Beranda blog Halaman 554

Bank Aceh Syariah Bagikan Dividen Rp300 Miliar, Tumbuh 1,35 Persen dari Tahun Lalu

0
Bank Aceh Syariah Bagikan Dividen Rp300 Miliar, Tumbuh 1,35 Persen dari Tahun Lalu. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2024 kepada Pemerintah Aceh dan seluruh kabupaten/kota di Aceh sebagai pemegang saham, dengan nilai total mencapai Rp300 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan 1,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp296 miliar.

Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan kinerja keuangan yang solid serta pertumbuhan berkelanjutan bank tersebut sepanjang 2024. Keputusan pembagian dividen ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2025 yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (11/2/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Aceh serta 23 bupati dan wali kota se-Aceh.

“Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang sehat dan peningkatan efisiensi operasional. Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan nilai lebih besar kepada para pemegang saham,” ujar Fadhil.

Ia menambahkan, kinerja positif Bank Aceh pada 2024 didukung oleh permodalan yang memadai, dengan rasio kecukupan permodalan atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) mencapai 21,89 persen per Desember 2024. Dengan modal yang kuat ini, Bank Aceh dapat terus berekspansi dan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam laporan keuangan tahunannya, Bank Aceh mencatatkan laba bersih sebesar Rp590 miliar dengan total aset mencapai Rp31,9 triliun, atau tumbuh 4,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi pembiayaan pada 2024 mencapai Rp20,4 triliun, naik 9,19 persen dari Rp18,6 triliun di tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Aceh pun meningkat menjadi Rp26,2 triliun.

“Kami berharap dividen ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para pemegang saham Bank Aceh,” kata Fadhil.

Ia juga menegaskan komitmen Bank Aceh untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pemegang saham serta masyarakat Aceh. Kepercayaan pemegang saham, menurutnya, menjadi faktor utama dalam pencapaian kinerja positif bank tersebut pada 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, mengapresiasi kinerja Bank Aceh dan mendorong jajaran direksi untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar setara dengan bank nasional.

“Kita memang lebih kecil, tapi harus bisa jadi smart bank. Bank Aceh juga harus terus mengembangkan sistem syariah yang lebih baik. Tetap solid dalam bekerja,” ujar Safrizal ZA.

Dengan capaian positif ini, Bank Aceh optimistis dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian daerah serta para pemegang saham di masa mendatang.

Editor: Akil

Dishub Aceh Rekayasa Lalin Saat Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

0
Peta rekayasa lalu lintas saat pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025 - 2030. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menyambut pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030 yang akan dilaksanakan pada Rabu (12/2/2025) di Gedung DPR Aceh, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh mengumumkan adanya rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

“Arus lalu lintas dari Simpang Jambo Tape menuju Simpang Lima akan ditutup sementara mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.” dikutip Nukilan.id dari Instagram resmi Dishub Aceh pada Rabu (12/2/2025).

Penutupan jalan ini diperkirakan akan berdampak pada kelancaran perjalanan, oleh karena itu, Dishub Aceh mengimbau agar pengendara mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan yang mungkin terjadi.

Selain itu, beberapa ruas jalan di sekitar Gedung DPR Aceh, seperti Jalan Teungku Malem I, Jalan Teungku Angkasa, Jalan Teungku Chik Kuta Karang, dan Jalan Study Fond, akan diberlakukan parkir kendaraan di sisi jalan (on-street parking). Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran acara dan memudahkan akses bagi para tamu undangan serta aparat yang terlibat dalam acara pelantikan.

Dishub Aceh juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan menyesuaikan dengan rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan demi kelancaran acara tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil

Kebijakan Iklim di Aceh Utamakan Responsif Gender

0
Kebijakan Iklim di Aceh Utamakan Responsif Gender. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) untuk Gender dan Perubahan Iklim, Chandra Sugarda, menekankan pentingnya kebijakan iklim yang lebih inklusif dan responsif gender di Aceh. Hal itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Kebijakan Responsif Gender dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Transisi Energi” di Banda Aceh, Selasa (11/2/2025).

Menurut Chandra, Aceh telah memiliki Kebijakan Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAPE) melalui Peraturan Gubernur Nomor 56 Tahun 2022. Kebijakan ini memberikan insentif anggaran kepada kabupaten/kota yang menunjukkan kinerja baik dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu indikator penilaiannya adalah perlindungan perempuan dan anak.

“Dalam TAPE sudah ada aspek perlindungan perempuan dan anak, tetapi masih bisa diperdalam agar lebih responsif gender,” ujar Chandra.

Chandra mengusulkan beberapa langkah untuk memastikan kebijakan mitigasi perubahan iklim di Aceh lebih berperspektif gender. Salah satunya adalah memasukkan indikator yang lebih spesifik untuk mengukur dampak kebijakan lingkungan terhadap perempuan, seperti keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan dan pertanian berkelanjutan.

“Kabupaten/kota yang mengadopsi program adaptasi berbasis komunitas yang dibutuhkan oleh perempuan juga sebaiknya mendapatkan insentif tambahan,” katanya.

Selain itu, Chandra menekankan pentingnya pendanaan iklim yang responsif gender. Ia menyarankan adanya alokasi dana khusus bagi usaha ekonomi perempuan di sektor ramah lingkungan, seperti pertanian organik dan energi terbarukan berbasis komunitas.

“Jika pendanaan diberikan secara umum tanpa mempertimbangkan gender, maka yang lebih banyak mengaksesnya biasanya laki-laki,” jelasnya.

Chandra juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan dalam perencanaan kebijakan iklim, pembangunan infrastruktur adaptasi yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan mekanisme perlindungan sosial bagi perempuan terdampak perubahan iklim.

“Asuransi iklim dan bantuan langsung tunai harus memastikan perempuan yang kehilangan mata pencaharian akibat perubahan iklim dapat mengakses bantuan tersebut,” tambahnya.

Ketua Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Syiah Kuala (USK), Suraiya Kamarazzuaman, mengatakan bahwa Aceh sebenarnya sudah memiliki kebijakan yang mengedepankan gender. Namun, partisipasi perempuan dalam aksi perubahan iklim masih sangat terbatas.

“Dari riset yang kami lakukan di delapan kabupaten/kota di Aceh, perempuan hampir tidak pernah terlibat dalam perencanaan kebijakan. Mereka hanya berperan dalam pelaksanaan, itu pun dalam program beranggaran kecil dan bersifat sukarela. Untuk mentoring, mereka juga tidak terlibat,” ungkap Suraiya.

Ia juga menyoroti bahwa pendekatan mitigasi bencana dan perubahan iklim sejak pasca-tsunami masih belum berubah. Sosialisasi dan edukasi lebih sering menyasar laki-laki, meskipun perempuan adalah kelompok yang paling berisiko terdampak.

Sebagai contoh, Suraiya menyebutkan bencana kekeringan di Lhoknga, Aceh Besar, dalam beberapa tahun terakhir yang berdampak besar pada perempuan. Kekeringan menyebabkan beban domestik perempuan meningkat secara drastis.

“Saya mendapati beberapa ibu-ibu yang mengalami pendarahan terus-menerus karena harus mengangkut air. Ada juga yang kesehatannya terganggu karena beban domestik yang semakin berat,” katanya.

Suraiya menegaskan bahwa kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Aceh harus lebih memperhatikan realitas yang dihadapi perempuan. Dengan demikian, program yang diterapkan tidak hanya efektif dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan perlindungan bagi kelompok yang paling rentan terdampak.

Editor: Akil

Polri Tangkap Empat Warga Aceh, Diduga Bagian dari Jaringan Narkotika Internasional

0
Polri Tangkap Empat Warga Aceh, Diduga Bagian dari Jaringan Narkotika Internasional. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | JakartaKepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengungkap jaringan narkotika internasional yang beroperasi di Indonesia. Tim gabungan dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh, dan Ditjen Bea Cukai berhasil menangkap empat warga Aceh yang terlibat dalam peredaran sabu skala besar.

Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mukti Juharsa, dalam keterangannya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/2), mengungkapkan bahwa keempat tersangka berinisial I, F, E, dan M. Mereka diamankan dalam operasi yang berlangsung pada 7 dan 8 Februari 2025.

“Pelaku orang Indonesia semua. Warga Aceh,” kata Mukti.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 135 kilogram sabu yang diduga berasal dari Thailand. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan ke beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Medan dan Jakarta.

Mukti menyebut bahwa narkotika yang diamankan kemungkinan besar berasal dari jaringan Fredy Pratama, seorang bandar narkoba internasional yang hingga kini masih buron.

“Kita dapat laporan kalau ada barang masuk dari Thailand. Ini mungkin asli barangnya Fredy Pratama. Fredy ini masih sindikasi membuat hubungan kuat di Indonesia,” ujarnya.

Keempat tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan ini. Tersangka I bertindak sebagai pengendali operasi, F bertugas menjemput sabu di darat, E berperan sebagai transporter yang membawa barang dari laut, sementara M bertugas menjemput langsung sabu dari Thailand menggunakan kapal.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima Bareskrim Polri tentang rencana pengiriman sabu ke wilayah Aceh melalui perairan Selat Malaka. Penyelidikan lebih lanjut mengarah pada jaringan yang dikendalikan oleh tersangka I di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Besar.

Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan dan menemukan bahwa tersangka E tengah menjemput paket sabu di perairan dekat Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Saat kapal yang membawa narkotika tersebut merapat ke pantai, petugas segera melakukan penyergapan dan mengamankan tujuh karung berisi sabu. Tersangka I dan F yang berperan dalam operasional jaringan ini juga berhasil ditangkap.

Pada keesokan harinya, tepatnya 8 Februari dini hari, polisi melanjutkan pengejaran terhadap kapal serta anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam pengiriman sabu dari Thailand. Hasilnya, tersangka M berhasil ditangkap di Kabupaten Lhoksukon, Aceh Utara. Sementara itu, seorang ABK berinisial K masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Editor: Akil

Empat Pengungsi Rohingya di Aceh Timur Jadi Tersangka Penyelundupan Manusia

0
Empat Pengungsi Rohingya di Aceh Timur Jadi Tersangka Penyelundupan Manusia. (Foto: MetroTv)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menetapkan empat warga etnis Rohingya sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan manusia. Mereka diduga berperan dalam membawa 72 pengungsi Rohingya hingga akhirnya terdampar di wilayah Aceh Timur.

Keempat tersangka berinisial AB (51), MU (48), MH (46), dan NO (45). Menurut Kasatreskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, mereka memiliki peran masing-masing dalam perjalanan tersebut.

“Hasil penyelidikan mengungkap bahwa AB dan MU bergantian menjadi nakhoda kapal, sementara MH bertindak sebagai navigator, dan NO bertugas sebagai teknisi mesin,” ujar Adi Wahyu, Selasa (11/2/2025).

Polisi menetapkan status tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap keempat orang tersebut serta meminta keterangan dari sejumlah pengungsi Rohingya yang ikut dalam perjalanan itu.

Adi Wahyu menambahkan bahwa para pengungsi yang baru tiba di Aceh Timur membenarkan peran keempat tersangka dalam perjalanan laut yang mereka tempuh.

“Saat ini, keempat tersangka telah diamankan di sel tahanan Polres Aceh Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor: Akil

Ekonom: Tren Investasi Emas Bisa Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

0
Guru Besar Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Prof Said Munasdi. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tren investasi emas yang semakin marak di Aceh dinilai dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Guru Besar Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Prof Said Munasdi, mengungkapkan bahwa peralihan aset masyarakat ke dalam bentuk emas berisiko mengurangi likuiditas di pasar.

“Hal ini disebabkan oleh berkurangnya likuiditas dalam masyarakat akibat peralihan aset dalam bentuk emas yang sifatnya tidak produktif,” kata Prof Said Munasdi di Banda Aceh, Senin (10/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas yang terus berlanjut mendorong masyarakat untuk menjadikan logam mulia ini sebagai aset perlindungan (safe haven) dan sarana investasi. Namun, kecenderungan ini justru menyebabkan perputaran uang dalam sektor ekonomi produktif menjadi tersendat.

“Ketika masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya dalam bentuk emas, uang tersebut tidak berputar dalam aktivitas ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan, seperti investasi di sektor riil atau konsumsi yang meningkatkan permintaan pasar,” katanya.

Menurutnya, investasi emas tidak memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan produksi maupun penciptaan lapangan kerja. Semakin besar jumlah uang yang dialihkan ke dalam bentuk emas, semakin sedikit uang yang beredar dalam perekonomian. Ia mengibaratkan uang sebagai darah dalam tubuh yang harus terus mengalir agar ekonomi tetap sehat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini tercatat sebesar 4,66 persen, masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,03 persen. Prof Said menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini masih bergantung pada komponen pengeluaran dan konsumsi. Jika tren investasi emas terus meningkat, maka ekonomi Aceh bisa semakin terhambat.

“Padahal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa investasi yang memberikan efek berganda (multiplier effect), seperti investasi di sektor industri atau bisnis, lebih dibutuhkan agar ekonomi Aceh dapat tumbuh secara berkelanjutan. Namun, meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap emas dapat semakin melemahkan sektor produktif.

Aceh juga menghadapi tantangan lain, yaitu minimnya jumlah investor yang masuk ke daerah ini. Jika lebih banyak masyarakat memilih menyimpan uang dalam emas, masalah likuiditas akan semakin parah.

“Jika kondisi ini berlanjut, daya beli masyarakat bisa menurun karena uang yang seharusnya beredar dalam aktivitas konsumsi dan investasi malah terserap dalam bentuk emas. Dalam jangka panjang, ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Aceh,” katanya.

Editor: Akil

Google Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi ‘Teluk Amerika’ di AS, Tindak Lanjut Keppres Trump

0
Google Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi 'Teluk Amerika' di AS. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Google Maps kembali menjadi sorotan setelah perusahaan teknologi itu mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” bagi pengguna di Amerika Serikat. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump setelah kembali menjabat pada 20 Januari 2025.

Mengutip AFP, Google menjelaskan bahwa pengguna di luar AS masih akan melihat nama asli Teluk Meksiko, sementara di Meksiko sendiri nama tersebut tidak mengalami perubahan. Di negara lain, Google Maps akan menampilkan kedua nama tersebut secara bersamaan.

Kebijakan ini, menurut Google, sejalan dengan pedoman pemerintah AS dalam Sistem Informasi Nama Geografis. Selain mengganti nama Teluk Meksiko, Keppres Trump juga mengembalikan nama Gunung Denali—gunung tertinggi di Amerika Utara—menjadi Gunung McKinley.

Dalam unggahan di platform X, Google menegaskan bahwa perubahan ini sesuai dengan arahan pemerintah AS. Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri AS, yang menekankan bahwa perubahan tersebut merupakan langkah resmi dari administrasi Trump.

Sementara itu, hasil pemantauan Nukilan.id pada Selasa (11/2/2025) menunjukkan bahwa di Google Maps kini tertulis “Teluk Meksiko (Teluk Amerika)” di wilayah perairan tersebut, menegaskan implementasi kebijakan baru ini. (XRQ)

Reporter: Akil

USK dan KKR Aceh Jalin Kerja Sama untuk Merawat Perdamaian

0
USK dan KKR Aceh Jalin Kerja Sama untuk Merawat Perdamaian. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh sepakat menjalin kemitraan strategis untuk menjaga keberlanjutan perdamaian di Aceh. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua KKR Aceh, Masthur Yahya, S.H., M.Hum, dan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Senin (10/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Masthur menekankan bahwa KKR Aceh merupakan lembaga yang lahir dari kesepakatan para juru runding perdamaian Aceh. Menurutnya, salah satu klausul penting dalam perjanjian damai adalah memastikan bahwa perdamaian terus terjaga melalui pemenuhan hak-hak sipil bagi mereka yang terdampak konflik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KKR Aceh memiliki tiga tugas utama, yakni menggali kebenaran sejarah konflik, memfasilitasi rekonsiliasi antara pelaku dan korban, serta memberikan rekomendasi terkait reparasi dalam berbagai bentuk kepada korban—baik dari kalangan sipil, TNI, maupun mantan anggota GAM.

Karena peran strategisnya dalam mengawal perdamaian, KKR Aceh membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ulama, akademisi, dan pemerintah.

“Maka dalam pandangan kami, USK dan UIN adalah dua buah kampus di Aceh yang menjadi representasi keilmuan dan pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh. Kami ingin bekerja sama dalam hal melancarkan tugas KKR Aceh,” ujarnya.

Rektor USK, Prof. Marwan, menyambut baik kerja sama ini karena selaras dengan komitmen universitas dalam merawat perdamaian. Ia mengungkapkan bahwa USK telah memiliki Pusat Riset Perdamaian dan Resolusi Konflik, serta berencana mendirikan Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik.

“Ini peluang bagi kita, selain kajian-kajian untuk identifikasi kasus dan peluang penyelesaiannya. Jadi kerja sama ini sangat baik demi terawatnya perdamaian Aceh,” kata Rektor USK.

Melalui kemitraan ini, USK dan KKR Aceh berharap dapat memperkuat upaya rekonsiliasi serta menciptakan solusi yang komprehensif bagi para korban konflik, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum.

Editor: Akil

8 Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

0
Ilustrasi Kesehatan Ginjal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ginjal merupakan organ vital yang memiliki peran sangat penting dalam tubuh manusia, terutama dalam menyaring senyawa racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal harus menjadi prioritas, salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan yang dapat mendukung fungsi ginjal. Namun, pastikan Anda mengonsumsi buah segar tanpa tambahan bahan lain agar manfaatnya maksimal.

Berikut adalah beberapa buah yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal yang dirangkum oleh Nukilan.id:

1. Apel: Kaya Serat dan Antioksidan

Apel dikenal kaya akan serat dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan serta mendetoksifikasi tubuh. Selain itu, kandungan pektin dalam apel dapat membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal. Sebuah studi dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology (2011) menemukan bahwa diet tinggi serat, seperti yang terdapat dalam apel, dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

2. Anggur: Mengandung Resveratrol untuk Melindungi Ginjal

Anggur, terutama anggur merah, mengandung senyawa resveratrol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melindungi ginjal dari kerusakan oksidatif dan peradangan. Penelitian dalam Journal of Nutritional Biochemistry (2015) menunjukkan bahwa resveratrol dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal, memperbaiki fungsinya.

3. Cranberry: Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Cranberry terkenal karena kemampuannya mencegah infeksi saluran kemih (ISK). Kandungan proanthocyanidins pada cranberry dapat menghalangi bakteri menempel pada dinding saluran kemih, yang turut menjaga kesehatan ginjal. Studi dalam Journal of Medicinal Food (2013) menunjukkan bahwa konsumsi cranberry secara rutin dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merusak ginjal.

4. Blueberry: Melindungi Ginjal dari Stres Oksidatif

Blueberry kaya akan antioksidan, khususnya anthocyanin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal. Sebuah penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2010) menemukan bahwa blueberry berperan dalam mengurangi kerusakan ginjal akibat stres oksidatif.

5. Semangka: Menjaga Hidrasi dan Mengurangi Beban Ginjal

Semangka mengandung banyak air dan rendah kalium, membuatnya ideal untuk menjaga hidrasi tubuh dan mengurangi beban kerja ginjal. Semangka juga mengandung likopen, antioksidan yang baik untuk kesehatan ginjal. Penelitian dalam American Journal of Hypertension (2011) menunjukkan bahwa likopen dapat mengurangi risiko kerusakan ginjal yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

6. Nanas: Menurunkan Peradangan pada Ginjal

Nanas, yang rendah kalium dan kaya akan bromelain, enzim dengan sifat anti-inflamasi, dapat membantu mengurangi peradangan pada ginjal. Sebuah studi dalam Biotechnology Research International (2012) menunjukkan bahwa bromelain berperan dalam melindungi ginjal dari kerusakan akibat peradangan.

7. Pisang: Menjaga Keseimbangan Elektrolit

Pisang mengandung kalium yang penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis, konsumsi pisang harus dibatasi karena kadar kalium yang tinggi. Menurut National Kidney Foundation, kalium sangat penting untuk kesehatan ginjal, tetapi penderita penyakit ginjal perlu mengatur asupannya.

8. Jeruk: Melindungi Ginjal dengan Vitamin C

Jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat melindungi ginjal dari kerusakan oksidatif. Namun, karena jeruk mengandung kalium, penderita penyakit ginjal perlu mengonsumsinya dalam jumlah terbatas. Studi dalam Journal of Renal Nutrition (2013) menyatakan bahwa vitamin C dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal.

Dengan mengonsumsi buah-buahan ini secara rutin, Anda dapat mendukung kesehatan ginjal dan mencegah berbagai gangguan pada organ vital ini. Pastikan untuk memilih buah segar dan konsumsi dengan bijak agar manfaatnya maksimal. (XRQ)

Reporter: Akil

Teknologi Ramah Lingkungan Ini Bantu Atasi Kekeringan di Aceh

0
Kekeringan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kekeringan masih menjadi tantangan bagi beberapa wilayah di Aceh, terutama dalam ketersediaan air bersih. Untuk mengatasi masalah ini, Ketua Tim Meusyuhu, Ilham Akbar, menekankan pentingnya penggunaan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, seperti filter biosand dan biochar.

“Integrasi kedua teknologi ini mampu menyaring dan meningkatkan kualitas air, sehingga bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang sulit air,” ujarnya dikutip dari RRI Banda Aceh, Selasa (11/2/2025).

Menurut Ilham, penerapan teknologi ini perlu disertai dengan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat dapat mengelolanya secara mandiri. Biochar sendiri tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga berperan sebagai media penyimpanan air di bawah permukaan.

“Dengan menggunakan biochar, cadangan air tanah dapat ditingkatkan secara signifikan, yang berguna untuk masa-masa kering,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa kombinasi biochar dengan filter biosand dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi kekeringan. Tim Meusyuhu telah melakukan uji coba teknologi ini di beberapa desa di Aceh, dan hasilnya menunjukkan respons positif dari masyarakat karena kemudahannya dalam penerapan serta biaya operasional yang relatif rendah.

“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam mendukung mitigasi kekeringan di Aceh,” tambahnya.

Penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar ini diharapkan mampu membantu masyarakat Aceh dalam menjaga ketersediaan air bersih, terutama di daerah yang sering mengalami krisis air saat musim kemarau.

Editor: Akil