Beranda blog Halaman 74

Pasar Murah Serentak di Aceh Resmi Berakhir, Disperindag Apresiasi Dukungan Daerah

0
Pasar Murah Serentak di Aceh Resmi Berakhir, Disperindag Apresiasi Dukungan Daerah. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Program pasar murah serentak yang digelar atas instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi berakhir pada Senin (16/2/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 14 Februari 2026 tersebut dinilai berjalan sukses dan memberi dampak langsung bagi masyarakat di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hingga hari kedua pelaksanaan, realisasi subsidi yang disalurkan pemerintah tercatat telah mencapai Rp2,3 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pasar murah sangat dinantikan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Antusiasme Warga Tinggi

Di berbagai lokasi pelaksanaan, warga terlihat memadati titik-titik pasar murah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sejumlah warga bahkan rela mengantre demi memperoleh paket sembako yang disubsidi pemerintah.

Salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat, apalagi harganya murah-murah jika dibandingkan dengan harga di warung,” ujar salah seorang ibu dengan wajah sumringah setelah mendapatkan paket sembako.

Apresiasi juga datang dari warga di wilayah pesisir barat Aceh.

“Terima kasih kami dari Aceh Barat atas bantuan provinsi melalui Pasar Murah. Kalau bisa ada lagi Pasar Murah digelar di bulan Ramadhan,” ungkap seorang warga.

Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan masyarakat dari wilayah kepulauan.

“Terima kasih Bapak Gubernur Aceh yang sudah menggelar Pasar Murah di Simeulue.”

Meski begitu, sebagian warga berharap agar jumlah paket yang disediakan dapat ditambah pada pelaksanaan berikutnya karena tingginya kebutuhan masyarakat.

“Programnya sudah bagus. Akan tetapi paketnya kurang. Soalnya masih banyak warga yang masih mengantre. Kami dari warga Aceh Tengah memohon agar kuotanya ditambah,” tutur seorang ibu di lokasi kegiatan.

Apresiasi untuk Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan yang digelar di 69 titik tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama pemerintah daerah.

“Kesuksesan Pasar Murah serentak di 69 titik ini tidak terlepas dari dukungan penuh dan kerja sama yang solid dari Pemerintah Kabupaten/Kota. Kami mengucapkan terima kasih kepada para Bupati, Walikota, serta dinas terkait di daerah yang telah memfasilitasi tempat dan pengamanan, sehingga penyaluran subsidi tepat sasaran dan berjalan tertib,” ujar T. Adi Darma.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat Aceh.

Dengan berakhirnya program pasar murah pada 16 Februari 2026, masyarakat Aceh diharapkan dapat menyambut ibadah puasa dengan lebih tenang. Awal Ramadhan sendiri diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.

Seven Cebro Kobat Pimpin PAN Aceh Tengah

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seven Cebro Kobat resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Aceh Tengah melalui musyawarah daerah yang digelar di Kantor DPW PAN Aceh, Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (15/2/2026).

Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mengikuti jalannya musyawarah melalui sambungan Zoom dari Jakarta.

Dalam struktur kepengurusan DPD PAN Aceh Tengah, Saradi Wantona ditetapkan sebagai sekretaris dan Syahrian Fahri sebagai bendahara.

Selain Aceh Tengah, PAN juga menetapkan kepengurusan DPD di 18 kabupaten/kota lainnya di Aceh. Penetapan berlangsung resmi dengan dihadiri jajaran pengurus partai, termasuk Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam.

Ketua Harian DPW PAN Aceh, Razami Dek Cut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penataan serentak posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) di tingkat kabupaten/kota.

“Dari 23 kabupaten/kota, hari ini ditetapkan 19. Sisanya masih berproses. Mudah-mudahan dengan kelengkapan ini, kami bisa lebih cepat bekerja, bukan hanya untuk rekonstruksi partai, tetapi juga membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah PAN Aceh, Jeffry Sentana S. Putra, menegaskan penetapan kepengurusan tersebut merupakan bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029. PAN Aceh menargetkan meraih kursi pimpinan di DPRA serta mengamankan dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Aceh 1 dan Aceh 2.

Empat daerah yang belum menetapkan kepengurusan DPD yakni Aceh Barat Daya, Subulussalam, Nagan Raya, dan Aceh Singkil yang masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan pendaftaran calon.[]

PERHAPI Aceh Tutup Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 Lewat Seminar Nasional di Kampus

0
PERHAPI Aceh Tutup Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 Lewat Seminar Nasional di Kampus. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Aceh menggelar seminar nasional dalam rangka penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Pertambangan Tahun 2026 melalui program PERHAPI Aceh Goes to Campus. Kegiatan tersebut berlangsung di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (13/2/2026) pukul 14.00–17.00 WIB.

Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.Com., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dan pelaku industri dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja di sektor pertambangan.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, regulator, dan industri dalam membangun kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertambangan,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber dari unsur regulator, industri, dan organisasi profesi, yakni Said Faisal, ST, MT, Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh; A. Haris, ST, Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mifa Bersaudara; serta Ir. Rahmad Zahri, ST, MM, Ketua PERHAPI Aceh.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan secara konsisten, peningkatan kompetensi tenaga teknik, serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) pada seluruh tahapan kegiatan usaha pertambangan. Momentum Bulan K3 Nasional dinilai menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memastikan operasional pertambangan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua PERHAPI Aceh kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis organisasi dalam menjembatani sinergi antara dunia akademik dan praktik industri pertambangan.

“Melalui program ‘PERHAPI Aceh Goes to Campus’, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman komprehensif mengenai tanggung jawab teknis, etika profesi, serta standar keselamatan kerja di sektor minerba,” katanya.

Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu keselamatan serta keberlanjutan pertambangan di Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya praktik pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Untuk diketahui, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ahli pertambangan di Indonesia dengan komitmen meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kontribusi terhadap pembangunan sektor pertambangan nasional. (XRQ)

Wali Nanggroe Ajak Rakyat Aceh Hapus Dendam Masa Lalu dalam Peringatan 27 Tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo

0
Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar. (Foto: Nukilan/Humas LWN)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar, mengajak masyarakat Aceh untuk menghapus kebencian dan terus menjaga kehormatan sebagai bangsa yang menjunjung adat serta martabat kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan 27 tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Darul Aman, Sabtu (14/2/2026).

Dikutip dari LintasGayo.co, pesan tertulis Wali Nanggroe dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Tengku Rusydi Mukhtar, di hadapan keluarga korban, tokoh masyarakat, ulama, pemuda, serta unsur pemerintahan yang hadir untuk mengenang peristiwa kelam 3 Februari 1999 tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa pengalaman pahit masa lalu harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh rakyat Aceh.

“Hilangkan kebencian dari dada orang Aceh. Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan nilai kemanusiaan,” demikian kutipan pesan yang dibacakan.

Ia menekankan bahwa manusia diciptakan untuk menjaga keseimbangan, tidak hanya dalam hubungan antarsesama, tetapi juga dengan alam semesta. Menurutnya, keseimbangan menjadi kunci terciptanya kedamaian sejati. Ketika keseimbangan dirusak melalui kekerasan maupun keserakahan, maka penderitaan menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.

Wali Nanggroe juga mengingatkan pentingnya memanusiakan manusia. Setiap individu, katanya, memiliki martabat yang wajib dihormati tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Dengan alasan apa pun, ke depan jangan ada lagi kekerasan di Aceh. Tanah ini telah terlalu banyak menanggung luka,” bunyi pesan tersebut.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perdamaian yang telah terbangun, mempererat persaudaraan, serta menanamkan nilai kasih sayang kepada generasi muda agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Peringatan 27 tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo berlangsung khidmat dan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa kemajuan Aceh hanya dapat dicapai melalui persatuan, nilai kemanusiaan, serta komitmen bersama menolak segala bentuk kekerasan.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Bukit Linteung, Aceh Utara

0
Mahasiswa STIK Angkatan 83 Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Bukit Linteung, Aceh Utara. (Foto: Nukilan/Mediahub Polri)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas) yang digagas Sindikat 8 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi warga di Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo dan diikuti sebanyak 22 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS. Pelaksanaan pengobatan gratis ini turut melibatkan tenaga kesehatan setempat sebagai bentuk kolaborasi pelayanan kepada masyarakat.

Program Dianmas ini difokuskan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana serta warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat sesuai hasil diagnosis, hingga edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Selain pelayanan medis, para mahasiswa juga berperan aktif membantu proses registrasi dan pendataan pasien, serta mendampingi warga lanjut usia selama pemeriksaan berlangsung. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih ramah dan terorganisir.

Kegiatan ini dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Di sisi lain, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi riil masyarakat.

Melalui Dianmas ini, mahasiswa STIK Angkatan 83 diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepolisian yang humanis, responsif, dan hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada publik.

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah Serentak Jelang Ramadan 1447 H

0
Pasar murah Pemerintah Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh menginstruksikan pelaksanaan pasar murah secara serentak di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Kebijakan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengantisipasi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.

Program pasar murah ini dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan tersebut juga menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi pasca bencana hidrometeorologi yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan dapat dijangkau masyarakat.

“Menjelang Bulan Suci Ramadan ini, kami ingin memastikan tidak ada warga kita yang kesulitan mendapatkan bahan pokok karena harga yang melambung. Pasar Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat, agar kita semua bisa menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan hati yang tenang dan kebutuhan yang tercukupi,” ungkap Muzakir Manaf.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan subsidi dengan nilai yang cukup besar guna menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan.

“Kita telah menyiapkan subsidi yang besar, mulai dari beras, gula, hingga telur ayam. Saya minta tim di lapangan memastikan distribusi ini tepat sasaran di 69 titik lokasi. Kepada masyarakat Aceh, kami berpesan: belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, agar stabilitas harga ini bisa kita jaga bersama-sama hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.

Informasi Komoditas & Subsidi

Berikut rincian komoditas yang disubsidi dalam pelaksanaan pasar murah:

Beras Premium: Subsidi Rp 5.000/Kg (Total kuota 414 ton).
Gula Pasir: Subsidi Rp 6.000/Kg (Total kuota 69 ton).
Minyak Goreng Kemasan: Subsidi Rp 6.000/Kg (Total kuota 69 ton).
Telur Ayam: Subsidi Rp 15.000/papan (Total kuota 34.500 papan).

Sebagai pelaksana teknis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mendapat instruksi khusus untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke seluruh lokasi kegiatan.

“Saya instruksikan kepada Disperindag Aceh agar mengawal ketat pendistribusian ini hingga ke titik-titik lokasi. Jangan sampai ada kendala di lapangan; pastikan stok tersedia tepat waktu dan kualitas barang tetap terjaga. Saya ingin seluruh proses ini transparan dan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Muzakir Manaf.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak selama pelaksanaan pasar murah berlangsung.

“Kepada masyarakat, kami mengimbau agar membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Mari kita jaga stabilitas pangan dan distribusi ini bersama-sama agar kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Aceh dapat terjamin selama bulan suci ini,” tutup Muzakir Manaf.

Jelang Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dan Asisten III Setda Aceh Sidak Pasar di Banda Aceh

0
Jelang Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dan Asisten III Setda Aceh Sidak Pasar di Banda Aceh. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadhan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma, ST, bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Diwarsyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Banda Aceh.

Sidak tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap stabil menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

Dalam kegiatan itu, rombongan juga berdialog dengan para pedagang guna mengetahui perkembangan harga serta kondisi distribusi barang di pasar.

“Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga di pasaran tetap stabil menjelang Ramadhan,” kata T. Adi Darma dalam kegiatan tersebut.

Melalui pemantauan ini, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik tanpa terjadi lonjakan harga yang signifikan di pasaran.

Subsidi Pasar Murah Aceh Terserap Rp2,3 Miliar, Disperindag Ajak Warga Manfaatkan Hari Terakhir

0
Subsidi Pasar Murah Aceh Terserap Rp2,3 Miliar Disperindag Ajak Warga Manfaatkan Hari Terakhir. (FOTO: FOR NUKILAN)

NIKILAN.ID | BANDA ACEH — Program pasar murah serentak yang digelar Pemerintah Aceh mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Dalam dua hari pelaksanaan, nilai subsidi yang terserap telah mencapai Rp2,3 miliar, menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mencatat, komoditas beras menjadi yang paling banyak diburu masyarakat. Ratusan ton beras telah tersalurkan melalui berbagai titik pasar murah di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Selain beras, sejumlah bahan pokok lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam juga laris dibeli warga. Selisih harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar membuat masyarakat memanfaatkan program ini untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, mengatakan tingginya penyerapan subsidi menunjukkan program pasar murah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tingginya serapan subsidi mencerminkan bahwa program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok,” ucap Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, pasar murah tidak hanya menjadi kegiatan rutin pemerintah, tetapi juga merupakan langkah intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi di daerah.

Program pasar murah tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin, 16 Februari 2026. Pemerintah pun mengimbau masyarakat memanfaatkan hari terakhir pelaksanaan, terlebih karena bertepatan dengan libur cuti bersama.

“Besok Senin adalah hari terakhir. Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan momen libur cuti bersama ini dengan mendatangi titik-titik pasar murah di daerah masing-masing,” pungkas pungkas T. Adi Darma.

Petugas di seluruh lokasi pasar murah masih bersiaga guna memastikan proses distribusi bahan pokok bersubsidi berjalan tertib dan tepat sasaran hingga program berakhir. [*]

Lem Faisal Imbau Masyarakat Ikuti Penetapan Awal Ramadan Pemerintah dan Hormati Perbedaan

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) Aceh, sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal, mengimbau masyarakat Aceh untuk mengikuti penetapan awal Ramadan yang diumumkan pemerintah melalui sidang isbat. Ia juga mengingatkan umat Islam agar tetap saling menghargai apabila terjadi perbedaan dalam menentukan awal puasa.

Lem Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) Aceh menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tahun menetapkan awal Ramadan melalui mekanisme yang jelas dengan melibatkan para ulama, ahli falak, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Menurutnya, sidang isbat memadukan metode rukyatul hilal dan hisab sebagai bentuk kehati-hatian dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

“Sebagai warga negara dan bagian dari umat Islam di Indonesia, sudah sepatutnya kita mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan. Itu demi menjaga persatuan dan ketertiban bersama,” ujar Abu Sibreh kepada Nukilan.id, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa perbedaan dalam menentukan awal Ramadan merupakan hal yang telah lama terjadi dan menjadi bagian dari khazanah fiqh Islam. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi sumber perpecahan ataupun memicu gesekan di tengah masyarakat.

“Kalau ada yang memulai puasa lebih dulu atau berbeda satu hari, mari kita saling menghargai. Jangan saling menyalahkan. Jangan sampai perbedaan yang sifatnya furu’iyah ini merusak ukhuwah Islamiyah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana damai menjelang bulan suci Ramadan. Masyarakat diharapkan lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual, memperbanyak ibadah, serta mempererat silaturahmi, daripada memperdebatkan perbedaan yang dapat disikapi secara dewasa.

Lem Faisal menambahkan, Nahdlatul Ulama secara prinsip mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan sebagai bentuk komitmen menjaga kemaslahatan umat. Ia menilai persatuan umat jauh lebih utama dibanding mempertahankan ego kelompok.

“Ramadan merupakan bulan persaudaraan, bulan rahmat. Jangan kita sambut dengan perpecahan. Mari kita jaga kekompakan, jaga kedamaian, dan hormati perbedaan yang ada,” katanya.

Ia turut mengajak para tokoh masyarakat, imam masjid, dan pimpinan dayah untuk memberikan pemahaman kepada jamaah agar bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan awal puasa. Edukasi yang baik, menurutnya, dapat mencegah munculnya polemik yang tidak perlu.

Menutup keterangannya, ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat persatuan umat Islam di Aceh dan Indonesia secara umum.

“Yang paling penting bukan kita mulai puasa hari apa, tetapi bagaimana kita menjalankan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan menjaga persaudaraan,” pungkasnya. (XRQ)

Sekian Lama Vakum, Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Gelar Mubes Hari Ini

0
Ketua Panitia MUBES HAMAS, Rivaldi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Setelah sekian lama vakum dari aktivitas organisasi, Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) kembali menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Minggu (15/2/2026) di UPTD Balai Tekkomdik, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan organisasi sekaligus ajang regenerasi kepemimpinan mahasiswa Aceh Selatan.

Musyawarah Besar yang mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan yang Demokratis & Akademis” tersebut merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya serta merumuskan arah dan strategi gerakan HAMAS ke depan.

Ketua Panitia Pelaksana, Rivaldi, mengatakan bahwa pelaksanaan Mubes menjadi langkah awal kebangkitan kembali HAMAS sebagai wadah berhimpun mahasiswa Aceh Selatan di perantauan.

“Setelah cukup lama vakum, Mubes ini menjadi momentum konsolidasi untuk menghidupkan kembali semangat organisasi. Kami ingin HAMAS kembali hadir sebagai ruang intelektual, ruang solidaritas, sekaligus wadah perjuangan mahasiswa Aceh Selatan,” katanya kepada Nukilan.id, Minggu (15/2/2025).

Ia menambahkan, kegiatan ini akan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari setiap kecamatan se-Aceh Selatan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh dan sekitarnya. Selain agenda sidang organisasi dan pemilihan kepengurusan baru, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis terkait kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan daerah.

Panitia berharap Musyawarah Besar HAMAS 2026 dapat menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang demokratis, inklusif, serta mampu mengembalikan peran organisasi sebagai mitra kritis sekaligus motor gerakan mahasiswa Aceh Selatan.

Untuk diketahui, HAMAS yang sebelumnya dikenal sebagai wadah perkumpulan mahasiswa asal Aceh Selatan di Banda Aceh, sudah tidak lagi menjalankan aktivitas organisasi dan terkesan mati suri sejak 2023 lalu. (XRQ)

Reporter: Akil