Beranda blog Halaman 429

Satgas Premanisme Polda Aceh Tangkap Tiga Pelaku Pungli di Pantai Wisata

0
Satgas Ops Premanisme Polda Aceh bersama tiga terduga pelaku pungli yang diamankan di Banda Aceh. (Foto: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Premanisme Polda Aceh kembali bertindak tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata. Kali ini, tim berhasil mengamankan tiga terduga pelaku yang melakukan aksi pungli di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Penangkapan berlangsung pada Kamis (8/5/2025) lalu. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kompol Parmohonan Harahap sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana aman dan tertib, khususnya di kawasan wisata yang kerap ramai dikunjungi masyarakat.

“Penindakan praktik pungli di pantai wisata tersebut dilakukan pada Kamis (8/5). Saat itu, Satgas Operasi Premanisme Polda Aceh dipimpin Kompol Parmohonan Harahap mengamankan tiga terduga pelaku pungli Pantai Pulau Kapuk,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Sabtu (10/5).

Modus Pungli Bermodus Tiket Parkir

Dalam keterangannya, Joko menjelaskan bahwa para pelaku memiliki modus operandi dengan cara memungut uang dari setiap kendaraan yang masuk ke area pantai. Uniknya, jumlah pungutan yang diambil disesuaikan dengan jumlah penumpang di dalam mobil.

Namun, para pelaku hanya memberikan satu lembar tiket senilai Rp3.000 per kendaraan. Praktik ini dinilai tidak sesuai dengan aturan pengelolaan wisata dan berpotensi merugikan para pengunjung yang telah membayar lebih dari ketentuan.

Usai diamankan, ketiga terduga pelaku langsung dimintai keterangan oleh petugas. Mereka juga didata serta diberikan pembinaan di tempat. Tak hanya itu, masing-masing pelaku diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

“Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan wisata. Kami akan terus menindak segala bentuk praktik premanisme dan pungli yang meresahkan masyarakat,” lanjut Joko.

Masyarakat Diminta Tak Ragu untuk Melapor

Lebih lanjut, Joko mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan tindakan serupa. Menurutnya, pelaporan masyarakat akan sangat membantu dalam menertibkan ruang publik dari aksi premanisme dan pungli.

“Kepolisian juga akan terus melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD di tempat-tempat rawan aksi premanisme atau pungli untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tegasnya.

Penindakan ini menjadi bukti bahwa aparat kepolisian serius dalam menegakkan aturan. Terlebih, kawasan wisata seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan, bukan tempat di mana pengunjung merasa dirugikan.

Editor: Akil

UIN Ar-Raniry Satu-satunya Kampus di Aceh Masuk RPJM Nasional

0
UIN Ar-Raniry. (Foto: HUMAS UINAR)

NUKILAN.id | Banda Aceh Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Aceh. Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2025-2029.

Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui dokumen itu, UIN Ar-Raniry menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Aceh yang ditetapkan sebagai bagian dari proyek strategis nasional.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan kampusnya sebagai bagian dari RPJM Nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, Kementerian Agama RI, Bappenas dan Bapak Presiden Prabowo yang telah memberi perhatian serius dan dukungan yang strategis terhadap pengembangan UIN Ar-Raniry masuk dalam agenda prioritas strategis nasional,” ujar Prof Mujiburrahman dikutip dari Serambinews.com, Jumat (9/5/2025).

Menurut Prof Mujiburrahman, masuknya UIN Ar-Raniry dalam RPJM merupakan pijakan regulasi penting bagi pengembangan kampus, baik secara fisik maupun non-fisik.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa hanya ada dua kampus di bawah Kementerian Agama yang masuk dalam program prioritas nasional, yakni Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan UIN Ar-Raniry.

“Dan setahu saya hanya dua kampus PTKIN di bawah Kementrian Agama yang masuk dalam program prioritas strategis nasional, yaitu UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) dan UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Wujudkan Mimpi Besar Menjadi Kampus Kelas Dunia

Dalam dokumen RPJM tersebut, pengembangan UIN Ar-Raniry diarahkan pada program World Class Islamic University (WCIU).

Program ini, menurut rektor, adalah bagian dari jihad akademik seluruh pimpinan dan civitas akademika UIN Ar-Raniry agar dapat direalisasikan secara sistematis dan terukur.

Jika berhasil, UIN Ar-Raniry akan menjelma menjadi universitas bertaraf internasional di Aceh.

“UIN Ar-Raniry menjadi akan menjadi perguruan tinggi yang dilirik dan dijadikan mitra oleh berbagai universitas bergengsi di dunia untuk berkalaborasi memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat dunia,” ujar rektor.

Tak hanya itu, keberhasilan program ini juga diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran mahasiswa dan dosen asing akan membawa dampak ekonomi sekaligus membuka peluang pendidikan internasional bagi generasi muda Aceh.

“Dan akan memberi kesempatan bagi generasi muda Aceh untuk memperoleh pendidikan bertaraf international,” ungkapnya.

Tiga Strategi Kunci Menuju World Class

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Prof Mujiburrahman menyampaikan tiga strategi utama yang kini menjadi fokus UIN Ar-Raniry.

Pertama, peningkatan sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik. Ini termasuk pembangunan gedung perkantoran, ruang kuliah, laboratorium, asrama mahasiswa, guest house dosen tamu, perpustakaan, serta fasilitas olahraga berstandar internasional.

“Secara detail kita perlu membangun gedung perkantoran, ruang kuliah, ruang dosen, guest house dosen tamu, asrama mahasiswa, perpustakaan, laboratorium, fasilitas olah raga dan sarana fisik lainya yang berstandar international,” tuturnya.

Kedua, peningkatan tata kelola universitas serta pengembangan SDM dosen dan tenaga kependidikan (tendik) agar profesional dan mampu memberikan layanan berstandar global.

Terakhir, UIN Ar-Raniry akan memperkuat kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi ternama dunia, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Terakhir, meningkatkan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri dalam rangka memperkuat kalaborasi bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga ketiga aspek tridharma perguruan tinggi tersebut bertaraf international,” pungkasnya.

Editor: Akil

Aceh Diguncang 19 Kali Gempa dalam Sepekan

0
20 Gempa Terbesar
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Selama periode 2 hingga 8 Mei 2025, wilayah Aceh dan sekitarnya diguncang 19 kali gempa bumi. Meskipun jumlahnya cukup banyak, seluruh gempa tersebut tidak menimbulkan getaran yang dirasakan masyarakat.

Data ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram resmi @stageof.acehbesar pada Jumat (9/5/2025).

“Selama sepekan terakhir, terpantau 19 aktivitas gempa bumi di Aceh. Namun, seluruhnya tergolong gempa kecil yang tidak menimbulkan getaran signifikan bagi masyarakat,” ujar Andi Azhar.

Mayoritas Gempa Berkekuatan Ringan

Menurut BMKG, 13 dari 19 gempa yang tercatat memiliki magnitudo di bawah M 3. Sementara itu, enam gempa lainnya berkisar antara M 3 hingga M 5. Tidak ada satu pun gempa yang melebihi kekuatan M 5.

Dari sisi kedalaman, sebagian besar gempa yang terjadi tergolong dangkal. Tercatat 18 gempa berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara satu lainnya masuk kategori menengah. Sepanjang periode tersebut, tidak ditemukan aktivitas gempa dalam.

Imbauan untuk Tetap Tenang dan Waspada

Meskipun tidak berdampak langsung, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi gempa bumi di masa mendatang.

“Kami imbau masyarakat Aceh untuk tetap waspada, namun jangan panik. Dapatkan informasi terpercaya hanya dari BMKG. Jangan mudah percaya hoaks,” tegasnya.

Lebih lanjut, BMKG menegaskan komitmennya dalam memantau aktivitas seismik secara real-time di seluruh wilayah Aceh. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat menerima peringatan dini jika memang dibutuhkan.

“BMKG akan terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap aktivitas seismik di seluruh wilayah Aceh guna memberikan peringatan dini jika dibutuhkan.”

Dengan demikian, meski gempa yang terjadi masih tergolong ringan, kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah preventif.

Izin Tiga BPR di Aceh Dicabut, LPS Bayarkan Simpanan Nasabah Rp 17,6 Miliar

0
Ilustrasi Lembaga Penjamin Simpanan. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Aceh resmi dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akibatnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) harus turun tangan membayarkan simpanan nasabah senilai total Rp 17,63 miliar kepada lebih dari 8.000 rekening.

Penanganan ini menjadi pengingat serius soal pentingnya tata kelola perbankan yang baik. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS I, Muhamad Yusron, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (9/5/2025).

BPRS Kota Juang: Pembayaran Terbesar

Saat ini, proses penanganan masih berlangsung pada satu bank, yakni PT BPRS Kota Juang di Kabupaten Bireuen. Bank ini dicabut izinnya pada 29 November 2024. Selanjutnya, tim likuidasi dibentuk oleh LPS pada 12 Desember 2024 untuk memverifikasi simpanan nasabah.

Dari hasil verifikasi, ditemukan 1.360 rekening simpanan layak bayar (SLB) dengan nilai Rp 10,36 miliar. Sementara itu, simpanannya yang tidak layak bayar (STLB) sebanyak 83 rekening senilai Rp 48 juta.

“LPS menetapkan simpanan layak bayar pada PT BPRS Kota Juang sebesar Rp10,36 miliar atau 99,53% dari total penetapan simpanan sebesar Rp10,41 miliar. Periode likuidasi dari 12 Desember 2024 hingga 11 Februari 2026 atau 14 bulan,” ujar Yusron.

BPRS Hareukat dan BPR Aceh Utara Selesai Dibayar

Sementara itu, dua BPR lainnya yang telah dicabut izinnya sebelumnya sudah selesai diproses pembayarannya. Pertama, PT BPRS Hareukat di Aceh Besar yang izinnya dicabut pada 11 Oktober 2019. LPS membentuk tim likuidasi pada 21 Oktober 2019.

Pada bank ini, LPS membayar SLB kepada 3.915 rekening dengan nilai Rp 6,8 miliar. Adapun STLB tercatat sebanyak 78 rekening dengan nilai Rp 11,7 juta. Proses pembayaran berlangsung dari 21 Oktober 2019 hingga 20 Januari 2021.

Kemudian, LPS juga telah menyelesaikan pembayaran untuk BPR Aceh Utara. Bank ini dicabut izinnya pada 4 Maret 2024 dan dibentuk tim likuidasi pada 13 Maret 2024. Hasilnya, sebanyak 2.781 rekening dinyatakan layak bayar dengan total Rp 538 juta. Hanya satu rekening yang tidak layak dibayar dengan nominal Rp 20 ribu.

Total Pembayaran LPS Capai Rp 17,63 Miliar

Secara keseluruhan, hingga 31 Maret 2025, LPS telah membayarkan Rp 17,63 miliar kepada nasabah dari tiga BPR yang dilikuidasi. Angka itu merupakan hasil verifikasi dari total SLB senilai Rp 17,73 miliar. Nilai tersebut telah disesuaikan dengan batas maksimum penjaminan LPS sebesar Rp 2 miliar per nasabah, serta mempertimbangkan kewajiban pinjaman dan keberatan dari nasabah.

“Sampai dengan 31 Maret 2025, LPS telah melakukan penanganan klaim penjaminan simpanan terhadap tiga BPR/BPRS di Provinsi Aceh yang dicabut izin usahanya. LPS membayarkan sebesar Rp 17,63 miliar dari total simpanan layak bayar sebesar Rp17,73 miliar setelah memperhitungkan nilai maksimum penjaminan LPS Rp 2 miliar, set-off terhadap pinjaman dan hasil penanganan keberatan nasabah yang diterima LPS,” jelas Yusron.

Masalah Tata Kelola Jadi Sorotan

Yusron menegaskan bahwa pencabutan izin terhadap BPR tersebut sebagian besar disebabkan oleh buruknya tata kelola dan pengelolaan keuangan bank. Ia mengingatkan agar setiap manajemen bank memperhatikan kesehatan keuangan dan tata kelola agar tidak mengalami nasib serupa.

“Jaga terus kondisi keuangannya agar bank yang ada di Aceh ini tidak menjadi pasien LPS yang dilikuidasi. Kami berharap kondisi perbankan di Provinsi Aceh ini, semua sehat dan kondisinya stabil,” tutupnya.

Editor: AKil

Tertarik Beli Mobil di Facebook, Warga Banda Aceh Tertipu Rp140 Juta

0
Tertarik Beli Mobil di Facebook, Warga Banda Aceh Tertipu Rp140 Juta. (Foto: Popularitas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Niat hati ingin memiliki mobil impian melalui marketplace Facebook, Zulkiram (60), warga Lueng Bata, Banda Aceh, justru harus menelan pil pahit. Ia menjadi korban penipuan hingga merugi Rp140 juta setelah mentransfer uang pembelian mobil ke rekening yang ternyata bukan milik penjual asli.

Kejadian tersebut bermula saat Zulkiram melihat iklan penjualan mobil Toyota Veloz tahun 2016 berwarna putih di Facebook, pada 9 Maret 2025. Mobil tersebut ditawarkan dengan harga Rp148 juta dan menarik perhatian korban. Ia pun menghubungi penjual melalui WhatsApp setelah mendapat nomor kontak.

“Usai mendapatkan nomor kontak, pada 13 Maret 2025, korban berkomunikasi dengan pelaku via WhatsApp, negosiasi pun terjadi,” ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (9/5/2025).

Cek Mobil Langsung, Tapi Uang Menguap

Agar lebih yakin, Zulkiram menyuruh seorang temannya, Rangga, untuk mengecek langsung kondisi mobil tersebut ke rumah si pemilik mobil yang diketahui bernama Kusmarwoto, di Kecamatan Cibodas, Tangerang.

Sesampainya di lokasi, Rangga didampingi langsung oleh Kusmarwoto, pemilik mobil yang asli. Sementara itu, komunikasi antara korban dan pelaku tetap berlangsung melalui WhatsApp.

Setelah pengecekan dianggap sesuai, kesepakatan harga pun tercapai di angka Rp140,5 juta. Tanpa curiga, korban mentransfer uang pembelian sesuai arahan pelaku ke nomor rekening yang diberikan.

Namun, kejadian mencurigakan pun terjadi. Rangga yang masih berada di lokasi bersama pemilik mobil memperlihatkan bukti transfer tersebut. Sayangnya, Kusmarwoto menyatakan bahwa rekening itu bukan miliknya dan tidak ada uang yang masuk.

“Teman korban yang masih bersama pemilik mobil menunjukkan bukti transfer yang dikirim korban, namun pemilik mobil bilang kalau itu bukan rekeningnya dan tidak ada uang yang masuk, akhirnya disinilah korban sadar sudah tertipu. Sempat dihubungi tapi tidak aktif lagi,” ungkap Joko.

Pelaku Akhirnya Diciduk

Setelah menerima laporan korban, aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan sejak 25 April 2025. Pelaku yang diketahui berinisial SA (28), warga Tangerang, akhirnya ditangkap pada Sabtu, 3 Mei 2025, setelah sempat berpindah-pindah lokasi.

Kini, SA telah dibawa ke Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku pernah menjualkan mobil untuk Kusmarwoto sebelumnya. Namun, dalam kasus ini, ia bertindak seolah-olah masih menjadi agen resmi.

“Jadi pelaku seolah-olah sebagai agen. Memang sebelumnya pelaku ini pernah bantu pemilik mobil menjual mobilnya, tapi itu dulu. Antara pelaku dan pemilik mobil hanya kenal sebatas jual beli mobil,” beber Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama.

Fadilah menambahkan bahwa uang yang diterima pelaku dari korban langsung dipindahkan ke rekening lain dan digunakan untuk kepentingan pribadi. Polisi juga telah menyita barang bukti berupa bukti transfer, satu unit ponsel, sejumlah kartu ATM, serta print rekening.

“Pelaku saat ini masih ditahan dan akan kita lakukan penyidikan lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 378 KUHP atas kasus penipuan dengan hukuman penjara empat tahun,” ucap Fadilah.

Polisi Imbau Warga Lebih Waspada

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, terutama dalam melakukan transaksi jual beli secara daring. Kombes Pol Joko Heri Purwono mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap penjual yang tidak dikenal, meski penawaran terlihat menarik.

“Penipuan di marketplace atau secara online sudah banyak terjadi, bukan kali ini saja. Kalau pun memang mau membeli barang secara online bisa di tempat terpercaya. Waspada, jangan sampai jadi korban penipuan,” pungkasnya.

Pemerintah Aceh Minta Tol Sibanceh Dibuka Selama Musim Haji

0
Seksi 2, Gerbang Tol Seulimuem-Jantho, Tol Sibanceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pemerintah Aceh secara resmi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membuka akses ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), khususnya Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, selama musim haji tahun 1446 Hijriah.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh, dalam surat bernomor 600.1.12/5322 tertanggal 9 Mei 2025. Surat tersebut ditujukan kepada Kementerian PUPR guna memastikan kelancaran mobilisasi jamaah haji dari berbagai kabupaten/kota menuju asrama haji di Banda Aceh.

“Pemerintah Aceh meminta agar diberikan akses terhadap ruas jalan Tol Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum,” kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh di Banda Aceh, Jumat.

Tol Sibanceh Jadi Jalur Strategis Jamaah

Menurut Dek Fadh, keberadaan akses tol ini sangat krusial dalam mendukung kelancaran lalu lintas jamaah haji yang melakukan perjalanan menuju asrama. Jalur tersebut dinilai sebagai penghubung utama yang dapat mempercepat mobilitas serta mengurangi kemacetan.

Adapun jadwal keberangkatan jamaah haji Embarkasi Aceh akan berlangsung mulai 17 Mei hingga 30 Juni 2025. Sementara itu, pemulangan jamaah direncanakan terjadi pada 27 Juni hingga 9 Juli 2025.

Dalam konteks itu, Pemprov Aceh menilai, kenyamanan dan efisiensi perjalanan jamaah haji sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur. Untuk itu, pembukaan akses jalan tol dinilai penting dan mendesak.

“Kami harapkan jamaah dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman dan efisien menuju asrama haji,” katanya.

Usul Sistem Buka-Tutup

Meski Seksi 1 Tol Sibanceh saat ini belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap penyelesaian, Pemprov Aceh mengusulkan agar dibuka secara terbatas dengan sistem buka-tutup.

“Terkait teknis pembukaan akses jalan tol, dapat disesuaikan secara khusus untuk kelancaran transportasi jamaah haji dengan sistem buka-tutup,” ujar Dek Fadh.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan informasi waktu melintasnya jamaah haji secara berkala kepada pengelola tol. Khususnya, informasi tersebut akan diberikan paling lambat H-1 sebelum jadwal masuk asrama.

Langkah ini, lanjut Dek Fadh, merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjamin kesiapan infrastruktur, sekaligus menunjukkan komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak terkait, termasuk pengatur jalan tol, agar perjalanan jamaah haji dari dan menuju asrama dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” demikian Dek Fadh.

Bahas Pelaksanaan PPG, Direktur SSPT Kemdiktiristek Kunjungi FKIP USK

0
Direktur SSPT Kemdiktiristek Kunjungi FKIP USK. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiristek), Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., pada Jumat (9/5/2025) pagi.

Dalam pertemuan semiformal yang berlangsung di Ruang Telekonferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan memaparkan berbagai capaian dan perkembangan pelaksanaan Program Profesi Guru (PPG) yang dikelola oleh FKIP.

Ribuan Peserta dan Tingkat Kelulusan Tinggi

“Selama ini, kami di USK, khususnya di bawah pengelolaan FKIP sudah melaksanakan PPG prajabatan dan dalam jabatan secara maksimal. Namun demikian, kami tetap mengharapkan saran dan masukan dari Ibu Direktur agar pelaksanaan PPG ke depan bisa lebih maksimal lagi,” ujar Prof. Marwan.

Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini terdapat ribuan peserta PPG yang tersebar dalam 17 bidang studi. Dengan antusias, ia berharap kunjungan ini membawa arahan baru agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.

Hal senada disampaikan Koordinator PPG FKIP USK, Dr. Yenni Marlina, M.Pd. Ia menuturkan bahwa sejak tahun 2014, rata-rata tingkat kelulusan mahasiswa PPG FKIP mencapai 97–99 persen.

“Tingkat kelulusan yang hampir mencapai 100 persen setiap periode pelaksanaan ini membuat kami bangga. Namun, tentu saja kami tidak boleh tinggi hati. Kami akan terus melakukan perbaikan semaksimal mungkin,” ujar Yenni.

Menurutnya, pada tahun 2022 FKIP USK mendapat penambahan lima bidang studi untuk PPG, baik prajabatan maupun dalam jabatan. Sementara itu, di tahun 2025, sebanyak 3.910 mahasiswa tercatat mengikuti PPG di bawah naungan FKIP USK.

Fokus Nasional: Revitalisasi LPTK

Menanggapi laporan tersebut, Prof. dr. Ardi Findyartini—yang akrab disapa Prof. Titin—memberikan apresiasi terhadap pencapaian FKIP USK. Ia menekankan bahwa program PPG memang menjadi bagian dari prioritas nasional untuk merevitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Sebagaimana keinginan nasional melalui kurikulum berdampak, tentu saja kita ingin pelaksanaan PPG berdampak pada pendidikan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan agar pengelola pendidikan tidak hanya berfokus pada angka kelulusan.

.”Terkadang kita sering memikirkan hasilnya, kuantitasnya, giliran SDM dan sarana prasarana yang ada, jarang kelihatan. Untuk itu, kami juga menginginkan adanya ruang microteaching yang dilengkapi dengan sarana teknologi transformasi,” kata Titin.

FKIP Siap Jemput Bola

Menyambut pernyataan tersebut, Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulirizal, M.Kes., menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat infrastruktur pembelajaran, terutama ruang microteaching berbasis teknologi.

“Kalau Ibu Direktur berkenan, kami siap menjemput bola ke Jakarta. Kira-kira sarana teknologi seperti apa yang memungkinkan diberikan kepada kami yang sudah memiliki ruang microteaching khusus,” ujar Dekan FKIP setengah bertanya.

Ia juga menyampaikan rencana strategis lainnya. Ke depan, FKIP USK akan kembali menghidupkan program magang di daerah asal domisili bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan tahap microteaching.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret dukungan FKIP USK terhadap pelaksanaan PPG yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses dan dampak nyata di lapangan.

Editor: Akil

Pasar Aceh Sepi Pengunjung, DPRK Siapkan Strategi Hidupkan Aktivitas Jual-Beli

0
Pasar Aceh Sepi Pengunjung, DPRK Siapkan Strategi Hidupkan Aktivitas Jual-Beli. (Foto RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Aktivitas jual beli di Pasar Aceh kian hari kian sepi. Penurunan jumlah pengunjung yang cukup drastis dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan berbagai pihak, khususnya para pedagang yang mengandalkan pendapatan harian dari interaksi langsung dengan pembeli.

Fenomena ini tak bisa dilepaskan dari perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih memilih berbelanja secara daring. Kemudahan dan efisiensi menjadi alasan utama platform e-commerce semakin diminati, terutama oleh kalangan muda dan ibu rumah tangga.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, Iqbal Djohan, menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah dialog interaktif yang berlangsung di PRO 1 RRI Banda Aceh, Rabu (7/5/2025).

“Pasar Aceh saat ini bisa dikatakan mulai sepi dari pengunjung. Ini mungkin akibat dari penjualan online yang semakin diminati oleh masyarakat di era digital ini. Beberapa dari pedagang memang ada yang mengeluh dengan kondisi saat ini, namun kita juga akan mencari solusi agar hal ini bisa kembali menjadi stabil,” ujar Iqbal.

Event Keluarga di Lantai Tiga

Sebagai langkah awal, Iqbal bersama rekan-rekan di DPRK tengah merancang sejumlah strategi untuk menghidupkan kembali atmosfer Pasar Aceh. Salah satu ide yang tengah digodok adalah penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif dan ramah keluarga di lantai tiga pasar.

“Saya dan rekan dewan, rencana akan membuat event-event seperti lomba mewarnai dan juga kegiatan-kegiatan lomba anak-anak di lantai tiga, supaya para ibu-ibu yang berbelanja semakin betah di Pasar Aceh, dan anak-anaknya juga bisa senang saat beraktivitas tersebut,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan suasana pasar menjadi lebih meriah, sekaligus mampu menarik minat kunjungan keluarga pada akhir pekan.

Ajak Pedagang Aktif Berinovasi

Tak hanya berhenti pada kegiatan fisik, Iqbal juga mendorong para pedagang untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, para pelaku usaha tradisional tidak cukup hanya menunggu pembeli datang. Sebaliknya, mereka harus mulai menjemput bola melalui inovasi dan strategi pemasaran modern.

“Ke depan, kita berharap para pedagang harus kreatif dalam menjemput bola. Dan kita dari pemerintah juga akan berusaha semaksimal mungkin, supaya ke depan Pasar Aceh akan tetap ramai dari pengunjung,” tutup Iqbal.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan para pelaku usaha, Pasar Aceh diharapkan bisa kembali berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat yang semarak seperti masa lalu. Langkah-langkah yang dirancang ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga denyut nadi perdagangan lokal tetap hidup di tengah gempuran era digital.

Editor: Akil

Aceh Siapkan 25 Hektare untuk Sekolah Unggul Transformasi

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini terlihat dari kesiapan mereka dalam mendukung penuh program Sekolah Unggul Garuda Transformasi, yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan bahwa pihaknya siap merealisasikan pendirian 23 sekolah unggulan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Pernyataan ini disampaikan saat ia mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, ke SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Kamis (8/5/2025).

Lahan Sudah Disiapkan, Aceh Bergerak Cepat

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah telah menyiapkan lahan strategis untuk pembangunan sekolah unggul tersebut. Salah satu lokasi yang diusulkan berada di Kuta Malaka, dengan luas mencapai 21 hektare dan status milik Pemerintah Aceh. Tak hanya itu, lahan tambahan seluas 25 hektare juga telah dialokasikan untuk mendukung pendirian sekolah baru.

“Kami sudah mengusulkan dan memenuhi seluruh persyaratan, termasuk lahan. Mudah-mudahan Sekolah Unggul Garuda Baru ini juga bisa segera direalisasikan di Aceh,” jelas Marthunis.

Lebih lanjut, Marthunis menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Aceh sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Garuda Transformasi. Program ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk menekan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

“Kita bersyukur bahwa Aceh dipilih menjadi lokasi Garuda Transformasi. Harapannya, keunggulan dari sekolah ini akan mengalir ke sekolah-sekolah lainnya di 23 kabupaten/kota. Ini untuk menghindari ketimpangan pendidikan di Aceh,” ujar Marthunis.

Dalam upaya pemerataan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan juga tengah menjajaki kemungkinan pendirian sekolah unggulan di wilayah-wilayah terpencil. Salah satunya di Kabupaten Simeulue, yang selama ini menghadapi tantangan dalam akses pendidikan berkualitas.

Langkah ini mempertegas bahwa program tidak hanya menyasar daerah perkotaan, melainkan menjangkau hingga pelosok untuk memastikan setiap anak Aceh mendapat hak pendidikan setara.

Program Sekolah Rakyat Mulai Dijalankan

Selain Sekolah Unggul Garuda, Pemerintah Aceh tahun ini juga meluncurkan program Sekolah Rakyat. Program ini akan dimulai di beberapa titik, dengan SMA 2 Alihasymi sebagai pusat perekrutan untuk kawasan Darussadah.

Dengan adanya berbagai inisiatif pendidikan ini, Marthunis berharap Aceh dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu bersaing secara global.

Marthunis berharap seluruh program pendidikan unggulan ini mampu menjadi katalis dalam pemerataan kualitas pendidikan dan mencetak generasi emas dari seluruh penjuru Aceh.

Bea Cukai Aceh Dampingi UMKM Perikanan Garap Pasar Ekspor Malaysia dan Vietnam

0
Bea Cukai Aceh Dampingi UMKM Perikanan Garap Pasar Ekspor Malaysia dan Vietnam. (Foto: ANATARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Upaya pengembangan ekspor komoditas hasil laut terus mendapat dukungan. Kali ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh bersama Bea Cukai Meulaboh melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perikanan, khususnya di Kabupaten Aceh Barat.

Dalam kegiatan ini, Bea Cukai juga turut memfasilitasi kunjungan calon investor asal Malaysia dan Vietnam yang tertarik untuk mengimpor produk perikanan dari Aceh, terutama kepiting dan udang.

Investor Tertarik Potensi Aceh Barat

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Meulaboh, Andi Suhendra, menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan langsung ke lokasi UMKM guna meninjau kualitas produk sekaligus mengukur kapasitas produksi.

“Kami memberi pendampingan kepada UMKM serta memfasilitasi calon investor dari Malaysia dan Vietnam berkunjung ke beberapa pelaku UMKM yang bergerak di bidang komoditas perikanan dan hasil laut di Kabupaten Aceh Barat,” katanya, Kamis (8/5/2025) di Banda Aceh.

Salah satu titik kunjungan berada di Desa Suak Geudubang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Di sana, investor tidak hanya melihat langsung kualitas udang dan kepiting, tetapi juga menggali informasi terkait luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan kapasitas produksi yang tersedia.

“Kunjungan kepada pelaku UMKM komoditas perikanan tersebut untuk menggali informasi guna mengukur potensi pemenuhan permintaan pasar ekspor secara berkelanjutan,” lanjut Andi.

Aceh Miliki Keunggulan Komparatif

Pendampingan ini tidak hanya mencakup hal teknis. Pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk memaparkan keunggulan komparatif dari produk-produk laut Aceh. Menurut mereka, kualitas produk dari Aceh unggul dibandingkan daerah lain, terutama dari segi kesegaran dan cara penanganan pascapanen.

Setelah kunjungan tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis lanjutan dan pembicaraan mendalam mengenai skema investasi, pengembangan usaha, serta jalur ekspor yang potensial.

Dukung Daya Saing UMKM Lokal

Menurut Andi Suhendra, kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam mendukung penguatan daya saing UMKM lokal yang berorientasi ekspor.

“Kami berharap pendampingan kepada pelaku UMKM ini mampu meningkatkan daya saing produk perikanan hasil laut dari Kabupaten Aceh Barat di pasar global,” tuturnya.

Melalui sinergi antara UMKM, pemerintah, dan calon investor asing, harapannya komoditas laut Aceh tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional secara berkelanjutan.

Editor: Akil