Beranda blog Halaman 52

Pendidikan Harus Tetap Berjalan Pasca Banjir, Disiplin dan Kompetisi Siswa Jadi Prioritas Disdik Aceh

0
Tausiah Ramadan, buka puasa bersama, serta salat tarawih dan witir bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang di SMA Negeri 2 Patra Nusa, Manyak Payed Aceh Tamiang, Kamis, (5/3/2026).(Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG — Semangat untuk menjaga kualitas pendidikan tetap digelorakan meski sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, baru saja dilanda banjir. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan melalui kegiatan tausiah Ramadan, buka puasa bersama, serta salat tarawih dan witir bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 2 Patra Nusa, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Kamis (5/3/2026). Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB, serta sejumlah guru dan siswa di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi generasi Aceh di tengah situasi pascabencana.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP menegaskan bahwa musibah banjir tidak boleh menghambat proses pendidikan di daerah tersebut.

“Walaupun kita sedang menghadapi musibah banjir, pendidikan harus tetap berjalan. Anak-anak Aceh harus tetap belajar agar menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dalam menghadapi persaingan di masa depan. Menurutnya, ketangguhan dan semangat tinggi menjadi kunci bagi generasi muda untuk mampu bersaing.

“Persaingan hanya dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Karena itu, semangat kita tidak boleh redup dalam membangun pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Murthalamuddin juga menyoroti pentingnya perubahan pola pendidikan yang lebih menekankan pada kedisiplinan serta pembentukan pola pikir siswa. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga, tetapi juga oleh kemampuan mereka dalam mengelola pola pikir dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Disiplin harus menjadi bagian penting dalam pendidikan. Anak-anak harus dilatih untuk mampu mengelola pola pikir dan tanggung jawab dalam kehidupan,” jelasnya.

Selain itu, ia turut menyinggung penggunaan telepon genggam di ruang kelas yang dinilai dapat mengganggu konsentrasi belajar apabila tidak digunakan untuk kepentingan pembelajaran.

“Jika siswa membawa HP ke ruang kelas bukan karena keperluan pembelajaran, maka fokus belajar mereka akan terganggu. Karena itu perlu ada pengaturan yang jelas di sekolah sesuai surat edaran disdik Aceh,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kreativitas sekaligus rasa percaya diri siswa, sekolah juga didorong untuk memperbanyak kegiatan kompetisi dan lomba sebagai wadah bagi siswa dalam menyalurkan potensi dan meraih prestasi.

“Kita ingin membangun paradigma pendidikan baru dengan memperbanyak lomba-lomba bagi siswa agar mereka memiliki ruang untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar melakukan evaluasi apabila tujuan pembelajaran belum tercapai. Menurutnya, pemahaman siswa harus menjadi prioritas utama dalam proses belajar mengajar.

“Lebih baik siswa memahami delapan pokok bahasan secara mendalam daripada mempelajari sepuluh pokok bahasan tetapi tidak memahami apa-apa,” katanya.

Selain peningkatan kualitas siswa, peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian. Dinas Pendidikan Aceh, kata dia, berencana melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara mandiri di Aceh sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

“Ke depan kita akan melaksanakan UKG guru secara mandiri di Aceh. Jika tidak lulus, maka sertifikat UKG dapat dicabut dan guru tersebut tidak diperbolehkan mendapatkan jam mengajar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memastikan siswa benar-benar memahami pelajaran yang diberikan.

“Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap keberhasilan belajar siswa yang diajarkan,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Murthalamuddin juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi bagi para siswa.

“Perpustakaan harus aktif dimanfaatkan oleh siswa. Sekolah juga perlu menyediakan buku-buku yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan kurikulum,” tutupnya.

Illiza Pererat Silaturahmi dengan KONI Banda Aceh Lewat Buka Puasa Bersama

0
Illiza Pererat Silaturahmi dengan KONI Banda Aceh Lewat Buka Puasa Bersama. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banda Aceh, Rabu (4/3/2026), di Sekretariat KONI Kota Banda Aceh, kawasan Beurawe.

Illiza hadir bersama suaminya, Amir Ridha, serta didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh. Kedatangannya disambut langsung oleh Ketua KONI Kota Banda Aceh Heri Julius beserta jajaran pengurus.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Ramza Harli dan anggota DPRK Banda Aceh Hj Efiaty Z, serta para perwakilan cabang olahraga dan insan olahraga di Banda Aceh.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Illiza mengapresiasi dedikasi serta kerja keras KONI dalam membina dan meningkatkan prestasi olahraga di ibu kota provinsi Aceh tersebut. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi semata, melainkan juga berperan dalam membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda.

“Momentum Ramadan ini menjadi ruang yang indah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mendukung pembinaan olahraga agar semakin maju dan berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Illiza.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, DPRK, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Ia berharap semangat kebersamaan dalam momen buka puasa bersama itu dapat menjadi energi positif untuk terus mengharumkan nama Banda Aceh melalui prestasi para atlet.

Sementara itu, Ketua KONI Banda Aceh Heri Julius menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota terhadap pembinaan olahraga. Ia menegaskan komitmen KONI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat soliditas organisasi.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ditutup dengan tausiah Ramadan oleh Ustadz Mulsir, dilanjutkan doa bersama dan berbuka puasa bersama keluarga besar KONI Kota Banda Aceh.

Akses Jalan Kuala Baru Putus, Warga Patungan Bangun Jembatan Darurat

0
Akses Jalan Kuala Baru Putus, Warga Patungan Bangun Jembatan Darurat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL — Akses jalan di Kecamatan Kuala Baru yang menjadi penghubung antara Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Selatan dilaporkan putus. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok antarwilayah.

Hingga kini, warga setempat menilai belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kerusakan infrastruktur tersebut. Akibatnya, masyarakat berinisiatif melakukan gotong royong dengan cara patungan untuk membangun jembatan darurat agar akses transportasi tetap bisa dilalui, meski dengan keterbatasan.

Maulidin, salah seorang masyarakat setempat kepada Nukilan.id mengaku berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan memperbaiki akses jalan tersebut secara permanen.

“Kami memohon agar pemkab aceh singkil dan aceh selatan lebih memperhatikan lagi dan akses ini segera diperbaiki,” ujar Maulidin dalan keterangannya, Rabu (4/3/2025)

Menurut warga, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya itu hanya bersifat sementara dan belum tentu mampu bertahan lama, terutama jika terjadi cuaca ekstrem. Meski demikian, langkah tersebut diambil demi memastikan roda perekonomian dan aktivitas harian warga tetap berjalan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat segera melakukan peninjauan ke lokasi dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, sehingga akses vital antarwilayah tersebut kembali normal dan aman dilalui. (XRQ)

Reporter: Akil

Dampak Pernyataan Bahlil, Warga Aceh Tengah Berbondong-bondong Beli BBM Gunakan Jeriken

0
Warga di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan ramai-ramai membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan membawa jeriken ke sejumlah SPBU dan Pertashop. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Warga di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan ramai-ramai membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan membawa jeriken ke sejumlah SPBU dan Pertashop. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan stok disebut dalam kondisi aman.

Dilihat Nukilan.id dari video yang beredar pada Rabu (4/3/2026), warga mendatangi SPBU dan Pertashop dengan membawa jeriken berbagai ukuran. Antrean jeriken terlihat mengular. Selain membeli di SPBU, sebagian warga juga membeli BBM dalam jumlah besar dari pedagang eceran. Rata-rata masyarakat memasukkan minyak ke dalam jeriken, bukan langsung ke kendaraan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, dikutip dari detikSumut mengatakan berdasarkan informasi dari PT Pertamina, stok BBM untuk wilayah tersebut masih mencukupi. Ia menyebutkan, pada hari ini ada kapal yang bersandar membawa pasokan BBM guna memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran Idul Fitri.

“Untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe termasuk kabupaten Aceh Tengah di dalamnya, stok di depot saat ini pertamax ada 1,3 juta liter, pertalite 4,3 juta liter dan solar 2,3 juta liter,” kata Mustafa dalam keterangannya.

Mustafa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, distribusi BBM ke wilayah Gayo, termasuk Aceh Tengah, dilakukan setiap hari.

“Stok BBM InsyaAllah dalam kondisi aman. Diharapkan kepada masyarakat tidak perlu panic buying karena distribusi BBM ke aceh tengah akan dilakukan setiap hari,” ujar Mustafa.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Warga di daerah tersebut terlihat membawa jeriken dengan berbagai ukuran untuk menyimpan BBM.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan stok BBM nasional dalam keadaan aman. Ia menyatakan cadangan BBM saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari.

“Masih cukup 20 hari,” kata Bahlil, Senin (2/3/2026) dilansir detikFinance. (XRQ)

Reporter: Akil

Plt Bupati Aceh Selatan Saksikan Langsung Prosesi Pensyahadatan Shinta Purnamasari

0
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menyaksikan langsung prosesi pensyahadatan seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menyaksikan langsung prosesi pensyahadatan seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026).

Dalam suasana khidmat yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Shinta Purnamasari secara resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipandu Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH.

Amatan Nukilan.id, turut hadir dalam prosesi tersebut istri Plt Bupati yang juga Ketua Dharmawanita Persatuan Aceh Selatan, Sri Kurniati, SE, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Tapaktuan bersama unsur Forkopimcam, Keuchik dan Imam Chik Gampong Pasar, serta Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam sambutannya, H. Baital Mukadis menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya momen yang disebutnya sebagai peristiwa penuh berkah.

“Tepat pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, kita bersama telah menyaksikan sebuah momen penuh berkah. Saudari Sinta Purnama Sari dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan Shinta merupakan pilihan yang lahir dari kesadaran pribadi dan ketulusan hati. Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya hadir sebagai saksi, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan moral bagi setiap warga yang menempuh perjalanan spiritual.

“Selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari yang telah menguatkan hati untuk memeluk agama Islam. Dalam ajaran Islam, kita semua adalah saudara seiman. Karena itu, jangan pernah merasa sendiri. Islam adalah agama yang satu, yang mempersatukan kita dalam ukhuwah dan kasih sayang,” ungkapnya.

Plt Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merangkul dan mendampingi mualaf dalam proses belajar dan memahami ajaran Islam. Ia menekankan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang ramah dan menenangkan.

“Dengan hati yang terbuka dan niat yang tulus, kita semua mendoakan semoga Allah SWT meneguhkan hatinya, memudahkan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam, dan menjadikannya pribadi yang membawa kebaikan serta manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, ia menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas keputusan yang diambil Shinta.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari atas pilihannya untuk bergabung dalam agama yang penuh rahmat dan ridha, yakni agama Islam. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan diikuti oleh saudara-saudari kita yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, prosesi pengucapan syahadat dipandu langsung oleh Tgk. Misbar Basri, SH. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa syahadat adalah awal perjalanan panjang dalam menapaki iman.

“Syahadat bukan akhir dari sebuah pencarian, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cahaya iman. Hari ini adalah langkah pertama. Setelah ini, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi, membimbing, dan membersamai saudari kita dalam mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam,” kata Tgk. Misbar.

Momentum Ramadhan semakin menambah makna prosesi tersebut. Bagi Plt Bupati, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidayah dapat hadir kapan saja, terlebih di bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Dengan bertambahnya satu warga yang memeluk Islam, H. Baital Mukadis berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan di Aceh Selatan semakin kuat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan. (XRQ)

Warga Gampong Pasar Tapaktuan Resmi Memeluk Islam, Ikrar Syahadat Digelar di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan

0
Warga Gampong Pasar Tapaktuan Resmi Memeluk Islam, Ikrar Syahadat Digelar di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026). Seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, secara resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Amatan Nukilan.id, prosesi pensyahadatan tersebut turut disaksikan oleh PLT Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE beserta istri, Ketua Dharmawanita Persatuan Aceh Selatan Sri Kurniati, SE, PLT Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Tapaktuan, Kapolsek dan Danramil Tapaktuan, Keuchik dan Imam Chik Gampong Pasar, serta Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Ikrar syahadat dipandu langsung oleh Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH. Dengan penuh ketenangan, ia menuntun Shinta Purnamasari melafalkan kalimat tauhid sebagai tanda keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dalam keterangannya, Tgk. Misbar Basri menegaskan bahwa pengucapan syahadat bukan sekadar seremoni keagamaan.

“Syahadat bukan akhir dari sebuah pencarian, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cahaya iman. Hari ini adalah langkah pertama. Setelah ini, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi, membimbing, dan membersamai saudari kita dalam mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan wajah Islam yang penuh kasih dan persaudaraan, agar setiap mualaf merasakan kehangatan ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, PLT Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas momen tersebut.

“Tepat pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, kita bersama telah menyaksikan sebuah momen penuh berkah. Saudari Sinta Purnama Sari dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan moril kepada Shinta sebagai mualaf.

“Selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari yang telah menguatkan hati untuk memeluk agama Islam. Dalam ajaran Islam, kita semua adalah saudara seiman. Karena itu, jangan pernah merasa sendiri. Islam adalah agama yang satu, yang mempersatukan kita dalam ukhuwah dan kasih sayang,” lanjutnya.

Menurutnya, keputusan tersebut menjadi awal perjalanan baru dalam kehidupan spiritual Shinta.

“Dengan hati yang terbuka dan niat yang tulus, kita semua mendoakan semoga Allah SWT meneguhkan hatinya, memudahkan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam, dan menjadikannya pribadi yang membawa kebaikan serta manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Daerah, ia juga menyampaikan apresiasi.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari atas pilihannya untuk bergabung dalam agama yang penuh rahmat dan ridha, yakni agama Islam. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan diikuti oleh saudara-saudari kita yang lain,” tuturnya.

Momentum bulan suci Ramadhan turut memberi makna tersendiri bagi prosesi tersebut. Di bulan yang identik dengan rahmat dan ampunan, hidayah yang datang menjadi pengingat bahwa pintu kebaikan terbuka bagi siapa pun yang mencarinya.

Perjalanan Shinta Purnamasari dalam memeluk Islam disebut sebagai hasil dari proses panjang perenungan dan pencarian spiritual. Dengan mengucapkan syahadat, ia memulai babak baru dalam kehidupannya sebagai bagian dari umat Islam di Aceh Selatan.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dan dukungan, sebagai wujud ukhuwah Islamiyah, agar mualaf yang baru memeluk Islam dapat menjalani kehidupan beragama dengan tenang dan istiqamah.

Ramadhan tahun ini pun menjadi saksi atas keputusan besar yang diambil dengan penuh kesadaran tersebut. (XRQ)

Kapolres Aceh Barat Beri Tenggat Waktu untuk 50 Keuchik Kembalikan Rp40,9 Miliar Dana Desa

0
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH Polres Aceh Barat memberikan tenggat waktu kepada 50 kepala desa (keuchik) di wilayahnya untuk segera mengembalikan temuan dugaan penyalahgunaan dana desa senilai lebih dari Rp40,9 miliar hingga Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebelum perkara tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Amatan Nukilan.id, Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, mengatakan saat ini hasil temuan tersebut masih berada di ranah pemerintah daerah dan belum dilimpahkan kepada kepolisian.

“Sebelum Inspektorat Aceh Barat menyerahkan (kasus) ini ke kami, sebisanya perangkat desa terkait bisa segera melakukan perbaikan pertanggungjawaban keuangan keuangan desa, silakan kembalikan,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan di Meulaboh, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, temuan terhadap 50 aparatur desa di Kabupaten Aceh Barat yang terindikasi menyalahgunakan dana desa merupakan hasil pemeriksaan Inspektorat. Namun hingga kini, belum ada pelimpahan resmi kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Untuk pelimpahan ke Polres belum, (temuan) ini baru informasi awal dari pak Bupati,” katanya.

Kapolres menegaskan, apabila nantinya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerahkan secara resmi hasil audit tersebut kepada pihak kepolisian, maka penanganan akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh aparatur desa yang memiliki temuan indikasi penyelewengan dana desa agar segera mengembalikan kerugian tersebut ke kas negara guna menghindari proses hukum.

“Agar tidak terjadi penegakan hukum disana, aparatur desa bisa segera melakukan pengembalian, sehingga nantinya masalah ini dapat diselesaikan secara internal di pemerintah daerah,” kata Kapolres.

Namun demikian, ia memastikan bahwa apabila perkara tersebut telah resmi dilimpahkan ke kepolisian, maka proses hukum tetap akan berjalan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengultimatum 50 kepala desa untuk segera menindaklanjuti temuan dana desa sejak 2022 hingga 2025. Berdasarkan data resmi Pemkab Aceh Barat, total temuan yang belum dikembalikan oleh aparatur desa mencapai lebih dari Rp40,9 miliar.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan bahwa apabila para kepala desa tidak mengembalikan dana sesuai hasil audit, maka mulai 1 April 2026 akan dilakukan pemberhentian terhadap 50 kepala desa yang terindikasi korupsi dana desa.

Ia juga menyatakan bahwa kepala desa yang tidak mengembalikan dana sesuai hasil audit Inspektorat Kabupaten Aceh Barat harus siap menghadapi konsekuensi hukum di kemudian hari. (XRQ)

DPKA Perkuat Digitalisasi Arsip, Jaga Sejarah dan Identitas Daerah

0
DPKA Perkuat Digitalisasi Arsip. (Foto: Arpus)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan zaman, menjaga jejak sejarah menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan. Pemerintah Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan sistem kearsipan yang profesional, modern, dan berkelanjutan.

Kini, arsip tidak lagi dipandang sekadar dokumen administratif. Lebih dari itu, arsip merupakan rekaman perjalanan Aceh yang menyimpan nilai sejarah, budaya, serta dinamika sosial yang membentuk identitas daerah.

Kepala DPKA, Syaridin, menegaskan bahwa pengelolaan arsip memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Arsip adalah bukti pertanggungjawaban sekaligus jejak sejarah. Jika dikelola dengan baik, ia bukan hanya menjadi alat administrasi, tetapi juga warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Untuk memperkuat sistem tersebut, DPKA terus melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penguatan sarana dan prasarana. Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah mendorong transformasi digital dalam pengelolaan arsip.

Digitalisasi dinilai sebagai solusi efektif dalam menjaga keamanan dokumen dari risiko kerusakan akibat usia, bencana, maupun kesalahan penyimpanan. Selain itu, sistem digital juga mempercepat proses pencarian data sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan responsif.

“Melalui sistem digital, arsip dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan terstruktur. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan layanan informasi yang cepat dan terpercaya,” kata Syaridin.

Tak hanya itu, DPKA juga aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh lembaga pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pendampingan ini mencakup seluruh siklus pengelolaan arsip, mulai dari penciptaan, penyimpanan, pemeliharaan hingga penyusutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perhatian khusus diberikan pada arsip statis yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dokumen-dokumen tersebut dirawat secara profesional karena memuat informasi penting tentang perjalanan sosial, budaya, dan politik Aceh.

“Banyak arsip lama memiliki nilai historis luar biasa. Ini adalah identitas dan jati diri Aceh, sehingga harus dijaga agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian maupun edukasi,” tambahnya.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik, DPKA juga rutin menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti sosialisasi dan pameran arsip. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami pentingnya arsip sebagai sumber pembelajaran yang kaya nilai.

Selain itu, komitmen pelestarian juga diperluas pada bahasa daerah sebagai bagian penting dari warisan budaya Aceh. Berbagai bahasa lokal seperti Gayo, Alas, Kluet, Aneuk Jamee, Tamiang, Simeulue, Devayan, Sigulai, hingga Haloban terus didorong agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Menurut Syaridin, bahasa daerah memiliki peran penting dalam menjaga nilai dan kearifan lokal, terutama di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.

“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga wadah nilai, pengetahuan, dan identitas budaya. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam menjaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Melalui berbagai program strategis tersebut, Pemerintah Aceh optimistis pengelolaan arsip dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring. Dengan arsip yang terjaga dan bahasa yang tetap hidup, Aceh tidak hanya merawat masa lalunya, tetapi juga memperkokoh fondasi untuk masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ombudsman Aceh Sampaikan Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

0
Ombudsman Aceh Sampaikan Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025. (Foto: OMBUDSMAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh menyelenggarakan kegiatan “Penyampaian Opini Ombudsman RI” terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 terhadap Pemerintah Aceh dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, dan berlangsung secara hybrid di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Aceh, Selasa (3/3/2026).

Dalam sambutannya, Dian menegaskan bahwa opini yang disampaikan bukan sekadar angka atau kategori penilaian, melainkan gambaran nyata kualitas pelayanan publik di setiap unit layanan yang menjadi objek penilaian. Ombudsman, kata dia, juga mengukur tingkat maladministrasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hadir secara langsung mewakili Gubernur Aceh, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Syakir. Turut hadir pula Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal serta Bupati Aceh Besar Muharram Idris beserta jajaran masing-masing.

Sementara itu, secara daring kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pemerintah daerah yang menjadi lokus penilaian, yakni Pemerintah Kota Langsa, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam paparannya, Dian menjelaskan bahwa penilaian maladministrasi pelayanan publik Tahun 2025 merupakan bagian dari pelaksanaan mandat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009.

Sejak 2016, Ombudsman telah melakukan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan. Namun, pendekatan tersebut terus berkembang menjadi lebih substantif, tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga kompetensi pelaksana layanan serta efektivitas pengelolaan pengaduan masyarakat.

Pada tahun 2025, fokus penilaian diarahkan pada upaya pencegahan maladministrasi secara menyeluruh. Langkah ini ditempuh untuk memastikan pelayanan publik tidak hanya memenuhi ketentuan administratif, tetapi juga menjamin keadilan, transparansi, dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Menimbang kondisi sejumlah kabupaten/kota di Aceh yang masih menghadapi tantangan pascabencana hidrometeorologi, Ombudsman menekankan pentingnya pelayanan publik yang berkualitas sebagai fondasi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara. Opini yang disampaikan diharapkan menjadi momentum perbaikan berkelanjutan bagi seluruh unit pelaksana pelayanan publik di Aceh.

“Ombudsman RI Perwakilan Aceh tidak berdiri sebagai hakim, tetapi sebagai mitra perbaikan. Kami hadir untuk mengawal dan mendampingi agar pelayanan publik di Aceh semakin bebas dari maladministrasi,” ujar Dian.

Melalui kegiatan ini, Ombudsman berharap terbangun komitmen bersama antara lembaga pengawas dan pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi aparatur, serta membangun sistem pengaduan yang responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, demikian Dian Rubianty.

Pemkab Nagan Raya–UTU Perkuat Kolaborasi, Teken MoU Dukung Pembangunan dan Tridarma

0
Pemkab Nagan Raya–UTU Perkuat Kolaborasi, Teken MoU Dukung Pembangunan dan Tridarma. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, resmi menjalin kembali kerja sama dengan Universitas Teuku Umar (UTU) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Kesepakatan tersebut meliputi kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat Kabupaten Nagan Raya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati TR. Keumangan yang akrab disapa TRK menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan jajaran UTU atas komitmen untuk kembali bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat semakin diperkuat ke depannya,” ujar Bupati TRK.

Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis di masing-masing perangkat daerah, dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki Kabupaten Nagan Raya.

Menurutnya, daerah itu memiliki sumber daya alam yang menjanjikan, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih perlu didorong melalui pengelolaan yang lebih optimal.

“Oleh karena itu, diperlukan pengkajian dan penelitian yang komprehensif agar potensi daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD,” harapnya.

TRK juga menegaskan komitmen Pemkab Nagan Raya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya institusi pendidikan tinggi.

“Sebagai salah satu perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Barat Selatan Aceh, Universitas Teuku Umar memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap perpanjangan nota kesepahaman tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini harus menjadi wadah inovasi dan solusi aplikatif untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk kedua kalinya ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pemkab Nagan Raya telah menjadi mitra strategis UTU dalam menunjang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut semakin mempererat sinergi antara UTU dan Pemkab Nagan Raya serta memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan daerah.

Prof. Ishak menambahkan, UTU terus mengembangkan produk unggulan berbasis agro dan kelautan dengan melibatkan fakultas-fakultas terkait. Selain itu, saat terjadi bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang beberapa waktu lalu, pihaknya turut turun langsung ke lapangan dengan dukungan berbagai sumber pendanaan, baik dari kementerian maupun perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Tim Relawan UTU berhasil menembus Beutong Ateuh Banggalang untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Raja Sayang, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kominfo Nagan Raya, para Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU.