Beranda blog Halaman 423

Korban Konflik Dinilai Menaruh Harapan yang Terlalu Besar pada KKR Aceh

0
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna dalam acara peringatan 20 Tahun Damai Aceh: Keadilan Transisi di pelataran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Senin (11/8/2025) malam. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna, menilai banyak korban konflik Aceh menaruh harapan berlebihan terhadap kinerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh. Menurutnya, sebagian korban menganggap KKR sebagai solusi atas seluruh permasalahan mereka, padahal lembaga tersebut memiliki mandat yang terbatas.

“Segala jenis kebutuhan itu digantungkan pada KKR. Yang paling sering disuarakan adalah masalah kemiskinan, yang faktornya berlapis-lapis, selain karena struktural juga karena korban mengalami pelanggaran HAM masa lalu,” kata Husna dalam acara peringatan 20 Tahun Damai Aceh: Keadilan Transisi di pelataran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Senin (11/8/2025) malam.

Ia menjelaskan, sesuai qanun, KKR Aceh hanya memiliki tiga mandat utama, yaitu pengungkapan kebenaran, pengambilan pernyataan, serta membuat rekomendasi untuk pemulihan dan rekonsiliasi. Untuk reparasi, KKR hanya berwenang memberikan rekomendasi, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh pihak lain.

“Korban nggak pernah tahu bahwa mandat KKR itu hanya tiga. Jadi setelah pengambilan pernyataan, kompensasi dan rehabilitasi tak kunjung datang, itu jadi keluhan dan kemarahan, padahal KKR nggak punya mandat untuk itu,” ujarnya.

Husna menambahkan, ketidaktahuan korban dapat dimaklumi. Meski sosialisasi telah dilakukan, ia menilai mustahil semua pihak bisa terinformasikan.

“Undang-undang saja banyak yang nggak tahu, apalagi Qanun Aceh No 17 Tahun 2013 tentang KKR Aceh ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, masih ada korban yang keliru memahami peran KKR. Sebagian mengira lembaga ini dapat menyalurkan bantuan seperti Badan Reintegrasi Aceh (BRA), sehingga mereka mengajukan proposal.

“Ini bukan salah korban. Kita tidak menyalahkan korban, tapi karena mereka terlanjur menganggap KKR sebagai solusi segala masalah,” ujar Husna. []

Reporter: Sammy

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu dari Aceh ke Palembang

0
Ilustrasi Sabu. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.ID | MEDAN — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, Aceh Timur. Dua orang tersangka, RM dan SB, diamankan dalam operasi yang berlangsung Jumat (8/8/2025) lalu.

Dikutip dari Detik.com, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB di parkiran sebuah minimarket. Sabu tersebut diduga akan diedarkan ke Palembang, Sumatera Selatan.

“Waktu kejadian Jumat, 8 Agustus 2025, pukul 11.00 WIB, di parkiran minimarket Jalan Lintas Medan-Banda Aceh,” kata Calvijn melalui keterangannya, Selasa (12/8).

Pengungkapan ini bermula dari pengembangan kasus sebelumnya yang selaras dengan informasi masyarakat tentang adanya pengiriman narkotika melintasi wilayah Sumut. Polisi kemudian memantau pergerakan mobil yang ditumpangi kedua tersangka.

“Awalnya tim mengembangkan hasil pengungkapan kasus sebelumnya yang akan mengantar sabu dan sinkron dengan info masyarakat adanya pengantaran narkotika menuju Palembang yang akan melintas Medan,” ujar Calvijn.

Saat kendaraan berhasil dihentikan, petugas menemukan barang bukti sabu kemasan teh merek Guanyingwang dengan total berat 10 kilogram. Polisi juga menyita satu unit mobil Avanza warna silver BK-1171-VN, satu koper biru, dua unit telepon genggam, dan uang tunai Rp 850 ribu.

Calvijn menjelaskan, RM dan SB merupakan kurir yang diperintahkan oleh tersangka berinisial P, sementara barang haram tersebut berasal dari tersangka lain berinisial BJ. Kedua pemasok itu kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Barang bukti diambil dari DPO BJ di parkiran masjid Desa Seneuneobok Pidie, Peureulak, Aceh Timur, yang akan diantar ke Palembang,” terangnya.

Menurut Calvijn, para kurir menerima uang jalan sebesar Rp 5 juta, dengan upah Rp 30 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diantar. Dari total muatan, RM dijanjikan Rp 300 juta, sementara SB akan mendapat Rp 100 juta.

Kini, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolda Sumut untuk penyidikan lebih lanjut. Calvijn menegaskan, pihaknya akan terus memburu kedua DPO tersebut dan mengusut kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus ini.

Ketua MA Sambut Gagasan Wali Nanggroe Aceh Perkuat Mahkamah Syar’iyah

0
Wali Nanggroe menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh “belum sepenuhnya sesuai harapan” sehingga diperlukan sinergi lebih kuat antara Pemerintah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah. Langkah itu diwujudkan melalui inisiatif pembentukan OPD khusus. (Foto: MA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., menerima audiensi Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Alhaythar, di kantor MA, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Pertemuan ini membahas langkah penguatan peran Mahkamah Syar’iyah dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Nanggroe didampingi Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, perwakilan Pemerintah Aceh, Komisi VII DPR Aceh, staf khusus, dan penasihat. Sementara Ketua MA turut didampingi Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Ketua Kamar Agama, Ketua Kamar Pembinaan, Sekretaris MA, Dirjen Badan Peradilan Agama, serta Kepala Badan Urusan Administrasi MA.

Salah satu agenda utama adalah rencana pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) “Sekretariat Peradilan Syariat Islam” untuk mendukung kewenangan Mahkamah Syar’iyah di bidang ahwal syakhsiyah, muamalat, dan jinayat.

Wali Nanggroe menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh “belum sepenuhnya sesuai harapan” sehingga diperlukan sinergi lebih kuat antara Pemerintah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah. Langkah itu diwujudkan melalui inisiatif pembentukan OPD khusus.

Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Rafiq, menyebut rencana tersebut telah dikomunikasikan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PAN-RB, yang “pada prinsipnya membuka peluang” dengan pendampingan pemerintah daerah.

Ketua MA menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, Mahkamah Agung memprioritaskan putra daerah Aceh sebagai aparatur di Mahkamah Syar’iyah. “Putra daerah Aceh memiliki keunggulan lebih memahami kultur Aceh,” ujarnya.

Meski begitu, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Suharto, S.H., M.H., mengingatkan perlunya kajian mendalam agar fungsi OPD tidak tumpang tindih dengan kesekretariatan yang sudah ada.

Ketua Kamar Pembinaan MA, Syamsul Maarif, S.H., L.L.M., Ph.D., menyoroti potensi OPD dalam memperkuat keamanan persidangan, mendukung pelaksanaan eksekusi, mengembangkan mediasi dan arbitrase syariah, serta memperkuat kepailitan syariah.

Sementara itu, Senior Advisor Wali Nanggroe, Prof. Syahrizal Abbas, memaparkan hasil riset 15 tahun terakhir yang menegaskan perlunya penguatan regulasi, infrastruktur hukum, dan SDM peradilan syariah. Ia juga memaparkan rencana pembentukan Konsorsium Mahkamah Syar’iyah se-ASEAN di Aceh serta rencana seminar internasional yang diharapkan dihadiri Ketua MA.

Di akhir pertemuan, Ketua MA menegaskan dukungan terhadap percepatan pembentukan OPD Sekretariat Peradilan Syariat Islam. “Dengan niat yang baik, kita bersama-sama mendukung pembentukan OPD ini,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa substansi lebih penting daripada nama. “Mereka tidak menyebut embel-embel Islam, tapi substansi yang dilaksanakan adalah hukum Islam, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat Internasional,” kata Sunarto, merujuk pada praktik peradilan di Dubai dan Bahrain.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara sebagai komitmen bersama mengoptimalkan peran Mahkamah Syar’iyah di Aceh.

Editor: Akil

Tekan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kuta Malaka dan Montasik

0
Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kuta Malaka dan Montasik. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menstabilkan pasokan dan harga pangan di daerah. Kali ini, kegiatan berlangsung di dua kecamatan sekaligus, Kuta Malaka dan Montasik, Senin (11/8/2025).

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Aliyadi SPi MM, menyebut pihaknya menyediakan masing-masing 2,5 ton beras untuk setiap kecamatan, dikemas dalam karung 5 kilogram. Beras tersebut dijual seharga Rp61.000 per sak, dengan total 500 sak per kecamatan.

“Pangan murah ini merupakan upaya Pemerintah Aceh Besar untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi,” ujar Aliyadi.

Pelaksanaan GPM dipusatkan di halaman kantor camat masing-masing kecamatan. Antusiasme warga terlihat tinggi saat berbondong-bondong membeli beras yang disediakan pemerintah.

Aliyadi menuturkan, program serupa sebelumnya telah digelar di sejumlah kecamatan lain di Aceh Besar. Melihat respon positif masyarakat, kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah.

“Hari ini kita pusatkan di halaman kantor camat masing-masing. Masyarakat sangat antusias, dan kita harapkan program ini bisa meringankan beban pengeluaran mereka, terutama di tengah fluktuasi harga pangan,” tambahnya.

Ia menegaskan, pangan murah juga akan kembali digelar di beberapa kecamatan lain mulai Selasa (12/8) hingga Rabu (20/8) mendatang agar manfaatnya dirasakan secara merata.

“Insyaallah, dalam kurun waktu tersebut kita akan menjangkau semua kecamatan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas,” pungkas Aliyadi.

Program ini, lanjutnya, selaras dengan instruksi pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional untuk menjaga kestabilan harga di seluruh pelosok negeri.

Editor: Akil

Dinkes Aceh Perkuat Skrining dan Surveilans Kesehatan Jiwa di Seluruh Kabupaten/Kota

0
Dinkes Aceh Perkuat Skrining dan Surveilans Kesehatan Jiwa di Seluruh Kabupaten/Kota. (Foto: Dinkes Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat skrining dan surveilans kesehatan jiwa di 23 kabupaten/kota. Langkah ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, Sp.OG (K), saat membuka Pertemuan Peningkatan Pengelolaan Skrining dan Surveilans Kesehatan Jiwa di Banda Aceh, Senin (11/8/2025).

Kegiatan tersebut diikuti para pengelola program dan pengelola data kesehatan jiwa dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Tujuannya, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini serta penanganan masalah kesehatan jiwa secara cepat, tepat, dan terukur.

“Setiap data yang kita kumpulkan mewakili satu kehidupan. Satu skrining yang kita lakukan bisa menyelamatkan nyawa,” tegas Munawar.

Ia menekankan, kesehatan jiwa adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Tanpa kesehatan jiwa yang baik, kesehatan fisik optimal sulit tercapai. Tantangan di Aceh, lanjutnya, semakin kompleks seiring meningkatnya kasus depresi, kecemasan, hingga ide bunuh diri, termasuk pada kelompok usia produktif, remaja, dan ibu hamil.

Menurut Munawar, skrining dan surveilans terintegrasi menjadi kunci keberhasilan penanganan.

“Skrining bukan sekadar mengisi kuesioner, dan surveilans bukan hanya melaporkan angka. Keduanya adalah instrumen penting untuk bertindak cepat dan tepat, sekaligus memberi penanganan yang humanis bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Dinkes Aceh berharap, melalui pertemuan ini para pengelola program dan data kesehatan jiwa di daerah dapat memahami pentingnya data akurat serta respons cepat dalam penanganan kasus. Dengan kolaborasi lintas sektor, Aceh menargetkan pemerataan layanan kesehatan jiwa yang adil dan manusiawi di seluruh kabupaten/kota.

Editor: Akil

Ekspedisi Geosains Laut Dimulai, BRIN Fokus Mitigasi Bencana Tsunami

0
Ekspedisi Geosains Laut Dimulai, BRIN Fokus Mitigasi Bencana Tsunami. (Foto: BRIN)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia dalam riset kelautan internasional. Melalui kerja sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Second Institute of Oceanography (SIO) Tiongkok, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), ekspedisi geosains laut resmi dilepas dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/8/2025).

Ekspedisi bertajuk Collision Process Between the Java and Australia and Its Impacts on Geohazard ini akan meneliti tumbukan lempeng Australia–Jawa serta dampaknya terhadap potensi bencana geologi, seperti gempa bumi dan tsunami.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menegaskan pentingnya riset ini untuk mengantisipasi bencana serupa tsunami Aceh 2004.

“Ekspedisi geosains ini penting untuk memitigasi dan mengurangi risiko dari potensi bencana alam, khususnya yang datang dari laut, seperti yang terjadi saat serangan tsunami besar yang pernah melanda Aceh,” ujarnya.

Selain fokus pada mitigasi bencana, ekspedisi ini menjadi sarana pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kelautan. Handoko mengakui, dengan 60 persen wilayah Indonesia berupa perairan, kapasitas dan kompetensi untuk menjelajahi laut nasional masih terbatas.

“BRIN akan membuat strategi baru untuk mempercepat peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM di bidang ini,” katanya. Ia menambahkan, BRIN tengah mempersiapkan armada kapal riset untuk memperluas penelitian di wilayah teritorial Indonesia.

Wilayah penelitian kali ini berada di selatan Nusa Tenggara Timur, dekat palung terdalam Samudra Hindia dengan kedalaman sekitar 7.200 meter dan aktivitas tektonik yang tinggi. Peneliti akan menggunakan peralatan canggih, termasuk 30 unit ocean bottom seismometer (OBS), 30 unit ocean bottom electromagnetic (OBEM), dan 24 seismometer terapung untuk merekam data gempa dan resistivitas dasar laut.

Ekspedisi ini melibatkan 22 peneliti dari Tiongkok dan 10 peneliti dari Indonesia, termasuk mahasiswa dan teknisi. Mereka akan menggunakan Kapal Riset Jia Geng berbobot 4.780 ton, dilengkapi peralatan geofisika seperti air gun besar dan sumber elektromagnetik. Kapal ini berangkat dari Xiamen, Tiongkok, pada 28 Juli 2025 dan tiba di Jakarta pada 5-6 Agustus 2025.

Proses akuisisi data di lokasi penelitian akan berlangsung pada 13-25 Agustus 2025. Hasilnya diharapkan memberikan data akurat untuk model mitigasi bencana geologi dan mendukung kebijakan eksplorasi sumber daya laut yang berkelanjutan.

Melalui pelatihan dan kolaborasi ini, BRIN optimistis terjadi transfer pengetahuan yang signifikan, memperkuat kapasitas SDM kelautan Indonesia, serta mempererat jejaring riset internasional dalam eksplorasi sumber daya laut berkelanjutan.

Syaifullah Muhammad, Inovator Nilam Aceh Peraih Indonesia Innovator Award 2025

0
Syaifullah Muhammad, Inovator Nilam Aceh Peraih Indonesia Innovator Award 2025. (Foto: BRIN)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Periset Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus Kepala Atsiri Research Center (ARC), Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tak lepas dari peran ilmu pengetahuan. Ia mengajak seluruh pihak membangun Indonesia melalui riset, inovasi, dan iptek yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Atas dedikasinya mengembangkan hilirisasi nilam Aceh, Syaifullah meraih Indonesia Innovator Award 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Minyak nilam Aceh memiliki kualitas yang diakui oleh internasional. Kualitasnya sangat baik, memiliki keunikan, keunggulan komparatif, sayangnya tingkat kesejahteraan petani sangat minim,” ujarnya saat menerima penghargaan di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Ia menjelaskan, riset yang dilakukan ARC USK diawali dengan turun langsung ke masyarakat untuk mempelajari sejarah nilam di Aceh dan praktik terbaik yang pernah diterapkan sejak masa kolonial. Hasilnya, Syaifullah berhasil menciptakan teknologi ekstraksi dan purifikasi minyak nilam berkualitas tinggi dengan kandungan patchouli alcohol (PA) hingga 99,8 persen.

“Intinya, yang menjadi landasan kita untuk melakukan inovasi terhadap industri nilam ini adalah kesejahteraan masyarakat yang saat itu masih rendah. Khususnya pada tata niaga perdagangan minyak nilam,” tuturnya.

Menurutnya, setiap penghargaan menjadi energi moral untuk terus konsisten dan berkomitmen.

“Penghargaan ini sangat berarti bagi kami, dan ini saya dedikasikan untuk semua kawan-kawan di ARC… tanpa pamrih. Penghargaan ini juga kami dedikasikan untuk pimpinan USK, yang sudah 12 tahun lebih mendukung apapun yang kami lakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan dukungan terhadap kemandirian pangan dan energi, termasuk pengembangan benih presisi yang sesuai dengan beragam agroklimat Indonesia. Ia juga menyinggung riset berbasis omics, seperti genomics, proteomics, hingga metabolomics, untuk menghasilkan varietas unggul dengan lebih cepat.

Untuk komoditas nilam, BRIN memiliki koleksi plasma nutfah dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dari ekstraksi dan data molekulernya juga bisa kita lakukan di Cibinong… memastikan produksi yang lebih baik dan pengembangan produk-produk turunan yang lebih beragam,” ucap Handoko.

Ia menambahkan, dukungan LPDP dalam ajang ini menjadi motivasi bagi generasi muda. “Saya percaya, Bapak Syaifullah Muhammad dan juga Bapak Dwi Asmono, akan memberikan inspirasi yang luar biasa… Hilirisasi sumber daya alam lokal terbarukan semacam komoditas pertanian ini memiliki potensi yang sangat besar di negara kita hampir tidak terbatas,” pungkasnya.

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Empat Pejabat Eselon III

0
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Empat Pejabat Eselon III. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, melantik empat pejabat Eselon III atau Jabatan Administrator di aula kantor setempat, Senin sore (11/8/2025).

Dalam sambutannya, Azhari menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan hal wajar untuk penyegaran kinerja dan pengembangan lembaga. “Kita bergeser untuk penyegaran dan peningkatan kinerja dan inovasi masing-masing. Hari ini kita bertukar sementara, untuk lebih baik, dan semua jabatan kita memang sementara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jajarannya agar tetap taat aturan dalam menjalankan tugas. “Silakan berinovasi dan berkreasi, tapi jangan melanggar regulasi dan aturan, serta tidak melanggar konstitusi,” tegasnya.

Azhari menekankan pentingnya kerja sama, saling menghargai, dan mematuhi peraturan, termasuk PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Ia mengajak seluruh ASN Kemenag untuk setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta menjaga persatuan bangsa, bekerja penuh tanggung jawab, dan menunjukkan keteladanan.

Selain itu, ia mendorong dukungan terhadap program Kementerian Agama, termasuk ekoteologi atau penghijauan yang selaras dengan program pemerintah pusat.

Pejabat yang Dilantik
Empat pejabat yang dilantik adalah:

  1. H. Samhudi, S.Si — dari Kakankemenag Nagan Raya menjadi Kakankemenag Pidie.

  2. Dr. H. Salman Al Farisi, S.Ag., M.Pd — dari Kakankemenag Aceh Barat Daya menjadi Kakankemenag Nagan Raya.

  3. H. Marwan, S.Ag., M.M — dari Kakankemenag Kota Subulussalam menjadi Kakankemenag Aceh Barat Daya.

  4. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag — dari Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda/ Katim Madrasah Diniyah Takmiliyah Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh menjadi Kakankemenag Gayo Lues.

Pelantikan disaksikan Kabag TU Ahmad Yani, Kabid Penaiszawa H. Zulfikar, serta sejumlah pejabat Kanwil dan Kankemenag kabupaten/kota di Aceh.

Usai dilantik, para pejabat baru menyatakan kesiapannya menjalankan amanah. Samhudi, alumnus ITS Surabaya dan putra Pidie Jaya, pernah menjabat Kabid PHU Kanwil Kemenag Aceh, Kasubbag Kepegawaian dan Ortala, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, hingga operator Siskohat pada masa awal Aceh menjadi Embarkasi Haji.

Salman, putra Aceh Barat Daya dan alumnus Program Doktoral UIN Ar-Raniry, berpengalaman memimpin Balai Diklat Keagamaan Aceh dan Medan, serta pernah menjadi Ketua Kloter BTJ saat pandemi.

Marwan, putra Aceh Selatan dan alumnus Pascasarjana UISU Medan, pernah menjabat berbagai posisi di Kankemenag Subulussalam dan Singkil, termasuk Ketua Kloter Haji 2011 dan Petugas Pembimbing Ibadah Haji 2016.

Abdul Syukur, putra Aceh Timur, pernah menjadi Kasubbag TU Kankemenag Banda Aceh, Kasi Bidang PAI Kanwil, serta Ketua FKUB Kota Banda Aceh.

“Kini saya diamanahkan sebagai Kakankemenag Gayo Lues, insyaAllah siap jalankan,” ujarnya.

265 Calon Anggota Baitul Mal Aceh Lulus Seleksi Administrasi, Siap Ikuti Ujian Tulis

0
baitul mal aceh
Sekretariat Baitul Mal Aceh (Foto. Dok. BMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tim Independen penjaringan bakal calon anggota Baitul Mal Aceh (BMA) resmi mengumumkan 265 nama yang lolos seleksi administrasi untuk periode 2025–2030.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat nomor 451.1/005/TimselBMA/VIII/2025 tertanggal 11 Agustus 2025, yang ditandatangani Ketua Tim Penjaringan, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA.

Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya, yakni ujian tulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) pada 1–3 September 2025. “Keputusan Tim Independen ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Peserta yang dinyatakan lulus administrasi selanjutnya wajib mengikuti ujian tulis CAT sesuai jadwal yang ditetapkan,” tegas Prof. Syahrizal Abbas.

Dari 265 nama tersebut, terdapat perwakilan dari berbagai daerah di Aceh dan luar provinsi, dengan latar belakang beragam, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, ulama, hingga praktisi profesional. Beberapa di antaranya adalah Mohammad Haikal (Ketua BMA saat ini), Bardan Sahidi (mantan Anggota DPRA/mantan Calon Bupati Aceh Tengah), Nurdin, S.Pd, M.Ag (Ketua BMK Aceh Tamiang saat ini), Muhammad Iksan, SE, M.Si (anggota BMA saat ini), Yuswardi, M.Kom.I (mantan komisioner BMK Lhokseumawe), Dr. Muhibuddin, M.Ag, Dr. Safwan, SE, M.Si, dan Dr. Tgk. Ajidar Matsyah, Lc, MA.

Persaingan dipastikan ketat. Dari ratusan peserta yang lulus administrasi, hanya akan dipilih 10 orang terbaik — terdiri dari 5 anggota tetap sebagai komisioner BMA dan 5 anggota cadangan. Tahapan seleksi akan mencakup ujian tulis, wawancara, serta penelusuran rekam jejak untuk memastikan calon yang terpilih memiliki integritas, kompetensi, dan pemahaman mendalam tentang tugas BMA.

Baitul Mal Aceh sendiri memiliki mandat mengelola zakat, infak, sedekah, serta harta keagamaan lainnya sesuai syariat Islam dan Qanun Aceh.

ASN Asal Jambi Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Banda Aceh

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Muhammad Afdal (25), aparatur sipil negara (ASN) asal Kecamatan Sungai Bungkal, Kabupaten Sungai Penuh, Jambi, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (10/8/2025) malam.

Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya, mengatakan Afdal baru saja lulus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

“Benar, korban merupakan warga Jambi dan baru saja lulus PNS di Kantor BPKP Aceh,” ujarnya, Senin (11/8).

Penemuan jasad Afdal bermula saat pemilik kos, Teuku Raja Andika, menerima laporan dari penghuni lain sekitar pukul 18.15 WIB. Mereka mengaku sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar korban, namun tidak ada respons.

Saat tiba, pintu kamar terkunci dari dalam. Teuku Raja kemudian memanjat melalui ventilasi pintu menggunakan tangga untuk membukanya.

“Setiba di kos-kosan, saksi mencoba untuk membuka pintu, akan tetapi tidak bisa dibuka dikarenakan ada kunci di dalam kamar,” kata Cut.

Korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tubuh sudah dingin. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada kepala dusun dan Bhabinkamtibmas setempat.

Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak menemukan barang mencurigakan di kamar korban. Sekitar pukul 23.50 WIB, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk pemeriksaan.

“Menurut keterangan dari dokter forensik Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.