Beranda blog Halaman 52

Qatar Tahan Imbang Swiss 1-1 Lewat Gol Dramatis di Pengujung Laga

0
Qatar Tahan Imbang Swiss 1-1. (Foto: FIFA)

NUKILAN.ID | SANTA CLARA – Qatar sukses mencuri satu poin pada pertandingan perdana Grup B Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Swiss di Levi’s Stadium, Santa Clara, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.

Amatan Nukilan.id, Swiss sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dulu pada babak pertama melalui eksekusi penalti Breel Embolo. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Boualem Khoukhi mencetak gol penyeimbang pada masa injury time babak kedua.

Hasil tersebut membuat persaingan di Grup B berlangsung sangat ketat. Seluruh penghuni grup sama-sama mengoleksi satu poin setelah laga Kanada kontra Bosnia dan Herzegovina sebelumnya juga berakhir imbang.

Sejak peluit awal dibunyikan, Qatar langsung tampil berani. Tuan rumah nyaris membuka keunggulan pada menit kedua ketika Edmilson Junior memanfaatkan kesalahan lini belakang Swiss. Akan tetapi, peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Gregor Kobel.

Swiss merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Dan Ndoye dua kali memperoleh peluang emas pada menit kelima dan kesepuluh, tetapi belum mampu mengarahkan bola ke gawang Qatar.

Keunggulan Swiss akhirnya lahir pada menit ke-17. Wasit menunjuk titik putih setelah kiper Mahmud Abunada melakukan pelanggaran terhadap Remo Freuler di kotak penalti. Breel Embolo yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Swiss memimpin 1-0.

Setelah unggul, tim asuhan Murat Yakin terus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang tambahan. Namun, penampilan impresif Mahmud Abunada di bawah mistar membuat Qatar tetap mampu menjaga selisih satu gol hingga turun minum.

Qatar hampir menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Edmilson Junior kembali memperoleh kesempatan mencetak gol, tetapi penyelesaiannya masih dapat dibendung Gregor Kobel.

Memasuki babak kedua, Swiss tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Granit Xhaka dan rekan-rekannya berusaha membongkar pertahanan Qatar melalui variasi serangan dari kedua sisi lapangan.

Meski lebih banyak ditekan, Qatar mampu mempertahankan organisasi pertahanan dengan disiplin sehingga Swiss kesulitan menciptakan peluang bersih di dalam kotak penalti.

Swiss sempat memperoleh peluang menambah keunggulan pada menit ke-75 melalui Ruben Vargas. Namun, keputusan Vargas melepaskan tembakan sendiri dari sudut sempit membuat peluang tersebut terbuang, padahal beberapa rekannya berada dalam posisi lebih baik.

Saat pertandingan tampak akan berakhir untuk kemenangan Swiss, Qatar justru mampu mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu. Boualem Khoukhi menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang gagal dijangkau Kobel, sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut memastikan Qatar mengamankan satu poin penting pada laga pembuka, sementara Swiss harus puas berbagi angka setelah gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan pemain

Qatar: Mahmud Abunada; Al-Oui (Alaa 60′), Pedro Miguel, Boualem Khoukhi, Ahmed, Laye; Gaber (Fathy 60′), Madibo, Abdurisag (Boudiaf 60′); Edmilson Junior, Akram Afif.

Swiss: Gregor Kobel; Manuel Akanji, Nico Elvedi, Ricardo Rodríguez; Michel Aebischer (Rieder 65′), Denis Zakaria, Remo Freuler, Granit Xhaka; Dan Ndoye (Manzambi 65′), Ruben Vargas, Breel Embolo. (XRQ)

Mengenang dr. Zaini Abdullah: Dari Medan Perjuangan Menuju Jalan Damai Aceh

0
Mantan Gubernur dr. H. Zaini Abdullah (1940–2026) dikenal sebagai salah satu arsitek penting dalam menuju perdamaian Aceh berkelanjutan. Sosok yang akrab disapa Abu Doto ini berpulang pada Sabtu, 13 Juni 2026. (Foto: cifor.org)

NUKILAN.ID | OPINI – Menulis catatan sejarah Aceh modern tanpa menyebut nama dr. H. Zaini Abdullah adalah sebuah kekeliruan besar. Sosok yang akrab disapa Abu Doto ini bukan sekadar mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017.

Lebih dari itu, beliau adalah jembatan hidup yang menghubungkan era pergolakan bersenjata, diplomasi pengasingan di Swedia, hingga fajar perdamaian yang kini dinikmati oleh seluruh rakyat Serambi Mekkah.

Lahir di Pidie pada tahun 1940, Zaini Abdullah sejatinya memulai karier yang mapan sebagai seorang dokter spesialis. Namun, panggilan ideologis membuatnya memilih jalan sunyi yang terjal: bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1976 dan mendampingi sang deklarator, Hasan di Tiro.

Pilihan hidup ini membawanya ke pengasingan panjang di Swedia selama puluhan tahun, memimpin diplomasi luar negeri, sekaligus tetap menjalankan profesinya sebagai dokter.

Namun, jasa terbesar Abu Doto bagi Indonesia dan Aceh justru terletak pada keberaniannya untuk mengubur mimpi masa lalu demi masa depan yang lebih baik.
Ketika pintu rekonsiliasi terbuka pasca-tsunami 2004, Zaini Abdullah menjadi salah satu pilar utama di balik meja perundingan yang melahirkan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Mengubah haluan dari konfrontasi bersenjata menjadi kesepakatan politik di bawah panji NKRI membutuhkan kebesaran hati yang luar biasa. Kutipan puitis beliau yang terkenal, “Damai telah kita sepakati, mimpi memerdekakan Aceh sudah kami lupakan. Senjata GAM sudah kita potong bersama-sama,” menjadi bukti otentik betapa komitmennya terhadap perdamaian tidak perlu diragukan lagi.

Saat terpilih menjadi Gubernur Aceh pada Pilkada 2012 bersama Muzakir Manaf, Abu Doto dihadapkan pada realitas baru: merawat damai lewat pembangunan ekonomi dan sosial.

Transisi dari seorang tokoh pergerakan di pengasingan menjadi seorang birokrat tulen tentu bukan hal mudah, dan masa pemerintahannya tidak luput dari dinamika politik serta kritik. Namun, jika kita melihat secara objektif, masa kepemimpinannya menorehkan beberapa legasi fundamental yang dampaknya dirasakan hingga hari ini:

Penguatan Syariat Islam dan Sinergi Ulama-Umara: Di bawah kepemimpinannya, hubungan antara pemerintah (umara) dan ulama karismatik Aceh terjalin sangat erat. Beliau sangat mendengarkan masukan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keberlangsungan pendidikan di dayah/pesantren tradisional.

Transformasi Bank Aceh Menjadi Syariah: Salah satu kebijakan paling berani dan monumental pada masanya adalah mengonversi Bank Aceh (bank konvensional milik daerah) menjadi Bank Aceh Syariah secara penuh. Ini menjadi preseden nasional bagi konversi bank daerah lainnya di Indonesia.

Modernisasi Landmark Aceh dan Pembangunan Infrastruktur Publik: Renovasi besar-besaran Masjid Raya Baiturrahman dengan pemasangan payung-payung elektrik raksasa layaknya Masjid Nabawi di Madinah dilakukan pada era beliau.

Proyek ini menegaskan identitas spiritual sekaligus estetika kota Banda Aceh. Selain itu, pembangunan jembatan Lham Nyong dan Krung Cut menjadi dua jalur, jembatan baru Lam Rheung, serta pelebaran jalan KKA – Gunung Salak juga merupakan warisan besar beliau.

Konsistensi Mengawal UUPA: Beliau dikenal vokal dan gigih menagih janji pemerintah pusat terkait realisasi seluruh regulasi turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) agar hak-hak kekhususan Aceh dapat berjalan maksimal.

