Beranda blog Halaman 443

Semarak Pekan Imunisasi Dunia di Beurawe

0
Semarak Pekan Imunisasi Dunia di Beurawe. (Foto: HUMAS BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana ceria menyelimuti halaman Posyandu Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (30/4/2025), saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Dunia (PID) digelar dengan meriah. Sejak pagi, derai tawa anak-anak dan obrolan hangat para ibu mewarnai kegiatan yang bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan booster di kalangan balita.

Puncak semarak terlihat dengan hadirnya Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, bersama Ketua TP-PKK Aceh, Marlina. Keduanya disambut hangat oleh warga dan petugas posyandu yang tengah sibuk melayani peserta imunisasi dengan penuh keramahan.

Kegiatan dibuka dengan peninjauan langsung ke berbagai meja pelayanan. Suasana menjadi haru sekaligus membanggakan saat Wakil Wali Kota dan Ketua TP-PKK Aceh melakukan penetesan imunisasi polio/RV secara simbolis kepada sejumlah anak sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesehatan anak-anak Aceh.

Tak hanya itu, anak-anak yang telah melengkapi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Booster Lengkap (IBL) menerima sertifikat penghargaan sebagai apresiasi atas partisipasi mereka dan orang tua dalam menjaga kesehatan keluarga.

Dalam sambutannya, Afdhal menegaskan pentingnya imunisasi sebagai investasi masa depan.

“Kita berharap seluruh anak di Banda Aceh mendapatkan imunisasi lengkap agar tumbuh sehat dan kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Aceh, Marlina, mengajak para orang tua agar memanfaatkan momentum PID ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya mendukung penuh kegiatan imunisasi seperti ini sebagai wujud perhatian kita terhadap tumbuh kembang anak-anak Aceh,” ujarnya.

Antusiasme warga terasa kental sepanjang kegiatan. Salah seorang ibu peserta imunisasi mengungkapkan rasa syukurnya atas pelayanan yang diberikan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya imunisasi gratis di Posyandu ini. Petugasnya juga sangat ramah dan memberikan penjelasan yang jelas tentang pentingnya imunisasi,” ucapnya sambil menggendong putranya yang baru saja selesai diimunisasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Munawar, Kadinkes Banda Aceh Lukman, Kepala DP2AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida, perwakilan UNICEF, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka memperkuat sinergi berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kesehatan anak-anak Banda Aceh melalui imunisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

LBH Banda Aceh Ungkap Anak dan Perempuan Jadi Korban Terbanyak Kekerasan Seksual

0
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kasus kekerasan seksual di Aceh selama lima tahun terakhir. Hal ini diungkapkan oleh Siti Farahsyah Addurunnafis dari LBH Banda Aceh dalam sebuah forum grup diskusi (FGD) yang disiarkan oleh SagoeTv.

Dikurip Nukilan.id pada Rabu (30/4/2025), Farahsyah memaparkan data kasus yang masuk ke LBH Banda Aceh sejak 2019 hingga awal 2024. Menurutnya, sebelum pandemi COVID-19 melanda, kasus kekerasan seksual yang diterima oleh pihaknya tergolong masih sedikit.

“Kalau di tahun per tahunnya, 2019 itu memang sebelum COVID kita cuman mendapatkan dua kasus kekerasan seksual terhadap anak, kemudian satu kekerasan seksual terhadap perempuan. Jadi jumlahnya itu ada tiga,” ujar Farahsyah.

Namun memasuki tahun 2020, saat pandemi mulai merebak di Indonesia, angka kasus kekerasan seksual mengalami lonjakan. LBH mencatat tujuh kasus dalam setahun itu.

“Di mana enam di antaranya adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak dan satu terhadap kekerasan terhadap perempuan,” tambahnya.

Tren peningkatan terus berlanjut di tahun 2021. LBH Banda Aceh menerima delapan laporan kasus kekerasan seksual, dengan korban terdiri dari anak-anak maupun perempuan dewasa.

Pada 2022, jumlah laporan sempat menurun, namun jenis kasus yang dilaporkan kian kompleks. Farahsyah menyebutkan adanya satu kasus kekerasan seksual terhadap anak dan satu kasus sodomi yang terjadi di lembaga pendidikan keagamaan.

“Itu yang tadi saya sampaikan di salah satu dayah yang ada di salah satu daerah di Pidie Jaya. Kemudian juga ada terjadi empat kekerasan atau pemerkosaan terhadap perempuan,” katanya.

Sementara itu, pada 2023 tercatat enam kasus kekerasan seksual, yang terdiri dari tiga kasus terhadap anak dan tiga lainnya terhadap perempuan.

“Terjadi lagi di tahun 2023 adanya tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak, kemudian juga 3KS perempuan lagi,” ucap Farahsyah.

Memasuki tahun 2024, angka kasus kembali menunjukkan peningkatan. Hingga saat ini, LBH Banda Aceh telah menerima sembilan kasus kekerasan seksual, dengan rincian lima terhadap anak dan empat terhadap perempuan.

“Sedangkan di tahun 2024 ada terjadi peningkatan ada kasus, empat kasus kekerasan terhadap perempuan, lima kasus kekerasan lagi terhadap anak,” ungkapnya.

Data yang disampaikan oleh LBH Banda Aceh ini menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual di Aceh tidak hanya mengalami fluktuasi, tetapi juga mengindikasikan kegagalan sistemik dalam perlindungan terhadap anak dan perempuan.

Farahsyah menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk memperkuat sistem pencegahan serta penanganan kekerasan seksual secara menyeluruh. (XRQ)

Reporter: AKil

Kasus Dugaan Penganiayaan Anak, Kuasa Hukum Anggota DPRA Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

0
Akbar Dani Saputra, S.H, salah satu kuasa hukum Mawardi Basyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) H. Mawardi Basyah resmi digelar di Pengadilan Negeri Meulaboh, Senin (28/4/2025).

Dalam sidang perdana tersebut, tim kuasa hukum terdakwa yang terdiri atas Akbar Dani Saputra, S.H; Hermanto, S.H; Murtadha, S.H; Muhammad Suhendra, S.H; dan Bobar Rahmad Nur, S.H., menegaskan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam setiap proses hukum.

“Kami meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Negara kita adalah negara hukum, maka biarkanlah semuanya berjalan sesuai koridornya,” ujar Akbar Dani Saputra, salah satu kuasa hukum Mawardi Basyah, dalam pernyataan resminya kepada Nukilan.id, Rabu (30/4/2025).

Menurut Akbar, proses hukum yang tengah berjalan seharusnya tidak digunakan sebagai alat untuk menyerang pihak tertentu demi kepentingan politik.

“Jangan sampai proses penegakan hukum dimanfaatkan untuk menjatuhkan klien kami demi kepentingan politik. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal keadilan,” tambahnya.

Tim kuasa hukum juga menyatakan keyakinannya bahwa majelis hakim akan memeriksa perkara secara objektif berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

“Kami percaya bahwa majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta yang terungkap dalam sidang. Kami juga akan berupaya membuktikan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada klien kami tidak benar dan tidak berdasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, mereka menilai bahwa tuduhan penganiayaan terhadap anak yang diarahkan kepada Mawardi Basyah sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

“Menurut kami, tuduhan penganiayaan terhadap anak ini sangat di luar akal sehat,” tegas Akbar.

Dalam perkara ini, kuasa hukum juga mengingatkan bahwa kepentingan korban telah diwakili oleh Jaksa Penuntut Umum. Karena itu, mereka mengimbau publik untuk bersabar dan menahan diri hingga seluruh proses persidangan selesai.

“Marilah kita sama-sama menunggu hingga majelis hakim membacakan putusan. Itu akan menjadi penentu akhir dalam perkara ini,” pungkasnya.

Sidang lanjutan kasus ini dijadwalkan akan kembali digelar dalam waktu dekat. Perkara ini mendapat sorotan luas publik, terutama karena melibatkan seorang wakil rakyat yang selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai isu sosial di Aceh.

Chaplin Coffee, Tempat Menikmati Sunset dengan Hidangan Lezat di Meulaboh

0
Chaplin Coffee Meulaboh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Chaplin Coffee, yang terletak di Jalan Iskandar Muda, Kota Meulaboh, kini menjadi salah satu destinasi populer bagi para pencinta kopi dan kuliner. Kafe ini mengusung konsep unik dengan memadukan suasana kafe Instagramable di dalam ruangan dengan pemandangan pantai yang menenangkan di area luar.

