Beranda blog Halaman 796

Pemerintah Anggarkan Rp 17,15 Triliun untuk Renovasi 10.440 Sekolah

0
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri puncak perayaan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta International Velodrome. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,15 triliun untuk rehabilitasi, perbaikan, dan renovasi 10.440 sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hal tersebut dalam puncak perayaan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta International Velodrome, Kamis (28/11/2024).

“Dana ini akan dikirim langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan, dalam bentuk transfer tunai. Nantinya, sekolah akan melakukan swakelola untuk pelaksanaan renovasinya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Prabowo, mekanisme swakelola ini memungkinkan sekolah untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Sekolah diharapkan membeli bahan bangunan dari desa setempat dan memanfaatkan tenaga kerja lokal.

“Dengan cara ini, nilai bantuan tidak hanya dirasakan siswa dan guru, tetapi juga masyarakat di sekitar sekolah,” kata Prabowo.

Program ini juga diharapkan dapat mempercepat proses renovasi dan memastikan dampaknya lebih merata.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program ini.

“Pelaksanaan rehabilitasi sekolah kini menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Saya berencana bertemu dengan Pak Dody untuk mendiskusikan mekanisme dan solusi terbaik,” ujar Prof. Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, melalui sinergi ini, perbaikan fasilitas pendidikan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran, terutama di sekolah-sekolah yang kondisi bangunannya mengalami kerusakan parah.

Sebelumnya, pelaksanaan renovasi sekolah yang hanya melalui satu kementerian menjadi kendala dalam hal kecepatan penyelesaian. Oleh karena itu, pemerintah kini berupaya melibatkan lebih banyak pihak untuk mempercepat proses tersebut.

“Kita ingin memastikan bahwa persoalan sekolah rusak, termasuk atap bocor, segera diatasi agar siswa dan guru dapat belajar dengan nyaman,” tambah Prof. Mu’ti.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menyoroti pentingnya percepatan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.

Dengan adanya anggaran yang signifikan ini, pemerintah berharap renovasi sekolah dapat berjalan optimal dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.`

Editor: Akil

Mengenal Paras Nusantara: Fitur AI yang Mengungkap Jejak Keberagaman Wajah Indonesia di Museum Nasional

0
Pengunjung sedang mengantre untuk mencoba fitur Mengenal Paras Nusantara di Museum Nasional Indonesia. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta — Museum Nasional Indonesia kini menawarkan pengalaman baru yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kekayaan budaya Nusantara melalui fitur Mengenal Paras Nusantara. Fitur ini memungkinkan pengunjung untuk mengetahui lebih dekat keberagaman suku dan ras di Indonesia dengan cara yang unik dan interaktif.

Saat mengunjungi museum pada Jumat (22/11/2024) lalu, tim Nukilan.id turut merasakan sensasi berbeda dari pengalaman yang satu ini. Dalam beberapa menit, pengunjung dapat melihat hasil analisis wajah mereka yang dibandingkan dengan 78 lukisan karya Raden Pirngadie, seorang pelukis legendaris asal Indonesia yang terkenal dengan karyanya pada tahun 1935.

Fitur Mengenal Paras Nusantara dimulai dengan pemindaian wajah pengunjung. Setelah pengunjung menghadap ke kamera, teknologi AI langsung bekerja dengan menganalisis berbagai fitur wajah seperti bentuk mata, hidung, mulut, dan struktur tulang wajah. Hasil analisis ini kemudian dibandingkan dengan data dari 78 lukisan yang menggambarkan berbagai suku dan ras di Indonesia. Sistem AI akan mencocokkan karakteristik wajah pengunjung dengan wajah-wajah pada lukisan tersebut, menghasilkan informasi mengenai asal-usul suku yang paling mirip dengan wajah mereka.

Tujuan dari fitur ini bukan hanya untuk memberikan hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang menyoroti keberagaman wajah masyarakat Indonesia. Dengan demikian, pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana keragaman budaya tercermin dalam garis keturunan dan warisan visual yang ditinggalkan oleh para pelukis seperti Raden Pirngadie.

Pada hari itu, antrian panjang terlihat di depan area pemindaian wajah. Pengunjung, yang mayoritas terlihat antusias, tampaknya tidak sabar untuk mengetahui hasil analisis wajah mereka. Antrean yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit pun tampak wajar, mengingat ketertarikan masyarakat terhadap fitur inovatif ini.

Ema, seorang pengunjung wanita asal Bali, menjadi salah satu yang berhasil mendapatkan hasil yang “pas” dengan suku asalnya. Fitur ini berhasil mengenali wajah Ema dengan tepat, yang membuatnya merasa semakin bangga dengan identitas budaya Bali yang ia miliki.

Namun, tidak semua hasil sesuai harapan. Olex, seorang pemuda asal Aceh, terkejut ketika wajahnya terdeteksi lebih mirip dengan suku Yogyakarta dalam analisis sistem.

“Mungkin karena ada unsur-unsur wajah yang mirip dengan ciri khas suku Yogyakarta,” ungkapnya sambil tertawa, meskipun merasa penasaran dengan hasil yang sedikit berbeda dari yang ia bayangkan.

Fitur ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang keberagaman suku dan ras di Indonesia. Para pengunjung pun dapat merasakan pengalaman edukatif yang memadukan teknologi dengan sejarah, budaya, dan seni lukis. Dengan membandingkan wajah mereka dengan 78 lukisan dari Raden Pirngadie, mereka dapat menyaksikan secara visual betapa beragamnya fitur wajah yang ada di Tanah Air.

Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang kenangan dari fitur ini, mereka dapat mencetak hasil analisis wajah dalam bentuk foto dengan biaya Rp 25.000. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, hasil cetak tersebut siap diambil, menjadi kenang-kenangan unik dari kunjungan mereka ke Museum Nasional Indonesia.

Melalui fitur Mengenal Paras Nusantara, Museum Nasional Indonesia tidak hanya menyuguhkan teknologi modern, tetapi juga meneguhkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu. Fitur ini menggambarkan betapa beragamnya suku, ras, dan budaya yang ada di Indonesia, sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Bagi pengunjung yang tertarik, pengalaman ini bisa menjadi cara yang menyenangkan dan mendalam untuk memahami sejarah dan budaya bangsa, sembari menikmati kecanggihan teknologi yang membawa kita lebih dekat dengan identitas nenek moyang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Boyamin MAKI Dukung Sayembara Rp 8 Miliar Menteri Ara untuk Tangkap Harun Masiku

0
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyambut positif inisiatif Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang mengadakan sayembara dengan hadiah Rp 8 miliar untuk menemukan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku.

Harun Masiku, mantan kader PDI-P, telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2019. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri.

Boyamin mengapresiasi langkah Maruarar, yang akrab disapa Ara, untuk menggalang partisipasi publik dalam mencari Harun Masiku. Menurutnya, upaya tersebut bisa menjadi cara alternatif di tengah kebuntuan KPK dalam menangkap buronan tersebut.

“Saya menyambut gembira kalau ada yang membuat sayembara penangkapan Harun Masiku, karena saya sendiri kan juga sudah membuat sayembara. Hadiah saya waktu itu iPhone terbaru, sampai sekarang masih berlaku,” kata Boyamin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/11/2024).

Ia pun berharap sayembara ini dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat.

“Kalau sekarang Ara membuat sayembara hadiah Rp 8 miliar, ya saya tambah senang. Saya berharap ini merangsang orang lain untuk ikut membuat sayembara lagi,” ujarnya.

Boyamin menyebut, selama ini KPK tampaknya kesulitan mendapatkan informasi baru mengenai keberadaan Harun Masiku.

“KPK sudah mentok dan tidak bisa menangkap Harun Masiku,” tambahnya.

Sementara itu, Ara menegaskan bahwa hadiah besar dalam sayembara ini berasal dari dana pribadinya. Ia berharap upaya ini dapat menunjukkan komitmen serius negara untuk memberantas korupsi.

“Indonesia tidak boleh kalah dengan koruptor. Untuk itu, sayembara ini demi menunjukkan bahwa tidak ada orang yang kebal hukum,” kata Ara saat ditemui di Stasiun Manggarai, Rabu (27/11/2024).

Ara juga menilai, kasus Harun Masiku harus kembali diangkat karena sudah terlalu lama tanpa perkembangan berarti.

“Masa ada orang yang sudah bertahun-tahun jadi tersangka, kok bisa bebas berkeliaran? Kita harus tunjukkan bahwa hukum tetap ditegakkan,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan wartawan, untuk membantu menemukan Harun Masiku.

“Dengan imbalan yang cukup besar, saya berharap ini bisa memotivasi banyak orang,” tuturnya.

KPK sendiri mengaku terus berupaya melacak keberadaan Harun Masiku. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyadapan nomor telepon yang diduga terkait dengannya. Namun, hingga kini, hasilnya belum membuahkan perkembangan signifikan.

“Komitmen kami tetap sama, yaitu menangkap buronan KPK, termasuk Harun Masiku,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam kesempatan terpisah.

Sayembara ini menjadi sorotan publik sebagai upaya kreatif untuk mempercepat penangkapan buronan yang telah lama menghilang. Apakah langkah ini akan efektif? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Akil

PSAB Aceh Besar Juara Piala Soeratin U-17 Zona Aceh, Siap Berlaga di Nasional

0
Para pemain PSAB Aceh Besar usai menutup secara resmi Piala Soeratin U-17 Zona Aceh di Lapangan Sintetis, Lhong Raya, Banda Aceh. (Foto: PSAB Aceh Besar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PSAB Aceh Besar berhasil menjuarai Piala Soeratin U-17 Zona Aceh setelah mengalahkan Kuala Nanggroe FC Banda Aceh dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Lapangan Sintetis, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (28/11/2024).

Gol kemenangan PSAB dicetak oleh Putra Safrizal pada menit ke-53. Gol tunggal tersebut tercipta melalui kemelut di depan gawang Kuala Nanggroe FC yang dikawal Afdal, memicu sorak-sorai dari pemain, pelatih, dan ratusan pendukung PSAB yang memadati stadion.

Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti A.Md dan Ketua Askab PSSI Aceh Besar Muslim MS, SE, turut hadir menyaksikan momen bersejarah itu.

“Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras semua pihak, dari pemain hingga manajemen,” kata Muslim MS.

Menuju Panggung Nasional
Dengan kemenangan ini, PSAB Aceh Besar akan mewakili Provinsi Aceh pada Piala Soeratin U-17 Nasional di Solo, yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2024 mendatang. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, M. Nasir SIP, MPA, menyerahkan trofi kemenangan kepada tim juara.

“Kami berharap PSAB dapat tampil maksimal di tingkat nasional dan membawa nama Aceh bersinar di kancah sepak bola Indonesia,” ujar Nasir.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kuala Nanggroe FC, yang meski kalah di final, dipastikan akan bersaing dalam Kejurnas PPLP pada April 2025.

Pencarian Bakat untuk Masa Depan
Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam menekankan bahwa Piala Soeratin U-17 bukan hanya soal merebut trofi, tetapi juga ajang menjaring pemain berbakat untuk jenjang yang lebih tinggi.

“Kami menurunkan tim pemandu bakat selama turnamen ini untuk mencari pemain potensial yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera, bagian dari kualifikasi PON XXII/2028,” jelas Nazir.

Ia juga mengimbau dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, agar sepak bola Aceh dapat terus berkembang.

“Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci untuk mencetak prestasi lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.

Apresiasi untuk Semua Pihak
Ketua Panitia Muslim MS menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga turnamen ini berjalan sukses.

“Semoga Piala Soeratin U-17 ini menjadi awal kebangkitan sepak bola Aceh, tidak hanya di level daerah, tetapi juga nasional,” tuturnya.

PSAB Aceh Besar kini bersiap untuk langkah berikutnya, membawa semangat juang Aceh ke panggung nasional dan membuktikan kemampuan mereka di Solo. Semua mata kini tertuju pada perjuangan mereka di Piala Soeratin U-17 tingkat nasional.

Editor: Akil

Pilkada Berjalan Lancar, KIP Aceh Timur Apresiasi Partisipasi Masyarakat

0
Divisi Parmas SDM KIP Kabupaten Aceh Timur, Sayed Reza Fachlevi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk — Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Timur memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Rabu, 27 November 2024. Meski cuaca tidak mendukung dengan hujan deras yang mengguyur sepanjang hari, antusiasme warga untuk menggunakan hak suara mereka tetap tinggi, dengan tingkat partisipasi mencapai 67%.

Sayed Reza Fachlevi, Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas SDM) KIP Aceh Timur, dalam siaran persnya pada Jumat (29/11/2024), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat, masyarakat tetap antusias untuk memberikan suara berdasarkan hati nurani masing-masing.

“Meski hujan deras, masyarakat Aceh Timur menunjukkan komitmen tinggi untuk menggunakan hak pilih mereka. Ini adalah bukti nyata dari kesadaran politik yang semakin meningkat di kalangan masyarakat,” ungkap Sayed Reza.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas pemilu, mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang telah bekerja dengan maksimal dalam melaksanakan pemungutan dan perhitungan suara di tingkat TPS.

Tak lupa, KIP Aceh Timur juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pengamanan, seperti Linmas, Polri, dan TNI yang telah mengawal jalannya proses pemilu dengan lancar dan aman.

“Keberhasilan pelaksanaan Pilkada ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak, termasuk pengawasan dari Panwaslih dan dukungan penuh dari aparat keamanan,” tambahnya.

Sayed Reza juga melaporkan bahwa kondisi petugas Adhoc di seluruh TPS di Aceh Timur tetap stabil dan sehat. Saat ini, pihaknya tengah melakukan rekapitulasi hasil suara di tingkat kecamatan yang dijadwalkan berlangsung dari 29 hingga 30 November 2024.

Dengan semangat partisipasi yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Pilkada Aceh Timur 2024 diperkirakan akan berjalan lancar hingga tahap perhitungan suara akhir.

Editor: Akil

Pemungutan Suara Ulang Digelar di TPS Banda Aceh, Suami Nyoblos untuk Istri yang Baru Melahirkan

0
Komisi Independen Pemilihan Kota Banda Aceh. (Foto: Dok KIP Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemungutan Suara Ulang (PSU) harus dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, menyusul terjadinya sejumlah pelanggaran dalam Pilkada serentak 2024. Salah satu kasus yang mencuat adalah seorang suami yang mencoblos atas nama istrinya yang baru saja melahirkan.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Yusri Razali, mengungkapkan bahwa pelanggaran ini juga melibatkan pemilih lain yang menggunakan hak pilih orang terdekatnya, seperti orang tua yang mencoblos atas nama anaknya, serta mertua yang memilih atas nama menantu.

“Sejumlah surat suara tercoblos bukan oleh pemilik hak pilih, melainkan mewakili anggota keluarga yang sakit atau baru melahirkan. Kejadian ini murni akibat kelalaian petugas TPS yang kurang memahami aturan, tanpa ada unsur kesengajaan,” jelas Yusri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/11/2024).

TPS 3 Desa Merduati tercatat memiliki 450 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menindaklanjuti kejadian ini, KIP Kota Banda Aceh telah mempersiapkan segala logistik dan melakukan sosialisasi kepada warga terkait pelaksanaan PSU yang dijadwalkan berlangsung di halaman masjid Desa Merduati.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimda dan lembaga terkait. Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti dalam persiapan PSU,” tambah Yusri.

Selain itu, Yusri menegaskan bahwa pelaksanaan PSU adalah upaya menjaga integritas proses demokrasi di Banda Aceh. Ia berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat mematuhi aturan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, delapan dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh telah menyelesaikan rekapitulasi suara hingga Kamis malam (28/11/2024). Namun, rekapitulasi untuk Kecamatan Kuta Raja tertunda hingga PSU di TPS 3 selesai dilaksanakan.

“Untuk tahapan rekapitulasi, hanya Kecamatan Kuta Raja yang masih menunggu hasil PSU. Setelah itu, proses akan berlanjut ke tahapan berikutnya,” ujar Yusri.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyoroti pentingnya peran petugas TPS dalam memastikan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai aturan. Selain itu, kasus ini juga mencerminkan perlunya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai pentingnya menghormati hak pilih individu.

Editor: Akil

Aksi Tegas Kejari Aceh Utara: Musnahkan Narkoba, BBM, dan Kosmetik Ilegal

0
Pemusnahan barang bukti perkara Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Khusus digelar Kejaksaan Negeri Aceh Utara (Foto: Kejari)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum. Pada Selasa (26/11/2024), mereka memusnahkan barang bukti berbagai tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Pemusnahan berlangsung di halaman kantor Kejari Aceh Utara dengan pengamanan ketat dan disaksikan sejumlah pejabat terkait.

Dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Teuku Muzafar, S.H., M.H., acara ini dihadiri Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon Rian Firmansyah, perwakilan Pengadilan Negeri Lhoksukon, Dinas Kesehatan Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Bea Cukai Lhokseumawe, dan para pejabat Kejari lainnya.

Rincian Barang Bukti
Barang bukti yang dimusnahkan mencakup berbagai jenis tindak pidana, mulai dari narkotika, pelanggaran kepabeanan, minyak ilegal, hingga produk kosmetik tanpa izin. Kasi Intelijen Kejari Aceh Utara, Reza Rahim, S.H., M.H., menjelaskan detail barang bukti yang dimusnahkan.

  • Narkotika:
    • Sabu: Sebanyak 5.535 gram atau 5,5 kilogram dari 51 perkara.
    • Ganja: Sebanyak 2.203 gram atau 2,2 kilogram dari tujuh perkara.
  • Rokok Ilegal:
    Total 70 slop rokok tanpa cukai dari berbagai merek, termasuk Nikken, H&D Light, dan SAE.
  • Bahan Bakar Minyak (BBM):
    • 9 liter Pertalite, 22 liter Pertamax, 16 jerigen minyak putih, 2 jerigen BBM oplosan, 6 drum minyak putih (215 liter), serta 2.073 liter minyak putih lainnya.
  • Kosmetik dan Produk Kesehatan:
    Ribuan produk kosmetik ilegal seperti cream pemutih tanpa label, serum glowing, Tabita night cream, foundation, hingga obat-obatan seperti pil ginseng dan lemonize pelicin wajah.

Cara Pemusnahan
Proses pemusnahan dilakukan dengan metode berbeda untuk memastikan keamanan lingkungan.

  • Sabu: Dihancurkan menggunakan blender khusus.
  • Ganja dan kosmetik: Dibakar hingga habis.
  • BBM ilegal: Diendapkan di dalam lubang galian tanah untuk mencegah pencemaran.

“Kami memastikan barang-barang ini tidak lagi membahayakan masyarakat. Pemusnahan ini adalah bukti keseriusan kami dalam menangani berbagai kasus tindak pidana,” tegas Reza Rahim.

Pesan Penegakan Hukum
Melalui kegiatan ini, Kejari Aceh Utara mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku. Pemusnahan barang bukti ini tidak hanya menandai akhir dari proses hukum, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi pelaku tindak pidana.

Kepala Kejari Aceh Utara, Teuku Muzafar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sinergi antara Kejaksaan, Kepolisian, Bea Cukai, dan lembaga lain sangat diperlukan untuk memberantas berbagai tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Editor: Akil

Paslon Independen Muharram-Syukri Klaim Kemenangan di Pilbup Aceh Besar

0
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Jantho – Pasangan calon independen Muharram Idris-Syukri A. Jalil mengklaim kemenangan dalam pemilihan Bupati Aceh Besar tahun 2024 dengan raihan 34 persen suara. Klaim ini berdasarkan data real count dari formulir C-Hasil yang dikumpulkan para saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Muharram, yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Aceh Besar, mengaku unggul dari tiga pasangan calon (paslon) lainnya yang diusung partai politik.

“Alhamdulillah, hingga saat ini 95 persen suara telah masuk. Kami, paslon nomor urut satu, berhasil meraih 34 persen suara,” ujar Muharram dalam konferensi pers, Kamis (28/11/2024).

Paslon ini mengklaim menguasai perolehan suara di 14 kecamatan dari total 23 kecamatan di Aceh Besar, sementara di sembilan kecamatan lainnya mereka berada di posisi kedua. Muharram menyebutkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras tim yang mengawal jalannya pemilihan.

“Kami menempatkan satu saksi utama dan satu saksi pendamping di seluruh 815 TPS. Angka yang kami dapatkan ini bukan perkiraan, melainkan hasil yang benar-benar real,” tegas pria yang akrab disapa Syech Muharram tersebut.

Berdasarkan hasil hitung internal tim Muharram-Syukri, paslon nomor urut 2, Mukhlis Basyah-Muhammad Jazuli, memperoleh 24 persen suara, sementara pasangan nomor 3, Mawardi Ali-Irawan Abdullah, meraih 15 persen suara. Paslon nomor 4, Musanif-Sanusi Hasyim, berada di urutan kedua dengan 25 persen suara.

Ketiga pasangan ini didukung oleh partai politik lokal maupun nasional. Namun, kemenangan Muharram-Syukri sebagai paslon independen dianggap sebagai bukti kuat dukungan masyarakat kepada calon yang berdiri di luar partai.

Muharram menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Aceh Besar atas kepercayaan yang diberikan. Ia juga mengapresiasi proses Pilkada yang berlangsung damai dan demokratis.

“Ini adalah kemenangan rakyat Aceh Besar. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga proses demokrasi ini dengan baik. Kita semua menang dalam Pilkada yang penuh kedamaian ini,” ujarnya.

Data yang dipublikasikan melalui situs pilkada2024.kpu.go.id juga menunjukkan pasangan ini unggul di sebagian besar TPS di wilayah Aceh Besar. Meski begitu, hasil resmi Pilkada masih menunggu pengumuman dari Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Kemenangan Muharram-Syukri, jika dikukuhkan, akan menjadi momen bersejarah bagi Aceh Besar, sekaligus membuktikan bahwa kandidat independen mampu bersaing dan bahkan unggul di tengah dominasi partai politik.

Editor: Akil

Kadinsos Aceh Beserta Unsur SKPA Hadiri Peringati HUT Korpri Ke-53

0
Kadinsos Aceh Beserta Unsur SKPA Hadiri Peringati HUT Korpri Ke-53. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Peringati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) yang Ke – 53, Pemerintah Aceh menggelar Upacara HUT Korpri yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Jum’at, (29/11/24).

Upacara tersebut dipimpin Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs. Diwarsyah. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob beserta unsur Forkopimda, SKPA di barisan tamu undangan dan para pejabat Administrasi serta ratusan ASN di lingkup Pemerintah Aceh.

Dalam sambutannya, Plt. Sekda membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Diwarsyah menyebutkan sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus Penasihat Nasional KORPRI, serta atas nama Pemerintah, Negara, dan pribadi, Presiden mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota KORPRI di manapun bertugas.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Keluarga Besar KORPRI yang selama lebih dari setengah abad telah memberikan pengabdian terbaik, dengan loyalitas dan dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara,” katanya

Dirinya juga menyampaikan, saat ini, bangsa Indonesia memasuki babak baru pemerintahan setelah melalui proses demokrasi.

“Mari kita dukung program-program pemerintah yang selalu berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia,” ungkap Wali Kota.

Katanya, dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, KORPRI akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai ASN Rl, dengan tujuan utama untuk memperkuat jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa.

Sebelumnya, tata laksana upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih kemudian Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancaprasetya Korp Pegawai Republik Indonesia oleh seluruh peserta dan tamu undangan, dan dilanjutkan menyanyikan mars korpri.

Editor: Akil

Pentingnya Menjaga Orisinalitas Budaya di Era Modern melalui Kreasi dan Inovasi

0
Pentingnya Menjaga Orisinalitas Budaya di Era Modern melalui Kreasi dan Inovasi. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Di era modern ini, menjaga orisinalitas budaya lokal menjadi tantangan besar di tengah arus globalisasi. Namun, kreasi dan inovasi dapat menjadi cara efektif untuk mempromosikan budaya, tanpa melupakan akar tradisi.

Hal ini diungkapkan oleh Pj Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si, dalam acara Cerak Senye Desember Kopi Gayo di Galeri Kopi Indonesia, Takengon, pada Jumat (29/11/2024). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Dialog Sengkewe Forum Beru Gayo, pembacaan puisi, dan musik kopi.

“Kreasi dan inovasi sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan kebudayaan kita di era saat ini. Namun, menjaga orisinalitas kebudayaan tentu jauh lebih penting,” tegas Safriati.

Acara ini merupakan bagian dari pra-event Festival Desember Kopi Gayo yang akan berlangsung di Bener Meriah pada Sabtu (30/11). Menurut Safriati, kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memperkenalkan adat dan budaya masyarakat Dataran Tinggi Gayo kepada khalayak luas.

Budaya Aceh yang Mendunia

Safriati mengungkapkan kebanggaannya atas popularitas budaya Aceh di luar daerah. Tari Ratoeh Jaroe dan Tari Saman, dua tarian khas Aceh, saat ini menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang diminati siswa di berbagai sekolah, termasuk di Jabodetabek.

“Beberapa waktu lalu, saya menghadiri Festival Ratoeh Jaroe di Taman Mini Indonesia Indah. Pesertanya dari seratusan sekolah di Jabodetabek. Tarian ini menjadi simbol pelestarian budaya Aceh di luar daerah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Tari Saman telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2011, sedangkan Tari Ratoeh Jaroe sukses tampil memukau pada Pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang dengan penampilan kolosal oleh 1.600 pelajar SMA.

Inovasi untuk Pelestarian Budaya

Dalam upayanya menjaga kelestarian budaya, Safriati menyebutkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh agar tarian Aceh, termasuk Tari Ratoeh Jaroe dan Tari Saman, dapat diintegrasikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah Aceh.

“Ketika masyarakat luar Aceh mencintai dan melestarikan budaya kita, kita juga harus melakukan lebih. Melalui inovasi dan kreasi, kita dapat memperluas daya tarik budaya Aceh, sekaligus melestarikannya untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh, seperti Pj Ketua Dekranasda dari kabupaten tetangga, Forum Beru Gayo, aktivis lingkungan, penulis, sastrawan, serta Duta Wisata. Founder Desember Kopi, Fikar W Eda, yang juga seorang penyair Aceh, turut hadir dan berpartisipasi.

Dengan kegiatan ini, Safriati berharap masyarakat luas tidak hanya mengenal keindahan budaya Gayo tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Aceh.