Beranda blog Halaman 575

Muzakir Manaf Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

0
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, hadir mewakili Gubernur Aceh menerima penghargaan sebagai Top Pembina BUMD di acara puncak Top BUMD Awards 2025 (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf meraih penghargaan bergengsi sebagai Top Pembina BUMD dalam ajang Top BUMD Awards 2025 yang digelar di Ballroom Raffles Hotel, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras dan konsistensi dalam membina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Aceh. Pada acara itu, Gubernur Muzakir Manaf diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli.

Usai menerima penghargaan, Zulkifli menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung program pembinaan BUMD di Aceh.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, berkat inovasi-inovasi yang kita lakukan, hari ini kita menerima penghargaan ini. Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada semua pihak, kepada dinas terkait atas kerja kerasnya selama ini,” ujar Zulkifli.

Namun, Zulkifli juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat terlena. Ia menegaskan pentingnya menjaga ritme kerja ke depan.

“Bersuka cita atas keberhasilan kerja-kerja kita tentu penting. Namun, menjaga ritme kinerja juga menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Keberhasilan tidak boleh membuat kita terlena, karena kerja-kerja pembinaan terhadap BUMD harus terus kita lakukan sebagai aparatur negara,” tambahnya.

PT BPR Mustaqim Aceh Sabet Dua Penghargaan

Di ajang yang sama, PT BPR Mustaqim Aceh (Perseroda), BUMD kebanggaan Aceh, juga mencatatkan prestasi gemilang. Raisul Mukhlis, Direktur Utama PT BPR Mustaqim Aceh, dinobatkan sebagai Top CEO 2025.

Tak hanya itu, Bank BPR Syariah Mustaqim Aceh juga kembali meraih predikat BPR Syariah Bintang 5, sebuah penghargaan yang sudah ketiga kalinya diterima bank ini. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kinerja unggul dan kontribusi Bank Mustaqim dalam mendukung perekonomian daerah.

Direktur Utama Bank Mustaqim Aceh, Raisul Mukhlis, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diperoleh.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT BPR Syariah Mustaqim Aceh. Kami sangat bersyukur dapat kembali menerima pengakuan ini untuk ketiga kalinya, yang semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh khususnya,” ujar Raisul.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran besar Gubernur Aceh.

“Apresiasi dan terima kasih yang tinggi kami sampaikan kepada Gubernur Aceh. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, mengembangkan potensi daerah, dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi perekonomian di Provinsi Aceh,” ucap Raisul.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas perusahaan.

“Penghargaan Top BUMD Awards ini Insya Allah menjadi pendorong bagi PT BPR Syariah Mustaqim Aceh (Perseroda) untuk terus berprestasi dan menjadi BUMD yang berdaya saing, profesional, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tentang Top BUMD Awards

Top BUMD Awards merupakan ajang penghargaan terbesar di Indonesia untuk Badan Usaha Milik Daerah, yang menilai kinerja keuangan sehat, tata kelola perusahaan yang baik, inovasi, serta kontribusi terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Capaian Gubernur Aceh dan PT BPR Mustaqim Aceh dalam ajang ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bukti bahwa pembinaan yang tepat mampu membawa BUMD Aceh ke tingkat nasional.

Wagub Aceh Harap DPR Segera Bahas Revisi UUPA demi Keberlanjutan Dana Otsus

0
Dek Fadh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah berharap Komisi II DPR RI segera menindaklanjuti rencana revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Menurut dia, pembahasan dan penyelesaian revisi UUPA sangat penting untuk menjamin keberlanjutan dana otonomi khusus (otsus) bagi Aceh.

“Mencermati dari capaian ini, kami masih membutuhkan keberlanjutan dana otsus, karena pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh sangat tergantung dengan keberlanjutan dana otsus kami,” ujar Fadhlullah dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (28/4/2025).

Dalam paparannya, Fadhlullah memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Aceh sepanjang 2023 hingga 2024. Salah satu indikator utama, kata dia, adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,7 persen pada 2023 menjadi 75,36 persen pada 2024.

Ia juga menyoroti tren positif dalam pengentasan kemiskinan. Sepanjang periode tersebut, angka kemiskinan di Aceh turun dari 14,45 persen menjadi 12,64 persen. Namun, Fadhlullah mengakui, “kondisi ini masih menjadikan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera.”

Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka di Aceh juga mengalami penurunan, dari 6,03 persen pada 2023 menjadi 5,75 persen di 2024. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Aceh tercatat mengalami kenaikan, dari 4,23 persen pada 2023 menjadi 4,66 persen pada 2024.

“Mencermati dari capaian ini, kami masih membutuhkan keberlanjutan dana otsus, karena pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh sangat tergantung dengan keberlanjutan dana otsus kami,” tegas Fadhlullah kembali menekankan.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah turut mengapresiasi langkah Komisi II DPR RI yang telah memasukkan revisi UUPA ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2029.

“Kami berharap kepada anggota DPR RI yang dihormati agar bisa dibahas dan ditindaklanjuti di tahun ini dalam keberlanjutan dana otsus untuk Provinsi Aceh,” kata dia.

Menutup penyampaiannya, Fadhlullah menyampaikan sebuah pantun yang berisi harapan akan terwujudnya revisi UUPA sebagai bentuk keadilan untuk rakyat Aceh.

“Antara Jakarta dan Banda Aceh, jalan panjang perjuangan rakyat Aceh, Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh, diharapkan membawa keadilan bagi masyarakat Aceh,” ucap Fadhlullah.

“Pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI, bekerja keras siang dan malam hari, Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh harap anak negeri, membangun Indonesia untuk Aceh bagian NKRI,” tambahnya.

DPR Ingatkan Dana Otsus Aceh Berakhir 2027

0
DPR Ingatkan Dana Otsus Aceh Berakhir 2027. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengingatkan bahwa masa berlaku dana otonomi khusus (Otsus) untuk Aceh akan berakhir pada 2027. Ia menilai, kondisi ini menjadi alasan mendesak bagi DPR untuk segera membahas Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Pemerintahan Aceh.

“Sekadar informasi 2027 habis dana otsusnya Aceh kalau tidak diperpanjang. Itu ceritanya kenapa RUU Pemerintahan Aceh itu menjadi urgent untuk dibahas di DPR,” ujar Rifqinizamy dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Meski begitu, Rifqinizamy menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dari Pimpinan DPR RI mengenai waktu dimulainya pembahasan revisi tersebut. Ia menyebut, tahapan itu harus melalui mekanisme rapat pimpinan dan Badan Musyawarah (Bamus) DPR.

“Kapan dibahas apakah diserahkan ke kami atau nanti diproses di pansus atau badan legislasi. Tapi kalau mau lebih cepat nanti Bu Wakil Mendagri, nanti pemerintah segera saja usulkan draf revisi UU Pemerintahan Aceh,” tambah Rifqinizamy.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, juga mendorong Komisi II DPR RI untuk segera menindaklanjuti revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Ia berharap kepastian revisi itu bisa menjamin keberlanjutan dana Otsus bagi Aceh.

“Kami berharap kepada anggota DPR RI yang dihormati agar bisa dibahas dan ditindaklanjuti di tahun ini dalam keberlanjutan dana otsus untuk Provinsi Aceh,” kata Fadhlullah dalam rapat kerja yang sama.

Dalam paparannya, Fadhlullah juga mengungkapkan sejumlah capaian pembangunan di Aceh sepanjang 2023-2024. Ia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh meningkat dari 74,7 persen pada 2023 menjadi 75,36 persen pada 2024.

Tidak hanya itu, angka kemiskinan di Aceh pun menunjukkan tren positif, turun dari 14,45 persen pada 2023 menjadi 12,64 persen pada 2024. Namun, ia mengakui bahwa Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Sumatera.

“Namun kondisi ini masih menjadikan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera,” ujar Fadhlullah.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka di Aceh juga tercatat mengalami perbaikan, dari 6,03 persen pada 2023 menjadi 5,75 persen pada 2024. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Aceh mengalami kenaikan dari 4,23 persen menjadi 4,66 persen di periode yang sama.

“Mencermati dari capaian ini, kami masih membutuhkan keberlanjutan dana otsus, karena pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh sangat tergantung dengan keberlanjutan dana otsus kami,” tutur Fadhlullah.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Nasional atas Dukungan Program 3 Juta Rumah

0
Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Nasional atas Dukungan Program 3 Juta Rumah. (Foto: BPPA)

NUKILAN.id | JAKARTA — Pemerintah Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, apresiasi diberikan atas kontribusi aktif daerah dalam mendukung Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Perumahan Perdesaan di Gedung Sasana Bakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Selasa, 29 April 2025.

Pada kesempatan itu, Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) turut mendampingi perwakilan Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadullah, SE. Ia hadir bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri.

Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Aceh dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. Langkah ini juga selaras dengan upaya nasional untuk menurunkan backlog perumahan yang masih tinggi.

Dalam sambutannya, Fahri Hamzah menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam menyusun dan menjalankan program perumahan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan demi memastikan setiap program benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Presiden menekankan kebijakan satu data agar seluruh program bantuan, termasuk pembangunan rumah rakyat, tepat sasaran. Pemerintah daerah yang aktif berkontribusi dalam penyatuan data dan eksekusi lapangan sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fahri juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan. Salah satunya dengan mengoptimalkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), mengingat kebutuhan hunian nasional yang mencapai lebih dari 15 juta unit.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor di Aceh. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Apresiasi ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Aceh. Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan rumah rakyat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan,” ujar Fadullah seusai menerima penghargaan.

Dengan pencapaian ini, Pemerintah Aceh menunjukkan posisi strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional. Terlebih, ketersediaan hunian layak dan terjangkau merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Demokrat Aceh Minta Kader Tak Terlibat Korupsi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh menegaskan pentingnya pencegahan korupsi bagi seluruh kader partainya yang menjabat sebagai wakil rakyat.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim Saleh, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk anggota DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota se-Aceh di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Senin (28/4/2025) malam.

Muslim menyampaikan, salah satu materi utama dalam Bimtek ini adalah penekanan pada upaya pencegahan korupsi. Ia mengingatkan seluruh anggota legislatif dari Partai Demokrat untuk menjauhi segala bentuk tindakan yang berpotensi mengarah pada korupsi.

“Salah satu materi kita ini adalah bagaimana peran anggota DPR adalah mencegah daripada pemberantasan korupsi. Itu termasuk anggota legislatif khusus dari Demokrat juga sama, kita jangan sampai terlibat dalam persoalan korupsi,” kata Muslim kepada awak media, termasuk Nukilan.

Muslim menyoroti maraknya kasus korupsi yang seolah tak berujung di Indonesia. Menurutnya, korupsi merupakan salah satu persoalan bangsa yang paling menonjol saat ini. 

Oleh karena itu, Muslim meminta seluruh anggota dewan dari Partai Demokrat di Aceh untuk menjadi ujung tombak partai dalam mengampanyekan budaya anti-korupsi.

“Ketika posisi anggota di DPR Aceh maupun Kabupaten/Kota adalah menjadi ujung tombak dari Partai Demokrat, bagaimana menyuarakan jangan katakan lah korupsi, mendekat pun jangan,” tegasnya.

Muslim Saleh juga menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan mentolerir kadernya yang terlibat dalam praktik korupsi. Partai berlambang bintang mercy tidak akan pandang bulu dalam penindakan kadernya yang melanggar hukum.

“Kalau terlibat akan diproses secara hukum siapa pun. Kita khusus di Demokrat ini, Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menyampaikan, boleh kita lihat dalam sejarah Demokrat, kita tidak pandang bulu, siapapun yang terlibat, silakan proses hukum yang berlaku. Kita tidak melindungi kader kader kita yang telibat dalam korupsi,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

BPPA dan Wagub Aceh Fadullah Bahas Dana Otsus hingga PPPK dalam RDP Bersama Komisi II DPR RI

0
BPPA dan Wagub Aceh Fadullah Bahas Dana Otsus hingga PPPK dalam RDP Bersama Komisi II DPR RI. (Foto: BPPA)

NUKILAN.id | Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadullah, bersama Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) menegaskan pentingnya keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan percepatan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 28 April 2025.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Aceh diundang untuk membahas empat agenda utama. Yakni Dana Transfer Daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta persoalan kepegawaian.

Fadullah menekankan, Dana Otsus selama ini menjadi tulang punggung pembangunan Aceh. Oleh karena itu, keberlanjutan dana tersebut dinilai krusial demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia itu.

“Hari ini kami diminta oleh Pimpinan Komisi II DPR RI untuk membahas empat hal penting. Intinya, kami telah menjelaskan secara lengkap apa yang dimintakan oleh pimpinan dan anggota Komisi II yang terhormat,” ujar Fadullah.

Lebih lanjut, Fadullah mendesak agar revisi UUPA dapat segera disahkan pada 2025. Ini menjadi langkah penting untuk memperpanjang masa berlaku Dana Otsus yang akan berakhir pada 2027.

Selain isu Dana Otsus, Pemerintah Aceh juga membawa persoalan kepegawaian ke hadapan Komisi II. Menurut data, sebanyak 7.367 tenaga Non-ASN dari database BKN telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I. Namun, masih ada 4.895 orang yang belum lulus, serta 2.941 lainnya belum terdata dalam sistem BKN.

Fadullah pun menyuarakan harapan besar agar DPR RI dapat memperjuangkan nasib tenaga Non-ASN tersebut.

“Para tenaga Non-ASN yang belum lulus akan mengikuti Seleksi PPPK Tahap II dengan sistem CAT-BKN pada tanggal 2 hingga 4 Mei 2025,” terang Fadullah.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Aceh mendorong agar para Non-ASN bisa diangkat sebagai PPPK penuh waktu, bukan paruh waktu. Tentunya, hal ini juga harus disertai dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Terkait hasil rapat, Fadullah memastikan bahwa Pemerintah Aceh akan segera menyosialisasikan seluruh poin penting yang telah dibahas bersama Komisi II DPR RI.

“Rapat hari ini menghasilkan sejumlah masukan dari pimpinan DPR RI, Menteri, dan Wakil Menteri Dalam Negeri. Kami akan segera menindaklanjutinya dan menyosialisasikan penerapan undang-undang tersebut ke daerah-daerah,” katanya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting. Dukungan DPR RI disebutnya sebagai kunci percepatan pembangunan di seluruh wilayah Aceh.

“DPR RI memberikan solusi terbaik untuk seluruh daerah di Indonesia, termasuk Aceh,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Fadullah turut menyinggung sejumlah capaian pembangunan selama masa pemerintahannya. Di antaranya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,36 persen, penurunan angka kemiskinan menjadi 12,64 persen, serta pertumbuhan ekonomi Aceh yang naik menjadi 4,66 persen.

Meski begitu, ia tak menampik masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pengurangan ketergantungan terhadap Dana Otsus. Selain itu, peningkatan iklim investasi daerah juga menjadi prioritas ke depan.

MTC Aceh Barat Sabet 14 Medali di Kejuaraan Taekwondo BNNP Sumut 2025

0
Kejuaraan Taekwondo BNNP Sumut - Foto Pengurus TI Aceh Barat

NUKILAN.ID | MEULABOH – Meulaboh Taekwondo Club (MTC) Aceh Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Kejuaraan Taekwondo BNNP Sumatera Utara 2025 yang digelar di Gedung Kebun Bunga, Medan, kontingen MTC sukses membawa pulang total 14 medali.

Mengirimkan 15 atlet terbaiknya, MTC Aceh Barat berkompetisi dalam 17 kategori perlombaan yang meliputi nomor Kyourugi dan Poomsae. Hasilnya, mereka berhasil meraih lima medali emas, tujuh medali perak, dan dua medali perunggu.

Ketua Umum Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab TI) Aceh Barat, T. Muhammad Arfan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet.
“Alhamdulillah, para atlet kita berhasil menunjukkan performa terbaik dan membawa pulang total 14 medali,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (28/4/2025).

Adapun peraih medali emas berasal dari nomor Kyourugi Festival, yaitu Stewart Geraldo Lie, Stella Angelina Lie, Ateya Ulla Syakella, dan Lasaufa Yuktika. Sementara di nomor Poomsae Festival, Nabila Aurelya Ilham turut menambah koleksi emas untuk MTC.

Tak hanya itu, tujuh medali perak juga disumbangkan oleh atlet-atlet muda berbakat. Di nomor Poomsae Prestasi, Nabila Sabrina berhasil mengamankan perak. Sedangkan dari Kyourugi Festival, Maulizar Alfadhillah, Unedo Marvelio Silaban, Blezer A. Saragih, dan Daniel C. Saragih turut mempersembahkan perak. Pada Poomsae Festival, Nazwa Haura Faradisa dan Ateya Ulla Syakella menambah deretan medali perak untuk tim.

Untuk medali perunggu, dua atlet Poomsae Prestasi, yakni Isabelle Neri Liong dan Firga Al Lislam, juga menyumbang prestasi gemilang bagi kontingen.

Menurut Arfan, hasil ini membuktikan bahwa pembinaan atlet taekwondo di Aceh Barat berjalan konsisten dan terus menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi pemacu semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi di kancah nasional hingga internasional.

Kejuaraan BNNP Sumut 2025 sendiri diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya ajang yang tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga mempererat solidaritas serta semangat sportivitas antar peserta.

Ketua HUDA Aceh Selatan Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Abuna Ja’far Pimpin TASTAFI

0
Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. H. Erli Safriza Al-Yusufy, Lc. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. H. Erli Safriza Al-Yusufy, Lc, menyampaikan ucapan selamat kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Pimpinan Majelis Pengajian dan Zikir Tasauf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Aceh Selatan periode 2025–2030.

Melalui keterangannya, Tgk. Erli Safriza, yang juga baru saja terpilih kembali memimpin HUDA Aceh Selatan untuk periode 2024–2029, menekankan pentingnya kesinambungan dakwah serta sinergi antar lembaga keulamaan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

“Kami atas nama HUDA Aceh Selatan mengucapkan selamat kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin TASTAFI Aceh Selatan. Semoga beliau senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan keberkahan dalam memimpin, membimbing umat, serta memperkuat peran dakwah tasauf, tauhid, dan fiqih di tengah-tengah masyarakat,” ujar Tgk. Erli.

Ia menambahkan, keberlanjutan kepemimpinan Abuna Ja’far diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara TASTAFI dan HUDA dalam membangun tatanan keagamaan yang damai, moderat, dan produktif di Aceh Selatan.

“Kita berharap keberadaan TASTAFI dan HUDA bisa terus saling menguatkan dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jama’ah,” pungkasnya.

Dukungan ini mencerminkan semangat kebersamaan para ulama dayah di Aceh Selatan dalam memperkokoh dakwah Islam, sekaligus memastikan nilai-nilai keislaman tetap relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Editor: AKil

Malam Ini Demokrat Aceh Gelar Bimtek DPR dan Rakerda

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh malam ini menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPR Aceh serta DPR Kabupaten/Kota. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, 28–29 April 2025, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Jauhari Ilyas yang akrab disapa Joe Samalanga menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kerja-kerja politik partai ke depan. Ia berharap melalui Rakerda ini nantinya dapat melahirkan rekomendasi konkret yang berpihak kepada rakyat.

“Demokrat Aceh ingin memastikan bahwa setiap langkah politik yang diambil berakar kuat pada kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar rapat rutin, tetapi perumusan strategi nyata untuk rakyat,” ujar Joe Samalanga dalam keterangannya kepada media.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Kehadiran dua petinggi nasional ini dinilai memperkuat semangat konsolidasi kader di tingkat daerah.

“Malam ini, Demokrat Aceh membuktikan keseriusannya dalam membangun sinergi kader dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Ini adalah upaya nyata memperkuat suara rakyat di parlemen,” ujar Joe.

Rakerda dan Bimtek ini menjadi momentum penting bagi Demokrat Aceh untuk menyusun langkah-langkah kongkrit sekaligus memperkuat komitmen politik berbasis rakyat menjelang tahun politik 2029. []

Muda Seudang Kritik Rencana Pembangunan Empat Batalyon TNI di Aceh

0
Juru Bicara DPP Muda Seudang Aceh, Muhammad Chalis. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Rencana pembangunan empat Batalyon Teritorial Pembangunan (UTP) di wilayah jajaran Kodam Iskandar Muda, masing-masing di Pidie, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil, mendapat sorotan kritis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang Aceh.

Muhammad Chalis, Juru Bicara DPP Muda Seudang Aceh, menilai kebijakan ini perlu ditinjau ulang karena dinilai berpotensi mengabaikan butir-butir kesepakatan damai dalam MoU Helsinki.

“Keberadaan TNI di Aceh dibatasi oleh MoU Helsinki. Dijelaskan bahwa jumlah tentara organik yang tetap berada di Aceh setelah relokasi adalah 14.700 orang,” ujar Chalis. Ia mengingatkan, relokasi tentara non-organik di Aceh mulai dilaksanakan sejak 15 September 2005, sebagai bagian penting dari upaya mengakhiri konflik dan membangun perdamaian berkelanjutan di Tanah Rencong.

Menurut Chalis, meskipun pihaknya memahami pembangunan Batalyon Teritorial bertujuan untuk memperkuat pertahanan nasional, namun langkah tersebut berpotensi berdampak pada penambahan jumlah pasukan di Aceh, yang dinilai tidak sejalan dengan semangat MoU Helsinki.

“Kami mengkritik kebijakan pembangunan ini akan mengesampingkan pengaturan keamanan di Aceh,” tegasnya.

Chalis menyoroti pentingnya komitmen semua pihak dalam menjaga prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. Ia mengutip Klausul 4.11 MoU yang menegaskan, dalam keadaan damai, hanya tentara organik yang diperbolehkan berada di Aceh dengan jumlah maksimal 14.700 personel.

“Kami menghimbau harus data yang jelas berapa sudah pasukan tentara organik di Aceh,” ucap Magister Ilmu Politik lulusan Universitas Malikussaleh tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pertahanan di Aceh seharusnya bertujuan untuk memperkuat perdamaian, bukan sebaliknya. Meskipun urusan pertahanan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, menurut Chalis, akta damai Helsinki tetap harus dihormati sebagai hukum tertinggi yang mengikat kedua belah pihak.

“Upaya pembangunan ini harus benar-benar menjadi dasar penguatan damai di Aceh. Walaupun kewenangan pertahanan di Aceh menjadi kewenangan Pemerintah Pusat tapi akta damai menjadi hukum tertinggi bagi kedua belah pihak secara prinsip,” tambahnya.

Chalis juga mendesak Kementerian Pertahanan untuk melakukan evaluasi atas kebijakan ini dan meminta agar pembangunan batalyon baru tidak mengesampingkan kebutuhan rakyat Aceh yang lebih mendesak.

“Kami tidak butuh pasukan, tapi butuh kebijakan pusat yang strategis di Aceh untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil