Beranda blog Halaman 833

Baitul Mal Aceh Berikan Penghargaan “Taat Zakat” kepada Mahkamah Syar’iyah Aceh

0
Baitul Mal Aceh Berikan Penghargaan "Taat Zakat" kepada Mahkamah Syar'iyah Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran zakat dengan memberikan penghargaan “Taat Zakat” kepada Mahkamah Syar’iyah Aceh. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan Mahkamah Syar’iyah dalam menyalurkan zakat profesi pegawainya melalui BMA, yang secara rutin disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Tim pengumpulan BMA menyerahkan piagam penghargaan tersebut secara langsung dalam kunjungan resmi ke kantor Mahkamah Syar’iyah Aceh di Banda Aceh pada Selasa (5/11/2024). Chairai Yarah, Kasubag Sosialisasi dan Advokasi Sekretariat BMA, menyatakan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi lembaga-lembaga negara lainnya untuk lebih disiplin dalam berzakat.

“Mahkamah Syar’iyah Aceh telah menjadi contoh yang sangat baik bagi lembaga lain di Aceh. Zakat profesi yang mereka bayarkan melalui BMA akan sangat membantu saudara-saudara kita yang berada dalam kondisi membutuhkan,” ujar Chairai Yarah.

Menurutnya, kepatuhan Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam berzakat adalah contoh yang inspiratif bagi seluruh lembaga dan masyarakat Aceh untuk berperan aktif dalam menggerakkan roda kesejahteraan sosial.

Dalam upayanya memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat, BMA juga menyediakan berbagai fasilitas, termasuk layanan Tim Jemput Zakat untuk wilayah Banda Aceh. Masyarakat yang ingin berzakat dapat langsung mendatangi kantor Baitul Mal Aceh di Jl. T. Nyak Arief, Kompleks Keistimewaan Aceh, Banda Aceh, atau menghubungi Tim Jemput Zakat di nomor 08116722229. Selain itu, zakat dapat ditransfer ke rekening Bank Aceh 61001040000095 atau Bank Syariah Indonesia 7001569494. Untuk infak, dapat melalui Bank Aceh 61001040001311 atau Bank Syariah Indonesia 8202020882.

Dengan apresiasi ini, BMA berharap kesadaran zakat di kalangan masyarakat dan lembaga negara semakin meningkat, sehingga zakat dapat menjadi pilar yang kuat dalam mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan sosial di Aceh.

Editor: Akil

Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Selatan Dipindahkan ke Banda Aceh

0
Rohingya yang Terdampar di Aceh Selatan Ditransfer ke Banda Aceh. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh Sebanyak 152 pengungsi Rohingya yang sebelumnya terdampar di perairan Aceh Selatan kini dipindahkan ke Banda Aceh. Mereka dibawa menggunakan lima truk menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh di Jalan Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, pada Kamis pagi (7/11/2024). Namun, setibanya di sana, para pengungsi tak diizinkan turun dari kendaraan.

Pantauan Nukilan.id di lokasi menunjukkan lima truk yang membawa imigran Rohingya itu terparkir di sepanjang jalan depan kantor Kemenkumham. Truk tersebut termasuk milik Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Selatan. Para imigran terdiri dari berbagai usia, termasuk anak-anak, perempuan, dan pria dewasa.

Sejak tiba sekitar pukul 10.00 WIB, para pengungsi tetap berada dalam truk. Hingga pukul 11.10 WIB, kelima truk tersebut mulai meninggalkan area Kemenkumham dan berputar menuju Kantor Gubernur Aceh. Namun, petugas keamanan di Kantor Gubernur menutup semua akses masuk sehingga kendaraan-kendaraan tersebut kembali ke Kantor Kemenkumham.

Misteri terkait tujuan akhir para imigran ini belum terjawab. Para pengemudi truk mengaku tidak tahu arah tujuan berikutnya. Sementara itu, pintu gerbang Kantor Kemenkumham tetap ditutup, dijaga ketat oleh petugas keamanan.

Sebelumnya, sebanyak 150 warga Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Selatan telah dievakuasi ke daratan. Mereka sempat tinggal di Terminal Bus Tipe C di Labuhan Haji, Aceh Selatan, selama tujuh hari sesuai izin dari masyarakat setempat. Pemindahan ke Banda Aceh dilakukan setelah masa tinggal sementara mereka berakhir pada 1 November 2024 lalu. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

KIP Aceh Siapkan Mitigasi Cuaca Ekstrem untuk Distribusi Logistik Pilkada 2024

0
KIP Aceh Siapkan Mitigasi Cuaca Ekstrem untuk Distribusi Logistik Pilkada 2024. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh tengah mempersiapkan mitigasi cuaca untuk menghadapi musim hujan yang bertepatan dengan distribusi logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Aceh. Mengingat November dan Desember biasanya mengalami intensitas hujan yang tinggi, KIP Aceh berfokus agar distribusi logistik berjalan lancar ke 9.702 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Aceh.

Ketua KIP Provinsi Aceh, Agusni AH, menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, terutama bagi petugas distribusi logistik.

“Kami waspadai cuaca hujan yang dapat mempengaruhi kelancaran distribusi. Mitigasi telah disiapkan, termasuk koordinasi dengan instansi terkait agar proses ini tidak terhambat,” ungkapnya pada Rabu (6/11) di Banda Aceh.

Logistik yang akan didistribusikan mencakup kotak suara, bilik suara, serta surat suara yang sudah berada di KIP kabupaten/kota untuk pemeriksaan dan persiapan akhir. Agusni menyebutkan, beberapa kabupaten/kota melaporkan kekurangan logistik akibat kerusakan surat suara, namun penggantian segera dikirim oleh penyedia.

“Kami optimis logistik akan tiba sesuai jadwal di setiap TPS, termasuk di daerah terpencil,” tambah Agusni.

Distribusi logistik pilkada akan dilakukan dengan jadwal ketat. “Kami targetkan seluruh logistik sudah berada di TPS pada H-1 atau sehari sebelum hari pemungutan suara,” jelas Agusni. Penjadwalan distribusi khusus juga disiapkan bagi TPS di daerah terpencil, terluar, dan terisolasi (3T) agar logistik tiba tepat waktu.

Pilkada Aceh 2024 sendiri akan digelar serentak pada 27 November 2024, yang melibatkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh serta 18 bupati dan 5 wali kota di 23 kabupaten/kota. Untuk pemilihan gubernur, dua pasangan calon yang berlaga adalah Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi dan Muzakir Manaf-Fadhullah, dengan jumlah pemilih sementara mencapai lebih dari 3,76 juta jiwa.

Kesiapan logistik dan antisipasi cuaca menjadi kunci bagi KIP Aceh untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa hambatan.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Ancam Pecat ASN Tidak Netral, PUSDA Beri Dukungan Penuh

0
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh, Heri Safrijal S.P M.TP. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, mengeluarkan peringatan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dalam Pilkada mendatang. Safrizal mengancam akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan bagi ASN yang terbukti terlibat politik praktis, dengan tujuan menjaga integritas dan keadilan dalam proses pemilihan.

“Kami tidak akan ragu untuk memecat ASN yang terbukti tidak netral. ASN memiliki tanggung jawab utama sebagai pelayan publik, bukan sebagai tim sukses politik,” ungkap Safrizal di hadapan media.

Peringatan ini disampaikan menjelang masa kampanye, di tengah situasi politik yang mulai memanas di Aceh. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA). Heri Safrijal SP, Ketua PUSDA, menyampaikan apresiasi atas sikap tegas Safrizal. Menurutnya, kebijakan tersebut adalah langkah penting untuk memastikan Pilkada berjalan dengan transparan dan jujur.

“Ketegasan Safrizal sangat kami dukung. Ini adalah bentuk nyata untuk menjaga netralitas ASN dan memperkuat kepercayaan publik,” ujar Heri.

PUSDA juga mengingatkan tentang Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 yang melarang ASN terlibat politik praktis. Aturan ini juga berlaku untuk PPPK dan tenaga kontrak di Aceh. Heri menilai, keberpihakan ASN pada salah satu calon akan mencoreng pakta integritas ASN sebagai pelayan publik.

“Jika ada ASN yang mengorbankan netralitas demi kepentingan politik, itu sama saja mencederai amanat rakyat,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PUSDA mendorong masyarakat Aceh untuk turut mengawasi ASN yang mungkin terlibat dalam politik praktis. Heri mengajak warga melaporkan apabila menemukan ASN yang menjadi bagian dari tim sukses salah satu pasangan calon.

“Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan akan memperkuat integritas ASN,” tambahnya.

Heri memuji langkah Safrizal yang dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Ia berharap, sikap ini dapat diikuti oleh pemangku kebijakan lainnya di Aceh untuk menciptakan suasana Pilkada yang bersih dan kondusif.

“Langkah ini bukan hanya menjaga netralitas ASN, tapi juga harapan masyarakat akan Pilkada yang jujur dan adil,” tutupnya.

Dengan adanya dukungan ini, PUSDA berharap agar ASN di Aceh menjalankan tugas mereka dengan profesional, tanpa campur tangan politik, demi terciptanya Pilkada yang berintegritas.

Editor: Akil

Peneliti ADRC asal Jepang Sambangi Museum Tsunami Aceh

0
Peneliti ADRC asal Jepang Sambangi Museum Tsunami Aceh. (Foto: UPTD Museum Tsunami)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Setelah mengisi seminar internasional kebijakan lingkungan dan pengurangan risiko bencana di Jepang dan Indonesia di Kantor Bappeda Aceh, pemateri sekaligus peneliti yang berasal dari Pusat Pengurangan Risiko Bencana Asia – Asian Disaster Reduction Center (ADRC) Jepang Dr Mifune Yasumichi dan Dr Gerry Potutan sambangi Museum Tsunami Aceh, Rabu, 6 November 2024.

Kedatangan kedua peneliti tersebut dalam rangka bertukar informasi dan data yang terkait dengan pengurangan resiko bencana baik di Jepang maupun di Indonesia khususnya provinsi Aceh.

Mereka berdua disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ beserta jajarannya di ruang rapat setempat.

Syahputra memaparkan bahwa museum ini dibangun oleh Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dengan dana multidonor dibawah pengelolaan Kementerian ESDM melalui Badan Geologi dan beralih menjadi aset pemerintah Aceh pada tahun 2019 dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Sejak 2019 semua aset secara resmi menjadi aset daerah dan kita terus berupaya untuk menjaga dan merawat aset tersebut dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Pihak museum, lanjut Syahputra, beberapa tahun ini juga melakukan kajian dengan harapan ada penyintas yang dengan sukarela menyerahkan benda-benda peninggalan tsunami silam yang disimpan serta dikelola oleh museum tsunami.

“Namun, sebagian penyintas atau pengunjung enggan menyerahkan benda peninggalan tsunami dengan alasan benda tersebut benda yang sangat berharga bagi mereka”, katanya.

Dengan keterbatasan koleksi pihak museum mencoba menyampaikan pengetahuan kebencanaan kepada pengunjung secara digital, baik secara audio visual maupun animasi.

Gerry Potutan dari ADRC, menyampaikan bahwa museum Kobe nama resminya tidak ada nama museumnya namun sebuah institusi untuk pendidikan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana.

“Museum Kobe memiliki banyak sekali kekayaan koleksi serta metode-metode untuk menyampaikan pendidikan kebencanaan, efek khusus serta beberapa eksperimen yang menarik pengunjung dengan beberapa teknologi terbaru,” ujar Gerry.

Museum Kobe, sambungnya, selalu dikunjungi oleh pelajar maupun pengunjung asing dari berbagai negara dengan beragam tujuan.

“Semoga kita bisa terus berbagi informasi terkait dengan pendidikan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana,” harapnya.

Pj Gubernur Aceh Dorong Kolaborasi Tekan Angka Stunting di Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Dorong Kolaborasi Tekan Angka Stunting di Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, memberikan apresiasi atas kerja keras berbagai pihak yang telah berhasil menurunkan angka stunting di Aceh. Dalam kegiatan Review Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Permatahati, Banda Aceh, Rabu (6/11/2024), Safrizal mengungkapkan penurunan angka stunting di Aceh dari 31,2% pada 2022 menjadi 29,4% pada 2023 sebagai sebuah pencapaian penting.

Namun, Safrizal menegaskan bahwa upaya ini belum berakhir. “Pencapaian ini menunjukkan arah yang baik, tetapi kita harus terus bekerja keras untuk mencapai target nasional sebesar 14% dan target Aceh 19,8% pada 2024,” ujar Safrizal.

Ia berharap agar semua pihak, dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bekerja di bawah koordinasi yang kuat dan terarah.

Untuk mempercepat penurunan stunting di Aceh, pemerintah telah membentuk Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibatkan lebih dari 22.000 kader dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader Keluarga Berencana (KB).

Safrizal, yang juga pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi percepatan capaian target.

“Sinergi antar-sektor ini sangat penting agar kita dapat mengatasi stunting sekaligus menurunkan kemiskinan ekstrem di Aceh,” katanya.

Lebih lanjut, Safrizal berkomitmen untuk mendukung segala program yang dirancang para pihak terkait.

“Saya siap berkoordinasi. Singkirkan hambatan komunikasi, kita harus bersama-sama mengakselerasi penurunan stunting ini,” tegasnya.

Safrizal optimistis, dengan koordinasi yang kuat dan kebersamaan, Aceh dapat mencapai target yang diharapkan.

Editor: Akil

Warga Myanmar Tersangka Penyelundupan Rohingya ke Aceh Ditangkap bersama Dua Warga Lokal

0
Warga Myanmar Tersangka Penyelundupan Rohingya ke Aceh Ditangkap bersama Dua Warga Lokal. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aparat kepolisian di Kabupaten Aceh Timur berhasil menangkap seorang warga negara Myanmar berinisial MH (41) bersama dua warga lokal Aceh Timur yang diduga menjadi bagian dari sindikat penyelundupan pengungsi Rohingya. Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam membawa puluhan pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke perairan Aceh.

MH diduga berperan sebagai nakhoda kapal kayu yang membawa 96 pengungsi Rohingya hingga mendarat di pantai Krueng Tho, Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, pada Kamis (31/10/2024) lalu. Dua warga lokal lainnya, AY (64) dan IS (38), berperan sebagai pemilik kapal dan penjemput di laut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, menjelaskan bahwa MH bersama IS ditangkap saat melintas di jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Desa Keumuning, Peureulak, Aceh Timur.

“Penangkapan ini adalah hasil penyelidikan intensif atas mendaratnya pengungsi Rohingya di Aceh Timur,” ujar Adi pada Rabu (6/11/2024).

Pengungkapan Sindikat Internasional

Menurut Adi, penyelidikan mengungkap jaringan penyelundupan ini melibatkan agen-agen yang beroperasi lintas negara.

“Selain MH, terdapat dua warga negara asing lainnya, yaitu Molofi Abdul Rohim dan Muhammad Nyu, yang diduga terlibat dalam jaringan ini. Molofi tinggal di Malaysia, sementara Nyu teridentifikasi berada di luar negeri,” ungkapnya.

Seorang warga Indonesia bernama Herman disebut menjadi penghubung jaringan sindikat di Aceh dengan kelompok di luar negeri.

“Herman ini juga diduga terkait dengan pendaratan pengungsi Rohingya di Kabupaten Aceh Selatan beberapa waktu lalu,” tambah Adi.

Dakwaan dan Ancaman Hukuman

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 120 ayat (1) dan (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, serta pasal 2 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang membawa ancaman hukuman tiga hingga 15 tahun penjara.

“Kami terus mendalami kasus ini, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh jaringan penyelundupan Rohingya di Aceh,” kata Adi.

Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menekan aksi penyelundupan imigran di wilayah perairan Aceh.

Editor: Akil

Kemenag Aceh Gambarkan Kerukunan Beragama Lewat Film “Harmony of Aceh”

0
Kemenag Aceh Gambarkan Kerukunan Beragama Lewat Film "Harmony of Aceh". (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh meluncurkan film pendek bertajuk “Harmony of Aceh; Memaknai dan Menghormati” sebagai gambaran nyata kerukunan beragama di provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekkah tersebut. Film ini digelar di ruang teater Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI) di Banda Aceh pada Rabu (6/11).

Ahmad Yani, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, menyampaikan bahwa “Harmony of Aceh” menampilkan potret toleransi dan harmoni masyarakat Aceh yang selama ini jarang terekspos.

“Hari ini menjadi momen bersejarah bagi Kemenag Aceh, di mana kita mampu mempersembahkan film yang mengangkat kerukunan umat beragama sebagai wujud visual dari kehidupan sehari-hari di Aceh,” ujar Ahmad Yani.

Film ini diperankan oleh Nyak Intan, seorang perempuan Muslim, dan Monica Malau, seorang Katolik, yang menggambarkan persahabatan mereka di tengah perbedaan. Cerita berawal dari perkenalan di sebuah warung kopi yang kemudian berkembang hingga Intan mengajak Monica berkeliling Banda Aceh. Keduanya mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, ikon kebanggaan Aceh, dengan momen saat Intan membantu Monica mengenakan kerudung sebagai syarat memasuki area masjid.

Ahmad Yani berharap, film ini dapat mengubah persepsi masyarakat luar tentang Aceh.

“Aceh adalah daerah yang sejuk dan penuh toleransi, tidak seperti yang mungkin dibayangkan oleh orang luar yang belum memahami Aceh sebenarnya. Di sini, keberagaman dirayakan dalam suasana saling menghargai dan menghormati,” jelasnya.

Rilis Pada Hari Toleransi Internasional

Film “Harmony of Aceh” dijadwalkan akan ditayangkan untuk publik pada 16 November, bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional. Produser film, Ahsan Khairuna, mengatakan bahwa karya ini merupakan upaya untuk memperkuat moderasi beragama di Tanah Rencong.

“Film ini memotret kehidupan yang harmonis di Serambi Mekkah, sebagai bentuk ikhtiar kami dalam mendukung moderasi beragama,” ucap Ahsan.

Sutradara film, Subur Dani, menambahkan bahwa film ini dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Aceh.

“Banyak orang di luar sana belum mendapat informasi utuh mengenai harmonisasi kehidupan di Aceh. Lewat film ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Aceh adalah tempat yang terbuka dan ramah bagi siapa saja,” kata Subur.

Melalui “Harmony of Aceh,” Kemenag Aceh berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk terus merawat kerukunan dan menghormati keberagaman yang telah lama terjalin di provinsi ini.

Editor: Akil

Pria Ditemukan Tewas Terapung di Waduk Asoe Nanggroe Banda Aceh

0
Jenazah Sri Wanto (45) warga Gampong Punge Blang Cut saat dievakuasi. (Foto: Kiriman untuk Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki bernama Sri Wanto (45) warga Gampong Punge Blang Cut ditemukan istrinya dalam kondisi terapung di Waduk Asoe Nanggroe, Jalan Krueng Neng Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, pada Rabu (6/11/2024) sekitar pukul 19.10 WIB.

Kapolsek Ulee Lheu, AKP Aiyub membenarkan peristiwa penemuan mayat pemancing tersebut. Menurut keterangan, korban pertama kali ditemukan oleh Agustin Nurhastuti (istri korban) bersama dua anaknya.

Berdasarkan penjelasan keluarga korban, Sri Wanto sekitar pukul 14.00 WIB meninggalkan rumah untuk pergi memancing dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat BL 5650 JH seorang diri di waduk tersebut. Namun, sekitar pukul 18.30 WIB korban tidak kembali ke rumah. Merasa khawatir, istri dan dua anak korban berinisiatif melakukan pencarian ke Waduk Asoe Nanggroe.

Sesampainya di lokasi, pihak keluarga menemukan sepeda motor korban terparkir di pinggir jalan Krueng Neng Gampong Asoe Nanggroe. Saat mencari di sekitar tepi waduk, keluarga menemukan korban sudah terapung di dalam air yang berjarak 1 meter dari tepi waduk dengan posisi telungkup.

“Karena tidak sanggup mengangkat Korban, sehingga meminta bantu kepada warga sekitar. Lalu datang saksi Nazardi dan M Arif untuk membantu,” jelas AKP Aiyub dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Menurut keterangan saksi, saat mereka mengangkat korban, kondisinya sudah kaku dan dipastikan tidak bernyawa lagi. Korban kemudian langsung diantar ke rumahnya di Desa Punge Blang Cut menggunakan ambulans.

Pihak keluarga menyatakan korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi dan menolak untuk dilakukan tindakan medis, visum, serta autopsi. Pihak kepolisian juga telah mencatat pernyataan penolakan dari keluarga korban.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, agar berhati-hati pada saat memancing dan posisinya jangan terlalu dipinggir sungai atau laut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, selalu utamakan keselamatan,” pungkas AKP Aiyub.

Reporter: Rezi

Persiraja Banda Aceh Tahan Imbang Penang FC 1-1 dalam Laga Persahabatan

0
Kapten Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansah. (Foto: IG Persiraja)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh sukses menahan imbang tim asal Malaysia, Penang FC, dengan skor akhir 1-1 dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Rabu (6/11/2024) malam. Pertandingan berjalan intens dan menghibur, dengan kedua tim saling beradu taktik di hadapan para pendukung setia Persiraja.

Amatan Nukilan.id di lokasi, Persiraja tampil agresif sejak menit awal, menunjukkan inisiatif serangan yang langsung merepotkan lini belakang Penang FC. Serangkaian peluang berhasil diciptakan oleh Andik Vermansyah dan rekan-rekan, tetapi kokohnya pertahanan Penang membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Penang FC yang tampil lebih santai di awal pertandingan tampak mengandalkan strategi bertahan dan hanya melakukan serangan sporadis yang berhasil dipatahkan kiper Persiraja, Fayrushi. Namun, di pertengahan babak pertama, tim asal Liga Super Malaysia itu mulai meningkatkan intensitas permainan dan berbalik menyerang.

Gol pembuka terjadi pada menit ke-34, ketika pemain Penang FC, Wenzel Halls Dylan Christopher, berhasil mengonversi peluang menjadi gol setelah menerima umpan matang. Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum, meninggalkan Persiraja dalam posisi tertinggal.

Di babak kedua, Persiraja melakukan rotasi pemain demi meningkatkan daya serang. Taktik ini membuahkan hasil pada menit ke-56 ketika pemain asing, Eduardo Brandao, memanfaatkan bola rebound di depan gawang Penang FC untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Dukungan dari para suporter Persiraja yang memadati stadion membuat tim tuan rumah semakin bersemangat untuk meraih kemenangan. Berbagai upaya dilakukan hingga menit akhir, namun pertahanan Penang FC tetap kokoh. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Pertandingan ini sangat bagus, Persiraja tampil solid dan tidak mengecewakan meskipun berakhir imbang,” ujar Rahmat salah satu pendukung Persiraja kepada Nukilan.id, Rabu (6/11/2024).

Laga persahabatan ini menjadi pengalaman berharga bagi Persiraja untuk mengasah kekompakan dan kemampuan tim dalam menghadapi lawan kuat dari luar negeri. Meskipun belum berhasil meraih kemenangan, permainan impresif yang ditunjukkan menjadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah