Beranda blog Halaman 390

Warga Diminta Waspada, Potensi Hujan Guyur Barat Selatan Aceh Selama Dua Hari ke Depan

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan saat Hari Raya Idul Adha, sebaiknya memperhatikan prakiraan cuaca terkini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan yang diprediksi mengguyur wilayah barat selatan Aceh dalam dua hari ke depan.

Curah hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada malam hingga dini hari.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari di pesisir Barat dan Selatan Aceh,” kata Prakirawan BMKG Nagan Raya, Almira Apriliyanti STrMet, Sabtu (7/6/2025).

Sebelumnya, wilayah barat selatan Aceh sempat mengalami musim panas berkepanjangan, yang bahkan memicu kebakaran lahan di beberapa kabupaten, termasuk Nagan Raya.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan gelombang laut yang bisa mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter, terutama di wilayah perairan saat hujan berlangsung.

Suhu udara di wilayah barat selatan Aceh diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban mencapai 75 hingga 95 persen. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan sekitar 20 km per jam dengan arah bertiup dari barat daya.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat malam hingga dini hari.

Editor: Akil

Angin Kencang dan Hujan Ringan Sebabkan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Aceh Besar

0
Angin Kencang dan Hujan Ringan Sebabkan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | JANTHO – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan berintensitas ringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik, termasuk di jalan nasional dan jalan penghubung antarkecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyampaikan bahwa petugas BPBD langsung dikerahkan ke sejumlah lokasi yang terdampak.

“Petugas langsung bergerak ke lokasi saat mendapat informasi ada pohon tumbang di beberapa lokasi termasuk di jalan Banda Aceh-Medan di Kecamatan Leumbah Seulawah dan Lamteuba Krueng Raya,” kata Ridwan, Sabtu (8/6/2025).

Ia menambahkan, tumbangnya pohon di jalan nasional tepatnya di Kecamatan Leumbah Seulawah sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan oleh petugas lalu lintas telah normal kembali,” ujarnya.

Penanganan dilakukan oleh petugas dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Saree dan Pos Lamteuba yang membawa mesin pemotong kayu (chainsaw). Sesampainya di lokasi, petugas dibantu personel TNI, Polsek, dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pembersihan.

Pohon tumbang tersebut berhasil dievakuasi, dan proses pembersihan selesai dilakukan pada pukul 15.15 WIB.

Sementara itu, di lokasi berbeda, sepuluh personel dari Pos Induk BPBD Aceh Besar juga dikerahkan untuk menangani pohon tumbang yang menimpa badan jalan, tiang listrik, serta dua kios jual ayam bengkel yang mengalami kerusakan ringan.

“Alhamdulillah, petugas yang ikut dibantu personel TNI, POLRI dan masyarakat telah melakukan pembersihan dan lalu lintas kembali normal,” kata Ridwan.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Akil

Syiar Kurban, Kanwil Kemenag Aceh Sembelih 10 Ekor Sapi

0
Kanwil Kemenag Aceh Sembelih 10 Ekor Sapi. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh melaksanakan penyembelihan 10 ekor sapi kurban pada Minggu, 8 Juni 2025.

Kegiatan berlangsung di halaman serba guna kantor tersebut, dengan dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, didampingi Kabag TU Ahmad Yani SPdI, para kepala bidang, serta jajaran pegawai lainnya.

Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas partisipasi para pegawai dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.

“Mudah-mudahan proses penyembelihan hingga pembagian berjalan lancar. Kita Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh tahun ini bisa mengumpulkan sampai sembilan ekor sapi. Ditambah satu ekor sapi, merupakan syiar kurban, sedekah dari jajaran PPPK Kanwil Kemenag Aceh,” ujarnya.

Dari total sepuluh ekor sapi yang disembelih, satu di antaranya merupakan sumbangan dari jajaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Kakanwil, sebagian dari daging kurban tersebut langsung dimasak dan disantap bersama di kantor usai sesi kegiatan siang hari pada 12 Zulhijjah.

“Pada jajaran yang hadir membantu sejak pagi, yang memang semuanya masuk kepanitiaan, terima kasih kami sampaikan semoga kebersamaan ini menambah syiar kurban,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Azhari, salah satu panitia pelaksana, yang menyebut bahwa hewan kurban ini berasal dari sumbangan para pegawai yang mampu.

“Kurban ini dari karyawan dan karyawati yang berkemampuan melaksanakan kurban,” ujarnya.

Ia pun berharap agar pelaksanaan ibadah kurban ini mendapat ridha dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan ibadah kurban ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi kendaraan di yaumil akhir,” doanya.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat hangat sepanjang prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Semangat syiar yang ditunjukkan oleh jajaran Kanwil Kemenag Aceh menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja.

Editor: Akil

Rektor Universitas Almuslim Pimpin ISMaPI Aceh

0

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Rektor Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, Dr. Marwan resmi menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMaPI) Provinsi Aceh. Ia didampingi oleh Dr. Abdurrahman sebagai sekretaris.

Pelantikan keduanya berlangsung di Aula Creative Centre MA Jangka, Universitas Almuslim, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (4/6/2025). Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Umum DPP ISMaPI, Prof. Arwildayanto, dan turut disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek, Prof. Khairul Munadi.

Dalam sambutannya, Prof. Arwildayanto menekankan pentingnya akses pendidikan tinggi sebagai instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan. Ia berharap organisasi profesi seperti ISMaPI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan di Aceh.

“Dengan dilantiknya ketua, sekretaris dan para pengurus ISMaPI Aceh, kami DPP ISMaPI berharap para pengurus dapat menjaga spirit dan terus berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Aceh,” ujar Prof. Arwildayanto dalam siaran pers, Sabtu (7/6/2025).

Ketua ISMaPI Aceh yang baru, Dr. Marwan, mengungkapkan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam memajukan pendidikan di Tanah Rencong.

“ISMaPI Aceh akan berusaha terus menerus untuk meneliti, mencari solusi, menata, membina dan melindungi profesi di bidang manajemen pendidikan. Kami juga akan berupaya memberdayakan sistem manajemen pendidikan yang profesional, unggul dan bermutu, dengan mengajak kerja sama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh,” ungkapnya.

Dr. Marwan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, ISMaPI Aceh akan hadir sebagai mitra strategis dalam merumuskan solusi dan kebijakan pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah

Editor: Akil

Warga X Kecam Kebijakan Mendagri Soal Pemindahan 4 Pulau Aceh ke Sumut

0
Pulau Sengketa. (Foto: Serambi News)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang menetapkan pemindahan empat pulau dari Provinsi Aceh ke Sumatera Utara (Sumut) menuai kecaman dari warganet.

Melalui Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138/2025, empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek. Kebijakan ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh, tetapi juga menyulut reaksi keras dari pengguna media sosial di seluruh Indonesia.

Amatan Nukilan.id, sejumlah netizen menilai keputusan tersebut berdampak serius terhadap masa depan otonomi daerah dan keadilan politik di Indonesia. Topik “Mendagri” bahkan sempat menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), dengan lebih dari 2.800 cuitan.

“Om @deddysitorus bersuara Ingatkan mendagri, bobby dan masinton untuk tidak aneh-aneh. Gak ada urgensinya 4 pulau itu pindah wilayah. Malah bikin kekacauan politik,” tulis seorang pengguna X.

“Oh ya. Jgn bangunkan sejarah perjuangan Gubernur Aceh. Taruhannya ancam disintegrasi. Antisipasinya copot mendagri!!!,” cuit @albert54769.

“Mendagri pak Prabowo ini seperti orang gabut tapi memicu perselisihan . Bahaya buat persatuan NKRI bisa ribut antar provinsi. Ganti saja nih menterinya Jkw,” ujar @Ari3Ghozi.

