Beranda blog Halaman 592

Pemerintah Aceh Dukung Pendirian Sekolah Rakyat di Ali Hasymy

0
Pemerintah Aceh Dukung Pendirian Sekolah Rakyat di Ali Hasymy. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho — Upaya Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan kembali menunjukkan geliat. Melalui Dinas Pendidikan Aceh, rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terus dimatangkan, salah satunya dengan melakukan survei lokasi di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy, Aceh Besar, Selasa (15/4/2025).

Survei yang dilakukan bersama tim dari Kementerian Sosial RI itu menjadi bagian penting dari tahapan awal pembangunan sekolah unggul berbasis inklusif tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan bahwa dua sekolah itu telah diusulkan menjadi lokasi pendirian SR karena dinilai strategis dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

“Lokasi ini kami anggap cukup strategis dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Harapan kami, kedua lokasi ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk pembangunan sekolah unggul. Kami sangat berharap agar upaya ini mendapat dukungan penuh dari kedua pihak, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Marthunis.

Sekolah Rakyat (SR) merupakan program pendidikan berbasis seleksi yang mengutamakan siswa-siswa dari latar belakang ekonomi lemah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Di sekolah ini, para siswa akan mendapatkan fasilitas memadai, pendampingan intensif, dan pola pendidikan unggul yang berfokus pada pengembangan karakter serta prestasi akademik.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak tertinggal dalam pendidikan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi, tanpa terhalang oleh faktor ekonomi,” tambah Marthunis.

Survei kali ini merupakan bagian dari tahap kedua dalam proses perencanaan SR. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, maka pembangunan sekolah direncanakan akan dimulai pada tahun 2026. Pemerintah Aceh berharap, nantinya setiap kabupaten dan kota dapat mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk belajar di sekolah ini.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar turut menyambut positif rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Aulia Rahman, S.STP., M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut.

“Survei yang kami lakukan hari ini menunjukkan bahwa kami mendukung sepenuhnya rencana pembangunan sekolah rakyat ini. Sesuai dengan arah pimpinan, sekolah rakyat ini akan menjadi tempat yang strategis dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Aceh Besar,” tutur Aulia.

Menurut Aulia, program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Sosial yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI dalam meningkatkan kesetaraan akses pendidikan. Proposal pembangunan sekolah rakyat telah mendapatkan respons positif di tahap pertama, dan kini tengah memasuki fase lanjutan.

“Pada tahap pertama, kami telah menerima dukungan yang baik baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Sekarang, kami memasuki tahap kedua, dan pada hari Kamis nanti kami akan melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk membahas lebih lanjut mengenai pelaksanaan program ini,” tambah Aulia.

Rencana pendirian Sekolah Rakyat di Aceh Besar menjadi harapan baru bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan bermutu karena keterbatasan ekonomi. Jika berjalan sesuai rencana, keberadaan SR akan menjadi salah satu tonggak penting pemerataan pendidikan di Aceh.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses pembangunan sekolah ini. Dengan semangat tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi muda Aceh yang unggul, berprestasi, dan siap bersaing di masa depan.

Editor: Akil

Bangga! Guru Besar FK USK Raih Penghargaan Internasional di Dubai

0
Guru besar dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Dessy Rakhmawati Emril, Sp.S.(K). (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar membanggakan datang dari Universitas Syiah Kuala (USK). Salah satu guru besar terbaik dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Dessy Rakhmawati Emril, Sp.S.(K), berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan meraih penghargaan Excellence in Pain Management Award pada ajang bergengsi 25th Cluster of Achievers yang digelar pada 12 April 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi usk.ac.id, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Prof. Dessy dalam bidang Neurologi, khususnya dalam pengelolaan nyeri. Ia dinilai sebagai tokoh penting yang tidak hanya aktif sebagai klinisi senior, tetapi juga sebagai akademisi yang konsisten memajukan riset dan praktik manajemen nyeri di Tanah Air.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Capaian ini bukan saja kebangaan bagi FK USK, namun juga kabar bahagia bagi dunia medis Indonesia. Prof Dessy insyaallah menginspirasi banyak orang,” ujarnya.

Ajang Cluster of Achievers sendiri merupakan acara tahunan yang mempertemukan para profesional dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Acara ini menjadi ruang apresiasi bagi mereka yang telah menunjukkan kinerja luar biasa di bidangnya masing-masing.

Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi Prof. Dessy.

“Kami sangat bangga atas prestasi Prof. Dessy. Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa karya dan kontribusi ilmuwan dari daerah juga mampu mendapat pengakuan di panggung internasional,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika FK USK untuk terus melahirkan inovasi dan berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global. (XRQ)

Reporter: Akil

Mahasiswi FKIP USK Ikut Kompetisi Esai PPI Tiongkok, Angkat Isu Nasionalisme di Era Digital

0
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Nelsi Khairunnisa. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Nelsi Khairunnisa, mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengikuti Essay Competition yang digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Pusat. Kompetisi ini berlangsung secara daring sejak Februari hingga Maret 2025.

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi usk.sc.id, Nelsi mengangkat tema menarik bertajuk “Pendidikan dan Nasionalisme di Era Revolusi Industri 4.0” dalam ajang tersebut. Esainya membahas tantangan nasionalisme di tengah masifnya perkembangan teknologi digital serta pentingnya peran pendidikan dalam membentuk semangat kebangsaan generasi muda.

Melalui tulisannya, Nelsi menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pembelajaran, penguatan literasi digital, serta peran guru sebagai agen nasionalisme di era serbadigital.

Ia juga menawarkan gagasan inovatif, mulai dari pengembangan kurikulum nasionalisme digital, pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan konten edukatif, hingga kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Atas partisipasinya, Nelsi memperoleh sertifikat penghargaan dari penyelenggara. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang diikuti mahasiswa Indonesia dari berbagai daerah dan luar negeri.

“Kompetisi ini tidak hanya memberikan saya kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis, tetapi juga memperluas wawasan serta jejaring dengan pelajar Indonesia lainnya di luar negeri,” ujar Nelsi.

Meskipun dilaksanakan secara daring, atmosfer kebangsaan tetap terasa kuat selama proses perlombaan. Peserta diberi ruang untuk mengekspresikan gagasan, berdiskusi, dan saling belajar satu sama lain, tanpa batasan geografis.

“Bagi saya, mengikuti lomba ini merupakan kesempatan luar biasa untuk menuangkan gagasan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan menulis akademik. Saya menjadi semakin sadar akan pentingnya menjaga jati diri bangsa di era digital ini. Harapan saya, semoga semakin banyak generasi muda yang peduli dan aktif menyuarakan nasionalisme melalui cara-cara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Menutup ceritanya, Nelsi berharap semangat yang ia bawa dalam kompetisi ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya.

“Semoga langkah kecil ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala lainnya untuk terus berkarya dan mencintai Indonesia,” ujarnya penuh harap. (XRQ)

Reporter: Akil

Tertibkan ASN Nongkrong Saat Kerja, Bupati Aceh Barat Perintahkan Razia Warung Kopi

0
Tertibkan ASN Nongkrong Saat Kerja, Bupati Aceh Barat Perintahkan Razia Warung Kopi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Muelaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan nongkrong di warung kopi saat jam kerja. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menginstruksikan razia rutin oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH).

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Tarmizi, Selasa (15/4/2025), menyusul banyaknya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan perilaku sejumlah ASN yang tidak berada di tempat tugas pada saat jam kerja.

“Kedisiplinan ASN harus ditegakkan. Saya menerima laporan bahwa masih ada ASN yang nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Bupati Tarmizi.

Ia menekankan bahwa pengawasan akan diperketat, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) diminta bertanggung jawab terhadap kedisiplinan bawahannya. Tak hanya itu, Bupati juga meminta agar setiap pelanggaran langsung dilaporkan kepadanya.

