Beranda blog Halaman 553

UPTD Statistik Aceh Berikan Bimbingan Literasi Keuangan untuk Mahasiswa MBKM Statistik MIPA USK

0
UPTD Statistik Aceh Berikan Bimbingan Literasi Keuangan untuk Mahasiswa MBKM Statistik MIPA USK. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 20 mahasiswa dari Jurusan Statistik MIPA Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti bimbingan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh UPTD Statistik Aceh. Kegiatan ini berlangsung pada 10 Februari 2025 di Ruang Command Centre UPTD Statistik Aceh dan merupakan bagian dari pembekalan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berlangsung hingga Mei 2025.

Materi literasi keuangan dan adaptasi dunia kerja disampaikan oleh Nizarli, seorang tokoh penggiat ekonomi Aceh sekaligus Analis Pengembangan SDM di Pemerintah Aceh. Dalam sesi tersebut, Nizarli menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

“Selain memahami literasi keuangan, mahasiswa juga perlu mendapatkan sosialisasi kewirausahaan yang bisa melahirkan technopreneur inovatif yang siap berkontribusi pada ekonomi daerah,” ujarnya.

Kepala UPTD Statistik, Sayid Azhari, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa bimbingan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi yang diperlukan di dunia kerja.

“Melalui pembekalan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga dapat mengatasi tantangan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” jelas Sayid.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasi Statistik Sektoral UPTD Statistik, Gita Mahardhika, beserta staf lainnya. Diharapkan, melalui program MBKM yang didukung oleh Diskominsa Aceh, mahasiswa dapat berkembang menjadi profesional yang kompeten dan berdedikasi dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Editor: Akil

Usai Dilantik, Muzakir Manaf Langsung Cabut Aturan QR Code BBM di Aceh

0
Muzakir Manaf-Fadhlullah saat menyampaikan pidato perdananya. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030 pada Rabu (12/2/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, disaksikan oleh pejabat negara, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai elemen.

Pantauan Nukilan.id dari Kanal Youtube DPR Aceh, Mualem dalam pidato perdananya menegaskan komitmennya untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Aceh. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh rakyat Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Fadhlullah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Aceh yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami,” ujar Mualem.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif agar roda pemerintahan berjalan optimal.

“Agar rakyat Aceh aman dan damai,” tambahnya.

Di luar dugaan, Mualem membuat pernyataan mengejutkan saat memberikan sambutan. Ia mengumumkan pencabutan sistem QR Code untuk pengisian BBM di seluruh SPBU di Aceh, yang selama ini diwajibkan bagi pengguna Bio Solar dan Pertalite subsidi.

“Yang perlu digarisbawahi adalah, karena sesuai dengan sumpah tadi, kami ingin mensejahterakan rakyat, menyenangkan rakyat, bukan menyusahkan rakyat. PR hari ini, semua SPBU di Aceh tidak ada lagi istilah barcode. Mohon digarisbawahi,” tegasnya.

Mualem menilai sistem tersebut justru menyulitkan masyarakat. Menurutnya, kebijakan QR Code kerap menimbulkan keluhan di lapangan, bahkan memicu ketegangan. “Selama ini, dengan adanya sistem QR Code untuk memperoleh BBM, ada sebagian masyarakat yang marah bahkan ingin membakar SPBU,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia mengambil keputusan untuk menghapus aturan tersebut. “Maka saya ambil kesimpulan untuk menghapuskan semua barcode yang ada di SPBU di Aceh,” lanjutnya.

Mualem menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, hubungan dengan pemerintah pusat akan tetap dijaga dengan baik demi kepentingan rakyat Aceh.

Kebijakan ini sontak menjadi sorotan dan menuai beragam respons dari berbagai pihak. Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem dan Fadhlullah kini dihadapkan pada tantangan untuk merealisasikan janji-janji mereka, termasuk kebijakan BBM yang baru saja diumumkan. (XRQ)

Reporter: Akil

Jusuf Kalla Lantik Pengurus DMI Aceh, Kakanwil Kemenag Bacakan Doa

0
Jusuf Kalla Lantik Pengurus DMI Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Dr. H. M. Jusuf Kalla, resmi melantik Pengurus Wilayah DMI Aceh dalam sebuah acara yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Selasa malam, 11 Februari 2025.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., yang mendapat kehormatan untuk membacakan doa dalam rangkaian acara tersebut.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Kakanwil Kemenag Aceh dan Jusuf Kalla, yang merupakan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12. Selain itu, hadir pula Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam rombongan Jusuf Kalla, tampak beberapa figur nasional, di antaranya Prof. H. Hamid Awaluddin, S.H., LL.M., M.A., Ph.D., Dr. H. Sofyan Jalil, S.H., M.A., MALD., Dr. Sudirman Said, S.E., serta sejumlah stafnya yang tiba di Banda Aceh menggunakan jet pribadi Phenom.

Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan komitmen DMI dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa, termasuk Aceh. Ia menekankan peran penting masjid sebagai pusat ibadah sekaligus sarana persatuan umat.

“Kita harus terus memakmurkan masjid. Ada tiga hal yang harus ada dalam siklus masjid, yaitu masjid harus ada, pengurus masjid, dan jamaah masjid,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak agar dakwah di masjid tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga aspek muamalah yang berhubungan dengan kehidupan sosial dan ekonomi umat.

Jusuf Kalla juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar bagi umat Islam di Indonesia. Ia menilai, masjid harus mengambil peran lebih aktif dalam mengatasinya, salah satunya melalui optimalisasi pengelolaan zakat dan sumber daya lainnya.

Sementara itu, Ketua DMI Aceh, Tgk. Fachruddin Lahmuddin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen membangun bangsa dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

“DMI menyadari problematika umat Islam Indonesia, yaitu kemiskinan yang sangat menonjol. Masjid harus berperan dalam mengatasi kemiskinan tersebut dengan optimalisasi zakat dan lainnya,” tuturnya.

Didampingi Humas DMI Aceh, Dr. H. Bustamam Ali, M.Pd., Fachruddin juga turut menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), yang berlangsung pada Rabu pagi, 12 Februari 2025. Usai acara, rombongan DMI Aceh langsung bertolak kembali ke Jakarta.

Editor: AKil

Haji Uma Apresiasi Pelantikan Gubernur Aceh Lebih Cepat dari Daerah Lain

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah pusat akan melantik pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030 lebih cepat dibanding kepala daerah lain di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dijadwalkan melantik pasangan tersebut pada Rabu, 12 Februari 2025, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dengan disaksikan Ketua Mahkamah Syariah Aceh. Keputusan ini merujuk pada Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Sementara itu, pelantikan kepala daerah lain hasil Pilkada Serentak 2024, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, baru akan digelar secara serentak pada 20 Februari 2025 di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi kebijakan ini, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat. Menurutnya, percepatan pelantikan tersebut mencerminkan penghormatan terhadap status kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam UU Pemerintah Aceh.

“Keputusan tersebut merupakan indikasi dan menunjukkan jika pemerintah pusat menghargai kekhususan Aceh sesuai yang diatur dalam Pasal 69 huruf c UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh yang berlaku lex specialist,” ujar Haji Uma.

Lebih lanjut, ia menilai keputusan ini sebagai sinyal positif bagi hubungan Aceh dan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto.

“Tentunya ini modal positif hubungan Aceh dengan Pemerintah Pusat di masa jabatan Mualem – Dek Fadh dalam konteks realisasi pembangunan dan kekhususan Aceh ke depannya,” tambahnya.

Haji Uma juga menekankan bahwa percepatan pelantikan ini tidak lepas dari pendekatan politik yang dilakukan Muzakir Manaf dan Fadhlullah kepada pemerintah pusat demi menjaga keberlanjutan kekhususan Aceh dalam berbagai aspek pembangunan.

Editor: Akil

Upgrade Sistem BSI Rampung, Layanan E-Channel Kembali Normal

0
Gedung Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jalan Tgk. Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Iklan – Sistem IT di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) saat ini telah memasuki fase stabilisasi setelah selesainya proses upgrade, sehingga seluruh layanan e-channel perseroan kembali normal dan dapat diakses dengan lancar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar. Menurutnya, upgrade sistem IT merupakan bagian dari proses pemeliharaan berkelanjutan. Apa lagi saat ini nasabah BSI terus bertumbuh dan telah melebihi angka 21 juta. Setelah proses tersebut selesai, sistem IT memasuki fase stabilisasi sehingga layanan perbankan melalui e-channel normal kembali dengan akses seperti sedia kala.

“Dalam proses tersebut kami memahami bahwa nasabah mengalami kendala dalam mengakses layanan BSI. Kendati demikian kami melalui tim IT BSI secara intens melakukan normalisasi layanan agar masyarakat dapat mengakses layanan terbaik dengan lancar,” tutur Wisnu.

Oleh karena itu, lanjut Wisnu, BSI meminta maaf atas ketidaknyamanan selama proses tersebut. Perseroan sangat mengapresiasi kesabaran serta pengertian masyarakat atas kendala yang timbul saat proses upgrade sistem dilakukan.

“BSI selalu menjaga komitmennya untuk memberikan layanan keuangan dan perbankan syariah terbaik untuk bangsa Indonesia. Dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain Wisnu pun menegaskan BSI memastikan kepada nasabah dan stakeholders bahwa data dan dana nasabah perseroan yang mencapai 21 juta lebih berada dalam kondisi baik dan aman. Perseroan terus melakukan mitigasi atas segala kemungkinan yang terjadi agar data dan dana nasabah selalu aman.

Sementara itu, BSI mencatat shifting transaksi e-channel mencapai 98,03% per akhir Desember 2024. Sisanya masih menggunakan layanan transaksi teller di cabang. Adapun jumlah transaksi melalui e-channel mencapai 851 juta transaksi dengan volume sebesar Rp956 triliun pada akhir 2024 lalu.

BSI berkomitmen untuk terus memperkuat pertahanan keamanan siber perbankan, dan senantiasa mengimbau nasabah agar tetap waspada dan berhati-hati atas segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Syariah Indonesia.

“Seiring pesatnya perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah untuk produk keuangan digital, BSI menyadari adanya peningkatan risiko keamanan siber. Oleh sebab itu BSI menerapkan dan senantiasa meningkatkan cyber security yang sejalan dengan ketentuan regulator,” katanya menegaskan.

Dalam perkembangannya BSI bahkan konsisten memperluas kemaslahatan. Di antara contohnya adalah dukungan BSI terhadap UMKM tmelalui program talenta wirausaha BSI, Aceh Muslim Preneur, dan pembentukan UMKM Center.

Tahun 2024 jumlah peserta talenta wirausaha BSI dan Aceh Muslim Preneur meningkat dibanding tahun 2023. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi di masyarakat luas. UMKM Center BSI tersebar di 4 kota besar di Indonesia, yang terdiri dari Aceh terdapat 2.146 nasabah binaan, Yogyakarta 1.015 nasabah binaan, Surabaya 899 nasabah binaan, dan Makassar 418 nasabah binaan. Adapun total pembiayaan UMKM BSI sebesar Rp52,4 triliun dengan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial atau RPIM BSI sebesar Rp97,8 triliun.

BSI juga berkomitmen untuk terus mendukung sustainable financing, Hingga Desember 2024 portofolionya mencapai Rp66,5 triliun atau tumbuh 15,2% secara tahunan dengan komposisi green financing Rp14,1 triliun dan social financing Rp52,4 triliun. BSI juga mendukung low carbon ekonomi dalam operasional bisnis. Antara lain operasional low carbon dengan pembangunan green building landmark BSI Aceh, penggunaan electric vehicle, motor listrik dan panel surya.

Kemudian BSI dapat menghimpun total zakat sejak 2021 hingga tahun 2024 mencapai Rp787 miliar. Terdiri dari zakat perusahaan sebesar Rp665 miliar dan zakat pegawai Rp122 miliar.

“Semoga ke depan BSI dapat terus memberikan kebermanfaatan yang lebih besar bagi negara dan umat” pungkasnya.

Editor: Akil

DPRA Lantik Muzakir Manaf dan Fadhlullah Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2025-2030

0
Pelantikan Muzakir Manaf dan Fadhlullah Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2025-2030. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030 di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Rabu (12/2/2025).

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRA Zulfadhli, A.Md yang bertindak sebagai pimpinan sidang, didampingi oleh Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad dan Salihin, SH.

Pelantikan Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13/P Tahun 2025, dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Takdir Feriza Hasan, S.Pd.I. Ia juga memimpin pembacaan Shalawat Badar sebelum seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Himne Aceh “Aceh Mulia” yang dipandu oleh Putroe Nurul Syifa.

Usai pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara, Menteri Dalam Negeri menyematkan tanda pangkat dan jabatan kepada pasangan kepala daerah yang baru. Prosesi ini ditutup dengan peusijuek adat oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, sebagai simbol doa dan restu untuk pemimpin baru tanah rencong.

Dalam sambutannya, Ketua DPRA Zulfadhli menyampaikan harapan agar kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dapat terjalin erat demi pembangunan Aceh ke depan.

“Penting bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama DPRA untuk berkomunikasi dengan baik guna membangun Aceh yang lebih baik sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Zulfadhli.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pemilihan kepala daerah dan pelantikan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan yang terlibat dalam pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini,” ujarnya.

Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru pemerintahan Aceh untuk lima tahun ke depan, di tengah berbagai tantangan pembangunan dan harapan besar dari masyarakat.

Editor: AKil

Illiza-Afdhal Resmi Pimpin Banda Aceh, Siap Wujudkan Kota Kolaborasi

0
Illiza-Afdhal Resmi Pimpin Banda Aceh, Siap Wujudkan Kota Kolaborasi. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah resmi menakhodai Pemerintah Kota Banda Aceh untuk lima tahun ke depan setelah dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atas nama Presiden RI. Pelantikan berlangsung dalam rapat paripurna di gedung DPRK Banda Aceh pada Rabu, 12 Februari 2025.

“Saya Gubernur Aceh atas nama Presiden Republik Indonesia resmi melantik Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh,” ujar Mualem—sapaan akrab Muzakkir Manaf—saat prosesi pelantikan.

Illiza-Afdhal ditetapkan sebagai pemimpin baru ibu kota Provinsi Aceh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 100.2.1.3-223 Tahun 2025 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024.

“Saya percaya keduanya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” ujar Mualem, yang pada pagi hari sebelumnya juga telah dilantik sebagai Gubernur Aceh oleh Mendagri Tito Karnavian.

Dalam pidato perdananya, Illiza menegaskan bahwa kepemimpinannya selama lima tahun ke depan adalah amanah yang akan dijalankan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.

“Dukungan semua kalangan merupakan energi besar untuk memastikan stabilitas pemerintahan. Maka dari mimbar mulia ini, kami berharap tidak ada lagi sekat tim Paslon 1, 2, 3, dan 4. Kita semua sama, berkolaborasi membangun kota.”

Menurutnya, pembangunan Banda Aceh harus dilandasi semangat kebersamaan dan pemahaman yang sama demi mencapai tujuan bersama.

“Dari awal saya menyadari bahwa untuk membangun kota ini perlu saling memahami, menghargai, dan menyamakan visi. Sebuah visi yang mampu mempererat silaturahmi, membuka ruang ekspresi, mendorong tumbuhnya inovasi, dan mewujudkan sebuah kota inklusi,” ujarnya.

“Dan visi besar itu adalah ‘Banda Aceh Kota Kolaborasi’,” ujarnya lagi.

Illiza juga meminta dukungan dari seluruh mitra kerja, termasuk DPRK dan unsur Forkopimda.

“Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu bekerja sama demi menghadirkan kebaikan bagi seluruh warga kota.”

Ia menegaskan bahwa Banda Aceh harus menjadi ibu kota provinsi yang layak huni, dapat diandalkan, menarik bagi investasi, berkelanjutan, ramah wisatawan, dan meninggalkan kesan bagi setiap orang yang datang.

“Kini, sudah saatnya kita jadikan Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang liveable, reliable, marketable, sustainable, visitable, dan memorable,” ujar Illiza.

Sebelum resmi dilantik, Illiza mengungkapkan bahwa ia dan Afdhal telah mulai bekerja dengan menyerap aspirasi masyarakat serta merumuskan sejumlah langkah strategis.

“Walaupun baru sebatas menggali informasi, menyerap aspirasi, dan merumuskan beberapa solusi.”

“Namun setelah pelantikan ini, dengan doa dan semangat kolaborasi kami akan langsung melakukan ‘Kolabor Aksi’.”

Illiza mengajak seluruh warga kota untuk merasa memiliki Banda Aceh dan turut serta dalam pembangunan.

“Kepada seluruh warga kota, Banda Aceh tercinta adalah rumah bersama. Dan membangun kota ini menjadi tanggung jawab kita semua.”

Di akhir pidatonya, ia menegaskan bahwa sejarah akan mencatat momen ini sebagai awal dari semangat kolaborasi yang lebih besar.

“Akhirnya, di depan Taman Bustanussalatin yang menjadi saksi sejarah panjang peradaban. Maka biarkanlah pada hari ini, sejarah juga akan mencatat bahwa kita semua siap untuk berkolaborasi demi hari ini dan masa depan nanti.”

“Terima kasih atas semua doa, dukungan, dan kepercayaan. Amanah ini adalah sebuah kehormatan dalam pengabdian,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRK Banda Aceh, unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, serta para kepala daerah periode sebelumnya.

Kelompok KKN 195 UNIMAL Salurkan Tanaman Sayur untuk Warga Desa Keude Lapang

0
Kelompok KKN 195 UNIMAL. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok KKN 195 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) telah menyerahkan berbagai tanaman sayur kepada warga Desa Keude Lapang. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.

Penyerahan tanaman sayur yang terdiri dari cabai, terong, dan labu air ini dilakukan di Balai Desa Keude Lapang, dan disaksikan oleh perangkat desa, warga penerima manfaat, serta anggota kelompok KKN. Tanaman-tanaman ini dipilih karena mudah ditanam dan memiliki potensi ekonomi yang besar bagi warga desa.

Fira Aziza Simanjuntak, perwakilan Kelompok KKN 195, menyatakan bahwa program ini adalah bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.

“Kami berharap tanaman ini dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari,” ujar Fira.

Syarifatur Romadhoni, anggota lain dari kelompok KKN 195, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian rumah tangga.

“Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian rumah tangga,” katanya.

Kepala Desa Keude Lapang, Sulaiman, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Tanaman ini akan sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam meningkatkan ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Warga setempat juga menunjukkan antusiasme yang besar terhadap program ini. Salah satunya, Ibu Saupina, mengungkapkan rasa syukurnya dan berharap dapat memanfaatkan bantuan tanaman untuk bercocok tanam di halaman rumah.

“Bantuan ini sangat membantu dan memberikan motivasi untuk bercocok tanam sendiri,” katanya.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya bercocok tanam di pekarangan rumah, yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga kesejahteraan ekonomi keluarga. Kelompok KKN 195 juga berencana melakukan pendampingan agar perawatan tanaman berjalan dengan baik dan hasil panen dapat optimal.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam program KKN, yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Keude Lapang.

Editor: AKil

DLHK Aceh Barat Ajak Perusahaan Briket Sampah Berinvestasi

0
DLHK Aceh Barat Ajak Perusahaan Briket Sampah Berinvestasi. (Foto: CATAT.CO)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Barat, Bukhari, mengajak perusahaan yang memproduksi briket berbahan baku sampah untuk berinvestasi di wilayahnya. Menurutnya, Aceh memiliki potensi pasar yang besar bagi briket sebagai bahan bakar alternatif, terutama bagi industri seperti pabrik semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang selama ini bergantung pada batu bara.

“Saya melihat Aceh memiliki potensi untuk pasar briket mengingat kita memiliki sejumlah pabrik yang selama ini berbahan bakar batu bara seperti PLTU dan pabrik semen. Jadi dengan adanya produksi briket, maka akan ada alternatif. Karena itu kita mengundang perusahaan-perusahaan yang memproduksi briket dari sampah untuk berinvestasi,” kata Bukhari dikutip dari CATAT.CO, Rabu (12/2/2025).

Selain sektor industri, briket juga bisa menjadi bahan bakar rumah tangga yang lebih terjangkau sebagai pengganti elpiji. Bukhari menilai, pemanfaatan sampah sebagai bahan baku briket tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan adanya pabrik produksi briket, kita bisa menggandeng kabupaten kota lainnya di Aceh untuk kebutuhan baku jika dari Aceh Barat tidak mencukupi. Kehadiran pabrik briket yang pertama sekali itu sudah pasti menjaga lingkungan dari pencemaran sampah rumah tangga, selain itu juga menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Karena sudah secara otomatis maka akan kita bentuk bank sampah untuk membeli sampah rumah tangga dihasilkan masyarakat,” ujarnya.

DLHK Aceh Barat berencana menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di Aceh untuk memasok bahan baku pembuatan briket. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri briket berbasis sampah di wilayah tersebut, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah yang lebih berkelanjutan.

Editor: Akil

Ahli Waris Laksamana Keumalahayati Terima Hibah Aset dari Pemerintah Aceh

0
Ahli Waris Laksamana Keumalahayati Terima Hibah Aset dari Pemerintah Aceh. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyerahkan hibah aset kepada ahli waris Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Prosesi penyerahan berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, Selasa (11/2/2025), dan disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si serta Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob.

Hibah berupa sebidang tanah dan rumah tersebut diberikan melalui Lembaga Adat dan Kesultanan Aceh Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah dan diserahkan secara simbolis oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Alhaytar. Sementara itu, penandatanganan perjanjian hibah dilakukan oleh Plt. Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Diwarsyah dengan Cut Neneng Mahmidatul Hasanah, perwakilan Lembaga Adat dan Kesultanan Aceh.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Safrizal menekankan bahwa hibah ini merupakan wujud penghargaan terhadap para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa.

“Alhamdulillah, kita baru saja melakukan prosesi penyerahan rumah kepada keluarga Pahlawan Perempuan Aceh Laksamana Keumalahayati, berupa sebidang tanah dan rumah sebagai bentuk penghargaan kita kepada pahlawan kita,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan bahwa proses hibah ini telah direncanakan sejak 2017-2018 namun sempat mengalami kendala administrasi. Kini, setelah mendapat persetujuan DPRA dan dikeluarkannya Keputusan Gubernur, aset tersebut akhirnya dapat diserahkan kepada keluarga ahli waris.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Alhaytar, juga mengungkapkan kebahagiaannya atas penyerahan hibah ini.

“Saya sangat senang sekali karena turut berpartisipasi dalam memuliakan Pahlawan yang telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia dan tentu saja Aceh,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pj. Gubernur Aceh yang telah menginisiasi penyerahan hibah ini di Meuligoe Wali Nanggroe.

“Terima kasih banyak kepada Pj Gubernur Aceh karena beliau telah mengambil inisiatif agar saya memberikan rumah kepada ahli waris Pahlawan kita Keumalahayati. Ini juga sangat memenuhi hajat dan keinginan saya sejak awal. Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan,” lanjutnya.

Cut Neneng Mahmidatul Hasanah, penerima hibah, diketahui merupakan keturunan ke-42 dari Laksamana Keumalahayati. Saat ini, ia bersama keluarga menetap di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Editor: Akil