“Ngeri..wilayah aja bisa di otak atik..masalah ini di aceh sangat sensitif.berpotensi konflik.mendagri secara sepihak mmaksa kluar 4 pulau aceh.harusnya pemerintah pusat belajar dari masa lalu terhadap aceh,” tulis @Mz_Azaki.

Ada pula yang menilai kebijakan ini bisa memicu ketegangan antardaerah. “Mendagri justru terkesan menciptakan konflik antar daerah. Situasi yang sudah kondusif, malah ditriger dengan kebijakan yang tidak bermutu,” sebut @NawawiAlMaroni.

“Apa urgensinya pulau Aceh di rudapaksa oleh Mendagri? Kekayaan alam sumber daya alam yang dimiliki oleh Provinsi Aceh tidak boleh lepas dari wilayah Aceh,” kata @ridhadarmawijy.

“Demi persembahan loyalitas Mendagri ke Jokowi, bagaimana kalau sekalian aja seluruh Indonesia masukkan sbg wilayah Sumut ?,” cuit @msaid_didu.

Warganet berharap keputusan tersebut dapat ditinjau ulang demi menjaga stabilitas daerah serta mencegah konflik berkepanjangan. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Dalam Negeri terkait reaksi publik atas keputusan ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Selatan Tunda Pilchiksung di Seluruh Kecamatan

0
Surat penundaan tahapan Pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, resmi menerbitkan surat penundaan tahapan Pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Nomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025.

Penundaan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Nomor 140/490/2025 tertanggal 27 Mei 2025, dengan pokok hal: Implementasi relaksasi waktu pelaksanaan tahapan pemilihan Keuchik langsung di Kabupaten Aceh Selatan.

Dilansir Nukilan.id dari surat tersebut, Bupati menyampaikan kepada para camat agar menunda pelaksanaan pemilihan Keuchik dan Ketua Tuha Peut di wilayah kerja masing-masing. Penundaan ini dilakukan sehubungan dengan adanya Surat Edaran Sekda Aceh Nomor 400.10/4007 Tanggal 22 April 2025, penundaan Pilchiksung terhadap Keuchik yang berakhir masa jabatannya pada Februari 2024 – Desember 2025 sampai dengan putusan Mahkamah Konstitusi terkait masa jabatan Keuchik di Aceh.

Bupati Mirwan berharap agar para camat dapat menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh Keuchik dan Ketua Tuha Peut di wilayah masing-masing.

“Sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut,” demikian kutipan dalam surat tersebut.

Sebelumnya, Sekda Aceh telah lebih dahulu mengeluarkan surat edaran yang bersifat umum untuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh, menyikapi dinamika hukum terkait masa jabatan Keuchik dan menunggu kepastian hukum dari Mahkamah Konstitusi. (XRQ)

Reporter: Akil

Demokrat Aceh Sembelih 4 Ekor Sapi dan Santuni Anak Yatim

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh menyembelih 4 ekor sapi dan tiga ekor kambing qurban di Kantor DPD PD Lueng Bata,Banda Aceh, Sabtu (7/6/2025).

Ketua Panitia Iqbal Farabi kepada media menyampaikan, penyembelihan hewan Qurban sudah nenjadi agenda rutin Partai Demokrat setiap tahun sekaligus memberi santunan kepada anak yatim.

“Ini bentuk kepedulian Partai Demokrat Aceh dan sekaligus menjadi ajang silaturahmi kader dan masyarakat penerima daging qurban,” kata Iqbal Farabi.

Ketua DPD Partai Demokrat Muslim Saleh, SHI, MM pada kesempatan itu menyampaikan Qurban merupakan bentuk amal ibadah untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim. Ini bentuk penghormatan kita kepada Nabi Ibrahim Alaihiwassalam.

“Kita dituntun untuk berqurban sebagai bentuk kepedulian pada sesama dan kedepan akan terus kita lakukan karena secara prinsip Demokrat tetap dekat dengan rakyat,” ujar Muslim Saleh.

Hadir pada acara qurban dan memberi santunan kepada anak yatim, Wakil Ketua DPD PD HT. ibrahim, Sekrataris DPD PD Arif Fadillah, Bendahara DPD PD Nurdiansyah Alasta, Kepala Bakomstra DPD PD Jauhari Ilyas, Kepala Balitbang Iswadi, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRA. []

Steffy dan Irwandi Ungkap Penggunaan Dana Otsus dan Masalah Kemiskinan di Aceh

0
Ilustrasi Dana Otsus. (Foto: Google News)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Alokasi dana otonomi khusus (Otsus) untuk Aceh yang dimulai sejak 2008 akan berakhir pada 2027 mendatang. Hingga 2025, total dana yang telah dikucurkan mencapai Rp 110 triliun. Namun, angka kemiskinan di Aceh dinilai masih tinggi.

Hal ini menjadi sorotan dalam perbincangan yang disampaikan oleh Steffy Burase dan suaminya, mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dalam podcast mereka yang disiarkan melalui TikTok @RumohHarapan pada Selasa (4/6/2025).

Irwandi menjelaskan, dana otsus merupakan bagian dari kesepakatan MoU Helsinki, di mana Aceh mendapatkan alokasi sebesar dua persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Pencairan dana tersebut dimulai pada 2008 dengan besaran Rp 3,9 triliun dan terus berlanjut hingga mencapai Rp 21,16 triliun pada periode 2008-2012.

Menurut Irwandi, pada 2012-2017, pemerintahan Aceh dipimpin oleh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

Menanggapi hal tersebut, Steffy menuturkan bahwa pada periode pertama kepemimpinan Irwandi, Aceh masih dalam kondisi pascakonflik dan pascatsunami, sehingga banyak anggaran difokuskan untuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Alhamdulillah, audit BPK, Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Jadi dana digunakan sewajar mungkin, jadi semuanya masih wajar,” ucap Steffy dilansir Nukilan.id pada Sabtu (7/6/2025).

Meski demikian, ia juga mengakui terdapat sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), seperti proyek terbengkalai, pengadaan barang yang tidak dimanfaatkan, serta lemahnya perencanaan.

Steffy kemudian mengulas masa pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, dengan menyebut adanya 10 temuan dan 41 rekomendasi senilai Rp 32,38 miliar serta 16 rekomendasi senilai Rp 32,25 miliar yang belum ditindaklanjuti berdasarkan audit BPK 2012-2018.

“Itu masalahnya adalah, proyek gagal, barang tidak digunakan dan implementasi tanpa perencanaan,” katanya.

Diskusi berlanjut pada periode kedua kepemimpinan Irwandi bersama Nova Iriansyah (2017–2022). Saat itu, Irwandi mengambil keputusan untuk mempergubkan APBA 2018 karena menolak permintaan anggaran dari legislatif yang disebutnya mencapai Rp 2,5 triliun.

“Ada permintaan anggaran dari anggota dewan. Jumlahnya kalau ditotal Rp 2,5 triliun. Saya tidak boleh mengiyakan, sehingga saya pergubkan,” ujar Irwandi.

Menurut Steffy, audit BPK pada 2014–2018 mencatat alokasi dana otsus terbanyak digunakan untuk infrastruktur (45,34 persen), disusul pendidikan (22,56 persen), kesehatan (13,52 persen), ekonomi rakyat (10,57 persen), pengentasan kemiskinan (3,63 persen), sosial (2,35 persen), dan keistimewaan Aceh (2,3 persen).

“Jadi memang lebih banyak ke infrastruktur, lalu BPK menemukan banyak masalah di situ,” ujar Steffy.

Ia menambahkan, tahun 2018 adalah masa ketika Irwandi ditangkap KPK, dan proyek saat itu disebutnya belum berjalan karena masih dalam tahap perencanaan.

“Jadi kita harus bicara by data, jangan bicara by opini politik,” tegas Steffy.

