Beranda blog Halaman 554

Delegasi Banda Aceh Curi Perhatian di Karnaval Budaya APEKSI VII Surabaya

0
Delegasi Banda Aceh
Delegasi Banda Aceh Curi Perhatian di Karnaval Budaya APEKSI VII Surabaya. (Foto: HUMAS BNA)

NUKILAN.id | Surabaya – Sorak sorai ribuan penonton membahana di sepanjang rute Karnaval Budaya Munas ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Surabaya, Jumat (9/5/2025). Dari sekian banyak delegasi, penampilan Kota Banda Aceh sukses mencuri perhatian publik.

Karnaval budaya yang mengusung tema “Light Culture Paradise” ini menjadi bagian penting dari rangkaian Munas APEKSI. Sebanyak 98 kota anggota ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini, dengan rute karnaval membentang dari pertigaan Genteng Besar hingga depan Gedung BNI di samping Alun-Alun Surabaya.

Gemerlap Aceh di Kota Pahlawan

Antusiasme masyarakat meningkat tajam saat rombongan dari “Bumi Serambi Mekkah” melintas. Delegasi Banda Aceh tampil memikat dengan mengenakan bajee linto dan bajee dara baro, busana adat yang sarat makna. Mereka juga menampilkan alunan musik tradisional dan tarian khas Tanah Rencong yang menggugah rasa bangga akan kekayaan budaya Nusantara.

Tak hanya itu, kehadiran Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, juga mencuri perhatian. Ia tampil anggun dalam balutan busana adat Aceh, didampingi oleh suaminya, Amir Ridha, serta Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Banda Aceh, Dessy Maulida. Ketiganya menyapa warga Surabaya dengan ramah, menghadirkan suasana akrab dan penuh kehangatan.

“Karnaval budaya ini merupakan tradisi yang setiap tahun digelar oleh Asosiasi. Ini jadi wadah penting memperkuat pelestarian warisan budaya daerah di tengah tantangan modernisasi,” ujar Illiza.

Mempromosikan Budaya dan Pariwisata

Lebih lanjut, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni. Ia menyebut bahwa momen ini juga penting untuk memperkenalkan identitas budaya Aceh yang kuat dengan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas.

“Kita juga memperkenalkan potensi wisata, kuliner, serta industri kreatif daerah melalui sajian budaya yang khas,” tambahnya.

Delegasi Banda Aceh terdiri dari 60 orang yang berasal dari berbagai unsur, seperti kepala OPD, camat, keuchik, tim seni tari, dan duta wisata. Keikutsertaan mereka menunjukkan komitmen serius dalam mempererat hubungan antar pemerintah kota melalui jalur budaya.

“Ini adalah momentum untuk memperkuat jejaring antar pemerintah kota dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan melalui budaya,” pungkas Illiza.

Melalui penampilan yang memukau dan pesan-pesan kebudayaan yang mendalam, Banda Aceh berhasil menjadikan karnaval ini bukan sekadar tontonan. Lebih dari itu, ini adalah panggung diplomasi budaya yang memperlihatkan betapa kayanya Indonesia, sekaligus memperkuat peran budaya dalam membangun sinergi antar daerah.

Editor: Akil

Penipuan Catut Nama Istri Gubernur Aceh, Berkedok Bantuan Modal Usaha

0
penipuan catut
Ilustrasi penipuan. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Aksi penipuan dengan mencatut nama istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir, kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kali ini, pelaku menyasar warga melalui platform WhatsApp dan Facebook, dengan iming-iming bantuan modal usaha.

Menurut Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh, Akkar Arafat, pelaku yang tidak bertanggung jawab menyamar sebagai perantara bantuan dari Dinas Sosial. Mereka berdalih bisa memberikan rekomendasi langsung dari istri Gubernur Aceh.

“Dia lalu meminta pengiriman dana administrasi sebesar Rp 300.000 dengan alasan untuk pembuatan proposal,” kata Akkar dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/5/2025).

Sudah Banyak Korban Tertipu

Akkar mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah banyak korban yang tertipu oleh modus tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencatut nama tokoh publik.

“Modus ini kembali mencuat di tengah masyarakat dan berpotensi merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Selain itu, Akkar juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah menyalurkan bantuan resmi melalui pesan pribadi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Aceh agar jangan mudah percaya apabila ada akun WhatsApp atau sosmed lainnya yang mengatasnamakan tokoh publik. Cek dan verifikasi dulu kebenarannya melalui sumber yang tepercaya dan akurat,” tuturnya.

Lapor ke Pihak Berwajib

Menanggapi fenomena ini, Akkar meminta masyarakat yang menerima pesan serupa untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Tujuannya adalah untuk mencegah jatuhnya korban baru serta menindaklanjuti praktik penipuan yang makin marak.

Sebelumnya, berbagai kasus serupa juga pernah terjadi di Aceh. Salah satunya menimpa warga Banda Aceh yang tertipu Rp 140 juta karena tergiur iklan mobil di Facebook.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam menyaring informasi dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, terlebih jika menyangkut urusan keuangan.

Editor: Akil

Buka FK IJK Run 2025, Fadhullah Ajak Pelari Nikmati Keindahan dan Keamanan Aceh

0
Peserta event FK IJK Run 2025 saat mengambil start di Lapangan Blang, Padang, Banda Aceh, Minggu 11 Mei 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id |Banda Aceh – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK) Run 2025 resmi digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pada Minggu (11/5/2025) pagi. Ajang lari berskala nasional yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh ini buka langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.

Dalam sambutannya, Fadhullah berharap agar FK IJK Run 2025 menjadi sarana memperkenalkan Aceh kepada peserta dari luar daerah, tidak hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai daerah yang aman dan kaya akan potensi.

“Kami dari Pemerintah Aceh mengharapkan dari acara ini sekaligus memperkenalkan bagaimana Aceh yang sebenarnya. Para tamu kami, pelari yang berhadir pada pagi ini, silakan rasakan dan nikmati apa yang ada di Aceh,” kata Fadhlullah dalam sambutannya.

Menurutnya, Aceh merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kriminalitas yang rendah. “Mau malam hari, warung kopi, pelaku usaha — semua terasa aman dan nyaman, inilah Aceh yang sebenarnya,” katanya.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, M Hendra Supardi menyampaikan dukungan penuh terhadap FK IJK Run 2025 ini. Sebagai sponsor utama, Bank Aceh menyediakan berbagai layanan keuangan bagi peserta, termasuk mobil kas keliling dan stand layanan di lokasi acara.

“Kita support para pelari dari luar Aceh dengan menyediakan layanan jasa perbankan dan memudahkan semua transaksi keuangan baik secara digital maupun tunai. Nanti hadiahnya juga disalurkan melalui Bank Aceh,” kata Hendra. 

Kepala OJK Aceh, Deddy Prayoga menjelaskan bahwa acara ini merupakan kolaborasi dari seluruh lembaga keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan. Menurutnya, tujuan utama FK IJK Run 2025 adalah untuk meningkatkan citra positif Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

“Tujuannya agar Aceh dikenal dunia dan domestik. Sehingga orang akan mudah ke Aceh, senang ke Aceh, dan bersensasi di Aceh,” pungkas Deddy.

FK IJK Run 2025 diikuti oleh ribuan peserta peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jambi, Pekanbaru, Sulawesi, hingga Jawa. Adapun rute lari terbagi dalam dua kategori, yakni 5 kilometer yang melintasi kawasan Hotel Permata Hati, dan 10 kilometer yang mencapai gerbang Pelabuhan Ulee Lheue.

Reporter: Rezi

60 Warga Terjaring Razia Syariat Islam di Aceh Besar

0
60 Warga Terjaring Razia Syariat Islam di Aceh Besar. (Foto: Satpol PP dan WH Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 60 orang warga terjaring dalam razia penegakan syariat Islam yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Provinsi Aceh pada Sabtu (10/5/2025). Dari jumlah tersebut, 17 orang merupakan laki-laki dan 43 lainnya perempuan.

Operasi gabungan ini melibatkan unsur Satpol PP dan WH Aceh, Satpol PP dan WH Aceh Besar, serta Polisi Militer (POM). Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung di sejumlah titik di wilayah Aceh Besar.

Pelanggaran Dominan: Busana Tak Sesuai Syariat

Razia ini dilaksanakan berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam, serta Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Fokus utama dalam razia kali ini adalah pelanggaran terhadap ketentuan berpakaian dalam Islam, khususnya sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin, SH., MM melalui Kasi Humas Mohd Nanda Rahmana, S.STP., M.Si menyebutkan bahwa pelanggaran paling banyak ditemukan pada perempuan.

“Kami mendapati beberapa warga, khususnya perempuan, yang mengenakan celana ketat, celana pendek, dan tidak memakai hijab. Terhadap mereka langsung dilakukan pembinaan di tempat agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari,” ujar Nanda.

Pendekatan Persuasif dan Edukatif

Meski bersifat penindakan, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Selain memberikan sanksi pembinaan di tempat, petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat di sekitar lokasi razia.

Menurut Nanda, mayoritas warga yang terjaring menerima pembinaan dengan baik dan menyatakan kesediaan untuk mematuhi aturan berpakaian sesuai syariat.

“Kami mendapati beberapa warga, khususnya perempuan, yang mengenakan celana ketat, celana pendek, dan tidak memakai hijab. Terhadap mereka langsung dilakukan pembinaan di tempat agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari,” ujar Nanda.

Komitmen Pemerintah Wujudkan Lingkungan Religius

Kegiatan razia tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Aceh dalam menegakkan nilai-nilai keislaman di ruang publik. Melalui razia seperti ini, Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan Syariat Islam berjalan secara konsisten dan menyeluruh di seluruh wilayah Aceh.

Dengan langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang religius, tertib, dan menjunjung tinggi norma hukum syariah sebagai karakter khas Bumi Serambi Mekkah.

Editor: Akil

Bima Arya Sebut Gubernur Aceh Sudah Izin Berobat ke Singapura

0
bima arya
Wamendagri, Bima Arya. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengonfirmasi bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat ini sedang menjalani perawatan medis di luar negeri.

Menurut Bima, Gubernur Muzakir—yang akrab disapa Mualem—telah mengantongi izin resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk berobat ke luar negeri.

“Betul. Pak Gubernur (Muzakir Manaf) sedang dalam perawatan. Dan sudah melaporkan serta izin kepada Mendagri. (Pergi) ke Singapura,” ujar Bima Arya saat dikutip dari Kompas.com, Sabtu (10/5/2025).

Wakil Gubernur Jalankan Tugas Harian

Selama masa perawatan Gubernur Muzakir di Singapura, roda pemerintahan Aceh tetap berjalan. Wamendagri menyebut bahwa pelaksanaan tugas-tugas harian kepala daerah sementara diemban oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.

“Pemerintahan (di Aceh) sehari-hari dilaksanakan Wakil Gubernur (selama gubernur ke luar negeri),” kata Bima menegaskan.

Belum Ada Rincian Kondisi Kesehatan

Sebelumnya, kabar mengenai sakitnya Muzakir Manaf sudah beredar sejak awal Mei 2025. Informasi tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh Juru Bicara Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau yang akrab disapa Ampon Man.

“Benar, Pak Gubernur saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di luar negeri,” ungkap Ampon Man melalui pesan WhatsApp, Kamis (1/5/2025).

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita Gubernur Muzakir. Juru bicara tersebut mengatakan bahwa dirinya belum mendapat penjelasan langsung dari tim medis yang menangani sang gubernur.

“Tentang detail kondisi beliau, saya belum mendapat konfirmasi dari dokter yang memeriksa beliau,” ujarnya.

Ampon Man juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Aceh turut mendoakan kesembuhan sang gubernur.

“Tentang detail kondisi beliau, saya belum mendapat konfirmasi dari dokter yang memeriksa beliau,” imbuhnya.

Masyarakat Diminta Mendoakan

Sebagai penutup, Ampon Man mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menunjukkan kepedulian mereka melalui doa.

“Tentang detail kondisi beliau, saya belum mendapat konfirmasi dari dokter yang memeriksa beliau,” ucapnya kembali seraya menambahkan bahwa kesehatan gubernur adalah prioritas utama saat ini.

Editor: Akil

Wakil Bupati Aceh Barat Bantu Penyandang Disabilitas Netra dengan Al-Qur’an Braille

0

NUKILAN.id | Meulaboh – Haru menyelimuti kediaman Muhammad, seorang warga tunanetra asal Desa Drien Caleu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Di tengah keterbatasannya, Muhammad menyimpan harapan besar: bisa membaca dan memahami Al-Qur’an seperti umat Muslim lainnya.

Doanya terkabul. Kisah inspiratif Muhammad sampai ke telinga Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil. Tanpa menunggu lama, ia langsung menginstruksikan Dinas Sosial untuk mengambil langkah nyata.

Pada Jumat (9/5/2025), Said Fadheil bersama tim dari Dinas Sosial menyambangi langsung rumah Muhammad. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyerahkan satu mushaf Al-Qur’an Braille, serta bantuan tambahan berupa pakaian dan sarung untuk keperluan ibadah.

“Memberikan Al-Qur’an Braille ini bukan sekadar bantuan, tapi sebuah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat disabilitas. Kita ingin mereka juga memiliki hak yang sama untuk belajar, bekerja, dan beribadah,” ujar Said.

Said juga menegaskan komitmen Pemerintah Aceh Barat dalam memberikan akses yang inklusif bagi penyandang disabilitas, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga dunia kerja.

Ia berharap, langkah kecil ini bisa menjadi awal bagi gerakan yang lebih besar dalam memberdayakan tunanetra Muslim di wilayahnya.

“Semoga ini menjadi semangat baru bagi Pak Muhammad dan saudara-saudara kita lainnya yang memiliki keterbatasan penglihatan, bahwa mereka tidak sendiri,” tutup Said.

Kejari Aceh Barat Luncurkan Layanan Pengaduan Korupsi Online “APA KABAR”

0

NUKILAN.id | Meulaboh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat resmi meluncurkan layanan pengaduan tindak pidana korupsi berbasis daring bernama APA KABAR (Aduan Pelayanan Korupsi Aceh Barat), Sabtu (10/5/2025). Inovasi ini dihadirkan sebagai sarana deteksi dini dalam upaya pencegahan korupsi di tengah masyarakat.

“Peluncuran layanan ini sebagai upaya deteksi dini dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi,” ujar Pelaksana Harian Kepala Kejari Aceh Barat, Ipsaini.

Menurut Ipsaini, keberadaan layanan tersebut akan mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan yang lebih jelas dan terarah, sekaligus memudahkan aparat penegak hukum dalam melakukan tindak lanjut secara cepat dan tepat.

Ia menambahkan bahwa upaya penegakan hukum semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan korupsi, karena dampaknya dapat meluas ke ranah keluarga pelaku.

“Memang selesai dengan negara, tapi dengan keluarga tidak, karena keluarga akan menjadi masalah baru karena ada pimpinan keluarga atau keluarga yang harus dihukum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Aceh Barat, Taqdirullah, menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari pengalaman selama ini, di mana banyak laporan masyarakat tidak disertai informasi yang memadai.

“Selama ini pelaporan ke kami hanya selembar surat pengaduan, tidak jelas objek yang dilaporkan dan tidak tahu bidang pelaporannya,” kata Taqdirullah.

Dengan layanan APA KABAR, setiap laporan harus dilengkapi dengan objek pengaduan, lokasi kejadian, dan identitas pelapor yang nantinya akan dirahasiakan.

“Indentitas pelapor juga akan kami rahasia kan identitas nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Taqdirullah menegaskan pentingnya data valid dalam setiap laporan agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

“Misalnya, jangan karena tidak harmonis dengan perangkat desa, tidak dilibatkan dalam sesuatu kegiatan di desa, sehingga terjadi pelaporan ke kejaksaan,” katanya.

Setiap laporan yang masuk diharapkan benar-benar mengandung indikasi kuat dugaan korupsi agar langkah pencegahan bisa segera dilakukan sebelum negara mengalami kerugian.

“Sehingga sekecil apa pun kita lakukan pencegahan, maka dapat menyelamatkan keuangan negara dari perbuatan korupsi,” pungkas Taqdirullah.

Wagub Fadhlullah Ajak Alumni Aceh-Malang Berperan Aktif Bangun Daerah

0
Wagub Fadhlullah Ajak Alumni Aceh-Malang Berperan Aktif Bangun Daerah. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, mengajak para alumni Aceh yang pernah menempuh pendidikan di Malang untuk ikut ambil bagian dalam mempercepat pembangunan daerah. Ajakan ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Silaturahmi Akbar dan Sarasehan Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Aceh Malang Raya, yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/05/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Kontributif Partisipatif: Akselerasi Membangun Aceh.” Menurut Fadhlullah, tema tersebut bukan hanya sekadar slogan. Sebaliknya, ia mencerminkan semangat kolektif para alumni untuk membawa perubahan nyata bagi kampung halaman.

“Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat kolektif yang mencerminkan tekad kita semua untuk membawa Aceh maju lebih cepat, lebih kuat, dan lebih inklusif,” ujar Fadhlullah.

Tak Hanya Pemerintah, Alumni Punya Peran Strategis

Dalam sambutannya, Fadhlullah menegaskan bahwa pembangunan Aceh bukan hanya tugas pemerintah semata. Ia menyebut, seluruh elemen masyarakat, termasuk para alumni Malang yang kini tersebar di berbagai sektor, turut memikul tanggung jawab moral dan intelektual.

Fadhlullah juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Malang. Di sana, ia menyambangi Kampus Universitas Brawijaya dan bertemu langsung dengan mahasiswa asal Aceh.

“Saya baru tahu, alumni Aceh di Malang hebat-hebat semua. Waktu ke sana, saya kunjungi kampus Brawijaya, ada 385 mahasiswa Aceh. Saya juga singgah di asrama-asrama Aceh, dengar langsung keluhan mereka. Maka tahun 2025, kita komitmen renovasi beberapa asrama sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Potensi Besar Aceh Belum Tergarap Maksimal

Lebih lanjut, Fadhlullah menyoroti potensi besar Aceh yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut komoditas unggulan seperti kopi Gayo, nilam, dan pala, serta kekayaan alam lain seperti cadangan gas di Blok Andaman.

Tak hanya itu, sektor pariwisata dan kelautan juga dinilai sangat potensial. Namun hingga kini, banyak peluang yang belum digarap serius.

“Aceh punya laut seluas 58 ribu kilometer persegi, dan Sabang adalah salah satu kawasan paling strategis. Negara seperti Singapura yang penuh sesak sudah melirik pelabuhan alternatif, salah satunya Aceh. Tapi kenapa kita belum bisa manfaatkan semua ini?” tanya Fadhlullah.

Peluang Geopolitik dan Energi Nasional

Fadhlullah juga menekankan pentingnya posisi strategis Aceh dalam konteks geopolitik nasional. Ia menyebut kehadiran investor besar seperti Mubadala dan cadangan gas besar sebagai peluang emas bagi masa depan Aceh.

“Bayangkan, Aceh yang berada di ujung barat Indonesia, dilintasi jalur laut dan udara internasional, punya posisi geopolitik yang sangat penting. Presiden juga telah menetapkan Aceh sebagai daerah pertahanan Indonesia di barat. Pangkogabwilhan mungkin akan ditempatkan di sini,” tambahnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan yang adil. Menurutnya, salah satu akar konflik masa lalu adalah ketimpangan sosial yang belum tertangani secara serius.

“Kami bertekad membawa Aceh keluar dari status sebagai daerah miskin. Ini tekad dan misi kami bersama. Aceh tidak boleh lagi tertinggal,” tegasnya.

Alumni Harus Jadi Motor Perubahan

Di hadapan ratusan alumni, Fadhlullah mengajak mereka untuk menyatukan visi dan misi. Ia mendorong agar alumni tidak hanya menjadi pengamat, melainkan aktor utama dalam perubahan.

“Mari kita satukan visi dan misi untuk mewujudkan Aceh yang maju. Kita bangun jaringan, kita siapkan strategi. Karena di tangan kita semua, para alumni, profesional, dan pemimpin masa depan, masa depan Aceh ditentukan,” kata Fadhlullah.

Konsolidasi Alumni untuk Perubahan Nyata

Ketua Panitia, Jimmy Zikria, menyebut acara ini sebagai momentum penting. Tujuannya adalah menyatukan kembali para alumni dari berbagai kampus di Malang dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan.

“Sekitar 500 alumni tersebar di Aceh dan luar negeri. Mereka adalah profesional di berbagai bidang dan dipercaya menduduki posisi strategis. Kami yakin, kontribusi alumni mampu mempercepat pembangunan Aceh,” ujarnya.

Sarasehan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber. Di antaranya, Anggota DPR RI Komisi III Nasir Jamil, Guru Besar Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Prof. Muhammad Sidiq Armia, dan Guru Besar Ekonomi Unsyiah Prof. Mukhlis Yunus.

Bangun Solidaritas, Perkuat Kolaborasi

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Aceh Malang, Erwandi, mengajak seluruh alumni untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah kolaborasi. Ia menilai, semangat perjuangan semasa kuliah di Malang harus dihidupkan kembali melalui aksi nyata.

“Malang menyimpan banyak kenangan perjuangan. Hari ini, kita bawa semangat itu untuk berkontribusi membangun kampung halaman. Kita semua punya kapasitas dan keahlian, mari kita tunjukkan kontribusi terbaik melalui ikatan alumni ini,” ujarnya.

Acara ini pun diharapkan menjadi ruang sinergi antara ide dan tindakan, antara pengalaman dan solusi. Pemerintah Aceh menyambut baik dukungan alumni dan melihat mereka sebagai mitra strategis dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Rayakan Hari Bumi, FH USK Bersihkan Pantai Alue Naga dan Tanam 500 Bibit Pohon

0
FH USK Bersihkan Pantai Alue Naga dan Tanam 500 Bibit Pohon Bersama BPN. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh serta Kementerian Kehutanan untuk memperingati Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup. Kegiatan bertema “Hijau Bumiku, Lestari Alamku” dipusatkan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala. Selain membersihkan bibir pantai, tim menanam dan membagikan 500 bibit pohon.

Wakil Dekan I FH USK, Prof. Dr. Efendi. S.H., M.Si, hadir dan membuka acara. Ia menegaskan pentingnya sinergi semua pihak, termasuk masyarakat pesisir, dalam menjaga ekosistem.

“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk berbagi pengetahuan, sekaligus membangun kesadaran hukum yang kuat terhadap isu lingkungan hidup,” ujar beliau.

“Para dosen yang berpartisipasi tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menunjukkan bahwa profesi akademisi memiliki tanggung jawab sosial yang nyata. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana efektif untuk menggerakkan perubahan positif, terutama dalam isu lingkungan yang semakin mendesak” pungkasnya.

Di sela kegiatan bersih pantai, dosen dan mahasiswa FH USK menggelar penyuluhan hukum pertanahan. Mereka mengundang petugas Kanwil BPN Aceh untuk menjelaskan status kepemilikan lahan pesisir. Sementara itu, Kementerian Kehutanan memberi panduan praktis tentang rehabilitasi mangrove.

Ketua pelaksana, Basri Effendi, S.H., M.Kn., M.H, memaparkan hasil kegiatan dalam laporannya. Ia mencatat 500 kantong sampah terkumpul dan seluruh bibit tertanam di lahan kritis Alue Naga.

“Kita berharap kegiatan ini bisa terselenggara setiap tahun sebagai bentuk perwujudan kampus berdampak yang dicanangkan oleh kemendiktisaintek” Tutup Basri.

Dengan demikian, FH USK berharap kolaborasi serupa dapat memicu gerakan lokal yang berkelanjutan. Lebih jauh, inisiatif ini juga mempererat hubungan kampus dengan masyarakat pesisir Kota Banda Aceh.

Editor: Akil

Mengenang Rosihan Anwar, Jurnalis Penjaga Ingatan Sejarah Indonesia

0
mengenang Rosihan Anwar
Rosihan Anwar, Tokoh Pers Indonesia. (Foto: tinjauindonesia.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari ini, 10 Mei, menandai hari kelahiran salah satu tokoh pers dan kebudayaan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, ialah H. Rosihan Anwar. Lahir pada 10 Mei 1922 di Kubang Nan Dua, Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Rosihan Anwar dikenang bukan hanya sebagai jurnalis ulung, tapi juga sebagai sejarawan, budayawan, dan sastrawan yang tekun menjaga denyut nalar kritis bangsa melalui tulisan.

Dilansir dari Kompas, Rosihan wafat pada 14 April 2011 di Jakarta dalam usia 88 tahun. Ia meninggalkan jejak panjang sebagai saksi hidup sejarah Republik ini, mulai dari masa pendudukan Jepang hingga era reformasi. Kompas menyebutnya sebagai salah satu jurnalis paling berpengaruh di Indonesia, dengan warisan tulisan yang tersebar di berbagai media dan buku-buku penting.

Dari Asia Raya ke Pedoman: Pilar Demokrasi

Karier jurnalistik Rosihan dimulai saat masa pendudukan Jepang, ketika ia bergabung dengan harian Asia Raya. Dilansir Nukilan.id dari buku Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia, ia menuturkan perjalanannya mendirikan surat kabar Pedoman pada 1948, yang kemudian menjadi salah satu corong demokrasi paling vokal sebelum akhirnya dibredel oleh pemerintahan Orde Lama pada 1961.

Tak hanya memimpin redaksi, Rosihan juga aktif menulis kolom di media seperti Kompas dan The Jakarta Post, menjadikannya suara yang konsisten dalam membela nilai-nilai kebebasan pers dan demokrasi.

Pena yang Mengarsip Sejarah

Selain sebagai jurnalis, Rosihan dikenal sebagai penulis yang produktif. Beberapa karyanya menjadi rujukan penting dalam memahami dinamika sejarah Indonesia. Di antaranya:

  • Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia (2004), yang merekam kisah-kisah pinggiran sejarah nasional.

  • Memimpin Indonesia: Dari Soekarno sampai SBY (2007), potret pemimpin bangsa dalam berbagai era.

  • Napak Tilas ke Belanda: 60 Tahun Perjalanan Wartawan KMB 1949 (2009), memoar perjalanannya meliput Konferensi Meja Bundar (Anwar, 2009, hlm. 5).

Melalui karya-karya ini, Rosihan tak hanya menyampaikan fakta sejarah, tapi juga menyuarakan refleksi kritis atas perjalanan bangsa.

Saksi Mata Republik

Nama Rosihan Anwar tercatat dalam sejarah sebagai salah satu wartawan yang meliput langsung peristiwa Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 di Den Haag, Belanda — sebuah tonggak diplomasi yang menandai pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Ia juga menjadi saksi banyak peristiwa besar, dari proklamasi kemerdekaan hingga masa transisi kekuasaan nasional (Anwar, 2009, hlm. 45).

Selain dunia jurnalistik, Rosihan aktif dalam dunia kebudayaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), membuktikan bahwa komitmennya terhadap kehidupan intelektual dan seni budaya Indonesia tak kalah besar dari dedikasinya terhadap dunia pers (Tempo, 2011).

Warisan Tak Tergantikan

Di tengah derasnya arus informasi hari ini, sosok Rosihan Anwar tetap relevan. Ia mewakili generasi wartawan yang bukan hanya menulis berita, tapi juga merawat nurani bangsa. Dalam setiap karyanya, Rosihan mengajarkan bahwa menulis adalah bagian dari tanggung jawab sejarah.

Mengutip sebuah catatannya: “Jurnalisme bukan sekadar pekerjaan, tapi perlawanan terhadap lupa.” (XRQ)

Reporter: Akil