Beranda blog Halaman 581

Menu Khas Aceh Siap Temani Jemaah Haji Selama Penerbangan ke Arab Saudi

0
Berbagai jenis menu yang akan disajikan ke jemaah dihadirkan saat uji coba yang berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh. (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Banda Aceh Jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 18 Mei mendatang. Selama penerbangan menuju Arab Saudi, para jemaah akan disuguhi dua kali makan dan satu kali makanan ringan dengan menu yang disesuaikan dengan cita rasa khas Aceh.

Uji coba penyajian makanan berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekda Aceh M Nasir Syamaun dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari.

Dalam kesempatan itu, salah satu menu yang semula disiapkan mengalami perubahan berdasarkan permintaan agar lebih mencerminkan kekayaan kuliner lokal.

“Tadi ayam masak Aceh diganti dengan keumamah,” ujar Sekretaris PT Aqsa Pro Afkara, Intan, kepada wartawan.

Intan menjelaskan, menu yang disajikan saat keberangkatan akan berbeda dengan yang disediakan saat kepulangan jemaah. Beberapa menu yang akan disuguhkan di antaranya ayam tangkap, daging rendang, serta ikan tumis khas Aceh. Sementara itu, nasi yang disediakan terdiri atas nasi gurih, nasi putih, dan nasi kuning. Para jemaah dapat memilih sesuai selera masing-masing.

Tak hanya itu, penyedia makanan juga memastikan bahwa hidangan tidak disajikan dengan cita rasa pedas guna menyesuaikan dengan kondisi jemaah, terutama yang berusia lanjut. Bagi jemaah lansia, kata Intan, telah disiapkan menu khusus berupa bubur.

“Bahan baku untuk makanan ini hampir semuanya dari Aceh. Kita mengutamakan menu khas Aceh,” tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa sajian makanan selama penerbangan telah disesuaikan dengan selera masyarakat Aceh agar para jemaah merasa nyaman dan tetap berselera di udara.

“Tadi sudah kita cek makanannya, tentu jemaah dapat memilih makanan selama penerbangan sesuai dengan seleranya,” ujar Azhari.

Jemaah haji Aceh tahun ini akan diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Total sebanyak 4.378 orang, termasuk petugas, akan berangkat dalam 12 kloter, terdiri atas 11 kloter penuh dan satu kloter gabungan bersama jemaah asal Sumatera Utara.

Editor: AKil

Bobol Toko Elektronik, Pasutri di Aceh Besar Diringkus Polisi Usai Aksi Dramatis

0
Personel Polresta Banda Aceh saat menangkap pelaku pencurian alat elektronik di kawasan pasar Lambaro, di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Sepasang suami istri (pasutri) asal Aceh Besar berinisial MF (34) dan MR (33) diringkus aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Banda Aceh setelah membobol sebuah toko elektronik di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Penangkapan pasangan ini berlangsung dramatis, dengan MF nekat melompat ke rawa-rawa demi menghindari kejaran petugas.

“Penangkapan itu diwarnai aksi dramatis, di mana pelaku MF berupaya kabur dari kejaran petugas dengan nekat lompat ke rawa-rawa,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, Rabu (23/4/2025).

Aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan toko, FR, saat hendak membuka toko sekitar pukul 08.00 WIB. FR terkejut melihat kondisi pintu toko yang sudah rusak dan sejumlah barang elektronik yang raib. Pemilik toko, Ardiansyah Basri (45), warga Banda Aceh, langsung melapor ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan aksi pelaku, yang ternyata adalah MF, seorang residivis kasus serupa.

“Korban yang mengalami kerugian mencapai hingga Rp 20 juta, dan langsung membuat laporan ke polisi dan segera kita tindaklanjuti,” kata Kompol Fadillah.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa MF membobol pintu depan toko pada tengah malam menggunakan linggis. Ia kemudian mengangkut satu per satu barang curian seperti mesin cuci, penanak nasi, pengeras suara, dan televisi dengan sepeda motor. Menariknya, sepeda motor tersebut merupakan milik teman istrinya yang dipinjam sebelumnya.

“Pelaku MF bolak-balik pakai motor mengangkut semua barang-barang ini, barangnya dibawa pulang ke rumah. Namun motor yang digunakan ternyata motor yang dipinjam dari teman istrinya,” ujar Fadillah.

Saat tiba di rumah, MF sempat ditanya oleh istrinya, MR, mengenai asal usul barang-barang elektronik tersebut. Meski mengetahui sang suami mencuri, MR memilih bungkam. Bahkan, ia menyarankan agar barang-barang itu segera dijual.

Tak berhenti di situ, MR juga membantu menyembunyikan barang-barang curian tersebut ke rumah salah seorang kerabat mereka di Kecamatan Peukan Bada dengan menyewa mobil jasa angkutan online.

“Barang ini diangkut dengan mobil yang disewa melalui salah satu jasa angkutan online. Atas hal inilah yang bersangkutan juga terlibat dan jadi tersangka, karena membiarkan suaminya melakukan kejahatan, sekaligus ikut membantu menyimpan barang curian,” kata Fadillah.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MF baru saja keluar dari penjara pada bulan Ramadhan lalu. Sebelumnya, ia sempat mendekam di balik jeruji besi karena kasus pencurian jam tangan mewah dan parfum dengan modus serupa, yakni membobol toko menggunakan alat bantu seperti gunting besi.

Kini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolresta Banda Aceh. MF dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara, sedangkan MR dikenakan Pasal 55 KUHP karena turut serta dan menganjurkan tindak pidana.

“Sementara istrinya dijerat dengan Pasal 55 KUHP karena terlibat serta menganjurkan orang lain berbuat pidana dengan cara tertentu dan terancam dengan hukuman yang sama seperti pelaku utama,” tutup Kompol Fadillah.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Tunda Tahapan Pilchiksung Sambil Menunggu Putusan MK

0
Surat edaran bernomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025, yang ditujukan kepada para Bupati dan Wali Kota se-Aceh terkait penundaan tahapan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) untuk periode 2024–2025. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Aceh resmi menginstruksikan penundaan tahapan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) untuk periode 2024–2025. Instruksi ini dituangkan dalam surat edaran bernomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025 yang ditujukan kepada para bupati dan wali kota se-Aceh.

Dalam surat tersebut, pemerintah meminta agar pelaksanaan Pilchiksung bagi keuchik yang masa jabatannya berakhir dari Februari 2024 hingga Desember 2025 dapat ditunda sementara waktu. Penundaan ini dilakukan sembari menanti hasil uji materi Pasal 115 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang sedang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK).

“Untuk jabatan keuchik yang berakhir mulai bulan Februari 2024 sampai dengan bulan Desember 2025, dapat dilakukan relaksasi waktu pelaksanaan tahapan Pilchiksung sampai dengan diperolehnya hasil putusan Mahkamah Konstitusi,” demikian isi utama surat edaran tersebut.

Adapun untuk keuchik yang masa jabatannya telah habis pada tahun 2022, 2023, hingga Januari 2024, proses pemilihan tetap dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Surat tersebut ditandatangani oleh Plt. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA atas nama Gubernur Aceh, dan turut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri RI, Ketua DPR Aceh, Inspektur Aceh, serta Kepala DPMG provinsi dan kabupaten/kota se-Aceh.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif agar pelaksanaan Pilchiksung ke depan berjalan sesuai koridor hukum dan konstitusi. Pemerintah Aceh juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk menjadikan isi surat edaran ini sebagai acuan dalam menjalankan roda pemerintahan di masing-masing wilayah.

Editor: Akil

Luas Tanam di Aceh Naik 7,89 Persen, Gubernur Apresiasi Dukungan Presiden

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri gerakan tanam padi serentak 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring, di Gampong Lampasie Engking, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu, 23/4/2025. (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang dinilai berhasil meningkatkan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Aceh. Kenaikan LTT tersebut mencapai 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Mualem—sapaan akrab Muzakir Manaf—saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di 14 provinsi, yang digelar secara daring bersama Presiden RI. Acara tersebut berlangsung di Gampong Lampasie Engking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (23/4/2025).

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Optimalisasi Lahan, sehingga pada tahun ini kami dapat meningkatkan capaian Luas Tambah Tanam secara maksimal. Saat ini, LTT Aceh meningkat sebesar 7,89 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Gubernur.

Data Dinas Pertanian Aceh mencatat, sepanjang Januari hingga April 2025, LTT padi di Aceh mencapai 86.892 hektar. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar 80.537 hektar.

Dalam kesempatan itu, Mualem juga melaporkan bahwa Aceh pada hari tersebut menggelar tanam serentak di atas lahan seluas 978 hektar yang tersebar di sembilan titik. Salah satu lokasi tanam berada di Gampong Lampasie Engking, tempat berlangsungnya konferensi video dengan Presiden.

“Kami laporkan juga kepada Bapak Presiden bahwa hari ini Aceh melakukan tanam serentak di lahan seluas 978 hektar yang tersebar di 9 lokasi. Dan saat ini kami melakukan penanaman di Gampong Lampasii Engking Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar,” kata Mualem.

Gubernur juga menjelaskan sejumlah langkah tindak lanjut yang telah dilakukan setelah sebelumnya menyampaikan sejumlah kendala dalam program pertanian kepada Presiden pada acara panen raya awal bulan lalu. Mualem menyebut telah menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri, seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Menteri Transmigrasi.

“Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapat dukungan penyediaan irigasi sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan. Untuk itu kami mohon dukungan Bapak Presiden agar dapat segera terwujud,” ucap Mualem.

Tak hanya itu, Pemprov Aceh juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kapolda, Kajati, Anggota Komisi IV DPR RI, dan Pupuk Indonesia untuk melakukan sosialisasi pupuk bersubsidi. Langkah ini ditujukan agar distribusi pupuk tepat sasaran kepada para petani melalui kios, distributor, dan penyuluh.

Dalam dialognya dengan Presiden, Gubernur juga meminta tambahan bantuan alat dan mesin pertanian, mengingat Aceh saat ini tengah memasuki masa panen raya.

“Kami laporkan juga Pak Presiden, serapan gabah kita di Aceh oleh Bulog sudah mencapai 139,54 persen dari target yang diberikan. Terima kasih atas kebijakan Pak Presiden terkait dengan kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 yang membuat petani sangat bahagia dan bergairah menanam padi,” pungkas Gubernur.

Editor: AKil

BSI Dukung Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi

0
Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh berkolaborasi dengan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh guna memperkuat ibu kota Provinsi Aceh itu sebagai Kota Kolaborasi. ((Foto: Humas BSI)

NUKILAN.id | Iklan – Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh guna menjadikan ibu kota Provinsi Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari revitalisasi fasilitas kota, pemberdayaan UMKM, hingga partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“BSI Aceh terus mendukung program Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengusung tema Kota Kolaborasi diantaranya mempercantik wajah kota dengan memperbaiki fasilitas kota seperti dekorasi taman depan Mesjid Raya Baiturrahman dengan memunculkan Tema Kota Kolaborasi,” ujar Regional CEO BSI Aceh, Wachjono, Rabu (23/4/2025).

Selain mempercantik taman depan Masjid Raya Baiturrahman, BSI juga terlibat dalam revitalisasi tugu jam Taman Sari, termasuk pemasangan lampu hias yang memperindah suasana malam hari di pusat kota.

Tak hanya itu, BSI Aceh aktif dalam menggeliatkan sektor UMKM dan perekonomian lokal lewat berbagai kegiatan, termasuk Gema Ramadhan dan partisipasi dalam Car Free Day (CFD) yang melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk beraktivitas sehat dan mendukung perekonomian lokal,” lanjut Wachjono.

Untuk memperkuat ekosistem UMKM, BSI menghadirkan UMKM Center yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi, dan promosi produk unggulan pelaku usaha kecil.

Kerja sama antara BSI Aceh dan Pemko Banda Aceh juga mencakup program Sobat Aksi Ramadhan, yang digagas bersama Kementerian BUMN. Program tersebut meliputi kegiatan gotong royong membersihkan Masjid Babuttaqwa Batoh, literasi keuangan, hingga penyaluran bantuan untuk fasilitas rumah ibadah.

Kolaborasi juga diperluas ke sektor pariwisata dan ruang publik, seperti pada proyek revitalisasi area kuliner Blang Padang. Bersama Kodam Iskandar Muda dan Pemko, BSI mendukung pembangunan kedai-kedai kuliner modern dan tertata, serta penambahan ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat.

“Langkah ini bertujuan untuk mendukung perkembangan UMKM dan meningkatkan daya tarik wisata kuliner di Banda Aceh,” kata Wachjono.

BSI menegaskan bahwa keterlibatannya bukan semata pada sektor keuangan, melainkan juga dalam pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi BSI Aceh dengan Pemko Banda Aceh dalam berbagai proyek merupakan bagian dari komitmen BSI terhadap pengembangan kota dan pemberdayaan masyarakat. BSI Aceh siap untuk terus berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Banda Aceh yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan usia Banda Aceh yang telah menginjak 820 tahun, BSI berharap kota ini terus tumbuh sebagai kota yang membahagiakan warganya, sekaligus menjadi pusat inovasi dan kolaborasi di masa depan.

Editor: Akil

Peserta UTBK 2025 di Banda Aceh Hadapi Ujian dengan Harapan dan Kegelisahan

0
Suasana pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) di Universitas Syiah Kuala, Aceh. (Foto: USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ratusan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 tampak memadati pelataran Gedung ICT Center Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, sejak pagi, Rabu (23/4/2025). Mereka hadir lebih awal, membawa harapan besar dan menghadapi ketegangan menjelang ujian yang menentukan masa depan pendidikan mereka.

Salah satu peserta, Farhan, datang lebih dari satu jam sebelum ujian dimulai. Mengenakan kemeja abu-abu dan celana hitam, remaja ini terlihat menenangkan diri di sudut pelataran. Kepada Nukilan.id, ia mengaku telah berulang kali melantunkan doa Nabi Yunus untuk mengurangi kegelisahan yang menyelimuti sejak malam sebelumnya.

“Sempet sih malam overthinking, gelisah. Minta doa biar tenang. Tapi nggak tenang-tenang juga,” ujar Farhan sambil tertawa kecil.

Farhan yang menargetkan masuk Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengungkapkan bahwa UTBK bukan sekadar ujian, melainkan momen penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga melakukan perubahan gaya hidup sejak duduk di kelas 12 dengan mengurangi kebiasaan begadang demi persiapan ujian.

Di tengah suasana yang dipenuhi ketegangan, beberapa peserta lainnya terlihat lebih santai. Nabila, salah satu peserta lainnya, mengatakan bahwa ia sengaja berhenti belajar tiga hari sebelum ujian untuk menjaga kebugaran fisik dan mental.

“Kalau terus dipaksa belajar sampai hari H, takut malah blank pas ngerjain,” kata Nabila.

Meskipun berasal dari jurusan IPA, Nabila memilih Program Studi Hukum karena ketertarikannya terhadap dunia debat. Untuk menghadapi UTBK, ia mengikuti berbagai try out, les tambahan, hingga mengurangi waktu bermain dengan teman.

UTBK 2025 diikuti oleh 860.976 peserta di seluruh Indonesia, termasuk 377 peserta difabel. Dengan hanya sekitar 295 ribu kursi tersedia di perguruan tinggi negeri, persaingan tahun ini berlangsung ketat.

Meski peluang diterima tidak besar, para peserta tetap optimistis. Farhan menegaskan bahwa hasil bukan satu-satunya ukuran.

“Kalau gagal, mungkin ada pintu lain yang dibukakan,” ujarnya.

Sementara itu, Nabila menyebutkan bahwa perjuangannya belum berakhir dan ia siap menghadapi berbagai kemungkinan untuk mencapai kampus impiannya. (XRQ)

Reporter: AKil

Tersandung Kasus Pemerkosaan Anak, Eks Ketua MAA Aceh Jaya Kini Diserahkan ke Jaksa

0
Polres Aceh Jaya melimpahkan tersangka kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya. (Foto: Serambi)

NUKILAN.id | Calang – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang menyeret mantan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Jaya, berinisial AI (56), kini memasuki babak baru. Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya secara resmi melimpahkan tersangka dan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya pada Selasa (22/4/2025).

Pelimpahan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh penyidik Satreskrim Polres Aceh Jaya, lengkap dengan barang bukti yang terkait dalam perkara tersebut.

“Kami telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik. Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Calang,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Jaya, Cherry Arida.

Menurut Cherry, AI akan dijerat dengan Pasal 50 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, serta Pasal 64 KUHPidana.

“Kemudian kita juga sudah menyiapkan jaksa terbaik dalam menangani kasus tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, AI diamankan pihak kepolisian setelah dilaporkan oleh keluarga korban pada 30 Juli 2024. Laporan tersebut menyebutkan bahwa AI, yang merupakan kerabat dekat korban, diduga melakukan aksi bejat itu secara berulang sejak tahun 2021 hingga 2022.

Mirisnya, korban kala itu masih berusia 14 tahun dan duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas (SMA).

Sempat membantah melalui media sebelum diamankan, AI akhirnya ditahan setelah penyidik mengantongi keterangan dan barang bukti yang dinilai cukup untuk menjeratnya.

Kini, dengan pelimpahan resmi ke kejaksaan, publik menanti jalannya proses hukum terhadap sosok yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh adat di Aceh Jaya.

Editor: Akil

Dorong Kepatuhan Regulasi, LPMA Desak Mubadala Tempatkan Kantor di Aceh Utara

0
Ketua Lembaga Pemerhati Migas Aceh (LPMA), Dr Bukhari MH CM. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.idLhoksukon – Lembaga Pemerhati Migas Aceh (LPMA) meminta PT Mubadala Energy Indonesia untuk menempatkan kantor operasionalnya di Aceh Utara, wilayah yang menjadi lokasi pengeboran dan eksplorasi perusahaan migas tersebut.

Ketua LPMA, Dr Bukhari MH CM, menyampaikan desakan itu dikutip dari Serambinews.com, Rabu (23/4/2025). Menurutnya, wacana penempatan kantor Mubadala di luar Aceh Utara bertentangan dengan prinsip keadilan distribusi ekonomi dan semangat otonomi daerah.

“Sudah seharusnya kantor operasional Mubadala Energy dibangun di Aceh Utara dan ini merupakan soal keadilan distribusi ekonomi. Masyarakat Aceh Utara yang menanggung dampak lingkungan dan sosial, jangan sampai hanya jadi penonton,” tegas Bukhari.

Ia menilai, pembangunan kantor di luar wilayah operasi mencerminkan ketidakadilan fiskal dan sosial. Padahal, kata Bukhari, keberadaan kantor perusahaan idealnya berada dekat dengan wilayah operasionalnya untuk memastikan keseimbangan pembangunan daerah.

Pernyataan Bukhari merujuk pada sejumlah regulasi, termasuk Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Selain itu, Pasal 165 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juga menekankan kewajiban perusahaan tambang untuk memperhatikan keseimbangan pembangunan daerah, termasuk mendirikan kantor di wilayah operasional.

Dalam konteks Aceh, sambung Bukhari, keberadaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan manfaat langsung dari sumber daya alam yang berada di wilayahnya.

Tak hanya dari aspek hukum nasional, Bukhari juga menyoroti hal ini dari perspektif keadilan dalam hukum Islam. Ia menyebutkan bahwa prinsip-prinsip seperti al-‘adalah (keadilan) dan taqsim al-maslahah (distribusi manfaat) menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya.

“Islam mengajarkan bahwa kekayaan alam adalah amanah yang harus dikelola secara adil. Jika minyak dan gas diambil dari perut bumi Aceh Utara, maka sebagian besar manfaatnya, termasuk kehadiran kantor perusahaan, harus kembali ke daerah itu, bukan justru ke luar wilayah,” pungkasnya.

Editor: AKil

TASTAFI Aceh Selatan Segera Gelar Muswil II, Momentum Regenerasi Dakwah yang Lebih Membumi

0
Ketua TASTAFI Aceh Selatan demisioner, Abuya H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dalam upaya memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, Tasawuf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II pada Minggu, 27 April 2025. Kegiatan ini akan berlangsung di Dayah Sirajul Ibad, Kecamatan Meukek—sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah lama menjadi pusat dakwah dan pembinaan santri di wilayah tersebut.

Muswil ke II ini menjadi agenda strategis bagi TASTAFI Aceh Selatan karena bertepatan dengan berakhirnya masa kepengurusan periode 2021–2025. Ketua TASTAFI Aceh Selatan demisioner, Abuya H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi, menekankan bahwa Muswil bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan dakwah ke depan.

“Sehubungan dengan berakhirnya masa kepengurusan TASTAFI Kabupaten Aceh Selatan periode 2021–2025, yang saya pimpin bersama Sekretaris Tgk. Muhibbuthiri dan Bendahara Tgk. Muzawwir Razali, maka kami akan melaksanakan Muswil guna memilih pengurus baru untuk periode 2025–2030,” ungkap Abuya Ja’far kepada Nukilan.id.

Ia menambahkan bahwa semangat Muswil kali ini adalah menghadirkan kepemimpinan baru yang visioner, berintegritas, dan mampu merespons dinamika zaman, tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman yang santun dan menyejukkan.

“Bisa jadi dalam perjalanan kepengurusan kami selama ini masih terdapat kekurangan. Namun kami berharap, dengan Muswil ini, akan lahir pengurus yang lebih energik, lebih terorganisir, dan lebih mampu menjawab tantangan dakwah masa kini. TASTAFI harus terus menjadi perekat umat, penyejuk masyarakat, dan penuntun generasi muda menuju jalan yang benar,” tambah beliau.

Selain menjadi ajang pergantian kepengurusan, Muswil ini juga dimaksudkan sebagai wadah evaluasi dan perumusan strategi dakwah ke depan. Fokus utama adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai program keagamaan di tingkat gampong, seperti Gerakan Magrib Mengaji, pengembangan majelis taklim, serta pembinaan dayah-dayah tradisional yang menjadi ujung tombak pendidikan Islam di pedesaan.

Muswil ke II TASTAFI akan dihadiri oleh jajaran pengurus dari seluruh kecamatan, para pimpinan dayah, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemuda, hingga simpatisan dan jamaah TASTAFI dari berbagai pelosok Aceh Selatan. Rencananya, kegiatan ini juga akan dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos.

Dengan semangat kebersamaan dan cita-cita besar dalam membangun peradaban Islam yang inklusif, Muswil TASTAFI ke II diharapkan mampu menjadi titik tolak kebangkitan baru. Sebuah momentum untuk menjadikan TASTAFI sebagai lokomotif dakwah yang progresif, solutif, dan membumi di tengah masyarakat Aceh Selatan. (XRQ)

Reporter: Akil

Muswil TASTAFI ke II Siap Digelar di Aceh Selatan, Perkuat Sinergi Ulama dan Umat

0
Sekretaris I TASTAFI Aceh Selatan, Tgk. Thamren Jr, yang akrab disapa Abi Cut. (Foto: For Nukian)

NUKILAN.ID | Tapaktuan – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Tasawuf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan akan digelar pada Minggu, 27 April 2025 mendatang. Mengangkat tema “Merawat Jagad, Menyatukan Umat: Integrasi TASTAFI dan Gerakan Gampong Magrib Mengaji Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif”, forum ini menjadi ajang penting konsolidasi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah barat selatan Aceh.

Dayah Sirajul Ibad di Kecamatan Meukek dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Muswil kali ini. Dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tradisional di Aceh Selatan, dayah tersebut dinilai representatif sebagai tempat berkumpulnya ulama dan tokoh agama untuk menyusun langkah dakwah ke depan.

Sekretaris I TASTAFI Aceh Selatan, Tgk. Thamren Jr, yang akrab disapa Abi Cut, kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa Muswil ini merupakan ruang silaturahmi dan konsolidasi para penggerak dakwah di daerah.

“Insya Allah, Muswil TASTAFI ke II ini akan dibuka langsung oleh Bapak Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos,” ujarnya.

Abi Cut juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antara gerakan TASTAFI dan program Gampong Magrib Mengaji, sebagai langkah konkret menghadirkan masyarakat yang tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga produktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Sinergi ini akan membentuk ekosistem dakwah yang lebih kuat di tingkat gampong. Kita ingin membangun masyarakat religius yang tidak hanya taat secara spiritual, tapi juga produktif secara sosial dan ekonomi,” tambahnya.

Forum Muswil ke II ini juga akan difokuskan pada penyusunan arah gerakan TASTAFI ke depan, termasuk penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan, perluasan jaringan dakwah, serta penyusunan program-program yang responsif terhadap kebutuhan umat dan generasi muda.

Panitia pelaksana menyebutkan, kegiatan ini akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari perwakilan dayah, pengurus TASTAFI kecamatan, komunitas Gampong Magrib Mengaji, hingga tokoh masyarakat dan pemuda. Sejumlah narasumber nasional dari Dewan TASTAFI Pusat juga dijadwalkan hadir untuk memberikan pandangan strategis.

Dengan semangat ukhuwah dan visi bersama membangun masyarakat Aceh Selatan yang religius dan progresif, Muswil TASTAFI ke II diharapkan menjadi momentum lahirnya kepengurusan baru yang membawa semangat pembaruan dalam dakwah Islam berbasis nilai-nilai lokal dan tradisi keilmuan yang kuat. (XRQ)

Reporter: AKil