Beranda blog Halaman 576

Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul

0
UIN Ar-Raniry. (Foto: HUMAS UINAR)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Program Studi Magister Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mencetak prestasi membanggakan. Prodi ini resmi meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA), sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan LAMEMBA Nomor 2224/DE/A.5/AR.10/IV/2025. Akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 21 April 2025 hingga 21 April 2030.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menyambut gembira pencapaian ini. Menurutnya, predikat Unggul ini menjadi bukti konkret komitmen universitas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang ekonomi syariah.

“Akreditasi Unggul ini menunjukkan keseriusan UIN Ar-Raniry dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Mujiburrahman dalam keterangan tertulis, Minggu (27/4/2025).

Tak hanya itu, Mujiburrahman juga mengungkapkan bahwa sejak 2022, jumlah program studi berakreditasi Unggul di kampus ini melonjak signifikan, dari sebelumnya hanya tiga menjadi 24 program studi. Selain itu, program studi dengan predikat Baik Sekali juga mengalami peningkatan, dari delapan menjadi 18 prodi.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola total 56 program studi yang telah terakreditasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, juga memberikan apresiasi atas capaian ini. Ia menilai, keberhasilan meraih akreditasi Unggul tidak hanya memperkuat reputasi Prodi Magister Ekonomi Syariah, tetapi juga berdampak positif terhadap daya saing UIN Ar-Raniry di tingkat nasional dan internasional.

“Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga standar mutu akademik dan memperluas jejaring kolaborasi, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Yasir.

Yasir pun berharap, capaian ini menjadi pemicu semangat bagi program studi lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani MA PhD, menegaskan bahwa Prodi Magister Ekonomi Syariah menjadi program studi pertama di lingkungan UIN Ar-Raniry yang berhasil memperoleh akreditasi Unggul dari LAMEMBA.

“Akreditasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi banyak pihak. Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan,” ucap Eka.

Prestasi ini menjadi tonggak baru bagi UIN Ar-Raniry dalam upaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di kancah global, khususnya di bidang ekonomi syariah.

Editor: Akil

TA Khalid Terima Kunjungan DPRK Aceh Utara, Bahas Langkah Konkret Penguatan Pertanian

0
TA Khalid Terima Kunjungan DPRK Aceh Utara. (Foto: Gerindra)

NUKILAN.id | Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. TA Khalid, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dari rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh Utara di Gedung DPR RI, Lantai 17 Fraksi Partai Gerindra, Senayan, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Aceh Utara, Arafat Ali, turut didampingi Wakil Ketua Arsyadi, para ketua fraksi, Ketua Komisi IV Bukhari, Ketua Komisi I Tajuddin, Ketua Komisi II Romi, Ketua Panja, serta sejumlah anggota Banggar dan alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Arafat Ali menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat, khususnya melalui dukungan TA Khalid, agar sektor pertanian di Aceh Utara semakin diperkuat. Ia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai demi mendukung swasembada pangan nasional.

“Kami memiliki wilayah terluas sektor pertanian, untuk itu perlu infrastruktur yang memadai demi tercapainya swasembada pangan seperti yang dicita-citakan Presiden Prabowo. Selain itu, hal mendasar seperti kewenangan Aceh di tingkat pusat yang belum terselesaikan juga perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Arafat, politisi Partai Aceh.

Menanggapi aspirasi tersebut, TA Khalid menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI, seperti bidang pertanian, pangan, dan kehutanan.

“Untuk masalah di luar tupoksi Komisi IV, tentu akan kami fasilitasi melalui Fraksi Gerindra atau diteruskan kepada rekan-rekan anggota DPR RI dari Aceh sesuai bidang mitra kerja masing-masing,” jelas TA Khalid yang juga merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Pertemuan ini menjadi momentum penting mempererat sinergi antara legislatif daerah dan pusat, dalam upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di Aceh Utara sekaligus memperjuangkan penyelesaian persoalan kewenangan daerah yang belum tuntas.

