Beranda blog Halaman 851

Pj Gubernur Dorong Inovasi CWLD untuk Produktivitas Dana Wakaf Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA mendorong inovasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) atau setoran tertaut wakaf tunai sebagai terobosan dalam mengoptimalkan produktivitas dana wakaf di Aceh. Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Aceh sekaligus memperkuat sektor keuangan syariah di provinsi yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh.

“Inovasi keuangan syariah ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dana wakaf, dengan harapan dapat mendukung perekonomian daerah,” ujar Safrizal dalam sosialisasi pedoman produk perbankan syariah CWLD yang digelar oleh Bank Aceh Syariah di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (26/10/2024).

Safrizal menekankan bahwa pengembangan sistem keuangan syariah merupakan kebutuhan krusial bagi Aceh sebagai wilayah yang menjalankan syariat Islam. CWLD, menurutnya, adalah inovasi yang menggabungkan semangat wakaf dengan manajemen keuangan yang terstruktur, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keislaman.

“Manfaat utama dari CWLD ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap produk keuangan syariah, serta mendukung prinsip Islam seperti tolong-menolong,” kata Safrizal.

Dalam konteks lokal, Aceh memiliki lembaga Baitul Mal yang bertugas menjaga, memelihara, serta mengelola zakat, infak, harta wakaf, dan aset keagamaan lainnya. Menurut Safrizal, CWLD dapat menjadi instrumen yang tepat dalam pengelolaan dana wakaf secara produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Untuk memastikan penerapan CWLD berjalan optimal, Safrizal menyatakan bahwa Pemerintah Aceh siap menyiapkan regulasi yang mendukung pengembangan produk perbankan syariah ini.

“Dengan kolaborasi yang baik, CWLD diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi syariah di Aceh,” tutupnya.

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi yang tidak hanya menggerakkan ekonomi syariah, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai islami yang berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

BSI Lahirkan Bibit Wirausaha Muda Unggulan Aceh melalui Awarding BSI Aceh Muslimpreneur 2024

0
BSI Lahirkan Bibit Wirausaha Muda Unggulan Aceh melalui Awarding BSI Aceh Muslimpreneur 2024. (Foto: BSI)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan wirausaha muda berbasis syariah di Aceh. Melalui ajang Awarding BSI Aceh Muslimpreneur (AMP) 2024 yang diselenggarakan pada Sabtu (26/10/2024), BSI mengumumkan 12 pemenang yang telah lolos serangkaian proses seleksi dan pembinaan, membawa harapan baru bagi perekonomian daerah dan nasional.

Direktur Retail Banking BSI, Harry Gusti Utama, menyatakan bahwa para finalis merupakan “bibit unggul UMKM” yang dengan dukungan yang tepat, diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional. Ajang ini mencerminkan visi BSI untuk mendorong generasi muda Aceh agar mampu bersaing, tak hanya di level lokal, tetapi juga menembus pasar internasional.

“Mereka adalah bagian dari perubahan ekonomi. Melalui pembinaan yang intensif dan dukungan teknologi, kami percaya wirausaha muda Aceh ini dapat menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang unggul di Indonesia,” kata Harry dalam keterangan resminya di Jakarta.

Pendampingan dan Pembiayaan UMKM Aceh

BSI Aceh Muslimpreneur (AMP) digelar sejak tahun lalu, dirancang khusus untuk membina wirausaha muda di Aceh agar dapat mengembangkan usaha mereka sesuai prinsip-prinsip syariah dan inovasi bisnis. Tahun ini, program ini menarik lebih dari 2.500 pendaftar, dengan sektor makanan dan minuman (food & beverage) mendominasi, diikuti oleh sektor fesyen yang menunjukkan potensi besar dalam perekonomian kreatif Aceh.

BSI melakukan seleksi ketat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis secara komprehensif, termasuk akses terhadap pembiayaan dan pemasaran digital. Salah satu pencapaian membanggakan dari BSI AMP adalah kolaborasi strategis untuk memperluas pasar global. Sebagai contoh, pada Expo Amazing Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, UMKM binaan BSI asal Takengon berhasil membuka akses ekspor kopi ke Timur Tengah. Selain itu, Sambal Capli, UMKM Aceh lainnya, meraih pesanan sebesar 29 ton melalui BSI International Expo.

Melalui BSI UMKM Center yang tersebar di Aceh dan berbagai daerah lainnya, seperti Yogyakarta dan Surabaya, BSI aktif membina lebih dari 4.029 UMKM hingga September 2024, dengan total pembiayaan mencapai Rp71,67 miliar. Pendampingan ini mencakup sertifikasi halal, legalitas usaha, dan dukungan pembiayaan.

Pemenang Awarding BSI Aceh Muslimpreneur 2024

Ajang BSI AMP 2024 dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu Starter, Scale-Up, dan Sustainable, dengan masing-masing kategori melahirkan empat pemenang yang siap naik kelas. Berikut adalah daftar pemenang dalam masing-masing kategori:

  • Kategori Starter
    1. Naia Zahrina – Bungong Jaroe (Fashion)
    2. Rio Delvino – Majestic Natural (Makanan Olahan)
    3. Angelina Deby – Milyers (Food & Beverage)
    4. Sabrina M Phonna – Sabit.clo (Fashion)
  • Kategori Scale-Up
    1. Faraisha Hirza – Educate (Teknologi)
    2. Ika Puspita Yuda – Balela Parfume (Olahan)
    3. Cut Tria Hajaton – Talam Durian Cut Abang (Food & Beverage)
    4. Saiful Anwar – Madu Bang Unoe (Food & Beverage)
  • Kategori Sustainable
    1. Ratu Nur Annisa – Bitata Food (Food & Beverage)
    2. Farhaniza – Yagi Natural (Olahan)
    3. Ihsanudin – Ulonowih (Food & Beverage)
    4. Yuyun – Publo (Kriya)

Masa Depan Ekonomi Kreatif Aceh

Data BSI Institute mencatat bahwa Aceh memiliki lebih dari 914 ribu wirausaha muda, dengan 406 ribu di antaranya berusia antara 15 hingga 34 tahun. Potensi besar ini menjadikan Aceh sebagai wilayah yang strategis untuk pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis syariah, khususnya di sektor UMKM.

Dengan inovasi yang terus dihadirkan dan dorongan dari program-program seperti BSI AMP, BSI berharap dapat menghubungkan UMKM Aceh dengan peluang pasar global, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang berdaya saing. Gusti menekankan bahwa program ini bukan sekadar kontes wirausaha, melainkan inisiatif berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan program ini, kami yakin bahwa wirausaha muda Aceh akan terus berkembang, menghubungkan pasar lokal dengan peluang global, dan menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis syariah yang unggul,” pungkasnya.

Membina dan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi

Ajang Awarding BSI Aceh Muslimpreneur 2024 telah menorehkan babak baru bagi perekonomian kreatif di Aceh, menghadirkan generasi muda yang siap membawa perubahan. Lewat dukungan BSI, para wirausaha muda ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang kian diperhitungkan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi di Aceh dan Indonesia.

Editor: Akil

Cabdin Aceh Barat Gelar Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah SMA dan SMK

0
Cabdin Aceh Barat Gelar Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah SMA dan SMK. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Aceh Barat menggelar evaluasi kinerja bagi kepala sekolah SMA dan SMK se-kabupaten, Jumat (25/10/2024). Evaluasi yang berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien ini bertujuan memperkuat implementasi kurikulum pendidikan, meningkatkan manajemen sekolah, dan memperkuat kualitas pembelajaran serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) di setiap sekolah.

Abdul Azis, Kepala Cabdin Wilayah Aceh Barat, menyatakan bahwa evaluasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Barat. Ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menerapkan kurikulum dengan baik dan mendorong inovasi dalam pengelolaan pendidikan.

“Kegiatan ini dimulai dengan paparan mengenai capaian kinerja kurikulum masing-masing sekolah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif guna menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi,” ujar Abdul Azis.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif ini memberikan kesempatan bagi para kepala sekolah untuk saling berbagi pengalaman dan menemukan area yang perlu diperbaiki. Harapannya, langkah evaluasi ini mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Aceh Barat dan menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenkumham Aceh Tinjau Rutan Sabang, Tekankan Pelayanan Tanpa Pungli

0
Kakanwil Kemenkumham Aceh Tinjau Rutan Sabang. (Foto: Waspada)

NUKILAN.id | Sabang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sabang pada Sabtu (26/10/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan serta memberikan arahan langsung kepada petugas terkait peningkatan pelayanan bagi warga binaan.

Dalam inspeksinya, Meurah mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap segala potensi gangguan keamanan di dalam Rutan. Ia menekankan agar setiap petugas senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat proses penggeledahan tamu yang berkunjung.

