Beranda blog Halaman 460

78 Tahun Lalu, Agresi Militer Belanda I Pecah

0
Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Berikut sejarah Agresi Militer Belanda I. (Foto: National Museum van Wereldculturen/C.J. Taillie via Wikimedia Commons)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Tepat 78 tahun lalu, pada 21 Juli 1947, Belanda melancarkan Agresi Militer I terhadap Indonesia. Serangan ini terjadi hampir dua tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, menandai fase awal dari konflik bersenjata antara dua negara yang berbeda pandangan soal kedaulatan.

Operasi militer yang dikomandoi Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook ini bertujuan menguasai kembali wilayah-wilayah strategis di Indonesia, terutama yang kaya akan sumber daya alam. Hal tersebut dilakukan demi mendukung pemulihan ekonomi Belanda yang porak-poranda akibat Perang Dunia II.

Menyasar Jawa dan Sumatera

Target utama agresi adalah Pulau Jawa dan Sumatera. Di Jawa Barat, serangan dilancarkan melalui dua divisi, yakni Divisi B pimpinan S. De Waal dan Divisi C di bawah komando Mayjen H.J.J.W. Durt Britt. Pasukan Belanda berhasil menembus pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sektor Bandung Timur.

Keberhasilan serangan tersebut membuka mata TNI terhadap keterbatasan strategi pertahanan mereka. Persenjataan yang terbatas dan pasukan yang belum siap membuat strategi bertahan frontal sulit dipertahankan.

Belanda juga berhasil merebut Kota Cirebon. Menghadapi situasi ini, pasukan Siliwangi mulai menyusun ulang taktik pada akhir Agustus 1947, dengan memanfaatkan keunggulan geografis dan kemampuan perang gerilya.

Gerilya yang dilakukan pasukan Indonesia menyasar jalur logistik, pos penjagaan, dan jalan penghubung yang digunakan Belanda. Di Jawa Barat, serangan-serangan ini berhasil mengganggu kegiatan ekonomi Belanda, terutama di sektor perkebunan.

Dikutip Nukilan.id dari Jurnal Pendidikan Sejarah yang berjudul “Agresi Militer Belanda I di Bondowoso” Vol. 2(1), hlm. 1–13, serangan militer Belanda di berbagai wilayah juga memperlihatkan lemahnya kesiapan logistik militer Indonesia, namun sekaligus menumbuhkan semangat perlawanan rakyat secara lebih luas melalui strategi gerilya yang efektif.

PBB dan Tekanan Diplomatik

Tindakan militer Belanda mengundang perhatian internasional. India dan Australia membawa isu ini ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 31 Juli 1947. Hanya sehari berselang, PBB mengeluarkan resolusi yang menyerukan penghentian tembak-menembak dan mendorong penyelesaian melalui dialog damai.

Untuk memperkuat posisi Indonesia di forum internasional, Presiden Soekarno menunjuk Sutan Sjahrir sebagai juru bicara dalam sidang Dewan Keamanan yang berlangsung pada 14 Agustus 1947. Sjahrir menyampaikan bahwa proses perundingan sulit dilakukan jika pasukan Belanda tetap bercokol di wilayah Indonesia.

Sutan Sjahrir mendesak agar Belanda menarik tentaranya untuk membuka jalan menuju dialog damai.

Amerika Serikat kemudian mengusulkan pembentukan Committee of Good Offices atau Komisi Jasa-Jasa Baik. Usulan ini diterima PBB pada 25 Agustus 1947 dan menjadi cikal bakal Komisi Tiga Negara (KTN), yang terdiri dari Australia, Belgia, dan Amerika Serikat.

Komisi Tiga Negara dan Perjanjian Renville

Komisi Tiga Negara dibentuk dengan representasi masing-masing pihak. Australia, yang diajukan Indonesia, diwakili Richard C. Kirby. Belgia, pilihan Belanda, diwakili Paul Van Zeeland. Sementara Amerika Serikat sebagai pihak netral diwakili Dr. Frank Porter Graham.

KTN berhasil mempertemukan kedua pihak dalam perundingan yang berlangsung di atas kapal perang Amerika, USS Renville, yang berlabuh di Teluk Jakarta. Perundingan ini berjalan beberapa bulan dan menghasilkan Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948.

Perjanjian ini secara resmi menandai berakhirnya Agresi Militer Belanda I. Meskipun tak menyelesaikan seluruh permasalahan, keterlibatan Komisi Tiga Negara dan dukungan Dewan Keamanan PBB menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi perjuangan kemerdekaan Indonesia. (XRQ)

Reporter: Akil

Skandal Chromebook: Ketika Digitalisasi Pendidikan Jadi Ladang Korupsi

0
Ilustrasi laptop Chromebook yang terkait dengan dugaan kasus korupsi di Kemendikbudristek di era Nadiem Makarim. (Foto:(9to5google)

Nukilan | Jakarta – Skandal dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki babak baru. Kasus ini tidak hanya menyeret nama sejumlah pejabat tinggi di lingkungan kementerian, tetapi juga mengarah pada potensi keterlibatan korporasi raksasa dunia, Google, melalui program co-investment yang belum pernah diungkap ke publik sebelumnya. Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp9 triliun dan potensi kerugian negara yang ditaksir Rp1,98 triliun, kasus ini menjadi perhatian publik nasional.

Dalam penyelidikan terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut terlibat. Mereka membuka penyelidikan awal terkait dugaan korupsi dalam kerja sama Google Cloud di Kemendikbudristek.

“Ini masih lidik [tahap penyelidikan],” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dikutip dari CNN Indonesia pada Jumat (18/7/2025).

Menurut Asep, penyelidikan Google Cloud tidak bisa dilepaskan dari perkara pengadaan laptop Chromebook yang kini telah menyeret empat tersangka, yakni Jurist Tan, eks staf khusus Mendikbudristek, Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi, Sri Wahyuningsih, eks Direktur SD, dan Mulyatsyah, eks Direktur SMP. Keempatnya diduga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek digitalisasi pendidikan yang dinilai sarat penyimpangan sejak awal.

Dimulai Sebelum Pelantikan

Skandal ini bermula dari perencanaan pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sekolah, yang disebut-sebut sudah mulai dirancang bahkan sebelum Nadiem Makarim dilantik sebagai menteri pendidikan. Dalam grup WhatsApp “Mas Menteri Core Team”, percakapan seputar proyek digitalisasi sudah berlangsung sejak Agustus 2019. Padahal, Nadiem baru resmi menjadi menteri pada Oktober tahun itu.

Desember 2019, Jurist Tan yang mewakili Nadiem bertemu dengan YK dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) untuk membicarakan pengadaan perangkat TIK dengan sistem operasi Chrome OS dari Google. Diskusi kemudian berlanjut dalam berbagai pertemuan, termasuk melalui Zoom meeting yang melibatkan keempat tersangka.

Jurist, meski hanya staf khusus, disebut aktif mengarahkan teknis pengadaan. Padahal, menurut aturan, staf khusus menteri tidak memiliki kewenangan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Arahan-arahan Jurist diduga kuat menjadi bagian dari rangkaian manipulasi perencanaan.

Intervensi dan Skema Investasi

Yang lebih mencurigakan, adalah temuan bahwa Google diduga melakukan skema co-investment sebesar 30 persen ke Kemendikbudristek. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa investasi itu muncul setelah Nadiem menemui pihak Google pada Februari hingga April 2020. Pertemuan tersebut membahas rencana pengadaan Chromebook dalam proyek digitalisasi.

“Dari hasil penyelidikan, terdapat perjanjian co-investment sebesar 30 persen dari Google kepada Kemendikbud,” ungkap Qohar dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Selasa (15/7/2025).

Menurut penelusuran Kejagung, anggaran proyek pengadaan laptop sebesar Rp9,3 triliun itu terdiri dari dana APBN senilai Rp3,6 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5,6 triliun. Laptop sebanyak 1,2 juta unit didistribusikan ke sekolah-sekolah dengan menggunakan sistem operasi Chrome OS, mengarah pada dominasi satu vendor tanpa melalui kajian terbuka atau kompetisi sehat.

Dalam pelaksanaan proyek, ditemukan indikasi kuat adanya intervensi langsung terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK). Qohar menjelaskan bahwa pada 30 Juni 2020, dalam sebuah pertemuan di Hotel Arosa, Jakarta Selatan, Sri Wahyuningsih memerintahkan Bambang Hadi Waluyo selaku PPK untuk memilih pengadaan laptop berbasis Chrome OS sesuai perintah Nadiem.

Namun karena Bambang dianggap tidak mampu mengeksekusi perintah tersebut, ia langsung diganti oleh Wahyu Haryadi pada hari yang sama.

“Pada tanggal yang sama, 30 Juni 2020, SW mengganti Bambang Hadi Waluyo sebagai PPK dengan PPK yang baru bernama Wahyu Haryadi karena Bambang dianggap tidak mampu melaksanakan perintah NAM (Nadiem),” kata Qohar, dikutip Detik, Rabu (16/7/2025).

Selain penggantian PPK, metode pengadaan juga diubah dari e-katalog menjadi SIPLAH (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah), sebuah platform yang selama ini banyak dikritik karena pengawasan yang lemah dan rawan manipulasi. Perubahan ini dilakukan tanpa dasar teknis yang kuat.

SW dan MUL kemudian diduga membuat petunjuk pelaksanaan dan teknis pengadaan 2021–2022 yang secara eksplisit mengarahkan penggunaan Chrome OS, mengabaikan pilihan sistem lain yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah-sekolah di Indonesia.

Mangkir dari Pemeriksaan

Salah satu tokoh kunci dalam kasus ini, Jurist Tan, sejauh ini belum memenuhi panggilan penyidik Kejagung. Jurist, yang diketahui berada di luar negeri, beberapa kali meminta agar diperiksa secara online—permintaan yang ditolak oleh penyidik.

“Konfirmasi dari penyidik, per tanggal 15 (Juli 2025) kemarin sudah terjadwal pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebagai tersangka untuk hadir di hari ini, tanggal 18 Juli 2025,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, dikutip Kompas, Jumat (18/7/2025).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jurist sudah dua kali tidak hadir dalam jadwal pemeriksaan. Ia berdalih memiliki kesibukan dan meminta penjadwalan ulang. Namun saat dijadwalkan ulang pada 17 Juni, ia tetap tidak hadir. Setelah resmi menjadi tersangka, Kejaksaan mulai melakukan pendekatan tegas dan menyiapkan proses penetapan Jurist sebagai buron atau DPO.

Keterlibatan Nadiem

Nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, berkali-kali muncul dalam konstruksi perkara. Namun hingga kini, Kejagung belum menetapkannya sebagai tersangka. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebut pihaknya masih mendalami dulu kasus ini.

“Penyidik lagi mendalami dulu sampai cukup barang bukti yang kuat,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu (19/7/2025).

Anang menekankan bahwa penetapan tersangka harus dilakukan secara hati-hati, apalagi terhadap mantan pejabat tinggi negara. Pernyataan itu muncul di tengah kritik publik yang membandingkan penanganan kasus Nadiem dengan Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan yang telah divonis dalam kasus impor gula meski tidak terbukti menikmati uang korupsi.

“Kami tidak berdasarkan kepada opini-opini, tapi berdasarkan fakta-fakta hukum,” tambah Anang.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga sudah mendesak Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan dalam rangka menelusuri dugaan keterlibatan berbagai pihak yang berwenang dalam pengadaan, seperti PPK, kuasa pengguna anggaran, dan pengguna anggaran atau Menteri Nadiem Makarim. ICW juga meminta Kejaksaan Agung memperjelas informasi dugaan korupsi laptop Kemendikbud, termasuk didalamnya mengenai bentuk korupsi hingga taksiran dugaan kerugian negara.
Selain itu, ICW mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan evaluasi dan mengumumkan kepada publik mengenai distribusi pengadaan laptop dan analisis atas hasil dan capaian program digitalisasi pendidikan 2019-2024.

“Menggunakan anggaran negara, kementerian ini -terlepas dari menteri atau pimpinannya telah berganti- mempunyai kewajiban untuk melakukan evaluasi kebijakan dan akuntabilitas kepada publik,” tulis ICW dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).

Digitalisasi Tanpa Transparansi

Kasus ini kembali menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai program digitalisasi pendidikan yang selama ini digadang-gadang pemerintah. Alih-alih meningkatkan mutu pendidikan, proyek besar ini justru membuka peluang korupsi, pengadaan tidak transparan, serta dominasi vendor tunggal yang berisiko membebani negara dan mencederai kepentingan publik.

Dengan total kerugian negara yang diperkirakan hampir Rp2 triliun, skandal Chromebook bukan hanya soal pengadaan perangkat, tetapi cermin dari kegagalan sistemik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek strategis nasional.

Banyak sekolah yang mengeluhkan laptop tidak sesuai spesifikasi, sulit dioperasikan oleh guru, hingga tidak kompatibel dengan kebutuhan kurikulum. Di sisi lain, ribuan siswa tetap tertinggal akses digital meskipun miliaran rupiah telah digelontorkan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa transformasi digital di sektor pendidikan harus disertai dengan transparansi, akuntabilitas, dan pelibatan publik. Tanpa itu, teknologi hanya menjadi topeng baru dari praktek lama: penyalahgunaan wewenang dan uang rakyat. []

Reporter: Sammy

Pohon Tumbang Timpa Ruko di Gampong Niron

0
pohon tumbang dan menimpa atap sebuah ruko di Gampong Niron, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (20/7/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan | Aceh Besar – Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Aceh Besar pada Minggu pagi (20/7/2025), menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa atap sebuah ruko di Gampong Niron, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Pusdalops BPBD Aceh Besar, Iqbal, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Berdasarkan informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, pohon tumbang mengakibatkan kerusakan ringan pada bagian atap bangunan ruko yang terdampak.

“Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,”ujar Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (20/7/2025).

Menerima laporan dari masyarakat, tim pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Aceh Besar Pos Induk segera bergerak ke lokasi. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon menggunakan mesin pemotong (chainsaw).

Iqbal mengatakan proses penanganan dan pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan pada pukul 11.00 WIB. Situasi di lokasi saat ini telah kembali kondusif.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem, terutama pada musim pancaroba yang sering kali ditandai dengan hujan disertai angin kencang. []

Reporter: Sammy

Sembilan Pelaku Seni Aceh Tengah Terima Bantuan FPK 2025

0
Sejumlah karya dari para pelaku seni yang masuk dalam program bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2025.(Foto: BPK Wilayah 1 Aceh)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sebanyak sembilan pelaku seni dari Kabupaten Aceh Tengah terpilih sebagai penerima bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) tahun 2025. Bantuan ini diberikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPK Wil) 1 Aceh sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Daftar penerima resmi FPK 2025 diumumkan oleh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang berkantor di Aceh Besar, pada 22 Juni 2025 lalu.

Dikutip Nukilan.id melalui akun Instagram resmi BPK Wil 1, disebutkan bahwa sebanyak 227 proposal masuk dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Dari jumlah tersebut, tim seleksi menetapkan 100 penerima manfaat, dengan sembilan di antaranya berasal dari Aceh Tengah.

Selain itu, BPK Wil 1 juga mengumumkan sembilan penerima lainnya dari Kabupaten Gayo Lues serta satu dari Aceh Tenggara. Seluruh kegiatan yang diusulkan para penerima dijadwalkan akan berlangsung selama tahun 2025.

Berikut daftar penerima FPK 2025 dari Aceh Tengah:

  1. Haji Akbar – Masam Jing: Merawat Kearifan Lokal Masyarakat Gayo.

  2. Inge Ayudia – Pepongoten: Menyuarakan Tradisi yang Terlupa.

  3. Iwan Bahagia – Produksi Film Dokumenter “Tepok Didong yang Kian Terpinggirkan”.

  4. Muazin – Dokumentasi Alat Musik Rebeb Gayo.

  5. Repita Aprilia – Revitalisasi Kekeberen, Sumang, dan Bahasa Gayo Terintegrasi Digital.

  6. T Aga Diwantona – Workshop: Melindungi Kebudayaan, Menyelamatkan Gajah.

  7. Komunitas Gayo Alas Conservation Center (GACC) – Workshop Fonologi Bahasa Gayo.

  8. Gayo Art Spart x Desember Kopi Gayo – Merayakan Kolektivitas Seni Budaya di Tanoh Gayo.

  9. Sanggar Seni Gayo Mentalu – Pelestarian Didong Gayo Lewat Didong dan Musik.

Program FPK menjadi salah satu bentuk dukungan negara terhadap inisiatif budaya di tingkat lokal. Melalui bantuan ini, pelaku seni diharapkan dapat terus menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

KPK Akan Gelar Bootcamp SINTESIS 2025, Ajak Anak Muda Jadi Garda Depan Pemberantasan Korupsi

0
Poster Sinergi Integritas Muda Indonesia atau SINTESIS 2025. (Foto: Instagram @permas.aksi)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar program pelatihan nasional bertajuk Sinergi Integritas Muda Indonesia atau SINTESIS 2025, sebuah inisiatif untuk mencetak generasi muda berintegritas dan berani melawan korupsi.

Dikutip dari Nukilan.id dari akun Instagram @permas.aksi, program ini terbuka untuk seluruh pemuda Indonesia berusia 17 hingga 30 tahun dari berbagai latar belakang daerah dan pendidikan. Pendaftaran sudah dibuka dan dapat diakses melalui tautan bit.ly/sintesisKPK2025.

Jadwal Pelaksanaan

Berikut rangkaian jadwal SINTESIS 2025:

  • Pendaftaran: 15 – 21 Juli 2025

  • Seleksi Administrasi: 21 – 25 Juli 2025

  • Wawancara: 28 – 31 Juli 2025

  • Pembekalan dan Bimtek: 12 Agustus – 3 September 2025

  • Bootcamp Nasional: 8 – 12 September 2025

Fasilitas untuk Peserta Terpilih

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas secara gratis, seperti:

  • Perangkat sosialisasi antikorupsi

  • Transportasi pulang-pergi dari daerah asal ke Jakarta

  • Akomodasi penginapan dan konsumsi selama kegiatan

  • Materi eksklusif dari pakar dan praktisi antikorupsi

  • Sertifikat serta piagam penghargaan untuk peserta terbaik

  • Akses jejaring nasional lintas sektor

Lebih dari Sekadar Pelatihan

Tak hanya menjadi ajang pelatihan, SINTESIS 2025 dirancang sebagai gerakan nasional yang melibatkan anak muda dalam perlawanan sistemik terhadap korupsi.

“Bootcamp ini bukan sekadar pelatihan. Ini gerakan. Dan setiap peserta adalah elemen penting dari gerakan perubahan Indonesia menuju bangsa yang bersih dan berintegritas,” lanjut tim penyelenggara.

Program ini juga mengusung semangat kolaborasi lintas sektor dan wilayah, mengajak pemuda dari Aceh hingga Papua untuk bersama-sama membangun ekosistem integritas di lingkungan masing-masing.

Cara Daftar dan Informasi Lanjutan

Calon peserta yang tertarik dapat langsung mendaftar melalui laman resmi bit.ly/sintesisKPK2025. Informasi lebih lanjut tersedia melalui WhatsApp di nomor 0852-2028-6677 atau akun Instagram @permas.aksi. (XRQ)

Reporter: AKil

Rektor UIN Ar-Raniry: Menag Tunjukkan Karakter Pemimpin Sejati Lewat Permintaan Maaf atas Penyelenggaraan Haji

0
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. (Foto: Dok. Pribadi Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menyampaikan apresiasi atas langkah Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait dinamika penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.

Menurut Mujiburrahman, permintaan maaf tersebut mencerminkan integritas dan kebesaran jiwa seorang pemimpin sejati.

“Langkah Menteri Agama menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas penyelenggaraan ibadah haji menunjukkan karakter kuat dan jiwa besar seorang pemimpin sejati,” ujar Mujiburrahman kepada Nukilan.id, Sabtu (19/7/2025).

Ia menilai, sikap tersebut merupakan bentuk keteladanan yang langka dan patut menjadi contoh bagi pemimpin lainnya, terutama dalam momentum refleksi 75 tahun Kementerian Agama mengelola urusan haji.

“Ini bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan integritas, kerendahan hati, dan tanggung jawab yang luar biasa, terutama dalam momen reflektif 75 tahun Kementerian Agama mengelola urusan haji,” tambahnya.

Lebih jauh, Mujiburrahman menegaskan bahwa sikap kenegarawanan seperti itu membuka ruang evaluasi dan perbaikan yang lebih transparan dan sistematis.

“Sikap berjiwa besar dari seorang pemimpin membuka pintu evaluasi yang transparan dan perbaikan yang sistematis. Ini komitmen nyata untuk melayani umat dengan lebih baik, sebuah nilai yang relevan bagi kita semua,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa langkah Menteri Agama dapat menjadi teladan bagi kementerian lainnya dalam Kabinet Merah Putih.

“Menteri Agama sudah memberi contoh yang baik, dengan jiwa besar, keberanian, dan kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia terkait berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan haji selama 75 tahun,” ujar Mujiburrahman.

Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam, ia menyatakan komitmen UIN Ar-Raniry dalam mendukung budaya akuntabilitas yang ditunjukkan Kementerian Agama.

“Kami di UIN Ar-Raniry memandang ini sebagai inspirasi. Kami siap mendukung ikhtiar mulia Kementerian Agama melalui sumbangsih pemikiran, kajian akademis, dan riset untuk menyempurnakan tata kelola haji Indonesia,” pungkasnya. (XRQ)

Repoter: AKil

Nelayan Diminta Waspada Antisipasi Gelombang Tinggi di Perairan Aceh

0
Ilustrasi Gelombang Laut. (Foto: Ist)

Nukilan | Aceh Besar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh Besar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan di Provinsi Aceh dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini ditujukan khususnya kepada nelayan tradisional dan operator transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran.

Prakirawan BMKG Aceh Besar, Dedi Ardana, menyebutkan bahwa gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Sabang–Banda Aceh dan perairan Aceh Besar hingga Meulaboh. Gelombang dalam kategori “sangat tinggi” ini dinilai berisiko ekstrem terhadap kapal nelayan berukuran kecil hingga menengah.

“Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal nelayan yang tidak memiliki spesifikasi untuk menghadapi gelombang besar,” ujar Dedi dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (20/7/2025).

Selain itu, wilayah perairan lainnya di Aceh juga diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian sedang hingga tinggi, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang terdampak mencakup perairan utara Pidie Jaya–Aceh Besar, perairan Aceh Singkil–Pulo Banyak, serta perairan Aceh Barat Daya–Simeulue dan bagian selatan perairan Simeulue.

BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin di sejumlah perairan Aceh, dengan kecepatan maksimum mencapai 38 knot atau sekitar 70 kilometer per jam. Kecepatan angin ini dinilai sangat mempengaruhi tinggi gelombang dan stabilitas kapal di laut.

“Gelombang dengan ketinggian di atas 1,5 meter dan angin berkecepatan 15 knot saja sudah cukup berbahaya bagi kapal nelayan. Untuk kapal feri, batas risikonya adalah saat angin mencapai 21 knot dan gelombang setinggi 2,5 meter,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, dalam kondisi seperti ini, kegiatan pelayaran sebaiknya ditunda hingga cuaca dinyatakan aman oleh otoritas pelabuhan atau BMKG. []

Reporter: Sammy

Warga Aceh Besar Diimbau Waspadai Angin Kencang dan Pohon Tumbang

0
Pohon tumbang dan menutup badan jalan lintas menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (14/7/2025) pagi. (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan | Aceh Besar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut dalam beberapa hari terakhir. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan kerusakan dan gangguan akibat cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil menyampaikan bahwa potensi bahaya seperti pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan terhadap jaringan listrik dan telekomunikasi perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami mengimbau masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan angin kencang,” ujar Ridwan dalam keterangannya kepada Nukilan, Sabtu (19/7/2025).

Menurut dia, BPBD terus memantau perkembangan situasi cuaca ekstrem yang berpotensi berdampak terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat. Sejauh ini, pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah warga mengenai gangguan yang ditimbulkan, termasuk pohon tumbang di wilayah Krueng Raya yang sempat menghalangi akses jalan.

“Kita sudah kerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pembersihan pohon tumbang dan memastikan jalur lalu lintas kembali normal,” katanya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang terjadi. Warga juga diminta memastikan bagian atap rumah dan bangunan lainnya dalam kondisi aman dan kuat guna menghindari risiko kerusakan atau cedera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kejadian darurat ke posko BPBD,” tambah Ridwan. []

Reporter: Sammy

Fitra Ridwan Resmi Kembali Perkuat Persiraja Banda Aceh di Liga 2

0
Gelandang baru Persiraja, Fitra Ridwan. (Foto: Dok Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh kembali diperkuat gelandang berpengalaman, Fitra Ridwan, untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026. Kepastian ini diumumkan manajemen Persiraja pada Minggu (20/7/2025).

Kepulangan Fitra ke tim berjuluk Laskar Rencong bukan sekadar reuni emosional. Ia mengaku tertarik kembali karena atmosfer luar biasa dari pendukung Persiraja saat ia datang sebagai pemain lawan musim lalu.

“Musim lalu, saat tandang kemari (Aceh), saya melihat antusias suporter yang luar biasa. Dulu mungkin nggak seramai itu ya. Jadi benar-benar, tim Persiraja sekarang sudah bagus banget,” ujar Fitra.

Dari informasi yang dihimpun Nukilan.id, Fitra bukan sosok asing bagi publik Banda Aceh. Ia memulai karier profesionalnya bersama Persiraja pada 2013, sebelum melanglang buana ke berbagai klub di Pulau Jawa seperti Gresik United, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, hingga Persik Kediri.

Selain faktor atmosfer suporter, keputusannya kembali ke Persiraja juga dipengaruhi oleh kekuatan skuad yang dimiliki musim ini.

“Dengan komposisinya, ada Hamdi, ada Matheus juga. Hamdi juga yang dorong saya untuk stay di sini. Dan motivasi saya juga kembali ke Persiraja, semoga bisa bawa Persiraja ke Liga 1 (Super League),” katanya.

Menurut Fitra, dengan kualitas pemain yang dimiliki dan dukungan suporter yang solid, Persiraja layak bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Sebagai pemain, melihat suporter Persiraja saat ini, sangat disayangkan kalau kita cuma main di Liga 2. Mudah-mudahan kita sama-sama bisa bawa tim ini ke Liga 1,” ucapnya.

Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 6 September 2025. Persiraja akan memulai latihan perdana pada Jumat, 25 Juli 2025 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. Latihan tersebut terbuka untuk umum dan menjadi momentum menyambut kembalinya Fitra Ridwan ke skuad Lantak Laju.

Editor: Akil

MPD Nagan Raya: Sekolah Rakyat Beri Peluang Pendidikan Bermutu Bagi Semua Golongan

0
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ardiansyah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | SUKAMAKMUE – Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ardiansyah, menyatakan bahwa kehadiran sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Melalui sekolah rakyat, anak-anak dari keluarga masyarakat miskin dan miskin ekstrem bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” kata Ardiansyah dikutip dari Anatara.

Ia menilai, program sekolah rakyat merupakan langkah luar biasa dari pemerintah pusat karena membuka kesempatan setara bagi semua golongan untuk menikmati layanan pendidikan yang bermutu.

Sebagaimana informasi yang beredar, kata Ardiansyah, pola pendidikan yang diterapkan di sekolah rakyat telah dirancang secara matang, baik dari sisi kurikulum maupun konsep sekolah berasrama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolah rakyat dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dengan demikian, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendidikan maksimal tanpa terbebani biaya.

Menyikapi hal ini, MPD Kabupaten Nagan Raya mendorong seluruh pihak agar memberikan dukungan terhadap kehadiran sekolah rakyat di wilayah setempat.

“Sehingga ke depan diharapkan dapat melahirkan generasi emas yang cerdas, berwawasan luas dan berkarakter lebih baik demi kemajuan bangsa,” ujar Ardiansyah.

Editor: Akil