Beranda blog Halaman 583

Petugas Haji Embarasi Aceh 2025 Dilantik

0
Plt Sekda Aceh, M Nasir dalam prosesi pelantikan petugas haji aceh 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Haji Aceh (PPIH BTJ) 1446H/2025M. Pelantikan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh pada Selasa (22/4/2025).

Dalam sambutannya, M Nasir menyampaikan pelantikan ini memiliki makna penting karena menjadi  awal pengabdian PPIH dalam mengawal seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan, hingga kepulangan jamaah haji ke Aceh.

“Jagalah kesehatan fisik dan mental, bangun semangat kerja yang ikhlas dan kolaboratif. Laksanakan tugas dengan penuh integritas, dedikasi, dan profesionalitas. Insya Allah, setiap langkah dan peluh yang saudara-saudara keluarkan akan dicatat sebagai amal shaleh di sisi Allah,” ujar M Nasir.

Pihaknya juga mengharapkan seluruh jajaran PPIH mampu bekerja secara terpadu, saling mendukung, dan menjaga komunikasi selama menjalankan tugas.

Kuota haji untuk Aceh tahun ini sebanyak 4.378 jamaah. Sementara, masa tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Aceh terbilang sangat panjang, mencapai 35 tahun.

“Kita berharap bahwa pemerintah pusat melalui Kemenag RI dapat mengkaji ulang agar kuota haji untuk Aceh mendapatkan tambahan,” tegas M Nasir.

M Nasir juga mengingatkan bahwa Aceh merupakan wilayah khusus dengan status daerah syariat Islam, dimana masyarakatnya sangat antusias untuk menunaikan ibadah haji.

“Kita merupakan sebuah wilayah khusus, daerah syariat Islam yang notabenenya memang memiliki banyak masyarakat yang sangat antusias untuk mengikuti atau beribadah haji. Sehingga perlu ada kesempatan yang diberikan dengan menambah kuota haji,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Perintangan Kasus Timah, Gula, dan Ekspor CPO

0
Geudung Kejagung RI. (Foto: Kompasiana)

NUKILAN.id | Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga tersangka baru dalam dugaan perintangan proses hukum terkait sejumlah perkara korupsi besar di Indonesia, yakni kasus tata niaga timah, impor gula, dan vonis lepas ekspor crude palm oil (CPO). Ketiga tersangka terdiri dari dua advokat dan satu pimpinan media televisi.

“Penyidik Jampidsus Kejagung mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tiga orang tersangka,” ungkap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Ketiganya yakni Marcella Santoso (MS) dan Junaedi Saibih (JS), yang berprofesi sebagai advokat, serta Tian Bahtiar (TB), Direktur Pemberitaan Jak TV. Mereka diduga bersekongkol dalam upaya menggagalkan proses hukum pada kasus-kasus besar yang tengah ditangani Kejagung.

“Terdapat pemufakatan jahat dilakukan MS, JS, bersama-sama TB untuk mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung dalam perkara tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah, dan korupsi impor gula Tom Lembong, baik di penuntutan maupun di pengadilan,” lanjut Qohar pada Selasa (22/4/2025) dini hari.

Mereka dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap dalam penanganan kasus ekspor CPO yang menyeret sejumlah korporasi besar, yaitu PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group. Kasus tersebut tengah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan delapan tersangka lain terkait vonis lepas dalam perkara ekspor CPO. Mereka adalah Ketua PN Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta; Panitera Muda Perdata Jakarta Utara, Wahyu Gunawan (WG); serta dua kuasa hukum, yakni Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri.

Tak hanya itu, tiga hakim yang memutus perkara tersebut, yakni Djuyamto (ketua majelis), serta Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom (anggota), turut dijerat dalam kasus yang sama.

Terbaru, Kejagung menetapkan Muhammad Syafei, Social Security Legal dari Wilmar Group, sebagai tersangka. Ia diduga menjadi pihak yang menyiapkan uang suap sebesar Rp 60 miliar yang diberikan kepada hakim melalui pengacaranya, demi memengaruhi putusan perkara tersebut.

Penyidik menduga suap itu diberikan agar majelis hakim menjatuhkan putusan lepas atau ontslag van alle recht vervolging, yakni putusan yang menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi tidak termasuk dalam kategori tindak pidana.

Dalam kasus ini, Muhammad Arif Nuryanta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, diduga menerima suap Rp 60 miliar. Sementara ketiga hakim anggota majelis diduga turut menerima Rp 22,5 miliar untuk memuluskan vonis lepas tersebut.

Maskapai Siap Tambah Penerbangan ke Aceh Jika Permintaan Naik

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Maskapai penerbangan yang melayani rute ke Aceh menyatakan kesiapan untuk menambah frekuensi serta membuka rute baru ke daerah tersebut, asalkan ada peningkatan permintaan dari masyarakat.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan bahwa operator penerbangan membuka peluang untuk ekspansi jadwal penerbangan.

“Pihak maskapai penerbangan mengatakan akan meningkatkan jumlah frekuensi dan juga rute penerbangan apabila permintaan masyarakat yang berkunjung ke Aceh tinggi,” kata Teguh di Blang Bintang, Senin (21/4/2025).

Ia menambahkan, salah satu cara untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke Aceh sekaligus memperkuat penggunaan transportasi udara adalah dengan menghadirkan event berskala nasional maupun internasional di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Salah satu contoh konkret yang disebut Teguh adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Menurutnya, gelaran olahraga tersebut berdampak signifikan terhadap lonjakan jumlah penumpang dan tamu yang masuk ke Aceh.

“Pelaksanaan kegiatan nasional PON Aceh-Sumut 2024 berdampak terhadap jumlah lonjakan penumpang dan tamu yang datang ke Aceh,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya kegiatan berskala besar di Aceh, Teguh optimistis maskapai akan merespons dengan menambah frekuensi maupun membuka rute penerbangan baru ke provinsi itu.

Namun, Teguh juga mengungkapkan bahwa kinerja slot penerbangan domestik berjadwal pada periode Januari hingga Maret 2025 baru terealisasi sebesar 51,94 persen. Hal ini disebabkan oleh rendahnya permintaan penumpang yang menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan.

“Informasi yang kami peroleh dari pihak maskapai terkait rendahnya slot performance dari yang telah direncanakan karena permintaan tidak banyak sehingga ada jadwal yang dibatalkan,” tuturnya.

Teguh mendorong Pemerintah Aceh untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan lebih banyak kegiatan menarik agar mampu mendorong mobilitas udara dan meningkatkan konektivitas wilayah.

Irwansyah ST Pimpin Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-820 Kota Banda Aceh

0
Irwansyah ST Pimpin Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-820 Kota Banda Aceh. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, memimpin rapat paripurna istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-820 Kota Banda Aceh, yang berlangsung dengan khidmat di Gedung Utama DPRK, Selasa (22/04/2025).

Rapat paripurna ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua DPRK, Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh, anggota DPRK, Dandim 0101/BS, Kapolresta Banda Aceh, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Mahkamah Syariyah, Ketua MPU Kota Banda Aceh, mantan Walikota, mantan Ketua DPRK Banda Aceh, serta tamu undangan lainnya yang turut memberikan warna pada perayaan tersebut.

Irwansyah ST dalam sambutannya menyampaikan pentingnya momentum hari jadi Kota Banda Aceh untuk menjadi bahan refleksi dan inspirasi bagi semua pihak. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi pengingat untuk terus melestarikan budaya dan kearifan lokal Aceh, dengan menekankan pada nilai-nilai adat yang menjadi jati diri masyarakat Banda Aceh.

“Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ini hendaknya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung muatan edukasi dan spiritual yang membangkitkan semangat cinta terhadap sejarah, adat, dan budaya kita,” ujar Irwansyah dengan penuh semangat.

Irwansyah menambahkan, penting untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan HUT ini selaras dengan nilai-nilai syariat dan adat Aceh. Ia berharap, peringatan HUT ini menjadi sarana yang memperkuat identitas Aceh, memperkenalkan seni tradisional, dan mempererat silaturahmi antargenerasi. Selain itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari kota yang memiliki sejarah panjang dan peradaban yang agung.

Bagi Irwansyah, perkembangan kota bukan hanya terukur dari kemajuan fisik semata, namun juga dari kekayaan budaya yang terjaga dengan baik. Sebagai kota yang kaya dengan warisan sejarah dan peradaban Islam, Banda Aceh memiliki tanggung jawab besar untuk merawat nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan menjaga toleransi dalam kehidupan masyarakat.

“Dalam kesempatan hari jadi Kota Banda Aceh ke 820 ini, kami mewakili seluruh anggota DPRK Banda Aceh memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan berterima kasih kepada pemerintah Kota Banda Aceh bersama forkopimda Kota Banda Aceh yang sudah bersinergi dalam membangun,” kata Irwansyah dengan penuh penghargaan.

Lebih lanjut, Irwansyah mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya kerukunan antara eksekutif dan legislatif, agar setiap program dan kegiatan yang telah direncanakan bisa terwujud dengan baik.

“Kepada masyarakat warga kota Banda Aceh, kita menghimbau untuk selalu menggalang persatuan dan kesatuan, untuk senantiasa menjaga keharmonisan dan kebersamaan sesama warga kota,” ujarnya.

Secara khusus, Irwansyah juga menyampaikan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, bahwa penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh merupakan aspek yang sangat penting dan harus mendapat perhatian serius. Ia menegaskan bahwa pendekatan preventif perlu terus dilakukan untuk mengurangi potensi pelanggaran.

“Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam mengantisipasi serta mendeteksi secara dini setiap indikasi pelanggaran syariat Islam sangatlah dibutuhkan, demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis dan selaras dengan nilai-nilai syar’I,” tutup Irwansyah.

Banda Aceh Rayakan HUT ke-820, Ketua DPRK Ajak Warga Perkuat Komitmen untuk Kemajuan Kota

0
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbaharui komitmen dalam berbakti dan berkarya demi kemajuan Kota Banda Aceh yang lebih baik. Hal ini disampaikannya dalam sidang paripurna peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh yang ke-820, Selasa (22/4/2025), di gedung DPRK.

Dalam kesempatan itu, Irwansyah mengingatkan tentang sejarah gemilang Banda Aceh, yang pernah dikenal sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, setara dengan kota-kota besar di nusantara maupun dunia. Ia menekankan bahwa setiap pemimpin yang memimpin Banda Aceh telah berjuang keras untuk membangun kota ini dengan “mahakaryanya.”

“Banda Aceh merupakan kota yang pernah memiliki sejarah kegemilangan dalam hal pendidikan dan kebudayaan di bawah kepemimpinan yang jauh sebelumnya, sehingga Banda Aceh setara dengan kota-kota peradaban baik di nusantara maupun di dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengajak seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT Kota Banda Aceh sebagai momen reflektif yang juga inspiratif. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya dan kearifan lokal Aceh, terutama nilai-nilai adat yang menjadi jati diri masyarakat Banda Aceh.

“HUT Banda Aceh juga menjadi moment edukatif dan spiritual yang membangkitkan semangat cinta akan sejarah, adat dan budaya kita terutama dalam setiap kegiatan dan aktivitasnya tidak bertentangan dengan syariat dan adatnya guna memperkuat identitas ke-Acehan dan memperkuat silaturrahim antar generasi,” kata Irwansyah.

Senada dengan itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan peringatan HUT Banda Aceh sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi mendalam atas sejarah dan jati diri kota yang telah melewati berbagai fase perjuangan dan kebangkitan.

“Banda Aceh sudah menjadi saksi atas berbagai peradaban, perjuangan, serta kebangkitan. Sekarang, sudah menjadi tugas bersama menjaga dan merawat serta mengembangkan warisan tersebut melalui kerja kolaboratif demi mewujudkan Banda Aceh yang aman dan nyaman,” ujar Illiza.

Dalam sambutannya, Illiza juga menekankan pentingnya pembangunan kota yang kolaboratif dan inklusif. Menurutnya, proses pembangunan harus melibatkan partisipasi aktif semua elemen masyarakat.

“Pembangunan kota Banda Aceh sebagai kota kolaboratif dan inklusif harus dibangun dengan partisipatif. Semua elemen harus memberikan kontribusi. Sehingga nantinya setiap ruang transformasi menjadi tempat kreasi yang penuh inovasi,” tambahnya.

Wali Kota Illiza berharap, peringatan HUT ke-820 ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga Banda Aceh untuk bersama-sama menciptakan kota yang harmonis, di mana setiap warga dapat hidup berdampingan dengan rasa saling menghargai.

Teuku Kamaruzzman Ungkap Alasan Mengapa Aceh Tidak Bisa Merdeka dalam Podcast SagoeTV

0
Teuku Kamaruzzman, yang lebih dikenal dengan sebutan Ampon Man, mantan juru runding GAM saat di Podcast SagoeTv. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Teuku Kamaruzzman, yang lebih dikenal dengan sebutan Ampon Man, mantan juru runding GAM yang kini menjabat sebagai juru bicara Pemerintah Aceh, memberikan pandangannya mengenai kemerdekaan Aceh dalam sebuah podcast di SagoeTV.

Dikutip Nukilan.id dari Podcast tersebut, ia mengungkapkan dua alasan mengapa Aceh tidak memiliki peluang untuk merdeka, baik dari segi keyakinan agama maupun dinamika internasional yang terjadi.

“Kenapa Aceh enggak merdeka? Padahal sikit lagi itu. Pertama, yang tidak meninginkan Aceh merdeka itu Allah Taala, yang sama sekali tidak memberikan peluang untuk orang merdeka,” ujar Ampon Man dengan tegas.

Menurutnya, faktor Tuhan merupakan dasar yang paling utama dalam memahami kenyataan ini. Lebih lanjut, ia menyebutkan faktor kedua yang menjadi hambatan bagi Aceh untuk merdeka adalah kekhawatiran dunia internasional, khususnya pemerintah pusat Indonesia.

“Kedua, dunia. Ada kecurigaan dari badan intelijen negara. Saya sendiri sempat diundang oleh Pak Kuntoro untuk berbicara di depan mereka. Pemerintah (Pusat) melihat banyaknya orang asing yang hadir di Aceh, yang bisa menimbulkan kekhawatiran,” ceritanya.

Keberadaan orang asing di Aceh, lanjutnya, menimbulkan kecemasan dari pemerintah pusat yang menganggap hal ini dapat memengaruhi potensi Aceh untuk merdeka atau bahkan berpisah dari Indonesia. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak seharusnya menjadi kekhawatiran yang berlebihan.

“Ketika itu saya bilang, kalau banyaknya orang asing itu (tidak bisa) membuat pemerintah daerah merdeka atau berpisah dari Indonesia, (seperti) Bali yang sejak ratusan tahun menjadi tempat berkumpulnya orang asing dan sebagian pemilik properti di sana orang Australia, Jepang, tapi enggak menjadi sebuah provinsi dari negara Australia,” katanya.

Ampon Man juga mengingatkan bahwa setelah MoU Helsinki yang ditandatangani pada tahun 2005, peluang Aceh untuk merdeka secara internasional sudah tidak ada lagi. Ia meyakini bahwa perundingan tersebut mengakhiri potensi kemerdekaan Aceh yang pernah ada.

“Setelah perundingan tersebut, saya yakin tidak ada lagi potensi Aceh untuk merdeka. Secara internasional, peluang untuk kemerdekaan Aceh sudah tidak ada,” ujarnya, menegaskan bahwa situasi tersebut menjadi kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.

Ia pun menambahkan, “Oleh karena itu, kita tidak perlu lagi menganggap bahwa ada kemungkinan Aceh akan merdeka. Ada kalanya kita perlu melihat kenyataan ini dengan bijaksana, tanpa terbawa asumsi atau pandangan yang tidak berdasar.”

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Aceh menerima kenyataan ini dengan kepala dingin dan tidak terjebak dalam pandangan yang tidak realistis.

Pernyataan Ampon Man ini tentu menjadi bahan perenungan, mengingat peranannya dalam sejarah perdamaian Aceh dan posisinya saat ini sebagai juru bicara pemerintah. Dalam konteks ini, ia mengajak masyarakat untuk melihat ke depan, fokus pada pembangunan dan perdamaian, serta menjaga stabilitas dalam kerangka NKRI. (XRQ)

Reporter: Akil

Komisi I DPRK Banda Aceh Tinjau Kinerja Mitra Kerja, Fokus Kawal LKPJ Wali Kota

0
Komisi I DPRK Banda Aceh Tinjau Kinerja Mitra Kerja, Fokus Kawal LKPJ Wali Kota. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi I DPRK Banda Aceh melakukan kunjungan langsung ke sejumlah mitra kerja dalam rangka mengawal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banda Aceh Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (21/4/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Teuku Nanta Muda.

Turut hadir dalam kunjungan ini para anggota Komisi I lainnya, yakni Aiyub Bukhari, Teuku Arief Khalifah, Ismawardi, dan Zulkasmi.

Kunjungan lapangan ini disebut sebagai langkah konkret dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRK, terutama terhadap program-program yang tercantum dalam LKPJ Wali Kota.

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi riil di lapangan, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, serta memastikan bahwa pelayanan publik berjalan sesuai harapan,” ujar Teuku Nanta Muda.

Dalam rapat dan dialog yang dilakukan, Komisi I menyoroti berbagai aspek pelaksanaan program pemerintahan, hukum, dan politik yang menjadi ranah kerja mereka. Teuku Nanta Muda menegaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan akan menjadi catatan penting dalam penyusunan rekomendasi kepada pemerintah kota.

“Temuan dan masukan dari lapangan nantinya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi Komisi I DPRK Banda Aceh mendatang,” tambahnya.

Politisi dari Partai NasDem itu juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan rekomendasi yang disusun tidak berhenti pada tataran dokumen administratif, melainkan benar-benar dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami dari Komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum dan politik akan melanjutkan pembahasan secara mendalam dalam rapat-rapat komisi, dan menyusun rekomendasi strategis untuk disampaikan kepada Wali Kota sebagai bagian dari perbaikan ke depan,” ujarnya.

Teuku Nanta juga menyampaikan harapannya agar sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat tetap terjaga demi mempercepat pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Dan kami siap kerja sama yang solid antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan Banda Aceh yang lebih baik,” tutupnya.

Harga Cumi di Pasar Anjo-Anjo Aceh Singkil Melonjak, Pedagang Sebut Pasokan Minim

0
Harga Cumi di Pasar Anjo-Anjo Aceh Singkil Melonjak, Pedagang Sebut Pasokan Minim. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Singkil — Harga cumi segar di pasar mingguan Anjo-Anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan cumi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Saripah, salah satu pedagang yang rutin berjualan di pasar tersebut, menyebutkan bahwa kenaikan harga tak terelakkan akibat menurunnya hasil tangkapan nelayan belakangan ini.

“Untuk saat ini harga cumi terus naik dikarenakan kurangnya pasokan dan banyaknya permintaan di pasaran, sehingga harga terus melonjak,” ujar Saripah kepada RRI, Minggu (20/4/2025).

Menurutnya, harga cumi bervariasi tergantung pada ukuran dan kualitas. Untuk jenis cumi kecil, dibanderol antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara cumi segar berkualitas super dijual dengan harga lebih tinggi, yakni mencapai Rp70.000 per kilogram.

“Untuk cumi kecil ada yang Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilo. Kalau cumi segar super bisa sampai Rp70.000,” tambah Saripah.

Kondisi ini membuat sejumlah pembeli mengeluhkan mahalnya harga, namun tetap membeli karena tingginya kebutuhan rumah tangga, terutama menjelang akhir pekan.

Editor: Akil

Ampon Man Sebut Dua Hal yang Membuat Sebagian Orang Aceh Tidak Senang dengan Pemerintah Pusat

0
ampon man
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan kini juru bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzman, mengungkapkan dua alasan utama yang membuat sebagian besar masyarakat Aceh tidak merasa puas dengan Pemerintah Pusat. Dalam sebuah wawancara podcast di SagoeTv, Teuku Kamaruzzman atau yang akrab disapa Ampon Man, berbicara tentang sentimen mendalam yang dirasakan oleh banyak orang Aceh terhadap Indonesia.

Dikutip Nukilan.id dari Podcast tersebut, menurut Ampon Man, dua perasaan ini telah mengakar dalam sejarah panjang hubungan Aceh dengan Indonesia. Pernyataan ini merujuk pada perasaan orang Aceh yang merasa dibohongi saat bergabung dengan Indonesia pasca kemerdekaan.

“Saya kalau punya kesempatan berbicara dengan Pak Prabowo, saya (akan) bilang orang Aceh itu persoalan dengan Indonesia itu ada dua. Satu, persoalannya ditipu, ketika bergabung dengan Indonesia,” ujarnya.

Ampon Man melanjutkan, bahwa meskipun Soekarno dikenang sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, bagi orang Aceh, sosok tersebut justru dianggap sebagai seorang penipu.

“Soekarno oleh Indonesia dianggap proklamatorlah segala macam, tapi untuk orang Aceh itu penipu. Itu enggak hilang. Artinya apa? Orang Aceh itu seakan-akan merasa ditipu,” tambahnya.

Rasa kekecewaan yang mendalam ini terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Aceh. Menurut Ampon Man, janji yang diberikan saat itu masih membekas kuat di hati orang Aceh.

“Saya ngutip pribahasa, (bagi orang Aceh) kalau berjanji itu ibarat kata-kata yang dipahat di batu, enggak hilang,” ungkapnya. Perasaan ini sangat terkait dengan tradisi dan budaya Aceh yang sangat menjunjung tinggi kata-kata dan janji, yang bagi mereka tidak bisa begitu saja diingkari.

Lebih lanjut, Ampon Man menyebutkan perasaan kedua yang sering menjadi akar ketidakpuasan masyarakat Aceh, yaitu perasaan dijajah oleh Indonesia.

“Kedua, (orang Aceh) merasa dijajah oleh Indonesia. Dua perasaan ini itu harus dihilangkan dalam periode Muzakir Manaf dan Fadhlullah dengan keadilan dan kesetiaan, dengan keadilan dan setara,” katanya.

Menurutnya, dalam kepemimpinan yang akan datang, diperlukan upaya untuk mengatasi dua perasaan tersebut agar dapat tercipta hubungan yang lebih baik antara Aceh dan pemerintah pusat.

Pernyataan Teuku Kamaruzzman ini menggambarkan perasaan yang kompleks dan mendalam yang dirasakan banyak warga Aceh terhadap Indonesia. Ia menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan untuk mewujudkan kedamaian dan hubungan yang lebih harmonis antara Aceh dan pemerintah pusat. (XRQ)

Reporter: Akil

Senyum Ceria Siswa SD Negeri 20 Banda Aceh Sambut Peluncuran Program “Dokter Saweu Sikula” oleh Wali Kota Illiza

0
Senyum Ceria Siswa SD Negeri 20 Banda Aceh Sambut Peluncuran Program “Dokter Saweu Sikula” oleh Wali Kota Illiza. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.idBanda Aceh – Suasana ceria menyelimuti halaman SD Negeri 20 Banda Aceh pada Senin pagi, 21 April 2025. Senyuman dan antusiasme tampak jelas di wajah para siswa saat menyambut kedatangan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Tak sedikit dari mereka yang berebut untuk bersalaman, berfoto bersama, bahkan meminta tanda tangan dari sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat itu.

Kunjungan Wali Kota Illiza kali ini mengemban dua agenda penting. Selain bertindak sebagai pembina upacara bendera, ia juga secara resmi meluncurkan program kesehatan inovatif bertajuk “Dokter Saweu Sikula” (Dokter Menyapa Sekolah), yang menjadi inisiatif Pemerintah Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah.

Dalam amanat upacara, Illiza membagikan motivasi kepada para siswa mengenai esensi kesuksesan seorang pelajar. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan bukan semata-mata soal nilai akademik, tetapi juga keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurut Illiza, ada tiga kunci utama untuk meraih kesuksesan. Pertama, rajin beribadah. “Bagi seorang muslim, shalat lima waktu adalah kewajiban mendasar,” tegasnya di hadapan para siswa dan guru.

Kedua, disiplin dalam belajar. Illiza menekankan pentingnya pengelolaan waktu yang baik, semangat dalam memahami pelajaran, serta konsistensi dalam menjalankan tugas-tugas sekolah. Dan yang ketiga, yakni memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-cita. Ia mendorong para siswa untuk mengenali mimpi mereka dan menjadikannya sumber semangat dalam belajar.

Tak hanya menyampaikan pesan motivatif, Wali Kota Illiza juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang sehat dan bersih. Ia menegaskan larangan merokok di lingkungan sekolah serta menyarankan agar para siswa memilih makanan sehat demi mendukung tumbuh kembang mereka.

Peluncuran program “Dokter Saweu Sikula” menjadi momen penting dalam kegiatan ini. Illiza menjelaskan bahwa program tersebut menghadirkan para dokter ke sekolah-sekolah untuk berdialog langsung dengan siswa mengenai kesehatan, sekaligus mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat sejak usia dini.

“Kehadiran dokter-dokter ini ingin melihat kesehatan anak-anak melalui program Dokter Saweu Sikula. Manfaatkan kehadiran dokter untuk tempat konsultasi, jangan ditakuti,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa apabila dalam pemeriksaan ditemukan siswa dengan indikasi gangguan kesehatan, maka siswa tersebut akan direkomendasikan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Asisten Pemerintahan Kesra dan Keistimewaan, M Ridha; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sulaiman Bakri; Kepala Dinas Kesehatan, Lukman; Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahmad; Kepala Kesbangpol, Heru Triwijanarko; serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Peluncuran program ini disambut hangat oleh para siswa dan guru, menjadi awal langkah penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah-sekolah Banda Aceh.