Beranda blog Halaman 57

Nilam Aceh Bangkit dari Masa Surut, Integrasi Petani hingga Digitalisasi Dorong Ekspor

0
Ilustrasi minyak nilam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Di ujung barat Indonesia, sebuah komoditas yang sejak lama dikenal dunia perlahan kembali menemukan momentumnya. Tanaman nilam—atau patchouli dalam perdagangan global—kini kembali menjadi harapan baru bagi petani di Aceh setelah sempat mengalami masa keterpurukan akibat fluktuasi harga yang tajam.

Sejak era kolonial, nilam telah menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh. Tanaman ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun dalam dua dekade terakhir, ketidakstabilan harga membuat banyak petani meninggalkan komoditas tersebut.

Ketua Kelompok Tani Seulawah Agam, Jakfar Siddiq, mengenang masa ketika nilam menjadi primadona di Desa Teuladan, Aceh Besar. Sejak 1998, hampir seluruh kebun warga ditanami nilam karena harga minyaknya pernah menembus Rp1 juta per kilogram.

Situasi berubah drastis ketika harga jatuh hingga Rp85 ribu per kilogram, memaksa petani beralih ke komoditas lain.

“Di tahun 2024 ini baru muncul lagi nilam. Ini nampaknya kalau enggak bertahan harga, anjlok lagi, ini yang jadi permasalahan nilam dan akan beralih ke jagung,” ujarnya saat ditemui di lahannya di Aceh Besar, dikutip Minggu (1/3/2026).

Kini, sekitar 20 hektare lahan kembali ditanami nilam. Tantangan budidaya masih dihadapi petani, terutama pertumbuhan gulma yang cepat pada tanah subur sehingga pembersihan rumput harus dilakukan dua hingga empat kali dalam satu musim tanam. Meski demikian, hama dan penyakit relatif lebih terkendali berkat penggunaan cairan khusus.

Dalam proses produksi, kualitas menjadi faktor utama. Dari sekitar 50 kilogram daun nilam, rata-rata hanya menghasilkan 1,3 kilogram minyak nilam, sehingga ketelitian saat panen dan pengolahan sangat menentukan nilai jual.

Tata Kelola Jadi Persoalan Utama

Di sektor hilir, Direktur Razma Agro Jayana, Razuan, menilai persoalan utama industri nilam bukan terletak pada permintaan pasar global. Justru, menurutnya, kebutuhan dunia terhadap minyak nilam masih jauh lebih besar dibanding pasokan yang tersedia.

Kebutuhan global diperkirakan mencapai 2.000–2.500 ton per tahun, sementara produksi baru berkisar 1.000–1.200 ton.

“Sekarang pembeli luar negeri tidak hanya tanya harga. Mereka tanya siapa petaninya, kapan tanamnya, bagaimana prosesnya. Semua harus jelas,” ujarnya.

Menurut Razuan, masalah klasik berada pada tata kelola rantai pasok serta ketidakpastian harga di tingkat petani. Untuk mengatasinya, perusahaan menerapkan sistem contract farming, di mana petani memperoleh jaminan pembeli, harga minimal, serta akses pembiayaan.

Biaya penanaman nilam per hektare berkisar Rp50 juta hingga Rp70 juta. Dengan produktivitas rata-rata 200–300 kilogram per tahun, potensi pendapatan bersih petani dapat mencapai sekitar Rp10 juta per bulan, bergantung pada harga pasar.

“Kalau satu hektare itu, meskipun hanya menghasilkan 150 kilogram per tahun, pendapatannya sudah setara upah minimum,” katanya.

Hingga 2026, Razma Agro Jayana telah mengintegrasikan sekitar 500 petani dengan total luas lahan 592 hektare di delapan kabupaten/kota melalui sistem Razma Digitalize Nilam Ecosystem yang memungkinkan penelusuran produksi dari kebun hingga proses ekspor.

Harga Global Masih Berpengaruh

Di tingkat eksportir, Direktur PT U Green Aromatic International, Faisal Alfarisi, menjelaskan bahwa harga minyak nilam tetap sangat bergantung pada dinamika pasar internasional.

Saat ini harga minyak nilam berada di kisaran Rp680 ribu hingga Rp700 ribu per kilogram. Nilai tersebut lebih rendah dibanding akhir 2024 yang sempat mencapai Rp1,35 juta bahkan Rp2 juta di sejumlah wilayah.

“HPP minyak nilam berada di kisaran Rp500 ribu sampai Rp550 ribu per kilogram. Jadi secara hitungan masih ada keuntungan,” ujarnya.

Perusahaan mengekspor minyak nilam ke Prancis dan Amerika Serikat. Namun harga pembelian tetap mengikuti permintaan pembeli luar negeri.

“Kalau buyer kita beli turun, kita juga harus beli dari petani turun. Tapi kalau naik, kita juga naikkan,” katanya.

Tantangan Literasi Digital Petani

Dari kalangan akademisi, Dosen Agribisnis Universitas Syiah Kuala, Ade Surya Mandira, melihat transformasi industri nilam kini mulai bergerak melalui platform digital Mynila yang terhubung dengan Integrated Reporting Platform (IRP). Sistem ini mencatat data petani, lahan, produksi, hingga transaksi secara terintegrasi.

“Bukan karena petaninya tidak mau, tetapi memang keterbatasan literasi digital dan jaringan,” ujarnya.

Ia menilai digitalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan pembeli global. Selain itu, sistem pencatatan digital juga membuka peluang akses pembiayaan perbankan bagi petani.

Setelah sempat terpuruk, nilam Aceh kini perlahan kembali menunjukkan kebangkitannya. Melalui integrasi petani, kepastian kontrak, serta pemanfaatan teknologi digital, komoditas yang pernah disebut sebagai “emas hijau” itu kembali menembus pasar ekspor dan membuka harapan baru bagi sektor pertanian Aceh.

Relokasi Pengungsi Pascabencana Sumatera Dikebut, Ditargetkan Tuntas Sebelum Lebaran

0
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat direlokasi ke hunian yang lebih layak sebelum Idul Fitri 2026.

Target percepatan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyebut relokasi pengungsi menjadi prioritas utama pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, seiring berkurangnya jumlah warga yang masih tinggal di tenda darurat.

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Pada fase awal bencana, jumlah warga terdampak tercatat lebih dari dua juta orang. Namun hingga 27 Februari 2026, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat tersisa 11.307 jiwa. Mayoritas pengungsi berada di Aceh sebanyak 10.394 jiwa, sementara di Sumatera Utara tersisa 913 jiwa. Adapun seluruh pengungsi di Sumatera Barat dilaporkan telah meninggalkan tenda darurat.

Untuk mempercepat proses relokasi, Satgas PRR mendorong pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian bagi warga terdampak.

Berdasarkan data per 27 Februari 2026, pembangunan huntara di tiga provinsi ditargetkan mencapai 18.253 unit. Hingga kini, sebanyak 10.498 unit atau sekitar 57 persen telah terealisasi.

Sementara itu, pembangunan hunian tetap juga terus berjalan. Dari target 36.669 unit huntap, sebanyak 1.363 unit masih dalam tahap pembangunan. Enam unit huntap di Sumatera Barat dilaporkan telah rampung.

Selain penyediaan hunian, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan perbaikan rumah rusak. Dari lebih dari 73.000 rumah yang teridentifikasi mengalami kerusakan, proses verifikasi serta pencairan bantuan terus dipercepat agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah secara mandiri.

Satgas PRR memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah terus diperkuat. Dukungan dari Kementerian PUPR, BNPB, Danantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai penting untuk memastikan masyarakat terdampak segera menempati hunian yang aman dan layak.

Afdhal Khalilullah Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Banda Aceh

0
Afdhal Khalilullah Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menghadiri kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Muhammadiyah Kota Banda Aceh yang digelar di Muhammadiyah Children Center (MCC) atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah, unsur legislatif, kalangan akademisi, hingga masyarakat umum.

Turut hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banda Aceh Irpannusir Rasman, Rektor Universitas Ahmad Dahlan Aceh T. Muhardi Juli bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Aceh. Hadir pula anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Amanat Nasional, yakni Aulia Afridzal, Zidan Al Hafidh, dan Ismawardi.

Dalam sambutannya, Afdhal menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang dinilainya konsisten berperan dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan di Kota Banda Aceh, termasuk melalui pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial anak.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial, khususnya terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Pemerintah Kota Banda Aceh sangat menghargai kontribusi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia dan membantu masyarakat, terutama melalui lembaga sosial seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Tgk. Abrar Zym. Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah memanfaatkan bulan suci sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah serta memperkuat kepedulian sosial.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa bersama anak-anak asuh serta seluruh tamu undangan dalam suasana kekeluargaan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan keluarga besar Muhammadiyah semakin erat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang religius, peduli, dan sejahtera. (XRQ)

IMPPETA Gelar Saweu Sikula dan Berbagi Takjil di SMPN 1 Trumon Timur, Hadirkan Pesantren Kilat dan Motivasi Pelajar

0

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di SMP Negeri 1 Trumon Timur terasa lebih hangat melalui kegiatan Saweu Sikula yang digagas Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon Tengah (IMPPETA). Kegiatan yang dirangkai dengan pesantren kilat dan aksi berbagi takjil ini menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada pelajar serta masyarakat di kampung halaman.

Mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Menginspirasi Generasi, dan Berbagi Berkah Ramadhan,” kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (26–27 Februari 2026). Agenda ini tidak hanya menjadi kunjungan edukatif, tetapi juga ruang pertemuan antara mahasiswa dan pelajar untuk berbagi pengalaman, motivasi, serta nilai-nilai keislaman.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti pesantren kilat yang berisi materi keagamaan, motivasi pendidikan, serta pembentukan karakter generasi muda.

Pada hari pertama, Kamis (26/2/2026), materi disampaikan oleh Bang Feri Hardani, S.Pd.I dan Bang Fahrizal Lukmanul Hakim, S.T. Keduanya menekankan pentingnya menjaga akhlak di era modern, istiqamah dalam menjalankan ibadah Ramadhan, serta membangun cita-cita tinggi meski berasal dari daerah.

Para pemateri juga mengajak siswa untuk tidak merasa minder terhadap latar belakang kampung halaman. Mereka menegaskan bahwa generasi dari Trumon memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan melalui disiplin, usaha, dan doa orang tua.

Sementara itu, pada Jumat (27/2/2026), sesi kedua diisi oleh Bang Amran Ibrahim, S.E., M.Si dan Bang Tata Yunita, S.Sos. Materi yang disampaikan berfokus pada kepemimpinan pelajar, tanggung jawab moral generasi muda, serta pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan sosial.

Dialog interaktif antara pemateri dan siswa berlangsung aktif. Para pelajar tampak antusias mengajukan pertanyaan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka, mencerminkan potensi besar generasi muda Trumon yang terus berkembang.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar sekolah. Aksi sosial ini merupakan kolaborasi antara IMPPETA dan SMP Negeri 1 Trumon Timur yang melibatkan mahasiswa, guru, serta siswa dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kepala SMP Negeri 1 Trumon Timur, Samsul Arifin, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi para siswa, tidak hanya dari sisi pengetahuan tetapi juga keteladanan.

“Kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar IMPPETA yang telah memilih SMPN 1 Trumon Timur sebagai bagian dari gerakan pengabdian mereka. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan energi baru, motivasi baru, dan harapan baru bagi anak-anak kami. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa, sehingga pesan yang disampaikan benar-benar menyentuh hati,” katanya.

Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter pelajar, terutama di bulan Ramadhan yang menjadi momentum penguatan nilai spiritual dan akhlak.

“Kami melihat sendiri bagaimana antusiasme siswa saat mengikuti Pesantren Kilat dan kegiatan berbagi takjil. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pembelajaran kehidupan. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Semoga IMPPETA terus menjadi mitra strategis sekolah dalam membina dan menginspirasi generasi muda Trumon Raya,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia juga mendoakan agar mahasiswa IMPPETA diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan dan kelak kembali membangun daerah dengan ilmu serta akhlak yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum IMPPETA, Priyoga Zirda, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap daerah asal mereka.

“Kami percaya, pendidikan adalah kunci perubahan. Saweu Sikula adalah cara kami kembali, berbagi, dan memastikan adik-adik kami memiliki semangat yang lebih besar dari keterbatasan yang ada. Ramadhan mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar membangun generasi Trumon yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” jelasnya.

Melalui kegiatan Saweu Sikula dan berbagi takjil ini, IMPPETA berharap sinergi antara mahasiswa dan institusi pendidikan terus berlanjut demi mendorong kemajuan pendidikan serta pembinaan generasi muda di Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi sederhana dapat menghadirkan dampak sosial yang nyata—menanam nilai, menumbuhkan harapan, dan menguatkan mimpi generasi masa depan. (XRQ)

Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama Warnai Purnatugas Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh

0
Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama Warnai Purnatugas Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar rangkaian kegiatan santunan anak yatim, buka puasa bersama, serta pelepasan purnatugas Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Ahmad Yani, Jumat (27/2/2026). Kegiatan berlangsung di area outdoor kantor wilayah dan diikuti jajaran pimpinan serta aparatur sipil negara setempat.

Sebelum waktu berbuka, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari bersama jajaran menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Penyaluran bantuan tersebut turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada Kabag TU Ahmad Yani di ruang kerja, sebelum pelaksanaan salat Isya dan Tarawih di Mushalla Al-Ikhlas. Salat berjamaah dipimpin oleh Kakankemenag Aceh Jaya, Amirullah Jakfar.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan kontribusi Ahmad Yani selama mendampingi kepemimpinan di lembaga berlogo “Ikhlas Beramal” tersebut. Ahmad Yani diketahui akan memasuki masa purnabakti per 1 Maret 2026, setelah menjabat sebagai Kabag TU sejak Agustus 2023.

“Kita merasa kehilangan dengan purnatugas Kabag TU. Moga kebersamaan selama ini dalam membangun, menjaga, dan mengwal lembaga, selalu berkah dan bernilai ibadah,” harap Kakanwil.

Azhari menegaskan bahwa menjaga lembaga merupakan tantangan yang lebih besar dibandingkan membangunnya. Ia juga menggambarkan dinamika organisasi sebagai hal yang wajar dalam perjalanan sebuah institusi.

Menurutnya, pimpinan harus tetap teguh dalam memegang arah tujuan. Ia menilai Kabag TU bukan sekadar mitra kerja, tetapi juga rekan diskusi yang kerap diajak bertukar pikiran dalam berbagai persoalan kelembagaan.

“Ke depan, kabid dan katim selalu eratkan kemitraan dengan jajaran, juga saling mendiskusikan hal-hal yang dibutuhkan,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana rotasi dan mutasi internal sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan kebutuhan lembaga. Ia turut menyelipkan pantun bernuansa kebersamaan sebagai penutup sambutan.

Kakanwil bersama jajaran turut menyampaikan permohonan maaf kepada Ahmad Yani atas segala kekhilafan selama bekerja bersama.

Sementara itu, dalam sambutan pamitan, Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran Kanwil Kemenag Aceh. Ia menilai pelaksanaan buka puasa bersama yang digelar lebih awal dari biasanya menjadi bentuk penghormatan menjelang masa purnatugasnya.

“Ini antara lain dipercepat sekaligus untuk membersamai purnatugas kami yang berakhir sehari lagi,” ujar Ahmad Yani.

“Saya mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan jika ada, saat menjadi Kabag TU, saat bersama rekan di Kanwil dan Kemenag,” pintanya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebijakan yang diambil selama menjabat mungkin terlihat tegas dari luar, namun menurutnya dilakukan demi efektivitas jalannya organisasi.

Dalam sambutannya, Ahmad Yani juga mengulas perjalanan kariernya di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari pengabdian di madrasah di wilayah terpencil di Pidie, menjadi kepala MIN di Ulee Gle (kini MIN 13 Pidie Jaya), hingga memimpin madrasah tsanawiyah di Kuta Krueng. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasi Pendidikan Islam di Kankemenag Pidie Jaya sebelum dipercaya menjadi Kabag TU.

Putra Ulee Gle tersebut turut memohon doa dan restu karena bersama keluarga berencana menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah.