“Kami minta kepala SKPK lebih aktif mengawasi dan membina bawahannya. Bila ditemukan ASN yang mangkal saat jam kerja, segera beri tindakan tegas dan laporkan langsung kepada saya,” lanjutnya.

Langkah ini turut diperkuat oleh Kepala BKPSDM Aceh Barat, Drs. Hasmi Zuandi, M.Sc., yang menyatakan bahwa razia akan dilakukan tanpa pemberitahuan sebagai bentuk penegakan disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kami tidak ingin ASN kehilangan kepercayaan publik hanya karena segelintir oknum. Pengawasan akan terus dilakukan secara acak dan tanpa pemberitahuan,” ujar Hasmi.

Pemerintah berharap, kebijakan razia ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh ASN agar tetap menjunjung tinggi integritas dan etos kerja. Disiplin yang ditegakkan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Aceh Barat.

Langkah ini pun mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, sebagian besar menyambut baik karena dianggap sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membenahi kinerja aparatur negara.

Editor: AKil

Ijazah Jokowi dan Arus Kebencian yang Tak Kunjung Usai

0
Ijazah Jokowi. (Foto: monitorindonesia.com)

NUKILAN.id | Opini – Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali membuncah di ruang publik. Padahal, isu ini bukan barang baru. Ia telah berulang kali dibantah, bahkan diuji di meja hijau, dan dimenangkan oleh pihak Jokowi. Namun, seperti bara yang tak pernah padam, ada saja pihak-pihak yang terus mengipasinya.

Mengapa isu ini selalu hidup meski telah berkali-kali diklarifikasi? Jawabannya barangkali bukan pada dokumen itu sendiri, melainkan pada kebencian yang telanjur mengakar. Ini bukan soal ijazah semata, melainkan soal ketidaksukaan yang begitu mendalam terhadap sosok Jokowi. Ketika kebencian menjadi landasan, fakta dan kebenaran tak lagi dianggap penting. Yang dibutuhkan hanyalah bahan untuk menyerang, bahkan jika itu sekadar asumsi dan spekulasi murahan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief, sempat mengungkapkan bahwa ada tiga indikator sederhana untuk membuktikan seseorang adalah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM): ijazah, dokumentasi wisuda, dan skripsi. Menurutnya, cukup satu saja dari ketiganya sebagai bukti. Namun, ketika bukti-bukti itu disodorkan, muncul lagi narasi lain yang mempertanyakan font, tanda tangan, hingga teknis pencetakan ijazah. Ini bukan sikap kritis, ini adalah bentuk perlawanan terhadap kebenaran.

Dahlan Iskan pun pernah bertanya, “Apa gunanya terus mempersoalkan asli tidaknya ijazah Jokowi, ketika ia telah selesai menjabat Presiden dua periode?” Kalaupun ijazah itu benar palsu, toh tidak bisa mengubah apa pun. Jokowi sudah selesai. Semua keputusan yang ia ambil sebagai Presiden tidak bisa dibatalkan begitu saja hanya karena sebuah narasi yang bahkan belum terbukti.

Apakah benar negara ini sedemikian longgarnya sehingga membiarkan seseorang dengan ijazah palsu lolos tiga kali dalam proses pencalonan jabatan publik—Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI? Mustahil. Seluruh proses itu melalui verifikasi berlapis oleh KPUD dan KPU yang bekerja berdasarkan hukum. Jika ada masalah fundamental pada dokumen pencalonannya, tentu akan muncul sejak awal, bukan justru dipertanyakan setelah dua periode kekuasaan berakhir.

Sayangnya, kelompok yang menyebarkan isu ini tak pernah benar-benar mencari kebenaran. Mereka hanya ingin mempertahankan narasi kebencian. Isu ijazah palsu hanyalah bungkus dari propaganda yang lebih besar: mendiskreditkan Jokowi dan semua pencapaiannya.

Dalam kondisi seperti ini, langkah Jokowi menunjuk tim kuasa hukum untuk menghadapi penyebar fitnah adalah keputusan yang tepat. Bukan untuk membungkam kritik, tetapi untuk menjaga kewarasan ruang publik dari disinformasi yang terus menyebar. Demokrasi memang membuka ruang kritik, namun kritik yang sehat berdiri di atas data, bukan desas-desus dan asumsi konspiratif.

Publik harus belajar membedakan antara pernyataan kritis dengan propaganda. Sikap kritis mendorong transparansi, sedangkan propaganda menyebarkan kabut ketidakjelasan. Jika tidak ada bukti hukum yang sah, maka yang beredar hanyalah fitnah.

Masalahnya, narasi konspiratif seperti ini selalu lebih laris di media sosial. Ia mudah menyulut emosi, lebih menggugah rasa penasaran, dan seringkali lebih dipercaya ketimbang klarifikasi resmi. Di sinilah media, intelektual, dan masyarakat sipil harus mengambil peran: menjadi penjernih di tengah keruhnya arus informasi.

Sejumlah teman kuliah Jokowi, termasuk pihak kampus UGM, telah memberikan kesaksian langsung mengenai rekam jejak akademiknya. Mereka bukan sekadar menyatakan bahwa Jokowi kuliah di UGM, tetapi juga mengenalnya secara pribadi. Namun, bagi kelompok pembenci, testimoni itu tak ada artinya. Mereka selalu bisa menemukan celah untuk menebar keraguan.

Dalam kondisi seperti ini, penting bagi publik untuk tak larut dalam isu yang membosankan dan tak produktif ini. Ijazah Jokowi telah diuji, diverifikasi, dan dimenangkan di pengadilan. Tiga kali—dua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan satu di PTUN Jakarta. Bukankah itu cukup?

Jika ada yang masih meragukan, tempuhlah jalur hukum. Buktikan di pengadilan, bukan di komentar media sosial atau video YouTube penuh asumsi. Namun jika tak punya bukti, hentikanlah narasi fitnah itu. Ruang publik yang sehat tak bisa dibangun di atas kebencian dan hoaks.

Kini saatnya publik lebih rasional. Mengedepankan logika daripada emosi. Menyaring informasi, bukan menelan mentah-mentah. Dan yang terpenting, menyadari bahwa politik destruktif tak akan membawa negara ini ke mana-mana, kecuali ke jurang perpecahan dan kehilangan kepercayaan terhadap institusi negara.

Isu ijazah palsu Jokowi adalah contoh sempurna dari bagaimana kebencian bisa membutakan akal sehat. Dan satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan kewarasan kolektif. Sebab jika kita membiarkan kebohongan terus mengisi ruang publik, maka kita bukan hanya gagal melindungi kebenaran, tapi juga sedang merusak masa depan demokrasi kita sendiri. (XRQ)

Penulis: Vira Fitriani (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan USK)

Penerimaan Bea Cukai Aceh Triwulan I 2025 Tembus Rp163,11 Miliar, Melonjak 185 Persen

0
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (Foto: Dok. Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Aceh mencatat penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai pada triwulan I 2025 mencapai Rp163,11 miliar. Angka ini setara dengan 56,83 persen dari target tahunan Rp287 miliar dan menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 185,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Realisasi penerimaan bea cukai triwulan pertama 2025 tersebut meningkat sebesar 185,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year,” kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmahsari, di Banda Aceh, Selasa (15/4/2025).

Kontributor terbesar dalam penerimaan ini berasal dari bea masuk yang menyentuh angka Rp156,3 miliar atau 58,65 persen dari target. Nilai tersebut tumbuh 182,8 persen secara tahunan. Disusul oleh bea keluar sebesar Rp4,44 miliar dengan realisasi 106,47 persen dari target, tumbuh 213,85 persen year on year.

Sementara itu, penerimaan cukai mencapai Rp2,37 miliar atau 14,15 persen dari target. “Penerimaan cukai tersebut meningkatkan 418 persen secara year on year,” ujar Leni. Ia menambahkan bahwa kontribusi cukai berasal dari produk tembakau.

Leni juga mengungkapkan bahwa seluruh penerimaan bea keluar diperoleh dari ekspor produk kelapa sawit, sedangkan bea masuk berasal dari impor propana butana serta sektor industri strategis di Aceh.

Tak hanya dari bea dan cukai, penerimaan negara melalui perpajakan dari kegiatan kepabeanan dan cukai juga mencatat angka signifikan. Hingga akhir Maret 2025, total penerimaan perpajakan mencapai Rp486,94 miliar, yang terdiri dari:

  • PPN Impor sebesar Rp384,88 miliar (tumbuh 301,49 persen),

  • PPh Pasal 22 Impor Rp76,7 miliar (tumbuh 163,37 persen), dan

  • PPh Pasal 22 Ekspor Rp25,36 miliar (tumbuh 123,2 persen).

“Jika digabungkan penerimaan bea cukai dengan penerimaan perpajakan dari kegiatan kepabeanan dan cukai, maka total kontribusi DJBC Aceh hingga akhir 2025 mencapai Rp651,82 miliar atau tumbuh 234 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Leni.

Lebih lanjut, Leni menegaskan bahwa DJBC Aceh terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung penerimaan negara.

“Kami juga memberikan asistensi UMKM untuk meningkatkan produksi dan ekspor, memperketat pengawasan peredaran rokok ilegal dan barang impor ilegal lainnya. Serta memberi kemudahan izin usaha kepabeanan dan cukai. Dan upaya lainnya yang dapat memberikan kontribusi penerimaan negara,” ujar Leni.

Selain itu, DJBC Aceh juga memfasilitasi eksplorasi migas serta memperluas peluang ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari Aceh. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen DJBC dalam menjaga perekonomian daerah dan nasional.

Editor: Akil

Pemkot Banda Aceh Siap Tindak Tegas ASN yang Merokok di Area Kantor

0
Ilustrasi Larangan Merokok. (Foto: TribunLampung)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menegaskan komitmennya dalam menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR), khususnya di lingkungan perkantoran. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan melanggar aturan ini bakal dikenakan sanksi tegas.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara lantang menyampaikan keprihatinannya atas masih maraknya praktik merokok di area perkantoran, meski aturan sudah diberlakukan sejak lama.

“Kalau memang mau merokok, harus tahu situasi dan kondisi. Carilah tempat yang memang diperbolehkan, seperti area terbuka yang jauh dari keramaian dan bukan di lingkungan kantor yang jelas-jelas sudah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok,” tegas Illiza, Selasa, 15 April 2025.

Menurutnya, kawasan perkantoran pemerintah merupakan ruang publik yang seharusnya steril dari asap rokok demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama—baik bagi pegawai maupun masyarakat yang mengakses layanan publik.

Sebagai langkah konkret, Wali Kota Illiza telah menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan pengawasan terhadap implementasi aturan KTR.

“Dan tidak ragu memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku bagi ASN yang kedapatan melanggar,” ujarnya menegaskan.

Langkah ini, kata Illiza, merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemkot dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bebas asap rokok. Upaya tersebut juga diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kedisiplinan kita dalam hal-hal kecil seperti ini akan mencerminkan integritas dan keseriusan kita sebagai abdi negara dalam menjalankan amanah,” tutupnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Banda Aceh menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi ASN yang masih nekat merokok di kawasan terlarang, demi mewujudkan lingkungan kerja yang lebih sehat dan profesional.

Editor: Akil

Kunjungi Kodim 0103 Aceh Utara, Danrem Lilawangsa Puji Kinerja Dandim Terbaik

0
Danrem Lilawangsa Kunjungi Kodim 0103 Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, memuji kinerja Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Makhyar, sebagai salah satu Dandim terbaik di jajaran Korem 011. Pujian tersebut disampaikan Danrem saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0103/Aceh Utara di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (15/4/2025).

Didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dini Imran, kunjungan Danrem disambut hangat oleh Letkol Makhyar beserta jajaran perwira staf dan para Danramil.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem Ali Imran melangsungkan tatap muka dengan para prajurit TNI dan keluarga besar Kodim 0103. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian serta konsistensi dalam menjalankan tugas demi bangsa dan negara.

Dalam arahannya di Gedung Sapta Marga Makodim 0103, Danrem juga memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh prajurit.

Ia mengingatkan agar tidak terlibat dalam praktik-praktik yang merugikan diri sendiri dan institusi, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, maupun penggunaan media sosial secara tidak bijak.

“Melalui, seperti lanjutkan tugas program unggulan Kasad atau TNI AD manunggal air untuk akses air bersih, maupun mendukung pemerintah Presiden Prabowo, meningkatkan swasembada pangan nasional untuk kemandirian pangan, serta melestarikan lingkungan seperti penghijauan, bertujuan dalam meningkatkan ekonomi demi kesejahteraan Masyarakat,” sebutnya.

Ali Imran juga mengimbau kepada seluruh Babinsa dan Danramil untuk senantiasa mendukung Komandan Kodim dalam memajukan satuan, termasuk melalui implementasi pembinaan teritorial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, bersyukur atas tugas yang diemban, serta memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan sesama prajurit.

“Saling mengingatkan sesama rekan tentang pengamanan material seperti, mencegah terjadinya kebakaran yang diakibatkan kecerobohan penggunaan kompor gas maupun korsleting listrik, dengan perbaikan atau mengganti instalasi dan konfigurasi listrik yang sudah usang tidak standar, sehingga akan berfungsi optimal,” himbaunya.

Kolonel Ali Imran, yang pernah menjabat sebagai Dandim 0506/Tangerang Kodam Jaya, mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan untuk memimpin Korem 011/Lilawangsa di Aceh. Baginya, pengabdian di manapun adalah bentuk bakti kepada bangsa, dan keberhasilan itu tak lepas dari doa keluarga dan dukungan seluruh prajurit.

Ia turut memberikan apresiasi tinggi kepada Letkol Kav Makhyar atas loyalitas dan dedikasinya dalam membina satuan.

“Tahun ini Kodim 0103/Aceh Utara tidak ada melakukan pelanggaran, namun agar dipertahankan dan ukir terus prestasi terbaik untuk bangsa dan Masyarakat,” harapnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga besar TNI, Danrem dan Ketua Persit Koorcab Rem 011 juga menyerahkan tali asih kepada sejumlah warakawuri.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Janji Cairkan Bonus Atlet PON dan Peparnas Tahun Ini

0
Logo PON Aceh-Sumut 2024. (Foto: PON)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan bonus bagi para atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) akan segera dicairkan. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem telah menginstruksikan agar anggaran bonus tersebut dimasukkan dalam APBA Perubahan Tahun 2025.

Kepastian ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh, M. Nasir, yang menyebut Gubernur telah berkomitmen penuh dalam memenuhi hak para atlet.

“Terkait bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali PON, saya sudah berkoordinasi langsung dengan gubernur. Beliau menegaskan bahwa bonus tersebut harus dibayarkan dan telah memerintahkan agar penganggarannya dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Perubahan Tahun 2025,” kata Nasir dalam keterangan tertulis, Selasa (15/4/2025).

Tak hanya atlet PON, bonus serupa juga akan diberikan kepada atlet dan pelatih Peparnas yang turut mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Menurut Nasir, Gubernur Aceh juga telah memerintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk segera berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh guna mempercepat proses penganggaran.

“Sesuai arahan gubernur, saya pastikan bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali emas di ajang PON dan Peparnas akan segera dibayarkan,” ujar Nasir.

