Beranda blog Halaman 408

Di Panggung Tasyakuran, TRK Deklarasi Maju Ketua GOLKAR Aceh

0
Di Panggung Tasyakuran, TRK Deklarasi Maju Ketua GOLKAR Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Suka Makmue – Di hadapan kader dan pendukung, Bupati Nagan Raya, Dr. T.R. Keumangan, S.H., M.H. resmi mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Aceh dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2025.

Deklarasi tersebut diumumkan langsung oleh TRK—sapaan akrabnya—saat acara silaturrahmi bersama keluarga besar Partai GOLKAR Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan itu digelar di Kantor DPD II Partai GOLKAR, Suka Makmue, pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Momentum Tasyakuran dan Peusijuk

Acara yang berlangsung hangat ini sekaligus dirangkai dengan peusijuk Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya serta tasyakuran kemenangan pasangan TRK-SAYANG. Sejumlah tokoh masyarakat, kader partai, serta Tim Pemenangan TRK SAYANG tampak hadir memadati lokasi.

Salah satu momen penting terjadi saat Ketua DPD II Partai GOLKAR Nagan Raya, Dra. Hj. Cut Intan Mala, menyatakan dukungannya secara terbuka. Ia mendorong TRK untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua GOLKAR Aceh yang diperkirakan berlangsung pada Juni 2025 mendatang.

Gayung Bersambut, Deklarasi Diresmikan

Mendapat dorongan tersebut, TRK tanpa ragu langsung merespons. Dalam sambutannya, ia menyatakan siap bertarung dalam Musda GOLKAR Aceh ke-12. Sontak, pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.

“Tidak ada gigi atrek lagi, tekad saya sudah bulat untuk maju sebagai Ketua GOLKAR Aceh,” ujar TRK yang kembali disambut tepuk tangan pendukungnya.

Lebih lanjut, TRK menegaskan bahwa keinginannya maju bukan sekadar ambisi pribadi. Ia memiliki tujuan besar: mengembalikan marwah Karya Kekaryaan di Aceh melalui Partai GOLKAR.

“GOLKAR di Aceh harus kembali pada trah karya kekaryaan, memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan, dan tidak hanya terpaku pada konsep dan retorika semata,” ujarnya.

Karya Kekaryaan Harus Hidup Kembali

Dalam pidatonya, TRK juga menyinggung sejarah panjang GOLKAR yang selama hampir tiga dekade memimpin bangsa ini. Ia menilai bahwa semangat untuk membangun bersama pemerintah adalah ruh utama partai yang kini perlu dibangkitkan kembali di Aceh.

“GOLKAR memimpin bangsa ini hampir selama 30 tahun dan GOLKAR selalu bersinergi berjalan beriringan bersama pemerintah untuk terus membangun dan membangun, ruh ini yang harus dikembalikan dalam diri Partai GOLKAR di Aceh sejalan dengan sistem demokrasi kita saat ini,” ujar mantan Pimpinan DPR Aceh itu.

Tak hanya itu, TRK juga menegaskan bahwa GOLKAR adalah wadah bagi para kader yang memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat untuk membangun, bukan tempat bagi yang pasif.

“GOLKAR adalah tempat bagi yang ingin berkarya, bukan tempat bagi yang berpangku tangan, Kader GOLKAR dilahirkan untuk memimpin dan memiliki jiwa membangun,” tambahnya.

Dukungan Mengalir dari Daerah dan Pusat

Menjelang Musda, TRK mengungkapkan bahwa komunikasi politiknya terus berjalan dengan sejumlah pemilik suara di berbagai daerah. Ia bahkan telah menjalin hubungan intens dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GOLKAR.

“Saya intens berkomunikasi dengan para pemilik suara di daerah dan tentu dengan DPP GOLKAR,” tutup TRK.

Dengan tekad yang telah bulat dan dukungan yang terus menguat, langkah TRK menuju kursi Ketua GOLKAR Aceh tampaknya semakin mantap. Musda ke-12 mendatang pun diprediksi akan menjadi panggung politik yang menentukan arah masa depan partai berlambang pohon beringin di Aceh.

ASN Progresif Dorong ASN Muda Manfaatkan Beasiswa Luar Negeri

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – ASN Progresif saat ini tengah memfokuskan langkahnya pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda. Salah satu upaya nyata yang tengah digencarkan adalah mendorong mereka untuk aktif memanfaatkan berbagai peluang beasiswa luar negeri yang sedang banyak tersedia.

“Saat ini kita sedang berfokus kepada kegiatan dalam rangka memperkenalkan dan mempersiapkan beasiswa, karena saat ini memang sedang momennya dimana banyak beasiswa dari berbagai negara yang sedang dibuka,” ujar Zahran, salah satu penggagas gerakan ASN Progresif, pada Sabtu (24/5/2025).

Menurutnya, fase ini menjadi momentum emas yang tidak boleh dilewatkan oleh ASN muda yang ingin meningkatkan kapasitas dan daya saing secara global. Berbagai program pengenalan dan persiapan beasiswa pun mulai dirancang, termasuk pelatihan teknis, mentoring, hingga pendampingan dalam proses pendaftaran.

Namun demikian, Zahran menegaskan bahwa fokus pada beasiswa bukanlah satu-satunya agenda utama. Ia menyampaikan bahwa upaya peningkatan kapasitas ASN ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

“Untuk selanjutnya, ada beberapa hal yang sudah kita rencanakan untuk dikerjakan bersama,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar program, Zahran menyoroti pentingnya peran ASN muda dalam sistem birokrasi yang tengah berjalan. Ia menilai bahwa generasi muda di kalangan ASN memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif dalam tatanan pemerintahan.

“ASN muda sangat berperan penting dalam tatanan birokrasi saat ini. Kita sebagai ASN muda harus mengambil kontribusi lebih besar dalam hal ini,” tegasnya.

Dalam pandangan Zahran, keberadaan ASN Progresif bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan inspirasi untuk memantik semangat perubahan di kalangan ASN muda lainnya.

“ASN muda juga bisa menjadi agent of change, pembeda dan memberikan warna baru di tengah gak jelasnya birokrasi kita saat ini,” katanya dengan lugas.

Menurutnya, ASN muda harus mulai membekali diri untuk menjadi pemimpin masa depan yang siap membawa birokrasi Indonesia ke arah yang lebih baik dan berintegritas.

“Tentunya hal ini tidak lain dan tidak bukan untuk mempersiapkan birokrasi di Indonesia yang lebih baik di masa mendatang, dimana nantinya ASN muda ini yang akan melanjutkan tonggak kepemimpinan,” ujarnya lagi.

Zahran juga berharap agar ASN muda lainnya bisa meneladani semangat dan gerakan ASN Progresif, agar semakin banyak agen perubahan lahir dari dalam tubuh birokrasi itu sendiri.

“ASN muda harus melihat contoh nyata ASN Progresif agar mereka bisa menjadi agent of change,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang tajam, ASN Progresif menjadi salah satu inisiatif yang patut ditunggu kiprahnya. Di tengah tantangan reformasi birokrasi yang tak kunjung usai, kehadiran komunitas ini membuka harapan baru akan lahirnya tatanan pemerintahan yang lebih bersih, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan. (XRQ)

Reporter: Akil

Bekali Mahasiswa Jadi Pelaku Usaha, USK dan Yousea Gelar Seminar Agribisnis Terpadu

0
USK dan Yousea Gelar Seminar Agribisnis Terpadu. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Guna menumbuhkan semangat dan kompetensi kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Program Diploma Manajemen Agribisnis Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar seminar pelatihan kewirausahaan, Jumat (23/5/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di room meeting 2 Fakultas Pertanian.

