NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui kolaborasi internasional bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang, Malaysia, dan Koperasi Produksi Fish Jelly Aceh sukses melaksanakan program Community Development International Inbound (CDII-E) berjudul “Inovasi Teknologi Tepat Guna: Mengolah Limbah Sisik Ikan Menjadi Ekstraksi Kalsium Nutrisi Tanaman.”
Program ini merupakan bagian dari Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) yang didukung oleh LPDP untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengabdian berbasis inovasi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah hasil pengolahan perikanan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya limbah sisik dan sisa ikan dari aktivitas produksi Koperasi Fish Jelly Aceh.
Melalui pendekatan teknologi tepat guna dan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah menjadi ekstraksi kalsium untuk nutrisi tanaman serta pupuk organik ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas koperasi dan masyarakat dalam mengelola limbah perikanan menjadi produk produktif, memperkenalkan inovasi pengolahan berbasis sains terapan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta mendorong model pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.
Tim pelaksana dari USK diketuai oleh Dr. Sofia, S.Si., M.Sc., bersama Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., dan Ir. Cut Nilda, S.TP., M.Sc. Sementara mitra internasional dari UiTM Pulau Pinang terdiri atas Dr. Muhammad Zahiruddin bin Ramli, Prof. Dr. Abdul Hadi, serta mahasiswa Fuad Ainuddin Bin Ismail Shah dari Fakulti Kejuruteraan Kimia.
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas disiplin dan lintas negara melalui keterlibatan aktif mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala, khususnya Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Pendidikan Dokter, serta mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang dari Fakulti Kejuruteraan Kimia.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memperkuat implementasi experiential learning melalui penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat, sekaligus mendorong pertukaran wawasan akademik internasional, pengembangan kepedulian sosial, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam mendukung inovasi berbasis keberlanjutan.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pelatihan langsung mengenai:teknik pengolahan limbah sisik ikan menjadi ekstrak kalsium untuk nutrisi tanaman, pengolahan limbah sisa ikan menjadi pupuk organik, konsep ekonomi sirkular berbasis komunitas, peningkatan nilai tambah produk lokal melalui inovasi teknologi tepat guna, serta penguatan wawasan keberlanjutan dan SDGs dalam usaha koperasi.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota koperasi dalam memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan sebagai unit usaha baru. Program ini juga memperluas perspektif masyarakat terhadap pentingnya inovasi, efisiensi sumber daya, dan kolaborasi internasional dalam pengembangan ekonomi lokal.
Secara strategis, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui pemanfaatan limbah sisa pengolahan ikan menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, program ini mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dan koperasi dalam menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas, serta mendorong praktik produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, koperasi, dan dukungan pemerintah melalui LPDP mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat berbasis potensi lokal Aceh.
Selain menjadi wadah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatan ini juga memperkuat posisi USK dalam internasionalisasi pendidikan tinggi dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang dijalankan dengan Program EQUITY (Kontrak No. 4318/B3/DT.03.08/2025 dan No. 491/UN11/HK.02.06/2025) dengan lebih rinci lagi melalui Program Community Development International Inbound (CDII-E) yang dijalankan berdasarkan Kontrak No. 556/UN11.2.4/WCU.06.02/CDII-E/2026.
Dukungan ini diharapkan terus mendorong lahirnya program-program kolaboratif internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat dan penguatan reputasi global pendidikan tinggi Indonesia.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

