prabowo berusaha mengakomodir semua kepentingan yang ada,” lanjutnya.

Namun, strategi ini tidak tanpa risiko. Arya memperingatkan adanya potensi konflik internal di dalam kabinet besar yang mayoritas anggotanya berasal dari elite partai politik.

“Akan ada perebutan akses, terutama pada program-program strategis yang berpengaruh terhadap pemilih menjelang pemilu,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tahun-tahun awal pemerintahan akan diisi dengan restrukturisasi, tetapi menjelang pemilu, kompetisi internal di antara partai-partai koalisi dipastikan akan meningkat.

“Ini adalah momen di mana partai-partai akan mulai berkompetisi untuk mendapatkan akses ke program-program pemerintah yang bisa menarik suara pemilih,” tuturnya.

Arya juga mengingatkan tentang kemungkinan adanya konflik kepentingan antara anggota kabinet dan kelompok bisnis.

“Bagaimana menteri dan wakil menteri tersebut bisa meminimalkan konflik kepentingan dari kebijakan yang diambil adalah tantangan tersendiri,” jelasnya.

Dengan jumlah menteri dan wakil menteri yang melebihi seratus, Arya menyimpulkan bahwa akan ada dorongan untuk menambah jumlah anggota DPR pada pemilu mendatang, yang mencerminkan dampak langsung dari kebijakan kabinet saat ini.

“Ini adalah refleksi dari dinamika politik yang terus berkembang dalam konteks pemilu yang akan datang,” tutupnya.

Langkah Prabowo ini menunjukkan upayanya untuk membangun koalisi yang luas, meskipun risiko konflik internal dan tantangan dalam mengelola kepentingan politik tetap mengintai.

Editor: Akil

Psikolog Ingatkan Risiko Jangka Panjang Jika Kesehatan Mental Diabaikan

0
Ilustrasi Gejala Gangguan Mental. (Foto: dikes.lombokbaratkab.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masalah kesehatan mental di kalangan generasi muda Aceh semakin menjadi sorotan. Tengku Sheila Noor Faraza, seorang psikolog klinis, menekankan pentingnya penanganan serius terhadap kesehatan mental anak muda, terutama di era modern yang semakin dipenuhi tekanan sosial.

Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Sheila mengungkapkan kekhawatirannya tentang risiko jangka panjang yang bisa dihadapi oleh generasi muda Aceh jika isu ini tidak segera ditangani.

“Kecenderungannya adalah mereka akan lebih rentan mengalami gangguan mental yang lebih serius, seperti depresi, yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas mereka,” jelas Sheila kepada Nukilan.id, Jumat (25/10/2024).

Ia menambahkan, salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mental anak muda saat ini adalah penggunaan media sosial yang tidak bijak. Banyak remaja yang merasa cemas atau mengalami rendah diri karena membandingkan hidup mereka dengan orang lain yang tampak lebih sempurna di dunia maya.

“Media sosial bisa menjadi pemicu kecemasan dan rasa rendah diri,” ujarnya.

Dalam upaya membangun masyarakat Aceh yang lebih kuat dan resilien, Sheila menegaskan pentingnya pendekatan holistik, termasuk pemulihan sosial dan mental.

“Membangun sistem untuk mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera sangatlah penting,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan kesehatan mental harus diberikan sedini mungkin, tidak hanya kepada generasi muda, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dengan memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental, Sheila yakin Aceh dapat menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Jadwal Debat Pasangan Calon Wali Kota untuk Pilkada 2024

0
Komisi Independen Pemilihan Kota Banda Aceh. (Foto: Dok KIP Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh telah menetapkan jadwal pelaksanaan debat bagi para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh dalam Pilkada 2024. 

Rencananya, akan ada dua kali sesi debat yang digelar untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam menilai visi dan misi masing-masing pasangan calon.

Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, menyampaikan bahwa keputusan terkait jadwal debat ini diambil setelah melalui rapat pleno pada Senin, 13 Oktober 2024. “Debat pertama akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2024 di Hotel Amel Conventions Hall, Gampong Blang Oi,” ujar Yusri kepada Nukilan, Jum’at (25/10/2024).

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan bahwa debat kedua akan diselenggarakan menjelang berakhirnya masa kampanye, tepatnya pada 22 November 2024. Namun, hingga saat ini lokasi pelaksanaan debat kedua masih dalam tahap pembahasan.

“Untuk teknis pelaksanaan debat, kami telah membentuk tim panelis yang akan bekerja sama dengan KIP Banda Aceh dalam menyusun format dan mekanisme debat,” tambah Yusri.

Dengan adanya debat ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai program dan visi-misi para calon pemimpin Kota Banda Aceh. 

Reporter: Rezi

Hakim Tolak Praperadilan YARA Terhadap Dirreskrimsus Polda Aceh

0
Sidang Praperadilan YARA di Pengadilan Negeri Banda Aceh, pada Selasa 22 Oktober 2024.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Praperadilan yang dilayangkan paralegal pada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atau YARA (Pemohon) terhadap Kapolri yang diturunkan ke Kapolda Aceh, dan dispesifikkan lagi ke Dirreskrimsus Polda Aceh (Termohon) ditolak oleh hakim. Putusan itu dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa, 22 Oktober 2024.

“Menerima eksepsi Termohon tentang permohonan Praperadilan Pemohon obscuur libel kategori error in object. Kemudian menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard), serta membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara sejumlah nihil,” begitu bunyi salinan putusan tersebut.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, selaku Termohon menyampaikan, praperadilan yang dilayangkan paralegal pada YARA tersebut terkait salah satu perkara dugaan korupsi yang ditangani penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh.

Menurutnya, kasus yang ditangani tersebut sudah sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku, mulai dari penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka. Semua itu sudah melalui proses hukum yang matang dan panjang.

“Penanganan perkara yang di-praperadilan-kan itu sudah ditangani sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku. Nyatanya, hal itu ditolak oleh hakim,” jelas Winardy, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Kamis, 24 Oktober 2024.

Di sisi lain, Winardy juga menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. Dukungan tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pihaknya dalam memperbaiki kinerja, meningkatkan profesionalisme, dan mewujudkan keadilan bagi semua pihak.

“Dukungan masyarakat menjadi elemen penting dalam berbagai aspek penegakan hukum. Kami percaya bahwa kemitraan yang solid antara kepolisian dan masyarakat akan memperkuat upaya pencegahan kejahatan dan penanganan kasus-kasus hukum secara lebih efektif,” pungkas Abituren Akabri 1998 itu.

Reporter: Rezi

KIP Banda Aceh Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024

0
KIP Banda Aceh Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024. (Foto: KIP Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh serta Wali Kota-Wakil Wali Kota Banda Aceh tahun 2024. Acara ini berlangsung di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Kamis (24/10/2024), dan melibatkan berbagai pihak terkait.

Plh. Ketua KIP Banda Aceh, Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan edukasi terkait mekanisme pemungutan dan penghitungan suara kepada masyarakat. Menurutnya, simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata yang akan terjadi pada hari pemungutan suara nanti.

“Simulasi ini kami adakan untuk memberikan gambaran umum mengenai proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada hari H. Semua pihak terkait, termasuk panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS), dilibatkan agar memahami secara menyeluruh alur pemungutan suara,” ujar Rachmat dalam keterangan tertulis yang diterima.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh komisioner KIP Banda Aceh, unsur Forkopimda, serta para penyelenggara pemilu dari tingkat kecamatan dan desa. Mereka bersama-sama menyaksikan jalannya simulasi yang diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis dan meningkatkan kesiapan petugas di lapangan.

Dengan adanya simulasi ini, Rachmat berharap masyarakat semakin siap dalam menghadapi Pilkada serentak 2024 dan ikut berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi tersebut.

“Harapan kami, pelaksanaan pemungutan suara nanti dapat berjalan lancar dan sesuai dengan aturan, serta partisipasi masyarakat dapat meningkat,” pungkasnya.

Simulasi pemungutan suara ini merupakan salah satu upaya KIP Banda Aceh dalam memastikan kesiapan teknis dan administratif menjelang Pilkada serentak yang akan digelar pada Desember 2024.

Editor: Akil

Jadwal Kampanye Akbar Paslon Pilgub Aceh di Pilkada 2024

0
Jadwal dan tempat pelaksanaan kampanye rapat umum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh pada Pilkada 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jadwal kampanye rapat umum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah dirilis. Dua pasangan calon akan menggelar kampanye di berbagai titik strategis di wilayah Aceh selama bulan November 2024.

Pasangan calon nomor urut 1, Bustami Hamzah dan M. Fadhil Rahmi, akan memulai kampanye terbuka mereka di Lapangan Bola Kaki Gampong Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Acara kampanye perdana ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 November 2024.

Tak berhenti di Aceh Barat, selanjutnya kampanye kedua paslon Bustami Hamzah dan M. Fadhil Rahmi ini akan digelar di Lapangan Gelumpang Payong, Kecamatan Jeupa, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu, 23 November 2024.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2, Muzakir Manaf dan Fadhullah, akan menggelar kampanye pertamanya di Lapangan Bola Kaki Bumi Gas, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara pada Rabu, 20 November 2024.

Kemudian, Muzakir Manaf dan Fadhullah akan melanjutkan kampanye di Halaman Pelantara Parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung, Kota Banda Aceh pada Sabtu, 23 November 2024.

Dengan persaingan yang ketat antara dua pasangan calon, kampanye ini diharapkan menarik perhatian publik Aceh dalam menentukan pilihan pada Pilkada Aceh pada 27 November mendatang.

Reporter: Rezi

Harga Cabai Merah Melonjak, Petani di Aceh Sumringah

0
Cabai Merah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda AcehPara petani cabai merah di Provinsi Aceh mulai merasakan angin segar dalam beberapa hari terakhir. Harga cabai merah yang sebelumnya terpuruk, kini berangsur naik, memberikan harapan baru bagi para petani di tengah melonjaknya biaya produksi.

Di Pusat Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, harga cabai merah berkualitas super kini mencapai Rp30.000 per kilogram (kg), jauh lebih tinggi dibanding dua pekan lalu yang hanya berada di angka Rp12.000 per kg. Sementara itu, cabai merah dengan kualitas standar juga ikut merangkak naik, dari Rp10.000 menjadi Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg.

“Sudah dua hari ini harga cabai mulai naik. Pasokan dari petani lancar, tidak ada kendala berarti dalam distribusi,” ujar Fadli, seorang pedagang cabai di pasar tersebut, Kamis (24/10).

Kenaikan harga ini tentunya memberikan secercah harapan bagi petani cabai di wilayah Aceh yang sebelumnya merasakan tekanan akibat harga yang terlalu rendah. Ridwan, seorang petani cabai di Kecamatan Indrajaya, Pidie, menyatakan bahwa stabilitas harga cabai sangat diharapkan, namun ia tetap khawatir terhadap cuaca yang tidak menentu.

“Kestabilan harga adalah harapan kami. Tapi kalau cuaca buruk, itu bisa merusak kualitas cabai dan produksi panen jadi terancam oleh jamur atau virus,” jelas Ridwan.

Sejak lama, Pidie dan beberapa kabupaten lain seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Aceh Besar dikenal sebagai lumbung cabai merah di Aceh. Produksi cabai dari daerah ini menyuplai kebutuhan cabai di berbagai pasar di provinsi tersebut, sehingga fluktuasi harga di tingkat lokal sangat bergantung pada hasil panen dari wilayah-wilayah ini.

Meski kenaikan harga ini memberi keuntungan bagi petani, tantangan cuaca masih menjadi ancaman besar. Banyak dari mereka berharap bahwa cuaca akan tetap bersahabat hingga panen usai, agar produksi tetap stabil dan kualitas cabai terjaga.

Editor: Akil