Sebagaimana diketahui, PON XXI yang digelar bersama oleh Aceh dan Sumatera Utara berlangsung pada September 2024. Presiden Joko Widodo secara resmi membuka ajang olahraga nasional itu di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, pada Senin (9/9/2024) malam.

Dalam ajang tersebut, kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengoleksi 195 medali emas, 168 perak, dan 182 perunggu. Sementara itu, tuan rumah Aceh menempati peringkat keenam dengan perolehan 65 emas, 48 perak, dan 79 perunggu.

Langkah cepat Pemerintah Aceh ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para atlet muda di Tanah Rencong untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Puluhan Peserta Seleksi SPPI 2025 di Aceh Keluhkan Perubahan Status Kelulusan

0
Tangkapan layar email berisi pengumuman kelulusan salah satu peserta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah peserta Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2024 menyampaikan kekecewaan mendalam setelah mengalami perubahan status kelulusan secara tiba-tiba. Salah satu peserta berinisial DK mengaku awalnya dinyatakan lulus melalui akun resmi dan email pada akhir Maret, namun status tersebut berubah menjadi tidak lulus pada 9 April 2024.

Dari keterngan DK kepada Nukilan.id, ia mengungkapkan dirinya menerima email kelulusan pada 31 Maret setelah pengumuman awal dirilis di laman resmi SPPI pada 29 Maret. Tak hanya itu, akun resminya juga menunjukkan status lulus dan memuat barcode sebagai tanda peserta yang akan mengikuti tahap pelatihan. Namun, tanpa penjelasan rinci, status tersebut berubah pada 9 April.

“Tiba-tiba keterangannya berubah menjadi ‘Maaf Anda belum lulus’, padahal sebelumnya sudah ada barcode, sudah terima email, bahkan saya sudah siapkan semua keperluan dan mundur dari pekerjaan,” kata DK, Selasa (15/4/2025).

Kasus yang dialami DK bukan satu-satunya. Berdasarkan data sementara yang ia himpun dari komunikasi peserta, sebanyak lebih dari 370 orang dilaporkan mengalami perubahan serupa. Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak pusat, jumlah tersebut mengerucut menjadi 117 orang.

Beberapa dari mereka bahkan tidak pernah menerima pengumuman apapun sejak awal, baik melalui email maupun akun resmi. Namun secara tiba-tiba, nama mereka muncul sebagai peserta yang dinyatakan lulus pada pengumuman terakhir.

“Ini menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan besar. Mengapa yang dari awal tidak ada keterangan bisa lulus, sementara yang sudah dinyatakan lulus sejak 29 Maret malah dibatalkan?” tambahnya.

Sebagai peserta, DK jelas merasa dirugikan dengan kejadian ini. Ia berharap ada kejelasan dan keadilan dari pihak penyelenggara.

“Kami sudah menyiapkan semuanya, dari perlengkapan pribadi sesuai petunjuk di akun masing-masing, bahkan banyak dari kami sudah mengundurkan diri dari pekerjaan karena percaya bahwa kami benar-benar lulus,” ujar DK.

Panitia seleksi sempat menjadwalkan pengumuman akhir pada 7 April 2024. Namun karena adanya masa sanggah dari peserta, pengumuman akhir diundur menjadi 10 April. Meski demikian, pada 9 April, sejumlah peserta mulai menyadari adanya perubahan status kelulusan di akun mereka.

Tindak lanjut yang dilakukan oleh para peserta adalah mengonfirmasi ulang ke pihak pusat. Namun, DK menilai hasil dari tinjauan tersebut tidak menjawab keganjilan yang terjadi di lapangan.

Sebagai bukti, para peserta menyimpan tangkapan layar email berisi pengumuman kelulusan serta barcode yang hanya dapat diperoleh setelah login ke akun masing-masing. Menurut mereka, bukti tersebut cukup kuat untuk menunjukkan bahwa mereka memang telah dinyatakan lulus sebelum perubahan status terjadi. (XRQ)

Reporter: Akil