Kesan dan pesan dari aparatur sipil negara disampaikan oleh Kabid Penmad, Khairul Azhar, yang mengenang kebersamaan penuh canda dan kerja sama selama mendampingi Ahmad Yani dalam menjalankan roda institusi.

Sebelumnya, dua hari sebelum kegiatan ini, Ahmad Yani juga telah menyampaikan pamitan secara resmi dalam apel ruangan di aula Kanwil, sekaligus bersalam-salaman dengan seluruh jajaran pegawai.[]

Haji Uma Raih Gelar Magister, Tesisnya Bahas Dominasi Politik Partai Aceh di Pilkada Aceh Utara 2024

0
Sudirman atau yang dikenal sebagai Haji Uma, resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional (UNAS). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Sudirman atau yang dikenal sebagai Haji Uma, resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional (UNAS). Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mempertahankan tesis yang mengkaji dinamika dominasi politik di tingkat lokal.

Dalam tesis berjudul “Hegemoni Politik Partai Aceh dalam Proses Pencalonan Tunggal pada Pilkada Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024”, Haji Uma meneliti peran Partai Aceh dalam munculnya calon tunggal pada Pilkada Aceh Utara 2024. Penelitian tersebut menggunakan teori hegemoni dari Antonio Gramsci untuk menganalisis relasi kekuasaan antara elite partai dan aktor politik lokal.

Ketua sidang, Dr M Alfan Alfian, menilai tema penelitian tersebut relevan dengan perkembangan demokrasi lokal di Aceh.

“Kajian ini penting untuk melihat bagaimana konfigurasi kekuasaan terbentuk dalam konteks politik daerah,” ujarnya dalam sidang tesis.

Tim penguji yang terdiri atas Prof Ganjar Razuni, Dr TB Massa Djafar, serta Dr Sahruddin selaku pembimbing, turut menyoroti penggunaan teori hegemoni sebagai pendekatan utama dalam penelitian. Menurut mereka, kerangka analisis tersebut mampu menjelaskan bahwa dominasi politik tidak selalu muncul melalui tekanan terbuka, tetapi juga terbentuk melalui konsensus dan legitimasi sosial.

Dalam pemaparannya, Haji Uma menjelaskan bahwa hegemoni politik dapat tumbuh melalui jaringan elite, kesepahaman politik, serta penerimaan publik.

“Hegemoni tidak selalu hadir dalam bentuk tekanan terbuka, tetapi bisa tumbuh melalui kesepahaman yang dibangun secara sistematis di ruang-ruang politik,” kata anggota DPD RI dari Aceh itu.

Ia menyimpulkan bahwa dominasi politik yang kuat berpotensi memengaruhi kualitas kompetisi demokrasi, terutama ketika kontestasi hanya diikuti calon tunggal yang berhadapan dengan kotak kosong. Menurutnya, fenomena tersebut penting dikaji secara akademik agar demokrasi tetap memberi ruang partisipasi yang setara bagi seluruh elemen masyarakat.

Haji Uma berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan dalam pengembangan studi politik lokal di Aceh.

“Sebagai pelaku politik, saya meyakini politik tanpa hati adalah kejam, dan politik tanpa pengetahuan dapat menjadi bentuk penindasan. Pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab pengabdian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk memperkaya diskursus demokrasi daerah.

“Kontestasi yang sehat membutuhkan keterbukaan, kompetisi yang adil, dan kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas demokrasi,” kata dia.

Sebagai informasi, Haji Uma lahir di Lhokseumawe pada 10 November 1974 dan telah menjabat sebagai anggota DPD RI asal Aceh sejak 2014 hingga sekarang. Ia bergelar S.Sos dan dikenal luas di masyarakat Aceh sebagai sosok dermawan yang aktif membantu korban musibah serta warga Aceh di perantauan, termasuk tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Ia menikah dengan Nurhasanah dan dikaruniai enam anak, yakni Alfa Khalil Ikram, Khalisna Maulida, Fatih Al Mubarak, Amar Al Khalid, Faiz Maulana, dan Azam.

Takaran dan Kualitas BBM di SPBU Banda Aceh Diperketat Jelang Ramadan dan Idulfitri

0
Takaran dan Kualitas BBM di SPBU Banda Aceh Diperketat Jelang Ramadan dan Idulfitri. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengawasan terhadap kualitas serta ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banda Aceh diperketat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi.

Pengawasan dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal. Inspeksi terpadu tersebut menyasar beberapa lokasi, di antaranya SPBU Simpang Jam dan SPBU Lhong Raya, serta sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh.

Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh, Fikri, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan alat ukur dan dispenser BBM yang diuji berada dalam kondisi sesuai standar. “Berdasarkan pengecekan bersama, seluruh SPBU yang diperiksa telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Selain BBM, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap takaran tabung LPG 3 kilogram. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak), berat tabung kosong maupun yang telah terisi dinyatakan sesuai standar dengan tetap memperhatikan batas toleransi yang diatur dalam regulasi. Distribusi LPG bersubsidi di Banda Aceh juga dinilai berjalan baik, baik dari sisi ketersediaan kuota maupun harga yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

Fikri menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, stok BBM dan LPG di Banda Aceh dan sekitarnya berada dalam kondisi relatif aman. Ia berharap situasi tersebut dapat terus terjaga hingga Idulfitri.

Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan monitoring untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi energi kepada masyarakat. “Pengawasan ditingkatkan menjelang hari besar keagamaan agar distribusi tetap lancar,” katanya dikutip dari RRI.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi metrologi menjadi bentuk transparansi serta komitmen perlindungan konsumen.

“Kami juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan energi di Banda Aceh dipastikan aman dan terus dipantau secara berkala,” imbaunya.

Krisis Air Bersih Masih Menghantui Warga Aceh Tamiang Usai Banjir Bandang

0
Warga Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang saat mengantre penyaluran air bersih dari Lazisnu Jatim, Jumat (27/2/2026). (Foto: Wildan suarasurabaya.net)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Belum pulihnya infrastruktur pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan berbagai persoalan bagi masyarakat terdampak. Salah satu yang kini paling dirasakan warga adalah sulitnya memperoleh air bersih di sejumlah desa.

Dikutip dari suarasurabaya.net, krisis air bersih terjadi akibat rusaknya instalasi air dan sumur warga yang masih tercampur lumpur sisa banjir. Selain itu, peralihan menuju musim kemarau turut memperparah kondisi kekeringan di wilayah tersebut.

Di Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, warga masih berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sunarti, salah seorang warga yang kini tinggal di tenda darurat, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak banjir bandang melanda.

Ia mengatakan, keluarganya hanya mengandalkan air dari sumur bor bantuan pihak swasta. Namun, sumber air tersebut kini mulai mengering.

“Air bersih susah setelah banjir bandang kemarin, sekarang kami ada air sumur bor dari bantuan. Tapi sekarang banyak yang mulai kering,” ucap Sunarti, Jumat (27/2/2026).

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, Sunarti harus menghemat penggunaan air yang ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 250 liter.

“Airnya udah payah, keluarnya,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami warga di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Zainudin, warga setempat, mengatakan banjir bandang yang meluluhlantakkan desanya turut menyebabkan krisis air bersih.

Sumber air dari sumur yang sebelumnya menjadi andalan warga kini mulai mengering. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.

“Kami dah habis air ini, krisis air,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Tim Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak. Bantuan dilakukan menggunakan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa titik.

Koordinator Tim Lazisnu Jatim, Ahmad Syaiful, mengatakan satu unit mobil tangki berkapasitas 21.000 liter dioperasikan hingga tiga kali pengiriman setiap hari.

Distribusi air bersih diprioritaskan ke lokasi-lokasi sentral seperti tandon air masjid, dapur umum, dan mushala yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh Tamiang.

“Masih banyak warga Aceh Tamiang yang kesulitan mendapat air bersih, untuk itu kami memprioritaskan pengiriman ke titik-titik sentral,” jelasnya.

Illiza Resmikan Tiga Unit Rumah Layak Huni untuk Mustahik di Syiah Kuala dalam Sehari

0
Illiza Resmikan Tiga Unit Rumah Layak Huni untuk Mustahik di Syiah Kuala. (Foto: for Nukilan)

NUKILANID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyerahkan bantuan tiga unit rumah layak huni kepada mustahik zakat di Kecamatan Syiah Kuala dalam satu hari, Kamis (26/02/2026).

Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Yusuf Al Qardhawy, menyampaikan bahwa pembangunan rumah layak huni tersebut berlokasi di Gampong Alue Naga dan Gampong Deah Raya. Program ini merupakan bagian dari upaya penyaluran zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Menurut Yusuf, Baitul Mal Kota Banda Aceh menargetkan pembangunan sebanyak 30 unit rumah layak huni. Hingga saat ini, empat unit di antaranya telah diresmikan selama bulan Ramadan.

“Sementara untuk program rumah rehab, sebanyak 27 unit juga akan dikerjakan dalam tahun ini,” kata Yusuf.

Ia juga meminta para mustahik penerima bantuan yang rumahnya belum rampung agar tetap bersabar menunggu proses pembangunan yang sedang berjalan.

“Mohon bersabar bagi yang belum selesai dibangun insyaallah dalam bulan ramadan ini tuntas semuanya, sekali lagi mohon sabar ya,” tambah Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berharap rumah yang diberikan dapat menjadi tempat tinggal yang membawa ketenangan dan keharmonisan bagi para penerima manfaat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh sehingga program bantuan sosial tersebut dapat terus berjalan.

“Terima kasih banyak kepada semua muzakki yang telah bayar zakat di Baitul Mal Banda Aceh,” tutupnya.

25 Pejabat Eselon II Resmi Dilantik, Mualem Lakukan Penyegaran Struktur Pemerintah Aceh

0
Mualem Lakukan Penyegaran Struktur Pemerintah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh dalam prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Jumat malam (27/2/2026).

Dilansir dari Nukilan.id, pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong sekaligus menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara.

Ia menyampaikan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan agar lebih responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Mualem juga meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) menjadikan visi dan misi Pemerintah Aceh sebagai arah kebijakan dan dasar kerja di setiap lini pemerintahan.

Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas serta daya saing sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan dan supremasi hukum, hingga pelestarian lingkungan hidup beserta ekosistemnya.

Ia turut menekankan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana melalui penanganan yang cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Seluruh aparatur sipil negara diingatkan untuk menjaga soliditas dan disiplin kerja, termasuk ketepatan waktu, kepatuhan terhadap regulasi, serta pencapaian target kinerja. Kepala SKPA juga diminta menjadi teladan dalam integritas dan komitmen kerja.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Adapun pejabat yang dilantik meliputi:

  • Ir. T. Robby Irza, S.SiT, M.T sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh

  • Dr. A. Murtala, M.Si sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh

  • Ir. Abdullah, ST, CFrA, CITA sebagai Inspektur Aceh

  • Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh

  • Dr. Ir. Zulkifli, M.Si sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh

  • Murthalamuddin, S.Pd, MSP sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh

  • Erwin Ferdinansyah, ST, MT sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh

  • Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin

  • drh. Safridhal sebagai Kepala Dinas Peternakan Aceh

  • Reza Ferdian, S.STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh

  • Reza Saputra, SSTP, M.Si sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh

  • Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh

  • Taufik, ST, M.Si sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh

  • Dr. Munawar, MA sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh

  • Asnawi, ST, M.S.M sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh

  • Safrizal, S.STP, M.Ec.Dev sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh

  • Budi Afrizal, SKM, MKM sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh

  • Bahrón Bakti, ST, MT sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh

  • Dr. Husnan, ST, MP sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama

  • Bob Mizwar, S.STP, M.Si sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh

  • Teuku Hendra Faisal, SE, M.Si sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUD dr. Zainoel Abidin

  • dr. Novita, Sp.JP(K) sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Zainoel Abidin

  • Zahrol Fajri, S.Ag, M.H sebagai Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh

  • Daniel Arca, A.Ks, M.Si sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh

  • M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.A.P sebagai Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh

Pelantikan digelar usai shalat tarawih dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, para asisten Sekda, staf ahli gubernur, kepala SKPA, kepala biro di lingkungan Setda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh.