Beranda blog Halaman 542

Dr. Faisal Binsar, Profesional IT Asal Aceh, Pimpin Sesi di Konferensi ICICT 2025 London

0
Dr. Faisal Binsar, seorang profesional dan praktisi IT asal Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | London – Dr. Faisal Binsar, seorang profesional dan praktisi IT asal Aceh, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Ia dipercaya sebagai Session Chair dalam ajang bergengsi 10th International Congress on Information and Communication Technology (ICICT 2025) yang berlangsung pada 18-21 Februari 2025 di America Square Conference Centre, London, Inggris. Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi industri dari berbagai negara untuk membahas inovasi terkini di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology – ICT).

Sebagai Session Chair, Dr. Faisal bertanggung jawab untuk mengulas serta memimpin diskusi terhadap enam penelitian internasional yang berfokus pada perkembangan teknologi digital. Kepercayaan ini menunjukkan pengakuan komunitas akademik global terhadap kontribusi Dr. Faisal dalam riset teknologi digital.

Tak hanya menjadi Session Chair, Dr. Faisal juga turut mempresentasikan dua penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan ICT, khususnya di sektor pendidikan dan pertanian di Indonesia. Penelitian pertamanya, “Public Perception of ICT and Governance of Educational Curriculum Transformation: Analyzing Online Discussions in Indonesia”, membahas persepsi publik terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka di Indonesia melalui analisis digital.

Dengan menggunakan metode Latent Dirichlet Allocation (LDA), studi ini menggali pola diskusi dan sentimen publik dari berbagai platform digital seperti media sosial dan berita daring. Temuannya diharapkan memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih responsif.

Sementara itu, penelitian kedua, “Navigating Market Volatility in Agriculture through Digital Analytics: Lessons from Indonesia’s Coffee Sector”, menyoroti dinamika pasar kopi Indonesia dengan pendekatan analitik digital.

Dr. Faisal menggunakan metode Gibbs Sampling for Dirichlet Multinomial Mixture (GSDMM) untuk menganalisis tren perbincangan publik terkait industri kopi, termasuk faktor yang mempengaruhi harga dan dampaknya terhadap petani. Studi ini memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dan pelaku industri dalam menghadapi fluktuasi pasar.

ICICT 2025 juga menghadirkan sesi diskusi panel, lokakarya, serta acara networking yang memberikan peluang bagi para peserta untuk menjalin kolaborasi riset dan memperluas jejaring profesional di tingkat internasional. Selain itu, penghargaan ICICT Excellence Awards juga diberikan kepada penelitian-penelitian yang memiliki dampak signifikan dalam bidang teknologi informasi.

Dr. Faisal Binsar merupakan pakar IT dengan spesialisasi di bidang analitik digital, big data, kecerdasan buatan untuk bisnis dan ekonomi, serta manajemen layanan kesehatan. Ia meraih gelar Doktor di bidang Digital Management dari BINUS University (2024), setelah sebelumnya menamatkan Magister Manajemen Sistem Informasi di universitas yang sama pada 2020 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknologi Informasi di Telkom University (2002).

Keikutsertaannya dalam ICICT 2025 membuktikan bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam riset internasional untuk menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Keberhasilan ini menjadi langkah maju dalam memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas riset yang berorientasi pada pengembangan teknologi digital untuk keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai peneliti aktif, Dr. Faisal telah menerbitkan berbagai publikasi ilmiah yang terindeks di Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, dan Google Scholar. Ia juga pernah meraih International Best Presentation Award di International Conference on E-Business and Applications 2022 di Singapura. Selain itu, ia beberapa kali dipercaya menjadi Session Chair dalam konferensi internasional, termasuk WorldS4 2024 di Brunel University, London.

Dengan keterlibatan aktifnya dalam forum akademik global, Dr. Faisal berharap semakin banyak akademisi dan peneliti Indonesia yang dapat berkontribusi dalam riset internasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam inovasi dan pengembangan teknologi digital dunia.

Editor: Akil

93 Pengungsi Rohingya Ditahan di Langsa, Organisasi Masyarakat Sipil Kritik Penanganan Pemerintah

0
Rombongan Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Aceh. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Langsa – Sebanyak 93 pengungsi Rohingya ditahan di depan Terminal Tipe A, Simpang Lhee, Langsa Barat, Kota Langsa, pada Senin (17/2/2025). Mereka terdiri dari 32 laki-laki, 51 perempuan, dan 10 anak-anak. Penahanan ini terjadi setelah bus yang mereka tumpangi terjaring dalam razia Operasi Keselamatan Seulawah 2025 yang digelar oleh Polres Langsa sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan sopir bus, pengungsi tersebut dijemput dari wilayah Kabupaten Bireuen dan rencananya akan dibawa ke Pekanbaru. Namun, saat razia berlangsung di Langsa, bus yang mereka tumpangi ditahan tanpa nomor polisi, dan para pengungsi kemudian ditempatkan di terminal tersebut selama 10 jam. Yang menjadi sorotan, selama penahanan berlangsung, pihak berwenang seperti Imigrasi dan Kepolisian tidak melakukan proses pendataan pengungsi.

Setelah penahanan selama berjam-jam, pada pukul 20.00 WIB, para pengungsi dimasukkan kembali ke dalam bus dan dikembalikan ke lokasi awal penjemputan di Bireuen. Hingga saat ini, berbagai lembaga kemanusiaan mengaku tidak mendapatkan akses untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Pada hari yang sama, pemerintah dan pihak terkait menggelar rapat koordinasi untuk membahas nasib para pengungsi tersebut. Hasil dari rapat tersebut memutuskan bahwa para pengungsi akan dikembalikan ke lokasi penjemputan.

Kasus ini memunculkan kritik tajam dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang menilai bahwa buruknya penanganan pengungsi bukan kali pertama terjadi di Aceh. Sebelumnya, pada November 2024, pengungsi Rohingya sempat telantar dan tidak mendapatkan hak dasar mereka setelah diangkut menggunakan truk dalam perjalanan selama 48 jam dari Aceh Selatan ke Banda Aceh sebelum akhirnya tiba di Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh.

Organisasi masyarakat sipil menyoroti keputusan pemerintah yang mengembalikan pengungsi ke lokasi awal penjemputan sebagai tindakan keliru dan berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri, disebutkan bahwa kepolisian memiliki kewajiban untuk mengamankan pengungsi dan menyerahkannya kepada pihak Imigrasi untuk didata. Langkah ini bertujuan memastikan status mereka sebagai pengungsi atau imigran.

Selain itu, organisasi masyarakat sipil menilai bahwa tindakan yang diambil oleh pemerintah mencerminkan lemahnya koordinasi antara instansi terkait dalam menangani pengungsi. Mereka menyoroti bahwa Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri seharusnya berperan dalam mengoordinasikan setiap tahapan mulai dari penemuan, penampungan, pengamanan, hingga pengawasan pengungsi, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Perpres tersebut.

Tak hanya itu, dalam Pasal 31 ayat (3) Perpres 125/2016 juga ditegaskan bahwa instansi pemerintah wajib menciptakan kondisi aman guna menghindari pengungsi dari berbagai tindak kejahatan. Oleh karena itu, tindakan pengembalian pengungsi ke lokasi awal penemuan dinilai sangat berisiko karena mereka dapat menjadi korban eksploitasi atau tindak kejahatan lainnya.

Koalisi masyarakat sipil juga menyesalkan sikap Pemerintah Kota Langsa yang dinilai tidak menangani pengungsi sesuai dengan aturan yang ada. Dalam pernyataannya kepada media pada Senin (17/2/2025), Pj Wali Kota Langsa menyatakan bahwa pihaknya menolak kehadiran 93 pengungsi yang sempat ditahan di Terminal A Kota Langsa. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan rekam jejak Kota Langsa di masa lalu yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan praktik penanganan pengungsi terbaik di Aceh.

Karena itu, organisasi masyarakat sipil mendesak Pemerintah Kota Langsa untuk kembali mengedepankan prinsip kemanusiaan dalam menangani pengungsi Rohingya. Mereka berharap pemerintah berkomitmen dalam memastikan perlindungan terhadap pengungsi sesuai dengan Perpres 125/2016 dan standar kemanusiaan yang telah diterapkan sebelumnya. Dengan menempatkan solidaritas dan kemanusiaan sebagai prioritas utama, Aceh dapat tetap dikenal sebagai wilayah yang ramah terhadap mereka yang membutuhkan perlindungan.

Adapun organisasi yang tergabung dalam pernyataan bersama ini antara lain AWPF, KontraS Aceh, YKMI, PKBI, Rumah Relawan Remaja, SUAKA, dan Yayasan Panca Jiwa Madani (YPJM).

Editor: Akil

Dr. HT Ahmad Dadek, SH, MH Dilantik sebagai Perencana Ahli Utama di Aceh

0
Dr. HT Ahmad Dadek, SH, MH Dilantik sebagai Perencana Ahli Utama di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh kini memiliki Perencana Ahli Utama pertama di wilayahnya. Dr. Teuku Ahmad Dadek, SH, MH resmi dilantik oleh Wakil Gubernur Aceh, Fathullah, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu (19/2/2025). Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6/M Tahun 2025.

Dalam acara tersebut, sebanyak 49 pejabat fungsional lainnya dari berbagai tingkatan, termasuk Perencana Madya dan Muda, turut diambil sumpahnya. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan di Aceh.

Dr. Ahmad Dadek menjadi satu-satunya Perencana Ahli Utama di Aceh dan salah satu dari sedikit pejabat serupa di Pulau Sumatera. Jabatan ini merupakan puncak dari jenjang fungsional di bidang perencanaan pembangunan dan hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kualifikasi profesional tertinggi.

Sebelumnya, Ahmad Dadek dikenal sebagai sosok berpengalaman di bidang perencanaan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh serta sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pidie Jaya. Rekam jejaknya yang panjang dalam birokrasi menjadikannya figur yang dinilai mampu memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

Bersamaan dengan pelantikan ini, Pemerintah Aceh juga menunjuk Dr. Husnan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Aceh dengan jabatan Perencana Ahli Madya. Penunjukan ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan kebijakan strategis dan perencanaan pembangunan di Aceh.

Dengan pengangkatan dua pejabat ini, Pemerintah Aceh menaruh harapan besar pada peningkatan efektivitas kebijakan perencanaan pembangunan. Fokus utama mereka ke depan meliputi pengelolaan sumber daya, kebijakan publik, serta pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Editor: Akil

Siswa MIN 27 Aceh Besar Terpilih sebagai Petugas Api Unggun Jambore Pramuka 2025

0
Siswa MIN 27 Aceh Besar Terpilih sebagai Petugas Api Unggun Jambore Pramuka 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Jambore Cabang Aceh Besar 2025 menghadirkan salah satu momen paling dinanti, yakni upacara api unggun yang berlangsung pada Selasa (18/2/2025) malam. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta didik dari berbagai sekolah di Aceh Besar dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Dua siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar, Aufar Hasan dan Tanisya Munira, mendapat kehormatan sebagai petugas api unggun dalam acara tersebut. Aufar dipercaya untuk memimpin doa, sementara Tanisya membacakan Dasadarma Pramuka di hadapan seluruh peserta jambore.

Pembina upacara, Kak Ismayadi, dalam amanatnya menyampaikan makna mendalam di balik tradisi api unggun dalam kegiatan Pramuka.

“Kami tidak menyembah api, tapi api adalah lambang semangat kami yang terus membara,” ujar Kak Ismayadi, mengobarkan semangat peserta jambore.

Suasana semakin syahdu saat api unggun dinyalakan, disertai lantunan shalawat yang menggema di lapangan upacara. Sorot api yang berkobar menjadi simbol tekad dan kebersamaan para peserta didik yang mengikuti kegiatan ini.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Aufar Hasan, yang menambah kekhusyukan malam itu. Jambore Cabang Aceh Besar 2025 dijadwalkan berakhir pada Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini diharapkan dapat membangun jiwa kepemimpinan dan karakter kuat bagi generasi muda, serta menanamkan semangat kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai Pramuka.

Editor: Akil

Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 di Perpusnas, Pengunjung: “Unik dan Keren!”

0
Seorang pengunjung tampak sedang melihat Karya Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 di Perpusnas. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pameran Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 yang digelar di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sejak 10 Februari hingga 17 Februari 2025 menarik perhatian banyak pengunjung. Salah satunya adalah Rumiati, warga Jakarta Barat, yang datang bersama teman-temannya untuk menikmati berbagai karya seni yang dipamerkan.

“Sebelumnya sudah pernah ke sini, tapi datang lagi ke sini. Aku datang sama teman-teman aku,” katanya kepada Nukilan.id pada Minggu (19/2/2025) lalu.

Rumiati mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak berencana mengunjungi pameran seni rupa ini. Ia terlebih dahulu menyaksikan kegiatan lain di Perpusnas, seperti peragaan busana adat, sebelum akhirnya naik ke lantai empat dan menemukan pameran ini.

“Jadi awalnya aku bukan pengen ngeliat ini, tadi aku udah ngeliat kegiatan lain kayak fashion show baju adat gitu, terus aku ke lantai 4 aku ngeliat ini yaudah masuk karena penasaran,” tambahnya.

Meski baru melihat sebagian karya yang dipamerkan, Rumiati mengaku terkesan dengan keunikan dan kualitas seni yang ditampilkan.

“Tanggapannya karena baru ngeliat sedikit ya tapi menurut aku unik sih, terus keren-keren juga fotonya, lukisannya,” katanya.

Pameran ini menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung Perpusnas, menghadirkan berbagai karya seni rupa yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.

Editor: Akil

RESYA Dukung M. Hendra Supardi sebagai Plt. Direktur Utama Bank Aceh Syariah

0
Juru Bicara RESYA, Mukhlisin, S.E. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Bnada Aceh – Rakyat Ekonomi Syariah Aceh (RESYA) menyatakan dukungan penuh terhadap M. Hendra Supardi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Aceh Syariah. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap rekam jejak dan pengalaman panjang Hendra dalam dunia perbankan syariah di Aceh.

Juru Bicara RESYA, Mukhlisin, S.E., menyampaikan bahwa Hendra Supardi adalah sosok yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dalam mengembangkan perbankan berbasis syariah. Dengan pengalaman panjangnya di industri keuangan, RESYA optimistis kepemimpinan Hendra akan membawa perubahan positif bagi Bank Aceh Syariah.

“Kami sangat percaya bahwa di bawah kepemimpinan M. Hendra Supardi, Bank Aceh Syariah akan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh. Beliau memiliki visi yang jelas dalam memajukan perbankan berbasis syariah,” kata Mukhlisin kepada Nukilan.id pada Rabu (19/2/2025).

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Aceh Syariah terus melakukan inovasi serta penguatan layanan berbasis syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dukungan dari berbagai elemen, termasuk RESYA, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi bank daerah ini dalam meningkatkan kinerjanya dan memperluas jangkauan layanannya.

M. Hendra Supardi sendiri bukanlah nama baru di Bank Aceh Syariah. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa, sebuah posisi strategis yang membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang operasional dan pengelolaan bank. Dengan pengalaman tersebut, ia dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan Bank Aceh Syariah secara profesional dan berintegritas.

RESYA juga menilai bahwa dukungan ini mencerminkan harapan besar masyarakat Aceh terhadap keberlanjutan serta kemajuan Bank Aceh Syariah sebagai institusi keuangan syariah yang berdaya saing tinggi.

“Kami dari RESYA mewakili seluruh rakyat Aceh berharap M. Hendra Supardi mampu membawa Bank Aceh Syariah semakin maju, tumbuh, dan terus meningkatkan kualitas layanan perbankan syariah bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya,” tambah Mukhlisin.

Lebih lanjut, RESYA juga menaruh harapan besar agar Bank Aceh Syariah semakin berperan dalam mendukung perekonomian daerah, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Serta dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Aceh melalui penyaluran pembiayaan UMKM/KUR,” tutup Mukhlisin. (XRQ)

Reporter: Akil

Kisah Penjual Kaos Monas: Rezeki Bergantung pada Musim dan Jumlah Pembeli

0
Bang Adam, Salah satu penjual kaos monas. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Di sekitar kawasan luar Monas, deretan pedagang kaos dengan desain khas ibu kota menjadi pemandangan yang umum. Salah satu pedagang di sana adalah Adam, perantau asal Sumatera Barat yang telah menetap di Jakarta sejak tahun 2000. Selama merantau, ia telah mencoba berbagai jenis pekerjaan sebelum akhirnya memutuskan berjualan kaos sejak lima tahun terakhir.

Dalam perbincangan dengan Nukilan.id, Adam mengungkapkan bahwa penghasilannya dari berjualan kaos tergantung pada situasi dan jumlah pengunjung.

“Yang namanya rezeki kita tidak tahu, Bang. Rata-rata harian itu dapat Rp 1 juta omzetnya,” katanya kepada Nukilan.id pada Rabu (19/2/2025).

Namun, ketika akhir pekan atau musim liburan tiba, pendapatannya bisa meningkat tajam.

“Kalau lagi akhir pekan, musim liburan itu bisa-bisa sampai Rp 2 juta, Rp 3 juta,” tambahnya.

Menariknya, hampir semua pedagang di kawasan ini menjual kaos dengan harga dan kualitas yang serupa. Adam menjelaskan bahwa hal ini bukan kebetulan, melainkan karena para pedagang mendapatkan barang dagangan dari sumber yang sama.

“Memang sama semua, Bang. Harganya sama, barangnya juga sama. Kita dari koperasi,” ungkapnya.

Soal harga, para pedagang di kawasan Monas menawarkan promo menarik bagi para pembeli.

“Kita ada obral mulai dari satu kaos Rp 20.000. Kalau beli tiga, kita kasih Rp 50.000. Kalau ambil enam kaos, itu kita obral Rp 100.000,” jelas Adam.

Selain itu, bagi mereka yang ingin kaos dengan kualitas lebih baik, tersedia opsi lain.

“Istilahnya tadi, kita dari Dinas UMKM DKI memang harganya di sini sama rata. Kalau yang mau bagusan, itu ada harga Rp 50.000 per kaosnya,” katanya.

Meskipun harga sudah ditetapkan, ada sedikit fleksibilitas bagi pembeli yang mengambil dalam jumlah besar.

“Jadi kita tidak bisa kasih kurang harga, kecuali gini, kalau ada yang ambil banyak, ya kita kasih bonus satu kaos,” ujarnya.

Dengan sistem seperti ini, tidak ada persaingan harga antarpenjual, sehingga semuanya bergantung pada rezeki masing-masing.

“Jadi tidak ada persaingan harga, tergantung rezeki masing-masing,” pungkas Adam. (XRQ)

Reporter: Akil

Cristiano Ronaldo ke Indonesia: Dari Aceh, Bali, hingga Kupang

0
Kunjungan Ronaldo ke Kupang tahun ini menjadi catatan ketiga dalam rekam jejaknya di Indonesia. Kali ini, ia terlibat dalam aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia. Meski rincian kegiatannya masih belum diungkap ke publik, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mantan bintang Real Madrid itu begitu besar.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Cristiano Ronaldo kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Megabintang Al-Nassr itu dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (18/2) WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (19/2) WIB menggunakan pesawat pribadi. Kali ini, kehadiran Ronaldo bertujuan untuk melakukan aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Susi Maria Katipana. Namun, hingga saat ini, detail kegiatannya di Kupang masih dirahasiakan.

Bukan kali pertama Ronaldo mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, ia pernah datang ke Aceh dan Bali dalam rangka misi kemanusiaan serta pelestarian lingkungan.

Aceh – 2005: Bertemu Martunis, Korban Tsunami

Pada 11 Juni 2005, Ronaldo yang saat itu masih berseragam Manchester United, mengunjungi Banda Aceh pasca-bencana tsunami yang melanda wilayah tersebut. Kedatangannya ke Tanah Rencong bertujuan untuk bertemu Martunis, seorang bocah yang selamat dari terjangan tsunami. Martunis ditemukan mengenakan jersey tim nasional Portugal, yang menarik perhatian Ronaldo dan dunia internasional.

Pertemuan itu menjadi awal dari hubungan istimewa antara keduanya. Ronaldo bahkan mengangkat Martunis sebagai anak asuh dan membiayai pendidikannya hingga lulus SMA. Selain itu, ia turut memberikan bantuan bagi para korban tsunami di Aceh.

Bali – 2013: Duta Mangrove Indonesia

Delapan tahun berselang, Ronaldo kembali mengunjungi Indonesia. Pada 26 Juni 2013, ia tiba di Bali untuk menjalankan tugas sebagai Duta Forum Peduli Mangrove Bali Indonesia. Dalam acara bertajuk “Save Mangrove, Save Earth” yang digelar di Benoa, Badung, Ronaldo bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara simbolis menanam bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Saat itu, Ronaldo mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali ke Indonesia dan turut serta dalam kampanye pelestarian alam. Menteri Kehutanan kala itu, Zulkifli Hasan, secara resmi menganugerahkan gelar Duta Mangrove kepada CR7.

Kupang – 2025: Aksi Sosial di NTT

Kunjungan Ronaldo ke Kupang tahun ini menjadi catatan ketiga dalam rekam jejaknya di Indonesia. Kali ini, ia terlibat dalam aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia. Meski rincian kegiatannya masih belum diungkap ke publik, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mantan bintang Real Madrid itu begitu besar.

Dengan kunjungannya yang ketiga ini, Ronaldo semakin mengukuhkan dirinya bukan hanya sebagai ikon sepak bola dunia, tetapi juga sosok yang peduli terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Apakah di masa depan CR7 akan kembali ke Indonesia dengan misi yang lebih besar? Kita tunggu saja.

Editor: Akil

Mualem: Pabrik Gula Akan Dibangun di Aceh Tengah

0
Gubernur Aceh Mualem saat memberikan sambutan pada acara pelantikan kepala daerah Aceh Tengah. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengungkapkan rencana pembangunan pabrik gula di Aceh Tengah. Rencana ini melibatkan investor asal Malaysia yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Aceh.

“Mungkin nanti lokasi pabriknya ada di antara Aceh Tengah dan Bener Meriah,” kata Mualem usai menghadiri pelantikan Bupati Aceh Tengah, Selasa (18/2/2025).

Menurut Mualem, pemilihan wilayah tengah Aceh bukan tanpa alasan. Kecamatan Ketol dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku utama, yaitu tebu. Ketersediaan lahan yang luas serta iklim yang mendukung membuat daerah ini cocok untuk pengembangan industri gula.

Investor yang tertarik membangun pabrik ini, kata Mualem, saat ini masih beroperasi di Selangor, Malaysia. Mereka ingin meningkatkan kapasitas produksi dengan teknologi yang lebih modern di Aceh.

“Jadi mereka ingin bangun pabrik yang lebih modern nanti di Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mualem menegaskan bahwa proyek ini perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain berpotensi mengembangkan sektor industri, pembangunan pabrik gula juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Rencana ini menjadi salah satu upaya pemerintah Aceh dalam menarik investasi guna meningkatkan perekonomian daerah. Jika proyek ini terwujud, Aceh tidak hanya akan memiliki industri gula sendiri tetapi juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Editor: Akil

Transaksi QRIS di Aceh Tembus Rp2,09 Triliun, Didominasi Usaha Mikro

0
Ilustrasi QRIS.(Foto: BI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penggunaan transaksi digital di Aceh terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini mencapai Rp2,09 triliun hingga Desember 2024.

“Sudah tercatat 17,03 transaksi dengan nominal Rp2,09 triliun hingga Desember 2024,” kata Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, di Banda Aceh, Selasa (18/2/2025).

Agus menjelaskan, jumlah pengguna QRIS di Aceh terus bertambah, dengan total 658.721 user hingga akhir tahun lalu. Sementara dari sisi merchant, sebanyak 178.926 pedagang atau pelaku usaha telah mengadopsi sistem pembayaran ini, dengan dominasi dari usaha mikro.

“Berdasarkan klasifikasi usaha, share merchant QRIS terbesar disumbangkan oleh usaha mikro dengan jumlah 130.607 merchant atau 72,99 persen,” ujarnya.

Peningkatan transaksi digital ini didukung oleh berbagai event yang mendorong masyarakat untuk lebih familiar dengan pembayaran non-tunai. Sejumlah acara lokal dan nasional turut berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan QRIS di Aceh sepanjang 2024, seperti Sabang Marine Festival, Festival Ramadhan, Sambot Muharram Raya, Pekan QRIS Nasional, hingga PON Aceh-Sumut 2024.

“Dukungan digitalisasi pada event PON Aceh-Sumut dilaksanakan melalui penyelenggaraan QRIS corner pada Expo UMKM PON,” kata Agus.

Lebih lanjut, BI terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mempercepat digitalisasi ekonomi serta meningkatkan inklusi keuangan. Agus menegaskan bahwa penggunaan transaksi digital tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Digitalisasi ini perlu didorong untuk meningkatkan transparansi, lebih efisien karena ongkosnya lebih rendah, dan uang itu bisa digunakan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor: AKil