Beranda blog Halaman 69

MPU Aceh Barat Dukung Skema Tabungan Kurban ASN

0
hewan kurban

NUKILAN.ID | MEULABOH – Komisi B Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat menyatakan dukungannya terhadap wacana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang mengajak sekitar 6.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan ibadah kurban melalui skema tabungan atau cicilan bulanan sebesar Rp200 ribu per orang.

Ketua Komisi B MPU Kabupaten Aceh Barat, Tgk H Cut Usman, menegaskan bahwa mekanisme menabung atau mencicil dana kurban setiap bulan diperbolehkan dalam syariat Islam dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berkurban namun membutuhkan perencanaan keuangan sejak jauh hari.

“Secara syariat (cicilan kurban) itu dibolehkan, kan menyicil setiap bulan sekian, setiap bulan sekian. Jika dihitung selama 11 bulan, tabungan tersebut sudah bisa mencapai harga satu ekor kambing. Bahkan jika ada tujuh orang yang bergabung, mereka sudah bisa berkurban satu ekor sapi atau kerbau,” kata Ketua Komisi B MPU Kabupaten Aceh Barat, Tgk H Cut Usman.

Menurutnya, dalam ajaran Islam, ibadah kurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan secara finansial. Karena itu, upaya menabung secara rutin untuk membeli hewan kurban dinilai sebagai langkah yang baik dan tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Selain sah secara syariat, wacana tersebut juga dipandang memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat. Tgk H Cut Usman menjelaskan bahwa ibadah kurban mengandung dua nilai utama yang sangat mendasar.

Pertama, nilai hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah. Ia menilai kurban merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, khususnya pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Kedua, nilai hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas. Melalui penyembelihan hewan kurban, daging yang dihasilkan dapat dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. Hal ini diyakini mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkecil kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mampu dan kurang mampu.

Tgk H Cut Usman berharap wacana tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan, baik ASN, masyarakat sipil, maupun para pekerja yang memiliki penghasilan lebih. Ia meyakini semakin banyak masyarakat yang berkurban, maka semakin besar pula keberkahan yang akan dirasakan oleh daerah.

“Adanya ibadah kurban ini tentu akan menurunkan rahmat Allah bagi Aceh Barat. Rahmat itu tidak hanya dirasakan oleh orang kaya, tetapi seluruh masyarakat demi keselamatan dan kesejahteraan bersama,” katanya.

Ia juga melihat adanya potensi dampak positif terhadap sektor ekonomi daerah. Menurutnya, meningkatnya aktivitas kurban akan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya para peternak dan pelaku usaha yang terkait dengan penyediaan hewan kurban.

Melalui semangat kebersamaan dan meningkatnya kepedulian sosial, kondisi ekonomi masyarakat diharapkan ikut terangkat. Dampak tersebut pada akhirnya dapat mendukung pembangunan daerah agar semakin maju dan sejahtera.

Menanggapi kemungkinan munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat terkait program tersebut, Tgk H Cut Usman menilai hal itu kembali kepada cara pandang masing-masing individu. Namun demikian, ia menegaskan bahwa gerakan yang bertujuan mendorong kebaikan dan semangat berbagi semestinya mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Orang kaya butuh orang miskin, orang kuat butuh orang lemah, begitu pula sebaliknya. Dengan semangat saling berbagi rezeki ini, ukhuwah serta persatuan kita akan semakin kuat, dan kepedulian sesama akan tumbuh dengan baik karena dirasakan langsung oleh masyarakat lemah,” pungkas Tgk H Cut Usman yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Barat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Jangan Biarkan Gas Andaman Bernasib Seperti Arun

0
DEMA FSH
Ketua DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, M. Ikram Al Ghifari. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Penemuan cadangan gas raksasa di Blok South Andaman, Aceh, yang diperkirakan mencapai lebih dari 8–10 Trillion Cubic Feet (TCF), disambut sebagai salah satu temuan energi terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dekade terakhir. Proyek ini bahkan disebut-sebut akan menjadi salah satu penopang penting ketahanan dan swasembada energi nasional di masa depan.

Namun di balik optimisme tersebut, muncul kekhawatiran bahwa Aceh kembali hanya akan menjadi daerah penghasil yang tidak menikmati manfaat sebanding dari kekayaan alam yang dimilikinya.

Ketua DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, M. Ikram Al Ghifari, menilai masyarakat Aceh memiliki alasan historis yang kuat untuk bersikap kritis terhadap rencana pengelolaan gas Andaman. Menurutnya, pengalaman masa lalu melalui eksploitasi gas Arun harus menjadi pelajaran penting agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang.

Pada masa kejayaannya, Arun merupakan salah satu aset energi strategis Indonesia. Ladang gas tersebut tercatat menyumbang sekitar 30 persen produksi LNG nasional dan menjadi salah satu sumber devisa terbesar negara. Sepanjang masa produksinya, Arun menghasilkan lebih dari 16 TCF gas dan sekitar 700 juta barel kondensat.

Meski demikian, Ikram menilai kontribusi besar tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh saat ini.

“Aceh pernah memberi begitu banyak kepada republik ini. Gas Arun menjadi salah satu fondasi ketahanan energi Indonesia selama puluhan tahun. Namun pertanyaannya, apakah Aceh mendapatkan kesejahteraan yang setara dengan kekayaan yang diambil dari tanahnya? Fakta hari ini menunjukkan masih tingginya kemiskinan, pengangguran, dan ketergantungan ekonomi di Aceh,” tegas M. Ikram Al Ghifari kepada Nukilan.id.

Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh lagi menggunakan pola lama yang menjadikan Aceh sekadar pemasok bahan mentah tanpa memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.

Saat ini, Mubadala Energy bersama mitranya tengah mempercepat pengembangan proyek South Andaman dengan target produksi awal pada 2028. Pemerintah pusat juga menempatkan proyek tersebut sebagai salah satu temuan gas terbesar di kawasan yang berpotensi memperkuat sektor energi Indonesia dalam jangka panjang.

Meski demikian, Ikram menilai keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari besarnya volume produksi maupun peningkatan penerimaan negara. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat Aceh.

“Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat Aceh. Jika gas Andaman hanya dialirkan keluar daerah, diolah di luar Aceh, sementara masyarakat Aceh hanya menerima dampak lingkungan dan janji-janji ekonomi, maka itu bukan pembangunan. Itu eksploitasi dengan wajah baru,” jelasnya.

Ia juga menyoroti belum kuatnya basis industri hilirisasi migas di Aceh, padahal daerah tersebut pernah menjadi pusat industri LNG terbesar di Indonesia melalui kawasan Arun. Menurutnya, keberadaan cadangan gas Andaman harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kembali kekuatan industri daerah.

Pembangunan kilang, industri petrokimia, pembangkit listrik, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda Aceh dinilai harus menjadi bagian dari agenda besar pengembangan proyek tersebut.

“Jangan lagi Aceh hanya dijadikan sumur. Jangan lagi Aceh hanya dijadikan tempat mengambil bahan mentah untuk dikirim ke daerah lain. Jika cadangan Andaman mencapai 10 TCF dan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, maka Aceh berhak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dari proyek tersebut,” tuturnya.

Selain itu, Ikram meminta pemerintah pusat membuka secara transparan seluruh skema pengelolaan, distribusi, dan pembagian manfaat ekonomi dari proyek South Andaman kepada publik Aceh.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui secara jelas berapa besar keuntungan yang akan kembali ke daerah, berapa banyak industri yang akan dibangun, serta sejauh mana keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis tersebut.

“Rakyat Aceh tidak boleh hanya dijadikan penonton yang mendengar angka-angka fantastis triliunan kaki kubik gas setiap tahun. Kami ingin tahu berapa yang kembali kepada Aceh. Berapa industri yang dibangun. Berapa tenaga kerja Aceh yang diserap. Berapa manfaat nyata yang diterima masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa generasi muda Aceh akan terus mengawal pengembangan gas Andaman agar tidak mengulang sejarah panjang ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah tersebut.

“Kami tidak anti investasi. Kami tidak anti pembangunan nasional. Tetapi kami menolak jika Aceh kembali dijadikan lumbung yang terus diambil hasilnya tanpa memperoleh keadilan. Gas Andaman harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi Aceh, bukan simbol baru penjajahan ekonomi terhadap tanah yang selama ini terus memberi kepada negara,” tutupnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar penemuan gas raksasa di South Andaman tidak hanya menjadi kabar baik bagi sektor energi nasional, tetapi juga menjadi titik balik bagi terwujudnya keadilan ekonomi, pembangunan industri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Rafi Hafiz, Putra Aceh Barat yang Diterima di Kampus Top Australia dan Kanada

0
rafi
Rafi Hafiz Alfarisi, Alumni SMUN 10 Fajar Harapan Garuda Transformasi Banda Aceh yang menerima Letter Of Acceptan (LoA) di 2 kampus ternama di dunia saat berkunjung ke sekolahnya. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Aceh. Rafi Hafiz Alfarisi, alumni SMUN 10 Fajar Harapan Garuda Transformasi Banda Aceh, berhasil menembus dua perguruan tinggi ternama dunia setelah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari universitas unggulan di Australia dan Kanada.