Dari sekian banyak pilihan tempat, Chaplin Coffee menawarkan pengalaman berbeda yang cocok untuk muda-mudi, keluarga, hingga anak-anak yang ingin bersantai sambil menikmati makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan alam.

Saat tim Nukilan.id mengunjungi mengunjungi kafe ini beberapa waktu lalu, pengunjung langsung disambut ramah oleh pelayan yang siap membantu. “Mau duduk di dalam atau luar, Pak?” tanya pelayan dengan cekatan.

Mengingat waktu sore menjelang senja, kami memilih untuk duduk di luar agar bisa menikmati pemandangan pantai sambil menyaksikan sunset yang indah.

Kafe ini terlihat ramai dikunjungi oleh pengunjung, baik yang datang bersama keluarga, teman, maupun pasangan.

Salah satu pengunjung, Haris, asal Nagan Raya, mengatakan bahwa ia sengaja datang ke Chaplin Coffee untuk menikmati pemandangan langit senja yang penuh dengan warna jingga dan merah jambu.

Haris pun memilih menu ayam penyet untuk berbuka puasa syawal dan kentang goreng sebagai camilan, serta jus alpukat sebagai minuman.

“Saya suka sekali suasananya di sini, apalagi bisa menikmati senja sambil makan. Ini pertama kali saya datang,” ungkap Haris pada Senin (28/4/2025).

Sedangkan kami, yang juga ingin mencoba kuliner khas Chaplin Coffee, memutuskan untuk memesan mie. Pelayan dengan ramah merekomendasikan “Indomie Chaplin,” yang menjadi salah satu menu best seller di sini. “Indomie Chaplin itu paling favorit di sini, Pak. Pasti enak,” katanya.

Tak perlu waktu lama, sekitar 10 menit, sepiring Indomie Chaplin pun disajikan. Mie ini berbeda dari mie pada umumnya, dengan berbagai sayuran segar seperti toge, bayam, dan daging ayam yang melimpah.

Kuah yang kental dan berempah menambah kelezatan hidangan ini. Tak ketinggalan, jeruk nipis dan sambal kecap yang super pedas juga disajikan sebagai pelengkap, memberikan sensasi rasa yang lebih menggugah selera.

Indomie Chapilin, kuliner khas Chaplin Coffee. (Foto: Nukilan)

Dari segi rasa, Indomie Chaplin memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan, dengan rasa yang kuat dan bumbu yang pas. Kami memberi penilaian 8/10 untuk hidangan ini, yang cocok dinikmati bersama teman atau keluarga setelah seharian beraktivitas.

Chaplin Coffee memang menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mencari tempat makan dengan suasana santai dan pemandangan indah. Menyajikan berbagai hidangan lezat dan minuman segar, kafe ini semakin menjadi favorit para pengunjung yang ingin menikmati sore dan malam di Meulaboh. (XRQ)

Reporter: Akil

Menyeruput Lezatnya Sop Sumsum Kutaraja, Sensasi Unik Kuliner di Banda Aceh

0
Sop Sumsum Kutaraja, Sensasi Unik Kuliner di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Jika Anda sedang berada di Banda Aceh dan ingin menjajal sensasi kuliner yang berbeda, semangkuk sop sumsum Kutaraja patut masuk dalam daftar kunjungan. Terletak di kawasan Lueng Bata, tepatnya di jalan antara Simpang Surabaya menuju Jembatan Pango, tempat makan ini dikenal sebagai salah satu yang paling diburu oleh pencinta kuliner lokal maupun pelancong dari luar kota.

Yang membuat sop sumsum Kutaraja istimewa bukan hanya cita rasanya yang kaya rempah, melainkan juga cara menikmatinya yang unik, yaitu tidak menggunakan sendok atau garpu, melainkan sedotan. Ya, sedotan. Tulang-tulang sapi yang direbus hingga empuk dan penuh sumsum itu disajikan dalam mangkuk besar, dan pengunjung akan langsung menyedot isi tulang menggunakan sedotan.

“Serunya itu pas kita sedot langsung sumsumnya, terasa gurih, hangat, dan aromanya itu loh, benar-benar bikin ketagihan,” ujar Hasan, salah satu pengunjung, saat ditemui Nukilan.id pada Selasa (29/4/2025).

Hari itu Hasan memesan seporsi sop daging + paru seharga Rp 32.000. Menurutnya, kuah sop di tempat ini memiliki kekentalan dan racikan bumbu yang pas di lidah.

