Beranda blog Halaman 83

Gampong Lampuja Gelar RAT Perdana Koperasi Desa Merah Putih Syariah

0
Gampong Lampuja Gelar RAT Perdana Koperasi Desa Merah Putih Syariah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Koperasi Desa Merah Putih Syariah (KDMPS) Gampong Lampuja, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Aula Gampong Lampuja.

RAT perdana ini dihadiri Irwandi yang mewakili Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Besar, Samsul Bahri selaku Dewan Pengawas Syariah KDMPS Aceh Besar, Afrizal Babinsa Kecamatan Darussalam, pengurus, pengawas, serta seluruh anggota koperasi. Kegiatan tersebut menjadi forum pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja koperasi selama satu tahun.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Syariah Gampong Lampuja, Hadianur, dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang mencerminkan prinsip transparansi dan demokrasi ekonomi.

“Melalui RAT ini, kita bersama-sama mengevaluasi capaian, membahas kendala, serta merumuskan rencana kerja ke depan demi kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Keuchik Gampong Lampuja, Bahrul Walidin, turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus koperasi yang dinilai berhasil mendirikan koperasi dan menyatukan warga untuk terlibat aktif memajukan gampong melalui wadah koperasi. Ia mengakui proses tersebut tidak mudah, namun aparatur gampong telah didorong untuk ikut serta sebagai anggota koperasi.

Sementara itu, Irwandi selaku perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Besar menyambut baik pelaksanaan RAT KDMPS Gampong Lampuja. Ia mengapresiasi kinerja pengurus yang dinilai sangat baik, bahkan menyebut Gampong Lampuja sebagai salah satu gampong yang cepat mengimplementasikan aktivitas koperasi pasca mengikuti bimbingan teknis di Hotel Rasamala Indah Seutui.

Hal senada disampaikan Dewan Pengawas Syariah Koperasi Aceh Besar, Samsul Bahri. Ia menilai semangat warga Gampong Lampuja patut diapresiasi, terlebih karena gampong tersebut menjadi yang pertama di Kecamatan Darussalam yang melaksanakan RAT. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari peserta rapat.

Sesi tanya jawab dipimpin oleh Masrizal selaku anggota pengawas KDMPS Lampuja. Ia menyebutkan bahwa RAT menerima banyak masukan dan umpan balik dari anggota koperasi serta mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Pengawas Syariah Aceh Besar dan Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Besar.

Agenda utama RAT meliputi penyampaian dan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus Tahun Buku 2025, laporan pengawas, serta pembahasan dan pengesahan rencana kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Tahun 2026. Hasil rapat menyepakati laporan pertanggungjawaban pengurus untuk diterima dan disahkan, serta pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi.

RAT ini juga menegaskan komitmen Koperasi Desa Merah Putih Syariah Gampong Lampuja untuk terus mengembangkan unit usaha, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta memperkuat permodalan koperasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi gampong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Gampong Lampuja, aparatur gampong, Imum Meunasah Tgk Rani, Ketua Tuha Peut Abihilmi, serta perangkat Tuha Peut lainnya. Kegiatan RAT ditutup dengan sesi foto bersama.

Purna Paskibraka dan Forum Honorer Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya

0
Purna Paskibraka dan Forum Honorer Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Purna Paskibraka Indonesia bekerja sama dengan Forum Diskusi Tenaga Honorer Kabupaten Aceh Selatan menyerahkan bantuan sembako bagi korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut dijadwalkan akan diberangkatkan pada Selasa, 10 Februari 2026. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pascabanjir.

Adapun jenis bantuan yang diberikan antara lain pangan pokok berupa 100 karung beras SPHP ukuran 5 kilogram dan satu karung beras lokal Tangse seberat 15 kilogram, dengan total 515 kilogram beras. Selain itu, disalurkan pula perlengkapan mandi dan kebersihan berupa pasta gigi, sikat gigi, serta sabun mandi, makanan tambahan berupa 15 kardus biskuit, serta perlengkapan pakaian berupa kain sarung dan pakaian layak pakai sebanyak 10 kardus.

Bantuan diterima oleh Tarmizi, SE, Kasubag Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Selatan. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian kedua organisasi tersebut.

“Kami sangat menghargai kepedulian kedua organisasi ini. Bantuan tidak hanya meringankan beban masyarakat Pidie Jaya, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama membantu saudara yang kesulitan. Kami mengapresiasi atas inisiatif dan kerja keras Saudara dari Purna Tugas Paskibra dan Forum Honorer Aceh Selatan (Asel) sebagai organisasi penggagas kegiatan ini, semoga menjadi amal ibadah yang dicatat di surat amal kita semua. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomitmen menyampaikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Azwar, Ketua Pengurus Purna Paskibraka Indonesia sekaligus Ketua Forum Diskusi Tenaga Honorer Kabupaten Aceh Selatan kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata nilai gotong royong.

“Kegiatan kemanusiaan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban banjir yang membutuhkan. Banyak saudara kita yang kehilangan rumah, barang milik, dan sumber mata pencaharian akibat banjir,” kata Azwar.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah daerah agar distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami menyampaikan bantuan melalui pemerintah daerah karena yakin mekanisme terstruktur akan membuat bantuan sampai tepat sasaran dengan efisien. Kebetulan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga akan mengantarkan bantuan ke Pidie Jaya, sehingga kami bisa hemat biaya operasional untuk kegiatan kemanusiaan selanjutnya,” tambahnya.

Menurut Azwar, bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh anggota kedua organisasi yang berkontribusi melalui donasi barang dan tenaga, termasuk dalam proses penyortiran dan pemaketan pakaian layak pakai.

“Kita berasal dari tanah air yang sama, dan ketika saudara kesusahan, menjadi kewajiban kita memberikan dukungan. Semoga bantuan ini menjadi cahaya harapan bagi masyarakat Pidie Jaya,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan persaudaraan. (XRQ)

Dinkes Aceh Tamiang Intensifkan Fogging Pascabanjir di Permukiman Warga

0
Tim kolaborasi Dinkes Aceh Tamiang memburu larva dan jentik nyamuk dengan melakukan pengasapan (fogging) di kawasan bantaran sungai Desa Kota Lintang, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/2/2026). (Foto: ANTARA/Dede Harison)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang kembali menurunkan tim fogging ke sejumlah pemukiman penduduk sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria, menyusul meningkatnya populasi nyamuk pascabencana banjir.

Kegiatan pengasapan tersebut dilakukan secara generalisasi di wilayah terdampak banjir yang tersebar di 12 kecamatan. Salah satu lokasi fogging berada di kawasan bantaran sungai Desa Kota Lintang, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/2/2026).

Kepala Dinkes Aceh Tamiang, Mustaqim, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap potensi meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan pascabanjir.

“Sehubungan dengan peningkatan populasi nyamuk pascabencana banjir di 12 kecamatan, maka kami dari Dinas Kesehatan melakukan proses fogging secara generalisasi,” kata Mustaqim saat ditemui di Aceh Tamiang, Sabtu.

Mustaqim menjelaskan, pelaksanaan fogging kali ini dilakukan melalui kolaborasi lintas daerah dan instansi, yakni bersama Dinas Kesehatan Kota Binjai, Sumatera Utara, Balai Karantina Kesehatan Lhokseumawe, serta Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Hingga saat ini, fogging telah dilakukan di sembilan kecamatan.

Adapun sembilan kecamatan tersebut meliputi Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, Tamiang Hulu, Tenggulun (Simpang Kiri), Kejuruan Muda, Bandar Pusaka, Manyak Payed, dan Sekerak.

“Sementara untuk tiga kecamatan lagi yang berada di wilayah pesisir yakni Kecamatan Seruway, Bendahara dan Banda Mulia bakal menyusul secara simultan,” ujarnya.

Selain pengasapan, Dinkes Aceh Tamiang juga melakukan upaya pencegahan lain melalui pemberian abate pada gorong-gorong, selokan, bak penampungan air, serta lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan, khususnya di wilayah yang memiliki risiko endemi DBD dan malaria. Meski hingga kini belum ditemukan kasus positif DBD, Dinkes Aceh Tamiang mencatat terdapat 14 kasus suspek, dengan sembilan di antaranya telah dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

“Nanti di Puskesmas kami akan melakukan proses pemberian abate sehingga pihak surveillance program DBD melakukan memberikan abate pada seluruh sumur atau tempat air yang tergenang di wilayah kerja masing-masing Puskesmas,” katanya.

Mustaqim menegaskan bahwa peningkatan populasi nyamuk berpotensi terus terjadi. Oleh karena itu, selain fogging dan pemberian abate, peran aktif masyarakat melalui gotong royong menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah paling efektif.

Menurutnya, setelah tenda pengungsian tidak lagi digunakan, masyarakat dapat lebih optimal melakukan kerja bakti untuk mencegah munculnya jentik nyamuk di genangan air maupun tumpukan sampah.

Selain pengasapan, masyarakat juga diimbau menerapkan gerakan 3M, yakni mengubur barang bekas, menguras bak air secara rutin, serta menutup tempat penampungan air guna mencegah nyamuk bertelur.

“Kalau misalnya lingkungan dan airnya bersih, Insya Allah tidak ada larva nyamuk yang hinggap di dalam genangan air tersebut,” demikian Mustaqim.

Sekolah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut Kembali Aktif

0
Personel TNI memperbaiki bagian sekolah yang rusak akibat banjir bandang di SDN 1 Tualang Cut di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat 6 Februari 2026 (Foto: Tim Media Presiden)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sejumlah sekolah yang sempat terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mulai kembali beroperasi. Salah satunya adalah SDN 1 Tualang Cut yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Pada Jumat, 6 Februari 2026, aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung di sekolah tersebut. Para siswa tampak hadir ke sekolah setelah proses pembersihan dan pemulihan gedung pascabanjir selesai dilakukan.

“Tampak siswa-siswi SD berseragam Pramuka berkumpul di depan gedung sekolah. Berkat bantuan para personel TNI, gedung SDN 1 Tualang Cut sekarang sudah bersih dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir,” demikian keterangan Tim Media Presiden, Sabtu, 7 Februari 2026.

Pemulihan kondisi sekolah terlihat jelas dari perubahan warna cat bangunan yang kini tampak hijau muda. Bekas lumpur di dinding sekolah juga tidak lagi terlihat. Meski begitu, di beberapa titik, personel TNI masih melakukan pembenahan lanjutan di lingkungan sekolah.

Di area lapangan, prajurit TNI terlihat menyusun kembali konblok yang terdampak banjir. Sementara itu, sejumlah personel lainnya melakukan perbaikan pada bagian atap dan langit-langit gedung sekolah. Daun pintu serta kusen jendela turut dibersihkan dan dicat ulang.

Selain SDN 1 Tualang Cut, upaya pemulihan juga dilakukan di sekolah lain di wilayah Aceh Tamiang. Salah satunya SDN Gelanggang Merak di Kecamatan Manyak Payed yang sebelumnya mengalami kerusakan pada atap seng hingga nyaris roboh dan harus dibongkar untuk diperbaiki.

Pembersihan lumpur kering juga dilakukan di SDN 1 Kuala Simpang dan SDN Benua Raja. Langkah serupa dilakukan di beberapa sekolah di Kabupaten Bireuen, antara lain SDN 26 Desa Kapa di Kecamatan Peusangan, SDN 8 Siblah Krueng di Kecamatan Siblah Krueng, serta SDN 6 Gandapura di Kecamatan Gandapura.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, pemulihan fasilitas pendidikan dilakukan di SDN 100704 Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain itu, perbaikan juga menyasar SDN 173149 Parsingkaman di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, serta SMP Negeri 030 Purba Beringin di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Karhutla 58,7 Hektare di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan Sepenuhnya

0
Petugas BPBD bersama prajurit TNI memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. (Foto: BPBD Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 58,7 hektare yang terjadi di tujuh kecamatan telah berhasil dipadamkan seluruhnya.

“Wilayah yang terdampak karhutla di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat telah padam 100%,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah di Meulaboh, dikutip dari Antara, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang terdampak karhutla antara lain di Kecamatan Johan Pahlawan, meliputi Desa Suak Raya seluas 10,5 hektare, Desa Lapang (Ujong Beurasok) 9,5 hektare, dan Desa Suak Nie 10 hektare.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla seluas 0,5 hektare. Di Kecamatan Meureubo, lahan terbakar meliputi Desa Alue Peunyareng 1 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat I 0,5 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat II 0,5 hektare, serta Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 hektare.

Kebakaran lahan juga tercatat di Desa Peulante, Kecamatan Bubon seluas 6,2 hektare, Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat seluas 4 hektare, serta Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI seluas 11,5 hektare.

Teuku Ronald menambahkan, kebakaran di Desa Cot Rubek, Kecamatan Woyla Barat, pada dua lokasi dengan total luas 2,5 hektare juga telah dipadamkan sepenuhnya.

“Semua upaya pemadaman di seluruh lokasi telah selesai dipadamkan,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Aceh Barat melalui tim Pusdalops Penanggulangan Bencana masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Menurut Teuku Ronald, proses pemadaman sebelumnya sempat terkendala oleh kencangnya angin dan minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Upaya pemadaman karhutla ini melibatkan tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni Sibolangit Balai Dalkarhut Sumatera, Kodim 0105 Aceh Barat, Yonif 116 Garda Samudra, Polres Aceh Barat, KPH Wilayah IV Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh, serta masyarakat setempat.

Pemulihan Pascabencana di Aceh Dipercepat, Ribuan Huntara Rampung Dibangun

0
Pemulihan Pascabencana di Aceh Dipercepat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh. Hingga awal Februari 2026, pembangunan 4.401 unit hunian sementara (huntara) telah rampung di berbagai kabupaten/kota terdampak.

Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, menyebutkan huntara tersebut tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 1.015 unit, disusul Kabupaten Aceh Tamiang 1.000 unit, Gayo Lues 530 unit, Aceh Timur 529 unit, dan Bener Meriah 455 unit.

Selain itu, pembangunan huntara juga dilakukan di Pidie Jaya 410 unit, Aceh Tengah 300 unit, Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kota Langsa 30 unit, serta Kabupaten Pidie 12 unit.

“Pembangunan huntara telah rampung 4.401 unit atau setara dengan 26 % dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibagun sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat” ujar Safrizal.

Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini menambahkan, percepatan pembangunan huntara berdampak langsung pada penurunan jumlah pengungsi yang masih menempati tenda-tenda darurat.

“Dampak dari semakin banyak Huntara selesai yakni jumlah pengungsi berkurang.
Menurut laporan Posko Transisi, jumlah pengungsi di Aceh terus menurun signifikan dan saat ini masih terdapat 74.120 atau 19.019 kepala keluarga yang masih tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota”. imbuh Safrizal, Kamis (5/2/2026) di Banda Aceh.

Dari sisi pemulihan ekonomi, Safrizal menyebut roda perekonomian masyarakat mulai bergerak. Tercatat 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali aktif, sementara 641 rumah ibadah juga telah kembali difungsikan, menandai pulihnya aktivitas sosial dan keagamaan warga.

“Di sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR dari 235 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan setelah sebelumnya terkena dampak yang parah” katanya.

Di sektor kesehatan, Safrizal memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak tetap berfungsi. Sebanyak 146 fasilitas kesehatan dilaporkan terdampak bencana namun masih operasional. Dua puskesmas memberikan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Sementara di sektor pendidikan, tercatat 1.204 fasilitas pendidikan terdampak, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. Pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi. Hingga kini, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.

“Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak, Semoga semua dimudahkan, InsyaAllah jelang ramadhan ini progressnya terus signifikan”, pungkas Safrizal.

98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir di Aceh Kembali Difungsikan

0
Tumpukan gelondongan kayu pasca bajir di Aceh Tamiang. (Foto: CNN INDONESIA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Agama mencatat sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh telah kembali digunakan oleh masyarakat. Sementara itu, 12 rumah ibadah lainnya belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat atau hilang terbawa arus.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari kepada Nukilan.id mengatakan sebagian besar rumah ibadah tersebut saat ini masih beroperasi dalam kondisi darurat.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan musala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Azhari, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurut Azhari, operasional darurat itu dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Adapun rumah ibadah yang belum dapat digunakan antara lain Musala Baitul Banian Serbajadi di Kabupaten Aceh Timur dan Masjid At Taqarrub Riseh Teungoh di Kabupaten Aceh Utara yang hanyut akibat banjir.

Selain itu, sejumlah masjid dan musala di Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Gayo Lues juga masih belum bisa difungsikan karena terdampak banjir dan longsor. Azhari menyebutkan, rumah ibadah yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan—selain yang hilang—akan memperoleh bantuan renovasi dari Kementerian Agama yang saat ini masih dalam proses.

“Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar salat, serta kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Azhari.

Ia berharap pemulihan rumah ibadah dapat segera diselesaikan agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman.

“Harapan kami, masjid/musala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadan,” kata Azhari.

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada akhir November 2025 dan melanda 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Aceh sendiri, tercatat 18 kabupaten/kota terdampak bencana tersebut.

Hingga Sabtu, 7 Februari 2026, atau lebih dari dua bulan setelah kejadian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 562 orang meninggal dunia dan 29 orang masih dinyatakan hilang di Aceh. Selain itu, lebih dari 74 ribu warga masih mengungsi.

BNPB juga melaporkan bencana ini menyebabkan kerusakan 255.051 unit rumah, 641 rumah ibadah, 2.805 fasilitas pendidikan, serta 141 fasilitas kesehatan. Tidak hanya itu, sebanyak 649 jembatan dan 1.648 ruas jalan di Aceh turut terdampak akibat banjir bandang dan longsor. (xrq)

Dua Bulan Pascabanjir, Listrik di 16 Desa Aceh Masih Padam karena Akses Terputus

0
Ilustrasi Listrik Padam. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Hingga Sabtu (7/2/2026), pasokan listrik di 16 desa di Provinsi Aceh belum pulih meski bencana banjir telah berlalu sekitar dua bulan lalu. Hambatan utama pemulihan listrik disebabkan oleh akses jalan yang sulit, termasuk jembatan putus dan jalan ambles di wilayah terdampak.

Selama listrik belum menyala, warga di desa-desa tersebut terpaksa mengandalkan generator listrik dan lampu tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari.

Dilansir Nukilan.id dari data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Provinsi Aceh, 16 desa terdampak tersebar di enam kabupaten. Di Kabupaten Aceh Tengah, desa yang belum teraliri listrik meliputi Desa Atu Payung, Bintang Pepara, Delung Sekinel, Jamat, Karang Ampar, Kekuyang, Kute Reje, Umang, dan Reje Payung.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara masih terdapat Desa Lesten dan Desa Lubok Pusaka yang belum mendapatkan suplai listrik. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sah Raja, Kabupaten Aceh Timur; Desa Salah Sirong Jaya, Kabupaten Bireuen; Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang; serta Desa Sikundo di Kabupaten Aceh Barat.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa medan yang berat menjadi kendala utama tim teknis dalam melakukan perbaikan jaringan listrik. Jalan yang ambles dan jembatan yang terputus menyulitkan proses pengangkutan tiang, kabel, serta material pendukung lainnya ke lokasi terdampak.

“Medannya memang sangat berat, kami berusaha memulihkan seluruh desa secepatnya. Tim terus berjuang di lapangan,” ujar Lukman Hakim.

Sementara itu, Kepala Desa Leubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, Janni, berharap pemulihan listrik dapat segera direalisasikan. Ia menyebut, selama dua bulan terakhir warga pengungsi banjir hanya mengandalkan mesin generator dan lampu tenaga surya.

“Masalah kami cuman listrik saja yang belum menyala. Kami harap bisa dipercepat,” katanya.

Menurut Janni, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar guna menyalakan generator listrik pada malam hari. Kondisi tersebut semakin memberatkan, mengingat sumber penghasilan warga saat ini terbatas.

“Untuk ke kebun kan belum bisa, hancur dan penuh lumpur semuanya. Beli bahan bakar untuk menyalakan mesin generator malam hari itu berat juga bagi warga,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Bawaslu Aceh Selatan Sambangi Sekolah, Bekali Pemilih Pemula dan Dorong Pengawasan Partisipatif

0
Bawaslu Aceh Selatan Sambangi Sekolah, Bekali Pemilih Pemula dan Dorong Pengawasan Partisipatif. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan program Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Pasie Raja, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada edukasi pemilih pemula serta penanaman nilai-nilai demokrasi kepada pelajar sejak dini.

Sosialisasi tersebut digelar bertepatan dengan upacara bendera di sekolah setempat. Ketua Bawaslu Aceh Selatan, Deri Friadi, bertindak sebagai pembina upacara yang diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini juga dihadiri Anggota Bawaslu Aceh Selatan Masrafit dan Basar Mulyadi, bersama jajaran staf Sekretariat Bawaslu Aceh Selatan.

Dalam amanatnya, Deri Friadi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif serta pemahaman terhadap tugas dan fungsi Bawaslu. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti pada proses pemilihan semata, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat untuk menjaga keadilan, keterbukaan, dan integritas pemilu.

“Demokrasi hanya dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat memahami dan mau terlibat. Pelajar hari ini merupakan pemilih pemula di masa mendatang, sehingga pemahaman demokrasi dan pengawasan pemilu harus mulai dibangun sejak sekarang,” ujar Deri.

Selain itu, Deri juga memaparkan peran strategis Bawaslu dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari pengawasan, pencegahan pelanggaran, edukasi kepada publik, hingga penindakan atas dugaan pelanggaran pemilu.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School ini, Bawaslu Aceh Selatan berharap dapat meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi generasi muda dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas, sekaligus memperkuat budaya pengawasan partisipatif di lingkungan pelajar.

Pemko Banda Aceh Matangkan Persiapan Peringatan HUT ke-821

0
Pemko Banda Aceh Matangkan Persiapan Peringatan HUT ke-821. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh di ruang rapat Sekretariat Daerah (Sekda), Jumat (6/2/2025).

Rapat tersebut dihadiri Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Faisal, Asisten Administrasi Umum Nurdin, para kepala bagian (Kabag), serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

HUT Kota Banda Aceh yang diperingati setiap 22 April ini akan diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak bulan Ramadhan. Pemko Banda Aceh menyiapkan sejumlah program sosial, keagamaan, budaya, hingga ekonomi kreatif untuk menyemarakkan peringatan tersebut.

Dalam rapat itu, Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin meminta dukungan penuh seluruh OPD agar pelaksanaan HUT ke-821 berjalan optimal.

“Mohon dukungan seluruh OPD, agar kita semua terlibat, ini merupakan lintas kolaborasi, mari bersama kita sukseskan kegiatan HUT ini,” ucap Jalal.

Ia menyampaikan, dengan kerja sama yang solid antar OPD, Pemko Banda Aceh optimistis seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh dapat terlaksana dengan sukses dan meriah.

Adapun kegiatan yang direncanakan antara lain pasar murah, pembagian daging meugang bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan mualaf, lomba sayembara logo HUT, Gampong Ramadhan, sunat massal, peluncuran aplikasi ASN Mengaji, Safari Ramadhan, Ramadhan Fair, Touring Community Collaboration, pameran UMKM, jalan santai, lomba olahraga tradisional dan modern, festival kuliner, pameran foto, hingga lomba karya jurnalistik.

Pemko Banda Aceh juga berencana menggelar rapat lanjutan untuk membahas secara lebih rinci teknis pelaksanaan serta kesiapan masing-masing kegiatan dalam rangka HUT ke-821 Kota Banda Aceh.