Beranda blog Halaman 67

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga Hadiri Peluncuran Buku Polda Aceh Meutuah

0
BUPATI ACEH TENGAH
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menghadiri peluncuran buku Polda Aceh Meutuah yang mengusung tema “Sabee Ta Jaga Aceh Mulia” di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026). (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menghadiri peluncuran buku Polda Aceh Meutuah yang mengusung tema “Sabee Ta Jaga Aceh Mulia” di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Buku tersebut mengupas perjalanan dan pengabdian Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, MM, seorang putra daerah Aceh yang kembali bertugas di tanah kelahirannya sebagai pimpinan Kepolisian Daerah Aceh.

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan kepemimpinan Kapolda Aceh yang dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya Aceh dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepolisian.

Selaras dengan visi Polda Aceh Meutuah Menuju Polda Aceh Meusyuhu, buku tersebut menggambarkan bagaimana seorang putra Aceh mampu membawa identitas dan kearifan lokal ke dalam tubuh institusi Polri.

Sosok Marzuki Ali Basyah yang lahir di Tangse menjadi perhatian dalam buku tersebut karena selama menjabat Kapolda Aceh, ia aktif menempatkan budaya Aceh sebagai bagian penting dalam membangun keteraturan sosial dan memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kembalinya Marzuki Ali Basyah ke Aceh sebagai Kapolda juga membawa misi besar untuk menjaga perdamaian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di tengah masyarakat Aceh. Melalui berbagai kebijakan dan pendekatan yang dilakukannya, nilai-nilai budaya lokal terus didorong menjadi bagian dari penguatan institusi kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasinya atas peluncuran buku Polda Aceh Meutuah. Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus penguatan bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa peran Polri khususnya Polda Aceh tidak hanya terkait keamanan dan kenyamanan tetapi lebih luas lagi mencakup pelayanan di tengah masyarakat Aceh” ungkap Bupati Haili Yoga.

Ia juga menjelaskan bahwa kata meutuah dalam khazanah bahasa Aceh tidak hanya bermakna keberuntungan, tetapi juga mengandung makna keberkahan dan kemuliaan. Karena itu, semangat meutuah diharapkan menjadi doa dan harapan bersama untuk menghadirkan kemuliaan bagi Aceh dalam berbagai sektor pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri, khususnya Polda Aceh.

Dalam perjalanan kepemimpinannya, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja. Kehadirannya di tengah masyarakat saat menghadapi berbagai persoalan menjadi salah satu karakter yang disorot dalam buku tersebut.

Salah satu contoh yang diangkat adalah ketika bencana hidrometeorologi melanda Aceh. Saat itu, Kapolda Aceh menjadi salah satu pimpinan yang pertama kali turun langsung ke wilayah terdampak di Aceh Tamiang untuk memastikan penanganan dan bantuan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Acara peluncuran buku tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, para bupati dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, serta para kapolres dalam wilayah hukum Polda Aceh. Di akhir kegiatan, panitia juga menggelar sesi bedah buku yang membahas isi dan pesan yang terkandung dalam Polda Aceh Meutuah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mirwan MS Apresiasi Peluncuran Buku Polda Aceh Meutuah, Sebut Kapolda Aceh Sosok Inspiratif

0
mirwan ms
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menghadiri peluncuran buku Polda Aceh Meutuah yang mengusung tema “Sabee Ta Jaga Aceh Mulia” di Gedung BSI Landmark Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menghadiri peluncuran buku Polda Aceh Meutuah yang mengusung tema “Sabee Ta Jaga Aceh Mulia” di Gedung BSI Landmark Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Buku tersebut mengupas perjalanan hidup dan pengabdian Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, seorang putra daerah Aceh yang kembali mengabdi di tanah kelahirannya sebagai pimpinan Kepolisian Daerah Aceh.

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan kepemimpinan Kapolda yang dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya Aceh dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepolisian.

Dalam wawancara dengan Nukilan.id usai kegiatan, Mirwan menyampaikan apresiasinya kepada Kapolda Aceh atas peluncuran buku tersebut. Menurutnya, kehadiran buku ini memiliki makna penting karena tidak hanya merekam perjalanan seorang pemimpin, tetapi juga turut mengangkat nama dan marwah Aceh.

“Menurut saya, ini langkah yang luar biasa karena mengangkat nama dan marwah Aceh. Saya selaku Kepala Daerah Kabupaten Aceh Selatan mengucapkan selamat kepada Pak Kapolda atas launching buku pada hari ini. Semoga Aceh ke depan menjadi lebih baik lagi, lebih bermartabat, dan semakin maju,” kata Mirwan.

Ia mengaku mendapatkan banyak perspektif dan pelajaran dari berbagai pandangan yang disampaikan para narasumber, tokoh masyarakat, maupun akademisi yang hadir dalam peluncuran buku tersebut.

Dari berbagai testimoni yang disampaikan, Mirwan melihat banyak hal menarik yang menggambarkan perjalanan hidup dan pengabdian Kapolda Aceh.

“Kita juga bangga karena Pak Kapolda merupakan putra kelahiran Tangse, Aceh. Ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus menjaga Aceh agar menjadi lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kesannya terhadap kepemimpinan Kapolda Aceh selama menjabat, Mirwan menilai banyak program dan kegiatan yang telah dijalankan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.

Menurutnya, salah satu hal yang menonjol dari kepemimpinan Marzuki Ali Basyah adalah respons cepat dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi di Aceh. Selain itu, Kapolda juga dinilai aktif dalam upaya pemberantasan narkotika melalui pemusnahan lahan ganja demi melindungi generasi muda.

“Dari perspektif yang saya lihat, beliau sangat cepat tanggap dalam menghadapi berbagai bencana. Selain itu, beliau juga aktif dalam upaya pemusnahan lahan ganja yang tentunya untuk melindungi generasi muda kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mirwan menyebut Kapolda Aceh sebagai sosok yang inspiratif. Ia menyoroti perjalanan hidup Marzuki Ali Basyah yang dimulai dari bawah hingga berhasil mencapai posisi tertinggi di jajaran kepolisian daerah di Aceh.

Menurut Mirwan, kisah hidup tersebut menjadi teladan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tinggi.

“Menurut saya, beliau merupakan sosok yang luar biasa. Tentunya beliau memiliki kemampuan, semangat, dan kemauan yang tinggi sehingga mampu meraih keberhasilan dan kesuksesan seperti sekarang ini,” tutupnya.(xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Inflasi Aceh Mei 2026 Tembus 5,12 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi sebesar 0,60 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026. Sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Aceh mencapai 5,12 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, SST, MSi, mengatakan kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di Aceh selama Mei 2026.

“Pada Mei 2026 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,60 persen dan inflasi tahunan sebesar 5,12 persen di Provinsi Aceh. Penyumbang utama inflasi baik secara bulanan maupun tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Agus Andria dalam siaran langsung berita resmi statistik BPS Aceh, dikutip Nukilan, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,96 persen dengan andil 0,37 persen terhadap inflasi bulanan Aceh. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil cukup besar sebesar 0,14 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Tomat memberikan andil terbesar sebesar 0,30 persen, diikuti cabai merah 0,19 persen, bahan bakar rumah tangga 0,12 persen, minyak goreng 0,04 persen, serta nasi dengan lauk sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas menahan laju inflasi dengan mencatatkan deflasi, antara lain daging ayam ras yang menyumbang deflasi 0,10 persen, ikan tongkol 0,08 persen, ikan dencis 0,05 persen, emas perhiasan 0,04 persen, dan telur ayam ras 0,04 persen.

Agus menjelaskan, secara tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil mencapai 2,59 persen. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan antara lain beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, minyak goreng, Sigaret Kretek Tangan (SKT), daging ayam ras, ikan tongkol, dan ikan bandeng.

“Penyumbang utama inflasi tahunan masih berasal dari komoditas pangan dan tembakau, terutama beras, SKM, tomat, serta minyak goreng,” ujarnya.

Dari sisi wilayah, inflasi tahunan tertinggi pada Mei 2026 terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 5,69 persen. Sementara inflasi terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,99 persen. Kota Banda Aceh mengalami inflasi tahunan 4,77 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 4,62 persen.

Untuk inflasi bulanan, Kota Banda Aceh menjadi daerah dengan kenaikan harga tertinggi sebesar 0,93 persen, sedangkan Kota Lhokseumawe mencatat inflasi terendah sebesar 0,03 persen.

BPS Aceh menilai perkembangan harga komoditas pangan strategis masih menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika inflasi di daerah. Oleh karena itu, stabilisasi pasokan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dinilai penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada bulan-bulan berikutnya. []

Reporter: Sammy

Wakili Gubernur, Sekda Aceh Apresiasi Dedikasi Kapolda Marzuki di Peluncuran Buku Polda Aceh Meutuah

0
sekda aceh
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, saat memberikan sambutan pada acara Launching Buku Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, MM, dengan Judul Polda Aceh Meutuah "Sabe Tajaga Aceh Mulia", di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Rabu, (3/6/2026). (Foto; Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menghadiri peluncuran buku Polda Aceh Meutuah di Gedung BSI Landmark Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026). Kehadiran M. Nasir dalam kegiatan tersebut mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.

Amatan Nukilan.id, M. Nasir pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku karya Dr. Nurlis Effendi yang mengangkat perjalanan pengabdian Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah. Buku tersebut juga memuat berbagai pemikiran dan gagasan yang selama ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.

Menurut Nasir, konsep Polda Aceh Meutuah yang diangkat dalam buku tersebut menggambarkan visi kepolisian yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis sekaligus pengayom masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan.

“Kami memahami bahwa konsep Polda Aceh Meutuah mencerminkan visi kepolisian yang tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pengayom masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan,” ujar Nasir.

Ia menambahkan, buku tersebut menjadi dokumentasi penting yang dapat dijadikan sumber pembelajaran bagi masyarakat. Selain itu, buku itu juga dinilai sebagai warisan pengetahuan yang berharga bagi generasi mendatang untuk memahami perkembangan pembangunan keamanan serta peran kepolisian di Aceh.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah berharap kehadiran buku Polda Aceh Meutuah dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi kontribusi positif bagi pembangunan Aceh ke depan.

“Semoga buku ini bisa bermanfaat dan menjadi sumbangsih bagi Aceh nantinya,” kata Marzuki.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, anggota Komisi III DPR RI, para bupati dan wali kota, pejabat utama Polda Aceh, Kapolres se-Aceh, akademisi, tokoh masyarakat, hingga insan pers.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mengupas isi buku serta berbagai gagasan mengenai pembangunan keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kapolda Marzuki Luncurkan Buku “Polda Aceh Meutuah”, Kenalkan Konsep Pelayanan Polri Berbasis Kearifan Lokal

0
POLDA ACEH
Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, resmi meluncurkan buku berjudul “Polda Aceh Meutuah: Sabe Ta Jaga Aceh Mulia” dalam sebuah acara yang berlangsung di Ballroom BSI Landmark, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026). (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, resmi meluncurkan buku berjudul “Polda Aceh Meutuah: Sabe Ta Jaga Aceh Mulia” dalam sebuah acara yang berlangsung di Ballroom BSI Landmark, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kebangsaan, budaya, serta kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Aceh.

Melalui buku tersebut, Kapolda Aceh memaparkan berbagai gagasan dan refleksi tentang pentingnya membangun keamanan yang berakar pada nilai-nilai agama, adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

Dalam buku itu juga diperkenalkan konsep Polda Aceh Meutuah sebagai wujud komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, berintegritas, dan sejalan dengan karakter masyarakat Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat “Sabe Ta Jaga Aceh Mulia” diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat dan agama, serta mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan bermartabat.

“Keistimewaan Aceh terletak pada kekuatan nilai agama, adat, dan budaya yang diwariskan para pendahulu. Melalui semangat Polda Aceh Meutuah dan Sabe Ta Jaga Aceh Mulia, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga Aceh yang aman dan bermartabat adalah tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.

Ia berharap kehadiran buku tersebut tidak hanya menjadi sarana literasi, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan, memperkuat harmoni sosial, serta mendukung terwujudnya Aceh yang aman, maju, damai, dan bermartabat.

Acara peluncuran buku ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh yang mewakili Gubernur Aceh, unsur Forkopimda, mitra strategis Polda Aceh, jajaran Polres dan Polresta se-Aceh, para bupati dan wali kota, tokoh masyarakat, akademisi, serta insan pers.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya membangun keamanan yang berlandaskan kolaborasi, nilai-nilai budaya, dan partisipasi aktif masyarakat sebagaimana diusung dalam konsep Polda Aceh Meutuah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot Prabowo

0
BGN

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026).

Mengutip Tempo, para pegawai BGN belum dapat memasuki gedung perkantoran karena proses penggeledahan masih berlangsung.

“Sejak pukul 2 pagi ada empat mobil kejaksaan,” ujar seorang petugas keamanan di lokasi yang meminta namanya tidak disebutkan. Petugas keamanan tersebut juga mengungkapkan bahwa sejumlah personel TNI turut mengawal jalannya penggeledahan.

Penggeledahan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional pada Selasa (2/6/2026) malam.

Dalam perombakan tersebut, Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dari jabatannya dan menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, untuk menggantikannya.

Selain itu, Presiden juga memberhentikan dua wakil kepala badan, yakni Brigadir Jenderal Sony Sonjaya dan Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Lodewyk Pusung. Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono untuk mengisi posisi tersebut.

Hingga berita ini ditulis oleh Tempo, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaiman Nahdi maupun Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Jefri belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait penggeledahan tersebut.

Sebelumnya, sekitar sepekan lalu, sempat beredar isu mengenai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional. Namun, pada saat itu Kejaksaan Agung membantah kabar mengenai OTT tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

HMP2T Apresiasi Kacabdin Aceh Selatan dan Kadisdik Aceh atas Penyelesaian Persoalan di SMAN 1 Trumon

0
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T), T. Ridwansyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) menyampaikan apresiasi kepada Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Aceh Selatan dan Dinas Pendidikan Aceh atas langkah cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di SMAN 1 Trumon.

Ketua Umum HMP2T, T. Ridwansyah, menilai respons yang diberikan kedua lembaga tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswa.

“Kami dari HMP2T mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kacabdin Aceh Selatan dan Kadis Pendidikan Aceh yang telah menunjukkan kepedulian dan keseriusan dalam merespons persoalan yang terjadi di SMAN 1 Trumon. Langkah yang diambil membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan dunia pendidikan berjalan dengan baik,” ujar Ridwansyah, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan bersama Dinas Pendidikan Aceh telah memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya siswa dan wali murid yang menginginkan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di SMAN 1 Trumon menjadi bukti pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah dalam menghasilkan solusi yang konstruktif demi kemajuan dunia pendidikan.

“Kami bangga melihat adanya keseriusan dari Kacabdin Aceh Selatan dan Kadis Pendidikan Aceh dalam menyikapi aspirasi masyarakat. Sikap terbuka dan langkah konkret yang dilakukan patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan terhadap kemajuan pendidikan dan masa depan generasi muda Aceh,” katanya.

Lebih lanjut, Ridwansyah berharap perhatian yang diberikan terhadap SMAN 1 Trumon tidak berhenti pada penyelesaian persoalan saat ini, melainkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Selatan. Peningkatan tersebut, kata dia, perlu dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran hingga pembinaan peserta didik.

Sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa, pemuda, dan pelajar Trumon, HMP2T menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat secara konstruktif demi kemajuan pendidikan di daerah.

“Kami percaya bahwa pendidikan yang maju lahir dari kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan generasi muda. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi penuh kepada Kacabdin Aceh Selatan dan Kadis Pendidikan Aceh atas langkah yang telah diambil demi menjaga marwah dan kualitas pendidikan di SMAN 1 Trumon,” tutup Ridwansyah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ali Kuba Dukung Mualem Perjuangkan Gas Andaman Diolah di KEK Arun

0
ALI KUBA
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Aceh Utara, Ali Kuba. (Foto:dok.RRI)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Dukungan terhadap upaya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, agar gas dari Blok South Andaman diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, terus mengalir dari berbagai kalangan.

Salah satu dukungan datang dari Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Aceh Utara, Ali Kuba. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Mualem yang memperjuangkan agar gas dari Blok South Andaman diproses melalui fasilitas darat di KEK Arun.

Menurut Ali Kuba, perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lokasi pengolahan gas semata, tetapi juga menyangkut masa depan perekonomian Aceh serta peluang kebangkitan kembali industri energi yang pernah menjadikan Arun sebagai salah satu pusat energi terbesar di Indonesia.

“Ini adalah momentum penting bagi Aceh. Jangan sampai kekayaan alam yang kita miliki hanya lewat begitu saja tanpa memberikan dampak besar bagi masyarakat. Gas Andaman harus menjadi motor penggerak ekonomi Aceh,” ujar Ali Kuba, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai langkah Gubernur Aceh yang telah menyurati Pemerintah Pusat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap kepentingan masyarakat Aceh. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan harapan masyarakat agar pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

Ali Kuba optimistis apabila pengolahan gas dilakukan di KEK Arun, maka akan tercipta ribuan lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran, mendorong pertumbuhan sektor jasa dan industri pendukung, serta memperkuat perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, proyek strategis tersebut diyakini mampu menarik investasi baru ke Aceh sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantai Utara Aceh.

“Jika pengolahan dilakukan di Aceh, manfaat ekonominya akan dirasakan masyarakat. Lapangan kerja terbuka, investasi masuk, UMKM tumbuh, dan ekonomi daerah bergerak lebih cepat,” katanya.

