Beranda blog Halaman 51

Polres Subulussalam Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa Lewat Buka Puasa Bersama

0
Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam menggelar acara buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa. (Foto : Dokumen Polres Subulussalam)

NUKILAN.ID | Subulussalam — Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam menggelar kegiatan buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Acara yang berlangsung di halaman Mushola Babuttaqwa pada Kamis malam itu dihadiri ratusan undangan dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh keakraban.

Kapolres Subulussalam, Muhammad Yusuf, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Ia didampingi para Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Subulussalam lainnya. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat ini menjadi upaya untuk mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan warga.

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat di Kota Subulussalam. Menurut Muhammad Yusuf, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan buka puasa ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Polres Subulussalam dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 H,” ujar Muhammad Yusuf di sela-sela acara, Kamis 6 Februari 2026.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara Polri menunjukkan peran sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang memiliki empati terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Selain berbuka puasa bersama, Kapolres juga berdialog dengan anak-anak yatim yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar dan tidak berkecil hati meskipun hidup dalam keterbatasan. Menurutnya, kerja keras dan pendidikan menjadi kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan Kota Subulussalam. Suasana haru turut terasa ketika para personel kepolisian menyerahkan santunan sebagai bentuk tali asih kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang hadir.

Kegiatan berakhir dengan tertib saat azan Magrib berkumandang sebagai penanda waktu berbuka puasa. Melalui kegiatan sosial ini, Polres Subulussalam berharap dapat terus mempererat kedekatan dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pesan Berantai Picu Panic Buying BBM di Aceh, Pertamina Tegaskan Stok Tetap Aman

0
Warga Mengantre BBM di SPBU Mini (Pertashop) di Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (5/2/2025). (Foto: Syah Antoni)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Beredarnya pesan berantai di aplikasi percakapan dan media sosial memicu aksi panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di sejumlah wilayah Aceh.

Pesan tersebut mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan membeli BBM menggunakan jeriken. Akibatnya, banyak warga berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah besar.

Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga-Subholding Downstream, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Aceh tetap aman.

“Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Fahrougi, Jumat (6/4/2026).

Fahrougi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama pesan berantai yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan percaya pesan yang tidak jelas sumbernya,” kata dia.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kepanikan warga, Kepolisian turut melakukan pengamanan di sejumlah SPBU. Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk memantau situasi di lapangan.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan di tengah isu yang beredar terkait kemungkinan terganggunya pasokan BBM ke Aceh akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Warga kami imbau tidak panic buying. Pembelian BBM hendaknya dilakukan sesuai kebutuhan seperti biasa,” kata AKBP Irwan Kurniadi.

Menurut Irwan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di berbagai SPBU di wilayah Kabupaten Aceh Timur. Dari hasil pengawasan di lapangan, ketersediaan BBM hingga kini masih relatif aman dan belum ditemukan adanya gangguan distribusi yang signifikan.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

“Sudah kita pantau SPBU, hasilnya, stok BBM aman,” ujarnya.

Sebelumnya, fenomena panic buying BBM dilaporkan terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, serta di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Kepanikan warga dipicu oleh kabar yang menyebutkan bahwa cadangan bahan bakar Indonesia hanya cukup untuk sekitar 20 hari, serta kekhawatiran terhadap dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang tengah berlangsung.

Namun hingga saat ini, pihak Pertamina memastikan distribusi BBM masih berjalan normal dan stok untuk wilayah Aceh tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Banda Aceh Minta Warga Tidak Panik Beli BBM, Pastikan Stok Aman hingga Lebaran

0
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM), meskipun saat ini terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Banda Aceh.

Imbauan tersebut disampaikan Illiza menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait isu keterbatasan BBM yang disebut-sebut dipicu oleh situasi geopolitik, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena pemerintah telah memastikan ketersediaan BBM masih mencukupi untuk beberapa waktu ke depan.

“Dari komunikasi kami dengan Kementerian, insya Allah BBM akan tersedia sampai akhir Ramadhan dan lebaran, dari pusat mengatakan seperti itu,” ujar Illiza di sela kegiatan Peringatan Hari Yatim setiap 15 Ramadhan di kawasan Balai Kota Banda Aceh, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai kepanikan masyarakat justru dapat memperburuk situasi distribusi BBM di lapangan. Karena itu, ia meminta warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Semuanya harus tenang, jangan sampai panic buying, semua kita akan berikhtiar dan terus memantau, dan kami akan menyampaikan bila ada hal-hal genting yang memang harus kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Illiza.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan.

“Kita juga terus berkoordinasi dengan Pertamina, memastikan jangan ada yang menimbun, mengambil kesempatan dalam kepanikan masyarakat saat ini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menyalurkan santunan kepada 200 anak yatim dalam rangka peringatan Hari Yatim setiap 15 Ramadhan.

KNPI Berbagi Ramadan: Ratusan Anak Korban Banjir di Aceh Terima Santunan

0
KNPI menyalurkan bantuan kepada anak-anak korban banjir Aceh. (Foto: KNPI)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kegiatan sosial untuk membantu korban banjir di Aceh digelar dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan. Ratusan anak yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bireuen menerima santunan melalui program kemanusiaan yang digagas organisasi kepemudaan nasional.

Program bertajuk Ramadan Ceria–Synergy of Harmony tersebut dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan mengunjungi langsung wilayah yang terdampak banjir. Kegiatan berlangsung pada Rabu (4/3/2026) di Aceh Tengah dan dilanjutkan pada Kamis (5/3/2026) di Bireuen.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua DPD KNPI Aceh Aulia Rahman, Ketua DPD KNPI Lampung, serta jajaran pengurus lainnya.

Di Aceh Tengah, rombongan KNPI tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang masih tinggal di dapur umum hunian sementara (huntara) Kala Segi.

“Suasana kebersamaan terasa ketika para relawan dan warga menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa bersama,” kata Haris dalam keterangannya.

Selain menyalurkan bantuan, KNPI juga menyerahkan satu ekor sapi yang kemudian dimasak dan disantap bersama warga sebagai simbol solidaritas di tengah situasi pascabencana.

“Saat kami datang, kami melihat langsung bagaimana masyarakat, khususnya anak-anak, berusaha tetap tegar di tengah kondisi pascabencana. Karena itu kami ingin Ramadhan ini tetap menghadirkan kebahagiaan bagi mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, KNPI memberikan santunan kepada 500 anak korban banjir di Aceh Tengah. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan keluarga.

Selain santunan, KNPI juga menyalurkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa 1.000 ikan siap saji serta satu unit tandon air untuk membantu kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Kami memberikan bantuan uang tunai agar bisa digunakan sesuai kebutuhan mereka. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Haris.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Bireuen, dengan memberikan santunan kepada 250 anak korban bencana. Haris menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian pemuda Indonesia terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Haris juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Sebelumnya, KNPI Aceh juga menggelar kegiatan buka puasa bersama di Banda Aceh pada Selasa (3/3/2026) yang dihadiri para mantan Ketua KNPI. Dalam kegiatan itu, santunan juga diberikan kepada 100 anak yatim.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga yang turut hadir dalam kegiatan di Bireuen menyampaikan apresiasi atas kepedulian KNPI terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian KNPI. Kehadiran mereka membawa semangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali dari keterpurukan,” kata Haili.

Ayah Sibadeh Apresiasi Pembinaan Mualaf oleh Baitul Mal Aceh Selatan

0
Pimpinan Dayah Mudi Inshafiah, Tgk. Syahrizal Elsy yang dikenal dengan sapaan Ayah Sibadeh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pimpinan Dayah Mudi Inshafiah, Tgk. Syahrizal Elsy yang dikenal dengan sapaan Ayah Sibadeh atau Ayah Seubadeh, menyampaikan apresiasi terhadap prosesi pensyahadatan mualaf sekaligus Program Bantuan Uang Pembinaan Mualaf selama satu tahun yang dijalankan oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Menurut Ayah Sibadeh, prosesi pengucapan dua kalimat syahadat yang berlangsung khidmat di Kantor Baitul Mal beberapa waktu lalu bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan. Ia menilai peristiwa tersebut merupakan tanda hidupnya syiar Islam di tengah masyarakat Aceh Selatan.

“Ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat dengan kesadaran hati, itu adalah peristiwa yang menggetarkan langit. Kita patut bersyukur karena Allah masih menghadirkan hidayah di tengah masyarakat kita,” ujarnya.

