Beranda blog Halaman 56

Residivis Kembali Beraksi, Pria di Banda Aceh Lima Kali Bobol Kotak Amal Masjid

0
Ilustrasi pencuri (Foto: Kumparan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Hukuman penjara rupanya tidak membuat SF (35), pria asal Pidie, jera. Ia kembali diamankan aparat kepolisian setelah diketahui berulang kali membobol kotak amal masjid di Banda Aceh, dengan total aksi mencapai lima kali.

Peristiwa itu terungkap ketika seorang warga bernama Mansyur memergoki gerak-gerik mencurigakan di Masjid Jamik Lueng Bata pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Saat dihampiri, SF kedapatan sedang mengambil uang dari dalam kotak amal menggunakan lidi panjang yang pada ujungnya telah diberi lem.

Mengetahui aksinya diketahui, pelaku langsung melarikan diri ke arah permukiman warga. Mansyur kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lueng Bata. Polisi yang menerima laporan segera melakukan pencarian.

“Sekira pukul 04.06 WIB, pelaku yang bersembunyi di dalam pekarangan rumah warga di Gampong Batoh berhasil diamankan,” kata Kapolsek Lueng Bata AKP Rizu Fahmi kepada wartawan.

Dalam pemeriksaan, SF mengakui telah lima kali melakukan pencurian uang kotak amal di Masjid Jamik Lueng Bata. Aksi pertama dilakukan pada Oktober 2025 dengan kerugian sekitar Rp1,5 juta. Selanjutnya, pada November 2025 pelaku dua kali beraksi dengan total uang yang diambil lebih dari Rp1,3 juta. Pada Desember 2025, ia kembali melakukan dua pencurian dengan jumlah kerugian mencapai lebih dari Rp2,6 juta.

Jika ditotal, kerugian yang dialami Badan Kemakmuran Masjid Jamik Lueng Bata mencapai sekitar Rp5,5 juta.

“SF merupakan residivis kasus pencurian kotak amal di Masjid Jamik Lueng Bata pada tahun 2025. Ia bebas dari Lembaga Pemasyarakatan pada tanggal 17 Agustus 2025 lalu,” jelas Fahmi.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu batang lidi panjang serta pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi. Saat ini, SF masih menjalani pemeriksaan di Polsek Lueng Bata.

“Tindak pidana yang terjadi ini dikategorikan dalam perkara pencurian dengan pemberatan (curat) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana,” ujar Fahmi.

Bank Aceh Gelar Gampong Ramadhan in Action 2026, Hadirkan Promo Belanja Rp1 di Banda Aceh

0
Pembukaan Gampong Ramadhan in Action 2026 Bank Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (1/3/2026). (FOTO: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dalam upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh menghadirkan kegiatan Gampong Ramadhan in Action 2026 yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan ini menawarkan berbagai program menarik, termasuk promo belanja hanya Rp1 bagi masyarakat.

Acara yang berlangsung pada 1–7 Maret 2026 tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadhan yang tidak hanya religius, tetapi juga memberikan hiburan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik,” kata Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, di Banda Aceh, Minggu.

Gampong Ramadhan in Action menghadirkan beragam program yang memadukan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam. Sebanyak 70 stan bazar UMKM turut meramaikan kegiatan ini dengan menawarkan produk kuliner dan fesyen dari pelaku usaha binaan dengan harga terjangkau.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti talkshow interaktif mengenai edukasi keuangan syariah yang menghadirkan narasumber dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan lain yang turut memeriahkan acara antara lain fashion street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal, pameran artefak Islam dan mushaf Al-Qur’an, serta lomba kaligrafi tingkat nasional.

Tidak hanya berfokus pada hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan program sosial melalui Bank Aceh Ramadhan Berbagi, seperti tadarus bersama dan kegiatan sosial guna mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Fadhil menambahkan, pengunjung dapat menikmati berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile. Melalui fitur QRIS, masyarakat cukup melakukan transaksi senilai Rp1 untuk memperoleh voucher belanja Rp10.000 di merchant tertentu.

Selain itu, tersedia pula program racing merchant dan transaksi dengan total hadiah belasan juta rupiah bagi merchant serta pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

Bank Aceh berharap kegiatan ini dapat menjadikan Ramadhan lebih bermakna sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang serta menghadirkan hiburan edukatif bagi masyarakat.

“Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” demikian Fadhil Ilyas.

Jadwal Imsak dan Subuh di Banda Aceh dan Sekitarnya, Senin 2 Maret 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Puasa Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki hari ke-12 pada Senin (2/3/2026). Menjelang waktu berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan jadwal imsak dan salat Subuh agar tidak melewatkan waktu sahur.

Bagi masyarakat di Kota Banda Aceh serta kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, berikut Nukilan.id sajikan jadwal imsak dan Subuh 2 Maret 2026:

Kota Banda Aceh
Imsak 05.25 WIB
Subuh 05.35 WIB

Kabupaten Aceh Barat
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Bireuen
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Pidie
Imsak 05.23 WIB
Subuh 05.33 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Simeulue
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kota Langsa
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kota Lhokseumawe
Imsak 05.18 WIB
Subuh 05.28 WIB

Kota Sabang
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kota Subulussalam
Imsak 05.13 WIB
Subuh 05.23 WIB

Jadwal ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk mempersiapkan sahur serta menjalankan ibadah puasa tepat waktu selama Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Resmi Lantik Erwin Ferdinansyah Pimpin Dinas Pengairan, Fokus Percepatan Penanganan Banjir

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Erwin Ferdinansyah, ST, MT resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, pada Jumat (27/2) di Anjong Mon Mata. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi Pemerintah Aceh untuk memperkuat kinerja sektor strategis, khususnya pengelolaan sumber daya air di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Pengangkatan tersebut dinilai memiliki arti penting mengingat dalam beberapa bulan terakhir berbagai daerah di Aceh dilanda banjir dan longsor yang berdampak pada infrastruktur pengairan, permukiman warga, serta lahan pertanian. Pemerintah Aceh menempatkan sektor pengairan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Erwin Ferdinansyah merupakan alumnus Universitas Trisakti yang mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Aceh. Dalam perjalanan karier birokrasi, ia pernah bertugas sebagai staf di Dinas Pertambangan Aceh (kini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh). Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Bidang pada Dinas Permukiman Aceh serta Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Di lingkungan Dinas Pengairan Aceh, Erwin bukan figur baru. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sungai, Danau, dan Waduk, sehingga memiliki pengalaman teknis terkait tata kelola sumber daya air. Kepercayaan pimpinan daerah terhadap kapasitasnya terlihat saat ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengairan Aceh pada 10 Oktober 2025 sebelum akhirnya dilantik secara definitif pada 27 Februari 2026.

Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi bekal dalam memimpin perangkat daerah yang memiliki peran vital dalam pengelolaan air, mulai dari pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi, pengendalian banjir, pembangunan serta pemeliharaan embung dan waduk, hingga konservasi daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan.

Pelantikan Kepala Dinas Pengairan Aceh bersama 25 pejabat eselon II lainnya dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan visi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakkir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur dasar dan ketahanan lingkungan sebagai prioritas utama lima tahun mendatang.

Dalam arahannya, Gubernur Aceh meminta para pejabat yang baru dilantik segera bekerja secara profesional, serius, dan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat serta penguatan sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi pembangunan daerah.

Tantangan yang dihadapi Dinas Pengairan Aceh saat ini tergolong besar. Tercatat sebanyak 51 sungai mengalami kerusakan, mulai dari tanggul jebol, erosi tebing, hingga sedimentasi berat. Selain itu, sebanyak 369 daerah irigasi terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, 20 embung dilaporkan rusak, serta abrasi pantai mencapai hampir 38 kilometer di sejumlah kawasan pesisir. Kondisi tersebut menunjukkan luasnya cakupan pekerjaan sekaligus urgensi penanganan yang harus segera dilakukan.

Menurut Erwin, kerusakan tanggul dan tebing sungai tidak hanya dipicu penyempitan alur sungai, tetapi juga tingginya debit air saat hujan ekstrem serta hantaman material kayu dan sedimen dari wilayah hulu. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir.

Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana melalui kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, maupun para pemangku kepentingan lainnya. Program normalisasi sungai, penguatan tanggul, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta pengawasan kawasan DAS menjadi agenda prioritas yang akan dipercepat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, mitigasi jangka panjang juga menjadi perhatian utama. Upaya konservasi hutan di wilayah hulu, pengendalian alih fungsi lahan, serta edukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan dinilai sebagai bagian penting untuk menekan risiko bencana di masa depan.

Dengan pengalaman teknis dan birokrasi yang dimilikinya, Erwin Ferdinansyah diharapkan mampu mengonsolidasikan jajaran Dinas Pengairan Aceh guna meningkatkan kinerja organisasi, mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak, serta mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kepemimpinannya diharapkan memperkuat fondasi pembangunan Aceh yang berkelanjutan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem pengairan yang tangguh dan andal.

Jadwal Buka Puasa di Banda Aceh dan Seluruh Aceh, 1 Maret 2026

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Muslim di Aceh mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Minggu, 1 Maret 2026. Waktu berbuka puasa ditandai dengan berkumandangnya azan Magrib, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya serta tarawih pada malam hari.

Perbedaan kondisi geografis di setiap wilayah menyebabkan jadwal Magrib dan Isya di Aceh tidak berlangsung pada waktu yang sama. Karena itu, masyarakat diimbau menyesuaikan waktu berbuka sesuai dengan kabupaten dan kota masing-masing.

Sebagaimana dijelaskan dalam jadwal ibadah Ramadan, waktu berbuka puasa ditandai masuknya waktu Magrib di masing-masing daerah.

Daftar Waktu Magrib dan Isya Kabupaten/Kota di Aceh

Berikut Nukilan.id sajikan jadwal waktu Magrib (buka puasa) dan Isya di seluruh kabupaten/kota di Aceh pada Minggu, 1 Maret 2026:

Kabupaten Aceh Barat

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya

Magrib 18.50 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Besar

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.02 WIB

Kabupaten Aceh Jaya

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Selatan

Magrib 18.48 WIB
Isya 19.57 WIB

Kabupaten Aceh Singkil

Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang

Magrib 18.44 WIB
Isya 19.53 WIB

Kabupaten Aceh Tengah

Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara

Magrib 18.46 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Timur

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Utara

Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Bener Meriah

Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Bireuen

Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Gayo Lues

Magrib 18.51 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Nagan Raya

Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Pidie

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Pidie Jaya

Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Simeulue

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kota Banda Aceh

Magrib 18.55 WIB
Isya 20.03 WIB

Kota Langsa

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.53 WIB

Kota Lhokseumawe

Magrib 18.48 WIB
Isya 19.56 WIB

Kota Sabang

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kota Subulussalam

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Cara Mengecek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Lain

Masyarakat dapat menyesuaikan jadwal ibadah Ramadan dengan merujuk pada jadwal resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau lembaga keagamaan setempat. Penyesuaian lokasi penting dilakukan agar waktu berbuka dan salat sesuai dengan posisi geografis masing-masing daerah.

Kesimpulan

Perbedaan letak wilayah membuat waktu berbuka puasa di Aceh tidak seragam. Karena itu, umat Muslim diharapkan memperhatikan jadwal resmi sesuai daerahnya agar pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan tepat waktu. (XRQ)

Reporter: Akil

Pendaftaran Mudik Gratis Aceh 2026 Resmi Dibuka 3 Maret, Warga Diminta Segera Lengkapi Persyaratan

0
Ilustrasi mudik. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat yang berencana pulang kampung pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini agar mulai menyiapkan dokumen dan persyaratan administrasi. Hal tersebut menyusul dibukanya pendaftaran Program Mudik Gratis Tahun 2026 dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST., MT., menyampaikan bahwa pendaftaran program mudik gratis akan mulai dibuka pada 3 Maret 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi www.seulamat.dishubaceh.com.

“Kami mengajak masyarakat yang hendak memanfaatkan program mudik gratis agar segera menyiapkan dokumen yang diperlukan dan terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Aceh. Cara mendaftarnya cukup mudah,” ujar T. Faisal di Banda Aceh, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, program mudik gratis tahun ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai bentuk upaya pemerintah menghadirkan layanan transportasi yang aman serta terjangkau bagi masyarakat, terutama pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Adapun rute perjalanan yang disiapkan mencakup keberangkatan dari Banda Aceh menuju berbagai daerah di Aceh, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, hingga Medan.

Bagi masyarakat yang telah mendaftar, registrasi ulang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026. Sementara itu, keberangkatan peserta direncanakan pada 15, 16, dan 17 Maret 2026 dari Depo Trans Koetaradja Banda Aceh.

Dalam ketentuannya, calon peserta wajib menyiapkan KTP untuk peserta dewasa, serta Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga bagi peserta anak-anak. Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu rute perjalanan, dengan maksimal enam orang anggota keluarga atau kerabat dalam satu pendaftaran.

Tiket perjalanan akan diterbitkan sesuai nama pendaftar beserta anggota yang didaftarkan, dan petugas akan melakukan verifikasi saat keberangkatan. Pemerintah Aceh juga menegaskan larangan praktik jual beli tiket. Peserta yang membatalkan keberangkatan tanpa konfirmasi akan dikenakan sanksi berupa pemblokiran dari program mudik gratis.

Prodi Ilmu Administrasi Negara UTU Raih Akreditasi Unggul, Pertama di Aceh

0
Sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) berfoto bersama pada kegiatan re-akreditasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU di Aceh Barat, Senin (19/2/2026). (Foto: Dok Prodi IAN FISIP UTU)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh jenjang sarjana berhasil meraih akreditasi unggul, yang menjadi capaian pertama untuk program studi serupa di Provinsi Aceh.

Ketua Prodi IAN FISIP UTU, Nodi Marefanda, di Banda Aceh, Minggu, mengatakan predikat tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Akreditasi unggul jenjang sarjana ini merupakan keberhasilan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, Akreditasi unggul untuk program studi ilmu administrasi negara jenjang sarjana ini yang pertama di Aceh,” katanya.

Menurutnya, akreditasi unggul tidak sekadar status administratif, tetapi menjadi pengakuan terhadap kualitas tata kelola program studi, mutu dosen, kurikulum berbasis kompetensi, produktivitas penelitian, serta kontribusi kepada masyarakat.

Ia menambahkan, Prodi IAN UTU terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik melalui pendidikan yang adaptif terhadap tantangan era digital dan reformasi birokrasi.

Hasil akreditasi tersebut diumumkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (Lamspak) pada 25 Februari 2026 setelah melalui rangkaian proses administrasi dan asesmen lapangan.

“Penantian terhadap hasil akreditasi unggul ini memakan waktu lebih dari sebulan karena nilai asesmen yang dikumpulkan di lapangan dibawa kembali oleh para asesor untuk dibahas, diputuskan, dan ditetapkan secara resmi Lamspak,” kata Nodi Marefanda.

Dekan FISIP UTU, Basri MH, menyebut capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi fakultasnya dalam meningkatkan daya saing nasional.

“Predikat Unggul ini adalah bukti bahwa FISIP UTU mampu bersaing secara nasional. Kami akan terus memperkuat budaya mutu, kolaborasi riset, dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta lembaga nasional,” kata Basri.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof Ishak, turut mengapresiasi keberhasilan tersebut dan menyebutnya sebagai kebanggaan bagi kampus dan masyarakat Aceh.

“Ini kebanggaan bagi Universitas Teuku Umar dan masyarakat Aceh. Akreditasi Unggul menunjukkan bahwa UTU mampu menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional,” kata Prof Ishak.

Ia menambahkan, capaian ini diharapkan memperkuat komitmen Prodi Ilmu Administrasi Negara dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UTU sebagai perguruan tinggi negeri unggulan di Aceh.

Keberhasilan tersebut juga menegaskan posisi UTU sebagai perguruan tinggi negeri yang terus menunjukkan peningkatan mutu secara konsisten di kawasan barat selatan Aceh.

Media Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas Usai Serangan Udara AS–Israel

0
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Bloomberg)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang memimpin Republik Islam selama lebih dari tiga dekade di tengah ketegangan berkepanjangan dengan Barat, dilaporkan tewas pada Sabtu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran. Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Media Iran pada Minggu mengonfirmasi kematian tersebut. Dalam laporan resmi disebutkan bahwa Khamenei tewas di kompleks kantornya dan pemerintah akan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi kabar tersebut melalui media sosial. Ia menulis, “Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan gerombolan preman haus darahnya.”

Kematian Khamenei menandai berakhirnya satu periode penting dalam sejarah modern Iran. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai arah politik negara tersebut maupun siapa sosok yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.

Tokoh Revolusi 1979

Khamenei merupakan ulama senior yang muncul dari gerakan religius anti-imperialis yang menggulingkan monarki Iran dalam Revolusi Islam 1979. Dengan penampilan khas janggut putih, sorban hitam, dan jubah ulama, ia dikenal sebagai figur religius konservatif yang jarang meninggalkan Iran selama menjabat.

Sepanjang kepemimpinannya, ia menggunakan kewenangan politik dan keagamaan untuk menekan berbagai gelombang protes terhadap sistem Republik Islam. Sikap kerasnya terhadap tuntutan hak perempuan dan kebebasan sipil memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tidak ragu menggunakan kekuatan negara demi mempertahankan kekuasaan.

Khamenei menempatkan Iran sebagai musuh utama Israel dan penentang keras pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah. Ketidakpercayaannya terhadap Washington berakar pada sejarah campur tangan AS dalam politik Iran serta dukungan Amerika terhadap rezim monarki yang pernah memenjarakannya. Ia berulang kali menyerukan kehancuran Israel dan menyebut negara tersebut sebagai “tumor kanker” di kawasan.

Ideologi dan Konsep Jihad

Menurut Mehdi Khalaji dari Washington Institute for Near East Policy, Khamenei berperan penting dalam menjadikan konsep jihad sebagai fondasi ideologi negara Iran modern. Ia disebut berupaya menjadikan perjuangan berbasis iman melawan Barat—terutama Amerika Serikat—sebagai elemen utama sistem politik Republik Islam.

Sejak menggantikan Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei memperkuat posisi institusi keagamaan garis keras serta militer, kerap berseberangan dengan aspirasi publik yang menginginkan reformasi dan hubungan lebih terbuka dengan Barat.

Gelombang protes nasional, termasuk demonstrasi besar pada 2022 setelah kematian seorang perempuan muda dalam tahanan polisi moral, ditanggapi dengan tindakan represif melalui aparat keamanan dan eksekusi yudisial. Kelompok hak asasi manusia mencatat ribuan korban tewas dalam berbagai aksi penindasan tersebut.

Pengaruh Regional Iran

Pengaruh Khamenei melampaui batas negara Iran. Ia mengawasi ekspansi Korps Garda Revolusi Islam yang menjadi kekuatan militer utama sekaligus alat proyeksi kekuatan Iran di luar negeri. Organisasi tersebut juga mengembangkan jaringan bisnis luas yang disebut mencakup hingga 40 persen ekonomi Iran.

Di bawah kepemimpinannya, Iran membangun jaringan sekutu negara maupun kelompok non-negara di Timur Tengah sebagai penyeimbang terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat. Pengaruh Teheran meluas ke Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, dan Gaza melalui dukungan milisi serta perang proksi.

Iran juga memberikan dukungan kepada Hamas sebagai bagian dari posisinya membela Palestina. Namun dinamika kawasan berubah setelah konflik besar yang pecah sejak Oktober 2023, yang melemahkan jaringan aliansi regional Iran.

Program Nuklir dan Konflik dengan Barat

Meski berulang kali menyatakan Iran tidak berniat memiliki senjata nuklir, Khamenei tetap mengawasi pengembangan program nuklir yang lama dicurigai Barat memiliki dimensi militer. Kesepakatan nuklir tahun 2015 kemudian runtuh setelah Amerika Serikat menarik diri pada 2018 di bawah pemerintahan Trump.

Krisis ekonomi yang memburuk turut memicu pemberontakan nasional pada Desember 2025 akibat anjloknya nilai mata uang dan melonjaknya harga kebutuhan pokok. Aparat keamanan dilaporkan menewaskan ribuan demonstran dan melakukan penangkapan massal. Dalam pernyataannya saat itu, Khamenei menyatakan bahwa “para perusuh harus ditempatkan pada tempatnya.”

Perjalanan Hidup

Khamenei lahir pada 17 Juli 1939 di Mashhad. Pada usia 19 tahun, ia pindah ke Qom untuk belajar agama di bawah bimbingan Khomeini. Ia aktif dalam gerakan bawah tanah menentang Shah Iran dan beberapa kali ditangkap serta diasingkan.

Setelah Revolusi Islam, ia diangkat sebagai imam salat Jumat di Teheran. Sebuah percobaan pembunuhan membuat tangan kanannya lumpuh, namun beberapa bulan kemudian ia terpilih menjadi presiden Iran.

Meski dikenal konservatif, pada awal kariernya ia digambarkan sebagai ulama yang lembut, pecinta sastra, dan memiliki enam anak.

Ketika Khomeini wafat pada 1989, Khamenei bukan kandidat paling kuat karena tingkat keilmuannya belum memenuhi syarat konstitusi sebagai ayatollah. Namun melalui amandemen konstitusi, ia akhirnya diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Sepanjang masa pemerintahannya, beberapa presiden moderat sempat terpilih, tetapi ruang reformasi tetap terbatas. Gelombang protes besar pada 2009 dan 2019 ditumpas keras, sementara pada 2020 ia melarang penggunaan vaksin buatan AS dan Eropa selama pandemi Covid-19.

Pada tahun yang sama, setelah Garda Revolusi mengakui menembak jatuh pesawat Ukraina, Khamenei dalam khotbah langka membela militer Iran, menegaskan loyalitasnya kepada aparat keamanan di tengah kritik publik.

BlindVision, Inovasi Tongkat Pintar Karya Mahasiswa USK Bantu Mobilitas Aman Siswa Tunanetra

0
BlindVision, Inovasi Tongkat Pintar Karya Mahasiswa USK Bantu Mobilitas Aman Siswa Tunanetra. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Suasana aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh tampak berbeda pada Jumat pagi. Antusiasme dan rasa penasaran para siswa tunanetra terlihat ketika Tim Yareuu dari Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan BlindVision, sebuah tongkat pintar berbasis Arduino yang dirancang untuk membantu mobilitas lebih aman dan mandiri bagi penyandang disabilitas netra.

Amatan Nukilan.id, kegiatan tersebut berlangsung dalam Sosialisasi Implementasi Program The 6th Innovillage 2025, yang menjadi bagian penting perjalanan inovasi sosial yang dikembangkan tim mahasiswa USK tersebut.

Dosen Pembimbing Tim Yareuu, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa keterlibatan tim bermula dari Program Innovillage, yakni program kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada pengembangan inovasi sosial berbasis teknologi digital.

“Dari ratusan tim yang pitching, kini 180 tim dari seluruh kampus di Indonesia resmi didanai dan siap masuk tahap implementasi Innovillage 6th, dan Tim Yareuu adalah salah satunya,” ungkap Febi.

Ia menambahkan, setiap tahun Innovillage mendorong peserta mengembangkan inovasi dalam lima fokus utama, yakni lingkungan, kesehatan, pangan, UMKM dan perempuan, serta disabilitas. Tema inklusi yang diangkat Tim Yareuu kemudian membawa mereka bermitra dengan SLB Negeri Banda Aceh.

Menurut Febi, proses pengembangan inovasi tidak langsung dimulai dari laboratorium, melainkan dari pendekatan sosial. Sejak November 2025, tim melakukan observasi lapangan, presentasi, monitoring, hingga sosialisasi dan implementasi program. Mereka melakukan wawancara langsung dengan tujuh siswa tunanetra dan guru untuk memahami tantangan mobilitas sehari-hari.

Dari hasil observasi tersebut, tim menemukan berbagai hambatan yang kerap dihadapi siswa, mulai dari rintangan di depan, benda setinggi lutut, hingga genangan air yang sulit terdeteksi menggunakan tongkat konvensional. Dari kebutuhan itulah kemudian lahir BlindVision.

Ketua tim, Frans Ryan Situmorang, bersama anggota tim Ohi Dermawan T. dan Najwa Fajrina Latisi, mahasiswa Teknik Pertambangan USK, menjelaskan bahwa BlindVision merupakan tongkat pintar berbasis Arduino yang mampu mendeteksi rintangan secara real-time dan memberikan peringatan melalui getaran serta suara.

“BlindVision dirancang sebagai solusi mobilitas yang lebih aman dan adaptif. Teknologinya terjangkau, mudah dirakit, serta bersifat open-source sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut. Kami juga menghadirkan sistem peringatan multi-indra—vibrasi dan audio—agar pengguna mendapatkan informasi lebih jelas,” terang Frans.

Tongkat pintar tersebut dilengkapi sensor pada kotak utama yang mampu mendeteksi objek di bagian depan dengan jarak 10–40 sentimeter, sisi kanan 10–40 sentimeter, serta sisi kiri 10–50 sentimeter. Ketika rintangan terdeteksi, pengguna akan menerima peringatan berupa getaran dan audio. Alat ini juga memiliki fitur bantuan dan alarm suara apabila tongkat terjatuh.

Berbeda dengan tongkat konvensional yang mengandalkan sentuhan fisik, BlindVision memungkinkan pengguna mengetahui keberadaan rintangan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk merespons dengan lebih aman.

Dalam sesi praktik, tim memperagakan langsung cara kerja alat di hadapan siswa. Saat sensor mendeteksi kursi di depan, tongkat secara otomatis bergetar dan mengeluarkan suara peringatan. Sejumlah siswa dan guru pendamping kemudian mencoba alat tersebut secara langsung dan merasakan fungsi getaran sebagai penunjuk arah langkah.

Kepala SLB Negeri Banda Aceh, Nurlina, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inovasi yang diperkenalkan kepada para siswa. Menurutnya, BlindVision tidak hanya menjadi alat bantu mobilitas, tetapi juga media pembelajaran teknologi yang mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra.

Bagi Tim Yareuu, inovasi ini bukan sekadar proyek kompetisi, melainkan wujud komitmen menghadirkan teknologi yang inklusif bagi semua kalangan. Dalam sesi penutup kegiatan, Febi menegaskan pentingnya teknologi yang dapat diakses oleh semua orang.

“Teknologi tidak hanya milik mereka yang mampu melihat, tetapi juga hadir untuk mereka yang ingin melangkah lebih jauh tanpa rasa takut.”

Mengusung tagline “Langkah Pasti, Tanpa Ragu. Mobilitas Aman untuk Tunanetra,” BlindVision menjadi contoh kolaborasi antara kampus, industri, dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan solusi nyata bagi penyandang disabilitas.

Bagi para siswa yang mencoba tongkat pintar tersebut, pengalaman di aula SLB Negeri Banda Aceh pagi itu menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi. Inovasi tersebut menghadirkan harapan baru menuju kemandirian—langkah pasti tanpa ragu. (XRQ)

BI Tukar Uang Rusak Korban Banjir di Aceh Hingga Rp 300 Juta

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media di Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh telah menerima dan menukar uang rusak milik masyarakat korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Total uang rusak yang ditukarkan diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebutkan angka tersebut masih bersifat estimasi karena proses penghitungan belum sepenuhnya rampung dan pihaknya juga masih menerima penukaran uang rupiah tidak layak edar (UTLE) ini.

“Kami telah menerima dan menukar uang rusak sekitar Rp300 juta. Angka pastinya belum kami hitung, tapi perkiraan yang sudah menukar sekitar segitu,” ujar Agus kepada awak media, termasuk Nukilan di Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pihak yang memanfaatkan layanan penukaran ini tidak hanya masyarakat umum dari 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir, tetapi juga perbankan yang turut mengalami kerusakan akibat bencana.

Proses penukaran dilakukan secara transparan sesuai regulasi Bank Indonesia, mencakup verifikasi fisik uang dan pencatatan identitas pemilik.

Agus juga mengingatkan masyarakat agar membersihkan terlebih dahulu uang yang akan ditukarkan sebelum dibawa ke kantor BI, sehingga kondisi fisik dan nominal uang dapat terbaca dengan jelas.

“Jangan pula uang rusak terbalut lumpur dibawa untuk ditukar. Harus dibersihkan terlebih dahulu agar terlihat bentuk dan nominal uangnya,” pungkasnya.

Layanan penukaran uang tidak layak edar ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mengembalikan hak finansial masyarakat penyintas banjir di Aceh.

Reporter: Rezi