Ali Kuba juga menegaskan bahwa KEK Arun merupakan lokasi yang paling ideal untuk pembangunan fasilitas penerimaan dan pengolahan gas dari Blok Andaman. Menurutnya, kawasan tersebut telah memiliki berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas industri energi, pelabuhan, hingga pengalaman panjang dalam pengelolaan sektor minyak dan gas bumi.

Keberadaan fasilitas tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi Aceh untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari Blok Andaman tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari awal.

Dalam kesempatan yang sama, Ali Kuba turut mendorong Pemerintah Aceh agar melibatkan praktisi migas asal Aceh, kalangan akademisi, cendekiawan, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi di sektor energi untuk merumuskan strategi terbaik dalam pengelolaan Blok Andaman.

“Ini harus menjadi perjuangan bersama. Semua elemen Aceh perlu bersatu agar potensi besar ini benar-benar menjadi peluang emas bagi masa depan daerah,” tegasnya.

Menurut Ali Kuba, dukungan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan besarnya harapan agar Aceh tidak hanya menjadi daerah penghasil sumber daya alam, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengolahan dan industri energi yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BPBD Aceh Besar Imbau Warga Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang

0
bpbd aceh besar
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JANTHO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang dan petir yang melanda wilayah Aceh Besar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan kondisi cuaca tersebut telah terjadi sejak petang dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko bagi masyarakat.

“Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir melanda kawasan kita sejak petang tadi. Kami minta masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan kondisi cuaca ekstrem ini guna menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi di sekeliling kita,” kata Ridwan Jamil, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut. Pengguna jalan raya, misalnya, diminta lebih berhati-hati saat berkendara karena terdapat potensi pohon tumbang akibat terpaan angin kencang.

Selain itu, warga yang sedang berada di area terbuka diimbau segera mencari tempat perlindungan yang aman guna menghindari risiko tersambar petir saat cuaca buruk berlangsung.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan laut agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat memicu gelombang tinggi dan membahayakan keselamatan.

“Di tengah cuaca ekstrem ini, selalu perhatikan dan lihat kondisi cuaca di lingkungan sekitar demi menjaga keselamatan kita bersama,” katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Aceh Besar telah menyiagakan seluruh personel yang tersebar di sepuluh pos pemantauan untuk memastikan situasi di berbagai wilayah tetap terkendali dan respons penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi bencana.

“Seluruh personel siap bergerak dengan cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan dalam masing-masing wilayah dan tentu kita juga tidak pernah lelah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam kesiapsiagaan bencana,” katanya.

BPBD Aceh Besar berharap masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti imbauan yang disampaikan pemerintah guna meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan diri dan keluarga selama cuaca ekstrem berlangsung.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Angin Kencang Robohkan Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara

0
HUNTARA
Hunian sementara (Huntara) penyintas banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak diterjang angin, Selasa (2/6/2026)(FOTO: KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hujan deras yang disertai angin kencang merobohkan puluhan hunian sementara (huntara) yang ditempati para penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan unit huntara di empat desa mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.

Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, mengatakan kerusakan huntara terjadi di empat desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Langkahan.

Di Desa Buket Desa Rumoh Rayeuk, satu blok huntara yang terdiri dari 23 unit mengalami kerusakan. Sementara di Desa Geudumbak, sebanyak 10 unit huntara dilaporkan rusak parah.

Kerusakan juga terjadi di Desa Buket Linteung dengan tujuh unit huntara mengalami rusak berat. Sedangkan di Desa Langkahan, lima unit huntara mengalami kerusakan ringan.

“Hingga saat ini, petugas bersama aparatur desa masih melakukan pendataan. Itu data per malam ini. Karena kejadiannya menjelang magrib, jadi tidak seluruhnya bisa terdata,” kata Reza.

Menurut Reza, proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas bersama aparatur desa untuk memastikan jumlah kerusakan yang sebenarnya di seluruh lokasi terdampak.

Hingga kini belum terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang huntaranya mengalami kerusakan terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga maupun kerabat mereka yang berada di desa masing-masing.

Pemerintah kecamatan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan lebih lanjut.

“Kondisi ini sudah kami laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Karena seluruh huntara itu ditempati korban banjir pada 26 November 2025 lalu,” pungkas Reza.

Diketahui, huntara yang terdampak angin kencang tersebut merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang menjadi korban banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara pada 26 November 2025.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News