Dengan segala jasa beliau, Zaini Abdullah dapat kita sandangkan sebagai potret seorang mentor bangsa. Beliau telah menuntaskan tugas sejarahnya dengan baik: membawa pasukannya turun dari gunung, meletakkan senjata, menandatangani perdamaian, dan memimpin transisi demokrasi secara konstitusional.

Jasa terbesar dr. Zaini Abdullah bukan sekadar fasilitas fisik yang ia bangun selama menjabat sebagai gubernur, melainkan warisan kedamaian, stabilitas politik, dan rasa bangga sebagai orang Aceh yang bermartabat di dalam bingkai NKRI.

Beliau adalah pengingat bagi generasi muda Aceh hari ini, bahwa ongkos konflik itu sangat mahal, dan merawat perdamaian adalah tugas suci yang harus diteruskan bersama.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Penulis: T. Auliya Rahman (Ketua Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan USK, Mahasiswa Program Magister Islam Pembangunan dan Kebijakan Publik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

HIMAPI UIN Ar-Raniry Ukir Jejak Perdana Lewat Program Goes to School di SMA Negeri 1 Lembah Seulawah

0
HIMAPI UIN Ar-Raniry untuk pertama kalinya melaksanakan program kerja bertajuk HIMAPI Goes to School di SMA Negeri 1 Lembah Seulawah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Lembah Seulawah menjadi saksi perjalanan bersejarah bagi Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana Islam (HIMAPI) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, HIMAPI untuk pertama kalinya melaksanakan program kerja bertajuk HIMAPI Goes to School di SMA Negeri 1 Lembah Seulawah.

Program ini menjadi langkah awal HIMAPI dalam memperluas pengabdian dan kontribusi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Di balik terlaksananya kegiatan tersebut, terdapat peran Maulidan Nasir Nasution yang mengemban amanah sebagai Ketua Panitia, didampingi oleh Wiska Salsabila sebagai Wakil Ketua Panitia.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi antara Divisi Humas dan Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) HIMAPI.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan resmi dari Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam, Kepala Subbagian Fakultas Syariah dan Hukum, serta Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dukungan dari jajaran pimpinan fakultas menjadi bentuk kepercayaan terhadap HIMAPI dalam menjalankan program yang membawa nama baik institusi.

Dengan dukungan tersebut, HIMAPI tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai representasi akademik yang membawa nilai-nilai pengabdian dan edukasi kepada masyarakat.

Pada hari pelaksanaan, seluruh elemen HIMAPI turut terlibat dan bergerak bersama menyukseskan kegiatan. Pengurus HIMAPI Periode 2026–2027 yang dipimpin oleh Ketua Himpunan Ampon Muqtadir dan Wakil Ketua Umum Atika Nabila hadir memberikan dukungan penuh terhadap jalannya program.

Kerja sama yang solid antara pengurus dan panitia pelaksana menjadi salah satu faktor keberhasilan kegiatan tersebut. Seluruh panitia menunjukkan dedikasi dan totalitas dalam menjalankan tugas masing-masing sehingga kegiatan berlangsung dengan baik dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Hari ini kita menorehkan jejak pertama. Saya bangga dan terharu melihat bagaimana kawan-kawan panitia bekerja dengan sepenuh hati. Jejak ini harus kita jaga dan kita lanjutkan, karena perjalanan HIMAPI masih sangat panjang,” ucap Maulidan Nasir Nasution dalam keterangannya kepada Nukilan.id.

Keberhasilan pelaksanaan HIMAPI Goes to School di SMA Negeri 1 Lembah Seulawah menjadi tonggak awal bagi perjalanan organisasi tersebut. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan tradisi pengabdian yang berkelanjutan.

Jejak pertama yang telah terukir di Lembah Seulawah menjadi awal dari langkah-langkah berikutnya. Melalui program ini, HIMAPI menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjangkau lebih banyak sekolah, serta menghadirkan kegiatan yang lebih luas dan bermakna di masa mendatang. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerintah Aceh Dorong Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Aceh Hebat 2

0
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di KMP Aceh Hebat. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menekankan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap insiden yang melibatkan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026), guna mengungkap penyebab kejadian dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan pemerintah mendukung proses pemeriksaan yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang. Menurutnya, hasil investigasi diperlukan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan langkah perbaikan guna mencegah insiden serupa terulang.

“Pemerintah Aceh mendukung proses pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Penyebab kejadian harus diketahui secara jelas agar langkah-langkah perbaikan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat,” kata Nurlis kepada Nukilan, Sabtu (13/6/2026).

Di tengah proses investigasi, Pemerintah Aceh juga memastikan penanganan terhadap korban tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan kru kapal yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Nurlis menyebutkan, Pemerintah Aceh telah meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait untuk berkoordinasi dengan rumah sakit, operator kapal, dan instansi pelabuhan guna memastikan korban memperoleh layanan medis hingga proses pemulihan selesai.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang menimpa para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan kru kapal. Keselamatan dan pemulihan kondisi korban menjadi prioritas utama saat ini,” ujarnya.

Pemerintah berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan dan prosedur operasional di sektor transportasi penyeberangan di Aceh. []

Reporter: Sammy

Abu Doto Tutup Usia, Illiza Sampaikan Duka Mendalam

0
ILLIZA
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, segera menuju ruang ICU RSUDZA untuk melayat dan melihat langsung keadaan Abu Doto yang selama ini memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kabar duka datang dari Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr. H. Zaini Abdullah yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Doto, meninggal dunia di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Sabtu, 14 Juni 2026.

Mendengar kabar bahwa kondisi kesehatan Abu Doto memburuk, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, segera menuju ruang ICU RSUDZA untuk melayat dan melihat langsung keadaan tokoh yang selama ini memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh.

Suasana haru menyelimuti ruang perawatan. Illiza tampak tak kuasa menahan kesedihan saat berada di sisi pembaringan Abu Doto. Raut wajahnya memperlihatkan duka mendalam atas berpulangnya sosok yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya bagi masyarakat dan pembangunan Aceh.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Illiza kepada Nukilan.id.

Menurut Illiza, wafatnya Abu Doto tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Selama hidupnya, Abu Doto dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, rendah hati, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ia juga mengenang almarhum sebagai figur yang selalu mengedepankan persatuan dan perdamaian di Aceh. Berbagai gagasan, pemikiran, serta pengabdian yang telah ditorehkan Abu Doto dinilai akan terus menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan daerah tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.

Kepergian Abu Doto meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar wafatnya tersebar, ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga biasa turut mengenang jasa dan kontribusi almarhum bagi Tanah Rencong.

Sesuai rencana, jenazah Abu Doto akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh setelah Salat Ashar. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Bagi Illiza dan banyak masyarakat Aceh lainnya, Abu Doto bukan sekadar mantan gubernur. Ia merupakan salah satu tokoh yang menjadi saksi sekaligus bagian penting dari perjalanan panjang Aceh. Pengabdian, keteladanan, dan dedikasinya akan tetap dikenang oleh masyarakat yang pernah merasakan kontribusinya.

Selamat jalan, Abu Doto. Jejak pengabdian dan jasa-jasamu akan selalu hidup dalam ingatan rakyat Aceh. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kabar Duka, Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

0
Mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. (Foto: Humpro Adpim Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia pada usia 86 tahun, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.40 WIB.

Informasi wafatnya tokoh penting Aceh tersebut disampaikan oleh pihak keluarga dan dengan cepat menyebar di kalangan pejabat serta masyarakat Aceh.

“Telah meninggal dunia Bapak Dr. Zaini bin Abdullaah dalam umur 86 tahun, mantan Gubernur Aceh, hari ini Sabtu 13 Juni 2026 pada jam 12.40 WIB. Semoga Allah menerima amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin YRA,” demikian informasi yang diterima Nukilan.id pada Sabtu siang.

Pihak keluarga menyebutkan, jenazah almarhum saat ini dimandikan di RSUD Dr. Zainoel Abidin sebelum dibawa ke kediamannya di kawasan Geuceu, Banda Aceh.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Masjid Raya Baiturrahman untuk disalatkan setelah pelaksanaan Salat Ashar. Setelah prosesi salat jenazah selesai, almarhum akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Trubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, untuk dimakamkan.

Abu Doto dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan politik Aceh. Ia pernah memimpin Aceh sebagai gubernur pada periode 2012 hingga 2017 dan memiliki peran penting dalam berbagai dinamika pemerintahan serta pembangunan daerah.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh, keluarga, sahabat, dan berbagai kalangan yang pernah mengenal serta bekerja bersama beliau. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Unpad dan UTU Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

0
Unpad dan UTU Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan . Pengabdian Masyarakat. (Foto: Hums UTU)

NUKILAN.ID | BANDUNG – Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menjalin kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Rektor UTU, Dr. Iskandar, M.Si., di Executive Lounge Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Jumat (12/6/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Arief menyampaikan bahwa Unpad saat ini tengah mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk riset bersama dan program joint degree di Indonesia. Karena itu, ia berharap kerja sama dengan UTU dapat berkembang lebih luas di masa mendatang.

“Kami (Unpad) sekarang sedang mengembangkan banyak kegiatan, salah satunya riset bersama dan joint degree di Indonesia. Jadi kami berharap ke depan Unpad dan UTU dapat mengembangkan program bersama,” ujar Rektor Unpad.

Menurutnya, kolaborasi kedua perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui berbagai program akademik, seperti penyelenggaraan kelas khusus, pertukaran mata kuliah, hingga pemanfaatan sumber daya secara bersama. Selain itu, Unpad juga sedang mengembangkan konsep kerja sama tripartite research and education yang melibatkan mitra dari dalam maupun luar negeri, sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi kedua institusi.

Sementara itu, Rektor UTU, Dr. Iskandar, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap kemitraan dengan Unpad dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pengembangan kapasitas dan potensi kedua perguruan tinggi.

Menurutnya, banyak pengalaman dan praktik baik yang telah dimiliki Unpad dan dapat menjadi referensi penting bagi UTU dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Mohon dukungan penuh dan pembinaan dari Unpad. Sebagai perguruan tinggi baru, mendorong kami untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi besar di Indonesia, salah satunya Unpad,” ujar Dr. Iskandar yang juga merupakan alumni Unpad.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan akademisi dari kedua perguruan tinggi. Dari pihak Unpad hadir Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Prof. Tomy Perdana, Manajer Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Kemitraan Alumni FEB Unpad Irlan Adiyatma, Ph.D., serta jajaran Fakultas Pertanian Unpad yang terdiri atas Prof. Reginawanti Hiendersyah, Dr. Yani Maharani, Dr. Agriani Hermita S., dan Apong Sandrawati, SP, M.Si.

Sementara dari pihak UTU hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., Kepala Biro Umum dan Keuangan Zulfirman, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Hamdi Harmen, Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Mita Setyowati, serta Ketua Tim Kerja Sama Mahdalena, S.E.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ke depan, Unpad dan UTU juga diharapkan dapat memperluas ruang sinergi melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

ASDP Buka Suara soal Ledakan KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Alami Luka Bakar

0
ILUSTRASI. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan penjelasan terkait insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal tersebut sedang sandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.13 WIB, setelah kapal menyelesaikan proses bongkar muat dari Pelabuhan Balohan, Sabang.

Berdasarkan laporan awal yang diterima ASDP, insiden bermula dari adanya letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis yang berada di ruang mesin kapal. Akibat kejadian itu, sejumlah awak kapal yang berada di lokasi mengalami luka-luka.

“Insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin kapal,” kata Andri dalam keterangannya.

Meski demikian, respons cepat kru kapal berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga kebakaran tidak sempat meluas ke bagian lain kapal.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 15 orang mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sekitar 15 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit. ASDP juga terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi para korban,” ucapnya.

Saat ini, ASDP masih berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan kebakaran yang terjadi di kapal tersebut.

Mayoritas korban luka bakar diketahui merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang menjalani praktik di atas kapal. Tingkat luka yang dialami para taruna bervariasi, mulai dari luka bakar ringan hingga luka bakar berat.

Pihak ASDP menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi para korban serta mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Amerika Serikat Gilas Paraguay 4-1, Balogun Bersinar dengan Dua Gol

0
Skuad Timnas Amerika Serikat merayakan gol Folarin Balogun ke gawang Paraguay, Sabtu (13/6/2026) (c) AP Photo/Mark J Terill

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tim Nasional Amerika Serikat mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna setelah menaklukkan Paraguay 4-1 pada laga perdana Grup D, Sabtu (13/6/2026) WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Mauricio Pochettino tampil dominan sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini mengantarkan Amerika Serikat mengoleksi tiga poin pertama sekaligus memimpin klasemen sementara Grup D. Sebaliknya, Paraguay harus mengawali turnamen dengan kekalahan.

Amatan Nukilan.id, Empat gol kemenangan tuan rumah lahir melalui gol bunuh diri Damian Bobadilla, dua gol yang dicetak Folarin Balogun, serta satu gol tambahan dari Gio Reyna pada masa injury time. Paraguay hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Mauricio di babak kedua.

Sejak kick-off dimulai, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Upaya Damian Bobadilla menghalau bola justru berujung petaka setelah bola masuk ke gawang sendiri sehingga Amerika Serikat unggul 1-0.

Dominasi The Yanks terus berlanjut. Pada menit ke-27, Folarin Balogun sempat menjebol gawang Paraguay setelah menerima umpan dari Weston McKennie. Namun, gol tersebut dianulir karena penyerang berusia 24 tahun itu lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Balogun akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor empat menit kemudian. Berawal dari pergerakan Christian Pulisic di sisi kiri, bola dikirim ke depan gawang dan diselesaikan Balogun dengan tendangan mendatar untuk menggandakan keunggulan Amerika Serikat menjadi 2-0.

Menjelang turun minum, Balogun kembali menunjukkan ketajamannya. Memanfaatkan umpan terobosan Malik Tillman, ia berhasil lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Paraguay. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan meyakinkan 3-0 untuk tim tuan rumah.

Memasuki paruh kedua, Amerika Serikat tetap menguasai jalannya pertandingan meski Paraguay mulai berani keluar menyerang demi mengejar ketertinggalan.

Usaha Paraguay membuahkan hasil pada menit ke-73. Julio Enciso mengirimkan umpan pendek kepada Mauricio yang berhasil menembus kotak penalti sebelum melepaskan tendangan mendatar untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-1.

Gol tersebut membuat tempo pertandingan kembali meningkat. Amerika Serikat merespons dengan serangkaian peluang melalui Timothy Weah dan Ricardo Pepi, tetapi keduanya masih mampu digagalkan penjaga gawang Paraguay, Gill.

Pada masa tambahan waktu, Amerika Serikat memastikan kemenangan telak melalui Gio Reyna. Gelandang yang masuk sebagai pemain pengganti itu sukses memanfaatkan peluang di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-2-3-1): Freese; Freeman, Richards, Ream, Robinson; Adams, Tillman; Dest, McKennie, Pulisic; Balogun.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Paraguay (4-4-2): Gill; Alonso, Alderete, Gómez, Cáceres; Almirón, Bobadilla, Cubas, Gómez; Enciso, Sanabria.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Statistik Pertandingan

  • Skor: Amerika Serikat 4-1 Paraguay
  • Total tembakan: 17-8
  • Tembakan tepat sasaran: 6-1
  • Penguasaan bola: 63%-37%
  • Pelanggaran: 13-17
  • Offside: 2-1

Hasil ini menjadi modal penting bagi Amerika Serikat untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Grup D. Penampilan impresif Folarin Balogun yang mencetak dua gol serta dominasi permainan sepanjang laga menunjukkan kesiapan tuan rumah bersaing dalam perebutan tiket menuju babak gugur Piala Dunia 2026. (XRQ)

Hasil Kanada vs Bosnia-Herzegovina: Bermain Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026

0
Kanada vs Bosnia-Herzegovina. (Foto: FIFA)

NUKILAN.ID | TORONTO – Timnas Kanada harus puas berbagi poin dengan Bosnia dan Herzegovina setelah bermain imbang 1-1 pada laga pertama Grup B Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Toronto Stadium, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB, menyajikan duel ketat dengan kedua tim saling mencetak gol di masing-masing babak.

Amatan Nukilan.id, Kanada yang tampil di hadapan pendukung sendiri lebih banyak menguasai jalannya pertandingan sejak menit-menit awal. Meski demikian, Bosnia justru lebih dulu memanfaatkan peluang untuk membuka keunggulan.

Gol pertama pertandingan tercipta pada menit ke-21. Berawal dari situasi sepak pojok, umpan Amar Memic disambut sundulan Sead Kolasinac sebelum diteruskan Jovo Lukic menjadi gol yang membawa Bosnia unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Kanada berupaya meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas sempat diperoleh Tanitoluwa Oluwaseyi pada menit ke-33 setelah berhasil merebut bola di dalam kotak penalti. Namun, penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar.

Hingga turun minum, Bosnia mampu mempertahankan keunggulan meski terus mendapat tekanan dari tim tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Kanada tampil lebih agresif. Beberapa peluang berhasil diciptakan, termasuk melalui tembakan Oluwaseyi yang masih dapat diamankan kiper Nikola Vasilj.

Kesempatan terbaik Kanada datang pada menit ke-54. Richie Laryea berhasil lolos ke kotak penalti dan melepaskan tembakan yang telah melewati penjaga gawang. Namun, Sead Kolasinac melakukan penyelamatan krusial di depan garis gawang sebelum bola membentur mistar.

Bosnia tidak tinggal diam dan sempat mengancam melalui Ermedin Demirovic. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimaksimalkan setelah bola berhasil direbut oleh pemain bertahan Kanada.

Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil bagi Kanada pada menit ke-78. Promise David mengirimkan umpan kepada Cyle Larin yang langsung melepaskan tendangan ke arah gawang. Bola sempat mengenai pemain bertahan Bosnia sebelum berubah arah dan masuk ke sudut kanan gawang, membuat skor berubah menjadi 1-1.

Pada sisa waktu pertandingan, kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan. Namun, rapatnya pertahanan masing-masing membuat tidak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil imbang ini membuat Kanada dan Bosnia sama-sama mengoleksi satu poin sebagai modal awal dalam persaingan Grup B Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Kanada: Maxime Crépeau; Alistair Johnston, Luc de Fougerolles, Derek Cornelius, Richie Laryea; Tajon Buchanan (Ali Ahmed 61′), Ismaël Koné, Stephen Eustáquio, Liam Millar (Jacob Shaffelburg 61′); Jonathan David (Promise David 61′), Tani Oluwaseyi (Cyle Larin 76′).

Bosnia dan Herzegovina: Nikola Vasilj; Amar Dedić, Nikola Katić, Tarik Muharemović, Sead Kolašinac (Burnić 84′); Esmir Bajraktarević (Sunjic 74′), Benjamin Tahirović, Ivan Bašić (Gigović 62′), Amar Memić (Alajbegović 74′); Ermedin Demirović, Jovo Lukić (Bazdar 62′). (XRQ)