Beranda blog Halaman 852

Nagan Raya Terima Pasukan Brimob dari Polda Aceh untuk Amankan Pilkada

0
Nagan Raya Terima Pasukan Brimob dari Polda Aceh untuk Amankan Pilkada. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Sukamakmue — Polres Nagan Raya hari ini menerima kedatangan puluhan personel Bantuan Kendali Operasional (BKO) Brimob dari Polda Aceh sebagai bentuk kesiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Kapolres Nagan Raya, AKBP Rudi Saeful Jadi, S.I.K., menyambut langsung kedatangan pasukan tersebut dengan salam komando.

Kehadiran pasukan Brimob ini diharapkan memperkuat pengamanan, sekaligus menjaga ketertiban di tengah masyarakat selama berlangsungnya Pilkada. Kapolres Rudi Saeful menegaskan bahwa Polres Nagan Raya dan BKO Brimob Polda Aceh berkomitmen memastikan pelaksanaan demokrasi berjalan aman dan lancar.

“Kami berkomitmen untuk memastikan proses demokrasi ini berlangsung aman dan lancar, sehingga para pemilih merasa aman dan nyaman dalam menggunakan hak pilihnya nanti,” ungkap Rudi Saeful.

Dalam menjaga stabilitas keamanan, personel Brimob akan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait serta merespons segala potensi kerawanan yang mungkin muncul menjelang dan saat pelaksanaan Pilkada. Tak hanya menitikberatkan pada pengamanan, upaya koordinatif ini juga bertujuan menciptakan suasana kondusif yang memungkinkan masyarakat merasa terlindungi dalam menyalurkan hak suara mereka.

Polres Nagan Raya turut mengimbau seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi yang tengah berlangsung.

Editor: Akil

Produk Anyaman Pandan Lhokseumawe Siap Menjajaki Pasar Nasional

0
Produk Anyaman Pandan Lhokseumawe Siap Menjajaki Pasar Nasional. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Produk anyaman daun pandan karya perajin dari Desa Jambo Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, kini mulai dilirik untuk dipasarkan di tingkat nasional. Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk mendukung pengembangan kerajinan ini dengan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, agar semakin dikenal luas dan berkualitas tinggi.

Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, A Hanan, saat mendampingi kunjungan Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Safriati, di Lhokseumawe, menyatakan bahwa produk anyaman yang digeluti kelompok ibu rumah tangga di Desa Jambo Mesjid memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional.

“Kami bersama Dekranasda Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mendukung perajin dengan pembinaan dalam memperkaya motif dan inovasi pada anyaman yang dihasilkan,” ungkap A Hanan.

Produk yang dihasilkan dari anyaman pandan ini beragam, mulai dari tikar, kotak tisu, sarung bantal, hingga kotak parsel, dengan rentang harga yang variatif mulai dari Rp15 ribu hingga Rp1 juta per produk. Harga dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dan durasi pengerjaan masing-masing produk. Guna mendongkrak kualitas dan daya saing, pemerintah setempat akan memfasilitasi para perajin dalam pengemasan, pemasaran, dan branding produk.

“Kami berharap motif dan tata anyaman tikar dari Desa Jambo Mesjid bisa menjadi nominasi di tingkat Provinsi Aceh dan bersaing dengan baik,” tambah Hanan, optimis.

Sementara itu, Pj Ketua Dekranasda Aceh, Safriati, menekankan pentingnya kolaborasi antara perajin dengan Dekranasda untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Menurutnya, inovasi dan variasi teknik sangat diperlukan agar produk anyaman dari Lhokseumawe dapat dikenal secara lebih luas dan diminati.

“Anyaman di sini sudah bagus, namun perlu inovasi dan teknik yang bervariasi agar tidak hanya terbatas pada tikar. Potensi daerah ini sangat besar karena bahan baku anyaman tersedia di sekitar,” kata Safriati.

Pemerintah Lhokseumawe berharap dukungan dan pembinaan yang intensif ini dapat meningkatkan kualitas serta jangkauan pemasaran produk anyaman pandan Lhokseumawe hingga dikenal di pasar nasional dan memperkuat sektor kerajinan lokal yang potensial.

Editor: Akil

UIN Ar-Raniry dan IIPDS Thailand Resmi Buka Kelas Internasional Studi Perdamaian

0
UIN Ar-Raniry dan IIPDS Thailand Resmi Buka Kelas Internasional Studi Perdamaian. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi menjalin kerja sama dengan International Institute for Peace and Development Studies (IIPDS) Thailand untuk membuka kelas internasional. Program ini menawarkan jenjang magister dalam bidang Peace and Development Studies dengan pendekatan pembelajaran di dua lokasi, yaitu Banda Aceh dan Bangkok, selama empat semester.

Dalam keterangan pers, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman menyampaikan bahwa kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan kedua institusi di Bangkok, Jumat (25/10/2024). Program ini dirancang agar mahasiswa dapat mengeksplorasi konsep perdamaian dan pembangunan melalui pengalaman lintas budaya, dengan dua semester di Banda Aceh dan dua semester lainnya di Bangkok.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan visi internasional UIN Ar-Raniry, khususnya dalam pendidikan perdamaian, yang diharapkan mampu menarik perhatian mahasiswa dari berbagai negara. Kerja sama ini juga mendukung pencapaian status World Class University (WCU) bagi UIN Ar-Raniry,” ujar Prof. Mujiburrahman.

Ia menjelaskan bahwa kelas internasional ini terdiri dari empat mata kuliah pada setiap semesternya, mencakup materi utama yang fokus pada pengembangan masyarakat dan perdamaian. Selain itu, program ini mencakup satu semester khusus untuk penelitian lapangan dan penyusunan tesis guna memastikan pemahaman mendalam terhadap konteks perdamaian di Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari fasilitas pendukung, IIPDS Thailand akan menyediakan akomodasi bagi mahasiswa internasional yang datang ke Bangkok. Sementara itu, UIN Ar-Raniry juga akan menyediakan fasilitas hunian untuk dosen yang mengajar di Banda Aceh.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi UIN Ar-Raniry di kancah pendidikan internasional, tetapi juga menyediakan ruang diskusi dan kajian perdamaian yang komprehensif untuk mahasiswa di Asia Tenggara,” tambahnya.

Langkah ini menjadi momentum penting bagi UIN Ar-Raniry dalam memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat dan upaya mewujudkan perdamaian berkelanjutan di kawasan.

Editor: Akil

UUI Gelar Kuliah Umum, Kupas Hak-Hak Karyawan di Era Globalisasi

0
UUI Gelar Kuliah Umum Bertema “Employees' Rights in the Industry” dengan Pemateri dari Malaysia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menggelar kuliah umum bertajuk “Employees’ Rights in the Industry” pada Jumat, dengan menghadirkan Ayu Iryanti Binti Azni, seorang dosen senior dari Politeknik Tuanku Syed Sirajuddin, Perlis, Malaysia, sebagai narasumber.

Acara yang berfokus pada isu hak-hak karyawan di dunia industri ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa UUI mengenai perlindungan tenaga kerja di era globalisasi.

Dr. Mutiawati, SPd., MP, selaku Pelaksana Tugas Rektor UUI, membuka acara ini dengan menyampaikan bahwa kuliah umum seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin kampus.

“Dengan adanya kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa UUI dapat memahami hak-hak mereka sebagai calon tenaga kerja dan memiliki kesiapan lebih saat memasuki dunia kerja,” ujar Mutiawati dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa UUI berkomitmen memberikan bekal menyeluruh kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan, baik dalam hal keilmuan maupun pemahaman hak dan kewajiban mereka dalam industri kerja.

Ayu Iryanti dalam paparannya mengangkat tema tentang pentingnya pemahaman hak-hak dasar pekerja, meliputi keamanan kerja, upah yang layak, jaminan kesehatan, serta perlindungan dari diskriminasi. Ia juga menyoroti perbedaan regulasi ketenagakerjaan antara Indonesia dan Malaysia, yang menurutnya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi tenaga kerja dari kedua negara di kancah Asia Tenggara.

Para peserta terlihat antusias dalam sesi diskusi, terutama ketika membahas isu-isu ketenagakerjaan yang kerap dihadapi oleh pekerja muda saat pertama kali memasuki dunia industri. Mahasiswa dari UUI dan Politeknik Tuanku Syed Sirajuddin yang hadir dalam kuliah umum ini tak hanya mendapat pengetahuan baru tetapi juga wawasan internasional mengenai hak-hak pekerja, yang semakin relevan di tengah persaingan kerja global yang ketat.

Dengan kegiatan ini, UUI memperlihatkan keseriusannya dalam memberikan pendidikan berkualitas dan membuka wawasan mahasiswa ke tingkat internasional, sejalan dengan visinya sebagai World Class Cyber University. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim: Kunci Pembangunan Berkelanjutan di Aceh

0
Ilustrasi perubahan iklim (Foto: Freepik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Isu perubahan iklim dan ketahanan bencana semakin menjadi sorotan dalam agenda pembangunan di Aceh. Provinsi yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir ini perlu mempertimbangkan langkah mitigasi bencana serta adaptasi terhadap perubahan iklim sebagai prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan oleh Saddam Rassanjani, Dosen Ilmu Pemerintahan di Universitas Syiah Kuala (USK).

“Calon pemimpin Aceh ke depan harus memasukkan visi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam setiap aspek perencanaan pembangunan,” kata Saddam kepada Nukilan.id, Sabtu (26/10/2024).

Menurutnya, perencanaan yang matang tidak hanya berfungsi melindungi masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan pembangunan agar tidak mudah terganggu oleh dampak perubahan iklim atau bencana.

“Aceh berada di wilayah yang rawan gempa bumi, tsunami, banjir, dan bencana lainnya. Perencanaan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim adalah kunci untuk menjamin keberlanjutan pembangunan lainnya di Aceh,” ujar Saddam.

Selain itu, Saddam juga menyatakan langkah ini bukan hanya strategi bertahan, tetapi juga peluang untuk membangun infrastruktur yang lebih tangguh serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di tengah ancaman perubahan iklim global, adaptasi dan mitigasi dinilai bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mendesak bagi Aceh. Saddam menekankan bahwa perencanaan ini perlu melibatkan pendekatan ilmiah dan partisipasi masyarakat setempat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

RA Nurul Falah Meulaboh Wakili Aceh di Program Anti-Bullying Nasional

0
Kepala RA Nurul Falah Meulaboh Aceh Barat, Isramiwati mengikuti pemaparan materi secara daring dalam perlombaan program anti-bullying tingkat nasional. (Foto: For Nukilan).

NUKILAN.id | Meulaboh – Lembaga pendidikan anak usia dini, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Falah di Meulaboh, Aceh Barat, menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Aceh dalam kontestasi program anti-bullying tingkat nasional. Program ini digagas oleh Pimpinan Pusat Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan dilaksanakan secara daring, melibatkan berbagai sekolah anak usia dini dari seluruh penjuru Indonesia.

Kepala RA Nurul Falah, Isramiwati, berkesempatan untuk mempresentasikan strategi dan pendekatan anti-bullying yang diterapkan di lingkungan RA Nurul Falah. Dalam presentasi tersebut, Isramiwati menekankan bahwa berbagai bentuk bullying, baik verbal maupun kognitif, kerap terjadi di lingkungan pendidikan anak usia dini. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak-anak.

“Pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak yang kompeten, termasuk pendidik, orang tua, dan instansi terkait,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H. Abrar ZYM MH, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada RA Nurul Falah. Ia berharap agar perwakilan dari Aceh ini dapat membawa pulang hasil terbaik di tingkat nasional.

“Kami bangga dan berdoa agar Aceh menjadi contoh dalam menerapkan program anti-bullying di seluruh institusi pendidikan anak usia dini,” ungkap Abrar.

Dalam ajang ini, para peserta dinilai oleh tiga pakar anti-bullying, yakni Prof. Dr. Susanto, Euis, M.Pd., dan Nova Indriati, M.Si. Penilaian difokuskan pada efektivitas strategi pencegahan bullying yang diterapkan di lingkungan sekolah. Program anti-bullying yang dikembangkan RA Nurul Falah dinilai mampu memberikan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.

Isramiwati mengungkapkan, bullying di usia dini sering kali tidak disadari karena bersifat verbal atau kognitif, namun dampaknya bisa sangat besar terhadap rasa percaya diri dan perkembangan emosional anak. Dengan upaya komprehensif dari seluruh pihak, Isramiwati berharap program ini tidak hanya menjadi contoh di Aceh, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Indonesia.

“Dengan adanya keterlibatan aktif dari semua pihak, kita bisa menciptakan role model dalam pembelajaran anti-bullying yang bisa diterapkan secara luas,” ujarnya penuh optimisme.

Keberhasilan RA Nurul Falah mewakili Aceh dalam program ini menjadi tonggak penting dalam kampanye anti-bullying di lingkungan pendidikan anak usia dini, di mana keamanan, kenyamanan, dan perkembangan anak menjadi prioritas utama.

Editor: Akil

Prakiraan Cuaca di Aceh Hari Ini: Hujan Ringan dan Suhu Nyaman di Beberapa Kota

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Cuaca di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh hari ini diperkirakan akan mengalami kondisi yang beragam. Menurut prakiraan BMKG, mayoritas kota-kota di provinsi ini akan menghadapi hujan ringan, khususnya pada siang hingga sore hari. Meski begitu, suhu diperkirakan tetap nyaman, dengan kondisi berawan hingga hujan ringan yang mendominasi sebagian besar wilayah Aceh.

Di Kota Banda Aceh, pagi hari akan dimulai dengan cuaca cerah berawan dan suhu sejuk sekitar 26°C. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan 10,4 m/s dan kelembapan mencapai 83%. Memasuki siang hari, hujan ringan diperkirakan turun, dan suhu akan meningkat hingga 32°C.

Angin bertiup cukup kencang dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 14,6 m/s, sedangkan kelembapan menurun sedikit menjadi 81%. Pada sore hari, hujan ringan diperkirakan masih akan terus turun dengan suhu yang kembali turun menjadi 27°C dan kelembapan 77%. Pada malam hari, cuaca berawan dengan suhu 25°C dan kelembapan yang kembali meningkat hingga 90%.

Sementara itu, di wilayah Aceh Selatan, pagi hari juga akan dimulai dengan cuaca cerah berawan dan suhu dingin sekitar 22°C. Siang hari di Aceh Selatan diperkirakan akan disertai hujan ringan dengan suhu mencapai 30°C. Hujan ringan ini masih akan berlanjut hingga sore hari dengan suhu turun ke 26°C. Malamnya, cuaca berawan dengan suhu 24°C dan kelembapan tinggi mencapai 95%.

Aceh Barat mengalami cuaca cerah di pagi hari dengan suhu 23°C. Memasuki siang hari, cuaca di wilayah ini akan cerah dan cukup terik dengan suhu mencapai 34°C, salah satu suhu tertinggi di antara kota-kota lainnya di Aceh. Hujan ringan diperkirakan turun pada sore hari dengan suhu turun menjadi 26°C, dan kondisi ini akan berlanjut hingga malam.

Di Aceh Barat Daya, pagi hari dimulai dengan cuaca cerah berawan dan suhu sekitar 22°C. Menjelang siang, kondisi tetap cerah dengan suhu mencapai 30°C. Sore hari diperkirakan berawan dengan suhu turun hingga 23°C. Pada malam hari, hujan ringan diprediksi turun dengan suhu 23°C.

Secara keseluruhan, hari ini adalah hari yang cukup dinamis di Aceh, dengan sebagian besar wilayah mengalami hujan ringan pada siang hingga malam hari. Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan untuk membawa payung dan tetap waspada saat berkendara di jalan yang mungkin licin akibat hujan.

Editor: Akil

Launching Toko Wanita PKK Gampong Peunyerat, Ini Harapan Yekki Yasmin

0
Launching Toko Wanita PKK Gampong Peunyerat, Ini Harapan Yekki Yasmin. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Banda Aceh Yekki Yasmin meresmikan beroperasinya Toko Wanita PKK Sakinah di Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya, Sabtu,(26/10/2024).

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Banda Raya Rahmat Kadafi, Keuchik Gampong Peunyerat T Ismed Fadillah, Ketua PKK Gampong Raudah, beserta para kader PKK lainnya.

Toko wanita PKK sakinah tersebut bertujuan mendukung upaya pengembangan produk lokal dan hasil kebun warga demi peningkatan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Yekki Yasmin mengajak masyarakat untuk menggunakan dan mempromosikan produk yang ada di Toko wanita PKK Gampong Penyeurat tersebut.

“Mudah-mudahan kehadiran Toko wanita PKK Sakinah ini bermanfaat bagi warga dan kita semua. Kami mengajak seluruh masyarakat gampong peunyerat untuk turut menggunakan dan mempromosikan produk yang diproduksi di sini. Karena hal ini sejalan dengan semangat Pj wali kota untuk mendukung bangkitnya UMKM di Kota Banda Aceh ,” ujar Yekki Yasmin.

Pj Ketua TP PKK Banda Aceh itu juga berharap agar warga memanfaatkan toko PKK ini demi meningkatkan ekonomi warga Gampong Peunyerat.

“Warga yang memiliki hasil kebun seperti sayur, cabai yang ditanam di perkarangan rumah bisa di jual disini, serta sejumlah produksi kerajinan lainnya, sehingga akan meningkatkan pendapatan ekonomi,” ungkap Yekki Yasmin.

Editor: Akil

Resmi Dilantik, Dewan Energi Mahasiswa Aceh Siap Wujudkan Kedaulatan Energi

0
Dewan Energi Mahasiswa Aceh Resmi Dilantik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe — Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh periode 2024-2026 resmi dilantik di Multi Purpose Building, Komplek PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Kamis (24/10/2024). Acara ini menandai langkah konkret generasi muda Aceh dalam mendukung kedaulatan energi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam Aceh.

Pelantikan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk BPMA, Harbour Energy, SKK Migas Sumbagut, PT Pertamina Geothermal Energy, dan Aceh Oil Institute. Kehadiran tokoh penting seperti Pj Walikota Lhokseumawe dan Pj Bupati Bireuen turut menambah kesan resmi dan meriah.

Sejalan dengan pelantikan, DEM Aceh menggelar Symposium Energi bertajuk “Optimalisasi Sumber Daya Energi Aceh untuk Kedaulatan Energi.” Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli yang membahas isu strategis energi, termasuk peluang energi terbarukan, kebijakan energi lokal, hingga tantangan menuju kemandirian energi di Aceh.

Deputi Perencanaan Badan Pengelola Migas Aceh, Muhammad Mulyawan, dalam paparannya mengungkapkan potensi ekonomi dari ladang minyak tua di Aceh yang masih bisa dimaksimalkan. Sedangkan Andri Kristianto, Community Investment Manager Harbour Energy, memaparkan strategi optimalisasi sumber daya lokal untuk mendukung kedaulatan energi di wilayah ini. Ir. Chasril Hanif, Asisten Man Regas & LNG HUB PT Perta Arun Gas, menyoroti pentingnya infrastruktur regasifikasi LNG sebagai pendorong kemandirian energi.

Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, dalam sambutannya menegaskan komitmen DEM Aceh untuk aktif dalam advokasi, kajian, dan diskusi terkait kebijakan energi.

“Kami ingin menjadi platform bagi mahasiswa dan masyarakat agar lebih berperan dalam pembangunan sektor energi, khususnya di Aceh yang kaya sumber daya alam,” ujarnya.

Dengan semangat kedaulatan energi yang berkelanjutan, DEM Aceh meluncurkan program unggulan Nex Gen Energi Aceh, yang ditujukan kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terkait isu energi sekaligus mendorong eksplorasi potensi energi lokal. Melalui Nex Gen Energi Aceh, DEM berharap melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan dan kemandirian energi.

Acara ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam isu energi dan menyumbang ide bagi masa depan energi berkelanjutan di Aceh.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam mengoptimalkan potensi energi yang ada, demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tutup Faizar.

Pelantikan dan simposium ini menjadi momentum penting bagi DEM Aceh untuk menegaskan peran generasi muda dalam upaya mencapai kedaulatan energi di Aceh dan Indonesia.

Editor: Akil

Kemenag Aceh Timur Gelar Sosialisasi EMIS untuk Operator Dapodik SD di Aceh Timur

0
Kemenag Aceh Timur Gelar Sosialisasi EMIS untuk Operator Dapodik SD di Aceh Timur. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk Dalam upaya meningkatkan kualitas data guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah Aceh Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur menggelar sosialisasi Education Management Information System (EMIS) bagi para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Aceh Timur ini diikuti oleh 70 peserta, termasuk operator Dapodik dari beberapa Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di kabupaten tersebut, seperti Simpang Ulim, Julok, Darul Aman, Idi Rayeuk, Ranto Peureulak, Peureulak, dan Rantau Selamat.

Dengan mengusung tema “Bersinergi Menuju Satu Pintu Data Guru PAI”, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, H. Salamina, S.Ag., M.A., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara operator Dapodik dan guru PAI demi menjaga validitas data.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan validitas dan integritas data, yang pada akhirnya akan mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih baik dalam bidang pendidikan agama,” ujarnya di hadapan para peserta sosialisasi, Jumat (25/10/2024).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Dr. H. Muhammad Ikhsan Ahyat, S.STP., M.A.P., menyatakan bahwa sinergi yang dibangun melalui kegiatan ini akan meningkatkan akurasi dan efektivitas data pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah dasar.

“Sinergi dan akurasi data sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah dasar,” tambahnya.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Faisal, S.Ag., dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini selain memperkuat silaturahmi juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para operator Dapodik dalam pengelolaan data guru PAI secara akurat dan efisien.

“Dengan adanya satu pintu data yang valid, kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi guru dan siswa,” ungkapnya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha, perwakilan POKJAWAS PAI, operator/admin Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta kepala-kepala Korwil Pendidikan di wilayah Aceh Timur. Acara ditutup dengan pembacaan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus bersinergi dalam menjaga keakuratan dan integritas data pendidikan agama di kabupaten ini.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi antar-pemangku kepentingan demi terwujudnya sistem data pendidikan agama Islam yang terintegrasi dan handal di Aceh Timur.

Editor: Akil Rahmatillah