Editor: Akil

Irwansyah Imbau Perayaan Hari Buruh di Banda Aceh Berjalan Kondusif dan Tertib

0
irwansyah
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah. (Foto: Dok. Humas DPRK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2025, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak para buruh dan pekerja di ibu kota Provinsi Aceh untuk merayakannya dengan damai, aman, dan tertib.

Imbauan tersebut disampaikan Irwansyah pada Senin (28/4/2025), seiring dengan akan digelarnya perayaan Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Banda Aceh.

“Dalam hal ini kami mengimbau kepada seluruh pekerja/buruh yang ingin merayakan Mayday dapat melaksakannya dalam suasana kondusif,” kata Irwansyah kepada awak media.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap peringatan Hari Solidaritas Buruh Internasional. Menurutnya, Mayday bukan hanya momentum untuk menyuarakan hak-hak pekerja, tetapi juga ajang mempererat solidaritas antarsesama buruh.

Irwansyah berharap aspirasi yang disampaikan dalam peringatan Mayday dilakukan secara santun dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Dengan peringatan hari buruh yang damai dan tertib, ini akan menjadi nyaman buat semua. Silahkan sampaikan aspirasi, asalkan dengan catatan dapat menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tutur Irwansyah.

Ia menambahkan, DPRK Banda Aceh siap mendengar dan menampung berbagai masukan dari kalangan pekerja, selama disampaikan melalui jalur yang bijak dan sesuai aturan yang berlaku.

Peringatan Hari Buruh setiap tahunnya menjadi simbol perjuangan para pekerja untuk mendapatkan kondisi kerja yang lebih baik. Di Banda Aceh, sejumlah elemen buruh dan serikat pekerja direncanakan akan menggelar kegiatan solidaritas pada 1 Mei mendatang.

Pegiat Pariwisata Dorong Pembentukan BUMD Pariwisata di Aceh Tengah

0
Direktur CV. Explore Gayo Group, Satria Darmawan. (Foto: Lintasgayo)

NUKILAN.idTakengon — Potensi pariwisata Aceh Tengah dinilai belum tergarap maksimal. Menyikapi hal tersebut, Direktur CV Explore Gayo Group, Satria Darmawan, mengusulkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus sektor pariwisata untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah, Minggu malam (27/4/2025).

Dilansir dari LintasGayo.com, Satria menjelaskan bahwa Aceh Tengah memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai dari keindahan Danau Lut Tawar yang eksotis hingga keunikan budaya Gayo. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi, hingga rendahnya investasi masih menjadi hambatan besar.

“Oleh karenanya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi sangat penting untuk mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan,” ujar Satria.

Ia meyakini, kehadiran BUMD sektor pariwisata dapat menjadi langkah strategis untuk mengelola potensi wisata secara profesional dan terarah.

“Aceh Tengah memiliki potensi besar pengembangan pariwisata, sehingga dengan dibentuknya BUMD sektor pariwisata maka pengelolaan dan pendapatan dari sektor pariwisata Aceh Tengah bisa lebih optimal dalam menambah pendapatan asli daerah (PAD),” sambung pencetus Gayo Camping Ground ini.

Lebih lanjut, Satria menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, BUMD Aceh Tengah dapat menjadi katalisator utama dalam menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Gagasan ini pun disambut baik oleh sejumlah pegiat pariwisata lain di Aceh Tengah, yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret demi masa depan pariwisata Gayo yang lebih gemilang.

Jelang Mayday, Kadisnakermobduk Aceh Terima Audiensi Aliansi Buruh Aceh

0
Kadisnakermobduk Aceh Terima Audiensi Aliansi Buruh Aceh. (Foto: Humas Disnakermobduk Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh (Disnakermobduk), Akmil Husen, SE, M.Si, menerima kunjungan Aliansi Buruh Aceh (ABA) di Kantor Disnakermobduk, Jumat, 25 April 2025.

Rombongan ABA yang dipimpin oleh Drs. Tgk. Syaiful Mar dan Habibi Inseun, SE, bersama sejumlah tokoh buruh lainnya, datang untuk melakukan audiensi terkait persiapan menyambut Mayday yang jatuh pada 1 Mei mendatang.