“Enggak cuma soal sumsum, tapi kuahnya juga berkarakter. Hangat, gurih, dan ada sedikit rempah yang menyegarkan,” tambahnya.

Sementara itu, Aryos, terlihat menikmati semangkuk soto daging seharga Rp 23.000. Ia mengaku telah menjadi pelanggan tetap sejak tahun 2010.

“Saya sudah keliling banyak tempat makan sop dan soto di Banda Aceh, tapi tempat ini tetap juaranya. Boleh dibilang ini tempat sop dan soto terbaik di kota ini,” kata Aryos bangga.

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi putih, kuah tok, sop paru, soto paru, sop daging + paru, soto ayam, sop ayam, soto daging, sop daging, sop iga, sop buntut, hingga menu andalan sop sumsum yang dibanderol Rp 55.000 per porsi. Bagi yang ingin melengkapi hidangan, tersedia pula cemilan pendamping seperti peyek kacang, emping melinjo, hingga perkedel kentang.

Kedai yang sederhana ini selalu ramai dikunjungi terutama saat jam makan siang. Dengan pelayanan yang cepat dan suasana yang hangat, sop sumsum Kutaraja menjadi bukti bahwa kenikmatan kuliner tak harus mewah, tetapi cukup dengan rasa, keunikan, dan kehangatan tempat.

Bagi Anda penikmat sop sejati, menyedot sumsum langsung dari tulangnya dengan sedotan tentu akan menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan. (XRQ)

Reporter: Akil

DPRK Desak Dinas Pariwisata Kembangkan Destinasi Baru di Banda Aceh

0
DPRK Desak Dinas Pariwisata Kembangkan Destinasi Baru di Banda Aceh. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Sektor pariwisata dinilai sebagai peluang besar yang belum tergarap maksimal di Banda Aceh. Untuk itu, anggota DPRK Banda Aceh dari Komisi I, Ismawardi, mendorong Dinas Pariwisata agar lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan destinasi wisata baru yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Ismawardi, Banda Aceh memiliki sejumlah potensi wisata alam yang belum dikembangkan secara optimal. Jika dikelola dengan serius, potensi ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi warga lokal.

“Alue Naga sangat potensial, tapi butuh sentuhan kreatif agar bisa jadi daya tarik baru,” ujarnya.

Pantai Alue Naga yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota menjadi salah satu contoh yang disebut Ismawardi. Ia menyebut kawasan ini memiliki panorama laut yang indah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai destinasi unggulan.

Tak hanya Alue Naga, ia juga menyoroti keberadaan pantai di kawasan Gampong Deyah Raya yang masih tersembunyi dari radar wisatawan, padahal menyimpan keindahan alam yang memikat.

Ismawardi menegaskan bahwa pemerintah kota tak boleh membiarkan sektor pariwisata stagnan. Ia menyarankan agar Wali Kota Banda Aceh memberikan arahan langsung kepada Dinas Pariwisata untuk lebih aktif menelusuri potensi wisata di berbagai gampong.

“Dinas Pariwisata harus aktif membuat konten menarik, baik video maupun foto, yang bisa menarik perhatian wisatawan luar. Ini era digital, jangan sampai kita tertinggal,” tutupnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan wisata yang terintegrasi dengan infrastruktur pendukung. Akses jalan, penerangan menuju lokasi wisata, hingga ketersediaan toilet umum menjadi hal-hal yang tidak boleh diabaikan jika ingin wisata berkembang dengan baik.

Ismawardi juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, hingga pelaku UMKM dan komunitas pemuda kreatif, agar pengembangan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Wisata yang berkembang akan berdampak langsung pada peningkatan penghasilan masyarakat sekitar dan membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Promosi wisata lewat media sosial juga menjadi perhatian. Ismawardi menilai bahwa di era digital saat ini, Dinas Pariwisata perlu gencar memproduksi konten-konten visual yang menarik guna mengenalkan pesona Banda Aceh ke publik yang lebih luas.

Dengan inovasi, kolaborasi, dan strategi promosi yang tepat, ia optimistis sektor pariwisata Banda Aceh bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan membangkitkan semangat warga untuk turut serta menjaga dan mengembangkan potensi lokal yang ada.

Editor: Akil

Ungkap Kasus Narkoba Rp 1,5 Miliar, Kapolres Aceh Tenggara Terima Penghargaan dari Bupati

0

NUKILAN.id | Kutacane – Keberhasilan Polres Aceh Tenggara mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat satu kilogram, dengan nilai taksiran mencapai Rp 1,5 miliar, berbuah apresiasi tinggi. Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, memberikan penghargaan langsung kepada Kapolres AKBP Yulhendri dalam apel gabungan di Lapangan Setda, Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam, Senin, 28 April 2025.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk nyata apresiasi pemerintah daerah terhadap kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberantas narkoba di wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara itu.

“Pengungkapan kasus narkotika ini merupakan prestasi Polres Aceh Tenggara yang juga menjadi capaian bersama. Ini juga bentuk nyata sinergi dan kepedulian kita dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba,” kata Salim Fakhry dalam apel yang berlangsung khidmat.

Menurut Bupati, penghargaan itu bukan sekadar seremoni. Ia menyebut pengakuan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program P4GN-PN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika).

“Program P4GN-PN adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah dan kepolisian, tetapi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, mari kita jaga diri dan keluarga dari pengaruh narkoba, dan laporkan jika ada indikasi peredaran atau penggunaannya di sekitar kita,” ujar Salim.

Kasus narkoba yang diungkap Polres Aceh Tenggara itu dinilai sangat strategis. Dengan mengamankan sabu seberat 1 kilogram, kepolisian dinilai telah menyelamatkan banyak generasi muda dari jerat bahaya narkotika.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan pemerintah daerah. Ia menilai, penghargaan ini akan menjadi energi tambahan bagi seluruh jajarannya dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Ini bukan hanya bentuk apresiasi, tapi juga pengingat bahwa upaya kami di lapangan adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga Aceh Tenggara tetap bersih dari narkoba,” kata Yulhendri.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.

Penyerahan piagam penghargaan kepada Kapolres disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta ratusan peserta apel. Momen itu menjadi bukti bahwa keberhasilan dalam pemberantasan narkoba bukanlah kerja individu, melainkan hasil kolaborasi yang erat antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat.

Aceh Raih Penghargaan Nasional, Diganjar Apresiasi atas Kontribusi Program 3 Juta Rumah

0
Aceh Raih Penghargaan Nasional, Diganjar Apresiasi atas Kontribusi Program 3 Juta Rumah. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, apresiasi datang dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia atas kontribusi aktif Aceh dalam menyukseskan Program Strategis Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, dalam forum Rapat Koordinasi Teknis Perumahan Perdesaan yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, menerima penghargaan tersebut mewakili Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Dalam kesempatan itu, Fadhlullah turut didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, T. Aznal Zahri.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Fahri Hamzah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan pembangunan rumah rakyat yang merata dan tepat sasaran.

“Presiden telah menekankan pentingnya kebijakan satu data agar seluruh program bantuan, termasuk pembangunan rumah rakyat, tepat sasaran. Pemerintah daerah yang aktif berkontribusi, seperti Aceh, sangat kami hargai,” ujar Fahri.

Tak hanya itu, Fahri juga mendorong pemerintah daerah untuk menggali berbagai potensi pendanaan alternatif, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna mengatasi kebutuhan hunian nasional yang masih tinggi.

“Kami sangat mengharapkan daerah dapat lebih kreatif dalam mencari solusi pembiayaan, karena backlog perumahan kita masih berada di angka lebih dari 15 juta unit,” kata Fahri.

Menanggapi apresiasi tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Apresiasi ini adalah hasil kerja bersama. Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan rumah rakyat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Capaian ini memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu provinsi yang memainkan peran strategis dalam menyokong agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pemenuhan kebutuhan dasar hunian yang layak. Langkah konkret ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Aceh dalam mengurangi backlog perumahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Editor: Akil

Kantongi 38 Dukungan, Tgk Anwar Ramli Siap Pimpin KONI Aceh

0
Kantongi 38 Dukungan, Tgk Anwar Ramli Siap Pimpin KONI Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Setelah sempat membuat publik olahraga bertanya-tanya, Tgk Anwar Ramli akhirnya menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh. Keputusan itu diumumkan setelah ia mengantongi dukungan dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota se-Aceh.

“Ya, setelah saya pertimbangkan secara matang, demi kesinambungan pembinaan dan prestasi atlet Aceh di kancah event regional, nasional dan internasional. Termasuk dukungan dari teman-teman Pengprov cabor dan KONI Kabupaten dan Kota se-Aceh. Saya Bismillah maju,” kata Tgk Anwar Ramli kepada wartawan, Selasa (29/4/2025) malam di Banda Aceh.

Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Aceh dijadwalkan berlangsung pada September 2025 mendatang. Forum ini akan memilih ketua umum baru, menggantikan almarhum H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) yang wafat saat menunaikan ibadah umrah di Makkah pada 19 Maret 2025 lalu.

Menariknya, dalam pertemuan bersama para pendukungnya, Tgk Anwar juga langsung menetapkan duet Nazir Adam dan Heri Julius sebagai Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan. Keduanya dikenal sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak kuat di dunia olahraga Aceh.

Penetapan tersebut diusulkan langsung oleh 35 dari 38 pemilik suara yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Tiga lainnya disebutkan sedang berada di luar kota namun telah mengirimkan perwakilan.

“Tiga lainnya posisi mereka tadi malam masih berada di luar kota. Tapi mereka tetap mengirim perwakilan,” ujar Nazir Adam, Ketua Asprov PSSI Aceh yang kini mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pemenangan.

Selain Nazir, Sekretaris Tim Pemenangan dipercayakan kepada Anggota DPR Aceh sekaligus Ketua Pengprov Hapkido Aceh, Heri Julius. Keduanya menyatakan komitmennya mendukung penuh pencalonan Tgk Anwar.

“Insya Allah, kami akan jalankan amanah ini dengan baik,” kata Heri Julius yang diamini oleh Nazir Adam.

Menurut Heri, sosok Tgk Anwar bukanlah pendatang baru di dunia olahraga Aceh. Ia telah lama terlibat dalam kepengurusan KONI Aceh dan dikenal memiliki konsep pembinaan olahraga yang jelas serta terukur.

“Komitmen Tgk Anwar terhadap pembinaan cabor di Aceh bukan janji tapi sudah telah teruji,” ujar Heri.

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa pencalonan Tgk Anwar bukanlah ambisi pribadi atau dorongan segelintir pihak yang ingin mempertahankan posisi di KONI Aceh.

“Jadi, kami tidak mencari dan mendorong-dorong calon ketua umum dari figur yang instans, demi memenuhi keinginan sejumlah pihak yang terus ingin bercokol di KONI Aceh hingga puluhan tahun,” tegas Heri.

Sementara itu, Nazir Adam optimistis dukungan terhadap Tgk Anwar akan terus bertambah. Ia menyatakan tidak ada tekanan atau batas waktu bagi para Pengprov dan KONI kabupaten/kota untuk menyatakan dukungan mereka.

“Makanya, kami tidak menekan dan memaksa serta memberi batas waktu atau deadline dukungan dari kawan-kawan Pengprov Cabor maupun KONI Kabupaten dan Kota. Alhamdulillah, insan olahraga di Aceh sudah sangat paham dengan sosok Tgk Anwar,” kata Nazir.

Terkait adanya klaim dukungan dari Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem), keduanya yakin bahwa sebagai kader senior Partai Aceh, Mualem akan bersikap bijaksana dan mendukung kader terbaik partai untuk maju.

“Kita berharap, Mualem dapat memanggil keduanya dan memberi kesempatan yang sama kepada kedua kader Partai Aceh ini, sehingga Musorprolub KONI Aceh mendatang dapat berjalan lancar dan melahirkan sosok Ketua Umum KONI Aceh yang paham olahraga, demi tercapainya prestasi atlet Aceh di PON NTT-NTB tahun 2028 mendatang,” tutup Nazir Adam.

Editor: AKil

Koperasi Merah Putih: Komando Politik di Desa yang Mengancam Logika Pasar

0
Ilustrasi Koperasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Opini – Jika Muhammad Hatta masih hidup hari ini, ia mungkin akan mengernyitkan dahi melihat proyek ambisius 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dalam catatan sejarah, Hatta mendirikan koperasi sebagai bentuk perlawanan terhadap kapitalisme kolonial—mengusung nilai gotong royong, demokrasi ekonomi, dan kemandirian. Namun, apa yang kini disebut “Ibu Koperasi” Prabowo itu justru mencerminkan semangat komando, bukan kolektivitas. Lebih dekat pada mesin politik ketimbang lembaga ekonomi rakyat.

Koperasi Merah Putih bukan lahir dari rahim kebutuhan desa, melainkan dari rahim kekuasaan. Instruksi kepada kepala desa agar mendirikan koperasi ini datang dari atas—bukan hasil musyawarah warga, sebagaimana seharusnya prinsip koperasi dijalankan. Skema top-down ini sarat kepentingan, menabrak regulasi, dan berpotensi menciptakan kekacauan fiskal serta keuangan desa.

Modal koperasi diambil dari dana desa, yang semestinya digunakan untuk membangun infrastruktur dasar, meningkatkan layanan publik, dan memberdayakan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, skema Koperasi Merah Putih justru memotong 20 persen dana desa untuk modal awal dan 20 persen berikutnya dijadikan agunan pinjaman ke bank milik negara. Sebuah langkah yang tak hanya melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tapi juga mengandung risiko sistemik bagi keuangan nasional jika proyek ini gagal.

Jika dihitung kasar, dari Rp71 triliun dana desa tahun ini, akan ada potensi utang koperasi sebesar Rp14 triliun tahun depan—dua kali lipat dari bailout Bank Century pada 2008 yang kala itu dianggap menyelamatkan sistem perbankan nasional. Bedanya, proyek Prabowo ini justru menyeret sistem perbankan masuk ke dalam arus politik elektoral. Pemakaian bank negara untuk proyek yang rapuh secara bisnis dan sarat muatan politik hanya akan merusak kredibilitas sektor keuangan dan memperlemah kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan negara.

Apalagi, dugaan adanya “balas jasa politik” tak bisa diabaikan. Investigasi menunjukkan proyek koperasi ini sebagai bentuk kompensasi kepada para kepala desa yang telah mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024. Maka tak heran, para pengelola koperasi akan dipilih bukan berdasarkan kompetensi, melainkan loyalitas. Jabatan pengurus menjadi jatah partai pendukung seperti Gerindra dan Projo, bahkan turut dibagikan kepada politikus dari Partai Amanat Nasional yang kini mengelola kementerian terkait.

Selain problem hukum dan moral, skema bisnis Koperasi Merah Putih pun mengandung kelemahan mendasar. Pemerintah pusat akan menentukan jenis usaha koperasi, mulai dari simpan pinjam, apotek, gudang, hingga logistik—tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil dan daya saing lokal. Padahal di banyak desa, warung kelontong dan pelaku usaha mikro sudah lebih dulu hadir. Koperasi Merah Putih justru berpotensi mematikan ekonomi desa yang telah bertahan secara organik.

Yang lebih tragis, koperasi jenis ini nyaris pasti akan gagal di tengah derasnya arus kapitalisme dan logika pasar bebas jika tidak dikelola dengan prinsip profesional. Banyak koperasi desa sebelumnya gulung tikar karena kalah bersaing dengan usaha swasta yang lebih gesit dan efisien. Koperasi hanya bisa bertahan jika dikelola oleh orang-orang yang paham pasar, bukan oleh relawan politik atau petugas partai.

Prabowo semestinya sadar bahwa keberpihakan pada desa tidak harus dibungkus dalam jargon nasionalis semu seperti “Merah Putih”. Jika benar ingin memperkuat ekonomi rakyat, maka perkuatlah lembaga yang sudah ada: BUMDes, koperasi tradisional, kelompok tani, dan UMKM lokal. Dana desa jangan dijadikan agunan politik, melainkan ditumbuhkan dalam semangat kemandirian.

Presiden juga perlu berpikir ulang. Menggelontorkan dana Rp14 triliun untuk koperasi yang belum jelas model bisnisnya adalah perjudian besar. Lebih baik dana itu difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas kesehatan, dan pendidikan yang nyata terasa dampaknya. Jika koperasi hendak didorong, biarlah tumbuh secara organik, dari bawah ke atas, bukan atas perintah kekuasaan.

Membangun koperasi memang penting. Tapi membangun politik yang sehat, ekonomi yang transparan, dan pemerintahan yang taat hukum jauh lebih penting. Jangan jadikan koperasi sebagai kendaraan politik lima tahunan. Sebab jika koperasi hanya dijadikan alat elektoral menuju Pilpres 2029, bukan saja ia mengkhianati semangat Hatta, tapi juga menodai harapan jutaan warga desa yang seharusnya menjadi subjek pembangunan—bukan objek manipulasi kekuasaan. (XRQ)

Penulis: Akil