“Seluruh petugas harus selalu waspada dan meningkatkan pengawasan, terutama pada saat proses penggeledahan tamu kunjungan,” ujar Meurah dengan tegas.

Selain keamanan, Meurah turut memberikan perhatian pada aspek transparansi layanan. Ia mengingatkan agar seluruh bentuk layanan di Rutan Sabang bebas dari pungutan liar. Ia menyatakan bahwa semua layanan wajib diberikan secara gratis dan terbuka kepada seluruh warga binaan serta keluarga mereka.

“Semua layanan harus diberikan secara gratis dan transparan,” tandas Meurah.

Kepala Rutan Sabang beserta jajarannya menyambut kunjungan ini dan turut mendengarkan arahan yang disampaikan. Meurah juga menekankan agar petugas Rutan selalu memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas dengan integritas tinggi.

Meurah juga membahas proses Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa setiap warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk bebas harus diantar langsung ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk proses serah terima. Langkah ini dilakukan demi memastikan keberhasilan program reintegrasi sosial bagi mantan narapidana.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program reintegrasi sosial bagi para mantan narapidana,” tutup Meurah.

Kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan standar keamanan dan pelayanan di Rutan Sabang, sekaligus memastikan bahwa proses pembinaan bagi warga binaan tetap terjaga sesuai dengan prinsip pemasyarakatan.

Editor: Akil

Kearifan Lokal Jadi Kunci Ketahanan Aceh Hadapi Bencana

0
Ilustrasi Mitigasi Bencana. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh, dengan sejarah panjang bencana alam terutama gempa bumi dan tsunami 2004, telah menjadi daerah yang memiliki kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana. Menurut Saddam Rassanjani, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala (USK), peristiwa tsunami besar tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi para pemimpin bahwa ketahanan terhadap bencana tidak boleh dianggap remeh dalam agenda politik dan pembangunan di Aceh.

“Sejarah bencana Aceh menunjukkan bahwa ketahanan bukan hanya kewaspadaan sesaat, melainkan harus menjadi landasan pembangunan berkelanjutan,” kata Saddam dalam sebuah wawancara bersama Nukilan.id, Minggu (27/10/2024).

Ia menambahkan, meskipun kesadaran akan mitigasi bencana telah meningkat, komitmen para pemimpin untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam kebijakan yang adaptif dan strategis masih perlu dipertegas. Kearifan lokal yang tumbuh dalam masyarakat Aceh selama bertahun-tahun menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi ancaman bencana.

“Kami berharap calon pemimpin Aceh ke depan mampu mengintegrasikan kebijakan ini sebagai bagian dari kearifan lokal yang berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.

Saddam menekankan bahwa dorongan untuk memasukkan isu perubahan iklim dan ketahanan bencana dalam agenda politik bukan hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan akademisi dan masyarakat sipil.

“Kami mendorong calon pemimpin untuk berpikir jangka panjang, bukan hanya terjebak pada janji politik yang bersifat sementara,” tambahnya.

Dalam pandangan Saddam, integrasi kearifan lokal dengan tuntutan global adalah langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata. Selain itu, Saddam menggarisbawahi pentingnya calon pemimpin di Aceh untuk memiliki visi yang melampaui kepentingan politik sesaat.

“Pembangunan Aceh yang berkelanjutan hanya akan tercapai jika ada strategi jangka panjang terkait mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” katanya.

Pernyataan Saddam ini menjadi pengingat bagi masyarakat Aceh bahwa ketahanan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran bersama yang melibatkan kearifan lokal, pengetahuan ilmiah, dan dorongan dari berbagai elemen masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dosen USK: Aceh Butuh Pemimpin Responsif terhadap Isu Global

0
Akademisi USK
Akademisi FISIP USK, Saddam Rassanjani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala (USK), Saddam Rassanjani, menekankan perlunya pemimpin daerah yang mampu merespons isu-isu lokal seperti bencana alam dengan wawasan global yang luas. Dalam pandangannya, seorang pemimpin di Aceh idealnya harus memiliki visi yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah setempat tetapi juga terintegrasi dengan tren global, khususnya terkait perubahan iklim dan ketahanan bencana.

Menurut Saddam, dampak perubahan iklim semakin terasa di seluruh dunia, termasuk di Aceh. Maka, pemimpin Aceh di masa depan perlu memiliki kebijakan yang menyeluruh dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis lingkungan.

“Pemimpin Aceh seharusnya bisa menggabungkan pemahaman lokal dan wawasan global. Setiap langkah kebijakan harus dilihat sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang tangguh,” kata Saddam saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (27/10/2024).

Saddam juga menyoroti kecenderungan para kandidat politik yang sering kali mengabaikan isu perubahan iklim dan ketahanan bencana dalam visi dan misi mereka. Menurutnya, sebagian besar kandidat lebih fokus pada program-program dengan dampak langsung dan terlihat, seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya melihat bahwa fokus utama kandidat politik biasanya lebih pada program-program jangka pendek yang dapat memberikan hasil yang terlihat cepat, seperti infrastruktur dan kesejahteraan ekonomi,” tambahnya.

Ia menyebutkan, meski urgensi politik jangka pendek menjadi salah satu alasan, sikap ini rentan meninggalkan persoalan besar yang harus dihadapi dalam jangka panjang.

“Isu lingkungan ini mungkin tidak memberikan dampak instan yang bisa dirasakan pemilih dalam waktu singkat, tetapi investasi jangka panjang untuk mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan di Aceh,” ungkapnya.

Saddam menekankan bahwa kebutuhan akan pemimpin yang memiliki visi menyeluruh ini semakin mendesak. Di tengah perubahan iklim global, ia berpendapat bahwa Aceh perlu memastikan setiap kebijakan pembangunan tidak hanya berbasis pada kebutuhan ekonomi sesaat, tetapi juga mencakup strategi untuk menghadapi bencana alam secara berkelanjutan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Gara-Gara Utang, Warga Aceh Jadi Korban Penganiayaan dengan Senapan Serbu AK-56

0
Gara-Gara Utang, Warga Aceh Dianiaya Pakai Senapan Serbu AK-56. (Foto: Merdeka.com)

NUKILAN.id | BireuenPolisi telah menangkap tujuh tersangka dalam kasus penganiayaan warga dengan senjata api jenis AK-56 yang terjadi di Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Juli 2024. Kasus ini mengungkap motif utang piutang sebagai alasan penganiayaan yang melibatkan senjata api berbahaya.

Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko, menyatakan bahwa penangkapan para tersangka dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi berbeda. Saat proses penangkapan, polisi mengamankan berbagai barang bukti berupa senjata api laras panjang AK-56, sembilan butir peluru, dua mobil, dua sepeda motor, dan lima handphone.

“Tujuh tersangka kami tangkap. Barang bukti senjata api jenis AK-56 berhasil kami amankan,” ujar Jatmiko, Sabtu (26/10/2024).

Penangkapan pertama terjadi pada 3 Agustus, ketika polisi menciduk dua tersangka utama, HB (32) dan RM (26), yang merupakan warga Aceh Utara. Beberapa hari kemudian, pada 7 Agustus, JH (35), warga Pidie Jaya, berhasil ditangkap di Bengkalis, Riau, saat sedang berusaha melarikan diri.

Tidak berhenti di situ, pada 9 Agustus, tiga pelaku lain, yakni FD (39), YC (42), dan AWI (45), yang semuanya juga warga Aceh Utara, berhasil dibekuk. Penangkapan terakhir terjadi pada 28 Agustus, dengan tertangkapnya MI (35), yang turut diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Menurut Jatmiko, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kasus penganiayaan tersebut bermula dari sengketa utang piutang antara korban berinisial M (49) dan para pelaku. Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik tersebut berujung pada tindak kekerasan dengan menggunakan senjata api berbahaya.

Atas tindak kekerasan yang mereka lakukan, para tersangka kini dihadapkan pada ancaman hukuman berat.

“Para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara 20 tahun,” jelas Jatmiko.

Kasus ini tidak hanya menyoroti kekerasan terkait utang piutang di Aceh tetapi juga menunjukkan adanya peredaran senjata api ilegal yang berpotensi mengancam keamanan warga setempat.

Editor: Akil

Disbudpar Aceh Suguhkan 21 Event Meriah Sambut PON XXI Aceh-Sumut

0
Disbudpar Aceh Suguhkan 21 Event Meriah Sambut PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka menyemarakkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar di Aceh-Sumut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar 21 event bertajuk Aceh Festival 2024. Event-event ini bertujuan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para atlet, peserta, dan wisatawan yang datang meramaikan PON XXI, sekaligus mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Aceh.

Menurut Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, Aceh Festival 2024 merupakan inisiatif dari Pemerintah Aceh dan Disbudpar yang didukung kolaborasi berbagai dinas, lembaga kementerian, dan SKPK terkait di Aceh.

“Pelaksanaan PON ini menjadi peluang emas bagi kita untuk membangkitkan industri pariwisata dan UMKM di Aceh,” ujar Almuniza, Rabu (28/8).

Melalui Aceh Festival 2024, lanjutnya, diharapkan geliat budaya dan ekonomi kreatif di Aceh dapat menyambut hangat para tamu yang datang, sambil menunjukkan pesona pariwisata dan kekayaan budaya daerah.

Rangkaian 21 kegiatan ini mencakup festival budaya, pertunjukan seni, kuliner khas, pameran UMKM, hingga paket wisata khusus yang akan diselenggarakan di 8 kabupaten dan kota di Aceh. Beberapa lokasi ini juga berperan sebagai venue utama PON XXI yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 September 2024.

“Event yang kita tampilkan seperti Aceh Tourism Roadshow, Banda Aceh Fun Bike, dan Festival Krueng Daroy diharapkan mampu memberi kesan mendalam bagi para peserta dan wisatawan, sekaligus memperkuat citra Aceh sebagai destinasi unggulan di Indonesia,” jelas Almuniza, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran PON XXI Wilayah Aceh.

Event ini akan berlangsung sepanjang bulan Agustus hingga September 2024. Rangkaian acara meliputi, antara lain, Festival Permainan Rakyat di Pidie, Pameran Kebudayaan Aceh di Banda Aceh, hingga Aceh International Orienteering di Sabang. Sebuah Gala Dinner PON juga akan digelar pada 8 September sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh peserta dan tamu undangan.

Selain itu, Disbudpar Aceh telah menyiapkan e-guidebook yang berisi panduan lengkap acara Aceh Festival 2024. Informasi ini dapat diakses secara digital melalui situs web resmi Disbudpar dan Aceh Tourism. Panduan ini diharapkan mempermudah pengunjung dalam menikmati setiap event yang ditawarkan selama PON berlangsung.

Melalui Aceh Festival 2024, Almuniza berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyukseskan PON XXI, serta menjadikan setiap acara sebagai pengalaman berkesan bagi seluruh pengunjung. “Kami ingin para tamu dan wisatawan tidak hanya terkesan oleh atmosfer olahraganya, tetapi juga memiliki cerita positif tentang budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat Aceh,” tuturnya.

Berikut adalah daftar lengkap 21 event yang akan meriahkan PON XXI Aceh-Sumut:

  1. Aceh Tourism Roadshow (Medan): 3-4 Agustus
  2. Banda Aceh Fun Bike (Banda Aceh): 11 Agustus
  3. Festival Permainan Rakyat (Pidie): 28-29 Agustus
  4. Festival Kemilau Pidie (Pidie)
  5. Aceh Tamiang Art & Food Festival (Aceh Tamiang): 31 Agustus-2 September
  6. Pameran Kebudayaan Aceh (Banda Aceh): 1-30 September
  7. Aceh Local Band (Banda Aceh): 3-4 September
  8. Festival Krueng Daroy (Banda Aceh): 6-8 September
  9. Gebyar PON (Banda Aceh): 6-12 September
  10. Aceh International Orienteering (Sabang): 6-8 September
  11. Festival Pesona Pesisir Timur (Langsa): 6-8 September
  12. Gala Dinner PON (Banda Aceh): 8 September
  13. Festival NOBAR Gampong Opening Ceremony PON XXI 2024 (Banda Aceh dan sekitarnya): 8 September
  14. Pameran Kisah Smong di Pulau Simeulue (Banda Aceh): 9 September-9 Oktober
  15. Festival Rapai Geurimpheng & Aceh Perkusi (Banda Aceh):13-18 September
  16. Digital Entrepreneur Festival (Banda Aceh): 13-15 September
  17. Expo UMKM Produk Unggulan Aceh (Banda Aceh):13-18 September
  18. Bireuen Coffee and Culinary Festival (Bireuen): 12-14 September
  19. Serinen Festival Art and Culture (Aceh Tengah): 14-15 September
  20. UMKM Rameune Nagan Raya Expo (Nagan Raya): 15-20 September
  21. Aceh Carnaval (Banda Aceh): awal September

Kejati Aceh Ingatkan Santri Dayah Bijak Bermedia Sosial

0
Kejati Aceh Ingatkan Santri Dayah Bijak Bermedia Sosial. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengingatkan para santri untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pesan ini disampaikan dalam kegiatan penyuluhan hukum bertajuk “Jaksa Masuk Dayah” di Dayah Nurul Ulum, Desa Cot Keh, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kamis (24/10/2024).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, menyampaikan bahwa penyebaran berita palsu (hoaks) di media sosial dapat berdampak serius bagi pengirim dan penerima informasi.

“Jika ada informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, saya harap adik-adik santri tidak langsung menyebarkannya. Hal ini penting untuk menghindari pelanggaran hukum, khususnya terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ungkap Ali Rasab.

Ia juga mengajak santri untuk berperan aktif dalam menyaring informasi sebagai bentuk menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, sehingga para santri lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi di era digital.

Dalam kunjungannya ke Dayah Misbahul Ulum Diniah Al-Aziziah di Kota Langsa, Ali Rasab turut memberikan materi tentang bahaya perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan, perilaku negatif seperti bullying—baik secara fisik maupun verbal—dapat merusak hubungan sosial dan menciptakan trauma bagi korban.

“Bullying bisa merusak hubungan sosial dan menciptakan trauma. Saya berharap adik-adik santri dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di dayah,” pesannya.

Kegiatan “Jaksa Masuk Dayah” yang digelar Kejati Aceh ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Bank Aceh Syariah sebagai bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan santri. Selain membekali pengetahuan hukum, program ini diharapkan dapat membangun sikap bijaksana dalam menyebarkan informasi di media sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya dan dapat menjadi contoh positif di lingkungan mereka,” pungkas Ali Rasab.

Editor: Akil

Persiraja Tundukkan PSMS Medan 2-1 dalam Duel Sengit di Banda Aceh

0
Persiraja Tundukkan PSMS Medan 2-1 dalam Duel Sengit di Banda Aceh. (Foto: IG PSMS)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh berhasil menaklukkan PSMS Medan dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang berlangsung panas dan penuh tensi tinggi. Pertandingan yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (26/10/2024) malam itu diwarnai dengan lima kartu kuning dan satu kartu merah, menggambarkan kerasnya persaingan dua tim yang sama-sama mengincar posisi puncak klasemen Pegadaian Liga 2 Indonesia 2024/2025.

Amatan Nukilan.id, laga babak pertama dimulai dengan serangan cepat dari kedua tim, hingga wasit terpaksa mengeluarkan tiga kartu kuning dalam waktu singkat—dua untuk pemain Persiraja dan satu untuk PSMS Medan. Ketatnya laga pun terpecahkan di menit ke-36, ketika Deri Corfe, striker asing Persiraja, mencetak gol pertama yang menggetarkan gawang PSMS.

Namun, PSMS Medan tak tinggal diam. Hanya enam menit berselang, PSMS berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol penalti yang dieksekusi dengan mulus oleh Jacinto Cabral di menit ke-42. Skor imbang ini tidak berlangsung lama, karena hanya dua menit kemudian, pemain sayap Persiraja, Miftahul Hamdi, kembali merobek gawang PSMS dan membawa tim tuan rumah unggul 2-1 sebelum babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Permainan keras yang terjadi di lapangan membuat wasit harus mengeluarkan lebih banyak kartu. Pada menit ke-64, seorang pemain PSMS menerima kartu merah setelah sebelumnya mengantongi kartu kuning, membuat PSMS harus bermain dengan 10 pemain. Situasi ini semakin menyulitkan PSMS yang sudah tertinggal.

Tidak berhenti di situ, pada menit ke-67, seorang pemain Persiraja juga terkena kartu kuning, dan di menit-menit akhir, yakni menit ke-81 dan ke-85, dua pemain PSMS kembali diberi kartu kuning akibat permainan yang agresif. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan di 2-1 untuk kemenangan Persiraja.

Kemenangan ini mengantarkan Persiraja naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga 2 Indonesia 2024/2025 dengan perolehan 14 poin, hanya terpaut selisih gol dari Bekasi City yang berada di posisi kedua dan PSPS Pekanbaru di posisi puncak dengan 15 poin. Sementara itu, PSMS Medan harus puas tetap berada di posisi keenam dengan 10 poin.

Duel panas tanpa penonton di Stadion H. Dimurthala ini menjadi bukti persaingan ketat antara kedua tim, dengan Persiraja yang kali ini berhasil meraih kemenangan berharga di kandang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah