Beranda blog Halaman 83

Semburan Gas dan Lumpur di Blang Rubek Padam, PGE Periksa Kandungan Gas

0
Semburan Gas dan Lumpur di Blang Rubek Padam. (FOTO: PGE)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Semburan gas, lumpur, dan api dari lokasi pengeboran sumur bor di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dilaporkan telah padam pada Jumat (22/5/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua unit rumah warga yang berada di sekitar lokasi mengalami dampak ringan.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu mengundang perhatian masyarakat setelah semburan api menjulang tinggi disertai suara dentuman keras dari lokasi pengeboran.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kasi Humas AKP Bambang Sutrisno mengatakan, berdasarkan keterangan Geuchik Gampong Blang Rubek, pengeboran dilakukan untuk pembangunan sumur bor yang bertujuan memenuhi kebutuhan irigasi sawah masyarakat yang kerap mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Pengeboran menggunakan dana gampong dan telah berlangsung selama enam hari, sejak 16 hingga 21 Mei 2026.

Saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 90 meter pada Kamis (21/5/2026) pukul 13.30 WIB, pekerja mendapati pasir berlumpur keluar dari dalam sumur sehingga pipa pengeboran kemudian ditarik.

“Pada Kamis(21/5/2026) sekira pukul 13.30, pengeboran telah mencapai lebih kurang 90 meter. Pada saat itu, dari dalam sumur keluar pasir berlumpur. Karena itu pekerja menarik pipa dari sumur,” kata AKP Bambang Sutrisno.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi semburan gas yang disertai lumpur dan kobaran api.

“Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat,” terangnya.

Mendapat informasi tersebut, Polres Aceh Utara segera berkoordinasi dengan PT Pema Global Energi (PGE). Tim pemadam dari PGE dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara langsung menuju lokasi, namun saat tiba kobaran api telah padam.

“Melihat kondisi ini, pihak Kepolisian melakukan pemasangan garis pembatas atau Police Line dan pengamanan pada TKP kejadian tersebut serta memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.

Polisi kemudian memasang garis pembatas di sekitar lokasi dan melakukan pengamanan untuk mencegah warga mendekati area yang berpotensi berbahaya. Selain itu, aparat terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian.

“Sampai saat ini kobaran api sudah padam, dan dari instansi terkait juga melakukan sterilisasi area dan pemeriksaan kandungan gas oleh pihak PT. Pema Global Energi (PGE), serta pihak Kepolisian juga melakukan verifikasi terhadap beberapa warga yang melakukan pengungsian mandiri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian Kapoolres Aceh Utara.

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Gayo Lues, Pusat Gempa Berada di Darat

0
Ilustrasi gempa. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | BLANGKEJEREN — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Jumat (22/5/2026) pukul 13.28 WIB. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, berdasarkan hasil analisis awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyebutkan episenter gempa berada di koordinat 4,19 Lintang Utara dan 97,55 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues.

“Gempa (UPDATE) Mag:4.4, 22-Mei-26 13:28:00 WIB, Lok:4.19 LU, 97.55 BT (Pusat gempa berada di darat 31 km Timur Laut Kabupaten Gayolues), Kedlmn:10 Km.” tulis BMKG di akun X-nya, dikutip Nukilan, Jumat (22/5/2026)

Berdasarkan laporan tingkat guncangan, gempa dirasakan pada skala III MMI di wilayah Gayo Lues dan Sentang Blangkejeren. Pada intensitas tersebut, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG menegaskan data yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring pembaruan hasil analisis.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Ini Rute Lengkap Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H di Banda Aceh

0
MALAM TAKBIRAN
Kemeriahan malam menyambut hari raya Idul Fitri 1447 di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh berkolaborasi dengan pengelola Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) akan menggelar Pawai Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (26/5/2026) malam di Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman itu akan diikuti puluhan grup peserta dengan masing-masing grup terdiri dari 40 hingga 50 orang. Pawai takbiran tersebut akan menempuh rute sepanjang empat kilometer melintasi sejumlah ruas jalan utama di ibu kota Provinsi Aceh.

Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, Aprilizar, mengatakan peserta diwajibkan berkumpul mulai pukul 17.00 WIB. Sementara pelaksanaan pawai dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

“Rute pawai dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman Aceh menuju Simpang Kodim, Simpang Peuniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, Simpang Lima, kembali ke Simpang Kodim dan finish di Masjid Raya Baiturrahman Aceh,” kata Aprilizar saat dikonfirmasi Nukilan, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, panitia juga akan menggelar technical meeting bersama seluruh peserta pada 23 Mei 2026 pukul 14.00 WIB di Aula Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

Selain memeriahkan malam takbiran Idul Adha, panitia turut menyediakan uang pembinaan sebesar Rp1 juta bagi setiap grup peserta yang mengikuti pawai.

Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp33 juta untuk para pemenang. 

Rinciannya, Juara I memperoleh Rp10 juta, Juara II Rp8 juta, Juara III Rp6 juta, Harapan I Rp4 juta, Harapan II Rp3 juta, dan kategori Favorit Rp2 juta.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 15 Mei 2026 dan akan ditutup setelah kuota 20 grup terpenuhi. Panitia menyebutkan akan kembali mengumumkan kepada masyarakat apabila terdapat penambahan kuota peserta.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui nomor 0813-6036-3722.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Rezi

MPU Aceh Nilai Pendekatan Ulama dan Adat Efektif Tingkatkan Vaksinasi

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali, dalam media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali, menilai keterlibatan ulama dan tokoh adat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi di Aceh. Menurutnya, peningkatan capaian vaksinasi terjadi melalui kolaborasi antara dinas kesehatan dengan tokoh agama serta tokoh adat di daerah.

Amatan Nukilan.id, Faisal mengatakan pendekatan kesehatan kepada masyarakat tidak cukup hanya melalui penyampaian aturan maupun ketentuan hukum semata. Pendekatan tersebut, kata dia, juga harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat yang bersifat lokal dan dekat dengan keseharian warga.

“Karena bukan sekedar menyampaikan hukum tapi juga menyentuh Hal-hal kepentingan-kepentingan yang sifatnya lokal-lokal kita jadi bisa saja misalnya melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifatnya adat,” ujarnya dalam media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan berbasis adat dan kemasyarakatan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan anak-anak di Aceh.

Faisal juga menyebut MPU Aceh selama ini telah mendukung berbagai program kesehatan melalui penyampaian status hukum dan sosialisasi fatwa dalam sejumlah kegiatan pengajian. Selain itu, pesan-pesan kesehatan juga disampaikan melalui khutbah dan berbagai forum kegiatan MPU di tengah masyarakat.

“Sudah kita sampaikan sekedar apa yang mampu untuk kami lakukan dan juga kita sosialisasikan fatwa itu di berbagai forum kegiatan-kegiatan MPU. Dan juga melalui pesan-pesan dalam bentuk khutbah,” kata Faisal.

Ia turut mengingatkan bahwa pada masa awal pandemi COVID-19, masyarakat Aceh sempat menunjukkan penolakan yang cukup tinggi terhadap vaksinasi. Namun, melalui pendekatan kearifan lokal dengan melibatkan ulama, capaian vaksinasi COVID-19 di Aceh perlahan mengalami peningkatan.

“Pada awal-awal COVID masyarakat Aceh itu susah sekali untuk kita lakukan vaksin, tapi alhamdulillah kerjasama kita melakukan pendekatan kearifan kita. Lokal kita dengan mengedepankan para ulama-ulama kita, akhirnya persentase vaksin COVID itu terus meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ferdiyus, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mempercepat penurunan angka zero dose imunisasi di Aceh. Ia mengatakan dukungan MPU Aceh turut memperkuat pendekatan keagamaan dalam meningkatkan penerimaan imunisasi di masyarakat.

Ferdiyus menyebut seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan yang membantu proses sosialisasi imunisasi kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama lintas sektor diharapkan mampu menekan angka zero dose secara bertahap di seluruh wilayah Aceh.

“Semua yang berbasis tentang keagamaan kita selalu di kabupaten, kota, sehingga mudah-mudahan secara masif kita bekerjasama. Untuk bagaimana cara pencapaian imunisasi supaya zero dosenya tidak terlalu tinggi lagi di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh menargetkan capaian imunisasi tahunan minimal mencapai 95 persen melalui dukungan tenaga kesehatan di puskesmas. Saat ini, kata Ferdiyus, Aceh memiliki sekitar 37 ribu tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas di seluruh provinsi. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hingga 10 Hari

0
sampah
Ilustrasi Sampah. (Foto: citraharum)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Warga Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, mengeluhkan lambannya pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sampah rumah tangga disebut-sebut tidak diangkut hingga lebih dari 10 hari.

Keluhan itu disampaikan warga di kawasan Komplek Pos Ceurih pada Jumat (22/5/2026) pagi. Mereka mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir dan semakin meresahkan karena tumpukan sampah mulai meluber dari tempat penampungan warga.

“Hari ini sudah 11 hari sampahnya tidak diangkut,” ujar salah seorang warga kepada Nukilan.

Menurut warga, selama ini tidak ada kendala dalam pembayaran retribusi sampah yang rutin dibayarkan setiap bulan. Karena itu, masyarakat berharap pelayanan pengangkutan sampah juga dapat berjalan normal sebagaimana mestinya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah keranjang sampah warga terlihat penuh dan sebagian sampah mulai menumpuk di sekitar rumah.

Warga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera turun tangan untuk membenahi pelayanan kebersihan, khususnya terkait kinerja petugas pengangkut sampah di wilayah tersebut.

“Untuk persoalan sampah ini, kami minta perhatian Pemko Banda Aceh agar segera membenahi petugasnya,” kata warga lainnya. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Rezi

Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Setelah 26 tahun perjalanan, grup musik legendaris Aceh, Nyawöung akhirnya mendapat penghormatan melalui perhelatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung). 

Acara yang digagas oleh Komunitas Endatu Kreatif ini akan berlangsung pada 24–25 Mei 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh.

Produser Nyawöung, Jauhari Samalanga, menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan ini. Ia menegaskan bahwa sejak awal, tujuan mereka bukan mencari pengakuan, melainkan menghadirkan musik yang dianggap sebagai milik Aceh.

“Sungguh kami harus akui tidak terbersit sedikitpun keinginan pengakuan dari kerja-kerja itu, selain memotivasi generasi Aceh berikutnya yang lahir dari kekuatiran, terhambat ya kreativitas seni karena Aceh dilanda konflik,” kata Jauhari Samalanga.

Menurut Jauhari, apresiasi dari Endatu Kreatif adalah bentuk kesetaraan dalam berpikir, yakni menjaga sejarah sekaligus mendorong kreativitas untuk masa depan Aceh.

Album Nyawöung dikenal dengan perpaduan instrumen tradisi Aceh seperti Rapa’i, Gendeurang Aceh, dan Serune Kalee dengan dominasi alat musik modern. 

Jauhari menekankan bahwa meski tidak sepenuhnya tradisi, ruh Aceh tetap hadir kuat dalam garapan musik mereka.

“Perpaduan antara musik modern dan tradisi dalam album ini diharapkan mampu melahirkan satu warna baru yang tetap menyentuh jiwa Aceh,” kata Jauhari Samalanga.

Momentum Sejarah

Tribute ini menjadi momen penting setelah 26 tahun perjalanan Nyawöung. Bagi Jauhari, penghormatan ini bukan hanya nostalgia, melainkan pengingat bahwa karya musik Aceh masa lalu dapat dikonversi menjadi energi kreatif untuk masa depan.

“Kami sangat mengapresiasi Endatu Kreatif yang sudah memberi ruang ‘suara’ pada karya masa lalu di bidang musik, yang dianggap karya inovatif. Terima kasih kawan-kawan atas kepedulian ini,” katanya.

Dengan tajuk Tribute to Nyawöung, acara ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan sebuah penghormatan sejarah yang menegaskan bahwa karya Aceh tetap relevan dan berdaya hidup, bahkan setelah lebih dari dua dekade.

Untuk diketahui, Nyawöung pertama kali lahir pada tahun 2000, di tengah suasana Aceh yang masih diliputi konflik. Kehadiran mereka menjadi simbol keberanian sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda Aceh yang ingin berkarya. 

Dengan semangat itu, Nyawöung menghadirkan musik yang memadukan tradisi dan modernitas, sehingga melahirkan warna baru dalam perjalanan musik Aceh.

Kaesang Tunjuk T Rival Amiruddin Pimpin PSI Aceh

0
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep resmi menunjuk T Rival Amiruddin sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Aceh. Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat pimpinan pengurus DPP PSI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: IST)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Umum Kaesang Pangarep resmi menunjuk T Rival Amiruddin sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Aceh. Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat pimpinan pengurus DPP PSI di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Kaesang di Kantor Pusat PSI, Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kaesang menyebut penunjukan T Rival Amiruddin didasarkan pada sejumlah pertimbangan penting. Menurutnya, Aceh memiliki kekhususan Syariat Islam dan kultur masyarakat yang kuat sehingga PSI membutuhkan figur putra daerah yang memahami budaya lokal serta dekat dengan ulama dan lingkungan pendidikan agama.

“Aceh memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain. Kami membutuhkan sosok anak Aceh yang dekat dengan kiyai, dekat dengan pusat pendidikan agama, sehingga kehadiran PSI nantinya dapat menyatu dengan kearifan lokal masyarakat Aceh,” kata Kaesang.

Selain itu, T Rival Amiruddin dinilai sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat akar rumput dan memahami langsung kehidupan rakyat kecil.

“Kita bukan mencari seseorang yang hanya faham terhadap persoalan rakyat, namun sosok yang benar-benar hidup bersama rakyat sehingga dia tahu aroma keringat rakyat. Dengan begitu, keputusan yang diambil nantinya benar-benar berpihak kepada rakyat Aceh,” ujar Kaesang.

Kaesang juga menilai T Rival Amiruddin memiliki pemahaman yang kuat mengenai ekonomi kerakyatan. Menurut dia, hal itu penting di tengah kondisi ekonomi Aceh yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

“PSI ingin hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas hidup dan penguatan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, T Rival Amiruddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan DPP PSI kepada dirinya untuk memimpin PSI Aceh. Ia menyebut penunjukan langsung dari Ketua Umum PSI menjadi kehormatan besar, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat Aceh.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya. Penunjukan langsung dari Ketua Umum PSI merupakan kehormatan tersendiri bagi kami dan juga bagi rakyat Aceh,” ujar T Rival Amiruddin.

Ia menegaskan siap membesarkan PSI di Aceh dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai budaya dan religiusitas yang menjadi identitas Aceh.

“Kami ingin PSI hadir sebagai rumah perjuangan rakyat Aceh, dekat dengan masyarakat, mendengar suara rakyat, dan bekerja nyata untuk kesejahteraan bersama,” tutup Rival yang juga pemilik sekaligus Direktur Utama PO JRG (Jasa Rahayu Gumpueng).

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPPPA Aceh Gelar Rakortek Pengarusutamaan Gender Tahun 2026

0
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga (KHPK) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pengarusutamaan Gender (PUG) Provinsi Aceh Tahun 2026, Kamis, 21 Mei 2026. (Foto: DPPPA Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga (KHPK) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pengarusutamaan Gender (PUG) Provinsi Aceh Tahun 2026, Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penerapan strategi Pengarusutamaan Gender di lingkungan Pemerintah Aceh.

Rakortek dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang KHPK, Dasrita Bakri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan regulasi serta implementasi kebijakan yang responsif gender guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Aceh.

Selain itu, Rakortek PUG Tahun 2026 juga membahas review regulasi terkait Pengarusutamaan Gender sebagai bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kebijakan yang selama ini telah dijalankan.

Melalui forum koordinasi tersebut, diharapkan tercipta kesamaan pemahaman di antara para pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan perspektif gender, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.

Kegiatan ini turut menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Provinsi Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Kepercayaan soal “Konspirasi Asing” Jadi Tantangan

0
IMUNISASI
Ilustrasi Imunisasi. (Foto: rstmc.co.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh masih menjadi salah satu daerah dengan angka zero dose tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, cakupan imunisasi bayi lengkap tahun 2025 menempatkan Aceh di posisi ketiga terbawah secara nasional, sedikit lebih baik dibanding Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Hasil penelusuran Nukilan.id, istilah zero dose merujuk pada anak-anak yang belum menerima satu pun vaksin rutin sejak lahir. Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan terserang berbagai penyakit berbahaya seperti campak, polio, difteri, hingga hepatitis B.

Dokter spesialis anak, dr Aslinar, mengatakan tingginya angka zero dose tidak hanya dipengaruhi keterbatasan akses layanan kesehatan, tetapi juga faktor kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.

“Bahwa imunisasi itu bisa untuk melemahkan generasi muslim di masa mendatang. Jadi mereka (antivaksin) mikirnya bahwa itu adalah konspirasi orang non-muslim, konspirasi kafir gitu untuk melemahkan muslim,” kata dr Aslinar dalam media briefing “Mengejar Anak Zero Dose Imunisasi di Kota Banda Aceh”, Kamis (21/5/2026).

Ia menegaskan pandangan semacam itu sebenarnya sudah berulang kali dibantah. Menurutnya, imunisasi juga diterapkan di berbagai negara Barat dan menjadi syarat penting dalam sistem pendidikan maupun kesehatan.

“Contohnya kalau kita kuliah di luar negeri S-2 atau S-3 yang membawa anak, itu diminta kelengkapan vaksinnya. Kalau nggak lengkap, nggak bisa sekolah di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam program imunisasi nasional. Berdasarkan data WHO dan UNICEF tahun 2024, Indonesia menempati peringkat keenam dunia dengan jumlah anak zero dose tertinggi.

Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan, Edy Hariyanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 2,3 juta anak Indonesia yang belum pernah menerima imunisasi rutin sama sekali.

“Indonesia berada di urutan keenam dunia dengan angka zero dose tertinggi,” kata Edy.

Data Direktorat Imunisasi Kemenkes menunjukkan jumlah anak zero dose di Indonesia mencapai 372.965 anak pada 2023. Angka tersebut meningkat tajam menjadi 973.378 anak pada 2024 dan masih berada di level tinggi pada 2025 dengan 959.990 anak.

Aceh sendiri menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi angka zero dose cukup besar. Pada 2025, jumlah anak zero dose di Aceh tercatat sebanyak 61.440 anak. Angka itu meningkat dibandingkan 58.143 anak pada 2024 dan 52.664 anak pada 2023. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Owner Geutanyoe Parfume Apresiasi Business Forum APINDO Aceh, Buka Wawasan UMKM soal Akses Pasar

0
owner geutanyoe parfume
Owner Brand Parfum Geutanyoe, Muhammad Haikal. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Muhammad Haikal, owner brand minyak wangi Geutanyoe Parfume, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti Business Forum bertema “Kolaborasi UMKM: Sinergi Pendampingan dan Akselerasi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Aceh di Grand Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).

Menurut Haikal, forum yang menghadirkan Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Dewan Pertimbangan DPP APINDO Aceh Kartini, serta perwakilan Bank Aceh Syariah Kamaruzzaman itu memberikan pemahaman baru terkait pengembangan UMKM di era digital.

“Saya sangat antusias mengikuti forum ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, khususnya mengenai literasi digital dan bagaimana UMKM bisa berkembang di era digital saat ini,” kata Haikal kepada Nukilan.id.

Haikal mengungkapkan bahwa selama ini dirinya telah memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk parfum buatannya. Namun, ia mengaku baru mengetahui adanya kerja sama antara APINDO dan Indonesia Open Network (ION) yang membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk mengakses pasar dan pembiayaan.

“Saya baru mengetahui bahwa APINDO sudah bekerja sama dengan ION dan menghadirkan jaringan digital terbuka yang dapat membantu UMKM mendapatkan akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas. Ini tentu menjadi peluang yang sangat menarik bagi kami,” ujarnya.

Haikal menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi angin segar bagi pelaku UMKM lokal yang ingin memperluas jangkauan usaha tanpa terkendala akses pemasaran dan modal.

Ia mengatakan, peluang itu sangat relevan bagi Geutanyoe Parfume yang selama ini mengusung identitas lokal Aceh melalui penggunaan minyak atsiri nilam (patchouli) berkualitas tinggi sebagai bahan utama produknya.

“Produk kami mengangkat kekayaan alam Aceh melalui minyak nilam lokal. Kami berupaya mempertahankan aroma khas rempah dan alam Aceh dalam setiap varian parfum. Karena itu, akses pasar yang lebih luas sangat penting agar produk lokal seperti ini bisa semakin dikenal,” tuturnya.

Sebagai pelopor parfum UMKM asal Aceh berbahan dasar nilam lokal, Haikal berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung produk-produk daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Di akhir wawancara, Haikal juga mengajak masyarakat untuk mencoba produk minyak wangi miliknya sebagai bagian dari dukungan terhadap karya UMKM Aceh.

“Bagi masyarakat yang ingin tampil lebih percaya diri dan harum saat Hari Raya Idul Adha, bisa mencoba produk Geutanyoe Parfume. Informasi dan pemesanan dapat dilakukan melalui Instagram kami di @geutanyoe.parfume,” pungkasnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News