Ia juga menilai langkah Baitul Mal yang tidak hanya memfasilitasi prosesi syahadat, tetapi turut menyediakan program pembinaan terstruktur bagi para mualaf selama satu tahun merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual yang patut diapresiasi.

“Syahadat adalah pintu masuk. Tetapi setelah itu, saudara kita yang baru memeluk Islam membutuhkan bimbingan, pendampingan, dan penguatan. Islam tidak hanya menerima, tetapi juga membimbing dan menjaga,” tegasnya.

Ayah Sibadeh menambahkan bahwa keputusan seseorang untuk memeluk Islam seringkali melalui perjalanan panjang serta pergulatan batin yang tidak mudah. Karena itu, menurutnya, umat Islam memiliki kewajiban untuk menyambut para mualaf dengan penuh kasih sayang.

“Jangan biarkan mereka berjalan sendiri. Rangkul dengan kasih sayang, ajarkan dengan kesabaran. Setiap huruf Al-Qur’an yang mereka pelajari adalah cahaya. Setiap langkah mereka menuju masjid adalah bukti keikhlasan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai bahan refleksi, khususnya bagi umat Islam yang telah memeluk agama ini sejak lahir.

“Saudara kita menempuh pencarian panjang untuk menemukan Islam. Sementara kita lahir dalam keadaan Muslim, tetapi sering lalai dalam menjaga shalat, jarang menghadiri majelis ilmu, dan kurang bersyukur atas nikmat iman. Ini harus menjadi cambuk bagi kita semua,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi seorang Muslim adalah menjaga istiqamah dalam menjalankan ajaran agama. Kehadiran para mualaf dengan semangat belajar dan keinginan kuat memahami Islam, kata dia, seharusnya menjadi inspirasi bagi umat.

“Jangan sampai mualaf lebih bersemangat daripada kita. Jadilah teladan dalam ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Karena menjaga satu hati agar tetap dalam iman adalah amal besar di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ayah Sibadeh berharap sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan Baitul Mal terus diperkuat guna menghadirkan sistem pembinaan mualaf yang berkelanjutan di Aceh Selatan.

“Semoga setiap hidayah yang tumbuh di negeri ini tidak hanya disambut dengan ucapan selamat, tetapi dirawat dengan ilmu, doa, dan persaudaraan. Karena ketika satu hati menemukan Allah SWT, seluruh umat memiliki tanggung jawab untuk menjaganya tetap menyala,” pungkasnya.

Menuju Kampus Kelas Dunia, UTU Gaspol Percepatan Internasionalisasi

0
Universitas Teuku Umar (UTU). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH Universitas Teuku Umar (UTU) resmi meluncurkan program percepatan internasionalisasi kampus di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, Rabu (4/3/2026). Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus dalam mengejar target World Class University sebagaimana mandat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Task Force Program Percepatan Internasionalisasi UTU, Firman Parlindungan, Ph.D., menegaskan bahwa fokus utama universitas saat ini adalah menembus pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings serta THE Impact Ranking.

Berdasarkan data tahun 2025, UTU mencatatkan skor capaian IKU 49,44 dengan pertumbuhan signifikan mencapai 166. Meski demikian, tantangan terbesar masih terletak pada kuantitas publikasi ilmiah.

Saat ini, UTU memiliki 523 dokumen terindeks Scopus. Untuk memenuhi syarat minimum 1.000 dokumen sebagaimana ditetapkan dalam indikator THE WUR, UTU masih membutuhkan tambahan 477 publikasi. Firman menyebutkan, kontribusi publikasi yang terekam di Scopus sejauh ini didominasi sektor Zero Hunger sebanyak 50 dokumen, serta sektor industri dan pertumbuhan ekonomi yang masing-masing menyumbang 44 dokumen.

“Sinergi seluruh sivitas akademika sangat penting untuk mengintegrasikan program kerja dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setiap riset dan pengabdian harus dipublikasikan dengan narasi yang mendukung SDGs,” ujar Firman.

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Task Force, Dr. Sukma Elida, SKM., M.Kes., memaparkan enam program strategis guna mempercepat capaian internasionalisasi. Di antaranya Liga Prodi Berdampak Internasional, Hibah Kelas Internasional, serta persiapan penyelenggaraan International Conference on Agricultural and Maritime Industry (ICONAMI) 2026.

“Kami juga mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui skema guest lecturer di luar negeri. Dosen pengusul minimal harus menjabat Lektor dengan skor Sinta di atas 200,” jelas Sukma.

Selain itu, UTU menargetkan perluasan kemitraan akademik dengan sejumlah universitas di Malaysia, Thailand, Australia, hingga Rusia untuk memperkuat mobilitas mahasiswa dan kolaborasi riset lintas negara.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa internasionalisasi tidak semata-mata tentang peringkat global, melainkan peningkatan mutu lulusan.

“Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi UTU untuk naik kelas. Melalui perbaikan tata kelola, peningkatan publikasi bereputasi, dan kolaborasi dengan mitra Global South, kita optimis UTU dapat memperbaiki posisi di liga PTN dan memberikan dampak nyata secara internasional,” pungkas Prof. Ishak Hasan.

Peluncuran program ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UTU, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa. Melalui inisiatif ini, Universitas Teuku Umar menegaskan komitmennya untuk mentransformasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju standar internasional yang berkelanjutan, dengan harapan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang diakui secara global.

Menaker Imbau Pekerja Adukan Perusahaan yang Tak Bayar THR ke Posko Resmi

0
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: Kemnaker)

NUKILAN.ID | JAKARTAYassierli meminta para pekerja melaporkan perusahaan yang tidak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) ke Posko THR yang akan didirikan pemerintah. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme pengawasan yang berlaku.

“Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama Dinas Ketenagakerjaan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota akan mendirikan Posko THR. Kalau ada perusahaan yang tidak membayarkan THR silakan laporkan ke posko,” kata Yassierli saat ditemui di Kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menurut Yassierli, setiap laporan yang masuk akan diproses oleh tim pengawas ketenagakerjaan.

“Laporan akan ditindaklanjuti tim pengawas sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prosedur pengawasan terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran THR telah diterapkan setiap tahun. Pemerintah, kata dia, tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran.

Pengalaman pada Lebaran 2025 menunjukkan masih adanya perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran THR kepada pekerja.

“Kemudian ya kita paksa mereka untuk membayarkan THR. Itu gunanya fungsi pengawas,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan, perusahaan yang tidak membayarkan THR akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau tidak membayar THR tentu ada sanksinya sesuai,” tuturnya.

Di luar Posko THR yang dibentuk Kemenaker dan Dinas Ketenagakerjaan, Ombudsman RI di daerah juga membuka ruang pengaduan. Lembaga tersebut dapat menerima laporan apabila aduan yang disampaikan ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) tidak ditindaklanjuti secara memadai.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida, mengatakan pihaknya tidak membuka posko aduan THR secara khusus karena hal itu menjadi kewenangan Disnaker. Namun, Ombudsman dapat menjatuhkan sanksi atas dugaan malaadministrasi apabila ditemukan kelalaian dalam penanganan aduan.

“Kalau dalam pemeriksaan kami terbukti ada yang kurang maksimal, maka kami akan menyimpulkan apakah ada malaadministrasi atau tidak,” kata Farida saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Sebelumnya, pemberitaan Kompas.com juga menyinggung soal kepastian pencairan THR aparatur sipil negara (ASN) 2026 yang masih menunggu pengumuman resmi pemerintah.

FEB UTU Gelar Coaching Clinic P2MW untuk Persiapkan Mahasiswa Ajukan Proposal Wirausaha 2026

0
FEB UTU Gelar Coaching Clinic P2MW untuk Persiapkan Mahasiswa Ajukan Proposal Wirausaha 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar kegiatan Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Aula Iskandar Muda, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendorong mereka mengajukan proposal usaha pada program P2MW tahun 2026.

Coaching Clinic tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Mardhi Fadillah, S.Pd., M.Si. dan Tamitha Intassar Husen, S.E., M.B.A. Keduanya memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait pengembangan ide bisnis, penyusunan proposal usaha, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dihadiri para dosen di lingkungan FEB sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus. Dosen diharapkan dapat berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa mempersiapkan proposal usaha yang kompetitif untuk diajukan dalam program P2MW tahun 2026.

Dekan FEB UTU, Dr. Hamdi Harmen, S.E., M.M., mengatakan kegiatan Coaching Clinic P2MW merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa memanfaatkan peluang program kewirausahaan yang disediakan pemerintah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang konsep bisnis, tetapi juga membimbing mahasiswa dalam menyusun proposal usaha yang berpotensi mendapatkan pendanaan.

“Coaching P2MW tidak hanya berdampak pada pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal dan penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah,” ujar Dekan.

Ia juga mengajak mahasiswa UTU, khususnya di lingkungan FEB, untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berdaya saing serta mengajukan proposal pada program P2MW tahun 2026.

Diktip Nukilan.id, Program P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) adalah program Kemdikti Saintek yang memberikan pendanaan, pembinaan, dan pendampingan bagi mahasiswa untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Program ini bertujuan menciptakan wirausaha muda inovatif dengan bantuan modal hingga Rp20 juta dan pendampingan profesional untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, FEB UTU berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut dan mampu mengembangkan usaha yang memberi manfaat ekonomi, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Dinas Kesehatan Aceh Hadirkan Dokter Spesialis dalam Safari Ramadan di Aceh Utara

0
Dinas Kesehatan Aceh Hadirkan Dokter Spesialis dalam Safari Ramadan di Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali melaksanakan Safari Ramadan di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi. Di Kabupaten Aceh Utara, kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Sultan Malikussaleh, Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Senin (2/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya berjamaah. Acara juga diisi dengan sambutan mewakili Pemerintah Aceh, penyerahan bantuan untuk masjid dan anak yatim, tausiah Ramadan oleh Tgk. H. Azhari, serta shalat tarawih berjamaah.

Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Dinas Kesehatan Aceh yang mendapat penugasan dalam Safari Ramadan tahun ini di Aceh Utara.

Sebelumnya, pada Senin pagi (2/3/2026), Dinas Kesehatan Aceh lebih dulu menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat penyintas banjir yang melanda Aceh tahun lalu. Kegiatan itu dipusatkan di Gampong Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta layanan dokter spesialis. Beberapa dokter spesialis yang dilibatkan antara lain spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT), dokter gigi, dan dokter spesialis anak. Kehadiran tenaga medis spesialis tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Aceh tidak hanya mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang kesehatan.

Dari Gunung Meriah, Disdik Aceh Gaungkan Semangat Kebangkitan Pendidikan

0
Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP didampingi Kabid Pembinaan SMA-PKLK Syarwan Joni, Kacabdisdik Aceh Singkil Handoko, Kacabdisdik Kota Subulussalam Antoni Boruntu, dan tim humas Disdik Aceh dalam pertemuan di aula SMA Negeri 1 Gunung Meriah. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | ACEH SINGKIL — Suasana berbeda terasa di SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Rabu pagi. Para siswa dan dewan guru tampak antusias menyambut kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Aceh yang datang membawa pesan semangat bagi dunia pendidikan.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang hadir bersama Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Syarwan Joni, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Singkil Handoko, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Subulussalam Antoni Boruntu, serta tim humas Disdik Aceh.

Dalam pertemuan bersama para guru di aula sekolah pada Rabu (4/3/2026), Murthalamuddin menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sebelumnya telah menyiapkan SMA Negeri 1 Gunung Meriah bersama sejumlah sekolah lain di berbagai kabupaten/kota sebagai kandidat sekolah unggul berasrama atau boarding school.

Namun, rencana tersebut harus mengalami penyesuaian setelah banjir besar melanda Aceh pada akhir 2025. Sebagian anggaran yang telah disiapkan dialihkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehap-Rekon).

“Semua persyaratan sudah kita siapkan. Tetapi bencana memaksa kita memprioritaskan pemulihan. Meski begitu, pendidikan tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, guru dituntut terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan harus membangun tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta memperkuat koordinasi di lingkungan pendidikan. Para pengawas dan guru diminta tetap teguh pada nilai kebenaran dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Sekolah, perlu aktif membuka ruang pengembangan potensi siswa, seperti lomba debat Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan berbagai kompetisi akademik lainnya untuk meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjalankan visi dan misi Gubernur Aceh dengan memberikan pelayanan yang tulus serta membangun pendidikan dengan hati.

Kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Aceh. Di tengah keterbatasan anggaran serta dampak bencana yang masih terasa, semangat untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu diharapkan tetap menyala.