Beranda blog Halaman 767

Lima Satker Kanwil Kemenkumham Aceh Raih Predikat WBK

0
Lima Satker Kanwil Kemenkumham Aceh Raih Predikat WBK. (Foto; rri)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan. Lima satuan kerja (satker) di bawah Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen untuk memberikan pelayanan bersih, transparan, dan berorientasi pada kepuasan publik.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja luar biasa dari kelima satker yang berhasil meraih predikat WBK tersebut. Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran selama ini.

“Ini satu hal yang harus diapresiasi, karena WBK ini merupakan akumulasi dari kerja keras, komitmen, dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Meurah dalam siaran pers, Senin (16/12/2024).

Kelima satuan kerja yang mendapatkan predikat WBK itu adalah:

  1. Kantor Imigrasi Banda Aceh,
  2. Kantor Imigrasi Meulaboh,
  3. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh,
  4. Rumah Tahanan (Rutan) Bener Meriah, dan
  5. Rumah Tahanan (Rutan) Takengon.

Penyerahan penghargaan WBK ini dilakukan dalam rangkaian acara Refleksi Akhir Tahun 2024 yang mengusung tema “Membangun Sinergi untuk Indonesia Emas: Hukum, HAM, Imigrasi, Pemasyarakatan Sebagai Pilar Pembangunan Nasional”. Tema ini menggambarkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

Transformasi Digital 2025: Layanan Publik Lebih Mudah dan Transparan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan HAM RI, Supratman Andi Agtas, turut menyampaikan visi besar Kemenkumham di tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa tahun 2025 akan menjadi tonggak baru dalam layanan publik Kemenkumham dengan beralih sepenuhnya ke sistem digital.

“Kementerian Hukum sudah mencanangkan sebuah transformasi. Kami bertekad di tahun 2025, seluruh layanan di Kemenkumham sudah berbasis digital,” kata Supratman Andi Agtas.

Transformasi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Selain itu, langkah ini juga diharapkan memperkuat transparansi dalam layanan publik.

Supratman menambahkan, keterbukaan informasi menjadi hal penting yang akan terus dikedepankan.

“Kami terbuka untuk mendapatkan pengawasan, baik eksternal maupun internal. Saya mohon masukan dari Ombudsman agar kementerian ini bisa menjadi pelopor di dalam keterbukaan informasi,” ujar Supratman.

Kolaborasi Kunci Wujudkan Indonesia Emas

Tak hanya berfokus pada pelayanan publik, Menteri Supratman juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kolaborasi dalam merumuskan kebijakan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan hukum dan keadilan.

“Kolaborasi di antara ‘saudara kandung’ seperti Kementerian Hukum, Imigrasi, Pemasyarakatan, HAM, dan Koordinator Bidang terkait akan tetap berjalan. Salah satu contohnya adalah perumusan kebijakan pemberian amnesti,” kata Supratman.

Penghargaan WBK ini menjadi langkah penting dalam upaya Kemenkumham Aceh menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Lebih dari itu, predikat ini juga mencerminkan komitmen untuk membangun budaya pelayanan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel di tengah masyarakat.

Dengan transformasi digital yang siap dijalankan tahun depan, harapan terhadap peningkatan kualitas layanan publik semakin terbuka lebar. Prestasi lima satker Kemenkumham Aceh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik.

Editor: Akil

181 Penyuluh Agama Aceh Timur Ikuti Ujian CAT Evaluasi Kinerja

0
181 Penyuluh Agama Aceh Timur Ikuti Ujian CAT Evaluasi Kinerja. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Sebanyak 181 penyuluh agama Islam di Kabupaten Aceh Timur mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) untuk evaluasi kinerja mereka. Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Timur pada Senin, 16 Desember 2024.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, H. Salamina, S.Ag., M.A., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keseriusan para peserta dalam menghadapi ujian sebagai upaya peningkatan kualitas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

“Saya berharap seluruh peserta dapat serius dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan ujian ini. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur kompetensi penyuluh dalam menjalankan tugas mereka. Penyuluh agama memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam membina umat,” ujar Salamina.

Ia juga mengutip pesan dari Menteri Agama RI yang menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan umat dapat diukur dari seberapa dekat masyarakat dengan ajaran agamanya.

“Makin berjarak masyarakat dengan ajaran agamanya, di situ ada kegagalan pembinaan umat. Sebaliknya, makin dekat masyarakat dengan nilai-nilai agama, itu adalah keberhasilan kita bersama,” lanjutnya.

Pelaksanaan CAT ini diawali dengan sesi registrasi dan pembagian tutorial penggunaan sistem ujian berbasis komputer. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Aceh Timur, Muhammad Mansyur, menjelaskan bahwa ujian ini menjadi tolok ukur capaian kinerja penyuluh agama.

“Hari ini kita mulai pelaksanaan CAT, termasuk proses registrasi hingga pengenalan sistem ujian. Nantinya, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan penyuluh agama di masyarakat,” terang Muhammad Mansyur.

Ujian sebagai Upaya Peningkatan Layanan Keagamaan

Ujian evaluasi ini bukan hanya formalitas semata, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam mengukur dan memperbaiki kinerja penyuluh agama. Penyuluh agama selama ini berperan langsung di tengah masyarakat untuk memberikan bimbingan dan pembinaan dalam berbagai aspek keagamaan.

Dengan adanya evaluasi melalui CAT, diharapkan para penyuluh agama dapat semakin profesional dalam melaksanakan tugas mereka. Hal ini sejalan dengan tujuan Kementerian Agama untuk membentuk penyuluh yang mampu menghadirkan pemahaman agama yang moderat, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Salah satu peserta ujian, Nurhayati, mengungkapkan bahwa ujian ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.

“Ujian seperti ini membuat kami lebih termotivasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Harapannya, hasil dari evaluasi ini bisa menjadi masukan bagi kami untuk lebih baik ke depan,” katanya dengan senyum.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, pelaksanaan ujian CAT evaluasi kinerja penyuluh agama di Aceh Timur berjalan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan penyuluh agama yang lebih berkualitas, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dalam pembinaan umat di masa mendatang.

Editor: Akil

Mi Aceh dan Laksa Betawi Masuk Daftar 100 Hidangan Mi Terenak di Dunia

0
Mie Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar membanggakan datang dari dunia kuliner Indonesia. Dua hidangan mi khas Nusantara, Mi Aceh dan Laksa Betawi, berhasil masuk dalam daftar 100 Best Noodle Dishes in the World versi laman panduan perjalanan dan kuliner internasional, Taste Atlas. Pengumuman tersebut dirilis pada Minggu (15/12/2024).

Dikutip Nukilan.id, Laksa berada di posisi ke-28 bersama dengan Malaysia dan Singapura. Sementara itu, Mi Aceh menduduki peringkat ke-64. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat kedua hidangan tersebut merupakan simbol kekayaan cita rasa kuliner Indonesia yang terus mendunia.

Laksa Betawi, Kaya Rasa dengan Ragam Varian

Menurut keterangan resmi Taste Atlas, laksa dikenal sebagai hidangan mi kuah berkaldu yang pedas dan kaya rempah. Hidangan ini disebut sebagai sajian klasik yang populer di Asia Tenggara dan memiliki banyak variasi. Perkembangannya dipengaruhi oleh tradisi kuliner yang berbeda di setiap negara, sehingga menghasilkan cita rasa yang unik di masing-masing wilayah.

Dua jenis laksa paling terkenal adalah asam laksa, yang berbahan dasar asam jawa sehingga menghasilkan cita rasa segar dan asam, serta curry laksa, yang lebih creamy karena penggunaan santan. Di Indonesia, Laksa Betawi dikenal dengan kuah kuning kentalnya yang gurih berkat perpaduan rempah-rempah seperti kunyit, kemiri, dan serai.

Selain di Indonesia, laksa juga digemari di Malaysia dan Singapura. Biasanya, hidangan ini dijajakan di pusat-pusat jajanan kaki lima sebagai sajian utama.

Mi Aceh, Pedas dan Penuh Bumbu Khas

Sementara itu, Mi Aceh hadir dengan ciri khasnya yang kuat: pedas, gurih, dan kaya rempah. Hidangan ini tersedia dalam dua varian, yakni mi aceh goreng yang kering dan mi aceh kuah yang berkuah. Keduanya menggunakan mi kuning tebal sebagai bahan utama.

“Selain mi kuning yang tebal, makanan ini biasanya terdiri dari daging sapi, daging kambing, atau olahan hasil tangkapan laut, serta sayur-sayuran seperti daun bawang, bawang putih, taoge, kol, dan tomat,” tulis laman Taste Atlas.

Bumbu Mi Aceh pun tak kalah kompleks. Berbagai rempah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kapulaga, dan jintan menjadi kunci cita rasa pedas dan aromatiknya. Hidangan ini umumnya disajikan dengan taburan bawang merah goreng, irisan mentimun, serta kerupuk renyah.

Ramen Jepang Peringkat Pertama, Mi Dunia dalam Satu Daftar

Dalam pemeringkatan 100 Best Noodle Dishes in the World ini, ramen dari Jepang berhasil menduduki peringkat pertama. Posisi kedua ditempati oleh biang biang noodles dari China, sementara khao soi dari Thailand menempati urutan ketiga.

Pemeringkatan yang dilakukan Taste Atlas ini mengandalkan penilaian dari audiens situs mereka dengan mekanisme ketat untuk memastikan keaslian peringkat. Hingga Minggu (15/12/2024), daftar ini telah mengumpulkan 11.926 penilaian, dengan 9.020 di antaranya dinyatakan valid.

Kebanggaan Kuliner Indonesia

Masuknya Mi Aceh dan Laksa Betawi ke dalam daftar hidangan mi terenak di dunia membuktikan bahwa kuliner Indonesia memiliki daya saing global. Dengan karakter rasa yang unik dan penggunaan rempah yang kaya, kedua hidangan ini tak hanya memanjakan lidah tetapi juga menceritakan keberagaman budaya Nusantara.

Bagi pecinta kuliner, kabar ini tentu menjadi dorongan untuk semakin bangga dan melestarikan hidangan-hidangan tradisional Indonesia. Mi Aceh dan Laksa Betawi bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya yang patut kita jaga dan promosikan ke dunia. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh Safrizal Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ulama Besar Abu Madinah

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar duka datang dari Aceh. Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Ismy, Lc., MA, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Madinah, berpulang ke rahmatullah pada Senin (16/12/2024) pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Kabar ini meninggalkan duka mendalam di hati masyarakat Aceh, tak terkecuali Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami semua sangat kehilangan sosok ulama yang rendah hati, yang begitu besar perannya dalam membimbing umat untuk selalu berada di jalan Islam,” ujar Safrizal pada Senin sore (16/12/2024).

Safrizal menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Abu Madinah dan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendoakan almarhum.

“Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Ulama Berpengaruh di Aceh

Abu Madinah merupakan sosok ulama yang dihormati di Aceh dan sekitarnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang bijaksana, teduh, serta tak kenal lelah dalam menyebarkan ilmu agama. Beliau juga merupakan ayah dari Tgk. H. Masrul Aidi, Lc., MA, pimpinan Dayah Babul Maghfirah di Cot Keueung, Aceh Besar.

Semasa hidupnya, Abu Madinah dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan agama dan pesantren. Ribuan santri telah menimba ilmu dari bimbingan beliau. Kelembutan dan kerendahan hatinya menjadikan sosok Abu Madinah begitu dekat dengan masyarakat.

Disemayamkan di Dayah Babul Maghfirah

Menurut keterangan keluarga, jenazah almarhum Abu Madinah akan disemayamkan di komplek Dayah Babul Maghfirah, Aceh Besar, pesantren tempat beliau mengajar dan berkhidmat hingga akhir hayat.

Kabar wafatnya Abu Madinah telah menyebar dengan cepat dan menimbulkan duka di kalangan masyarakat Aceh. Ratusan warga, santri, serta tokoh agama mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka berbondong-bondong menuju Dayah Babul Maghfirah untuk menyampaikan belasungkawa dan ikut mendoakan almarhum.

Salah seorang santri, M. Yusuf, mengungkapkan kesedihannya.

“Kami merasa sangat kehilangan. Abu adalah guru kami, orang tua kami. Beliau selalu mengajarkan kami tentang akhlak mulia dan ilmu agama dengan penuh kelembutan. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kami semua,” ujar Yusuf dengan mata berkaca-kaca.

Doa dari Masyarakat

Sejak kabar wafatnya Abu Madinah diumumkan, doa-doa terus mengalir dari masyarakat Aceh, baik yang mengenal langsung maupun tidak. Bagi masyarakat Aceh, sosok ulama seperti Abu Madinah adalah penjaga moral dan cahaya penerang di tengah kehidupan beragama.

“Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan ilmunya menjadi pahala yang terus mengalir,” ujar Safrizal dalam pernyataannya.

Kehilangan Abu Madinah adalah duka bagi seluruh umat Islam di Aceh. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai ulama besar yang penuh keteladanan dan pengabdian. Masyarakat diharapkan terus mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Editor: Akil

DPW IMN Aceh Desak Pj Bupati Abdya Panggil Keuchik Terkait Dugaan Pengalihan Bantuan

0
Ketua DPW IMN Aceh, Ari Al Mufit. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Blangpidie – Dugaan pengalihan bantuan beras raskin akibat perbedaan pilihan politik mencuat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Inisiator Muda Nusantara (IMN) Aceh mendesak Pj Bupati Abdya untuk segera memanggil keuchik (kepala desa) yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

Ketua DPW IMN Aceh, Ari Al Mufit, mengungkapkan kekhawatiran ini setelah menerima aduan dari warga Gampong Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil. Menurut Ari, beberapa warga mengaku tidak lagi menerima bantuan beras raskin selama beberapa bulan terakhir, meski sebelumnya bantuan tersebut rutin mereka terima. Dugaan kuat bahwa hal ini dipicu oleh perbedaan pilihan politik pada Pilkada Abdya lalu.

“Jika benar ada pengalihan bantuan karena perbedaan politik, ini sangat mencederai prinsip keadilan sosial yang harus dijunjung tinggi oleh pemimpin gampong. Bantuan sosial seperti raskin adalah hak masyarakat yang tidak boleh dipolitisasi,” tegas Ari dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).

Ari mendesak Pj Bupati Abdya untuk bertindak tegas dengan memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi persoalan ini. Menurutnya, kepala daerah memiliki kewajiban memastikan distribusi bantuan berjalan adil dan merata, tanpa diskriminasi terhadap warga.

“Kepala daerah harus memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam penyaluran bantuan, terlepas dari pilihan politik masyarakat. Jika tidak ditindaklanjuti, hal ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tambahnya.

Masyarakat Diminta Berani Melapor

Ari juga meminta masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengalami perlakuan serupa. Keberanian untuk bersuara dinilai penting agar permasalahan ini tidak terus berulang di masa mendatang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor. Ini demi mencegah praktik-praktik serupa yang bisa mencederai prinsip keadilan sosial dan demokrasi,” ujar Ari.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat bantuan beras raskin merupakan kebutuhan dasar yang krusial bagi masyarakat kurang mampu. Pengalihan bantuan dengan alasan politis bukan hanya merugikan warga, tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Diharapkan Bertindak Cepat

Pengamat kebijakan publik, Syahrul Amin, menilai persoalan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Menurutnya, jika benar terbukti ada pengalihan bantuan akibat perbedaan politik, tindakan tersebut dapat memicu konflik sosial dan menurunkan kredibilitas pemerintah.

“Penyaluran bantuan sosial harus bebas dari kepentingan politik. Pemerintah Abdya perlu memastikan bantuan raskin sampai ke tangan yang berhak tanpa diskriminasi,” ujar Syahrul.

Polemik ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kebijakan agar lebih transparan dan akuntabel dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Dengan tindakan cepat dan tegas dari pemerintah, diharapkan kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih dan prinsip keadilan sosial dapat benar-benar ditegakkan.

Editor: Akil

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025: Agenda Lengkap Setahun yang Patut Anda Ketahui

0
Ilustrasi Kalender. (Foto: etindonesia.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang pergantian tahun, satu hal penting yang selalu dinantikan adalah daftar lengkap hari libur nasional dan cuti bersama. Tak hanya membantu dalam menyusun rencana liburan, kalender ini juga menjadi panduan strategis bagi masyarakat umum, pelaku bisnis, hingga lembaga pemerintahan dalam merancang aktivitas sepanjang tahun 2025.

Pemerintah telah resmi menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Keputusan ini tercantum dalam SKB Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024.

Tahun 2025 akan memiliki total 27 hari libur yang terdiri atas 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama, sama seperti tahun sebelumnya.

Daftar Lengkap Hari Libur Nasional 2025

Berikut Nukilan.id rangkum daftar hari libur nasional yang perlu Anda catat:

  1. 1 Januari (Rabu) – Tahun Baru 2025 Masehi
  2. 27 Januari (Senin) – Isra Mikraj Nabi Muhammad saw
  3. 29 Januari (Rabu) – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
  4. 29 Maret (Sabtu) – Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
  5. 31 Maret – 1 April (Senin-Selasa) – Idulfitri 1446 Hijriah
  6. 18 April (Jumat) – Wafat Yesus Kristus
  7. 20 April (Minggu) – Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
  8. 1 Mei (Kamis) – Hari Buruh Internasional
  9. 12 Mei (Senin) – Hari Raya Waisak 2569 BE
  10. 29 Mei (Kamis) – Kenaikan Yesus Kristus
  11. 1 Juni (Minggu) – Hari Lahir Pancasila
  12. 6 Juni (Jumat) – Iduladha 1446 Hijriah
  13. 27 Juni (Jumat) – Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
  14. 17 Agustus (Minggu) – Proklamasi Kemerdekaan
  15. 5 September (Jumat) – Maulid Nabi Muhammad saw
  16. 25 Desember (Kamis) – Kelahiran Yesus Kristus

Daftar Cuti Bersama 2025

Selain hari libur nasional, pemerintah juga menetapkan 10 hari cuti bersama:

  1. 28 Januari (Selasa) – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
  2. 28 Maret (Jumat) – Hari Suci Nyepi
  3. 2, 3, 4, dan 7 April (Rabu, Kamis, Jumat, dan Senin) – Idulfitri 1446 Hijriah
  4. 13 Mei (Selasa) – Hari Raya Waisak
  5. 30 Mei (Jumat) – Kenaikan Yesus Kristus
  6. 9 Juni (Senin) – Iduladha
  7. 26 Desember (Jumat) – Kelahiran Yesus Kristus

Manfaat Kalender 2025

Keberadaan daftar libur ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan 27 hari libur yang telah ditetapkan, Anda bisa mulai merencanakan aktivitas, mulai dari perjalanan liburan keluarga, acara keagamaan, hingga waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Bagi dunia usaha, kalender ini penting untuk menyusun strategi operasional sepanjang tahun, sementara lembaga pemerintahan dapat memanfaatkannya dalam perencanaan program kerja yang lebih efisien.

Ingin merancang rencana lebih mudah? Anda bisa mengunduh kalender 2025 lengkap dengan penanggalan hijriah, Jawa, dan tanggal merah di sini. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Manfaat Buah Salak: Dari Kesehatan Jantung hingga Penangkal Katarak

0
Ilustrasi Buah Salak. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Buah salak, dengan kulitnya yang bersisik mirip ular dan daging buah yang manis nan renyah, telah lama menjadi salah satu buah tropis favorit masyarakat Indonesia. Namun, tak hanya soal rasa, buah yang dikenal dengan nama ilmiah Salacca zalacca ini ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan. Apa saja penyakit yang dapat dicegah atau diredakan dengan mengonsumsi buah salak?

Kaya Nutrisi, Cegah Beragam Penyakit

Salak bukan sekadar camilan lezat. Beragam spesiesnya seperti salak Sidempuan, salak pondoh, hingga salak gula pasir yang harganya premium, dikenal memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Kalium, beta-karoten, pektin, dan polifenol adalah beberapa senyawa yang menjadikan salak berkhasiat.

Berikut beberapa manfaat kesehatan buah salak yang menarik untuk disimak:

1. Tingkatkan Fungsi Otak
Salak dapat membantu mencegah gangguan fungsi kognitif. Kalium, beta-karoten, dan pektin yang terkandung dalam salak mampu merangsang aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan daya ingat dan memaksimalkan fungsi otak. Konsumsi salak secara rutin dipercaya dapat menjaga otak tetap sehat dan jauh dari risiko gangguan degeneratif.

2. Lindungi Jantung Anda
Kalium dalam salak juga berperan penting untuk kesehatan jantung. Nutrisi ini membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada arteri. Dengan demikian, risiko penyakit jantung dapat ditekan, menjadikan salak sebagai buah yang baik untuk mendukung sistem kardiovaskular.

3. Mata Sehat, Hindari Katarak
Tak hanya wortel, salak juga bagus untuk mata. Kandungan beta-karoten dalam buah ini mampu membantu mencegah perkembangan katarak dan degenerasi makula, dua kondisi umum yang menyerang penglihatan seiring bertambahnya usia. Dengan rutin mengonsumsi salak, kesehatan mata bisa tetap terjaga.

4. Kendalikan Diabetes
Untuk penderita diabetes, salak bisa menjadi pilihan. Olahan cuka salak, misalnya, memiliki kandungan polifenol yang membantu memperbaiki profil lipid dalam tubuh sekaligus menurunkan kadar gula darah. Dengan pengelolaan yang tepat, diabetes pun bisa lebih terkontrol.

5. Atasi Masalah Maag
Buah salak juga terkenal dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi maag. Kandungan serat dan senyawa tertentu dalam buah ini membantu meredakan gangguan pencernaan. Tak heran, salak sering dianggap sebagai solusi alami untuk masalah lambung.

Lebih dari Sekadar Camilan

Salak adalah buah lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional hingga swalayan modern. Selain rasanya yang khas dan menyegarkan, manfaat kesehatan yang ditawarkan menjadikan salak lebih dari sekadar camilan.

Namun, tetap bijak dalam mengonsumsinya. Sebagaimana buah lain, terlalu banyak makan salak juga dapat menimbulkan efek samping, seperti sembelit. Kuncinya adalah mengonsumsi dengan porsi yang sesuai.

Editor: Akil

Prabowo Tunjuk Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Dewan Pertahanan Nasional

0
Prabowo Tunjuk Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Dewan Pertahanan Nasional. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Penunjukan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87/M Tahun 2024, yang juga menegaskan pentingnya peran lembaga ini dalam strategi pertahanan negara.

Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara pada Senin (16/12). Dengan khidmat, Sjafrie mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.

“Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Sjafrie, mengikuti arahan Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional. Kedua tokoh ini kini menjadi ujung tombak baru lembaga strategis yang bertugas memberi masukan langsung kepada presiden dalam kebijakan pertahanan negara.

Dewan Pertahanan Nasional dan Perannya

Dewan Pertahanan Nasional adalah lembaga yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pertahanan. Menurut Pasal 15 undang-undang tersebut, dewan ini memiliki fungsi vital sebagai penasihat presiden dalam menetapkan kebijakan umum pertahanan.

“Dewan Pertahanan Nasional, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), berfungsi sebagai penasihat Presiden dalam menetapkan kebijakan umum pertahanan dan pengerahan segenap komponen pertahanan negara,” bunyi Pasal 15 Ayat (2).

Lembaga ini berada langsung di bawah kendali presiden, dengan susunan anggota tetap dan tidak tetap. Setiap anggota, baik penunjukan maupun pemberhentiannya, sepenuhnya menjadi kewenangan presiden.

Misi Strategis

Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin sempat menjelaskan bahwa Dewan Pertahanan Nasional adalah langkah konkret untuk memperkuat koordinasi pertahanan nasional. Dengan adanya peraturan presiden yang mengatur lembaga ini, Sjafrie yakin Indonesia dapat merespons tantangan global secara lebih efektif.

Sebagai Ketua Harian, Sjafrie diharapkan mampu menyusun langkah strategis untuk menjadikan pertahanan Indonesia semakin kokoh. Dukungan dari Donny Ermawan sebagai Sekretaris diharapkan mempercepat realisasi agenda pertahanan nasional yang sudah dirancang.

Kebijakan Berkelanjutan

Penunjukan Sjafrie dan Donny mencerminkan komitmen Prabowo untuk memperkuat struktur pertahanan negara melalui pengelolaan yang sistematis dan terorganisir. Dengan berfokus pada amanat undang-undang, Dewan Pertahanan Nasional menjadi platform penting dalam memastikan kebijakan pertahanan tetap relevan dengan dinamika global.

Dengan langkah ini, pemerintahan Prabowo berupaya memastikan Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan, tetapi juga memimpin dalam stabilitas kawasan. Prabowo pun menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam memperkuat pertahanan sebagai bagian dari upaya kolektif membangun negara yang lebih kuat.

Editor: Akil

DKP Aceh Segel Bagan Apung Ilegal di Kawasan Konservasi Simeulue

0
DKP Aceh Segel Bagan Apung Ilegal di Kawasan Konservasi Simeulue. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menindak tegas aktivitas perikanan ilegal dengan menyegel satu unit bagan apung tak berizin di kawasan konservasi Pulau Pinang, Siumat, dan Simanaha (PISISI), Kabupaten Simeulue, Aceh. Langkah ini dilakukan demi menjaga kelestarian sumber daya kelautan di wilayah tersebut.

Penyegelan dilakukan Sabtu (14/12/2024) setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait aktivitas ilegal di kawasan konservasi tersebut. Kepala DKP Aceh, Aliman, menjelaskan bahwa bagan apung milik seorang warga berinisial SR (38), yang berasal dari Simeulue Timur, telah berulang kali diperingatkan namun tetap beroperasi.

“Awalnya, perangkat sidang adat laut Lhok Air Pinang telah memberikan teguran kepada pemilik bagan untuk memindahkan alat tangkap itu. Namun, peringatan itu tidak diindahkan, sehingga perangkat adat menyerahkan penanganan kasus ini kepada kami,” ujar Aliman, Senin (16/12/2024).

Aktivitas bagan apung SR dinilai melanggar hukum adat Lhok Air Pinang, yang secara tegas mengatur jalur penangkapan ikan di wilayah tersebut. Selain itu, SR juga diduga melanggar PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan PP Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan.

“Daerah penangkapan ikan bagan apung ini tidak sesuai dengan jalur yang telah diatur. Selain itu, keberadaannya telah menimbulkan dampak ekonomi dan sosial budaya negatif bagi masyarakat sekitar,” kata Aliman.

Dalam proses penyegelan ini, DKP Aceh bekerja sama dengan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Aceh, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS).

Penindakan terhadap bagan apung ilegal ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menjaga kelestarian kekayaan laut Aceh yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Aliman menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat demi memastikan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kelalaian seperti ini jika dibiarkan, berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Kami ingin mendorong kepatuhan dalam tata kelola usaha perikanan agar semua berjalan sesuai aturan dan hukum adat,” ujarnya.

DKP Aceh juga mengimbau seluruh pelaku usaha perikanan untuk selalu mematuhi regulasi, mulai dari perizinan hingga alat tangkap yang digunakan. Hukum adat laut, yang menjadi bagian dari budaya maritim Aceh, harus dihormati sebagai bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

“Upaya ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga memastikan bahwa kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan tetap terjaga, demi keberlanjutan generasi mendatang,” pungkas Aliman.

Kawasan konservasi seperti PISISI di Simeulue menjadi salah satu aset penting Aceh yang tidak boleh dirusak oleh aktivitas perikanan ilegal. Dengan langkah tegas ini, DKP Aceh berharap dapat menciptakan kesadaran kolektif bagi para pelaku usaha untuk mendukung kelestarian laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

Editor: Akil

FT UTU dan Bappeda Aceh Barat Berkolaborasi untuk Masa Depan Teknologi dan SDM yang Lebih Baik

0
FT UTU dan Bappeda Aceh Barat Berkolaborasi untuk Masa Depan Teknologi dan SDM yang Lebih Baik. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.id | Meulaboh – Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan menggelar Rapat Kerja Tahun 2025. Bertempat di Aula Bappeda Aceh Barat pada Jumat, 13 Desember 2024, acara ini mengusung tema besar: “Sinergi Program Kerja Fakultas Teknik dengan Visi Pembangunan Kabupaten Aceh Barat di Bidang Teknologi, Inovasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.”

Rapat kerja ini menjadi ajang diskusi intensif antara akademisi dan pemerintah daerah. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama UTU, Rinaldi Iswan, S.T., M.Sc., bersama jajaran pimpinan Fakultas Teknik, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Dari pihak pemerintah, Kepala Bappeda Aceh Barat, Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., turut memberikan arahan.

Mengokohkan Sinergi antara Pendidikan dan Pembangunan

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Irwansyah, M.Eng., IPM., menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan kebutuhan pembangunan lokal.

“Rapat kerja ini bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk memastikan bahwa Fakultas Teknik UTU menjadi pelopor kontribusi nyata bagi Aceh Barat,” ujarnya. Ia menyoroti peran teknologi dan inovasi sebagai katalisator untuk pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Kepala Bappeda Aceh Barat, Wistha Nowar, menyambut baik kolaborasi ini. “Kerja sama antara FT UTU dan Bappeda adalah bukti nyata sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik pembangunan. Harapannya, program-program strategis yang lahir dari rapat ini mampu menjawab tantangan pembangunan, terutama di bidang teknologi dan inovasi,” tuturnya.

Sorotan pada Capaian dan Program Kerja Prodi

Sesi pagi diisi dengan pemaparan capaian tahun 2024 dari program studi di bawah naungan Fakultas Teknik, yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknologi Informasi. Dalam presentasi ini, masing-masing prodi menampilkan pencapaian di bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tak hanya itu, program kerja inovatif untuk 2025 juga dipaparkan, dengan fokus pada peningkatan teknologi terapan dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi ini menjadi cerminan dari upaya FT UTU untuk tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan lokal.

Peningkatan Mutu Akademik

Bagian lain yang tak kalah penting adalah pemaparan Tim Jaminan Mutu Fakultas Teknik. Dalam sesi ini, disampaikan evaluasi indikator mutu serta strategi peningkatan kualitas akademik dan manajemen fakultas. Sesi ini memunculkan diskusi dinamis yang melibatkan seluruh peserta rapat, menciptakan suasana interaktif dan penuh ide.

Merancang Langkah Strategis untuk 2025

Pada sesi siang, peserta rapat kerja terlibat dalam kegiatan evaluasi dan perencanaan mandiri. Setiap program studi mengevaluasi hasil kinerja berdasarkan kuisioner, kemudian menyusun kembali Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Aksi (Renaksi), hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) 2025. Proses ini memastikan bahwa setiap langkah program studi memiliki panduan yang jelas dan terukur.

Membangun Masa Depan bersama

Rapat kerja ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar dalam menciptakan inovasi teknologi, penelitian yang aplikatif, dan SDM yang kompeten. Kolaborasi erat antara akademisi dan pemerintah daerah diyakini mampu menghadirkan solusi konkret untuk berbagai tantangan pembangunan di Aceh Barat.

“Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang untuk menjadikan FT UTU sebagai mitra utama pembangunan daerah,” kata Dr. Irwansyah menutup acara.

Optimisme yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Bappeda, yang menyebut sinergi ini sebagai fondasi penting untuk mewujudkan visi pembangunan Aceh Barat yang berkelanjutan.

Editor: Akil