Akmil menyambut baik kehadiran mereka. Ia menegaskan, Serikat Pekerja/Serikat Buruh merupakan mitra strategis bagi Disnakermobduk Aceh.

“Beberapa anggota Aliansi Buruh Aceh juga merupakan Anggota Dewan Pengupahan Aceh dan LKS Tripartit Aceh yang menjadi bagian penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di bawah naungan dinas kami,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua ABA, Drs. Tgk. Syaiful Mar, menyampaikan berbagai isu ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Secara nasional, ABA menyoroti pentingnya perlindungan pekerja dalam undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Mereka juga meminta pemerintah membentuk Satgas PHK untuk mengantisipasi pemutusan hubungan kerja massal, menolak sistem outsourcing dan hubungan kerja kemitraan, serta menuntut upah layak bagi buruh.

“Isu lainnya adalah agar pemerintah segera merancang Undang-Undang PRT serta Pemberantasan Korupsi,” tegas Tgk. Syaiful.

Untuk skala daerah, ABA meminta Pemerintah Aceh agar melaksanakan Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2014 secara optimal. Mereka juga mendorong penindakan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan ketenagakerjaan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi misi Gubernur Aceh.

Sekretaris ABA, Habibi Inseun, menambahkan, pihaknya berharap pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh.

“Pemerintah juga harus memberikan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk sektor informal, serta memperhatikan perlindungan untuk pekerja perempuan dan difabel,” ujarnya.

Tak hanya itu, beberapa anggota ABA turut mengungkapkan keluh kesah mengenai hubungan industrial di beberapa perusahaan.

Semua isu tersebut, kata ABA, akan disuarakan dalam orasi damai saat peringatan Mayday mendatang. “Ketua Aliansi Buruh Aceh mengatakan bahwa peringatan Mayday tahun ini akan dilaksanakan dengan damai, tertib dan tidak akan anarkis.”

Mendengar berbagai masukan tersebut, Akmil Husen menyampaikan apresiasinya. Ia memahami bahwa tuntutan buruh pada intinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan perusahaan agar hubungan industrial tetap harmonis.

“Terhadap kasus-kasus perselisihan hubungan industrial, mediator Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh serta dinas-dinas kabupaten/kota akan selalu siap membantu mediasi untuk menemukan titik temu, sehingga hak-hak pekerja bisa dipenuhi,” kata Akmil.

Ia juga menegaskan, pengawas ketenagakerjaan Disnakermobduk Aceh akan menindak pelanggaran yang ditemukan di perusahaan.

“Oleh karena itu, kami harapkan para pekerja tidak ragu untuk melaporkan setiap pelanggaran ke Dinas Tenaga Kerja setempat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Akmil turut menjelaskan bahwa Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 membawa angin segar bagi pekerja. Salah satu terobosan di dalamnya adalah kewajiban perusahaan memberikan tunjangan uang meugang tiga kali dalam setahun: menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

“Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan pemberian Tunjangan Meugang ini,” ungkapnya bangga. Ia berharap seluruh perusahaan, termasuk perusahaan cabang di Aceh, segera menyesuaikan regulasi internal mereka untuk menghormati kearifan lokal tersebut.

Mengakhiri pertemuan, Akmil Husen berpesan agar peringatan Mayday di Aceh tahun ini berlangsung aman, damai, dan tertib, sesuai komitmen yang telah disampaikan Aliansi Buruh Aceh.

Editor: AKil

Tiga Remaja di Banda Aceh Diamankan saat Hendak Tawuran Bersenjata Samurai

0
Tiga Remaja di Banda Aceh Diamankan saat Hendak Tawuran Bersenjata Samurai. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Tiga remaja yang tergabung dalam komunitas “Satuan Remaja Malam” diamankan personel Polresta Banda Aceh setelah diduga hendak melakukan aksi tawuran menggunakan pedang samurai di kawasan Lapangan Blang Padang, Minggu (27/4/2025) dini hari.

Ketiganya, yakni FR (17), AS (15), dan MAR (16), seluruhnya merupakan warga Banda Aceh. Mereka berhasil ditangkap berkat laporan cepat dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi tersebut.

Kapolsek Baiturrahman, Iptu Endang Sulastri, mengatakan pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bilah pedang samurai, telepon seluler, dan sepeda motor yang akan digunakan dalam tawuran tersebut.

“Tiga bilah pedang samurai, telepon seluler dan sepeda motor yang akan dipergunakan saat tawuran turut diamankan,” kata Endang di Banda Aceh, Minggu.

Penangkapan bermula saat warga melaporkan adanya sekelompok remaja yang berkumpul mencurigakan di sekitar Blang Padang. Tim patroli Polsek Baiturrahman yang sedang berada di kawasan Simpang Jam segera bergerak cepat ke lokasi.

“Tiga remaja dapat diamankan oleh personel TNI dan Brimob, sedangkan yang lainnya melarikan diri,” ujar Endang.

Usai diamankan, ketiga remaja yang masih berstatus pelajar itu langsung dibawa ke Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Endang pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan adanya tanda-tanda akan terjadinya tawuran.

“Langkah proaktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tawuran dan menjaga keamanan lingkungan,” tutup Iptu Endang Sulastri.

Sebelumnya, insiden serupa juga sempat terjadi di Banda Aceh, di mana empat remaja ditangkap warga saat hendak tawuran menggunakan senjata tajam.

Bireuen Gelar OJT Panduan Kelas Ibu Hamil Terbaru, Dorong Kesehatan Ibu dan Cegah Stunting

0
Bireuen Gelar OJT Panduan Kelas Ibu Hamil Terbaru, Dorong Kesehatan Ibu dan Cegah Stunting. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireuen — Upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil dan mencegah stunting di Aceh terus digencarkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, berkolaborasi dengan UNICEF dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana, mengadakan On The Job Training (OJT) Panduan Kelas Ibu Hamil terbaru. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 21–23 April 2025, di Aula Dinas Kesehatan Bireuen.

Sebanyak 12 bidan desa dan 1 tenaga gizi mengikuti pelatihan intensif ini. Mereka dibekali dengan panduan terkini, keterampilan komunikasi antarpribadi (KAP), serta praktik langsung di komunitas bersama ibu hamil. OJT ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) yang sebelumnya digelar di Banda Aceh pada 9–11 April 2025.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, S.K.M., M.K.M, menyampaikan apresiasi atas komitmen para mitra yang konsisten mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerahnya. Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas pelayanan antenatal di tingkat desa.

“Masalah gizi ibu hamil di Bireuen masih jadi perhatian, dan pelatihan seperti ini penting agar bidan desa bisa menyampaikan edukasi gizi dengan metode yang interaktif dan efektif, pelaksanaan On The Job Training Kelas Ibu Hamil ini sangat strategis untuk menyamakan standar layanan di seluruh desa. Saya berharap para bidan desa dapat mengimplementasikan panduan terbaru ini dengan optimal di komunitas. Karena masalah kematian ibu dan angka stunting tidak hanya bisa ditangani di fasilitas kesehatan, tapi dimulai dari edukasi yang kuat di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, dr. Natassya Phebe, menilai pelatihan ini sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan generasi Aceh yang lebih sehat.

“UNICEF sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dan seluruh mitra lokal dalam pelaksanaan pelatihan ini. Kelas ibu hamil dengan media edukasi yang lebih menarik akan memudahkan ibu hamil memahami pentingnya gizi dan kesehatan selama kehamilan. Ini adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi anak Aceh yang sehat, bebas anemia, dan terhindar dari stunting. Kami berharap model baik ini dapat direplikasi di seluruh puskesmas di kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Divisi Kajian, Pendidikan, dan Publikasi Flower Aceh, Hendra Lesmana, turut menyoroti pentingnya memperkuat peran perempuan dalam komunitas.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan kesehatan di komunitasnya. Kami berharap bidan desa tidak hanya menjadi tenaga kesehatan, tapi juga fasilitator perubahan perilaku yang sensitif gender dan responsif terhadap kebutuhan ibu hamil. Flower Aceh berkomitmen terus mendukung penguatan kapasitas dan pendampingan di lapangan, agar layanan kesehatan ibu lebih inklusif, adil, dan partisipatif, sehingga anak-anak sebagai generasi Aceh hidup sehat dengan kualitas gizi tinggi serta bebas stunting dan gizi buruk,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong capaian partisipasi kelas ibu hamil di Bireuen, yang sebelumnya tercatat masih di bawah target nasional. Selain memperkuat sisi teknis, peserta juga diajak memahami pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan suami, dalam menjaga kesehatan ibu hamil.

Sebagai bagian dari pelatihan, para peserta melaksanakan praktik lapangan bersama 10 ibu hamil di Meunasah Blang, Kota Juang. Dalam praktik ini, peserta melakukan simulasi penyampaian materi kelas ibu, edukasi tentang anemia, demonstrasi porsi makan seimbang, serta diskusi interaktif membahas berbagai mitos kehamilan yang masih berkembang di masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Bireuen memperlihatkan komitmennya untuk memastikan ibu hamil mendapatkan layanan terbaik sejak dini, sekaligus mencetak generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari stunting.

Editor: Akil

Tgk. Sumardy Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Abuna Ja’far sebagai Ketua TASTAFI Aceh Selatan

0
Plt. Direktur Pondok Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan, Teungku Sumardy Tarmisal,. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Plt. Direktur Pondok Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan, Teungku Sumardy Tarmisal, mengucapkan selamat dan sukses kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Pengurus Wilayah Majelis Pengajian dan Zikir Tasauf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan untuk periode 2025–2030.

Ucapan itu disampaikan Teungku Sumardy di sela-sela kegiatan di Darul Aitami, Minggu (27/4/2025), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keteladanan Abuna Ja’far dalam membimbing umat Aceh Selatan.

“Atas nama keluarga besar Darul Aitami, kami mengucapkan selamat kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi yang kembali dipercaya memimpin TASTAFI Aceh Selatan. Ini adalah bukti nyata akan keteladanan, ilmu, dan khidmat beliau dalam membimbing umat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah mulia ini,” ujar Teungku Sumardy.

Menurut Sumardy, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Abuna Ja’far menunjukkan betapa besar harapan masyarakat Aceh Selatan terhadap sosok ulama yang dikenal rendah hati dan visioner tersebut.

Ia pun optimistis, di bawah kepemimpinan Abuna Ja’far, TASTAFI Aceh Selatan akan semakin berkembang, terutama dalam membentuk masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlakul karimah.

” Kami mendukung penuh sinergi dakwah TASTAFI, khususnya dalam integrasi program Gampong Magrib Mengaji. Semoga ini menjadi ikhtiar bersama dalam merawat jagad, menyatukan umat, dan memajukan Aceh Selatan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Musyawarah Wilayah II TASTAFI Aceh Selatan berlangsung di Dayah Sirajul Ibad, Kecamatan Meukek, dengan mengangkat tema besar “Merawat Jagad, Menyatukan Umat: Integrasi TASTAFI dan Gerakan Gampong Magrib Mengaji Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif.”

Musyawarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran TASTAFI sebagai wadah pengajian dan zikir yang berkontribusi aktif dalam membangun karakter keislaman di tengah masyarakat.

Editor: AKil

Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja Kembali Pimpin TASTAFI Aceh Selatan 2025–2030

0
Abuna Tgk. H. Muhammad Ja'far Amja, Ketua TASTAFI Aceh Selatan 2025–2030. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sosok kharismatik Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi kembali dipercaya untuk memimpin Pengurus Wilayah Majelis Pengajian dan Zikir – Tasauf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan periode 2025–2030.

Kepastian itu diumumkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II TASTAFI Aceh Selatan yang digelar pada Minggu, 27 April 2025, di Dayah Sirajul Ibad, Meukek. Muswil yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema besar “Merawat Jagad, Menyatukan Umat: Integrasi TASTAFI dan Gerakan Gampong Magrib Mengaji Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif.”

