Beranda blog Halaman 591

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Dilantik Hari Ini, Gubernur Aceh Dijadwalkan Hadir

0
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Singkil – Prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil terpilih untuk masa jabatan 2025-2030 akan digelar hari ini, Sabtu (15/2/2025), di Gedung Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil. Safriadi atau yang akrab disapa Oyon bersama wakilnya, Hamzah Sulaiman, akan resmi menjabat setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Plh Sekretaris Dewan Aceh Singkil, Muhammad Yunus, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelantikan difasilitasi oleh Sekretariat Dewan Aceh Singkil. Namun, untuk urusan protokoler, akan ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Aceh guna memastikan kelancaran acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi.

“Diambil alih ini, karena kehadiran Gubernur. Kita yang melaksanakan, tapi atas arahan-arahan dari mereka. Karena harus keprotokoleran dalam hal kunjungan pejabat. Jadi kita harus sesuaikan bagaimana sistem pelaksanaannya. Kita sifatnya memfasilitasi,” ujar Muhammad Yunus dikutip dari RRI, Jumat (14/2/2025).

Menurut Yunus, pelantikan dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Undangan resmi telah disebarkan sejak pagi hari ini untuk memastikan kehadiran para tamu undangan dan kelancaran acara.

“Pelantikan besok jam 9 pagi. Undangan sudah diedarkan mulai pagi ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tim protokoler dari Provinsi Aceh telah tiba di Aceh Singkil untuk mempersiapkan rangkaian acara. Pada sore ini, sekitar pukul 15.00 WIB, dijadwalkan akan digelar gladi resik sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum prosesi pelantikan berlangsung.

“Seluruh persiapan sudah dilaksanakan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Dengan segala persiapan yang telah dimatangkan, prosesi pelantikan diharapkan berjalan dengan lancar dan khidmat. Masyarakat Aceh Singkil pun menantikan kepemimpinan baru Safriadi dan Hamzah Sulaiman untuk membawa daerah ini menuju kemajuan dalam lima tahun ke depan.

Editor: Akil

Profil Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Kini Jadi Gubernur Aceh 2025-2030

0
Muzakir Manaf-Fadhlullah saat menyampaikan pidato perdananya. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030 dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (12/2/2025). Ia dilantik bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh.

Pelantikan ini berlangsung sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang mengatur bahwa pelantikan Gubernur Aceh digelar dalam rapat paripurna istimewa DPRA dan tidak serentak dengan provinsi lain di Indonesia.

Perjalanan Karier Muzakir Manaf

Dihimpun Nukilan.id dari berbagai sumber, Muzakir Manaf merupakan sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan sejarah Aceh. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia pernah menjabat sebagai Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1986. Setelah perjanjian damai Helsinki pada 2005, ia memainkan peran penting dalam transisi politik Aceh dengan menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh.

Perjalanan politiknya terus berlanjut dengan menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya:

  • Ketua Umum Partai Aceh (2007)
  • Ketua Umum Pramuka Aceh (2013)
  • Ketua Umum KONI Aceh (2015)
  • Wakil Gubernur Aceh (2012-2017)
  • Waliyul ‘Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh (sejak 27 Desember 2022)

Pria kelahiran Aceh Timur, 3 April 1964, ini dikenal sebagai pemimpin dengan karakter tegas dan komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh.

Gebrakan Awal: Minta Hapus Sistem QR Code di SPBU

Dalam pidato perdananya usai resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengejutkan tamu undangan dengan pernyataan tegas terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh. Ia mengumumkan bahwa selama masa kepemimpinannya, sistem QR Code untuk pengisian BBM di SPBU seluruh Aceh akan dihapus.

“Yang perlu digarisbawahi adalah, karena sesuai dengan sumpah tadi, kami ingin mensejahterakan rakyat, menyenangkan rakyat, bukan menyusahkan rakyat. PR hari ini, semua SPBU di Aceh tidak ada lagi istilah barcode. Mohon digarisbawahi,” tegasnya.

Menurutnya, sistem QR Code dalam pembelian BBM telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, ia menyebut ada warga yang marah dan mengancam membakar SPBU akibat kebijakan tersebut.

“Maka saya ambil kesimpulan untuk menghapuskan semua barcode yang ada di SPBU di Aceh,” katanya.

Pernyataan itu sontak disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya. Kebijakan ini menjadi gebrakan awal yang menunjukkan komitmen Mualem dalam menata kebijakan ekonomi dan sosial di Aceh.

Dengan berbagai pengalaman dan latar belakangnya, banyak pihak menaruh harapan besar pada kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah untuk membawa Aceh keluar dari berbagai permasalahan, termasuk kemiskinan dan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif. (XRQ)

Reporter: Akil

Jalan Diselimuti Kabut Asap, Satlantas Aceh Barat Siaga

0

NUKILAN.id | Meulaboh – Kabut asap tebal menyelimuti ruas jalan nasional Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Jumat (14/2/2025) pagi. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara terbatas hingga hanya sekitar 50 meter, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Sikutip dari RRI, Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana, SIK, M.H, melalui Kasatlantas Iptu Yusrizal, S.E., mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintasi kawasan yang terdampak kabut asap.

“Kami menghimbau pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalan nasional Meulaboh – Banda Aceh, tepatnya di titik kita berada saat ini,” ujar KBO Satlantas Polres Aceh Barat, Ipda Novi Asriadi, S.AB.

Personel Satlantas Aceh Barat segera diterjunkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan aba-aba kepada pengendara. Petugas juga menyalakan lampu sirine mobil patroli guna memberi tanda bagi pengguna jalan agar mereka dapat menyesuaikan kecepatan kendaraannya.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama saat jam sibuk warga yang hendak menuju pusat Kota Meulaboh. Para pengendara juga diimbau untuk menyalakan lampu kendaraan agar lebih terlihat di tengah pekatnya kabut asap.

“Seperti kita lihat, jarak pandang sudah tidak aman bagi pengendara. Sekitar 50 meter itu mengganggu jarak pandang pengendara. Kita himbau agar selalu berhati-hati dan kurangi kecepatan kendaraan karena jarak pandang yang tidak aman,” tambah Ipda Novi Asriadi.

Sebelum bergerak ke lokasi terdampak kabut asap, Satlantas Aceh Barat terlebih dahulu membagikan brosur imbauan kepada para pengendara di beberapa titik strategis di Kota Meulaboh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Seulawah 2025 yang berlangsung sejak 10 hingga 23 Februari 2025.

Editor: Akil

Alumni YPA Tampilkan Keanekaragaman Budaya Nusantara

0
Penampilan seni dari Alumni YPA asal Papua, Yoksan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Malam Pertunjukan Seni Budaya Daerah yang digelar oleh para alumni Young Progressive Academy (YPA) pada Jumat malam (14/2/2025) berlangsung meriah. Acara yang menghadirkan alumni dari berbagai angkatan ini menampilkan kekayaan budaya Nusantara dari Sabang hingga Merauke.

Dalam acara tersebut, para alumni YPA dikelompokkan berdasarkan daerah asal dan suku masing-masing. Mereka menampilkan seni, adat, dan budaya yang menjadi identitas daerahnya. Para alumni YPA dari angkatan 1, 2, dan 3 yang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia turut serta dalam perhelatan ini.

Amatan Nukilan.id, alumni dari Aceh menampilkan keanggunan busana adat Suku Gayo yang kaya akan motif dan warna khas. Sementara itu, alumni dari Sumatera Utara membawakan Tari Matortor, sebuah tarian tradisional Batak yang kental dengan unsur ritual dan kebersamaan.

Tidak ketinggalan, alumni dari Jakarta dan Jawa Barat menghadirkan pertunjukan pantun serta lagu Manuk Dadali, yang dikenal sebagai lagu kebanggaan masyarakat Sunda. Dari Jawa Timur, Reog Ponorogo tampil megah dengan kostum besar dan gerakan energik, mengundang decak kagum penonton. Sementara itu, alumni dari Papua menampilkan nyanyian tradisional yang diiringi petikan gitar Sapu Sna, menciptakan suasana syahdu dan penuh makna.

Karlo, salah satu peserta dari Aceh, mengungkapkan kebanggaannya bisa menampilkan budaya daerahnya di acara ini.

“Saya sangat senang bisa memperkenalkan budaya Aceh, khususnya baju adat Suku Gayo. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan kekayaan budaya yang kami miliki,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Yoksan, alumni asal Papua, yang merasa bangga bisa membawakan nyanyian tradisional di hadapan para peserta dari berbagai daerah.

“Budaya adalah identitas kita. Dengan acara seperti ini, kita bisa lebih mengenal dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia,” katanya.

Malam Pertunjukan Seni Budaya Daerah oleh alumni YPA ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, acara ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dirayakan bersama. (XRQ)

Reporter: Akil

KA Perintis Cut Meutia Beroperasi di Aceh, Tarif Hanya Rp 2.000

0
KA Perintis Cut Meutia Beroperasi di Aceh, Tarif Hanya Rp 2.000. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masyarakat Aceh kini memiliki alternatif transportasi publik yang lebih terjangkau dengan beroperasinya Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengoperasikan layanan ini sebagai bagian dari Public Service Obligation (PSO) dengan tarif hanya Rp 2.000 per perjalanan.

Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, layanan ini dihadirkan untuk memberikan akses transportasi yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya di Aceh.

“KAI terus berupaya meningkatkan pelayanan dan aksesibilitas bagi masyarakat melalui KA PSO. Dengan tarif sangat terjangkau, kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Anne dalam laman resmi KAI, Jumat (14/2/2025).

Pada tahun 2025, KA Cut Meutia melayani delapan perjalanan per hari atau empat perjalanan pulang pergi (PP). Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas 144 tempat duduk, dengan rute perjalanan yang dilayani mencakup Kruenggeukueh (KRG) – Kruengmane (KRM) PP.

“Dengan frekuensi perjalanan yang cukup dan kapasitas yang memadai, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Aceh,” jelas Anne.

Berikut jadwal perjalanan KA Cut Meutia:

  • KA U122: Kruenggeukueh – Kutabalang (07.04 – 08.06)
  • KA U121: Kutabalang – Kruenggeukueh (08.20 – 09.24)
  • KA U124: Kruenggeukueh – Kutabalang (10.14 – 11.16)
  • KA U123: Kutabalang – Kruenggeukueh (11.30 – 12.34)
  • KA U126: Kruenggeukueh – Kutabalang (13.24 – 14.26)
  • KA U125: Kutabalang – Kruenggeukueh (14.40 – 15.44)
  • KA U128: Kruenggeukueh – Kutabalang (16.34 – 17.36)
  • KA U126: Kutabalang – Bungkaih (17.50 – 18.36)

Dengan hadirnya KA Cut Meutia, masyarakat Aceh kini memiliki pilihan transportasi publik yang lebih efisien dan ekonomis. Layanan ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun aktivitas lainnya.

Keberadaan KA perintis ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi di wilayah yang sebelumnya minim layanan kereta api. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, diharapkan semakin banyak warga yang dapat menikmati manfaat dari layanan ini.

Editor: Akil

Akademisi Sebut Media Sangat Krusial dalam Membangun Optimisme di Tengah Tren #KaburAjaDulu

0
Akademisi USK
Akademisi FISIP USK, Saddam Rassanjani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tagar #KaburAjaDulu tengah ramai diperbincangkan di platform X sejak Minggu (9/2/2025). Gelombang perbincangan ini mencerminkan keresahan sebagian masyarakat yang mulai mempertimbangkan untuk pindah ke negara lain yang dianggap lebih nyaman, seperti Denmark, Belanda, Norwegia, Belgia, Prancis, Swedia, Jerman, Jepang, Australia, Dubai, hingga Inggris.

Di tengah tren ini, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala, Saddam Rasaanjani, yang saat ini menempuh studi doktoral di Britania Raya, menilai bahwa membangun optimisme di dalam negeri merupakan langkah penting agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pilihan “kabur.”

Menurut Saddam, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menampilkan lebih banyak kisah sukses dari dalam negeri.

“Banyak anak muda Indonesia yang berhasil menciptakan inovasi, membangun usaha, dan berkontribusi dalam komunitas mereka, tetapi sayangnya, kisah-kisah ini jarang tersorot,” ungkap Saddam kepada Nukilan.id pada Kamis (13/2/2025).

Ia menekankan bahwa melihat keberhasilan orang lain dalam lingkungan yang sama dapat menjadi dorongan psikologis bagi masyarakat bahwa perubahan itu mungkin terjadi. Oleh karena itu, Saddam menilai peran media sangat krusial dalam membentuk optimisme publik.

“Media, baik konvensional maupun digital, perlu lebih banyak mengangkat cerita positif ini, bukan hanya sekadar isu viral yang penuh sensasi,” katanya.

Selain itu, Saddam juga menyoroti persepsi keliru yang sering muncul mengenai kehidupan di luar negeri. Ia mengingatkan bahwa apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sisi baiknya, tanpa memperlihatkan tantangan yang ada.

“Misalnya gaji besar, lingkungan tertata, fasilitas umum yang canggih. Tetapi tidak membahas tantangan yang ada, seperti biaya hidup yang tinggi, kesepian karena jauh dari keluarga, hingga tekanan kerja yang berat,” jelasnya.

Dengan memahami realitas tersebut, ia berharap masyarakat dapat berpikir lebih rasional dan tidak menjadikan “kabur” sebagai satu-satunya solusi. Sebaliknya, ia mendorong anak muda untuk mempertimbangkan bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam perbaikan di dalam negeri.

Lebih lanjut, Saddam menekankan pentingnya kolaborasi antara diaspora dan masyarakat di Indonesia. Ia meyakini bahwa pengalaman yang diperoleh di luar negeri bisa menjadi modal berharga untuk membangun inovasi di tanah air.

“Mereka yang sudah merasakan pengalaman di luar negeri bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan jejaring untuk membangun inovasi di dalam negeri,” katanya.

Dengan adanya upaya seperti ini, ia optimistis anak muda akan mulai melihat bahwa bertahan dan berjuang di Indonesia juga bisa memberikan hasil positif.

“Optimisme harus dibangun lewat aksi nyata, bukan hanya lewat narasi,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya diskusi mengenai pilihan untuk tinggal atau meninggalkan Indonesia, pandangan seperti yang disampaikan oleh Saddam bisa menjadi refleksi bagi masyarakat untuk melihat bahwa perubahan tetap mungkin terjadi, asalkan ada usaha nyata yang dilakukan bersama. (XRQ)

Reporter: AKil

FES Indonesia Tutup Kegiatan Young Progressive Academy Batch 3, Ingatkan Keberlanjutan Program

0

NUKILAN.id | Jakarta – Program Young Progressive Academy (YPA) batch 3 resmi ditutup pada Jumat (14/2/2025) di Hotel Mercure Jakarta Cikini. Acara penutupan ini dihadiri oleh berbagai peserta dan pihak terkait, dengan Resident Director Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia, Brigitte Juchems, menyampaikan pidato penutupan yang menginspirasi.

Amatan Nukilan.id, Brigitte dalam pidatonya mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program YPA yang telah memberi banyak manfaat bagi peserta.

“Jangan biarkan keberlanjutan ini hilang. Setiap akhir pasti ada permulaan baru,” ujarnya, mengutip sebuah pribahasa Jerman yang sarat makna.

Brigitte menegaskan bahwa FES bangga telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam memberikan beasiswa serta mendukung para pemuda untuk berpartisipasi dalam perubahan sosial. Ia juga berharap YPA dapat terus melahirkan program-program baru yang inovatif dari peserta yang telah terlibat dalam batch 3 ini.

“Kami ingin program ini berlanjut, dan kami menunggu program-program baru dari kalian semua,” lanjut Brigitte, seraya mengungkapkan rasa syukur FES yang telah merayakan 100 tahun perjalanan yayasan tersebut. FES berkomitmen untuk terus mendorong perubahan melalui pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.

Sebagai penutupan, Brigitte menyerukan kepada seluruh peserta untuk bersatu dan terus berbuat perubahan, mewujudkan cita-cita bersama demi kemajuan bangsa. (xrq)

Editor: Akil

Dosen Perguruan Tinggi Aceh Dibekali Keterampilan Kewirausahaan melalui ToT

0
Narasumber pelatihan Training of Trainers (ToT), di Aula Lantai III Gedung Biro Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (Foto: Humas UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, bekerja sama dengan Wadhwani Foundation, menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) Kewirausahaan bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Aceh. Kegiatan yang bertajuk Faculty Development Program (FDP) ini berlangsung di Aula Lantai III Gedung Biro Rektorat UIN Ar-Raniry, pada Kamis (13/2/2025), dan akan berlanjut hingga 15 Februari.

Sebanyak 50 dosen yang mengampu mata kuliah kewirausahaan atau berperan sebagai pendamping inkubator bisnis turut serta dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari sembilan perguruan tinggi dan komunitas di Aceh, termasuk UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh, Universitas Serambi Mekkah, Politeknik Aceh, STIKes Jabar Ghafur, IAIN Lhokseumawe, Universitas Sains Cut Nyak Dhien, serta Komunitas Poros Energi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Endang Pitaloka dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) yang juga menjabat sebagai Program Manager Wadhwani Foundation, serta Ade Satria dari Wadhwani Foundation. Mereka membimbing para peserta dalam memahami strategi pembelajaran kewirausahaan yang efektif, dengan harapan dapat diterapkan dalam pengajaran di kampus masing-masing.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, Prof. Mursyid Djawas, secara resmi membuka pelatihan ini mewakili Rektor Prof. Mujiburrahman. Dalam sambutannya, Mursyid menekankan pentingnya peran dosen dalam menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.

“Kami ingin para dosen dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi mahasiswa untuk berani berinovasi dan menciptakan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat. Kewirausahaan bukan hanya tentang membuka bisnis, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi orang lain dan menggerakkan perekonomian lokal,” ujar Mursyid.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pedagogik dosen dalam mengajarkan kewirausahaan secara lebih aplikatif dan kontekstual. Dengan begitu, para dosen dapat membimbing mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu menciptakan usaha yang inovatif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Dana Otsus Aceh dan Papua Dipangkas, Tito: Efisiensi Anggaran

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah memangkas dana otonomi khusus (Otsus) Aceh dan Papua sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui pemotongan tersebut dilakukan secara menyeluruh di berbagai daerah.

“Saya membaca memang ada di situ juga anggaran Otsus Aceh dan Papua, tapi saya belum lihat angkanya persis. Tapi yang saya tahu memang ada dilakukan efisiensi,” kata Tito kepada wartawan usai melantik Muzakir Manaf dan Fadhlullah di Gedung DPR Aceh, Rabu (12/2/2025).

Pemotongan anggaran ini turut berdampak pada Aceh. Wakil Gubernur Aceh yang baru dilantik, Fadhlullah, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti kebijakan ini.

“Setahu kami efisiensi itu seluruh Indonesia, Aceh sekitar Rp300 miliar lebih. Ya pasti akan kita komunikasikan ke pusat,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2025, tertanggal 3 Februari 2025, pemotongan dana Otsus Aceh mencapai Rp317 miliar. Rinciannya, dana Otsus berkurang Rp156 miliar, DAK Fisik Rp104,2 miliar, dan DAU Rp56,3 miliar.

Editor: Akil

Founder Celios Jadi Pemateri Politik Ekonomi di Penutupan Young Progressive Academy

0
Founder Celios, Media Wahyudi Askar Jadi Pemateri Politik Ekonomi di Penutupan Young Progressive Academy. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menjadi pemateri dalam sesi politik ekonomi pada rangkaian penutupan Young Progressive Academy (YPA) angkatan ketiga di Hotel Mercure Jakarta Cikini, Jumat (14/2/2025).

Amatan Nukilan.id, Media dalam paparannya menyoroti berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, termasuk target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Media, target tersebut bukan mustahil untuk dicapai, tetapi ada konsekuensi yang harus diperhitungkan.

“Bisa saja kita melakukan pertumbuhan ekonomi 8%, caranya tinggal babat hutan, masukkan investor, lakukan transaksi, masyarakat adat terpinggirkan. Tapi, apakah ini yang kita inginkan? Kan bebikan ini yang dikritik oleh ekonom dunia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan dilema antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dampaknya terhadap lingkungan serta kelompok masyarakat rentan.

Selain itu, Media juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial dalam menekan angka kemiskinan. Ia menekankan bahwa kebijakan bantuan sosial berbasis transfer tunai lebih efektif dalam membantu kelompok masyarakat miskin.

“Parlinsos adalah kunci. Kalau mau mengurangi kemiskinan, PKH diperbanyak, karena lebih tepat sasaran melalui transfer tunai,” katanya.

Acara penutupan YPA angkatan ketiga ini menjadi forum diskusi yang menarik bagi para peserta untuk memahami hubungan antara kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap masyarakat. Media Wahyudi Askar menutup sesi dengan menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keadilan sosial, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan dampaknya. (XRQ)

Reporter: Akil