Mengutip SerambiNews, Rafi diterima di University of New South Wales (UNSW), Australia, pada program studi Mining Engineering. Selain itu, ia juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada, pada jurusan Mineral Engineering.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa asal Aceh mampu bersaing di tingkat internasional. Keberhasilan Rafi juga memperkuat posisi SMUN 10 Fajar Harapan Garuda Transformasi Banda Aceh sebagai salah satu sekolah yang konsisten mendorong siswanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia.

Putra pasangan Rosman dan Nila Trisna yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, itu saat ini juga telah dinyatakan lulus dalam Program Beasiswa Garuda setelah melalui rangkaian seleksi yang ketat.

“Alhamdulillah Rafi sudah berhasil lulus pada seleksi Bea Siswa Garuda, dan mudah-mudahan bisa berangkat mengikuti kuliah keluar negeri, insya allah,” ungkap ayahnya, Rosman.

Rafi mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraihnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan, mulai dari keluarga, guru, hingga teman-teman sekolah.

“Saya bersyukur kepada Allah atas pencapaian ini, terimakasih kepada keluarga, Kepala Sekolah, guru-guru dan teman- teman yang telah memberikan dukungan dan motivasi yang sangat besar, sehingga saya berhasil meraih semua ini,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMUN 10 Fajar Harapan Garuda Transformasi Banda Aceh, Dr Anwar, M.Ed, turut mengapresiasi prestasi yang diraih siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi menunjukkan bahwa pelajar Aceh memiliki kemampuan untuk bersaing dengan siswa dari berbagai negara.

“Semoga dapat membawa nama baik sekolah dan Negara Indonesia di Kancah Global,” ujarnya.

Sebelum diterima di dua kampus elite dunia tersebut, Rafi dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia pernah terpilih sebagai salah satu peserta Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES), sebuah program pertukaran pelajar bergengsi yang didanai Pemerintah Amerika Serikat.

Melalui program tersebut, Rafi memperoleh beasiswa penuh untuk belajar selama satu tahun di Amerika Serikat. Selama masa persiapan, ia mendapat bimbingan dari guru pembimbingnya, Erida Fithri, MA (TESOL).

Dalam program pertukaran pelajar itu, Rafi mengemban tugas sebagai duta budaya yang memperkenalkan Indonesia, khususnya budaya Aceh yang islami, kepada masyarakat Amerika Serikat. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan akademik, serta membangun jejaring internasional.

Prestasi lain yang turut mengantarkan Rafi ke perguruan tinggi top dunia adalah keberhasilannya meraih skor IELTS 8.00, sebuah capaian yang mendekati nilai sempurna. Hasil tersebut menjadi modal penting dalam proses seleksi masuk universitas-universitas unggulan dunia.

Keberhasilan Rafi Hafiz Alfarisi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh dan Indonesia untuk terus berani bermimpi besar, meningkatkan kualitas diri, serta mengejar pendidikan hingga ke tingkat global.

“Jangan takut untuk bermimpi besar, serta harus berani mencoba, karena jika kita tidak berani mencoba kita tidak tau kemampuan yang ada pada diri kita, serta jangan takut gagal. Akan tetapi semua itu harus disertai dengan doa dan usaha yang sungguh- sungguh,” ucap Rafi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Cuaca Panas dan Angin Kencang di Aceh Berpotensi Perluas Karhutla

0
Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. ANTARA/HO-BPBD Aceh Tengah

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa cuaca panas yang disertai angin kencang berpotensi memperluas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Aceh.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi cuaca yang kering dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada vegetasi dan lahan yang mudah terbakar.

“Hasil pemantauan visual menunjukkan api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam proses penanganan. Diperkirakan api masih dapat meluas mengingat kondisi cuaca saat ini yang panas serta disertai angin kencang,” ucap Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan laporan Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga 31 Mei 2026, titik api terbesar saat ini berada di Kabupaten Nagan Raya. Luas lahan yang terbakar di daerah tersebut diperkirakan mencapai 17 hektare.

Kebakaran terjadi di kawasan Gampong Kayee Uneo, Kecamatan Darul Makmur, serta Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas, tim gabungan telah mengerahkan dua unit mesin pompa air guna melakukan pemadaman dan pemblokiran pergerakan api.

Selain Nagan Raya, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat. Sedikitnya dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, dilaporkan hangus terbakar.

Menurut Abdul Muhari, proses pemadaman di Aceh Barat masih terus berlangsung. Petugas menghadapi tantangan karena bara api yang berada di lapisan bawah tanah belum sepenuhnya padam sehingga berpotensi kembali memicu kebakaran.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Aceh Tengah berhasil dikendalikan sepenuhnya. Kebakaran yang sempat menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di Kecamatan Ketol, Bebesen, dan Kebayakan telah dipadamkan secara total oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

BNPB terus memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah terdampak dan mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Lima Daerah di Aceh Dilanda Karhutla, Polisi Selidiki dan Buru Pelaku Pembakaran

0
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto. (FOTO: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima daerah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga sengaja membakar lahan.

Salah satu peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Toweran Toa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (31/5/2026). Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang ditumbuhi pohon pinus dan rumput kering. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang turun ke lokasi.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, kebakaran di Aceh Tengah diduga kuat dilakukan secara sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Karhutla di Aceh Tengah diduga sengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan saat ini pelakunya sedang diburu polisi,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, Senin (1/6/2026).

Selain di Aceh Tengah, kebakaran hutan dan lahan juga dilaporkan terjadi di Desa Kayee Unoe dan Desa Babah Lueng, Kabupaten Nagan Raya. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Selatan, kebakaran terjadi di Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare. Sedangkan di Desa Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi.

Menurut Joko, seluruh titik kebakaran yang terdeteksi saat ini telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan di lapangan guna mencegah munculnya titik api baru.

“Api di seluruh lokasi telah berhasil dipadamkan. Namun, polisi bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan dan pemantauan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan,” jelas Joko.

Polda Aceh juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta berpotensi memicu bencana yang lebih luas.

“Polda Aceh mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi menimbulkan bencana lingkungan, tindakan tersebut juga melanggar hukum, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” ujar mantan Kapolresta Banda Aceh itu.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemko Banda Aceh Mulai Cairkan Gaji Ke-13 ASN pada Juni 2026

0
Ilustrasi gaji. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mencairkan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Banda Aceh pada minggu pertama Juni 2026. Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan aparatur sekaligus dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga menjelang tahun ajaran baru.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian ASN yang selama ini menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Gaji ke-13 ini bukan hanya bentuk penghargaan atas pengabdian ASN, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu kebutuhan keluarga, khususnya biaya pendidikan anak-anak memasuki tahun ajaran baru,” ujar Illiza, Selasa (2/6/2026).

Pemberian gaji ke-13 tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, pelaksanaannya juga diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Banda Aceh, total anggaran yang dialokasikan untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini mencapai sekitar Rp25 miliar. Anggaran tersebut akan disalurkan kepada 3.542 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.218 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pejabat negara dan anggota DPRK Banda Aceh.

Menurut Illiza, pencairan gaji ke-13 tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi ASN dan keluarganya, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah pada pertengahan tahun.

“Kita berharap pencairan gaji ke-13 ini dapat membantu meningkatkan daya beli ASN dan secara tidak langsung ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh,” katanya.

Ia memastikan proses pencairan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah juga memperhatikan mekanisme pencairan bagi PPPK dengan menyesuaikan administrasi dan masa kerja sebagaimana telah diatur oleh pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Illiza menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus menjaga pemenuhan hak-hak aparatur secara tepat waktu sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“ASN adalah motor penggerak pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kesejahteraan aparatur juga menjadi perhatian pemerintah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wujudkan Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial, SIT Nurul Fikri Aceh Gelar Semarak Qurban

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Semangat berbagi dan kepedulian sosial terasa hangat di lingkungan SIT Nurul Fikri Aceh melalui kegiatan “Semarak Qurban: Tebar Kepedulian Iduladha 1447 H” yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Momentum Iduladha kali ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa tentang makna keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.

SIT Nurul Fikri Aceh melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang melibatkan kolaborasi antara siswa, guru, orang tua, komite sekolah, yayasan, serta masyarakat sekitar. Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan dengan semangat gotong royong yang mencerminkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.

Melalui program ini, sekolah ingin menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna, di mana siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Mulai dari proses edukasi makna qurban, semangat berbagi, hingga kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang ditanamkan sejak dini.

Daging qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sekitar sekolah, khususnya anak yatim, dhuafa, dan warga yang membutuhkan di wilayah Desa Lamteun, Paya Roh, Ulee Tuy, dan Lamteumen Barat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.

Ketua pelaksana Rahmat Hiadayat menyampaikan bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga membangun jiwa empati dan kebersamaan.

“Melalui kegiatan qurban ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika kita mampu berbagi. Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat memberi manfaat bagi sesama. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang peduli, berempati, dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ketua Pelaksana Panitia Qurban SIT Nurul Fikri Aceh.

Kegiatan Semarak Qurban: Tebar Kepedulian Iduladha 1447 H menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter dan memperkuat nilai kemanusiaan. Dengan semangat berbagi, SIT Nurul Fikri Aceh berharap keberkahan Iduladha dapat dirasakan lebih luas dan menjadi penguat ukhuwah di tengah masyarakat.

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila ke-81, Presiden Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa

0
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Citra)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rangkaian upacara diawali dengan laporan Perwira Upacara, Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, kepada Presiden selaku inspektur upacara. Setelah itu, lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan sebagai pembuka upacara, dilanjutkan dengan penghormatan kepada para pahlawan melalui prosesi mengheningkan cipta.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani kemudian membacakan teks Pancasila. Selanjutnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa tepat 81 tahun silam, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menyampaikan gagasan mengenai Pancasila dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Menurut Presiden, lahirnya Pancasila merupakan hasil dari perjalanan panjang bangsa Indonesia yang berakar pada sejarah, budaya, pengalaman, serta cita-cita bersama. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi fondasi yang menyatukan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan wilayah.

Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan kesepakatan nasional yang memungkinkan Indonesia tetap berdiri sebagai satu bangsa di tengah kemajemukan yang dimiliki. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa.

Presiden juga menyoroti tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi global yang saat ini diwarnai berbagai tantangan, mulai dari konflik antarnegara, rivalitas geopolitik, ketegangan perdagangan internasional, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

Di tengah situasi tersebut, kata Presiden, Indonesia memiliki landasan ideologi yang kuat untuk menghadapi berbagai dinamika global, yaitu Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diyakini mampu menjadi pedoman dalam menjaga persatuan nasional sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus refleksi atas pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Amatan Nukilan.id, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga negara, jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat setingkat menteri, serta sejumlah tokoh nasional. Hadir pula Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin bersama ratusan tamu undangan lainnya.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Aceh dalam Sepekan ke Depan

0
Ilustrasi hujan dan angin kencang. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi dalam sepekan ke depan. Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah, termasuk Aceh.

Dilansir Nukilan, BMKG memprakirakan Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Hujan tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Potensi hujan di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, di antaranya aktivitas Gelombang Kelvin yang diperkirakan melintasi wilayah Aceh serta Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif di bagian utara provinsi tersebut. Kedua fenomena ini berperan dalam meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, pembentukan sirkulasi siklonik di sekitar perairan barat Sumatra turut menciptakan daerah pertemuan dan perlambatan angin yang mendukung peningkatan curah hujan di wilayah Sumatra bagian utara.

Dalam prakiraan cuaca periode 26–28 Mei dan 29 Mei–1 Juni 2026, Aceh termasuk wilayah yang perlu mewaspadai hujan berintensitas sedang serta potensi angin kencang. BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan, pohon tumbang, longsor di daerah rawan, serta gangguan transportasi akibat cuaca buruk.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. []

Reporter: Sammy

Harga Dexlite dan Pertamina Dex Turun, Pertamax Turbo Naik Mulai Juni 2026

0
Ilustrasi BBM. (Foto: Pertamina)

NUKILAN.ID | Jakarta – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juni 2026. Perubahan harga kali ini ditandai dengan turunnya harga BBM jenis diesel, sementara produk bensin beroktan tinggi Pertamax Turbo mengalami kenaikan.

Berdasarkan daftar harga terbaru PERTAMINA yang dikutip Nukilan, Dexlite (CN 51) kini dijual Rp23.000 per liter, turun Rp3.000 dibandingkan harga bulan sebelumnya yang mencapai Rp26.000 per liter. Penurunan juga terjadi pada Pertamina Dex (CN 53) yang kini dipasarkan Rp24.800 per liter dari sebelumnya Rp27.900 per liter.

Sebaliknya, Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan harga. Produk tersebut kini dibanderol Rp20.750 per liter, meningkat Rp850 per liter dibandingkan harga pada Mei 2026 sebesar Rp19.900 per liter.

Di tengah perubahan harga tersebut, Pertamina mempertahankan harga sejumlah produk lainnya. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) masih berada di level Rp12.900 per liter. Kedua produk itu tidak mengalami perubahan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, harga BBM subsidi dan penugasan juga belum mengalami kenaikan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62.K/12/MEM/2020. Regulasi tersebut mengatur formula harga dasar BBM umum berdasarkan pergerakan harga referensi internasional, biaya distribusi, biaya penyimpanan, serta margin usaha.

Dengan penyesuaian terbaru ini, konsumen BBM diesel nonsubsidi memperoleh harga yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sementara pengguna Pertamax Turbo harus membayar lebih tinggi mulai awal Juni 2026. []

Reporter: Sammy