Beranda blog Halaman 68

Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional

0
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025).(Tim Media Prabowo Subianto)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mengevaluasi pelaksanaan lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun. Pergantian itu diumumkan pada Selasa (2/6/2026) malam.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN, khususnya dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Prasetyo, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah juga menyoroti tata kelola organisasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Faktor lain yang menjadi bahan evaluasi adalah konsistensi dalam menjaga mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat. Pemerintah menilai kualitas makanan harus tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara optimal.

Prasetyo menyampaikan bahwa berbagai temuan selama proses monitoring menjadi dasar bagi Presiden untuk melakukan penyegaran di tubuh Badan Gizi Nasional. Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu memperbaiki berbagai catatan yang muncul selama masa evaluasi.

Dalam keputusan tersebut, Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Selain itu, dua wakil kepala BGN, yakni Irjen Pol. Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung, juga diganti.

Pemerintah kemudian menunjuk jajaran pimpinan baru untuk memimpin lembaga tersebut. Nanik Sudaryanti Deyang dipercaya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (XRQ)

Sejumlah Wilayah Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 4 Juni

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh yang berlaku hingga 4 Juni 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi, menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dipengaruhi oleh aktifnya gelombang Rossby Equatorial serta adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh.

“Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer dan memicu pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” kata Dedi saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (2/6/2026).

BMKG memprakirakan pada 2 Juni 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Sabang, dan Aceh Timur. Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang.

Pada 3 Juni 2026, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Sabang. Sedangkan angin kencang diprakirakan melanda Aceh Besar dan Aceh Tenggara.

Selanjutnya pada 4 Juni 2026, wilayah Aceh Jaya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh Besar.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens pada siang hari.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor.

“Waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari, hal ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.  Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” imbau BMKG.

Reporter: Rezi

Sempat Wacanakan MBG Masuk Saudi, Dadan Hindayana Dicopot Prabowo dari Kepala BGN

0
dadan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026).

“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dadan Hindayana sebelumnya dilantik oleh Joko Widodo pada Senin, 19 Agustus 2024, menjelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi. Saat itu, ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk mengawal dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menariknya, pencopotan Dadan terjadi hanya beberapa hari setelah dirinya melontarkan wacana perluasan program MBG ke luar negeri. Dalam kunjungannya ke Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi, Dadan mengungkapkan keinginannya agar program tersebut dapat menjangkau anak-anak Indonesia yang bersekolah di luar negeri, khususnya anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Jeddah.

“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),” kata Dadan dikutip dari Kompas.com.

Dalam kunjungan tersebut, Dadan juga menyambangi Sekolah Indonesia Jeddah yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak PMI di kota tersebut. Wacana penerapan MBG di luar negeri itu kemudian memicu beragam respons di ruang publik.

Tak lama setelah pernyataan tersebut mencuat, sejumlah netizen di media sosial melontarkan kritik. Sebagian kalangan menilai program MBG seharusnya lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di dalam negeri terlebih dahulu sebelum diperluas ke luar negeri. Kritik serupa juga datang dari sejumlah pihak, termasuk kader dan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Istana yang menghubungkan pergantian pimpinan BGN dengan wacana MBG untuk anak-anak Indonesia di Arab Saudi. Pemerintah hanya menyampaikan keputusan pergantian pimpinan lembaga tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dadan selama memimpin BGN dan membangun fondasi kelembagaan Badan Gizi Nasional. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

0
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian. (Foto: Dok.BPBD Abes)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Seulawah, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Hingga Selasa (2/6/2026) sore, korban bernama Faiz Hidayat (23) masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan korban merupakan warga Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban bersama sejumlah rekannya melakukan pendakian ke Gunung Seulawah pada Minggu (31/5/2026). Rombongan memulai pendakian sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di puncak gunung sekitar pukul 12.30 WIB. Namun saat rombongan hendak turun meninggalkan puncak, rekan-rekan korban menyadari bahwa Faiz sudah tidak berada di lokasi bersama mereka.

