Beranda blog Halaman 591

Langgar GSB, Puluhan Tempat Usaha di Banda Aceh Ditertibkan Pemkot

0

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menertibkan puluhan tempat usaha yang kedapatan melanggar aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB). Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengungkapkan terdapat 29 tempat usaha yang melanggar GSB berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum. Jenis usaha yang melanggar bervariasi, mulai dari kafe, rumah makan, rumah kos, gudang, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

“Sebagian besar sudah mendapat teguran dan sosialisasi sebelumnya,” ujar Illiza di Banda Aceh, Rabu (16/4/2025).

Pelanggaran yang ditemukan antara lain berupa pemasangan kanopi tambahan dan penggunaan area parkir sebagai ruang usaha. Hal ini tidak hanya bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 44 Tahun 2010 dan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 10 Tahun 2004, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.

“Ini tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga menimbulkan kemacetan dan mengganggu fungsi ruang publik,” tambah Illiza.

GSB sendiri merupakan batas minimal yang harus dijaga antara bangunan dengan fasilitas umum seperti jalan, saluran air, atau infrastruktur publik lainnya. Area ini, menurut Illiza, adalah ruang milik publik yang tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Pemanfaatan area ini untuk kepentingan pribadi dilarang karena sejatinya merupakan ruang publik yang harus dijaga untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam proses penertiban, para pemilik usaha yang terbukti melanggar telah menandatangani surat komitmen dan bersedia membongkar sendiri bangunan yang melanggar ketentuan.

Wali kota berharap tindakan ini dapat menjadi peringatan bagi pelaku usaha lainnya untuk lebih tertib dalam memanfaatkan ruang kota.

“Keluhan masyarakat terus kami terima, terutama soal menyempitnya area parkir yang menyebabkan kendaraan terpaksa parkir di badan jalan. Ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Illiza.

Editor: AKil

Illiza Soroti Potensi Banda Aceh sebagai Kota Parfum di Forum Bisnis BUM-PTNBH

0
Illiza Soroti Potensi Banda Aceh sebagai Kota Parfum di Forum Bisnis BUM-PTNBH. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, tampil sebagai narasumber dalam Forum Bisnis BUM-PTNBH 2025 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (15/4/2025). Dalam forum bergengsi tersebut, Illiza mengangkat potensi Banda Aceh untuk dikembangkan sebagai kota parfum di Indonesia, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Acara yang turut dihadiri sejumlah tokoh nasional ini mempertemukan berbagai pihak penting, termasuk Ketua Umum PTNBH Latunreng, perwakilan PT Prima IPN Sulistiawati, Rektor USK Prof. Marwan, Direktur Hilirisasi Kementerian Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Yos Sunitiyoso, serta Deputi Regional BSI 1 Aceh, Saiful Musadir.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi kepada Rektor USK dan jajaran akademisi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

Wali Kota juga berharap forum seperti ini dapat terus dipublikasikan secara luas dan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. “Termasuk Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh, Illiza memaparkan tentang sejarah dan perkembangan Kota Banda Aceh kepada peserta forum, sembari menekankan komitmennya sejak menjadi anggota DPR RI untuk terus memperkenalkan potensi kota ini ke tingkat nasional dan internasional.

Menurut Illiza, sinergi antara Pemko Banda Aceh dan USK bukanlah hal baru, melainkan kolaborasi yang telah lama berjalan dan kini diperkuat kembali dengan gagasan-gagasan segar. Salah satunya adalah upaya menjadikan Banda Aceh sebagai kota parfum, merujuk pada potensi besar komoditas nilam yang dimiliki Aceh.

“Jika dilihat dari pemanfaatan nilam secara internasional, 70 persen bahan bakunya berasal dari Aceh. Selain itu, kopi kita juga telah digunakan oleh jaringan kedai kopi internasional seperti Starbucks,” ungkapnya.

Ia menyoroti bahwa selama ini, sebagian besar pengelolaan nilam masih dilakukan di luar negeri, seperti Singapura. Karena itu, Illiza mendukung penuh langkah USK yang menggagas pembinaan terhadap petani nilam di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor hulu.

“Kontribusi USK bagi Banda Aceh selama ini sangat signifikan, sebab itu perlu terus diperkuat agar hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di Kota Banda Aceh,” tegas Illiza.

Ia juga memuji USK atas capaian dalam bidang riset dan inovasi, di mana setiap tahun kampus ini berhasil mendaftarkan ratusan karya sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya berharap seluruh riset dan inovasi ini dapat diimplementasikan secara nyata. Saya akan sangat senang jika hasil riset tersebut benar-benar dapat kita kembangkan di Aceh, Banda Aceh, dan daerah lainnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Illiza juga menyampaikan rencana kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI) dan sejumlah perbankan lainnya, untuk mendukung program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Banda Aceh Akademi.

“Program-program ini akan dilaksanakan melalui Banda Aceh Akademi, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di pasar regional, nasional, hingga internasional melalui berbagai pelatihan dan pengembangan,” katanya.

Tak hanya berbicara soal industri nilam, Illiza juga menyoroti potensi lain yang dimiliki Banda Aceh di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, UMKM, kelautan, kemaritiman, hingga kehutanan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Wali Kota optimistis Banda Aceh akan berkembang sebagai kota unggulan berbasis riset dan potensi lokal yang diolah secara kreatif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

PKK Aceh dan YJI Jajaki Kolaborasi Edukasi Kesehatan Jantung bagi Remaja dan Perempuan

0
PKK Aceh dan YJI Jajaki Kolaborasi Edukasi Kesehatan Jantung bagi Remaja dan Perempuan. (Foto: antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Tim Penggerak PKK Aceh membuka peluang kerja sama strategis dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam rangka meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan jantung di Tanah Rencong, khususnya bagi kalangan remaja dan perempuan. Upaya ini ditandai dengan pertemuan antara Ketua PKK Aceh Marlina Muzakir dan Ketua Umum YJI Annisa Pohan di Jakarta, Selasa (15/4).

“Pertemuan ini membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan jantung, khususnya bagi remaja dan perempuan di Aceh,” ujar Marlina.

Marlina menyampaikan keprihatinannya terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat Aceh terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung. Ia menyoroti meningkatnya kasus penyakit jantung di daerah tersebut, yang banyak dipicu oleh pola hidup tidak sehat serta infeksi yang tak tertangani secara tuntas.

“Kita perlu memberikan perhatian serius pada kesehatan jantung anak dan remaja. Maka, edukasi tentang pentingnya menyelesaikan pengobatan infeksi, terutama di saluran pernapasan harus digencarkan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Annisa Pohan menyambut baik inisiatif dari PKK Aceh. Ia menyatakan kesiapan YJI untuk mendukung melalui program-program edukatif, pelatihan kader jantung sehat, hingga penyediaan alat deteksi dini penyakit jantung.

“Program ini nanti akan melibatkan sekolah, instansi pemerintah, dan komunitas masyarakat,” jelas Annisa.

Lebih lanjut, kedua lembaga tersebut juga tengah merancang serangkaian kegiatan seperti skrining kesehatan jantung secara massal, penyuluhan berbasis komunitas, serta kampanye gaya hidup sehat yang menggandeng tokoh masyarakat dan institusi lokal.

YJI menekankan pentingnya peran perempuan, terutama ibu, dalam menanamkan kebiasaan sehat di lingkungan keluarga.

“Kami yakin kerja sama ini bisa membawa dampak besar bagi masyarakat Aceh. Perempuan punya peran penting dalam mengubah kebiasaan keluarga ke arah yang lebih sehat,” tambah Annisa.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam upaya pencegahan penyakit jantung sejak usia dini serta menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Bupati Aceh Timur Berang Saat Sidak: 40 Persen ASN Tak Hadir, Dokter Pulang Sebelum Waktu

0
Bupati Kabuapten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, berang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Camat Darul Aman, Selasa (15/4/2025). (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi pelayanan publik di wilayahnya, Selasa (15/4/2025). Kunjungan itu menyasar Kantor Camat Darul Aman dan Puskesmas Julok, yang justru membuka fakta mengejutkan: sekitar 40 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak tidak berada di tempat tanpa keterangan jelas.

Dalam sidaknya, Bupati Al-Farlaky mendapati beberapa pegawai yang mengaku mengambil cuti tanpa izin, sementara ada juga dokter di Puskesmas yang sudah meninggalkan tempat kerja sebelum jam dinas berakhir.

“Harap ini camat dan kepala Puskesmas mendisiplinkan pegawainya. Bagi ASN, saya pastikan akan potong tunjangannya,” tegas Al-Farlaky melalui sambungan telepon.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran pemerintah untuk menggaji pegawai, termasuk tenaga kontrak, sangat besar. Oleh karena itu, ketidakhadiran pegawai tanpa alasan dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.

“Beban pengeluaran untuk gaji, termasuk pegawai kontrak, sangat besar. Pemerintah sudah menganggarkan dana, tapi kalau masih ada yang bolos kerja, apakah kita tidak malu?” tambahnya.

Selain soal kedisiplinan, kebersihan lingkungan kerja juga menjadi perhatian serius. Mulai dari ruang rawat inap, ruang kerja, hingga kamar mandi turut disorot dalam sidak tersebut.

“Saya minta dukung pemerintah memberi layanan terbaik. Untuk tahap awal, saya ingin pembenahan internal kita dulu. Agar rakyat langsung merasakan dampaknya, kali ini makin baik, makin bersih,” pungkas Bupati.

Langkah tegas Bupati Al-Farlaky ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Aceh Timur, demi memastikan bahwa kehadiran aparatur negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Editor: AKil

BI Gandeng BKKBN Aceh Tekan Angka Stunting Lewat Program Orang Tua Asuh

0
BI Gandeng BKKBN Aceh Tekan Angka Stunting Lewat Program Orang Tua Asuh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh.

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, M.Kes, bersama timnya dengan Kepala BI Aceh, Agus Chusaini, yang berlangsung di Kantor BI Banda Aceh pada Senin (14/4/2025).

Dalam pertemuan itu, Safrina menekankan pentingnya peran lintas sektor dalam menyukseskan Program Bangga Kencana dan penanganan stunting, khususnya melalui program unggulan “Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting”.

“BKKBN yang telah bertransformasi menjadi Kementerian terus melakukan inovasi program yang dirangkum dalam Quick Win atau program percepatan,” kata Safrina.

Program tersebut menyasar intervensi gizi dan non-gizi, seperti pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan bayi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pembangunan sarana air bersih dan jamban di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Lebih lanjut, Safrina mengajak sektor perbankan seperti BI untuk ambil bagian dalam upaya pencegahan stunting melalui dukungan program sosial.

Menanggapi hal tersebut, Agus Chusaini menyatakan dukungannya terhadap inisiatif BKKBN.

“Pada prinsipnya, kita memiliki tujuan yang sama sebagai lembaga negara yang berkewajiban mendukung program pemerintah. Kami siap untuk berkolaborasi dengan Kemenduk Bangga/Perwakilan BKKBN Aceh guna menyukseskan program nasional ini,” ujar Agus.

Ia mengatakan, pihak BI akan menelaah secara lebih dalam berbagai usulan program dari BKKBN.

“Kami telah mencatat beberapa poin dari program BKKBN, dan akan kami pertimbangkan untuk dapat mengambil bagian dalam mendukung program ini, baik dalam peran sebagai orang tua asuh maupun dalam penyediaan sarana yang dibutuhkan,” jelasnya.

Agus menambahkan, sebagai lembaga yang turut berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, Bank Indonesia juga memiliki kepedulian terhadap program sosial kemasyarakatan, termasuk pengendalian stunting yang kini menjadi fokus pemerintah pusat.

Kolaborasi antara BKKBN dan BI diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menekan angka stunting di Aceh yang masih tergolong tinggi di beberapa wilayah.

Editor: Akil

Disdik Aceh Gelar Evaluasi dan Seleksi Kepala Sekolah, Dorong Kepemimpinan Berkualitas di Sekolah

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Aceh kembali diperkuat melalui langkah strategis Dinas Pendidikan Aceh. Mulai 11 hingga 18 April 2025, instansi tersebut melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah serta membuka seleksi terbuka bagi para guru yang ingin menjadi calon pemimpin sekolah di jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Program ini dijalankan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Mendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 serta Petunjuk Teknis dari Dirjen GTK, yang menjadi dasar hukum penugasan guru sebagai kepala sekolah. Evaluasi dan seleksi ini disebut-sebut sebagai bagian dari komitmen Disdik Aceh dalam mewujudkan kepemimpinan sekolah yang profesional, jujur, dan berintegritas.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa kepala sekolah di Aceh adalah sosok yang kompeten, jujur, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Evaluasi kinerja ini bukan hanya soal penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan peningkatan profesionalisme secara berkelanjutan,” ungkap Marthunis dalam keterangannya, Selasa (15/4/2025).

Tak hanya mengevaluasi kinerja kepala sekolah aktif, Disdik Aceh juga membuka ruang seleksi bagi guru-guru potensial yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dedikasi tinggi. Proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dilakukan secara daring melalui situs resmi https://www.pusakagtkaceh.id.

“Kita juga mewajibkan registrasi ulang bagi Kepala Sekolah definitif yang ingin melanjutkan masa tugasnya. Ini penting agar data yang kita miliki akurat, dan standar kompetensi selalu relevan dengan perkembangan zaman,” tambah Marthunis.

Langkah ini dilakukan dalam semangat transparansi dan akuntabilitas, serta sejalan dengan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Marthunis juga mengajak seluruh Cabang Dinas dan sekolah di Aceh untuk aktif mendukung program ini.

“Kami mengajak seluruh Cabang Dinas dan sekolah untuk proaktif mendukung program ini. Bersama, mari kita ciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, profesional, dan bermartabat. Jika ada indikasi kecurangan dan/atau pungutan liar, tolong dilaporkan melalui nomor pengaduan yang sudah disediakan atau melalui saluran pengaduan resmi LAPOR,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Aceh, Muksalmina, S.Pd., M.Si., mengingatkan agar para guru yang memenuhi syarat tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Kami imbau para guru yang memenuhi syarat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Semua proses dilakukan secara daring melalui situs resmi https://www.pusakagtkaceh.id,” ujar Muksalmina.

Sebagai bentuk pelayanan prima, Dinas Pendidikan Aceh turut menyediakan layanan informasi dan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0852 6000 0691, untuk membantu para peserta selama proses berlangsung.

Dengan langkah ini, Disdik Aceh berharap dapat melahirkan kepala sekolah yang tidak hanya andal dalam manajemen, tetapi juga mampu menjadi teladan perubahan positif di lingkungan pendidikan.

Editor: AKil

Pemko Banda Aceh Diminta Fokus Terapkan Tapping Box pada Usaha Menengah Ke Atas

0
Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah meminta Pemko menerapkan tapping box kepada usaha kelas menengah ke atas terlebih dahulu, jangan menyasar usaha kecil. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, menyambut baik langkah Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, yang berencana untuk segera menerapkan peraturan penggunaan alat pemantau pajak atau Tapping Box di seluruh tempat usaha di Kota Banda Aceh.

Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan pendapatan daerah melalui sektor pajak dengan memudahkan pengawasan terhadap pendapatan tempat usaha yang akan terdata dalam sistem dan dapat dipantau secara langsung oleh Pemerintah Kota.

Namun, Arief mengingatkan agar Pemko Banda Aceh lebih fokus pada penerapan Tapping Box di usaha-usaha skala menengah dan besar terlebih dahulu, sebelum melibatkan usaha kecil.

“Saya kurang sepakat apabila penerapan Tapping Box ini dilakukan per kawasan ke semua jenis tempat usaha, dengan keterbatasan alat saya menyarankan Pemko menargetkan penggunaan alat ini terlebih dahulu di tempat tempat usaha skala menengah dan besar di semua wilayah Kota, tidak hanya di kawasan-kawasan tertentu. Dan tentunya saya sangat mendukung Pemerintah untuk menertibkan tempat-tempat usaha yang menolak penggunaan Tapping Box ini,” ujar Arief pada Minggu (13/04/2025).

Arief juga menegaskan bahwa pemilik usaha tidak perlu khawatir, karena pajak yang dikumpulkan oleh Pemko pada dasarnya merupakan pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Ia menjelaskan lebih lanjut, “Pada prinsipnya setiap produk yang dibeli oleh masyarakat itu telah dikenakan pajak, jadi tempat usaha hanya mengumpulkan pajak tersebut dan selanjutnya menyetor ke rekening pemerintah Kota sebagai pendapatan daerah, dimana manfaat dari pendapatan ini akan dikembalikan melalui program dan kegiatan yang bermanfaat bagi publik seperti perbaikan jalan, penerangan, bansos, pelatihan dan lainnya. Jadi bagi saya aneh bila ada yang menolak pemasangan tapping box ini, karena di lapangan banyak yang telah menerapkan harga beserta pajak dalam setiap produk usaha yang dikonsumsi masyarakat.”

Di sisi lain, Arief menyoroti bahwa untuk usaha kecil, sistem penarikan pajak harus lebih dipertimbangkan. Ia memahami bahwa usaha kecil cenderung kesulitan untuk bersaing jika dibebani dengan pajak yang harus ditambahkan pada harga jual mereka, yang pada akhirnya bisa memengaruhi daya beli konsumen. Oleh karena itu, Arief meminta agar Pemko Banda Aceh mencari solusi yang tidak memberatkan bagi usaha kecil dalam hal penarikan pajak.

“Jadi pada saat ini saya meminta kepada Bu Illiza agar dapat fokus kepada usaha-usaha menengah dan besar terlebih dahulu,” tutup Arief.

Penerapan Tapping Box ini diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sektor pajak di Banda Aceh, sekaligus mendukung kemajuan ekonomi daerah secara keseluruhan. Namun, langkah-langkah yang bijak dan terarah tetap diperlukan agar tidak memberatkan segmen usaha yang lebih kecil.

PMI Kota Banda Aceh Evakuasi Jenazah Misterius di Tanjung Selamat

0
PMI Kota Banda Aceh Evakuasi Jenazah Misterius di Tanjung Selamat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana di kawasan Tanjung Selamat, Kecamatan Kopelma Darussalam, Banda Aceh, mendadak heboh, Rabu (15/4/2025), setelah warga menemukan sesosok jenazah tak bernyawa di sebuah kios kecil. Penemuan ini langsung mengundang perhatian, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh pun turun tangan melakukan evakuasi.

Ketua Penanggulangan Bencana PMI Kota Banda Aceh, Boy Firdaus, mengatakan bahwa timnya langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan dari warga. Proses evakuasi dilakukan sesuai dengan prosedur standar.

“Kami membantu proses evakuasi serta melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah sesuai prosedur standar,” ujar Boy Firdaus saat dikonfirmasi.

Proses evakuasi berlangsung lancar dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian sektor Syiah Kuala dan tim forensik dari rumah sakit. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) untuk keperluan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Hingga kini, identitas korban masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menggali informasi dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk sementara belum ada keterangan resmi terkait siapa korban maupun apa penyebab kematiannya,” ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebut namanya.

PMI Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Dukung Pendirian Sekolah Rakyat di Ali Hasymy

0
Pemerintah Aceh Dukung Pendirian Sekolah Rakyat di Ali Hasymy. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho — Upaya Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan kembali menunjukkan geliat. Melalui Dinas Pendidikan Aceh, rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terus dimatangkan, salah satunya dengan melakukan survei lokasi di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy, Aceh Besar, Selasa (15/4/2025).

Survei yang dilakukan bersama tim dari Kementerian Sosial RI itu menjadi bagian penting dari tahapan awal pembangunan sekolah unggul berbasis inklusif tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan bahwa dua sekolah itu telah diusulkan menjadi lokasi pendirian SR karena dinilai strategis dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

“Lokasi ini kami anggap cukup strategis dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Harapan kami, kedua lokasi ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk pembangunan sekolah unggul. Kami sangat berharap agar upaya ini mendapat dukungan penuh dari kedua pihak, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Marthunis.

Sekolah Rakyat (SR) merupakan program pendidikan berbasis seleksi yang mengutamakan siswa-siswa dari latar belakang ekonomi lemah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Di sekolah ini, para siswa akan mendapatkan fasilitas memadai, pendampingan intensif, dan pola pendidikan unggul yang berfokus pada pengembangan karakter serta prestasi akademik.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak tertinggal dalam pendidikan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi, tanpa terhalang oleh faktor ekonomi,” tambah Marthunis.

Survei kali ini merupakan bagian dari tahap kedua dalam proses perencanaan SR. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, maka pembangunan sekolah direncanakan akan dimulai pada tahun 2026. Pemerintah Aceh berharap, nantinya setiap kabupaten dan kota dapat mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk belajar di sekolah ini.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar turut menyambut positif rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Aulia Rahman, S.STP., M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut.

“Survei yang kami lakukan hari ini menunjukkan bahwa kami mendukung sepenuhnya rencana pembangunan sekolah rakyat ini. Sesuai dengan arah pimpinan, sekolah rakyat ini akan menjadi tempat yang strategis dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Aceh Besar,” tutur Aulia.

Menurut Aulia, program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Sosial yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI dalam meningkatkan kesetaraan akses pendidikan. Proposal pembangunan sekolah rakyat telah mendapatkan respons positif di tahap pertama, dan kini tengah memasuki fase lanjutan.

“Pada tahap pertama, kami telah menerima dukungan yang baik baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Sekarang, kami memasuki tahap kedua, dan pada hari Kamis nanti kami akan melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk membahas lebih lanjut mengenai pelaksanaan program ini,” tambah Aulia.

Rencana pendirian Sekolah Rakyat di Aceh Besar menjadi harapan baru bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan bermutu karena keterbatasan ekonomi. Jika berjalan sesuai rencana, keberadaan SR akan menjadi salah satu tonggak penting pemerataan pendidikan di Aceh.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses pembangunan sekolah ini. Dengan semangat tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi muda Aceh yang unggul, berprestasi, dan siap bersaing di masa depan.

Editor: Akil

Bangga! Guru Besar FK USK Raih Penghargaan Internasional di Dubai

0
Guru besar dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Dessy Rakhmawati Emril, Sp.S.(K). (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar membanggakan datang dari Universitas Syiah Kuala (USK). Salah satu guru besar terbaik dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Dessy Rakhmawati Emril, Sp.S.(K), berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan meraih penghargaan Excellence in Pain Management Award pada ajang bergengsi 25th Cluster of Achievers yang digelar pada 12 April 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi usk.ac.id, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Prof. Dessy dalam bidang Neurologi, khususnya dalam pengelolaan nyeri. Ia dinilai sebagai tokoh penting yang tidak hanya aktif sebagai klinisi senior, tetapi juga sebagai akademisi yang konsisten memajukan riset dan praktik manajemen nyeri di Tanah Air.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Capaian ini bukan saja kebangaan bagi FK USK, namun juga kabar bahagia bagi dunia medis Indonesia. Prof Dessy insyaallah menginspirasi banyak orang,” ujarnya.

Ajang Cluster of Achievers sendiri merupakan acara tahunan yang mempertemukan para profesional dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Acara ini menjadi ruang apresiasi bagi mereka yang telah menunjukkan kinerja luar biasa di bidangnya masing-masing.

Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi Prof. Dessy.

“Kami sangat bangga atas prestasi Prof. Dessy. Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa karya dan kontribusi ilmuwan dari daerah juga mampu mendapat pengakuan di panggung internasional,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika FK USK untuk terus melahirkan inovasi dan berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global. (XRQ)

Reporter: Akil