Beranda blog Halaman 535

Polresta Banda Aceh Tertibkan Dua Jukir Liar di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman

0
Dua orang jukir liar di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang ditangkap Polresta Banda Aceh, Jumat (23/5/2025). (Foto: Dok Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id | Banda Aceh – Tim Satgas Anti Premanisme Polresta Banda Aceh kembali menertibkan dua orang yang diduga menjalankan praktik parkir liar tanpa izin resmi di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (23/5/2025).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengatakan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari operasi yang rutin ditingkatkan sejak awal Mei 2025, berdasarkan instruksi Kapolri melalui Telegram Nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025.

“Dua orang yang kami amankan hari ini beroperasi sebagai juru parkir di sekitar Masjid Raya, namun tidak memiliki izin maupun keterlibatan resmi dengan instansi terkait,” ujar Fadillah dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat (23/5/2025).

Kedua individu tersebut yakni RD (58), warga Banda Aceh, dan IR alias Robby (39), warga Rokan Hilir. Dari pemeriksaan, IR diketahui telah menjalankan aktivitas sebagai juru parkir liar selama sekitar empat bulan terakhir, dan menyetorkan hasil pungutannya kepada RD.

Petugas juga menemukan satu helai baju bertuliskan “juru parkir” yang ternyata bukan milik resmi IR, melainkan diduga digunakan untuk mengelabui masyarakat agar terlihat sah.

“Setelah dilakukan interogasi, keduanya mengakui tidak memiliki izin dari Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, dan lokasi tempat mereka bekerja pun tidak mendapat persetujuan dari pemerintah,” jelas Fadillah.

Kedua orang tersebut kemudian dibina dan dimediasi bersama pihak Dinas Perhubungan, sebagai bagian dari pendekatan preventif untuk mencegah praktik serupa terulang kembali.

“Kami telah menyerahkan keduanya kepada keuchik Gampong Kampung Baru untuk pembinaan lebih lanjut di tingkat gampong,” tambah Fadillah. []

Reporter: Sammy

Rian Syaf Sebut Kemenkraf Serius Kembangkan Ekonomi Kreatif di Aceh

0
Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi komunitas ekonomi kreatif di Aceh dengan mengusung tema membangun personal branding dan perlindungan kekayaan intelektual untuk pegiat ekonomi kreatif. 

Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melihat besarnya potensi pegiat ekonomi kreatif di Aceh.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk keseriusan Kementerian Ekonomi Kreatif melihat bahwa potensi pegiat ekonomi kreatif di Aceh ini cukup besar. Makanya kita kesini mengadakan satu kegiatan penguatan kapasitas ekonomi kreatif,” kata Rian Syaf kepada Nukilan di Banda Aceh.

Terkait potensi anak muda Aceh, Rian menyebutkan dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Aceh memiliki banyak potensi unggulan di antaranya yaitu film, animasi video, musik, fashion, hingga turunannya seperti parfum dan produk kecantikan.

Salah satu pencapaian yang dibanggakan adalah peluncuran Banda Aceh sebagai Kota Parfum hasil kerja sama dengan USK. Riset yang telah dilakukan selama lebih dari sepuluh tahun menggunakan nilam sebagai bahan dasar parfum menunjukkan potensi besar industri ini.

“Pak Rektor sudah sepuluh tahun lebih melakukan riset tentang nilam sebagai bahan dasar pembentukan parfum, ini juga menjadi kesempatan besar,” ungkap Rian.

Kemenkraf menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar produk-produk kreatif Aceh dapat berdaya saing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global.

Sebagai bukti potensi tersebut, Rian juga menyebutkan sudah ada produk parfum dari Aceh yang berhasil menembus pasar ekspor internasional.

“Tentunya kesempatan di Aceh ini sangat terbuka lebar, kita perlu kerja sama-sama meningkatkan kapasitasnya, terutama di SDM-nya, sehingga produk-produk kita bisa berdaya saing,” pungkas Rian Syaf.

Reporter: Rezi

Komunitas ASN Progresif Dorong Inovasi dan Akses Beasiswa ke Luar Negeri

0
Ilustrasi ASN. (Foto: kabar24.bisnis.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi profesi dambaan banyak orang di Indonesia. Tak hanya karena jaminan karier dan masa pensiun yang terjamin, tetapi juga karena peran strategisnya dalam membangun bangsa. Oleh sebab itu, munculnya inisiatif dari ASN muda untuk menjadi lebih progresif menjadi angin segar dalam tubuh birokrasi Indonesia.

Salah satu inisiatif menarik datang dari komunitas yang menamai dirinya ASN Progresif. Komunitas ini lahir dari semangat untuk mendorong ASN agar tak hanya nyaman dalam zona aman, melainkan aktif dalam perubahan dan pembelajaran berkelanjutan.

Pada Sabtu (24/5/2025), Nukilan.id berkesempatan mewawancarai Zahran Aslam Rizqullah, salah satu inisiator dari gerakan ini. Ia menyampaikan bahwa komunitas ASN Progresif terbuka luas bagi para ASN dari seluruh penjuru negeri yang memiliki visi serupa.

“ASN Progresif terbuka untuk seluruh ASN di Indonesia yang sama-sama ingin bergerak maju dan progresif untuk berkontribusi terhadap nusa dan bangsa,” ujar Zahran.

Lebih lanjut, Zahran menjelaskan bahwa komunitas ini telah memiliki jaringan yang cukup luas, menghubungkan ASN lintas instansi dan daerah.

“Saat ini sudah terbentuk grup komunitas ASN Progresif yang berisi ASN dari seluruh instansi dan wilayah Indonesia,” katanya.

Tak hanya berhenti sebagai forum diskusi, komunitas ini memiliki rencana jangka panjang untuk memperkuat jejaring dan program-program pengembangan kapasitas.

“Kedepannya, grup ini akan berkembang lebih besar lagi dalam bentuk Community Whatsapp,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama komunitas ini saat ini adalah membantu para ASN untuk memanfaatkan peluang beasiswa, khususnya beasiswa luar negeri yang tengah dibuka oleh berbagai lembaga internasional.

“Saat ini kita sedang berfokus kepada kegiatan dalam rangka memperkenalkan dan mempersiapkan beasiswa karena saat ini memang sedang momennya dimana banyak beasiswa dari berbagai negara yang sedang dibuka,” jelas Zahran.

Untuk memperkuat kesiapan anggotanya, komunitas ASN Progresif akan menggelar berbagai sesi berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Beberapa hari lagi kita akan ada sharing session untuk persiapan beasiswa LPDP,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, Zahran mengungkapkan bahwa komunitas ini juga telah menyiapkan agenda-agenda lanjutan yang bertujuan membangun kapasitas ASN secara kolektif.

“Untuk selanjutnya, ada beberapa hal yang sudah kita rencanakan untuk dikerjakan bersama,” tutupnya.

Munculnya komunitas ASN Progresif ini menjadi bukti bahwa generasi muda di sektor pemerintahan tidak sekadar menjalani rutinitas, melainkan siap menjadi motor perubahan menuju birokrasi yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. (Xrq)

Reporter: Akil

18 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Thailand, Bupati Minta Kemlu Bertindak

0
Iskandar Usman Alfarlaky, Bupati Aceh Timur. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Sebanyak 18 nelayan asal Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena diduga melanggar batas wilayah tangkap. Menanggapi hal ini, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan keprihatinannya dan meminta pemerintah pusat segera turun tangan.

“Kita sangat prihatin dan berempati atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita, para nelayan Aceh Timur, yang ditangkap di luar negeri. Mereka adalah tulang punggung ekonomi pesisir dan sekarang menghadapi situasi sulit. Kami sudah menyurati Kemlu RI agar langkah-langkah diplomatik segera diambil,” kata Iskandar kepada wartawan, Jumat (23/5/2025).

Menurut Iskandar, Pemkab Aceh Timur terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kepulangan para nelayan. Saat ini, mereka juga tengah menelusuri data lengkap seluruh anak buah kapal (ABK) yang ditahan.

“Semoga langkah diplomatik ini membuahkan hasil,” jelasnya.

Komitmen Pemkab dan Imbauan kepada Nelayan

Tidak hanya menyurati Kementerian Luar Negeri, Pemkab Aceh Timur juga berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum yang dihadapi para nelayan hingga mereka kembali ke tanah air dengan selamat. Di sisi lain, Iskandar mengimbau seluruh nelayan agar lebih berhati-hati dan mematuhi hukum internasional.

“Kita berharap kejadian serupa tidak terjadi kepada para nelayan kita yang berlabuh. Pastikan seluruh keamanan dan standar operasional kapal saat berlabuh di wilayah perbatasan,” ujar Al-Farlaky.

Dua Kapal, 18 ABK Ditangkap di Perairan Thailand

Penangkapan ini terjadi pada Senin (19/5) pagi. Ada dua kapal yang diamankan oleh otoritas Thailand. Kapal pertama, KM Jasa Cahaya Ikhlas, membawa 12 ABK, yakni:

  • Umar Johan

  • Ali Imran

  • Abdullah

  • Munzakir

  • Farisi

  • Sabarudin

  • Samsul Bahri

  • M. Jamil Zainal Abidin

  • Aiyub

  • Hanil Fikri

  • Jamaluddin

  • Abdul Latif

Sementara itu, kapal kedua, KM New Rever, mengangkut enam ABK:

  • Ridwan

  • Muhammad Jafar

  • Dedi Saputra

  • Safriadi

  • M. Mukhlis

  • Maiyeddin

Menurut informasi dari anggota DPD asal Aceh, Sudirman Haji Uma, penangkapan dilakukan atas dugaan pelanggaran wilayah laut Thailand.

“Tuduhan sementara terhadap para nelayan kita adalah memasuki wilayah perairan Thailand secara ilegal dan melakukan penangkapan ikan tanpa izin,” ungkapnya.

Langkah Cepat Diharapkan

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi. Oleh karena itu, masyarakat dan keluarga nelayan berharap agar pemerintah Indonesia bertindak cepat melalui jalur diplomatik untuk membebaskan mereka. Selain itu, edukasi terhadap nelayan soal batas wilayah tangkap dinilai sangat penting agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Editor: Akil

Angin Kencang Terjang Aceh Timur, Lima Rumah Rusak Berat

0
Lima Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Terjang Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, lima rumah warga mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, kerusakan tersebar di beberapa desa. Dua rumah berada di Gampong Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk. Sementara itu, satu rumah rusak tercatat di Gampong Beunot, Kecamatan Darul Aman. Sisanya, masing-masing satu rumah di Gampong Seunebok Baroh dan Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur.

“Berdasarkan data sementara, ada lima unit rumah rusak. Lima rumah tersebar di beberapa desa dalam sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, di Aceh Timur, Jumat.

Petugas TNI dan Warga Lakukan Pembersihan

Menanggapi insiden tersebut, BPBD Aceh Timur langsung mengerahkan satuan tugas untuk membantu warga. Petugas bersama prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membersihkan pohon yang tumbang di atas atap rumah.

“Kami sudah menurunkan satuan tugas melakukan pembersihan material pohon tumbang menimpa rumah warga tersebut. Kelima rumah tersebut mengalami rusak berat,” lanjut Ashadi.

Walaupun kerusakan tergolong parah, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah keluarga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.

Pendataan dan Koordinasi Masih Berlanjut

Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan. Selain itu, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan lanjutan dapat berjalan optimal.

“Saat ini, petugas juga masih terus mendata korban bencana alam tersebut. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan korban bencana lebih lanjut,” ujar Ashadi.

Imbauan untuk Tetap Waspada

Sebagai langkah antisipasi, Ashadi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana. Terlebih, kondisi cuaca di Aceh Timur saat ini masih belum bersahabat.

“Tingkatkan kewaspadaan karena cuaca saat ini di Kabupaten Aceh Timur hujan disertai angin kencang. Hindari beraktivitas di luar rumah jika terjadi angin kencang,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung yang aman apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. Upaya preventif ini sangat penting demi keselamatan bersama.

Editor: Akil

Polda Aceh Tindak 62 Preman dalam Operasi Pekat Seulawah 2025

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama jajaran kepolisian resor (polres) menindak tegas aksi premanisme selama pelaksanaan Operasi Pekat Seulawah 2025. Dalam operasi yang digelar sejak 1 Mei itu, sebanyak 62 preman diamankan dari 33 kasus yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

Premanisme Masih Marak

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengungkapkan bahwa jenis kasus yang ditangani sangat beragam. Mulai dari pungutan liar, parkir liar, hingga aksi balap liar dan tawuran.

“Ada sebanyak 33 kasus premanisme dengan 62 pelaku yang ditangani selama Operasi Pekat Seulawah 2025. Operasi tersebut berlangsung sejak 1 Mei 2025,” kata Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Kamis (22/5).

Ribuan Kegiatan Preemtif dan Preventif

Tak hanya melakukan penindakan, Polda Aceh juga aktif menggelar berbagai kegiatan pencegahan. Menurut Joko, total terdapat 2.222 kegiatan preemtif yang dilakukan untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi.

Selain itu, polisi juga melakukan 1.655 kegiatan preventif sebagai langkah untuk mengurangi risiko dan dampak dari tindak kriminal.

“Seluruh kegiatan dalam Operasi Pekat Seulawah 2025 tersebut bertujuan memberikan perlindungan serta menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Jaga Keamanan, Dukung Ketahanan Pangan

Menariknya, peran Polda Aceh tak sebatas menjaga keamanan. Mereka juga aktif mendukung program-program pemerintah, terutama yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan dan ketahanan pangan adalah dua hal berkaitan. Tanpa situasi yang kondusif, sulit bagi sektor pertanian, perikanan, dan distribusi pangan untuk tumbuh secara optimal,” kata Joko.

Sebagai bentuk konkret dukungan, jajaran Polda Aceh memanfaatkan lahan tidur untuk menanam jagung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun lumbung pangan di daerah.

“Penanaman jagung bertujuan membangun lumbung pangan sebagai antisipasi terhadap krisis pangan. Program ini melibatkan kolaborasi berbagai instansi dengan Polri sebagai penggerak utama,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dengan kolaborasi lintas sektor, Polda Aceh menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas wilayah. Mulai dari menindak pelaku kejahatan jalanan hingga menginisiasi gerakan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global.

Melalui Operasi Pekat Seulawah 2025, harapannya kondisi keamanan semakin membaik, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang secara produktif dan sejahtera.

Editor: AKil

Pemuda Aceh Didorong Siap Hadapi Peluang Kerja Migas Andaman

0
Ilustrasi Blok Migas. (Foto: Pertamina)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE — Temuan ladang gas raksasa di perairan Andaman, Aceh, menjadi angin segar bagi masa depan energi nasional sekaligus peluang kerja bagi generasi muda Aceh. Perusahaan asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy, mengumumkan bahwa cadangan gas bumi yang ditemukan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 10 TCF (Trillion Cubic Feet), menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.

Presiden Prabowo Subianto sendiri, pada Kamis (22/5/2025), menegaskan bahwa temuan tersebut akan menopang industri migas selama puluhan tahun ke depan. Tak hanya penting secara ekonomi, potensi ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, khususnya di Aceh.

Kota Lhokseumawe Butuh Langkah Cepat

Harapan besar turut disampaikan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH. Dalam sebuah dialog khusus di Pro-1 RRI Lhokseumawe yang mengangkat tema Membangun Infrastruktur yang Berkelanjutan, Sayuti menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan pemuda dalam menyambut eksplorasi Migas Andaman.

“Eksplorasi gas Pulau Andaman semoga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran pemuda di Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Lhokseumawe termasuk yang tertinggi di Aceh. Oleh karena itu, Sayuti menilai proyek eksplorasi ini sebagai momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

Dekat dengan Selat Malaka, Potensi Besar di Tangan Anak Muda

Lebih lanjut, Sayuti menyebutkan bahwa wilayah Andaman berada dekat dengan Selat Malaka, yang mengitari daratan Kota Lhokseumawe. Kondisi geografis ini, menurutnya, membuka kemungkinan lebih luas bagi keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Karena itu, ia mengajak para Pemuda di Kota ini untuk menyiapkan kapasitas diri agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) menyambut peluang lapangan kerja Migas baru di Aceh,” ungkap Sayuti.

Pemerintah Kota Lhokseumawe pun tidak tinggal diam. Sayuti menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi konkret untuk menyongsong peluang besar tersebut.

“Di tahun 2025, saya sudah menyisihkan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Migas untuk pelatihan dan pengembangan keterampilan dan skill SDM Pemuda,” tegasnya.

Perlu Dukungan Semua Pihak

Meski harapan telah disuarakan, implementasi tentu membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan sektor pendidikan, lembaga pelatihan, dan tentu saja perusahaan-perusahaan migas yang terlibat dalam proyek ini. Dengan begitu, pemuda Aceh tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran nyata dalam pembangunan ekonomi daerahnya.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Dorong Revisi UUPA Masuk Prolegnas Prioritas

0
Pemerintah Aceh Dorong Revisi UUPA Masuk Prolegnas Prioritas. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | Jakarta – Pemerintah Aceh terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat pelaksanaan kekhususan Aceh. Hal ini dibuktikan lewat kunjungan resmi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, ke Sekretariat Jenderal DPR RI, Jumat (23/5/2025) di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, M. Nasir bersama Tim Revisi UUPA secara langsung menyerahkan draf revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) kepada Kepala Bidang Keahlian Setjen DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, SH, M. Hum, di Ruang Rapat Sekjen DPR RI, Senayan.

Sembilan Pasal dan Satu Tambahan Strategis

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, M. Nasir menjelaskan bahwa proses penyusunan draf revisi UUPA telah melewati pembahasan intensif bersama DPR Aceh selama dua bulan terakhir. Hasilnya, telah disepakati sembilan pasal yang akan direvisi serta satu pasal tambahan.

“Revisi ini sangat penting, khususnya dalam hal perpanjangan Dana Otonomi Khusus dan kejelasan kewenangan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat,” tegas Nasir.

Ia mengungkapkan, selama ini masih terdapat tumpang tindih regulasi yang membuat pelaksanaan kebijakan di tingkat daerah berjalan tidak optimal. Karena itu, revisi UUPA dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas pemerintahan di Aceh.

Diharapkan Masuk Cumulative Open List

Lebih lanjut, M. Nasir berharap agar revisi UUPA dapat dimasukkan ke dalam kategori cumulative open list. Dengan begitu, pembahasan revisi tidak lagi tergantung pada urutan Prolegnas yang saat ini menempatkan UUPA di nomor 135.

“Harapan kami, pada 16 Agustus 2025 atau paling lambat tahun ini 2026, Presiden RI dapat menyampaikan Nota Keuangan yang telah memuat perpanjangan Dana Otonomi Khusus Aceh,” tambahnya.

Dukungan dari DPR RI

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Keahlian Setjen DPR RI, Inosentius Samsul, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah Pemerintah Aceh. Menurutnya, sembilan pasal yang diajukan akan diamankan secara teknis dan disiapkan untuk proses legislasi.

“Kami memahami bahwa masyarakat Aceh yang paling tahu kebutuhan daerahnya. Karena itu, semua usulan akan kami konsultasikan kembali dan komunikasikan dengan legislatif terkait,” ungkapnya.

Didampingi Tokoh dan Akademisi

Selain tim dari Pemerintah Aceh dan DPR Aceh, kunjungan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat Aceh. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa revisi UUPA bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga menjadi aspirasi kolektif masyarakat Aceh.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Aceh dalam memperjuangkan otonomi yang lebih kuat secara hukum dan konstitusional. Pemerintah Aceh pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas.

Editor: Akil

ASN Progresif, Gerakan Baru ASN Muda Dorong Reformasi Birokrasi

0
ASN PROGRESIF
ASN Progresif, Gerakan Baru ASN Muda Dorong Reformasi Birokrasi. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi pilihan karier favorit banyak orang di Indonesia. Jaminan karier yang jelas, stabilitas pekerjaan, serta kepastian pensiun di hari tua menjadi sejumlah alasan utama profesi ini begitu diminati. Namun di tengah kenyamanan tersebut, muncul kebutuhan akan semangat baru, terutama dari kalangan ASN muda.

Mereka yang tergolong muda dan memiliki masa depan panjang dalam dunia birokrasi diyakini mampu menjadi agen perubahan. Di sinilah pentingnya bersikap progresif—berani berinovasi, tanggap terhadap perubahan, dan selalu ingin belajar serta memperbaiki pelayanan publik.

Menariknya, semangat itu kini mulai terwujud dalam bentuk nyata melalui terbentuknya komunitas yang menamakan diri ASN Progresif. Gerakan ini dipelopori oleh sejumlah ASN muda yang ingin melihat wajah birokrasi Indonesia berubah ke arah yang lebih adaptif dan profesional.

Pada Sabtu (24/5/2025), Nukilan.id berkesempatan mewawancarai Zahran Aslam Rizqullah, salah satu inisiator dari komunitas ini. Ia mengungkapkan bahwa ide pembentukan ASN Progresif berangkat dari kegelisahan bersama yang ia dan rekan-rekannya rasakan dalam keseharian mereka sebagai ASN.

“Latar belakangnya, kami melihat bahwa tatanan birokrasi di Indonesia masih gitu-gitu aja dan masih terkungkung pada budaya lama. Terlalu kaku, sehingga sulit berinovasi,” ujar Zahran.

Melihat stagnasi tersebut, mereka merasa perlu memiliki ruang alternatif di luar struktur formal birokrasi. Sebuah wadah yang memungkinkan mereka tetap berkontribusi secara progresif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sistemik.

“Akhirnya teman-teman berpikir bahwa kita sebagai ASN muda harus memiliki wadah untuk setidaknya bergerak, dan terus progresif berkontribusi menangani permasalahan birokrasi yang sedang kita hadapi. Jadi, apa yang tidak bisa kita buat di instansi, kita buat di ASN Progresif ini,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar komunitas biasa, ASN Progresif membawa visi yang cukup besar. Mereka ingin menjadi motor penggerak perubahan birokrasi dari dalam, dengan pendekatan yang segar dan berorientasi pada solusi.

“Visi besar dari ASN progresif ini adalah membentuk dan menjadi wadah bagi ASN yang punya cara pikir baru, yang lebih terbuka, profesional, inovatif, dan berintegritas serta mampu memberi dampak dan solusi nyata bagi perbaikan birokrasi,” ungkap Zahran.

Dalam praktiknya, komunitas ini tak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mengarahkan energi mereka pada upaya membentuk pola pikir baru di kalangan ASN. Mereka mengedepankan nilai antikorupsi, keterbukaan, dan kolaborasi lintas instansi.

“ASN Progresif berupaya mendorong perubahan mindset lama ke arah yang lebih progresif, menumbuhkan kesadaran antikorupsi, dan jadi ruang diskusi lintas instansi yang bermakna, bukan sekadar obrolan ringan,” katanya.

Tak hanya berhenti di ruang diskusi, ASN Progresif juga memfasilitasi pengembangan diri para anggotanya. Mereka membuka akses informasi seluas-luasnya terhadap pelatihan, webinar, dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas ASN.

“Selain itu, ASN Progresif ingin mempermudah akses informasi bagi ASN terhadap pelatihan, webinar, dan pengembangan diri, sekaligus mendorong agar kebijakan dan layanan publik lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelas Zahran.

Berbagai inisiatif telah dijalankan komunitas ini, mulai dari kampanye digital, diskusi rutin, hingga kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemerintahan.

“Melalui kampanye digital, komunitas online, diskusi rutin, dan kerja sama dengan berbagai pihak, gerakan ini ingin berkontribusi nyata dalam mendorong reformasi birokrasi dari dalam,” tegasnya.

Kehadiran ASN Progresif menjadi penanda bahwa harapan terhadap perubahan birokrasi tak harus datang dari atas. Justru dari anak-anak muda yang berada di dalam sistem, perubahan dapat dimulai, satu langkah kecil demi satu dampak besar yang nyata. (XRQ)

Reporter: Akil

Angkat Identitas Aceh di Udara, Pilot Garuda Gunakan Bahasa Daerah

0
Ilustrasi Pesawat Garuda yang membawa Kloter 3 Jemaah Haji Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Garuda Indonesia menuai apresiasi luas setelah salah satu penerbangnya menyapa jemaah haji asal Aceh dengan menggunakan bahasa daerah. Momen haru itu terjadi dalam penerbangan kloter pertama dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kejadian itu berawal dari viralnya sapaan seorang pilot Garuda dengan kode penerbangan GIA2101. Ia menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara dalam Bahasa Aceh, membuat suasana di kabin penuh haru dan kebanggaan.

Diketahui, Pilot yang menyapa dengan bahasa ibu tersebut adalah Ichsan, pria kelahiran Asoe Nanggroe, Banda Aceh, tahun 1980. Tahun ini, ia kembali dipercaya membawa jemaah haji Aceh menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER berkapasitas 400 penumpang.

“Senang sekali hampir setiap musim haji saya dipercaya oleh perusahaan penerbangan tempat saya bekerja untuk mengangkut jamaah haji asal Aceh, dan bisa menyampaikan info penerbangan dengan bahasa Aceh dari ruang kabin. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya,” dikutip Nukilan.id dari unggahan Instagram pribadi Ichsan, Rabu (21/5/2025).

Ichsan memulai kariernya sebagai karyawan di maskapai lokal Seulawah Air pada 2001. Dua tahun kemudian, ia hijrah ke Batavia Air. Namun, saat maskapai tersebut menghentikan operasinya, Ichsan tidak menyerah. Ia memutuskan untuk mengejar pendidikan pilot pada 2009. Empat tahun berselang, pada 2013, ia bergabung dengan Garuda Indonesia.

Dedikasinya selama bertahun-tahun di dunia penerbangan akhirnya membawa kebanggaan tersendiri, terutama bagi masyarakat Aceh.

Penggunaan Bahasa Aceh Dinilai Efektif

General Manager Garuda Indonesia wilayah Aceh, Nano Setiawan, mengapresiasi inisiatif sang pilot. Ia menilai penggunaan bahasa daerah tidak hanya simbolis, tetapi juga memiliki dampak praktis.

“Memang kemarin cukup viral saat kru kami dari Aceh menyampaikan pengumuman dalam bahasa Aceh di dalam pesawat. Ini salah satu terobosan yang menurut saya tidak dilakukan di embarkasi lain,” ujar Nano dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh di Bandara SIM, Kamis (22/5/2025).

Menurut Nano, sapaan dalam bahasa Aceh memudahkan komunikasi, khususnya dengan jemaah lanjut usia yang tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia atau Arab. Ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang menyentuh aspek emosional sekaligus kultural.

Respons Positif dan Fasilitas Tambahan

Terobosan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak yang menganggapnya sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas lokal dan kepedulian pada kenyamanan jemaah.

Langkah ini, lanjut Nano, sejalan dengan semangat pelayanan Garuda Indonesia yang ingin menghadirkan pengalaman terbaik bagi jemaah haji.

“Kita ingin memastikan bahwa pelayanan menyentuh aspek emosional dan kultural jemaah. Ketika mereka mendengar bahasa ibu mereka di udara, itu memberikan rasa tenang dan nyaman,” tambah Nano.

Selain aspek komunikasi, Garuda Indonesia juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan. Di antaranya adalah ransel khusus untuk keperluan jemaah selama di Arafah, bus ber-AC, serta toilet untuk mendukung perjalanan dari asrama ke bandara dan saat kepulangan nanti.

Dengan semua inovasi tersebut, Garuda Indonesia bukan hanya mengantar jemaah menunaikan ibadah. Mereka juga ikut mengangkat kebanggaan budaya lokal ke langit internasional. (xrq)

Editor: Akil