Menariknya, kegiatan ini menggandeng Yousea (Youth Social Education Awareness), komunitas pemuda yang fokus pada isu sosial dan pendidikan. Dengan mengusung tema besar “Pertanian dan Perikanan Terpadu untuk Lokomotif Swasembada Pangan Menuju Food Security,” seminar ini mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha muda yang berpikir strategis dan solutif.

Fokus pada Agripreneur dan Proposal Pendanaan

Dalam seminar tersebut, hadir narasumber utama Brian Guntur, SE., M.Si., pembina Yousea sekaligus akademisi dan praktisi kewirausahaan sosial. Melalui pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya integrasi sektor pertanian dan perikanan sebagai strategi bisnis yang berkelanjutan.

Lebih dari itu, Brian juga membagikan kiat-kiat praktis dalam mengembangkan ide usaha berbasis potensi lokal. Ia menyoroti strategi penyusunan proposal yang kompetitif, khususnya dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Apresiasi dari Dekan dan Dosen

Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterampilan kewirausahaan adalah bekal penting bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman. Mahasiswa harus dibekali tidak hanya dengan teori, tapi juga dengan keterampilan praktis untuk menjadi pelaku usaha yang mampu bersaing,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Program Diploma Manajemen Agribisnis, Mujiburrahmad, SP., M.Si., turut menyampaikan harapan besarnya terhadap luaran dari seminar ini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami materi, tapi juga mampu menuangkannya dalam bentuk proposal PKM-K yang siap didanai. Lebih dari itu, kami ingin mereka memiliki mindset wirausaha yang siap mengambil peluang dan menghadapi tantangan,” ujarnya.

Interaktif dan Aplikatif

Pelatihan dikemas dalam bentuk yang interaktif. Para peserta tak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar model bisnis, strategi pemasaran, hingga aspek teknis penulisan proposal PKM-K.

Selain itu, peserta juga diajak untuk menggali ide usaha di bidang agribisnis. Mereka diarahkan menyusun proposal yang memadukan sektor pertanian dan perikanan secara terpadu, sesuai potensi daerah masing-masing.

Langkah Nyata Menuju Ketahanan Pangan

Menjelang akhir acara, panitia memberikan tantangan menarik kepada peserta. Setiap mahasiswa diminta mulai merancang draft proposal usaha berdasarkan ide yang telah digagas selama seminar. Draft tersebut nantinya akan didampingi oleh dosen dan komunitas Yousea dalam program lanjutan pasca pelatihan.

Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya mendapat bekal teoritis, tetapi juga didorong untuk bergerak nyata. Dengan pendekatan edukatif dan berbasis potensi lokal, kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mencetak generasi agripreneur muda yang siap mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor: Akil

Polresta Banda Aceh Tertibkan Dua Jukir Liar di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman

0
Dua orang jukir liar di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang ditangkap Polresta Banda Aceh, Jumat (23/5/2025). (Foto: Dok Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id | Banda Aceh – Tim Satgas Anti Premanisme Polresta Banda Aceh kembali menertibkan dua orang yang diduga menjalankan praktik parkir liar tanpa izin resmi di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (23/5/2025).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengatakan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari operasi yang rutin ditingkatkan sejak awal Mei 2025, berdasarkan instruksi Kapolri melalui Telegram Nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025.

“Dua orang yang kami amankan hari ini beroperasi sebagai juru parkir di sekitar Masjid Raya, namun tidak memiliki izin maupun keterlibatan resmi dengan instansi terkait,” ujar Fadillah dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat (23/5/2025).

Kedua individu tersebut yakni RD (58), warga Banda Aceh, dan IR alias Robby (39), warga Rokan Hilir. Dari pemeriksaan, IR diketahui telah menjalankan aktivitas sebagai juru parkir liar selama sekitar empat bulan terakhir, dan menyetorkan hasil pungutannya kepada RD.

Petugas juga menemukan satu helai baju bertuliskan “juru parkir” yang ternyata bukan milik resmi IR, melainkan diduga digunakan untuk mengelabui masyarakat agar terlihat sah.

“Setelah dilakukan interogasi, keduanya mengakui tidak memiliki izin dari Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, dan lokasi tempat mereka bekerja pun tidak mendapat persetujuan dari pemerintah,” jelas Fadillah.

Kedua orang tersebut kemudian dibina dan dimediasi bersama pihak Dinas Perhubungan, sebagai bagian dari pendekatan preventif untuk mencegah praktik serupa terulang kembali.

“Kami telah menyerahkan keduanya kepada keuchik Gampong Kampung Baru untuk pembinaan lebih lanjut di tingkat gampong,” tambah Fadillah. []

Reporter: Sammy

Rian Syaf Sebut Kemenkraf Serius Kembangkan Ekonomi Kreatif di Aceh

0
Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi komunitas ekonomi kreatif di Aceh dengan mengusung tema membangun personal branding dan perlindungan kekayaan intelektual untuk pegiat ekonomi kreatif. 

Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melihat besarnya potensi pegiat ekonomi kreatif di Aceh.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk keseriusan Kementerian Ekonomi Kreatif melihat bahwa potensi pegiat ekonomi kreatif di Aceh ini cukup besar. Makanya kita kesini mengadakan satu kegiatan penguatan kapasitas ekonomi kreatif,” kata Rian Syaf kepada Nukilan di Banda Aceh.

Terkait potensi anak muda Aceh, Rian menyebutkan dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Aceh memiliki banyak potensi unggulan di antaranya yaitu film, animasi video, musik, fashion, hingga turunannya seperti parfum dan produk kecantikan.

Salah satu pencapaian yang dibanggakan adalah peluncuran Banda Aceh sebagai Kota Parfum hasil kerja sama dengan USK. Riset yang telah dilakukan selama lebih dari sepuluh tahun menggunakan nilam sebagai bahan dasar parfum menunjukkan potensi besar industri ini.

“Pak Rektor sudah sepuluh tahun lebih melakukan riset tentang nilam sebagai bahan dasar pembentukan parfum, ini juga menjadi kesempatan besar,” ungkap Rian.

Kemenkraf menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar produk-produk kreatif Aceh dapat berdaya saing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global.

Sebagai bukti potensi tersebut, Rian juga menyebutkan sudah ada produk parfum dari Aceh yang berhasil menembus pasar ekspor internasional.

“Tentunya kesempatan di Aceh ini sangat terbuka lebar, kita perlu kerja sama-sama meningkatkan kapasitasnya, terutama di SDM-nya, sehingga produk-produk kita bisa berdaya saing,” pungkas Rian Syaf.

Reporter: Rezi

Komunitas ASN Progresif Dorong Inovasi dan Akses Beasiswa ke Luar Negeri

0
Ilustrasi ASN. (Foto: kabar24.bisnis.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi profesi dambaan banyak orang di Indonesia. Tak hanya karena jaminan karier dan masa pensiun yang terjamin, tetapi juga karena peran strategisnya dalam membangun bangsa. Oleh sebab itu, munculnya inisiatif dari ASN muda untuk menjadi lebih progresif menjadi angin segar dalam tubuh birokrasi Indonesia.

Salah satu inisiatif menarik datang dari komunitas yang menamai dirinya ASN Progresif. Komunitas ini lahir dari semangat untuk mendorong ASN agar tak hanya nyaman dalam zona aman, melainkan aktif dalam perubahan dan pembelajaran berkelanjutan.

Pada Sabtu (24/5/2025), Nukilan.id berkesempatan mewawancarai Zahran Aslam Rizqullah, salah satu inisiator dari gerakan ini. Ia menyampaikan bahwa komunitas ASN Progresif terbuka luas bagi para ASN dari seluruh penjuru negeri yang memiliki visi serupa.

“ASN Progresif terbuka untuk seluruh ASN di Indonesia yang sama-sama ingin bergerak maju dan progresif untuk berkontribusi terhadap nusa dan bangsa,” ujar Zahran.

Lebih lanjut, Zahran menjelaskan bahwa komunitas ini telah memiliki jaringan yang cukup luas, menghubungkan ASN lintas instansi dan daerah.

“Saat ini sudah terbentuk grup komunitas ASN Progresif yang berisi ASN dari seluruh instansi dan wilayah Indonesia,” katanya.

Tak hanya berhenti sebagai forum diskusi, komunitas ini memiliki rencana jangka panjang untuk memperkuat jejaring dan program-program pengembangan kapasitas.

“Kedepannya, grup ini akan berkembang lebih besar lagi dalam bentuk Community Whatsapp,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama komunitas ini saat ini adalah membantu para ASN untuk memanfaatkan peluang beasiswa, khususnya beasiswa luar negeri yang tengah dibuka oleh berbagai lembaga internasional.

“Saat ini kita sedang berfokus kepada kegiatan dalam rangka memperkenalkan dan mempersiapkan beasiswa karena saat ini memang sedang momennya dimana banyak beasiswa dari berbagai negara yang sedang dibuka,” jelas Zahran.

Untuk memperkuat kesiapan anggotanya, komunitas ASN Progresif akan menggelar berbagai sesi berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Beberapa hari lagi kita akan ada sharing session untuk persiapan beasiswa LPDP,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, Zahran mengungkapkan bahwa komunitas ini juga telah menyiapkan agenda-agenda lanjutan yang bertujuan membangun kapasitas ASN secara kolektif.

“Untuk selanjutnya, ada beberapa hal yang sudah kita rencanakan untuk dikerjakan bersama,” tutupnya.

Munculnya komunitas ASN Progresif ini menjadi bukti bahwa generasi muda di sektor pemerintahan tidak sekadar menjalani rutinitas, melainkan siap menjadi motor perubahan menuju birokrasi yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. (Xrq)

Reporter: Akil

18 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Thailand, Bupati Minta Kemlu Bertindak

0
Iskandar Usman Alfarlaky, Bupati Aceh Timur. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Sebanyak 18 nelayan asal Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena diduga melanggar batas wilayah tangkap. Menanggapi hal ini, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan keprihatinannya dan meminta pemerintah pusat segera turun tangan.

“Kita sangat prihatin dan berempati atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita, para nelayan Aceh Timur, yang ditangkap di luar negeri. Mereka adalah tulang punggung ekonomi pesisir dan sekarang menghadapi situasi sulit. Kami sudah menyurati Kemlu RI agar langkah-langkah diplomatik segera diambil,” kata Iskandar kepada wartawan, Jumat (23/5/2025).

Menurut Iskandar, Pemkab Aceh Timur terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kepulangan para nelayan. Saat ini, mereka juga tengah menelusuri data lengkap seluruh anak buah kapal (ABK) yang ditahan.

“Semoga langkah diplomatik ini membuahkan hasil,” jelasnya.

Komitmen Pemkab dan Imbauan kepada Nelayan

Tidak hanya menyurati Kementerian Luar Negeri, Pemkab Aceh Timur juga berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum yang dihadapi para nelayan hingga mereka kembali ke tanah air dengan selamat. Di sisi lain, Iskandar mengimbau seluruh nelayan agar lebih berhati-hati dan mematuhi hukum internasional.

“Kita berharap kejadian serupa tidak terjadi kepada para nelayan kita yang berlabuh. Pastikan seluruh keamanan dan standar operasional kapal saat berlabuh di wilayah perbatasan,” ujar Al-Farlaky.

Dua Kapal, 18 ABK Ditangkap di Perairan Thailand

Penangkapan ini terjadi pada Senin (19/5) pagi. Ada dua kapal yang diamankan oleh otoritas Thailand. Kapal pertama, KM Jasa Cahaya Ikhlas, membawa 12 ABK, yakni:

  • Umar Johan

  • Ali Imran

  • Abdullah

  • Munzakir

  • Farisi

  • Sabarudin

  • Samsul Bahri

  • M. Jamil Zainal Abidin

  • Aiyub

  • Hanil Fikri

  • Jamaluddin

  • Abdul Latif

Sementara itu, kapal kedua, KM New Rever, mengangkut enam ABK:

  • Ridwan

  • Muhammad Jafar

  • Dedi Saputra

  • Safriadi

  • M. Mukhlis

  • Maiyeddin

Menurut informasi dari anggota DPD asal Aceh, Sudirman Haji Uma, penangkapan dilakukan atas dugaan pelanggaran wilayah laut Thailand.

“Tuduhan sementara terhadap para nelayan kita adalah memasuki wilayah perairan Thailand secara ilegal dan melakukan penangkapan ikan tanpa izin,” ungkapnya.

Langkah Cepat Diharapkan

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi. Oleh karena itu, masyarakat dan keluarga nelayan berharap agar pemerintah Indonesia bertindak cepat melalui jalur diplomatik untuk membebaskan mereka. Selain itu, edukasi terhadap nelayan soal batas wilayah tangkap dinilai sangat penting agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Editor: Akil

Angin Kencang Terjang Aceh Timur, Lima Rumah Rusak Berat

0
Lima Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Terjang Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, lima rumah warga mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, kerusakan tersebar di beberapa desa. Dua rumah berada di Gampong Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk. Sementara itu, satu rumah rusak tercatat di Gampong Beunot, Kecamatan Darul Aman. Sisanya, masing-masing satu rumah di Gampong Seunebok Baroh dan Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur.

“Berdasarkan data sementara, ada lima unit rumah rusak. Lima rumah tersebar di beberapa desa dalam sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, di Aceh Timur, Jumat.

Petugas TNI dan Warga Lakukan Pembersihan

Menanggapi insiden tersebut, BPBD Aceh Timur langsung mengerahkan satuan tugas untuk membantu warga. Petugas bersama prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membersihkan pohon yang tumbang di atas atap rumah.

“Kami sudah menurunkan satuan tugas melakukan pembersihan material pohon tumbang menimpa rumah warga tersebut. Kelima rumah tersebut mengalami rusak berat,” lanjut Ashadi.

Walaupun kerusakan tergolong parah, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah keluarga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.

Pendataan dan Koordinasi Masih Berlanjut

Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan. Selain itu, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan lanjutan dapat berjalan optimal.

“Saat ini, petugas juga masih terus mendata korban bencana alam tersebut. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan korban bencana lebih lanjut,” ujar Ashadi.

Imbauan untuk Tetap Waspada

Sebagai langkah antisipasi, Ashadi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana. Terlebih, kondisi cuaca di Aceh Timur saat ini masih belum bersahabat.

“Tingkatkan kewaspadaan karena cuaca saat ini di Kabupaten Aceh Timur hujan disertai angin kencang. Hindari beraktivitas di luar rumah jika terjadi angin kencang,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung yang aman apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. Upaya preventif ini sangat penting demi keselamatan bersama.

Editor: Akil

Polda Aceh Tindak 62 Preman dalam Operasi Pekat Seulawah 2025

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama jajaran kepolisian resor (polres) menindak tegas aksi premanisme selama pelaksanaan Operasi Pekat Seulawah 2025. Dalam operasi yang digelar sejak 1 Mei itu, sebanyak 62 preman diamankan dari 33 kasus yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

Premanisme Masih Marak

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengungkapkan bahwa jenis kasus yang ditangani sangat beragam. Mulai dari pungutan liar, parkir liar, hingga aksi balap liar dan tawuran.

“Ada sebanyak 33 kasus premanisme dengan 62 pelaku yang ditangani selama Operasi Pekat Seulawah 2025. Operasi tersebut berlangsung sejak 1 Mei 2025,” kata Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Kamis (22/5).

Ribuan Kegiatan Preemtif dan Preventif

Tak hanya melakukan penindakan, Polda Aceh juga aktif menggelar berbagai kegiatan pencegahan. Menurut Joko, total terdapat 2.222 kegiatan preemtif yang dilakukan untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi.

Selain itu, polisi juga melakukan 1.655 kegiatan preventif sebagai langkah untuk mengurangi risiko dan dampak dari tindak kriminal.

“Seluruh kegiatan dalam Operasi Pekat Seulawah 2025 tersebut bertujuan memberikan perlindungan serta menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Jaga Keamanan, Dukung Ketahanan Pangan

Menariknya, peran Polda Aceh tak sebatas menjaga keamanan. Mereka juga aktif mendukung program-program pemerintah, terutama yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan dan ketahanan pangan adalah dua hal berkaitan. Tanpa situasi yang kondusif, sulit bagi sektor pertanian, perikanan, dan distribusi pangan untuk tumbuh secara optimal,” kata Joko.

Sebagai bentuk konkret dukungan, jajaran Polda Aceh memanfaatkan lahan tidur untuk menanam jagung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun lumbung pangan di daerah.

“Penanaman jagung bertujuan membangun lumbung pangan sebagai antisipasi terhadap krisis pangan. Program ini melibatkan kolaborasi berbagai instansi dengan Polri sebagai penggerak utama,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dengan kolaborasi lintas sektor, Polda Aceh menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas wilayah. Mulai dari menindak pelaku kejahatan jalanan hingga menginisiasi gerakan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global.

Melalui Operasi Pekat Seulawah 2025, harapannya kondisi keamanan semakin membaik, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang secara produktif dan sejahtera.

Editor: AKil

Pemuda Aceh Didorong Siap Hadapi Peluang Kerja Migas Andaman

0
Ilustrasi Blok Migas. (Foto: Pertamina)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE — Temuan ladang gas raksasa di perairan Andaman, Aceh, menjadi angin segar bagi masa depan energi nasional sekaligus peluang kerja bagi generasi muda Aceh. Perusahaan asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy, mengumumkan bahwa cadangan gas bumi yang ditemukan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 10 TCF (Trillion Cubic Feet), menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.

Presiden Prabowo Subianto sendiri, pada Kamis (22/5/2025), menegaskan bahwa temuan tersebut akan menopang industri migas selama puluhan tahun ke depan. Tak hanya penting secara ekonomi, potensi ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, khususnya di Aceh.

Kota Lhokseumawe Butuh Langkah Cepat

Harapan besar turut disampaikan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH. Dalam sebuah dialog khusus di Pro-1 RRI Lhokseumawe yang mengangkat tema Membangun Infrastruktur yang Berkelanjutan, Sayuti menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan pemuda dalam menyambut eksplorasi Migas Andaman.

“Eksplorasi gas Pulau Andaman semoga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran pemuda di Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Lhokseumawe termasuk yang tertinggi di Aceh. Oleh karena itu, Sayuti menilai proyek eksplorasi ini sebagai momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

Dekat dengan Selat Malaka, Potensi Besar di Tangan Anak Muda

Lebih lanjut, Sayuti menyebutkan bahwa wilayah Andaman berada dekat dengan Selat Malaka, yang mengitari daratan Kota Lhokseumawe. Kondisi geografis ini, menurutnya, membuka kemungkinan lebih luas bagi keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Karena itu, ia mengajak para Pemuda di Kota ini untuk menyiapkan kapasitas diri agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) menyambut peluang lapangan kerja Migas baru di Aceh,” ungkap Sayuti.

Pemerintah Kota Lhokseumawe pun tidak tinggal diam. Sayuti menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi konkret untuk menyongsong peluang besar tersebut.

“Di tahun 2025, saya sudah menyisihkan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Migas untuk pelatihan dan pengembangan keterampilan dan skill SDM Pemuda,” tegasnya.

Perlu Dukungan Semua Pihak

Meski harapan telah disuarakan, implementasi tentu membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan sektor pendidikan, lembaga pelatihan, dan tentu saja perusahaan-perusahaan migas yang terlibat dalam proyek ini. Dengan begitu, pemuda Aceh tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran nyata dalam pembangunan ekonomi daerahnya.

Editor: Akil