Beranda blog Halaman 797

Patung ‘Ku Yakin Sampai di Sana’ Halaman Museum Nasional: Simbol Arus Perjuangan

0
Patung 'Ku Yakin Sampai di Sana' berbentuk pusaran yang kerap menjadi latar favorit untuk berfoto di halaman Museum Nasional. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Museum Nasional tidak hanya menyimpan koleksi sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi rumah bagi sebuah karya seni yang memikat perhatian para pengunjung. Di halaman depan museum, berdiri sebuah patung berbentuk pusaran yang kerap menjadi latar favorit untuk berfoto. Namun, tidak banyak yang mengetahui kisah dan makna mendalam di balik patung ini.

Berdasarkan tulisan pada prasasti atau plakat di bawahnya, Nukilan.id memperoleh informasi bahwa patung yang berjudul Ku Yakin Sampai di Sana ini merupakan mahakarya dari pematung terkenal asal Bali, Nyoman Nuarta. Dibuat pada tahun 2012, patung ini menggambarkan perjuangan penuh semangat dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Pusaran tersebut melambangkan arus perjalanan hidup yang penuh tantangan, tetapi tetap teguh menginspirasi semangat ketahanan budaya yang tak pernah padam.

Mahakarya Nyoman Nuarta

Dilansir dari berbagai sumber, Nyoman Nuarta adalah salah satu seniman patung terkemuka Indonesia yang lahir pada 14 November 1951. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Patung ini dikenal dengan penggunaan material tembaga dan kuningan dalam sebagian besar karyanya.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, yang kini menjadi ikon wisata dunia. Tidak hanya itu, Nyoman juga menorehkan namanya melalui patung Jalesveva Jayamahe yang berdiri megah di dermaga Madura, Surabaya. Patung tersebut menggambarkan seorang perwira TNI Angkatan Laut dengan pakaian dinas lengkap, menerawang ke arah laut sebagai simbol ketangguhan dan kejayaan maritim Indonesia.

Di Jakarta, karya Nyoman Nuarta turut menghiasi beberapa lokasi strategis, seperti patung Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat dan patung di halaman Hotel Grand Hyatt dekat Bundaran Hotel Indonesia.

Inspirasi di Museum Nasional

Dengan keberadaan patung Ku Yakin Sampai di Sana, Museum Nasional tidak hanya menjadi destinasi edukasi tetapi juga ruang apresiasi seni. Bagi para pengunjung, patung ini tidak sekadar objek estetika, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan keras selalu membuahkan hasil.

Bila berkunjung ke Museum Nasional, jangan lupa untuk menyempatkan diri merenungkan makna mendalam di balik pusaran patung ini. Selain berfoto, pahami pula pesan inspiratif yang ingin disampaikan oleh sang pematung, Nyoman Nuarta, melalui karya gemilangnya.

Dengan sederet mahakarya yang telah dihasilkan, Nyoman Nuarta tidak hanya memperkaya ruang publik dengan seni, tetapi juga menyampaikan pesan keteguhan dan harapan yang relevan sepanjang masa. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tips Mengenali Video Hoaks

0
Ilustrasi Hoax (Foto: Liputan6.com/Abdillah)

Banyak hoaks menyebar melalui video di Facebook dan YouTube. Jika tidak cermat, kita bisa terjebak dengan menjadi penonton video tersebut, secara tidak langsung menyumbang jumlah tayangan (view) dan bahkan membuatnya viral. Tragisnya, pembuat video hoaks mendapatkan uang dari banyaknya view, yang justru membuat mereka semakin termotivasi untuk terus menyebarkan hoaks.

Agar tidak turut menyumbang view untuk video hoaks, berikut adalah ciri-ciri dan pola sebarannya di Facebook dan YouTube:

1. Judul Bombastis dan Tidak Sesuai Kaidah

Video hoaks sering kali menggunakan judul yang bombastis untuk memancing emosi penonton. Contohnya adalah judul video:
“LIVE: TKA China Deklarasi Perang, Pekerja Lokal Mulai Disingkirkan, Pabrik-pabrik Besar Dikuasai!”

Judul seperti ini memanfaatkan isu kebangsaan dan konflik untuk menarik perhatian. Padahal, isi video tidak menunjukkan bukti adanya deklarasi perang. Warganet yang terlanjur menonton menjadi korban hoaks. Hindarilah video-video dengan judul provokatif yang dapat memicu emosi atau mengandung propaganda.

Selain itu, ada pula judul yang salah ketik atau menggunakan berbagai tanda baca yang tidak sesuai kaidah, seperti mengganti huruf dengan angka atau simbol, misalnya:
“S4lah Ket!k!!”
Tanda baca yang digunakan sering kali berlebihan, seperti penggunaan tanda seru dua kali atau lebih.

2. Thumbnail Manipulatif

Thumbnail video hoaks sering kali diedit untuk memanipulasi informasi. Contohnya adalah foto ribuan orang menuntut Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya. Faktanya, foto tersebut adalah gambar pendukung Ahok dalam Pilkada DKI yang tidak ada kaitannya dengan Sri Mulyani.

Contoh lain, thumbnail video berjudul “Mobil Dinas PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Diserbu Warga” menggunakan foto demo mahasiswa di kantor DPRD Sumenep, Madura. Foto ini diedit dengan tambahan kobaran api dan asap agar terlihat dramatis, meskipun tidak ada api atau kerusakan dalam kejadian sebenarnya.

3. Narator Membacakan Artikel dari Media Online

Video hoaks kerap menggunakan narator yang membacakan artikel dari media daring. Meski topik yang dibahas tampak relevan, isi artikel sering kali tidak sesuai dengan klaim pada judul video.

Jika menemukan video dengan judul bombastis seperti ini, hindari rasa penasaran untuk menontonnya. Biasakan memeriksa berita dari media terpercaya untuk mendapatkan informasi yang benar.

4. Potongan Video Tanpa Konteks

Video hoaks sering kali mencomot klip dari berbagai sumber, mulai dari media online, televisi, hingga pendapat orang-orang di YouTube. Cuplikan ini disajikan secara sepenggal-penggal tanpa memberikan konteks yang lengkap.

Demi menghindari video dengan informasi yang diragukan kebenarannya, lebih baik mencari berita dari media yang sudah terbukti kredibilitasnya.

Bagaimana, Sobat Nukilan, masih ingin menonton video hoaks?

Maruarar Sirait Gelar Sayembara Rp 8 Miliar untuk Temukan Harun Masiku

0
Maruarar Sirait. (Foto: Bloomberg)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan sayembara dengan hadiah fantastis, yakni Rp 8 miliar, untuk menemukan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku.

Langkah ini diambil Maruarar sebagai bentuk dorongan terhadap upaya penegakan hukum yang sudah hampir lima tahun belum berhasil menangkap Harun, tersangka dalam kasus dugaan suap penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024.

“Kita berharap negara ini tidak ada kebal hukum. Masa ada orang yang sudah bertahun-tahun tersangka, kok bisa bebas berkeliaran?” ujar Maruarar saat ditemui di Stasiun Manggarai, Rabu (27/11/2024), seperti dikutip dari Kontan.

Mendorong Partisipasi Publik

Maruarar menjelaskan, sayembara ini bertujuan melibatkan partisipasi publik sekaligus membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum di Indonesia. Menurutnya, pencarian Harun Masiku yang belum membuahkan hasil hingga kini menjadi tantangan besar bagi penegakan hukum di Tanah Air.

“Orang itu kok hebat sekali sih? Berapa tahun enggak ketemu, enggak ada jejaknya. Nah, dengan sekarang kan isu ini terbuka lagi, hangat lagi. Tentu wartawan juga bisa cari bantuan, bisa dapat Rp 8 miliar loh, kalau bisa nangkap,” ujar Maruarar.

Ia menambahkan, hadiah tersebut berasal dari uang pribadinya dan tidak ada yang salah dengan upaya tersebut.

“Apa salahnya saya memberikan itu? Kan partisipasi publik, orang uang pribadi kok,” kata Maruarar.

Pencarian Panjang Tanpa Hasil

Harun Masiku menjadi buronan sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menangkapnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 8 Januari 2020. Hingga kini, pencarian yang dilakukan KPK masih belum membuahkan hasil signifikan.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, pada September lalu mengungkapkan temuan mobil yang pernah digunakan Harun Masiku di Thamrin Residence, Jakarta, pada Juni 2024. Mobil tersebut diketahui sudah terparkir selama dua tahun dan di dalamnya ditemukan dokumen yang diduga berkaitan dengan Harun Masiku. Meski demikian, Asep tidak merinci isi dokumen tersebut.

“Di mobil tersebut ditemukan dokumen terkait HM (Harun Masiku),” ujar Asep pada 12 September 2024 di Bogor.

Sementara itu, terpidana lain dalam kasus ini, Wahyu Setiawan, telah menerima vonis 7 tahun penjara. Namun, keberadaan Harun Masiku tetap menjadi misteri, bahkan hingga berakhirnya masa jabatan Komisioner KPK periode 2019-2024.

Dorongan Baru untuk Penegakan Hukum

Sayembara yang digelar Maruarar Sirait ini diharapkan dapat menjadi momentum baru bagi upaya penegakan hukum terhadap Harun Masiku. Publik kini menanti apakah langkah ini akan membawa hasil yang selama ini belum tercapai.

Editor: Akil

Quick Count Pilkada Aceh Utara: Ismail A Jalil-Tarmizi Menang Telak atas Kotak Kosong

0
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Aceh Utara, Ismail A Jalil-Tarmizi. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Aceh Utara, Ismail A Jalil-Tarmizi, unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 melawan kotak kosong. Berdasarkan hasil hitung cepat desk Pilkada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pasangan ini meraih 355.477 suara, jauh mengungguli kotak kosong yang hanya memperoleh 14.486 suara.

Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Utara, Saiful Basri, mengonfirmasi bahwa data tersebut berasal dari 100 persen suara yang sudah masuk.

“Data ini hanya sebagai pembanding yang disiapkan pemerintah di seluruh kabupaten/kota. Untuk hasil resmi, kita tetap menunggu keputusan dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Utara,” kata Saiful, Kamis (28/11/2024).

Saiful juga mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Aceh Utara mencapai 86,79 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam Pilkada kali ini.

Kemenangan Rakyat

Ketua Koalisi Pemenangan, M Jhony, menyebut hasil ini sebagai kemenangan rakyat Aceh Utara. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan mereka kepada pasangan yang akrab disebut “Ayahwa-Payang” tersebut.

“Rasa percaya rakyat Aceh Utara pada pasangan Ayahwa-Payang tentu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kami harap ini menjadi langkah awal untuk membawa Aceh Utara ke arah yang lebih baik,” ujar Jhony.

Jhony, yang juga Ketua Partai Aceh, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Aceh Utara ke depan sangat besar dan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai yang telah memberikan kepercayaan kepada Ayahwa untuk memimpin daerah ini,” katanya.

Hasil Pemilihan Gubernur

Selain Pilkada bupati, hasil hitung cepat desk Pilkada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk pemilihan gubernur menunjukkan pasangan nomor urut 2, Muzakir Manaf dan Fadhullah, unggul dengan 303.626 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi, memperoleh 62.228 suara.

Ketua Koalisi Pemenangan, Jhony, turut mengapresiasi kemenangan pasangan Muzakir Manaf-Fadhullah di Aceh Utara.

“Saya apresiasi atas kinerja seluruh tim sehingga pasangan Mualem dan Dek Fad menang mutlak di Aceh Utara,” ujar Jhony.

Hasil resmi untuk kedua pemilihan tersebut akan diumumkan oleh KIP Kabupaten Aceh Utara dalam waktu dekat.

Editor: Akil

Meningkatnya Kasus Diabetes Anak: Apa yang Bisa Dilakukan?

0
Ilustrasi Diabetes Anak. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Indepth — Diabetes mellitus pada anak-anak, terutama tipe 1, kian menjadi perhatian dunia. Data dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan peningkatan signifikan jumlah anak yang mengidap diabetes tipe 1, dari 1,2 juta pada 2021 menjadi 1,52 juta pada 2022. Di Indonesia sendiri, kasus diabetes tipe 1 pada anak diperkirakan mencapai 8.600 pada 2021. Namun, angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena kurangnya deteksi dini dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan keprihatinannya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

“Saya sangat kaget bahwa ternyata banyak anak-anak di dunia, termasuk Indonesia, yang terkena diabetes tipe 1 sejak kecil. Jika tidak diobati dengan cepat, diabetes tipe 1 ini bisa berakibat fatal,” ujar Budi Gunadi, seperti diberitakan oleh Antara, Minggu (24/11/2024).

Mengenal Diabetes Mellitus Tipe 1 dan Tipe 2

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang membuat tubuh kesulitan mengontrol kadar gula darah akibat gangguan fungsi hormon insulin. Diabetes ini terbagi menjadi dua tipe utama, yakni diabetes mellitus tipe 1 (DM tipe 1) dan tipe 2 (DM tipe 2).

Pada DM tipe 1, tubuh tidak mampu memproduksi insulin karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang memproduksi hormon tersebut. Penyebab pastinya belum diketahui, namun faktor genetik dan lingkungan, seperti infeksi virus, dianggap berperan. DM tipe 1 adalah jenis diabetes yang paling umum pada anak-anak di Indonesia. Sebaliknya, DM tipe 2 lebih banyak terjadi pada orang dewasa dan disebabkan oleh faktor gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab peningkatan diabetes tipe 2 pada anak.

“Anak-anak bebas mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebih, dan ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2,” ujarnya dalam Temu Media Hari Diabetes Sedunia yang digelar pada 19 November 2024.

Tantangan Deteksi Dini dan Penanganan

Salah satu masalah utama dalam penanganan diabetes tipe 1 adalah keterlambatan diagnosis. Data dari Registri Nasional DM Tipe 1 Indonesia 2009-2022 mencatat 1.645 kasus diabetes pada anak, namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Banyak anak yang terdiagnosis dalam kondisi parah, seperti ketoasidosis diabetikum (KAD), yang bisa mengancam nyawa.

“Sering sekali pasien datang dalam keadaan tidak sadar dan harus masuk ICU, yang akhirnya bisa menyebabkan kematian,” kata Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI, Executive Director International Pediatric Association, dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

Selain itu, ketersediaan tenaga medis dan alat diagnostik menjadi tantangan besar. Dari 38 provinsi di Indonesia, hanya 17 yang memiliki dokter anak ahli endokrinologi. Total, hanya ada 53 dokter ahli di seluruh negeri, membuat akses penanganan bagi anak penderita diabetes sangat terbatas.

Langkah-Langkah Pemerintah

Pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk menangani meningkatnya kasus diabetes pada anak. Salah satunya adalah penerapan cukai pada minuman manis dalam kemasan dan pelabelan makanan siap saji untuk mengedukasi masyarakat. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mendorong orang tua untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis anak.

“Kami berharap orang tua memahami bahwa memberikan minuman-minuman manis dan makanan-makanan manis itu bukannya tidak boleh, tapi harus dibatasi,” tegas Siti Nadia Tarmizi.

Selain itu, edukasi tentang pentingnya skrining dini diabetes pada anak juga menjadi prioritas. Skrining ini dapat membantu mendeteksi diabetes sebelum gejala serius muncul, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal.

Peran Orang Tua dan Masyarakat

Di tengah keterbatasan sistem kesehatan, peran orang tua dan masyarakat sangat penting. Edukasi tentang pola makan sehat, pembatasan konsumsi gula, dan peningkatan aktivitas fisik pada anak menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2. Sementara itu, untuk diabetes tipe 1, kesadaran untuk mengenali gejala awal seperti sering buang air kecil, haus berlebihan, dan berat badan yang menurun drastis perlu ditingkatkan.

Kasus diabetes pada anak, baik tipe 1 maupun tipe 2, adalah peringatan bagi semua pihak. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, diharapkan angka kejadian penyakit ini dapat ditekan. Tanpa upaya bersama, generasi mendatang menghadapi risiko kesehatan serius yang bisa memengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan.

Penulis: Akil Rahmatillah

PJ Gubernur Aceh Imbau Paslon Tahan Diri Klaim Kemenangan hingga Hasil Resmi KIP

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (PJ) Gubernur Aceh Safrizal meminta pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 untuk menahan diri dari klaim kemenangan. Safrizal menegaskan, klaim kemenangan hanya dapat dilakukan setelah Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengumumkan hasil rekapitulasi resmi.

“Untuk pasangan calon dan tim pemenangan masing-masing kandidat, saya minta agar tetap bersabar dan menahan diri. Jangan saling mengklaim kemenangan sebelum ada hasil rekapitulasi resmi dari KIP Aceh,” ujar Safrizal saat ditemui di kantor Kesbangpol Aceh, Kamis (28/11/2024).

Safrizal mengungkapkan, secara umum proses pemungutan suara Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, dan Wali Kota-Wakil Wali Kota di Aceh berlangsung aman dan lancar.

“Memang ada insiden-insiden kecil pada proses pemungutan suara kemarin, tapi tidak signifikan dan seluruhnya telah teratasi dengan lancar,” katanya.

Safrizal juga berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Aceh 2024 mencapai lebih dari 80 persen. Ia menegaskan pihaknya akan terus memantau jalannya proses rekapitulasi hingga hasil resmi diumumkan oleh KIP.

“Kami minta seluruh pihak untuk tetap menjaga kondisi keamanan agar tetap kondusif sampai dengan proses akhir pelantikan, serta pada pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Februari mendatang,” ujar Safrizal.

Pilkada Aceh 2024 yang melibatkan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota menjadi pesta demokrasi penting di provinsi ini. Safrizal menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran seluruh proses hingga pelantikan.

Editor: Akil

Ichiban Sushi Hadir di Lippo Plaza Aceh, Sajikan Promo Spesial 50%

0
Prosesi potong pita Ichiban Sushi di Lippo Plaza Aceh, Banda Aceh, pada Kamis 28 November 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ichiban Sushi resmi membuka gerai terbarunya di Lippo Plaza Aceh pada Kamis (28/11/2024). Acara pembukaan ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh pihak manajemen.

Operasional Manager Ichiban Sushi, Kasro Sidauruk, menjelaskan bahwa kehadiran gerai ini diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi masyarakat Banda Aceh, baik untuk menikmati kuliner khas Jepang maupun sebagai tempat berkumpul bersama keluarga.

“Kami ingin memberikan warna baru, cita rasa baru, dan pilihan makan yang baru. Saat ini, tempat makan tidak sekadar untuk makan, tetapi juga menjadi tempat hangout dan berkumpul bersama keluarga,” ujar Kasro usai peresmian.

Dalam kesempatan tersebut, Kasro juga menekankan komitmen perusahaan untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Pihaknya telah mengirim sejumlah karyawan lokal untuk dilatih di Jakarta selama kurang lebih dua bulan, meskipun saat ini masih mendapatkan bantuan dari tim Jakarta.

“Kami berharap bisa membuka lebih banyak lagi gerai di Aceh agar dapat mempekerjakan lebih banyak penduduk lokal. Saat ini, tenaga kerja lokal telah kami training ke Jakarta selama kurang lebih dua bulan, meski untuk sementara kami masih mendapatkan bantuan dari tim Jakarta,” jelasnya.

Untuk menyambut pembukaan gerai baru, Ichiban Sushi menawarkan promo spesial berupa diskon 50 persen untuk menu Jumbo Dragon Roll, salah satu menu best seller mereka. Selain itu, pelanggan juga bisa menikmati berbagai pilihan menu andalan seperti Chicken Mentai Roll, Dori, serta ragam ramen dengan cita rasa gurih hingga pedas.

Saat ini, Ichiban Sushi telah memiliki tiga gerai di Aceh, yaitu di Suzuya Mall Aceh, Bireuen, dan Lippo Plaza Aceh. Kasro mengungkapkan bahwa gerai keempat akan segera dibuka di Kota Langsa pada 13 Desember 2024.

Reporter: Rezi

Pj Gubernur Harap Dayah di Aceh Bisa Jadi Rujukan Pendidikan Islam di Indonesia

0
Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Dayah yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Dayah yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh. Peresmian dilakukan di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Kamis (28/11/2024).

Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan data terkait seluruh dayah di Aceh, termasuk profil, akreditasi, jumlah murid, jumlah guru beserta latar pendidikannya, hingga sarana dan prasarana yang dimiliki. Safrizal menegaskan, keberadaan data yang valid menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pengembangan dayah.

“Data adalah landasan pertama sebelum kita membuat kebijakan. Dengan adanya aplikasi ini, program pengembangan mutu dayah di Aceh dapat berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Safrizal.

Dayah Aceh Sebagai Rujukan Nasional

Safrizal berharap, dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, dayah di Aceh dapat menjadi rujukan pendidikan Islam yang unggul di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terus-menerus terhadap program pembangunan dan pengembangan dayah. Menurutnya, kualitas lulusan dayah harus mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional.

“Lulusan dayah harus memiliki berbagai kualifikasi, seperti kemampuan mengajar bahasa Arab, Inggris, hingga bahasa asing lainnya seperti Jerman atau Portugis, sehingga mereka bisa dikirim untuk mengajar ke luar negeri,” kata mantan Pj Gubernur Bangka Belitung itu.

Dukungan Terintegrasi untuk Pengembangan Dayah

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Munawar, mengatakan aplikasi ini tidak hanya memudahkan akses informasi tentang dayah, tetapi juga menjadi acuan bagi pemerintah Aceh dalam menyusun program peningkatan sumber daya. Data tersebut akan diintegrasikan dengan data kependudukan dan data dari berbagai lembaga lain.

Munawar optimistis aplikasi ini dapat memberikan manfaat besar dalam mendorong kualitas pendidikan di dayah.

“Data yang terintegrasi akan memudahkan perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan dayah di Aceh,” ujarnya.

Peluncuran aplikasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan dayah Aceh sebagai pusat pendidikan Islam yang modern dan unggul di tingkat nasional.

Editor: Akil

SDIT Nurul Fikri Aceh dan BNN Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Generasi Muda

0
SDIT Nurul Fikri Aceh dan BNN Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Generasi Muda. (Foto: Humas SDITNFA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), SDIT Nurul Fikri Aceh menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Teman Sehat, Teman Tanpa Narkoba” pada Selasa (19/11/2024). Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah dengan menghadirkan pembicara berpengalaman di bidang kesehatan dan pencegahan narkoba.

Ibu Hera Faulia, SE., perwakilan dari BNN Aceh, memaparkan dampak buruk narkoba terhadap generasi muda serta pentingnya pencegahan sejak dini.

“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Kesadaran harus ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki benteng kuat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Mahesa, S.Kep., seorang praktisi kesehatan, menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental untuk menangkal pengaruh negatif lingkungan. Ia mengingatkan siswa untuk terus aktif dan menjaga pola hidup sehat sebagai langkah awal menjauhi narkoba.

Kepala Sekolah SDIT Nurul Fikri Aceh, teacher Mujaddid, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen sekolah untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter.

“Kami berharap anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba demi masa depan mereka,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, teacher Alfi Fauziana, S.Pd., menambahkan bahwa kerja sama dengan BNN Aceh adalah langkah strategis untuk memperkuat pemahaman siswa dan orang tua tentang bahaya narkoba.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun generasi yang tangguh dan berdaya untuk menolak pengaruh negatif lingkungan,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh siswa, guru, dan orang tua murid. Selain sesi pemaparan, acara juga diramaikan dengan tanya jawab interaktif dan kuis edukatif untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

SDIT Nurul Fikri Aceh berharap, melalui kegiatan ini, mereka dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari narkoba sekaligus mendukung upaya memerangi penyalahgunaan NAPZA di kalangan generasi muda.

Editor: Akil

Pj Wali Kota Banda Aceh Buka Lomba Tahfiz

0
Pj Wali Kota Banda Aceh Buka Lomba Tahfiz. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, mengungkapkan cita-cita mulianya untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang religius, berbudaya, dan berprestasi.

Hal ini disampaikan saat membuka Lomba Tahfiz jenjang SD dan SMP se-Banda Aceh pada Kamis (28/11/2024) di Aula Tekkomdik kawasan Lampineung, Banda Aceh.

“Alhamdulillah, kita lihat kompetisi ini sangat bagus, tentunya harapan kita, anak-anak kita semakin bersemangat untuk membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran,” ujar Ade Surya dalam sambutannya.

Pemko Banda Aceh, lanjutnya, terus mendukung kegiatan seperti ini dengan menyediakan anggaran yang cukup.

“Kalau memang ini baik, ke depan terus kita tingkatkan kualitas dan skalanya. Tentu kita alokasikan anggaran yang cukup,” tambahnya seraya diamini Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah yang ikut hadir pada acara ini.

Pj Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar para peserta yang terdiri dari murid SD dan siswa SMP tidak hanya semangat dalam mengikuti lomba, tetapi juga suatu saat dapat menjadi wakil Banda Aceh di event-level Provinsi, Nasional, dan bahkan Internasional.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk melahirkan juara, tetapi untuk menumbuhkan minat anak-anak di Banda Aceh sejak dini untuk mencintai dan memahami Al-Quran, sehingga dapat melahirkan generasi yang religius, berbudaya, dan berprestasi.

Laporan dari Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, Lomba Tahfiz ini merupakan program Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang termasuk dalam program pendidikan diniyah dan tahfiz.

“Kegiatan ini mengusung tema Menuju Generasi Qurani yang Berakhlakul Karimah, Cerdas, dan Tangguh,” ujar Sulaiman Bakri.

Selain lomba tahfiz, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar buku dan produk UMKM dari sejumlah sekolah di Banda Aceh.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan gairah generasi muda dalam menghafal dan memahami Al-Quran, serta menggali potensi peserta didik untuk berani menghafal Al-Quran dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan juga, kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai Islami seperti kejujuran, ketakwaan, dan kedisiplinan sejak usia dini.

Terkait kategori lomba, untuk tingkat SD diperlombakan hafalan 1, 2, dan 3 juz, sementara untuk SMP diperlombakan hafalan 1 hingga 5 juz.

Kegiatan ini mengundang antusiasme yang tinggi dari para peserta didik di Banda Aceh. Jumlah peserta lomba tahfiz untuk tingkat SD mencapai 189 orang, sementara untuk tingkat SMP sebanyak 139 orang.

Lomba tahfiz ini akan berlangsung mulai 28 November hingga 5 Desember 2024. Bagi para juara, Disdikbud Kota Banda Aceh menyediakan piala, piagam, dan uang pembinaan.

Editor: Akil