Tema tersebut merefleksikan semangat baru TASTAFI untuk memperkuat dakwah yang membumi dan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat, sekaligus mendukung arah pembangunan Aceh Selatan yang religius, harmonis, dan produktif.

Kabar terpilihnya kembali Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja disampaikan langsung oleh Steering Committee (SC) Muswil II, Abi Cut Tgk. Thamren Jr. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian musyawarah berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.

“Alhamdulillah, Muswil II TASTAFI Aceh Selatan berjalan dengan baik dan penuh khidmat. Seluruh peserta secara mufakat kembali mempercayakan Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi untuk memimpin TASTAFI Aceh Selatan lima tahun ke depan,” ujar Abi Cut Tgk. Thamren Jr.

Dalam forum ini, TASTAFI juga mempertegas komitmennya mengintegrasikan program Gampong Magrib Mengaji dengan gerakan dakwah berbasis Tasauf, Tauhid, dan Fiqih. Langkah ini diharapkan memperkokoh karakter religius masyarakat di seluruh pelosok Aceh Selatan.

Muswil II TASTAFI Aceh Selatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk melakukan regenerasi kepemimpinan serta revitalisasi program dakwah agar semakin menyentuh akar rumput masyarakat.

Dalam jalannya persidangan, tiga tokoh yakni Tgk. Syahwizal Elsy, Abu Tgk. Suryadi Anwar, dan Tgk. Samardi Tarmisal didapuk menjadi Presidium Sidang. Mereka memimpin jalannya forum hingga menghasilkan keputusan penting, termasuk kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja.

Adapun susunan lengkap kepengurusan TASTAFI Aceh Selatan periode 2025–2030 direncanakan akan diumumkan dalam waktu satu minggu ke depan, untuk segera menjalankan program-program kerja yang telah dirumuskan melalui Muswil II ini.

Editor: AKil

Moratorium Dicabut, PRM: Panitia CDOB Aceh Selatan Jaya Harus Bergerak Lebih Serius

0
HAMAS VAKUM
Ketua Umum Perhimpunan Rakyat Merdeka (PRM) Robi Annamal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Kabar pencabutan moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat disambut antusias oleh berbagai pihak. Di Aceh Selatan, momentum ini menjadi harapan baru bagi perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Selatan Jaya.

Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Rakyat Merdeka (PRM) Robi Annamal mengingatkan agar panitia CDOB Aceh Selatan Jaya meningkatkan keseriusan, konsolidasi, dan transparansi dalam mengawal proses pemekaran.

“Ini momentum penting. Pemerintah pusat sudah membuka ruang, sekarang tergantung bagaimana kesiapan daerah dan panitia pengusul. Jangan sampai kita tertinggal karena tidak siap secara administratif dan politik,” kata Robi Annamal kepada Nukilan.id, Minggu (27/4/2025).

PRM menilai, hingga saat ini koordinasi antar panitia masih lemah dan belum tampak adanya peta jalan (roadmap) yang terstruktur. Padahal, menurut Robi, dukungan masyarakat serta potensi wilayah Aceh Selatan Jaya sudah sangat kuat untuk mendukung pemekaran daerah tersebut.

“Panitia tidak boleh bekerja secara diam-diam atau eksklusif. Ini perjuangan rakyat, bukan kelompok. Maka keterbukaan, pelibatan tokoh-tokoh lokal, serta komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat adalah hal mutlak,” tambahnya.

Lebih jauh, Robi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk segera mengambil sikap politik dan memberikan dukungan administratif secara resmi, agar proses pengajuan CDOB bisa dipercepat ke tingkat nasional.

“Pencabutan moratorium adalah sinyal positif, tapi akan jadi sia-sia kalau tidak direspons cepat dan serius. Saatnya panitia bergerak lebih aktif, terorganisir, dan melibatkan semua elemen,” tegas Robi Annamal.

Dengan pencabutan moratorium ini, PRM berharap perjuangan pemekaran Aceh Selatan Jaya tak lagi berjalan di tempat. Keseriusan dan kerja kolektif dianggap menjadi kunci untuk mewujudkan mimpi lama masyarakat wilayah tersebut. (XRQ)

Reporter: AKil