Beranda blog Halaman 766

Perokok Anak dan Perempuan Jadi Tantangan Penerapan KTR di Banda Aceh

0
Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Muazzinah. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Muazzinah, mengungkapkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Banda Aceh mengalami peningkatan dari 21 persen pada tahun 2019 menjadi 45 persen pada tahun 2023.

“Pada tahun 2019, tingkat kepatuhan masyarakat hanya 21 persen. Namun, setelah intervensi selama kurang lebih tiga tahun, alhamdulillah di tahun 2023 tingkat kepatuhan naik menjadi 45 persen,” kata Muazzinah saat konferensi pers di Kyriad Murya Hotel, Banda Aceh, pada Selasa (17/12/2024).

Peningkatan ini, menurut Muazzinah, disebabkan oleh edukasi yang lebih masif. Berbagai upaya telah dilakukan, antara lain edukasi ke dayah-dayah, sosialisasi di puskesmas, dan pembentukan tim satgas KTR oleh Pemerintah Kota Banda Aceh yang di-SK-kan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di berbagai tempat.

“Peningkatan ini menjadi capaian bagi Pemerintah Kota Banda Aceh dan Aceh Institute karena semakin banyak orang yang paham tentang KTR,” ujarnya.

Meskipun demikian, Muazzinah mengakui bahwa masih ada beberapa tempat yang tingkat kepatuhannya masih rendah, terutama di pasar dan warung kopi. Meskipun rambu-rambu KTR telah dipasang, masih banyak orang yang belum patuh.

Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus adalah dinamika perokok anak di Banda Aceh. Muazzinah menyoroti keberadaan anak-anak sekolah yang merokok di sekitaran warung Lampineung dan jembatan Lamnyong.

“Perokok anak menjadi tantangan besar karena ada faktor-faktor yang mendukung mereka mulai merokok, seperti pengaruh lingkungan keluarga, di mana anak diminta membeli rokok. Mereka jadi mengenal harga, merek, dan lokasi pembelian. Selain itu, ada juga pengaruh dari teman sebaya dan iklan rokok,” jelasnya.

Aceh Institute juga menyoroti kemunculan fenomena perokok perempuan di Banda Aceh, terutama di kafe-kafe. Meski sebagian besar menggunakan vape atau rokok elektrik, hal ini menjadi perhatian dalam implementasi kebijakan KTR.

Muazzinah mengakui bahwa isu KTR memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan isu-isu lain seperti disabilitas, perempuan, dan kemiskinan yang umumnya mendapat dukungan, isu KTR terkadang mendapat penolakan dan bahkan menimbulkan kontra dari sebagian orang.

Namun, Muazzinah tetap optimis dengan implementasi KTR di Banda Aceh, terutama dengan terpilihnya Illiza Sa’aduddin Djamal sebagai Wali Kota Banda Aceh.

“Di tahun 2025, saya punya harapan besar, khususnya untuk Banda Aceh, dengan terpilihnya Illiza Sa’aduddin Djamal sebagai Wali Kota, yang merupakan pencetus KTR. Saya pikir beliau akan konsen dan akan bernostalgia lagi dengan implementasi KTR yang baik. Begitu juga dengan Muzakkir Manaf sebagai Gubernur Aceh terpilih,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Peringatan Hari Ibu di Aceh, Penuh Warna dan Pesan Inspiratif

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, memberikan sambutan saat menghadiri rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-96 tahun 2024. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-96 di Aceh berlangsung meriah di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (17/12/2024). Acara ini dihadiri Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., bersama jajaran pejabat Pemerintah Aceh, Penjabat Ketua PKK Aceh, Hj. Safriati, para Ketua PKK kabupaten/kota se-Aceh, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, hingga para pegiat UMKM dan tamu undangan lainnya.

Peringatan ini dirangkai dengan berbagai kegiatan menarik yang menonjolkan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh. Salah satu yang paling memukau adalah gelar budaya berupa fashion show pakaian adat dari 23 kabupaten/kota. Para Ketua PKK kabupaten/kota tampil anggun dan berwibawa mengenakan busana adat khas wilayah masing-masing, menonjolkan keindahan ragam budaya Aceh.

Selain itu, acara juga diramaikan dengan pameran UMKM perempuan, penampilan seni etnik Aceh, dan pembacaan sejarah singkat Hari Ibu oleh Hj. Safriati.

Dukungan untuk Perempuan dan Anak Pada kesempatan tersebut, Hj. Safriati, yang juga Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, menyerahkan bantuan ikan sebanyak 10 ton secara simbolis untuk Kabupaten Aceh Timur. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, penghargaan kepada pemenang lomba desa kerajinan Dekranasda se-Aceh juga turut diserahkan. Para juara hingga pemenang favorit mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Selain itu, lima guru berdedikasi juga menerima penghargaan atas jasa mereka dalam dunia pendidikan.

Acara ini juga menjadi momen peluncuran buku cerita edukasi anak yang bertema pendidikan karakter, memberikan tambahan nilai inspiratif pada peringatan kali ini.

Pada puncak acara, Pj Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyerahkan penghargaan Gender Champion, santunan untuk anak yatim, serta plakat ucapan terima kasih kepada empat perusahaan yang telah berkontribusi melalui program CSR mereka. Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan pesan inspiratif tentang perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa.

“Betapa besar jasa perempuan, terutama ibu, dalam membangun keluarga dan negara. Kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat tanpa keterlibatan perempuan yang tangguh,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan bahwa tema PHI tahun ini, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”, sangat relevan dengan tantangan zaman. “Perempuan harus terus diperkuat perannya dalam pembangunan dan berbagai sektor kehidupan. Semua peran bisa dilakukan oleh perempuan,” tegasnya.

Safrizal lebih lanjut mengatakan, Peringatan Hari Ibu menjadi momen penting untuk mengenang dan menghargai jasa perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga masyarakat. “Perayaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi perempuan di berbagai lini kehidupan,” pungkas Safrizal.

PHI ke-96 di Aceh tahun ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga wujud nyata komitmen dalam mendukung pemberdayaan perempuan untuk menghadapi masa depan bangsa yang lebih gemilang.

Editor: Akil

FKDM Aceh Nilai Kedewasaan Politik Rakyat Aceh Meningkat

0
Pertemuan FKDM Aceh di Morden Coffee, Pango, Banda Aceh, Selasa (17/12/2024).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Aceh, Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA) menilai kedewaasaan politik masyarakat Aceh kian meningkat.

Hal itu disampaikan KBA pada Pertemuan FKDM Aceh di Morden Coffee, Pango, Banda Aceh, Selasa (17/12/2024). Ikut dihadiri para angggota FKDM Aceh, Kabid Kewaspadaan Nasional pada Kesbangpol Aceh Dedy Andrian, dan staf.

“Kedewasaan politik masyarakat Aceh kian meningkat, salah satunya terlihat saat Pemilu dan Pilkada 2024. Artinya masyarakat sudah siap dengan konsekuensi politik yang berjalan,” kata KBA.

FKDM Aceh berharap kemenangan politik sesuai hasil dari Pilkada 2024 misalnya, harus dijalankan bersama. “Bagi yang sudah memenangi Pilkada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga harus merangkul yang kalah. Itu bagian dari kedewasaan politik,” lanjutnya.

Menurut KBA, kedewasaan berpolitik harus menjadi modal sekaligus konsekuensi masyarakat dalam menjaga perdamaian yang hampir berusia 20 tahun.

“Perdamaian dan Tsunami Aceh kini sudah hampir 20 tahun, keduanya harus menjadi pelajaran berharga bagi Aceh, merawat dan mewariskannya kepada generasi penerus,” tutup KBA. []

6 Manfaat Air Rebusan Kunyit, Dari Turunkan Kolesterol Hingga Sehatkan Kulit

0
Ilustrasi Kunyit. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Air rebusan kunyit, yang dikenal sebagai salah satu ramuan tradisional khas Asia Tenggara, semakin populer karena segudang manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan. Berkat kandungan alami berupa senyawa curcumin, antioksidan, dan berbagai mineral, rempah bernama ilmiah Curcuma longa ini kerap menjadi andalan pengobatan tradisional untuk beragam masalah kesehatan.

Bukan hanya soal mitos, sejumlah penelitian juga mendukung khasiat kunyit yang bisa dikonsumsi dalam bentuk air rebusan. Berikut enam manfaat utama air rebusan kunyit yang patut Anda ketahui:

1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Air rebusan kunyit dikenal ampuh meningkatkan imunitas tubuh. Senyawa curcumin dalam kunyit memiliki sifat antioksidan yang melawan radikal bebas dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat infeksi. Jika dikonsumsi secara rutin, air rebusan kunyit dapat menjadi benteng alami tubuh untuk mencegah penyakit, termasuk pilek dan flu musiman.

2. Meredakan Peradangan Kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang mampu meredakan peradangan dalam tubuh. Bagi penderita radang sendi atau nyeri otot akibat aktivitas fisik, air rebusan kunyit dapat menjadi solusi alami untuk mengurangi pembengkakan sekaligus mempercepat pemulihan jaringan tubuh.

Dengan rutin mengonsumsi air kunyit, Anda bisa mendapatkan efek pereda nyeri alami yang menyehatkan.

3. Menurunkan Kolesterol Salah satu manfaat paling menarik dari air rebusan kunyit adalah kemampuannya menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Kandungan curcumin dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.

Bagi Anda yang ingin mengontrol kolesterol secara alami, segelas air rebusan kunyit setiap hari bisa menjadi pilihan praktis.

4. Meredakan Nyeri Haid Bagi banyak wanita, nyeri haid dan kram perut saat menstruasi sering menjadi tantangan bulanan. Untungnya, air rebusan kunyit mengandung sifat analgesik yang bekerja meredakan rasa sakit. Kandungan curcumin-nya juga membantu mengurangi peradangan di area rahim.

Penelitian yang dipublikasikan di NCBI menyebutkan, curcumin efektif dalam meredakan gejala PMS (sindrom pramenstruasi) secara alami.

5. Menyehatkan Kulit Tak hanya untuk kesehatan tubuh, air rebusan kunyit juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan kulit. Antioksidan dan sifat antiinflamasi kunyit membantu melawan jerawat, mengurangi kemerahan, serta memperlambat tanda-tanda penuaan seperti keriput. Dengan konsumsi rutin, kulit akan tampak lebih sehat, bercahaya, dan bebas dari berbagai masalah kulit.

6. Mendukung Penurunan Berat Badan Bagi Anda yang tengah menjalani program diet, air rebusan kunyit bisa menjadi tambahan efektif dalam rutinitas sehat Anda. Senyawa curcumin diyakini mampu mengatur metabolisme tubuh, menekan pembentukan lemak baru, dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Tak hanya itu, curcumin juga berperan mengatur kadar adiponektin, hormon yang berperan penting dalam metabolisme lemak. Namun, tentu saja, manfaat ini akan lebih maksimal jika dibarengi dengan olahraga rutin dan pola makan sehat.

Editor: Akil

Galeri Perdamaian Aceh di Museum Tsunami: Menelusuri Jejak Damai Pasca Konflik

0
Galeri jurnal perdamaian Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jika Anda berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, jangan lewatkan kesempatan untuk singgah di salah satu ruangan yang penuh makna: Galeri Perdamaian Aceh. Ruangan ini menyimpan banyak bukti autentik dari peristiwa bersejarah yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh, yakni penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Finlandia.

Galeri ini berada tepat di samping ruangan galeri USAID, lembaga yang turut membantu Aceh bangkit pascatsunami. Begitu memasuki ruangan, pengunjung akan disambut oleh jejak-jejak berharga dari perundingan damai yang dilakukan sejak 27 Januari 2005 hingga akhirnya mencapai kesepakatan pada Agustus 2005. Foto-foto bersejarah, dokumentasi pertemuan formal, dan simbolisasi perjanjian tertata rapi di dalam galeri.

Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah Indonesia diwakili oleh tokoh-tokoh seperti Farid Husain, Hamid Awaluddin, Sofyan A. Djalil, Usman Basyah, dan I Gusti Wesaka Pudja. Sementara itu, pihak GAM diwakili oleh Malik Mahmud, Zaini Abdullah, M. Nur Djuli, Nurdin Abdul Rahman, dan Bachtiar Abdullah. MoU Helsinki menjadi titik balik bagi masyarakat Aceh yang telah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang konflik dan operasi militer.

Perjalanan Panjang Menuju Damai

Galeri Perdamaian menyajikan rangkaian foto dan dokumentasi yang mencerminkan proses perundingan, termasuk momen bersejarah pengumpulan senjata dari pihak GAM yang kemudian dimusnahkan sebagai simbol berakhirnya konflik. Foto-foto tersebut menjadi bukti nyata bahwa perdamaian dapat dicapai melalui dialog dan komitmen kedua belah pihak.

Salah satu sudut ruangan juga menampilkan tema “Rekonstruksi Dalam Damai”. Di sini, pengunjung bisa melihat kerja sama semua elemen masyarakat dalam membangun kembali Aceh pascatsunami. Ada foto ikonik mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang tengah mengenakan kaus dan celana jeans, berjalan menyusuri lokasi terdampak bencana. Kehadiran tokoh dunia ini menunjukkan besarnya perhatian internasional terhadap Aceh, baik dalam proses rehabilitasi pascatsunami maupun dalam mendukung perdamaian.

Setelah bencana tsunami melanda pada 26 Desember 2004, Aceh menjadi lebih terbuka bagi dunia. Berbagai lembaga internasional dan NGO datang membawa misi kemanusiaan, beriringan dengan upaya Pemerintah Indonesia melalui Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias yang bekerja keras membangun kembali Aceh. Perdamaian dan rekonstruksi berjalan beriringan, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang sempat dirundung duka.

Kenangan Peristiwa Bersejarah

Bagi sebagian pengunjung, Galeri Perdamaian Aceh bukan sekadar tempat untuk melihat koleksi foto dan dokumentasi. Galeri ini mengingatkan pada perjalanan panjang dan penuh luka yang akhirnya berbuah manis. Salah satunya adalah peristiwa penahanan wartawan RCTI, Ersa Siregar, oleh sekelompok GAM di bawah pimpinan Ishak Daud pada 2004. Peristiwa ini menjadi salah satu liputan paling dramatis di media kala itu, hingga akhirnya berujung tragis.

Namun, hanya empat bulan berselang, tsunami besar meluluhlantakkan Aceh. Bencana ini seakan menjadi titik balik yang membuka pintu bagi perundingan damai. Konflik yang telah berlangsung sejak 1976 dan memuncak pada operasi militer di akhir 1980-an akhirnya bisa dihentikan total.

Harapan di Balik Perdamaian

Bagi masyarakat Aceh, Galeri Perdamaian di Museum Tsunami bukan hanya tempat mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga sarana untuk merenungi hikmah di balik musibah. Konflik yang dulunya menjadi “duri dalam daging” berhasil dicabut melalui dialog dan kesepakatan yang didukung oleh dunia internasional.

Meski masih ada beberapa poin dari MoU Helsinki yang belum sepenuhnya terealisasi, perdamaian telah membawa banyak perubahan positif. Status otonomi khusus yang diberikan kepada Aceh membuka peluang besar untuk provinsi ini tumbuh lebih kokoh dan berkembang, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Galeri ini mengingatkan kita bahwa di balik bencana dan konflik, ada hikmah besar yang bisa diambil. Perdamaian bukan sekadar kata, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, keberanian, dan kebersamaan. Bagi siapa saja yang ingin menyelami sejarah Aceh, Galeri Perdamaian di Museum Tsunami adalah tempat yang patut dikunjungi.

Salah satu pengunjung, Rahmawat, mengungkapkan perasaannya setelah melihat koleksi di galeri ini. Ia mengunkapkan bahwa setiap foto di sini mengingatkannya pada masa sulit Aceh.

“Saya masih ingat bagaimana keluarga saya dulu hidup dalam ketakutan saat konflik. Tapi sekarang, melihat perdamaian yang sudah tercapai, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya kepada Nukilan.id, Minggu (15/12/2024).

Rahmawati juga menambahkan bahwa galeri ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda.

“Anak-anak muda harus tahu bahwa perdamaian ini tidak datang begitu saja. Ada perjuangan panjang di baliknya. Kita harus menjaganya agar Aceh tidak kembali ke masa lalu,” ungkapnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Jokowi Butuh Partai, atau Partai Butuh Jokowi?

0
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Opini – Keputusan PDI Perjuangan memecat Joko Widodo tampaknya seperti langkah berani yang akhirnya diambil setelah hubungan panas-dingin antara Jokowi dan elite PDIP berlangsung bertahun-tahun. Namun, manuver ini memicu pertanyaan besar: Siapa sebenarnya yang lebih membutuhkan siapa? Apakah Jokowi butuh partai, atau justru partai yang butuh Jokowi?

PDIP, sebagai partai tempat Jokowi bernaung sejak awal kiprahnya di panggung politik nasional, tentu memiliki perhitungan matang sebelum akhirnya menjatuhkan keputusan ini. Ketidakcocokan antara Jokowi dan elite partai, termasuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bukanlah hal baru. Namun selama ini, pemecatan tidak pernah dilakukan. Mengapa? Karena Jokowi tetap dianggap memiliki daya tarik politik yang mampu mendulang suara bagi PDIP, khususnya di Jawa Tengah. Singkatnya, pemecatan saat itu berisiko merugikan partai.

Kini, keadaan telah berbeda. Figur Jokowi perlahan dijauhkan dari simbol partai berlambang banteng tersebut. Pemecatan itu membebaskan Jokowi dari asosiasi sebagai kader utama PDIP, membentuk jarak yang membuatnya berdiri sebagai sosok politik independen. Meski begitu, bukan berarti pengaruh Jokowi luntur. Justru, langkah ini semakin menarik perhatian publik dan memperkuat persepsi bahwa Jokowi tidak lagi membutuhkan partai politik untuk bertahan di panggung nasional.

Ketika ditanya soal pemecatan, Jokowi hanya menjawab pendek: “Ya berarti partainya perorangan.” Kalimat ini, meski singkat, sarat makna dan multitafsir. Ada yang melihat pernyataan itu sebagai sindiran tajam kepada PDIP. Jika pemecatan terjadi hanya karena perbedaan pandangan dengan Megawati, maka ini mengisyaratkan bahwa PDIP lebih mirip perusahaan pribadi ketimbang partai demokratis. Partai menjadi milik segelintir elite yang berkuasa, bukan ruang gagasan tempat kader bisa bebas berpendapat.

Di sisi lain, Jokowi tampaknya tidak ambil pusing. Selama ini, ia telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan dan bahkan bersinar tanpa harus tunduk sepenuhnya pada kehendak partai. Contoh paling nyata adalah ketika ia berseberangan dengan PDIP dalam isu-isu besar seperti penyelenggaraan Piala Dunia U-20 atau pembangunan infrastruktur strategis. Sikapnya yang memilih diam dan menghindari konflik terbuka menunjukkan Jokowi paham benar bagaimana memainkan perannya sebagai pemimpin nasional.

Jika PDIP berpikir pemecatan ini akan mengecilkan pengaruh Jokowi, realitas politik menunjukkan sebaliknya. Dalam Pemilu 2024, kepala daerah dan tokoh politik dari berbagai partai berlomba-lomba mendekati Jokowi untuk mendapatkan dukungan. Ini membuktikan bahwa Jokowi tetap memiliki daya tarik politik yang kuat, bahkan tanpa harus bernaung di bawah bendera partai manapun. Posisi anak-anaknya yang kini berkiprah di panggung politik nasional — Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden terpilih, Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI, dan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara — semakin mempertegas kekuatan politik keluarga Jokowi.

Namun, bukan berarti Jokowi menutup pintu untuk kembali bergabung dengan partai tertentu. Golkar, misalnya, menjadi salah satu opsi yang kerap disebut-sebut. Partai berlambang pohon beringin ini memiliki daya tarik tersendiri. Dengan sejarah panjang dan struktur organisasi yang solid, Golkar juga dikenal sebagai partai yang lebih cair, tanpa dominasi figur sentral. Status Jokowi sebagai anggota kehormatan Golkar pun mengindikasikan kedekatan emosional yang sudah terbangun lama. Bahkan Gibran disebut-sebut memiliki hubungan spesial dengan partai ini.

Namun, jika Jokowi memilih untuk berdiri sendiri, itu pun bukan masalah besar. Justru, independensinya membuka ruang manuver yang lebih luas dalam merangkul berbagai kekuatan politik. Jokowi bisa tetap memainkan peran strategis sebagai sosok pemersatu di tengah polarisasi politik yang kian tajam.

Lebih dari itu, pemecatan Jokowi dari PDIP membawa pesan tersirat tentang kondisi partai politik di Indonesia. Partai yang tidak mampu menerima dinamika internal dan perbedaan pendapat berisiko kehilangan kader potensialnya. Jika partai hanya dikelola sebagai perusahaan keluarga, di mana suara elite lebih dominan dibanding demokrasi internal, maka wajar jika banyak kader akhirnya memilih keluar atau berdiri sendiri.

Jokowi telah membuktikan bahwa politik bukan soal loyalitas buta terhadap partai. Ia mampu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas, meski harus berseberangan dengan keputusan partainya sendiri. Hal ini pula yang membuatnya tetap dicintai oleh masyarakat.

Pada akhirnya, pemecatan Jokowi dari PDIP bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ini menjadi awal baru bagi Jokowi untuk menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak pernah bergantung pada bendera partai. Dengan atau tanpa partai, Jokowi tetap besar. Dan bagi PDIP, ini menjadi pengingat bahwa partai politik semestinya menjadi rumah bagi semua kader, bukan sekadar milik segelintir elite.

Pilihan kini ada di tangan Jokowi: melanjutkan langkahnya sebagai figur independen atau bergabung dengan partai lain. Namun satu hal yang pasti, Jokowi telah melampaui sekat-sekat politik dan membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak butuh label partai untuk tetap dicintai rakyat. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Jam 12 Siang, Waktu Ideal untuk Makan? Ini Penjelasan Ahli Gizi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah aktivitas harian yang padat, makan siang kerap dipandang sebelah mata. Bagi sebagian orang, makan siang dianggap tak sepenting sarapan. Padahal, peran makan siang jauh lebih besar dari sekadar pengganjal perut.

Ahli gizi Len Bakovic menekankan pentingnya menjaga waktu dan menu makan siang. Keduanya berpengaruh besar dalam menjaga energi tubuh sepanjang hari dan mencegah kebiasaan makan berlebihan di malam hari.

“Idealnya, waktu makan siang sebaiknya disesuaikan dengan pola tidur dan kebiasaan harian,” ujar Bakovic seperti dikutip dari Real Simple.

Jika Anda bangun pukul 7 pagi dan sarapan pukul 8 pagi, rasa lapar biasanya muncul empat hingga lima jam setelahnya, yakni sekitar pukul 12 hingga 1 siang. Artinya, jam 12 siang bisa menjadi patokan ideal, meskipun tak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang.

Jangan Terlalu Awal atau Terlalu Telat

Namun, Bakovic juga memperingatkan agar waktu makan siang tidak terlalu dini atau terlalu terlambat. Makan terlalu awal, misalnya segera setelah sarapan, justru bisa membuat Anda merasa lapar menjelang sore hari. Rasa lapar ini sering kali berujung pada kebiasaan ngemil makanan yang kurang sehat.

Di sisi lain, makan siang terlalu sore mendekati waktu makan malam bisa mengganggu pola makan. Anda mungkin merasa kenyang saat makan malam, tetapi lapar menjelang tidur. Kondisi ini kerap membuat seseorang mencari camilan manis atau asin yang tak sehat, yang akhirnya memengaruhi kualitas tidur.

“Makan siang pada waktu yang tidak tepat bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh, yakni sistem alami yang mengatur jam biologis makan dan tidur,” tambah Bakovic.

Isi Piring dengan Nutrisi Seimbang

Selain waktu yang tepat, menu makan siang juga tak kalah penting. Bakovic merekomendasikan pola makan seimbang untuk menjaga energi dan fokus sepanjang hari.

“Isi setengah piring Anda dengan sayuran, seperempat piring untuk protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, atau kacang-kacangan, dan seperempat lagi karbohidrat kompleks seperti quinoa, nasi merah, atau ubi,” ujarnya.

Proporsi ini memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh sekaligus menjaga stabilitas energi hingga malam hari.

Konsistensi Itu Penting

Makan siang di waktu yang sama setiap hari rupanya juga penting untuk kesehatan tubuh. Menurut Bakovic, konsistensi jam makan membantu tubuh mengatur sinyal rasa lapar (hunger cues) dan rasa kenyang (fullness cues).

“Seperti pola tidur yang konsisten membantu tubuh sinkron, jam makan yang konsisten juga berperan serupa,” jelasnya.

Kebiasaan makan di waktu yang sama menjaga proses metabolisme tubuh agar tetap stabil. Tak perlu khawatir jika makan siang terlambat satu atau dua jam, asalkan tidak menjadi kebiasaan.

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk makan siang sangat bergantung pada rutinitas harian dan sinyal tubuh masing-masing. Namun, usahakan untuk tidak melewatkan makan siang. Dengan menu bergizi seimbang dan waktu yang tepat, makan siang bisa menjadi kunci menjaga energi, fokus, dan produktivitas sepanjang hari.

Editor: Akil

DPRK Aceh Singkil Kejar Waktu Bahas APBK 2025

0
DPRK Aceh Singkil Kejar Waktu Bahas APBK 2025. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Singkil – Proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil tahun 2025 akhirnya resmi dimulai. Meski sempat mengalami keterlambatan, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil bersama Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) kini mulai berpacu dengan waktu agar target pembahasan bisa tuntas sebelum tahun anggaran berakhir.

Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, membenarkan bahwa agenda pembahasan APBK 2025 dimulai pada Senin (16/12/2024).

“Kalau untuk agenda saat ini, kita baru memulai melakukan pembahasan,” ujar H. Amaliun saat ditemui di ruang kerjanya, Senin siang.

H. Amaliun tidak memungkiri bahwa keterlambatan ini sedikit mempengaruhi jadwal yang seharusnya sudah berjalan lebih awal. Namun, ia optimis bahwa dalam sisa waktu sekitar 15 hari ke depan, pembahasan APBK 2025 dapat dirampungkan.

“Agenda kita sampai akhir Desember ini ditargetkan tuntas. Tapi, tentu saja semua tergantung pada proses pembahasan bersama tim TAPK nantinya,” tambahnya.

Keterlambatan dan Tantangan Waktu

Berdasarkan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025, penetapan APBD atau APBK seharusnya dilakukan paling lambat 30 November 2024, atau satu bulan sebelum berakhirnya tahun anggaran.

Namun, kenyataannya di Aceh Singkil, proses pembahasan baru bisa dimulai pada pertengahan Desember. Kondisi ini membuat DPRK dan TAPK harus bekerja ekstra cepat untuk mengejar ketertinggalan waktu.

Meski demikian, aturan tersebut masih memberikan celah berupa perpanjangan waktu maksimal 60 hari sejak penyerahan KUA-PPAS oleh pemerintah daerah kepada DPRK. Dengan demikian, Aceh Singkil kini memasuki periode krusial dengan waktu tersisa hanya sekitar dua pekan untuk menyelesaikan penetapan Qanun APBK 2025.

Harapan dan Komitmen

Keterlambatan ini tentu memunculkan sejumlah tantangan. Selain waktu yang terbatas, proses pembahasan APBK 2025 juga memerlukan koordinasi yang solid antara DPRK dan TAPK agar setiap poin dapat diputuskan secara matang dan tepat sasaran.

Di tengah kondisi ini, H. Amaliun menegaskan komitmen DPRK untuk menyelesaikan agenda ini dengan penuh tanggung jawab.

“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar APBK ini bisa disahkan tepat waktu. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat Aceh Singkil,” pungkasnya.

Dengan waktu yang semakin sempit, seluruh mata kini tertuju pada proses pembahasan APBK 2025. Publik tentunya berharap agar proses ini tidak hanya sekadar selesai, tetapi juga dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat Aceh Singkil di tahun mendatang.

Editor: Akil

BI Aceh Luncurkan Modul Dakwah Digital 

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Rony Widijarto.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh meluncurkan Modul Dakwah Sistem Pembayaran Digital sebagai upaya mendukung inklusi keuangan digital berbasis syariah. Peluncuran ini berlangsung di Auditorium Teuku Umar Kantor BI Aceh, Banda Aceh pada Senin (16/12/2024).

Modul ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang manfaat sistem pembayaran digital, khususnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Rony Widijarto menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memberikan keberkahan bagi umat. 

“Ini menjadi momentum bahwa teknologi tidak hanya untuk transaksi komersial, tetapi juga memberikan manfaat yang relevan dengan nilai-nilai Islam, termasuk dalam mendukung ekonomi syariah dan halal,” ujar Rony.

Rony menambahkan, ekonomi halal memiliki keterkaitan dengan konsep green economy yang mengutamakan keberlanjutan. Pendekatan berbasis nilai-nilai agama dipilih untuk mempermudah penerimaan teknologi keuangan digital oleh masyarakat Aceh, yang dikenal kuat memegang prinsip syariah.

“Dengan pendekatan dakwah, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami teknologi tetapi juga terhindar dari penyalahgunaan seperti judi online,” ungkapnya.

Rony juga menjelaskan bahwa QRIS telah terbukti efektif di berbagai negara, termasuk Thailand dan Singapura. Ia optimistis Aceh dapat menjadi pelopor transformasi digital berbasis syariah di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Kepala BI Aceh, Hertha Bastiawan, menambahkan bahwa modul dakwah ini dirancang untuk mempermudah pengenalan sistem pembayaran digital melalui peran tokoh agama dan ulama.

“Kami menargetkan komunitas dayah, masjid, serta institusi pendidikan agar literasi keuangan digital dapat menyebar lebih cepat melalui para Teungku dan pimpinan dayah,” ujar Hertha.

Modul ini akan disebarluaskan ke berbagai wilayah Aceh, termasuk ke madrasah dan institusi pendidikan lainnya, guna memperkuat literasi keuangan digital berbasis syariah. []

Generasi Muda Banda Aceh Diajak Perangi Korupsi Melalui Lomba Pidato

0
Lomba pidato anti korupsi yang digelar Kejaksaan Negeri Banda Aceh di Aula Gedung Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, pada Senin 16 Desember 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Negeri Banda Aceh menggelar lomba pidato anti korupsi sebagai upaya pencegahan dini terhadap praktik korupsi di kalangan generasi muda. 

Kegiatan yang mengusung tema “Gen-Z Hebat: Anti Terhadap Pratik Korupsi, Paham Hukum dan Menghindari Hukuman” ini berlangsung di Aula Gedung Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, pada Senin (16/12/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Suhendri menegaskan bahwa pencegahan korupsi jauh lebih penting daripada sekadar penindakan. Ia mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga penegak hukum seperti KPK, dalam mencegah tindak pidana korupsi.

“Mereka (para siswa) mungkin belum memahami korupsi secara mendalam, namun melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini,” ujar Suhendri kepada Nukilan.

Lomba pidato ini dinilai sebagai sarana efektif untuk mengenalkan konsep anti korupsi kepada generasi muda. Suhendri berharap kegiatan tahunan ini dapat membekas dalam pikiran siswa, sehingga ketika mereka memasuki dunia kerja, mereka telah memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya integritas dan kejujuran.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang pidato, tetapi juga ajang kreativitas yang diharapkan dapat menumbuhkan sikap jujur, berkompeten, dan bermoral,” tambahnya.

Melalui lomba ini, Kejaksaan Negeri Banda Aceh berharap dapat membentuk generasi penerus yang sadar akan bahaya korupsi dan berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

Reporter: Rezi