Beranda blog Halaman 75

Kemenkes Dorong Deteksi Dini dan Perluasan Akses Pengobatan Skizofrenia

0
Flyer luka sosial pada ODGJ. (Foto: Kemenkes RI)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa melalui peningkatan deteksi dini, penghapusan stigma, dan perluasan akses pengobatan bagi penyandang skizofrenia. Hal tersebut disampaikan dalam webinar Hari Peduli Skizofrenia Sedunia 2026 yang digelar Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Dr Imran Pambudi, mengatakan skizofrenia bukan hanya persoalan medis, melainkan juga persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Banyak penyandang skizofrenia masih mengalami stigma, diskriminasi, penolakan sosial, bahkan keterlambatan mendapatkan layanan kesehatan yang berujung pada pemasungan,” ujar Imran dalam webinar Hari Peduli Skizofrenia Sedunia 2026, dikutip Nukilan, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, stigma yang berkembang di masyarakat membuat banyak keluarga enggan mencari pertolongan medis bagi anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Padahal, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang skizofrenia secara signifikan.

Kemenkes mencatat jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat yang mendapatkan layanan pada semester pertama mencapai hampir 130 ribu orang. Angka tersebut diperkirakan baru sekitar 25 persen dari total estimasi kasus yang ada di Indonesia.

“Kami terus mendorong masyarakat agar ODGJ berat semakin banyak mengakses layanan kesehatan sehingga kualitas hidup dan kemandirian mereka dapat meningkat,” katanya.

Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan jiwa, pemerintah meningkatkan anggaran pengadaan obat kesehatan jiwa dari sekitar Rp11 miliar pada tahun-tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp50 miliar pada 2026.

Selain itu, jumlah puskesmas yang mampu menangani masalah kesehatan jiwa juga meningkat menjadi sekitar 6.000 fasilitas layanan kesehatan.

Imran menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait sistem rujuk balik dan penyediaan obat psikotik di apotek satelit agar pasien yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit tetap mendapatkan akses pengobatan secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan pengobatan pasien tidak terputus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan juga menyoroti masih tingginya kasus pemasungan terhadap ODGJ. Sepanjang tahun lalu tercatat sekitar 2.200 kasus pemasungan, sedangkan hingga Maret tahun ini sudah terdapat sekitar 1.200 laporan kasus.

“Angka ini kemungkinan besar masih underreported karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan,” kata Imran.

Ia menegaskan bahwa eliminasi pemasungan membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk keluarga, komunitas, organisasi profesi, media, dan masyarakat.

Webinar nasional tersebut diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan melibatkan sejumlah kementerian, organisasi profesi, komunitas kesehatan jiwa, serta lembaga internasional seperti WHO dan UNICEF. []

Reporter: Sammy

IShowSpeed Luncurkan Yayasan untuk Dukung Ribuan Anak Afrika Lewat Sepak Bola

0
ishowspeed
Content kreator dan streamer asal Amerika Serikat, IShowSpeed. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Content kreator dan streamer asal Amerika Serikat, IShowSpeed, resmi meluncurkan IShowSpeed Foundation sebagai langkah untuk memperluas akses olahraga dan permainan bagi anak-anak di berbagai belahan dunia.

Dikutip Nukilan.id dari akun Instagram pribadinya, pria bernama Darren Jason Watkins Jr. itu meluncurkan kampanye perdana yayasannya yang difokuskan di Afrika melalui program “Live Africa Fund” bekerja sama dengan Common Goal.

Dalam kampanye awalnya, IShowSpeed memberikan kontribusi pribadi sebesar ($50.000) atau sekitar Rp800 juta untuk mendukung program tersebut. Dana itu akan digunakan guna membantu program sepak bola akar rumput (grassroots) di 20 negara Afrika yang pernah dikunjungi Speed selama tur dan siaran langsungnya.

Melalui program ini, yayasan berupaya menyediakan perlengkapan olahraga, pelatihan, serta membuka peluang baru melalui sepak bola bagi ribuan anak muda di Afrika. Kampanye penggalangan dana publik sendiri dibuka hingga 11 Juni mendatang, sementara daftar organisasi penerima bantuan akan diumumkan pada 19 Juli.

Kolaborasi dengan Common Goal disebut menjadi langkah penting agar bantuan dapat disalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada komunitas lokal yang membutuhkan.

Langkah IShowSpeed tersebut mendapat banyak pujian dari penggemar maupun komunitas online. Banyak pihak menilai sang streamer berhasil memanfaatkan platform besarnya untuk membawa dampak positif di dunia nyata.

Untuk melihat pengumuman resmi dari Speed mengenai peluncuran yayasan dan kampanye “Live Africa Fund”, penggemar dapat menyaksikan video yang telah dibagikannya melalui media sosial resminya. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekjen Golkar Tanggapi Lagu “Mas Bahlil Ganteng”: Cute dan Menghibur

0
bahlil
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian ESDM/yt)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Partai Golkar memberikan respons atas viralnya lagu di media sosial yang menyebut nama Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. Lagu tersebut ramai digunakan di platform Instagram hingga TikTok dengan lirik unik dan menghibur.

Hasil penelusuran Nukilan.id, lagu itu memuat lirik “MBG: Mas Bahlil Ganteng, buah apa yang paling manis buaahhlil, tambah ganteng aja, my little bolu ketan,” yang disebut merupakan akumulasi komentar netizen terhadap Bahlil di media sosial.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan viralnya lagu tersebut. Menurutnya, lagu itu justru dianggap menghibur dan membawa suasana positif.

“Lagunya sendiri cukup ‘cute’ dan menghibur. Bagi kami kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Enggak masalah. Kalau orang lain happy, kita happy,” kata Sarmuji dikutip dari Detik.com, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai kemunculan lagu tersebut merupakan bentuk kreativitas warganet dalam mengekspresikan apresiasi mereka terhadap Menteri ESDM itu.

Menurut Sarmuji, masyarakat melihat adanya kerja keras Bahlil dalam menjaga stabilitas energi nasional, khususnya dalam mengamankan stok BBM di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Ya itu kreativitas netizen saja karena menghargai kerja keras Pak Bahlil mengamankan stok BBM di tengah gejolak energi global dan menjaga agar BBM bersubsidi tidak naik,” ujarnya.

Selain itu, Sarmuji menyebut masih banyak capaian Bahlil yang belum banyak diketahui publik. Ia menyinggung sejumlah program dan pencapaian di sektor energi hingga pembangunan daerah.

“Sebenarnya masih banyak kerja Pak Bahlil yang tidak terpublikasi seperti capaian lifting, listrik desa sampai ke daerah tertinggal, sumur minyak rakyat dan lain-lain,” ujar dia. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPMG Aceh Gelar Rakor Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah Gampong se-Aceh

0
DPMG ACEH
DPMG Aceh Gelar Rakor Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah Gampong se-Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh menggelar Rapat Koordinasi Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah Gampong se-Aceh sebagai langkah memperkuat tertib administrasi pemerintahan gampong sekaligus mendorong kepastian hukum wilayah administrasi di tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula DPMG Aceh pada Rabu (13/5/2026) itu dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota, para camat, tenaga pendamping, serta unsur terkait yang membidangi tata pemerintahan dan administrasi kewilayahan gampong.

Kepala DPMG Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos., M.Si mengatakan, penetapan dan penegasan batas wilayah gampong menjadi langkah strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Menurutnya, kejelasan batas wilayah juga penting untuk meminimalisir potensi sengketa antarwilayah serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Penegasan batas gampong bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengelolaan potensi dan aset gampong,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, DPMG Aceh turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan aparatur gampong dalam proses penyusunan, verifikasi, hingga penetapan batas wilayah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain membahas teknis tata cara penetapan batas wilayah, kegiatan itu juga mengulas pemetaan partisipatif, penggunaan data spasial, penyelesaian potensi konflik batas, serta percepatan penyusunan regulasi pendukung di tingkat daerah.

Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat menyatukan persepsi, membangun komitmen bersama, serta mengidentifikasi berbagai kendala dan hambatan yang selama ini menjadi faktor penghambat dalam proses penyelesaian batas wilayah gampong di Aceh.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian masukan dari peserta terkait berbagai tantangan di lapangan, mulai dari persoalan historis batas wilayah, keterbatasan data pendukung, hingga perlunya penguatan koordinasi lintas sektor.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ombudsman Aceh Awasi Uji Kesamaptaan Jasmani Penerimaan Taruna/i Akpol Polri 2026

0
ombudsman
Ombudsman Aceh Awasi Uji Kesamaptaan Jasmani Penerimaan Taruna/i Akpol Polri 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Aceh melakukan pengawasan terhadap proses Penerimaan Anggota Taruna/i Akpol Polri Tahun Anggaran 2026 yang kini memasuki tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani. Kegiatan pengawasan tersebut berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).

Pengawasan dilakukan oleh Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Aulia Kamal Pasha, sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan Ombudsman terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk dalam tahapan seleksi penerimaan anggota Polri.

Dalam pelaksanaannya, Ombudsman Aceh memantau langsung jalannya tahapan seleksi untuk memastikan seluruh proses berlangsung sesuai ketentuan, transparan, objektif, serta bebas dari praktik maladministrasi. Selain itu, pengawasan juga bertujuan memastikan setiap peserta mendapatkan perlakuan yang sama selama proses seleksi berlangsung.

Tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani menjadi salah satu rangkaian penting dalam penerimaan Taruna/i Akpol Polri karena bertujuan mengukur kemampuan fisik serta ketahanan jasmani para peserta seleksi.

Melalui pengawasan tersebut, Ombudsman Aceh berharap proses penerimaan anggota Polri dapat berjalan secara profesional dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi yang dilaksanakan.

“Ombudsman Aceh turut mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas dan akuntabilitas proses seleksi penerimaan Taruna/i Akpol Polri agar berjalan secara profesional, bersih, dan berkeadilan,” pungkas Aulia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Bersiap Rebut Kembali Tahta Migas Nasional

0
migas
Ilustrasi Migas Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aceh kembali mencuri perhatian industri hulu migas nasional. Di tengah upaya Indonesia mengejar ketahanan energi, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memaparkan optimisme besar terhadap potensi migas di Cekungan Sumatra Utara (North Sumatra Basin/NSB) yang dinilai masih sangat prospektif namun belum tergarap maksimal.

Dalam forum IPA Convex 2026, BPMA menyebut lebih dari 9 miliar barel setara minyak (BBOE) sumber daya migas masih menunggu untuk ditemukan di wilayah Aceh dan sekitarnya. Angka tersebut muncul setelah sebelumnya ditemukan sekitar 8,6 BBOE hidrokarbon in-place dari sejarah eksplorasi panjang sejak 1855.

“North Sumatra Basin adalah salah satu cekungan paling produktif di Indonesia, tetapi ironisnya masih under-explored di sejumlah area,” demikian salah satu poin penting dalam paparan BPMA.

Potensi besar itu tersebar di tujuh sub-basin dengan karakter dominan wet gas. Sejumlah temuan legendaris seperti Lapangan Arun dengan cadangan sekitar 14–16 TCF gas serta Lapangan Rantau dengan estimasi 300 juta barel minyak menjadi bukti bahwa Aceh pernah menjadi tulang punggung energi nasional.

Kini, BPMA berupaya mengulang kejayaan tersebut.

Wilayah offshore Aceh, khususnya kawasan Andaman dan Sibolga, disebut sebagai frontier baru yang belum banyak tersentuh eksplorasi. Bahkan, BPMA mengakui eksplorasi laut dalam di kawasan tersebut masih sangat minim dibandingkan Cekungan Sumatra Tengah maupun Selatan.

Aktivitas eksplorasi pun mulai menunjukkan geliat baru. Sumur Rencong-1X di WK Andaman III disebut membuka paradigma baru eksplorasi di kawasan North Sumatra Basin. Selain itu, uji produksi sumur Arun A-55A berhasil membuktikan keberadaan cadangan migas baru.

Tak hanya pengeboran, BPMA juga menggenjot survei seismik dalam skala besar. Mulai dari survei 3D hingga 1.000 km² di wilayah Offshore Northwest Aceh (ONWA) dan Offshore Southwest Aceh (OSWA), hingga survei di Bireuen-Sigli dan Blok B yang dijadwalkan berlanjut sampai 2026.

Dalam paparannya, BPMA juga menawarkan sejumlah area prospektif baru kepada investor. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Arakundo Joint Study Area (JSA), wilayah yang sebelumnya dikaji Pertamina dan Repsol.

BPMA mengungkap area tersebut dikelilingi lapangan migas aktif, memiliki 20 closure dan 37 lead clastic interval, serta potensi tambahan pada basement fractured pre-Tertiary. Dengan kedalaman laut relatif dangkal 0–100 meter, area ini dinilai menarik secara ekonomi maupun teknis.

Area lain yang turut disorot adalah “Area 2”, eks wilayah Zaratex NV (Pexco Energy Group). Menurut BPMA, blok ini memiliki prospek multi-TCF dengan tipe reservoir karbonat mirip Arun dan didukung data seismik 3D seluas 3.750 km². Namun proyek tersebut sempat tertahan karena operator lama gagal mendapatkan mitra untuk mengeksekusi Plan of Development (PoD).

Selain fokus pada eksplorasi, BPMA juga menyiapkan strategi peningkatan produksi. Optimalisasi fasilitas produksi diproyeksikan mampu meningkatkan penjualan gas dari 20 MMSCFD menjadi 35 MMSCFD.

Nilai keekonomian proyek pun diperkirakan melonjak signifikan, dengan estimasi NPV naik dari US$9,3 juta menjadi US$104 juta. Sementara government take meningkat dari US$16,9 juta menjadi US$335 juta.

BPMA juga merancang pengembangan 13 sumur baru senilai US$195 juta serta 15 program workover dan well service dengan nilai investasi mencapai US$30 juta.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali produksi migas Aceh yang dalam beberapa dekade terakhir mengalami penurunan pasca-era kejayaan Arun LNG.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan transisi energi global, Aceh dinilai tengah bersiap kembali naik kelas sebagai salah satu pusat pertumbuhan migas Indonesia.

Dengan kombinasi cekungan tua yang belum sepenuhnya dieksplorasi, temuan baru di Andaman, serta dukungan investasi dan teknologi, Aceh kini bukan sekadar cerita nostalgia migas masa lalu, tetapi juga berpotensi menjadi harapan baru energi nasional di masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban dari Aceh hingga Merauke

0
WIKA
WIKA

NUKILAN.ID | JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyiapkan penyaluran hampir 100 hewan kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk peningkatan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Penyaluran hewan kurban tahun ini menyasar masyarakat di sekitar kantor pusat Waskita Karya di Jakarta dan sejumlah wilayah pembangunan proyek strategis Perseroan. Distribusi dilakukan dari Aceh hingga Merauke, mencakup Sukabumi, Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Makassar, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Kalimantan Tengah.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, hewan kurban yang disalurkan terdiri dari puluhan sapi dan kambing. Seluruh hewan tersebut dipastikan memenuhi standar kualitas dan kesehatan yang dibuktikan melalui sertifikat Surat Keterangan Kesehatan Hewan.

“Melalui penyaluran hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, Waskita Karya berkomitmen untuk menanamkan nilai sosial sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar proyek. Berkurban bukan hanya soal berbagi daging, tetapi juga menyampaikan pesan kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian melalui tindakan nyata yang penuh manfaat,” kata Ermy dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Ia menambahkan, penyaluran kurban tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata Perseroan dalam membangun harmonisasi antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan sosial masyarakat. Penyediaan hewan kurban tahun ini juga melibatkan peternak lokal di sejumlah daerah.

Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya juga turut membangun dan merenovasi lima masjid besar di Indonesia yang dapat digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha berjemaah. Kelima masjid tersebut yakni Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Sheikh Zayed Solo, Masjid Baiturrahman Semarang, dan Masjid Al-Akbar Surabaya. Total kapasitas seluruh masjid tersebut mencapai sekitar 200 ribu jemaah.

“Pembangunan sejumlah masjid ini merupakan kontribusi Perseroan dalam menyediakan fasilitas penunjang ibadah umat Muslim. Kami ingin para jemaah bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” kata Ermy.

Dalam proses pengerjaannya, Perseroan disebut tidak hanya memperhatikan kualitas bangunan, tetapi juga mempertimbangkan nilai sejarah dan latar belakang berdirinya masjid agar karakter bangunan tetap terjaga tanpa mengubah bentuk aslinya secara signifikan.

“Maka nilai sejarahnya masih terlihat pada bangunan masjid. Misalnya pada Masjid Baiturrahman Aceh, yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi,” tutur dia.

Masjid berkapasitas lebih dari 24 ribu jemaah tersebut memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid yang menambah kemiripan dengan Masjid Nabawi. Hingga kini, masjid yang direnovasi Waskita pada 2015 itu masih menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Kota Serambi Mekah.

Nilai sejarah juga tetap dipertahankan dalam renovasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang pertama kali diresmikan pada Desember 1974. Saat proses renovasi berlangsung, Waskita mempertahankan bentuk utama bangunan dengan sentuhan yang lebih modern dan megah.

“Desain masjid tetap dipertahankan dengan gaya arsitektur tradisional jawa yang mengadopsi struktur limasan. Hanya saja kami menambahkan beberapa bagian seperti kolam air, agar menambah suasana sejuk di sekitar masjid,” jelas dia.

Perseroan menyelesaikan renovasi tersebut dalam waktu 11 bulan melalui penerapan Building Automation System (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan tata udara, special lighting, serta control equipment Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP).

Selain itu, Waskita juga membangun Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia sekaligus simbol persahabatan kedua negara.

“Masjid yang dibangun oleh Waskita pada 2021 itu dirampungkan tepat waktu. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern,” tutur dia.

Ermy menjelaskan, Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun menyerupai Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di UEA. Namun demikian, bangunan yang mampu menampung hingga 15 ribu jemaah itu tetap menghadirkan sentuhan khas Kota Solo melalui penggunaan motif batik kawung pada lantai dan pilar masjid.

Pada 2022, Waskita Karya juga melakukan renovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Tidak hanya mempercantik tampilan fasad, Perseroan juga memastikan keandalan struktur dan kenyamanan fasilitas bagi para pengunjung maupun jemaah dari berbagai daerah.

Masjid terbesar kedua di Indonesia tersebut mampu menampung hingga 36 ribu bahkan 45 ribu jemaah. Tak heran jika setiap Idul Adha masyarakat berbondong-bondong melaksanakan salat di masjid tersebut.

“Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya berdiri sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam. Setiap sudut bangunannya dirancang untuk menciptakan harmoni serta menjadikannya ikon religi di Jawa Timur,” jelas Ermy.

Ia menambahkan, Perseroan juga bangga dapat terlibat dalam renovasi Masjid Istiqlal yang rampung pada 2021. Masjid termegah di Indonesia tersebut kini dilengkapi teknologi modern sebagai bagian dari penerapan inovasi green building.

“Kelima masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini masyarakat dapat salat bersama keluarganya dengan penuh khidmat dan suka cita,” harap Ermy.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Terbakar, Warga Khawatir Api Meluas

0
kebakaran
Tumpukan gelondong kayu sisa banjir tahun lalu terbakar di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (27/5/2026) malam.(Foto: POLSEK SAWANG)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Tumpukan gelondong kayu sisa banjir yang berada di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. Kebakaran tersebut memicu kepanikan warga karena kobaran api dikhawatirkan meluas ke kawasan permukiman.

Api mulai membakar tumpukan kayu sekitar pukul 19.00 WIB dan terus menyala hingga dini hari. Tumpukan kayu tersebut diketahui merupakan sisa material banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu dan menumpuk di bantaran sungai serta area kosong dekat permukiman warga.

Seorang warga Desa Babah Krueng, Muhamad Yasir, mengatakan kondisi angin kencang membuat warga khawatir api semakin sulit dikendalikan.

“Saat ini angin kencang dikhawatirkan api ini semakin membesar dan menjalar ke permukiman warga,” kata Yasir.

Warga sekitar pun berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Warga berharap api segera dipadamkan agar tidak mengancam kawasan tempat tinggal masyarakat.

“Semoga apinya segera padam karena khawatir permukiman penduduk terpaut sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian,” katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian dan TNI turut turun tangan membantu proses pemadaman. Kepala Unit Intelijen Polsek Sawang, Aipda Maulizar, mengatakan personel Polsek dan Koramil telah berada di lokasi sejak malam.

“Tiga unit mobil pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dibantu TNI/Polri dan masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini api dilaporkan masih menyala dan proses pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat. Penyebab kebakaran juga masih belum diketahui secara pasti.

“Tidak ada korban jiwa. Kami imbau warga jangan mendekat ke lokasi kejadian. Kami terus memonitor di lokasi. Jika memang meluas, kami akan ungsikan warga,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ketua MPU Aceh: Idul Adha Momentum Perkuat Ukhuwah dan Pulihkan Luka Pascabanjir

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) Aceh, sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh yang juga pengurus PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengajak masyarakat Aceh menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh.

Tokoh yang akrab disapa Abu Sibreh itu menilai Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi madrasah kehidupan yang mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta kepedulian terhadap sesama.

“Idul Adha mengandung pesan yang sangat besar bagi umat Islam. Di dalamnya ada nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS, ketundukan Nabi Ismail AS, serta semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Abu Sibreh dalam keterangannya pada momentum Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah juga menghadirkan pesan kuat tentang persatuan dan kesetaraan manusia. Menurutnya, jutaan umat Islam berkumpul tanpa membedakan suku, bangsa, jabatan, maupun status sosial demi mencari ridha Allah SWT.

“Di Arafah, kita melihat bagaimana manusia berkumpul tanpa membedakan jabatan, suku, bangsa maupun status sosial. Semua setara di hadapan Allah. Semangat persatuan dan ukhuwah seperti itulah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Abu Sibreh menilai semangat Arafah harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh untuk terus menjaga solidaritas sosial, terlebih setelah berbagai daerah dilanda banjir bandang pada akhir 2025 hingga awal 2026 yang meninggalkan dampak cukup besar bagi masyarakat.

Bencana tersebut menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah rusak, fasilitas umum terganggu, lahan pertanian tertimbun lumpur, hingga hilangnya sumber penghidupan sebagian masyarakat. Namun di balik musibah itu, ia melihat munculnya semangat gotong royong masyarakat Aceh yang luar biasa.

Menurutnya, berbagai elemen masyarakat mulai dari kalangan dayah, masjid, organisasi kemasyarakatan, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum bergerak membantu korban tanpa membedakan latar belakang.

“Di tengah musibah, kita menyaksikan semangat persaudaraan masyarakat Aceh yang luar biasa. Banyak pihak turun membantu tanpa melihat latar belakang penerima bantuan. Inilah nilai-nilai Islam yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat selesai. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk membangun kembali rumah, memulihkan usaha, serta menghidupkan kembali sektor pertanian dan perikanan yang terdampak.

Karena itu, Abu Sibreh mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kurban sebagai energi sosial untuk membantu sesama.

“Makna kurban bukan hanya menyembelih hewan dan membagikan daging. Kurban juga berarti kesiapan untuk berkorban demi kemaslahatan orang lain. Ada yang berkurban dengan hartanya, ada yang berkurban dengan waktunya, tenaganya, ilmunya, bahkan pikirannya untuk membantu masyarakat bangkit kembali,” katanya.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan melahirkan keberkahan besar. Ketika Allah SWT menguji Nabi Ibrahim dengan perintah yang berat, beliau menerimanya dengan penuh kepatuhan.

“Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Dalam kehidupan bermasyarakat, pengorbanan itu dapat diwujudkan dengan membantu saudara yang kesulitan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan umat,” jelasnya.

Selain bencana alam, Abu Sibreh juga menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi melemahkan persaudaraan. Karena itu, ia mengajak umat Islam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai fondasi kehidupan bersama.

Ia menambahkan, masyarakat Aceh memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi gotong royong, nilai-nilai keagamaan yang mengakar, serta warisan ulama yang selalu mengajarkan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial.

“Warisan terbesar para ulama bukan hanya ilmu, tetapi juga keteladanan dalam menjaga persatuan dan membantu masyarakat. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda agar Aceh tetap menjadi daerah yang kuat secara sosial dan spiritual,” ujarnya.

Abu Sibreh berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat menjadi titik penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia mengajak umat Islam menjadikan ibadah kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia.

“Idul Adha harus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan empati, dan menghadirkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana. Ketika kita saling membantu dan saling menguatkan, maka luka-luka sosial akan lebih cepat pulih,” katanya.

Menutup pesannya, Abu Sibreh mengajak seluruh masyarakat Aceh memperbanyak doa agar daerah tersebut senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta diberikan kekuatan untuk bangkit bersama.

“Semoga Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat persaudaraan, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim as, serta menyembuhkan luka masyarakat Aceh pascabanjir bandang. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan pertolongan Allah SWT, kita yakin Aceh akan bangkit lebih kuat dan lebih baik,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Iduladha 1447 H di Kluet Timur: Warga Kurbankan 145 Hewan

0
hewan kurban
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: ChatGPT)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Semangat berkurban masyarakat Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan.id pada Rabu (27/5/2026), total hewan kurban yang disembelih di wilayah tersebut mencapai 145 ekor, terdiri atas 8 ekor kerbau, 20 ekor sapi, 101 ekor kambing, dan 16 ekor biri-biri.

Jumlah tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dari sembilan gampong yang terdata, Gampong Durian Kawan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak. Di gampong tersebut, warga menyembelih 1 ekor kerbau, 3 ekor sapi, 25 ekor kambing, dan 7 ekor biri-biri.

Sementara itu, Gampong Lawe Sawah mencatatkan 3 ekor kerbau dan 23 ekor kambing, sedangkan Gampong Sapik menyumbang 3 ekor kerbau, 5 ekor sapi, 10 ekor kambing, dan 1 ekor biri-biri.

Di Gampong Paya Laba, masyarakat berkurban 1 ekor kerbau, 2 ekor sapi, 8 ekor kambing, dan 1 ekor biri-biri. Adapun warga Gampong Alai menyembelih 16 ekor kambing dan 5 ekor biri-biri.

Gampong Paya Dapur tercatat menyembelih 9 ekor sapi dan 14 ekor kambing, menjadikannya gampong dengan jumlah sapi kurban terbanyak di Kecamatan Kluet Timur tahun ini.

Selanjutnya, Gampong Lawe Cimanok mencatat 3 ekor sapi, 19 ekor kambing, dan 2 ekor biri-biri, sementara Gampong Lawe Buluh Didi menyembelih 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Di Gampong Pucuk Lembang, warga berkurban 3 ekor kambing.

Momentum Iduladha tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan.

Tradisi kurban yang terus terjaga di Kecamatan Kluet Timur ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai elemen gampong, pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung khidmat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di wilayah tersebut. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News