“Korban terakhir terlihat berada di area puncak Gunung Seulawah. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, namun hingga keesokan harinya korban belum ditemukan,” kata Ridwan Jamil dikutip Nukilan dalam laporan Pusdalops BPBD Aceh Besar, Senin (2/6/2026).

Informasi kehilangan tersebut kemudian diterima Kantor SAR Banda Aceh pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB dari salah seorang personel Polsek Lembah Seulawah.

Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR langsung bergerak menuju kawasan Gunung Seulawah untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Selain personel SAR, operasi pencarian juga melibatkan petugas Pemadam BPBD Aceh Besar Pos Saree, personel TNI, Polri, masyarakat setempat, serta rekan-rekan korban.

Ridwan menjelaskan hingga pukul 17.30 WIB, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik kawasan Gunung Seulawah yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

“Tim SAR masih terus melakukan pencarian dan penyisiran di kawasan Gunung Seulawah. Tim juga akan bermalam di kawasan hutan dekat puncak gunung guna melanjutkan operasi pencarian,” ujarnya.

Hingga laporan ini diturunkan, Faiz Hidayat masih belum ditemukan dan proses pencarian oleh tim gabungan terus dilakukan.

Reporter: Rezi

Ahmat Talha Reza Ditemukan Meninggal Setelah Empat Hari Hilang di Laut Pulo Aceh

0
Jasad korban terseret ombak saat memancing i atas tebing laut Alue Riyeung, Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Dok. BPBD Abes)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Setelah empat hari pencarian intensif, Ahmat Talha Reza (21), remaja asal Pulo Aceh yang hilang terseret ombak saat memancing, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan mengapung oleh seorang nelayan setempat yang hendak melaut.

“Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang nelayan yang berangkat melaut dari Dermaga Dedap melihat sebuah benda mengapung di laut. Setelah didekati, benda tersebut ternyata sesosok mayat,” kata Ridwan Jamil dikutip Nukilan dalam laporan Pusdalops BPBD Aceh Besar.

Lebih lanjut, kata Ridwan, nelayan tersebut kemudian menghubungi masyarakat setempat untuk memastikan identitas korban. Berdasarkan keterangan Camat Pulo Aceh, Jamaluddin, S.E., keluarga korban memastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan Ahmat Talha Reza yang hilang akibat terseret ombak saat memancing beberapa hari sebelumnya.

“Setelah proses identifikasi, korban langsung dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah duka di Desa Alue Riyeung untuk disemayamkan serta dilakukan proses fardu kifayah,” terangnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban bersama empat orang temannya sedang memancing di atas tebing laut Alue Riyeung, Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut keterangan rekan korban, mata pancing yang digunakan Ahmat Talha Reza tersangkut di dasar laut. Korban kemudian berinisiatif turun ke laut untuk melepaskan mata pancing tersebut. Namun, saat berada di lokasi, tiba-tiba datang gelombang besar.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauhi hantaman ombak. Akan tetapi, ia terpeleset dan terjatuh ke laut yang saat itu berarus deras.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban berupaya melakukan penyelamatan dengan melemparkan tali pancing ke arah korban. Namun kondisi korban yang sudah kelelahan membuatnya tidak mampu menggapai tali tersebut. Tak lama kemudian korban hilang terseret arus laut.

Reporter: Rezi

Kadis ESDM: South Andaman Harus Jadi Penggerak Industri dan Lapangan Kerja di Aceh

0
Asnawi, S.T., M.S.M., Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang meminta pemerintah pusat menunda persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman.

Menurut Asnawi, penundaan tersebut diperlukan agar konsep pengembangan lapangan gas raksasa itu dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Aceh. Pemerintah Aceh menginginkan gas South Andaman diolah di daratan melalui fasilitas pengolahan yang terintegrasi dengan kawasan industri Arun di Kota Lhokseumawe.

“Pengembangan South Andaman harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah, bukan hanya proyek produksi migas,” kata Asnawi dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Ia menilai cadangan gas di South Andaman membuka peluang besar bagi kebangkitan industri energi di Aceh, terutama dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia di kawasan eks Arun.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan di darat berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, serta menggerakkan sektor jasa dan perdagangan.

Pemerintah Aceh mengusulkan pembangunan Onshore Processing Facility (OPF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Usulan tersebut berbeda dengan skema yang diajukan operator yang sebelumnya memilih menggunakan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di lepas pantai.

Asnawi menilai pengolahan gas di daratan akan memberikan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian Aceh dibandingkan pengolahan di laut. Selain memanfaatkan aset dan infrastruktur yang sudah tersedia, model tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Lhokseumawe sebagai pusat industri energi.

Ia juga menegaskan bahwa gas dari South Andaman perlu diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan industri yang beroperasi di Aceh, termasuk PT Pupuk Iskandar Muda serta pengembangan berbagai industri hilir lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui surat Nomor 500.10/2264 tertanggal 27 Februari 2026 meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menunda persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo. Permintaan itu diajukan hingga tercapai kesepahaman antara Pemerintah Aceh dan Mubadala Energy terkait skema pengembangan lapangan gas tersebut.

Perbedaan utama antara kedua pihak terletak pada lokasi pengolahan gas. Pemerintah Aceh mendorong pembangunan fasilitas pengolahan di KEK Arun yang terintegrasi dengan pengembangan Lapangan Layaran, sementara operator mengajukan opsi FPSO yang dinilai lebih cepat dari sisi teknis.

Dengan potensi South Andaman yang disebut sebagai salah satu temuan gas terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Aceh berharap model pengembangan yang dipilih nantinya tidak hanya mendukung kepentingan nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jemaah Haji Aceh Dijadwalkan Pulang ke Tanah Air Mulai 15 Juni

0
Jamaah Haji Aceh Kloter 9 Mabit di Muzdalifah. (Foto: Dok. MCH Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jamaah haji Aceh mulai dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada pertengahan Juni 2026. Kelompok terbang (kloter) BTJ 01 akan menjadi rombongan pertama yang pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah pada 15 Juni 2026.

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, melalui Humas Embarkasi Banda Aceh, mengatakan seluruh jamaah haji Aceh saat ini masih berada di Arab Saudi dan secara bertahap akan bersiap menuju fase pemulangan ke Indonesia.

“BTJ 01 yang saat kedatangan ke Arab Saudi melalui Madinah dan tergabung dalam gelombang I akan bertolak ke Tanah Air melalui Bandara Jeddah pada 15 Juni 2026,” kata Arijal dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Senin 1 Juni 2026.

Sementara itu, sebanyak 13 kloter jamaah haji Aceh lainnya yang tergabung dalam gelombang II, yakni BTJ 02 hingga BTJ 14, akan lebih dahulu bergerak dari Makkah menuju Madinah sebelum dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Madinah.

Pergerakan jamaah dari Makkah ke Madinah dimulai oleh kloter BTJ 02 pada 8 Juni 2026 dengan menggunakan 10 bus. Selanjutnya, perpindahan jamaah dilakukan secara bertahap hingga kloter terakhir, BTJ 14, yang dijadwalkan berangkat ke Madinah pada 21 Juni 2026.

“Jamaah haji Aceh BTJ 02 menjadi kloter pertama yang bergerak dari Makkah ke Madinah pada 8 Juni dan akan diikuti kloter-kloter berikutnya hingga BTJ 14,” ujarnya.

Arijal menjelaskan, penerbangan perdana jamaah gelombang II menuju Indonesia melalui Bandara Madinah dijadwalkan dimulai pada 16 Juni 2026.

Menjelang kepulangan jamaah, PPIH Embarkasi Banda Aceh mengingatkan seluruh jamaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan yang berlaku. Setiap jamaah diperbolehkan membawa bagasi tercatat maksimal 32 kilogram dan bagasi kabin maksimal 7 kilogram.

PPIH juga menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi, koper kabin maupun tas tangan dalam bentuk kemasan apa pun.

“Koper jamaah akan diperiksa melalui X-Ray. Jika terindikasi membawa air zamzam, maka koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara,” tegas Arijal.

Untuk memastikan seluruh jamaah tetap memperoleh air zamzam, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi melalui Kementerian Haji di masing-masing kabupaten/kota di Aceh.

Sebanyak 5.484 botol air zamzam yang saat ini telah berada di Asrama Haji Banda Aceh dijadwalkan diambil oleh Kementerian Haji kabupaten/kota pada 2 hingga 5 Juni untuk didistribusikan ke daerah masing-masing.

“Pada 2 sampai 5 Juni nanti dijadwalkan Kementerian Haji kabupaten/kota mengambil air zamzam yang seluruhnya berjumlah 5.484 botol dan saat ini sudah berada di asrama haji untuk dibawa ke daerah masing-masing,” ungkap Arijal.

Selain itu, PPIH juga mengimbau jamaah yang akan bergerak menuju Madinah agar hanya membawa satu koper besar dan satu koper kecil tanpa tambahan tas lainnya guna menghindari risiko barang tertinggal atau tidak terangkut dalam bus pengangkut jamaah. Prioritas naik bus juga diminta diberikan kepada jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, laki-laki, ketua regu, dan ketua kloter secara berurutan.

Reporter: Rezi

Enam Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci,  Didominasi Penyakit Jantung

0
Pemakaman Al Ma'la di Mekah (Foto: Accor Hotels Makkah)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak enam jamaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Embarkasi Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan seluruh jamaah yang wafat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi.

“Seluruh jamaah yang meninggal dunia telah mendapatkan pelayanan dan pendampingan dari petugas haji. Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya para jamaah dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Arijal.

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Banda Aceh per 1 Juni 2026, jamaah yang meninggal terdiri atas satu orang laki-laki dan lima perempuan dengan rentang usia 72 hingga 83 tahun.

Dikutip Nukilan dalam laporan tersebut tercatat seluruh jamaah yang wafat meninggal akibat komplikasi penyakit jantung, mulai dari gagal jantung akut, cardiogenic shock, hingga pneumonia disertai gangguan jantung.

Dua jamaah haji Aceh pertama yang wafat di Tanah Suci terjadi pada 26 Mei 2026 saat berada di Arafah. Keduanya adalah Nurwaida Muhammad Yusuf (76) asal Kabupaten Bireuen akibat cardiogenic shock dan Maimunah Yusuf Ali (72) asal Kabupaten Aceh Tamiang yang meninggal akibat acute decompensated congestive heart failure.

Selanjutnya, pada 28 Mei 2026, Siti Salmijah (83) asal Kabupaten Pidie Jaya meninggal dunia di Rumah Sakit Mina Al Wadi, Mina, akibat congestive heart failure. Pada 30 Mei 2026, Aminah Ahmad (76), jamaah asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal di Sheefa Hospital, Makkah, akibat acute decompensated congestive heart failure.

Kemudian pada 31 Mei 2026, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74) asal Kabupaten Pidie meninggal di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Pada hari yang sama, Sulasry Abdul Gani (74), jamaah asal Kabupaten Bireuen, juga meninggal dunia di kamar Hotel Burj Alwahda Almutamayiz, Makkah, akibat cardiogenic shock.

Arijal mengimbau seluruh jamaah haji Aceh untuk terus menjaga kondisi fisik, mengatur pola istirahat, serta mematuhi arahan petugas kesehatan mengingat cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci.

“Kami mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah, memperbanyak minum air, dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Gelar Halal Bi Halal Idul Adha 1447 H

0
Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Gelar Halal Bi Halal Idul Adha 1447 H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) melaksanakan kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026.

Acara yang diikuti oleh jajaran pegawai dan unsur pimpinan di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan Aceh itu digelar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antarpegawai setelah perayaan Idul Adha.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh juga menghadirkan penceramah agama untuk memberikan tausiah dan pesan-pesan keagamaan kepada para peserta yang hadir.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Idul Adha, yakni memperkuat ukhuwah, kebersamaan, serta kepedulian sosial di lingkungan kerja.

MPU Aceh Barat Dukung Skema Tabungan Kurban ASN

0
hewan kurban

NUKILAN.ID | MEULABOH – Komisi B Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat menyatakan dukungannya terhadap wacana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang mengajak sekitar 6.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan ibadah kurban melalui skema tabungan atau cicilan bulanan sebesar Rp200 ribu per orang.

Ketua Komisi B MPU Kabupaten Aceh Barat, Tgk H Cut Usman, menegaskan bahwa mekanisme menabung atau mencicil dana kurban setiap bulan diperbolehkan dalam syariat Islam dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berkurban namun membutuhkan perencanaan keuangan sejak jauh hari.

“Secara syariat (cicilan kurban) itu dibolehkan, kan menyicil setiap bulan sekian, setiap bulan sekian. Jika dihitung selama 11 bulan, tabungan tersebut sudah bisa mencapai harga satu ekor kambing. Bahkan jika ada tujuh orang yang bergabung, mereka sudah bisa berkurban satu ekor sapi atau kerbau,” kata Ketua Komisi B MPU Kabupaten Aceh Barat, Tgk H Cut Usman.

Menurutnya, dalam ajaran Islam, ibadah kurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan secara finansial. Karena itu, upaya menabung secara rutin untuk membeli hewan kurban dinilai sebagai langkah yang baik dan tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Selain sah secara syariat, wacana tersebut juga dipandang memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat. Tgk H Cut Usman menjelaskan bahwa ibadah kurban mengandung dua nilai utama yang sangat mendasar.

Pertama, nilai hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah. Ia menilai kurban merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, khususnya pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Kedua, nilai hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas. Melalui penyembelihan hewan kurban, daging yang dihasilkan dapat dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. Hal ini diyakini mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkecil kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mampu dan kurang mampu.

Tgk H Cut Usman berharap wacana tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan, baik ASN, masyarakat sipil, maupun para pekerja yang memiliki penghasilan lebih. Ia meyakini semakin banyak masyarakat yang berkurban, maka semakin besar pula keberkahan yang akan dirasakan oleh daerah.

“Adanya ibadah kurban ini tentu akan menurunkan rahmat Allah bagi Aceh Barat. Rahmat itu tidak hanya dirasakan oleh orang kaya, tetapi seluruh masyarakat demi keselamatan dan kesejahteraan bersama,” katanya.

Ia juga melihat adanya potensi dampak positif terhadap sektor ekonomi daerah. Menurutnya, meningkatnya aktivitas kurban akan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya para peternak dan pelaku usaha yang terkait dengan penyediaan hewan kurban.

Melalui semangat kebersamaan dan meningkatnya kepedulian sosial, kondisi ekonomi masyarakat diharapkan ikut terangkat. Dampak tersebut pada akhirnya dapat mendukung pembangunan daerah agar semakin maju dan sejahtera.

Menanggapi kemungkinan munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat terkait program tersebut, Tgk H Cut Usman menilai hal itu kembali kepada cara pandang masing-masing individu. Namun demikian, ia menegaskan bahwa gerakan yang bertujuan mendorong kebaikan dan semangat berbagi semestinya mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Orang kaya butuh orang miskin, orang kuat butuh orang lemah, begitu pula sebaliknya. Dengan semangat saling berbagi rezeki ini, ukhuwah serta persatuan kita akan semakin kuat, dan kepedulian sesama akan tumbuh dengan baik karena dirasakan langsung oleh masyarakat lemah,” pungkas Tgk H Cut Usman yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Barat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News