Beranda blog Halaman 424

ASN Asal Jambi Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Banda Aceh

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Muhammad Afdal (25), aparatur sipil negara (ASN) asal Kecamatan Sungai Bungkal, Kabupaten Sungai Penuh, Jambi, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (10/8/2025) malam.

Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya, mengatakan Afdal baru saja lulus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

“Benar, korban merupakan warga Jambi dan baru saja lulus PNS di Kantor BPKP Aceh,” ujarnya, Senin (11/8).

Penemuan jasad Afdal bermula saat pemilik kos, Teuku Raja Andika, menerima laporan dari penghuni lain sekitar pukul 18.15 WIB. Mereka mengaku sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar korban, namun tidak ada respons.

Saat tiba, pintu kamar terkunci dari dalam. Teuku Raja kemudian memanjat melalui ventilasi pintu menggunakan tangga untuk membukanya.

“Setiba di kos-kosan, saksi mencoba untuk membuka pintu, akan tetapi tidak bisa dibuka dikarenakan ada kunci di dalam kamar,” kata Cut.

Korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tubuh sudah dingin. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada kepala dusun dan Bhabinkamtibmas setempat.

Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak menemukan barang mencurigakan di kamar korban. Sekitar pukul 23.50 WIB, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk pemeriksaan.

“Menurut keterangan dari dokter forensik Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Unsam Langsa Dorong Ekonomi dan Peduli Lingkungan Lewat Inovasi Olah Limbah Sawit

0
Kelompok wanita tani Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh sedang belajar membuat kerajinan tangan berbahan lidi limbah sawit. (Foto: MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

NUKILAN.ID | LANGSA – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Aceh, tak hanya fokus pada aktivitas akademik. Kampus negeri terbesar di pesisir timur Aceh itu juga aktif terlibat dalam persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat sekitar.

“Banyaknya inovasi kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat dan kepedulian kelestarian lingkungan hidup yang berujung pemberantasan kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja baru. Lalu akhirnya bermuara kepada kesejahteraan anak negeri hingga menghindari jalur negatif dalam mempertahankan hidup,” ujar Rektor Unsam Langsa, Prof Hamdani, Senin (11/8/2025).

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah peningkatan inovasi teknologi pengolahan limbah sawit. Melalui Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang beranggotakan dosen dan mahasiswa, Unsam memfasilitasi pelatihan bagi kelompok wanita tani Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (2/8).

“Sebagai universitas, kita tidak saja melahirkan sarjana atau akademisi. Tapi selalu siap menjadi kampus berdampak yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun negeri ini,” tutur Prof Hamdani.

Ketua Tim PKM Unsam, Mustika Sarjani, menjelaskan para pengrajin limbah sawit diperkenalkan teknologi baru berupa alat peraut lidi sawit otomatis hasil inovasi Unsam. Alat ini mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

“Kalau sebelumnya hasil kerja satu orang menghasilkan 3 kg lidi sawit siap pakai, sekarang bisa meningkat menjadi 10 kg. Lebih cepat, lebih bersih dan lebih mudah,” ujarnya.

Teknologi tersebut dirancang untuk mengatasi keterbatasan metode manual yang memakan waktu dan tenaga. “Dengan menghasilkan bahan lidi yang sudah dibersihkan lebih banyak, tentu mereka juga bisa meningkatkan produksi bahan jadi lebih besar. Jadi tidak hanya menjual bahan baku lidi sawit,” jelas Dr Fazri, perancang alat tersebut.

Setelah pasokan bahan baku tercukupi, kelompok yang menamakan diri Nusa Indah ini juga mendapat pelatihan pembuatan kerajinan tangan berbahan lidi sawit, seperti piring, vas bunga, dan mangkuk.

Selain itu, mereka dibekali pengetahuan manajemen usaha, mulai dari pembukuan, perencanaan bisnis, hingga penyusunan SOP produksi. Pelatihan juga mencakup pemasaran digital, teknik foto produk, branding di media sosial, hingga penjualan melalui e-commerce.

“Insya Allah, produk desa ini mampu menembus pasar lebih luar lebih luas lagi,” kata Rahmi Meutia, anggota tim pelatihan.

Editor: Akil

Dari Kutacane, Disdik Aceh Gaungkan Pendidikan Lingkungan Berbasis Leuser

0
Disdik Aceh Gaungkan Pendidikan Lingkungan Berbasis Leuser Dari Kutacane. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | Kutacane Dinas Pendidikan Aceh resmi menggaungkan pendidikan lingkungan berbasis Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) melalui kegiatan Pelatihan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi, Kimia, dan Geografi jenjang SMA se-Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Kutacane, Aceh Tenggara, tepat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Selasa (12/8/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A, membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para guru inti dan ketua MGMP. Ia menekankan peran penting guru sebagai khalifah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan karakter perdamaian di kalangan siswa.

“Kita sedang mempersiapkan bahan-bahan yang dapat memperkuat pembelajaran terkait perlindungan lingkungan, khususnya modul ajar yang mendukung karakter damai dan kelestarian ekosistem,” ujar Marthunis.

Ia menjelaskan, saat ini Disdik Aceh melaksanakan dua pelatihan besar secara bersamaan, yakni di Kutacane dengan fokus pada isu lingkungan, serta di Aula Disdik Aceh dengan fokus pada internalisasi isu perdamaian dalam pembelajaran.

Dalam sambutannya, Marthunis juga mengutip Surat Al-Baqarah ayat 30-33 yang menggambarkan keraguan malaikat terhadap manusia karena berpotensi merusak bumi. Namun, menurutnya, melalui pendidikan manusia dapat menjawab keraguan tersebut dengan menanamkan kesadaran lingkungan dan perdamaian.

“Melalui pendidikan, kita menjawab keraguan tersebut dengan menanamkan kesadaran lingkungan dan perdamaian kepada generasi muda,” lanjutnya.

Ia berharap hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada penyusunan buku suplemen kurikulum, melainkan juga diimplementasikan dalam media pembelajaran, kegiatan kokurikuler, hingga ekstrakurikuler seperti pembinaan siswa pecinta alam.

Selain itu, Marthunis menegaskan pentingnya literasi sebagai dasar memahami persoalan lingkungan. “Literasi yang kuat akan membantu siswa dalam memahami teks-teks narasi dan ilmiah yang relevan, seperti artikel mengenai keanekaragaman hayati dan ekosistem,” tambahnya.

Pentingnya Menjaga Leuser

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Badrul, SH., turut memberikan sambutan. Ia menyoroti betapa pentingnya pendidikan lingkungan di Aceh yang memiliki 3,5 juta hektare kawasan hutan.

Menurutnya, KEL adalah satu-satunya bentang alam di dunia tempat empat satwa besar—gajah, harimau, badak, dan orangutan—hidup berdampingan. Namun, ekosistem ini terus menghadapi ancaman serius.

Badrul mencatat, pada 2024 Aceh mengalami kerugian besar akibat kerusakan hutan, setara dengan 1.640 juta pohon atau sekitar 14.000 kali luas lapangan sepak bola. Rata-rata kerusakan hutan mencapai 29 hektare per hari, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

Hingga Juli 2025, tercatat 51 kasus kebakaran hutan dan lahan seluas 174 hektare dengan kerugian Rp52 miliar. Selain itu, banjir melanda 34 kali, merendam 1.232 rumah dengan kerugian Rp48 miliar. Kondisi ini semakin menekan masyarakat Aceh yang masih termasuk daerah termiskin di Sumatera.

“Jangan sampai kita baru sadar bahwa manusia tidak bisa makan uang ketika pohon terakhir sudah tumbang, sungai terakhir sudah kering, dan hewan terakhir sudah musnah,” tegas Badrul.

Ia menekankan, pendidikan harus mengintegrasikan kesadaran ekologis, bukan hanya sebatas penyampaian ilmu pengetahuan. Bahkan, menurutnya, pendekatan sastra seperti novel pun dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

Tuan Rumah Aceh Tenggara

Ketua panitia sekaligus Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Tenggara, Jufri, S.Pd., M.Si, menyampaikan rasa bangga karena Aceh Tenggara dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan MGMP tiga mata pelajaran tersebut.

Sebanyak 65 peserta dari 23 kabupaten/kota di Aceh mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak 11 hingga 14 Agustus 2025. Sebagian peserta menginap di mess SMK Negeri 2 Aceh Tenggara.

Jufri menyampaikan terima kasih kepada Disdik Aceh dan Yayasan HAkA atas dukungan penuh sehingga kegiatan berjalan lancar.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Aceh dan Yayasan HAkA mengenai penyusunan kurikulum muatan lokal Pendidikan Lingkungan dan Kawasan Ekosistem Leuser untuk SMA dan SMK di seluruh Aceh.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Aceh, Junaidi, S.Pd., M.Pd, tenaga ahli Disdik Aceh Arman Fauzi, serta pemateri dari Fakultas MIPA Kimia Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Elly Supriadi, S.Si., M.Si.

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Diprediksi Tembus Rp 6 Juta per Mayam Akhir 2025

0
Perhiasan di Toko Emas Eka di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (11/8/2025). Menurut Eka, pedagang Toko Emas Eka di kawasan Pasar Aceh, harga emas Rp5.800.000 per mayam sudah termasuk ongkos pembuatan.

“Harga emas hari ini Rp5.800.000, turun Rp70.000 dari harga kemarin. Biaya ongkos pembuatan Rp100.000 hingga Rp 150.000 per mayam tergantung model perhiasan,” ujar Eka saat diwawancarai Nukilan.

Untuk emas Antam, Eka menyebut harganya kini berada di kisaran Rp2 juta per gram. Sementara, harga jual kembali (buyback) emas murni berada pada kisaran Rp5,65 juta hingga Rp5,5 juta per mayam.

Menurut Eka, daya beli masyarakat cenderung menurun, sebab banyak warga yang menjual emas mereka untuk memenuhi kebutuhan biaya masuk sekolah anak.

“Banyak yang jual emas, alasannya buat biaya sekolah anak. Mungkin ini karena musim pendaftaran sekolah,” jelasnya.

Meski harga saat ini turun, Eka memprediksi harga emas akan kembali naik dan bahkan berpotensi menembus Rp6 juta per mayam pada akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026. 

“Saya menyarankan kepada masyarakat untuk tidak takut membeli emas, karena emas adalah investasi jangka panjang yang nilainya cenderung naik,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Seru dan Kompak, Ibu dan Anak TK Lilawangsa Meriahkan Lomba Kemerdekaan HUT ke-80 RI

0
Ibu dan Anak TK Lilawangsa Meriahkan Lomba Kemerdekaan HUT ke-80 RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Suasana riang mewarnai Lapangan Tenis Komplek Asrama Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (11/8/2025). Anak-anak TK Kartika Lilawangsa bersama orang tua atau wali murid kompak mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Perlombaan sederhana namun sarat keceriaan ini diikuti anak-anak PAUD dan TK yang tampak antusias mengikuti setiap permainan yang digelar pihak sekolah. Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011, Ny. Dini Imran, melalui Kepala Sekolah PAUD-TK Kartika Lilawangsa, Mega Lianasari, menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Kita sebagai warga negara Indonesia dan juga penikmat kemerdekaan ini, sewajarnya memperingati semangat perjuangan para Pahlawan, yaitu dengan aksi perlombaan menyenangkan. Jadi kalau bukan kita siapa lagi, banggalah dengan bangsa sendiri,” ujarnya.

Mega menambahkan, selain menyambut HUT ke-80 RI, kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan anak sejak dini.

“Kegiatan ini saling berkaitan dan bersatu padu, bekerja sama ibu dengan anak, secara otomatis menanamkan rasa kepercayaan dan rasa ingin berusaha, kejujuran, cinta tanah air, dan mengingat hari kemerdekaan Indonesia, itulah Indonesia, berbeda-beda namun tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Salah satu wali murid, Badariah, yang mendampingi putrinya Risna Mariskan Hutasuhut, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi.

“Seru dan bagus lah, karena dengan keikutsertaan ibunya pasti anak-anak tambah semangat dan berani ya, satu hal, akan tertanam kekompakan dan pertumbuhan anak di usia dini untuk saling membantu teman dan orang tua di rumah,” ujarnya dengan gembira.

Beragam lomba digelar, mulai dari lari sambil menggendong anak, estafet bawa bendera, memasukkan paku dalam botol, hingga lomba makan roti. Keikutsertaan orang tua membuat anak-anak semakin bersemangat, apalagi setiap peserta mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Editor: Akil

Millah Abraham: Jaringan Radikal yang Menyusup Lewat Kedok Sosial

0
Enam pria diduga menyebarkan aliran Millata Abraham ditangkap polisi. (Foto: Dok Polres Aceh Utara)

Nukilan | Banda Aceh – Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara menangkap enam pria diduga menyebarkan aliran menyimpang Millah Abraham yang berinisial AA (48) sebagai pembaiat, HA (60) sebagai imam 2, RH (39) sebagai imam 4, ES (38) sebagai bendahara, NAJ (53) sebagai ututsan dan ME (27) sebagai sekretaris. Para pelaku ditangkap dalam operasi terpisah di Lhoksukon, Pidie, dan Bireuen pada 26, 28, dan 29 Juli 2025.

Pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal), Al Chaidar Abdurrahman Puteh mengatakan Millah Abraham, kelanjutan dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang didirikan Ahmad Musadeq pada 2000, disebut sebagai gerakan ideologis terstruktur dengan strategi infiltrasi masyarakat.

MUI telah menegaskan kelompok ini sesat karena mengajarkan penolakan terhadap Islam sebagai agama yang benar, tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dan mengubah pokok ajaran agama dengan doktrin sinkretis.

“Kelompok ini tidak hanya menyimpang secara teologis, tapi juga memiliki pola rekrutmen yang mirip organisasi radikal—mereka membaiat anggota baru, mengisolasi dari keluarga, dan membangun komunitas tertutup,” ujar Al Chaidar kepada Nukilan, Senin (11/8/2025).

Dia menambahkan, modus perekrutan dilakukan diam-diam lewat kerja bakti, pelatihan pertanian, hingga diskusi kebangsaan. Setelah terikat secara sosial, calon anggota dibaiat dalam pertemuan tertutup dan diminta memutus hubungan dengan dunia luar.

Intelijen lokal memperkirakan lebih dari 3.000 orang di Aceh aktif mengikuti ajaran ini. Secara nasional, Musadeq mengklaim memiliki puluhan ribu murid di sembilan kota besar. Pemerintah Aceh menilai, meski Gafatar—wajah baru Millah Abraham—telah dibubarkan pada 2016, jaringan mereka tetap aktif dengan pola adaptasi yang sulit dilacak.

Al Chaidar mengingatkan, Millah Abraham memiliki kesamaan pola dengan gerakan radikal lain yang membentuk “masyarakat alternatif” di luar kontrol negara. Ancaman yang mereka bawa tidak hanya soal penodaan agama, tetapi juga potensi lahirnya enclave ideologis tertutup yang sulit diintervensi. []

Reporter: Sammy

Pengamat: Millah Abraham Berpotensi Bawa Doktrin Radikalisme

0
Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara menangkap enam pria diduga menyebarkan aliran menyimpang Millata Abraham. (Foto: Dok Polres Aceh Utara)

Nukilan | Banda Aceh – Pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal), Al Chaidar Abdurrahman Puteh menyatakan jika aliran Millata Abraham atau Millah Abraham berpotensi membawa radikalisme dalam doktrin dan pendekatannya.

“Ada potensi radikalisme. saat ini di Aceh anggotanya ada sekitar 3.000 orang,” ujar Al Chaidar saat dikonfirmasi Nukilan, Senin (11/8/2025).

Dia menambahkan, Millah Abraham bukanlah fenomena baru di Aceh. Aliran ini merupakan kelanjutan dari gerakan yang telah lama beroperasi di Indonesia dengan berbagai nama dan bentuk, termasuk Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Pendiri aliran ini, Ahmad Musadeq—mantan pelatih bulu tangkis nasional—mengklaim dirinya sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2000, ia mendirikan Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang kemudian berubah menjadi Millah Abraham. Ajaran kelompok ini menolak Islam sebagai agama yang benar dan mengusung doktrin sinkretis yang memadukan unsur Yahudi, Kristen, dan Islam.

Meski sempat menjalani hukuman penjara karena penodaan agama, Musadeq kembali aktif menyebarkan ajarannya melalui Gafatar, sebuah organisasi yang mengklaim bergerak di bidang sosial dan pertanian mandiri.

Saat ini, Millah Abraham diketahui telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Medan, Jakarta, Depok, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, dan Kalimantan Barat.

Struktur organisasi mereka terbilang rapi, dengan posisi seperti imam, bendahara, sekretaris, dan duta. Penangkapan terbaru menjadi bukti bahwa jaringan ini masih aktif dan beroperasi dengan pola rekrutmen terencana.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara menangkap enam pria diduga menyebarkan aliran menyimpang Millah Abraham yang berinisial AA (48) sebagai pembaiat, HA (60) sebagai imam 2, RH (39) sebagai imam 4, ES (38) sebagai bendahara, NAJ (53) sebagai ututsan dan ME (27) sebagai sekretaris. Para pelaku ditangkap dalam operasi terpisah di Lhoksukon, Pidie, dan Bireuen pada 26, 28, dan 29 Juli 2025. []

Reporter: Sammy

Bupati Aceh Timur Wajibkan Perusahaan Setor Zakat dan Infak

0
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, MSi (Foto: Pemkab Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menginstruksikan seluruh perusahaan di wilayahnya untuk menyetorkan zakat dan infak, baik dari gaji karyawan maupun laba usaha. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, MSi, sebagai upaya memaksimalkan penerimaan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah di daerah itu.

Kebijakan ini mengacu pada Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 yang telah diubah dengan Qanun Nomor 3 Tahun 2021. Berdasarkan aturan tersebut, pemotongan zakat ditetapkan sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab setara 94 gram emas murni. Sementara itu, infak dikenakan sebesar 1 persen bagi karyawan dengan penghasilan di bawah batas nisab.

Seluruh dana yang terkumpul nantinya wajib disalurkan melalui rekening resmi Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur. Bupati Al-Farlaky menegaskan, kebijakan ini tidak hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana yang terhimpun akan digunakan untuk membantu kaum dhuafa, menggerakkan roda ekonomi warga, dan mendukung berbagai program sosial di Aceh Timur. Pemerintah daerah juga menjamin mekanisme pelaksanaannya berjalan mudah, termasuk pendampingan teknis oleh Baitul Mal.

Pemuda Partai Buruh Bahas Peran Koperasi bagi Kelas Pekerja Muda

0
Pemuda Partai Buruh Bahas Peran Koperasi bagi Kelas Pekerja Muda. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Suara Muda Kelas Pekerja (SMKP) Partai Buruh akan menggelar diskusi daring bertajuk IMAJINESIA#10 pada 26 Juli 2025. Mengangkat tema Pemahaman Baru tentang Peran Koperasi bagi Pekerja Muda Kelas Pekerja, kegiatan ini bertujuan memperdalam wawasan tentang peran strategis koperasi dalam memperkuat posisi kelas pekerja muda di Indonesia.

Di tengah tantangan ekonomi gig yang serba tidak menentu, tren deindustrialisasi, serta meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) dan minimnya jaminan sosial di sektor informal, koperasi dinilai menjadi model ekonomi alternatif yang relevan.

Diskusi akan dipandu oleh kader SMKP, Axel Paskalis, dengan menghadirkan empat narasumber.

Indri Yuliani dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) memaparkan pengalaman koperasi sebagai solusi hunian layak di Jakarta, sekaligus perjuangan warga memperoleh hak kepemilikan tanah.

“Impian kita yang tadinya sempet putus asa setelah digusur akhirnya termotivasi kembali,” ujarnya.

Wahyudi Rakib dari Serikat Petani Indonesia (SPI) menjelaskan praktik koperasi petani SPI, manfaat yang dirasakan anggota, serta rencana pengembangannya.

“Mereka melakukan perjuangan agraria hingga.. terintegrasi ke perjuangan Reforma Agraria,” ungkapnya.

Sementara itu, praktisi koperasi digital M. Sena Luphdika menyoroti potensi koperasi sebagai pilihan bagi pemuda di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan koperasi yang dimiliki oleh pekerja.

“Perlu dipikirkan kembali hubungan koperasi yang dibangun, agar dimiliki oleh pekerja (koperasi pekerja) dan tidak bergantung pada hibah saja,” jelasnya.

Hanny Wijaya, Deputi Bidang Koperasi Partai Buruh, memaparkan visi politik partai terhadap pengembangan koperasi. Menurutnya, demokrasi ekonomi perlu terus diperkuat, salah satunya melalui inisiatif membangun pabrik alternatif berbasis koperasi.

“Partai Buruh juga harus menginisiasi model pabrik alternatif lewat koperasi,” tegas Hanny.

Editor: Akil

Harga Gas Melon di Aceh Singkil Tembus Rp30 Ribu

0
Tabung gas LPG 3 Kilogram. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Harga liquefied petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram atau yang akrab disebut gas melon di Aceh Singkil masih bertahan tinggi. Sejumlah pedagang eceran mengaku menjual dengan harga hingga Rp28 ribu per tabung, naik dari harga normal Rp23 ribu–Rp25 ribu.

Suci, salah seorang pedagang eceran gas LPG, mengungkapkan kenaikan harga tersebut disebabkan tingginya harga beli dari pangkalan.

“Harga gas kami jual hari ini Rp28 ribu, biasa kami jual Rp23 ribu kadang Rp25 ribu. Iya karena modal kami pun sudah tinggi dari pangkalan makanya kami jual segitu, itu pun stoknya tidak banyak, kami beli dibatasi,” ujar Suci, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan, para pedagang sebenarnya ingin memberikan harga terjangkau kepada konsumen. Namun, kondisi harga di tingkat pangkalan membuat mereka tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual.

“Semoga harga gas di pangkalan harganya kembali normal, kembali murah, jadi kami bisa jual murah juga,” harapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga LPG 3 kg di Aceh Singkil saat ini berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. Sementara untuk LPG nonsubsidi, Bright Gas ukuran 5,5 kg dijual Rp95 ribu dan ukuran 12 kg mencapai Rp195 ribu.

Editor: Akil