Beranda blog Halaman 425

Sosiolog Apresiasi Kepedulian Bupati Aceh Besar terhadap Adat Pertunangan

0
sisiolog aceh
Sosiolog Aceh, Dr. Masrizal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, menyoroti maraknya praktik adat pertunangan yang menampilkan pasangan duduk bersanding di pelaminan, meski belum menjadi pasangan suami istri secara sah. Tradisi yang mulai menjamur di berbagai wilayah Aceh, terutama di Aceh Besar, dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

“Ini jelas bukan bagian dari syariat dan bertentangan dengan hukum Islam. Kebenaran harus ditegakkan agar adat yang keliru tidak terus berkembang,” ujar Syech Muharram saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi fatwa dan hukum Islam dalam program Ulama Saweu Gampong (USG) di Gampong Lam Geu Ue, Kecamatan Peukan Bada, Rabu (7/5/2025) lalu.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, Syech Muharram menginstruksikan kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar agar menghadirkan pengajian rutin mingguan di setiap kecamatan. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap syariat Islam dan meluruskan adat yang dinilai telah keluar dari rel keislaman.

Sikap tegas Bupati Aceh Besar ini mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Dr. Masrizal, Sosiolog Aceh, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kemurnian nilai-nilai budaya Aceh yang bersandar pada ajaran Islam.

“Apa yang diterapkan di Aceh Besar menurut saya sudah cukup baik,” kata Dr. Masrizal kepada Nukilan.id, Selasa (13/5/2025).

Menurut Sekjend Ikatan Sosiolog Indonesia Aceh tersebut, perhatian seorang kepala daerah terhadap praktik pertunangan yang menyimpang merupakan langkah maju dalam meluruskan pemahaman masyarakat akan adat dan agama.

“Kita bisa melihat bagaimana seorang bupati mulai memberikan perhatian dan masukan terhadap prosesi pertunangan, khususnya menyangkut hal-hal yang akhir-akhir ini mulai menyimpang dari praktik adat istiadat Aceh,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami pernikahan dari sudut pandang sosiologis, bukan hanya sekadar hubungan dua individu, melainkan bagian dari sistem sosial yang lebih luas.

“Jika kita melihat dari aspek sosiologis, pernikahan bukan sekadar menyatukan laki-laki dan perempuan. Dalam masyarakat Aceh, perempuan sangat dijunjung tinggi, sebagaimana halnya dalam ajaran Islam,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dr. Masrizal menilai perlunya pelestarian dan penguatan kearifan lokal dalam setiap prosesi pernikahan agar tidak tercabut dari akar budaya dan norma yang telah lama hidup dalam masyarakat.

“Kita hidup di bawah aturan dan norma yang mengatur hubungan antara suami dan istri, bahkan setelah menikah sekalipun. Maka dari itu, penting bagi kita untuk kembali menghidupkan kearifan lokal,” tegas Masrizal yang juga Kabid Agama dan Sosial Budaya FKPT Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Dekranasda Ajak Warga Aceh Besar Dukung Produk Lokal

0
Dekranasda Ajak Warga Aceh Besar Dukung Produk Lokal. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Rita Mayasari, mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal guna memperkuat sektor industri kecil menengah (IKM) di wilayah tersebut.

“Membeli produk lokal menjadi bagian dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah,” katanya saat mengunjungi sentra produksi gerabah di Gampong Lamceu, Kecamatan Kuta Baro, Senin (12/5/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung potensi serta sumber daya kerajinan lokal yang ada di Aceh Besar. Dalam kesempatan tersebut, Rita menilai kualitas gerabah buatan perajin lokal cukup bersaing dengan produk serupa di pasar yang lebih luas.

Siap Bersaing di Panggung Nasional

Lebih lanjut, Rita menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperluas promosi produk-produk lokal ke tingkat nasional. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran kerajinan, termasuk INACRAFT, sebuah ajang bergengsi yang rutin diikuti Dekranasda Aceh Besar.

“Kita memiliki kesempatan yang sangat luar biasa, untuk dapat menunjukkan hasil produk terbaik di ajang bergengsi itu, tentu akan menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Aceh Besar, terutama bagi pelaku usaha industri sendiri,” ujarnya.

Tidak hanya promosi, Dekranasda juga akan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku IKM agar terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bangga Gunakan Produk Aceh Besar

Dalam penutup keterangannya, Rita berharap masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal dan turut serta dalam mendorong pertumbuhan pasar kerajinan daerah.

“Mari bersama kita majukan dan mendorong produk lokal ini untuk bangkit dan memiliki ruang lebih di pasar nasional maupun internasional, bangga membeli serta menggunakan produk hasil karya bangsa sendiri terutama Aceh Besar,” katanya.

Editor: Akil

Xi Jinping Sindir Trump Soal “Bullying” di Hadapan Pemimpin Amerika Latin

0
Trump dan Xi Jinping Bahas Hubungan AS-China Jelang Pelantikan Presiden. (Foto: Reuters)

NUKILAN.id | Jakarta — Presiden China Xi Jinping melontarkan sindiran tajam terhadap praktik “bullying” dan “hegemonisme” dalam pidato publiknya, menyusul tercapainya gencatan senjata tarif dengan Amerika Serikat. Dalam forum tingkat tinggi bersama pemimpin Amerika Latin dan Karibia di Beijing, Xi menegaskan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang.

“Tidak ada pemenang dalam perang tarif atau perang dagang. Bullying atau hegemonisme hanya akan membawa pada pengasingan diri,” ujar Xi, Selasa (waktu setempat), seperti dikutip dari CNN.

Gencatan Senjata Tarif dan Pesan Terselubung

Pidato Xi disampaikan sehari setelah China dan AS sepakat menangguhkan tarif tambahan terhadap sejumlah produk selama 90 hari. Meski perjanjian ini dianggap sebagai angin segar, Xi tetap menyampaikan pesan diplomatik yang konsisten: China menolak tekanan unilateral.

Selama perang dagang berlangsung, China bersikap tegas. Negeri Tirai Bambu itu menolak tunduk pada tekanan Washington. Sebaliknya, China memperkuat citra sebagai pendukung perdagangan bebas dan mengajak negara-negara lain untuk tidak tunduk pada dominasi satu kekuatan.

Seruan untuk Persatuan Negara Global South

Forum China-CELAC yang keempat ini menjadi ajang penting bagi Xi untuk menyuarakan visinya. CELAC sendiri merupakan singkatan dari Community of Latin American and Caribbean States, sebuah forum kerja sama yang dibentuk pada 2014.

Berbicara di hadapan kepala negara dan pejabat tinggi dari Brasil, Kolombia, hingga Chili, Xi menekankan pentingnya solidaritas internasional.

“Perubahan besar yang belum terlihat dalam satu abad terakhir kini semakin cepat, menjadikan persatuan dan kerja sama antarnegara tak tergantikan,” ucap Xi.

Ia juga menekankan bahwa negara-negara di Global South, termasuk China dan Amerika Latin, memiliki hak untuk tumbuh dan merdeka dari tekanan eksternal.

“China dan negara-negara Amerika Latin serta Karibia adalah bagian penting dari Global South. Kemerdekaan dan otonomi adalah tradisi luhur kita. Pembangunan dan kebangkitan adalah hak kita. Dan keadilan serta kejujuran adalah tujuan bersama kita,” katanya.

Kredit Raksasa dan Diplomasi Yuan

Tak hanya berhenti pada retorika, Xi juga menawarkan insentif konkret. Dalam forum itu, ia menjanjikan kredit sebesar 66 miliar yuan atau sekitar US$9,2 miliar (setara Rp148 triliun) untuk mendukung pembangunan negara-negara anggota CELAC.

Yang menarik, kredit ini akan diberikan dalam mata uang yuan. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi memperluas penggunaan mata uang China dalam sistem keuangan global.

“Dalam menghadapi arus deras konfrontasi blok, unilateralisme, dan proteksionisme, China siap bergandengan tangan dengan mitra kami di Amerika Latin dan Karibia,” tutur Xi.

Perdagangan Melonjak, China Makin Dominan

Kian hari, pengaruh China di kawasan Amerika Latin terus meningkat. Tahun lalu, nilai perdagangan antara Beijing dan negara-negara CELAC untuk pertama kalinya menembus angka US$500 miliar atau sekitar Rp8 kuadriliun.

Contohnya, Brasil kini mengirimkan lebih dari 73 persen ekspor kedelainya ke China. Fakta ini menunjukkan betapa eratnya ketergantungan ekonomi kawasan terhadap Negeri Tirai Bambu.

Editor: Akil

Wakil Bupati Aceh Besar Buka Konferensi PGRI ke-23

0
Wakil Bupati Aceh Besar Buka Konferensi PGRI ke-23. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syukri, secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Besar ke-23 di Aula Sekretariat PGRI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (13/5/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir di antaranya Ketua PGRI Aceh, Munzir S.Pd.I, M.Si, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil S.Sos, M.Si.

Apresiasi dan Harapan untuk PGRI

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syukri menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan konferensi yang berlangsung sekali dalam lima tahun ini. Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam menentukan kepengurusan dan arah perjuangan organisasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan selamat bermusyawarah, semoga PGRI semakin jaya dalam menjalankan roda organisasi dan menjadi partner paling baik pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran sentral PGRI dalam memperjuangkan hak guru, memajukan pendidikan, dan memerdekakan dunia pendidikan dari kebodohan.

“Laksanakan peran tersebut dengan sebaik-baiknya, tugas dan tanggung jawab kita sangat penting dan mulia, walaupun berbagai rintangan akan dihadapi baik kebijakan anggaran dan lain sebagainya, namun kami yakin kita mampu melakukannya dengan baik,” imbuhnya.

PGRI, Rumah Besar Guru Indonesia

Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, menegaskan bahwa PGRI merupakan “rumah besar” para guru. Karena itu, menjadi kewajiban semua pihak untuk membesarkan organisasi ini demi kepentingan pendidikan nasional.

“PGRI harus terus hadir menjadi rumah besar bagi para guru, baik dalam memperjuangkan aspirasi para guru, maupun dalam memperjuangkan dan mengisi arah pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan Indonesia Emas,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, S.Pd.I, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap berbagai program PGRI selama ini.

“Apresiasi kami atas nama PGRI Aceh Besar yang telah mendukung berbagai program dan kegiatan organisasi,” katanya.

60 Peserta Bahas Masa Depan PGRI

Konferensi ini diikuti oleh 60 peserta dari seluruh Pengurus Cabang PGRI se-Aceh Besar. Mereka akan bermusyawarah selama sehari penuh untuk merumuskan arah perjuangan PGRI Aceh Besar lima tahun ke depan.

Dengan semangat kolaboratif, forum ini diharapkan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat peran guru dalam memajukan pendidikan di Aceh Besar dan mendukung cita-cita Indonesia Emas.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Selatan Luncurkan Program Bajak Sawah Gratis

0
Pemkab Aceh Selatan Luncurkan Program Bajak Sawah Gratis. (Foto: Serambi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan resmi meluncurkan Program Bajak Sawah Gratis (Basaga) sebagai langkah nyata mendorong ketahanan pangan daerah. Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, di Gampong Tengah Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Selasa (13/5/2025) sore.

Dalam peluncuran tersebut, Bupati Mirwan tak hanya hadir secara simbolis. Ia bahkan turun langsung ke sawah dan mengemudikan traktor, sebagai bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah dalam menjalankan program tersebut.

“Bajak Sawah Gratis ini adalah program unggulan yang termaktub di dalam visi misi dan juga merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan,” ungkap H Mirwan.

Sektor Pertanian Jadi Prioritas

Menurut Bupati Mirwan, pembangunan ekonomi kerakyatan menjadi prioritas utama, khususnya melalui penguatan sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat desa.

“Bajak Sawah Gratis menjadi penting untuk mendukung program ketahanan nasional,” urai dia.

Tak hanya itu, Mirwan juga menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan sektor lain seperti perkebunan, perikanan, dan pertambangan juga akan dimaksimalkan.

“Kemudian, untuk memulihkan ekonomi Aceh Selatan, maka sangat perlu dimaksimal pengembangan sektor pertanian termasuk sektor perkebunan, perikanan dan pertambangan,” jelasnya.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah

Dalam waktu dekat, Pemkab Aceh Selatan juga berencana menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertanian guna mendorong pembangunan pabrik padi. Sebelumnya, pihaknya telah bertemu dengan Menko Pangan, Zulkifli Hasan, untuk membicarakan isu serupa.

Selain itu, Bupati Mirwan telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan terhadap lahan tidur yang tidak produktif. Lahan-lahan tersebut nantinya akan dipetakan agar dapat diberdayakan secara maksimal.

“Kami bersama Wakil Bupati siap menjemput anggaran ke pusat. Untuk itu, kami minta semua SKPK, terutama Dinas Pertanian harus punya inovasi,” tegasnya.

875 Hektare Lahan Akan Digarap

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Nyaklah, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar untuk layanan Basaga. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menggarap lahan seluas 650 hektare.

Tidak berhenti di situ, pihaknya juga melakukan penambahan alokasi sebesar Rp 350 juta melalui DPA pergeseran. Tambahan anggaran ini akan memperluas cakupan layanan hingga 225,53 hektare.

“Jadi total luas rencana layanan Basaga yang akan dilaksanakan seluas 875,53 ha, dan tersebar di delapan kecamatan,” beber dia.

Delapan kecamatan tersebut antara lain Labuhanhaji, Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji Timur, Meukek, Samadua, Pasie Raja, Kluet Tengah, dan Trumon Tengah.

Dukungan Penuh Berbagai Pihak

Peluncuran Program Basaga turut dihadiri berbagai unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah. Tampak hadir Wakil Bupati, Ketua PKK, Kapolres, Dandim 0107, anggota DPRK, perwakilan Kejari, Plt Sekda, BSIP Satker Aceh, serta sejumlah kepala SKPK dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai pihak ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan demi suksesnya program ketahanan pangan di Aceh Selatan.

Editor: Akil

Polda Aceh Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata untuk Cegah Premanisme dan Pungli

0
Polda Aceh Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata untuk Cegah Premanisme dan Pungli. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Satuan Tugas Operasi Premanisme terus menggencarkan patroli di berbagai lokasi wisata. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait pungutan liar dan aksi premanisme yang meresahkan pengunjung.

“Polda Aceh melalui Satuan Tugas Operasi Premanisme terus menggencarkan patroli ke lokasi-lokasi wisata seiring meningkatnya pengaduan masyarakat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Senin (12/5/2025).

Ia menjelaskan, laporan yang diterima antara lain berupa keluhan soal pungutan biaya masuk dan parkir yang tidak sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, patroli digelar secara intensif, termasuk kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Ditangkap karena Pungli di Pintu Masuk Wisata

Dalam patroli yang dipimpin oleh Kompol Parmohonan Harahap itu, petugas mengamankan tiga orang di tiga lokasi wisata berbeda. Ketiganya diduga melakukan praktik pungli dengan memungut biaya tanpa izin resmi.

“Tim satgas mengamankan tiga orang di tiga lokasi wisata berbeda yang diduga melakukan pungutan liar di pintu masuk objek wisata. Ketiganya meminta sejumlah uang dengan nominal bervariasi kepada pengunjung,” ujar Joko.

Tiga lokasi yang menjadi titik operasi tersebut yakni Pantai Ujong Batee (Aceh Besar), Pantai Alue Naga, dan Pantai Syiah Kuala (Banda Aceh). Menurut Joko, para pelaku memungut biaya masuk serta parkir secara pribadi. Mereka tidak mengeluarkan tiket resmi dan tidak memiliki izin dari perangkat desa setempat.

Modus Tiket Palsu dan Tarif Tak Seragam

Modus para terduga pelaku terbilang sederhana namun merugikan. Mereka mewajibkan pengunjung membayar tarif masuk dengan nominal berbeda-beda, tergantung lokasi.

“Mereka memungut uang masuk dan parkir secara pribadi, tanpa tiket resmi dan tanpa sepengetahuan perangkat desa setempat,” kata Joko.

Sebagai contoh, di Pantai Ujong Batee, pelaku mematok tarif Rp3.000 per orang. Namun, ia hanya memberikan satu lembar tiket meskipun pengunjung datang dalam rombongan.

Ketiga terduga pelaku kemudian dibawa ke Polda Aceh. Di sana, mereka diperiksa, didata, dan diberikan pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Upaya Jaga Kenyamanan Publik

Menurut Joko, peningkatan patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menciptakan ruang publik yang tertib dan aman.

“Personel kami rutin melaksanakan patroli, razia, dan sambang ke titik-titik rawan. Ini merupakan upaya untuk mencegah aksi premanisme maupun gangguan keamanan dan ketertiban agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tak segan melaporkan jika menemukan praktik pungli atau premanisme. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 yang tersedia 24 jam dan bebas pulsa. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya.

“Premanisme merupakan tindak kejahatan yang meresahkan dan tidak bisa ditoleransi,” tegas Joko.

Dr Ichsan Dosen USK Jadi Pengajar Tamu di McMaster University Kanada

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia. Dr. dr. Ichsan, M.Sc., SpKKLP., Subsp.FOMC., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), diundang sebagai Guest Lecturer di McMaster University, Kanada — salah satu kampus terbaik di bidang kesehatan global.

Dalam kesempatan istimewa itu, Dr. Ichsan memberikan kuliah bertajuk Health Resilient and Multi Drugs Resistance Tuberculosis (MDR-TB) kepada 17 mahasiswa program S2 Global Health dan residen Family Medicine di universitas tersebut.

Kuliah dimulai dengan kutipan filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, “Was mich nicht umbringt, macht mich stärker” (Apa yang tak dapat membunuhku, membuat aku menjadi lebih kuat). Kutipan ini, menurut Dr. Ichsan, merepresentasikan semangat resiliensi masyarakat Aceh yang bangkit dari kehancuran dahsyat pascatsunami 2004.

Dalam presentasinya, Dr. Ichsan membagikan pelajaran berharga dari proses pemulihan sistem kesehatan di Aceh setelah bencana besar tersebut. Ia menjelaskan bagaimana krisis yang semula melumpuhkan, justru menjadi momentum untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan adaptif.

“Aceh mengalami apa yang disebut sebagai blessing in disguise. Dari kehancuran, kami belajar membangun kembali,” ujarnya kepada para peserta kuliah.

Tak hanya membahas soal bencana, Dr. Ichsan juga memaparkan inisiatif Fakultas Kedokteran USK dalam membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.

Kuliah kemudian ditutup dengan topik yang tak kalah penting: ancaman Tuberkulosis Resisten Obat (MDR-TB). Dr. Ichsan mengingatkan bahwa penyakit ini kian meningkat setelah pandemi Covid-19, dan kini menjadi ancaman kesehatan global.

Indonesia, jelasnya, berada di posisi kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia, setelah India. Setiap tahun, ada sekitar 1.090.000 kasus baru TB aktif, dan sebanyak 125.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini.

“Ini artinya ada 15 orang Indonesia yang meninggal karena TB setiap jamnya. Ini sangat mengerikan dan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Para mahasiswa di McMaster University mengikuti kuliah tamu ini dengan penuh antusias. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan banyak pertanyaan, menjadikan suasana kuliah lebih hidup dan interaktif.

Kegiatan akademik internasional ini turut memperkuat visi Rektor USK dalam mendorong universitas menjadi World Class University. Dekan Fakultas Kedokteran USK pun menyatakan dukungan penuh terhadap kiprah dosen-dosennya di tingkat global.

Melalui pengalaman ini, Dr. Ichsan tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Kedokteran USK, tetapi juga membawa cerita tentang ketahanan dan inovasi Indonesia ke panggung internasional.

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Aceh

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap hujan lebat dan potensi bencana alam yang menyertainya.

Menurut prakiraan terbaru, intensitas hujan diperkirakan meningkat dalam 2 hingga 3 hari mendatang. Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Aceh Barat, Aceh Selatan, serta kawasan tengah Aceh.

“Kami memantau potensi hujan yang semakin meningkat dalam 2-3 hari mendatang di beberapa wilayah Aceh, seperti Aceh Barat hingga ke wilayah Aceh Selatan, serta wilayah tengah Aceh dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari. Selain itu, masyarakat di daerah rawan banjir dan tanah longsor perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Budi Siratua Hutasoit, Prakirawan BMKG Aceh, Senin (12/5/2025).

Dinamika Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem

Budi menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Aceh saat ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Hal ini menyebabkan tingginya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius. Sementara itu, kelembaban udara tercatat cukup tinggi, yakni antara 65 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga barat daya, dengan kecepatan mencapai 25 kilometer per jam.

Gelombang Tinggi Ancam Wilayah Pesisir

Selain hujan, BMKG juga memberikan peringatan kepada masyarakat pesisir. Potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter diperkirakan terjadi di beberapa perairan, termasuk utara Sabang, barat Aceh, serta wilayah Samudera Hindia Aceh.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan dan aliran sungai agar mewaspadai terjadinya banjir dan tanah longsor. Bagi masyarakat di wilayah pesisir, nelayan dan operator kapal untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut,” tambahnya.

Tingkatkan Kewaspadaan dan Pantau Informasi Resmi

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG menekankan pentingnya pemantauan informasi terkini. Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kabar dari media sosial, tetapi juga mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal resminya.

Situasi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana dan pesisir.

Petani di Aceh Tertipu Agen Umrah, Uang Rp 59,4 Juta Raib

0
penipuan catut
Ilustrasi penipuan. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Redelong – Harapan Sariman, seorang petani dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk menunaikan ibadah umrah pupus sudah. Ia justru harus menelan pil pahit setelah uang senilai Rp 59,4 juta yang ia bayarkan kepada agen perjalanan umrah tak pernah membawanya ke Tanah Suci.

Kasus ini bermula pada Maret 2023. Saat itu, Sariman menyerahkan uang kepada seorang perempuan berinisial UAM (52), yang mengaku sebagai agen umrah. Dana tersebut ditujukan untuk memberangkatkan dua orang jemaah. Kemudian, pada Oktober 2023, korban kembali menyerahkan tambahan biaya sebesar Rp 3 juta. Namun, hingga kini, perjalanan umrah yang dijanjikan tak pernah terlaksana.

Dilaporkan dan Masuk DPO

Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi mengungkapkan, korban telah melaporkan kasus ini dengan nomor polisi LP/B/25/III/2025.

“Korban adalah seorang petani asal Kampung Suka Makmur, Kecamatan Wih Pesam. Ia mengaku telah dirugikan hingga puluhan juta rupiah oleh pelaku,” kata Supriadi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (12/5/2025).

Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menetapkan UAM sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelaku sempat menghilang selama setahun, hingga akhirnya berhasil diamankan pada Minggu (11/5/2025) di area parkir RSUD Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

“Pelaku sudah menjadi DPO selama satu tahun dan saat ini telah kami amankan,” ujarnya.

Polisi Selidiki Kemungkinan Korban Lain

Menurut Supriadi, proses penyidikan akan terus dilanjutkan. Polisi menduga, masih ada korban-korban lain yang mungkin belum melapor. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi pihak berwajib apabila merasa pernah mengalami kejadian serupa.

“Polisi juga terus melengkapi berkas perkara serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” tambah Supriadi.

Dalam kasus ini, UAM dijerat dengan Pasal 378 jo 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Editor: Akil

Dua Remaja Tewas dalam Kecelakaan di Aceh Timur

0
Dua Remaja Tewas dalam Kecelakaan di Aceh Timur. (Foto: Ditlantas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk — Kecelakaan maut kembali terjadi di Aceh Timur. Dua remaja perempuan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak sebuah mobil barang yang mogok di badan jalan, Minggu (11/5/2025) malam.

Peristiwa tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB di jalan lintas Gampong Beusa–Lokop, tepatnya di Dusun Gabungan, Desa Tampak, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Tak Ada Lampu Hazard, Dua Nyawa Melayang

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (12/5), mengatakan bahwa sepeda motor yang ditumpangi korban melaju dari arah yang sama dengan mobil barang yang sedang berhenti karena rusak.

“Namun, pengemudi mobil barang tidak menyalakan lampu hazard tanda hati-hati, maupun rambu peringatan lainnya. Kemudian, melintas sepeda motor dikendarai korban dari arah yang sama,” kata M Iqbal Alqudusy.

Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai para korban menabrak muatan mobil yang berisi pipa besi. Benturan keras membuat pengendara dan penumpangnya terlempar ke badan jalan.

Identitas Korban dan Pengemudi Mobil

Kedua korban diketahui bernama Salsa Aulia Putri (18), warga Dusun Lidah Tiyong, Desa Pulo Blang, dan Nabila Putri (19), warga Dusun Gabungan, Desa Tampak. Keduanya adalah pelajar dan berasal dari Kecamatan Ranto Peureulak.

“Pengendara sepeda motor mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian. Sedangkan penumpang sepeda motor mengalami luka berat di dada dan meninggal dunia dalam perjalanan ke puskesmas,” ujar M Iqbal Alqudusy.

Sementara itu, mobil barang tanpa nomor polisi yang dikemudikan Mahyudin, warga Desa Lubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, tidak mengalami kerusakan berarti. Pengemudinya juga tidak mengalami luka.

Sopir Tinggalkan Lokasi Tanpa Menolong

Yang mengejutkan, sopir truk dilaporkan sempat meninggalkan lokasi kecelakaan usai kejadian. Ia tidak memberikan pertolongan kepada kedua korban yang tergeletak dalam kondisi kritis.

Petugas Satlantas Polres Aceh Timur telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti, serta meminta keterangan dari pengemudi mobil. Namun, Mahyudin disebut tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil tersebut.

“Kasus ini masih dalam pengusutan Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Timur. Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp10 juta. Kedua korban sudah diserahkan kepada keluarga,” tambah M Iqbal Alqudusy.

Kondisi Jalan Saat Kejadian

Menurut keterangan polisi, kondisi jalan saat insiden tergolong sepi, dengan cuaca cerah dan permukaan jalan yang kering. Meski demikian, jalan tersebut lurus dan menurun, serta minim penerangan. Di sekitar lokasi terdapat permukiman warga.

Saat ini, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan terhadap pengemudi truk masih terus berlanjut.

Editor: Akil