Ia juga membeberkan temuan BPK pada 2019–2022, saat Irwandi berada dalam tahanan KPK. Beberapa masalah yang ditemukan antara lain proyek infrastruktur yang bermasalah, regulasi tidak komprehensif, koordinasi lemah, kewenangan tidak jelas, serta proyek yang tidak mencapai target.

Pada 2018, ditemukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 2 triliun atau 25 persen. Sementara itu, anggaran senilai Rp 400,5 miliar (86,64 persen) untuk pengentasan kemiskinan disebut tidak terserap.

Menutup pembahasan, Steffy menyimpulkan bahwa sejak 2008 hingga 2025, Aceh telah menerima lebih dari Rp 110 triliun dana otsus, namun dampaknya tidak sebanding akibat lemahnya perencanaan, minimnya pengawasan, dan pelaksanaan yang dinilainya tidak maksimal.

“Laporan ini menjadi pengingat bahwa kebenaran harus dibangun dari data, bukan opini politik,” katanya.

Ia juga menyebut sumber data yang digunakan berasal dari BAKN DPR RI–Laporan Audit dan Evaluasi Dana Otsus Aceh, Bappeda Aceh–Profil Kemiskinan dan Dana Otsus, serta Nota Keuangan RAPBN 2025.

“Kita hanya bisa menerima dana otsus itu sampai 2027. Kita berdoa semoga Pemerintah Aceh kali ini benar benar bisa fokus menggunakan dana otsus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, memberantas kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan.”

“Kita doakan semoga Pemerintah Aceh saat ini bisa memaksimalkan dua tahun yang tersisa,” tutup Steffy. (XRQ)

Reporter: Akil

Berbagi Daging Kurban, Kadin: Wujud Kepedulian Dunia Usaha

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyalurkan bantuan hewan kurban secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Aceh menjadi salah satu provinsi yang menerima bantuan ini.

Ketua Kadin Aceh, Muhammad Iqbal mengatakan penyaluran hewan kurban oleh Kadin Pusat ini dilakukan sebagai wujud kontribusi sosial dunia usaha terhadap masyarakat.

“Hewan qurban yang disalurkan oleh Kadin pusat sudah kita sembelih dan kemudian dibagikan ke masjid dan masyarakat. Ini juga bentuk nyata kepedulian dunia usaha kepada masyarakat,” ujar Iqbal kepada awak media, Sabtu (7/6).

Iqbal menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. Penyaluran hewan kurban secara nasional ini juga menjadi inisiatif perdana di bawah kepemimpinan Anindya.

“Ini baru pertama kali dilakukan di bawah kepemimpinan Ketua Umum yang baru. Iduladha kali ini menjadi momentum solidaritas dan kepedulian bersama dari dunia usaha,” tambahnya.

Ia berharap bantuan daging kurban ini dapat memberikan manfaat bagi para jamaah dan masyarakat di sekitar lokasi penyaluran. Ia juga menginginkan agar program seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan yang memperkuat hubungan antara Kadin dan masyarakat di berbagai daerah, khususnya di Aceh,” tutupnya.

Reporter: Rezi

32 Santri Dayah Darul Qur’an Aceh Lolos SNBT 2025

0
32 Santri Dayah Darul Qur’an Aceh Lolos SNBT 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Sebanyak 32 santri dari Dayah Darul Qur’an Aceh menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Keberhasilan ini mempertegas bahwa para santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu bersaing secara akademik di tingkat nasional.

Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 25 orang diterima di Universitas Syiah Kuala (USK), dua orang di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, satu orang di Universitas Padjajaran (Unpad), satu orang di Universitas Malikussaleh (Unimal), serta tiga lainnya di Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Kepala SMA Darul Qur’an Aceh, Ustaz Fauzal Azifa Aiyub, M.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para santri yang dinilai sebagai buah dari kerja keras dan sistem pendidikan terpadu yang diterapkan di lingkungan dayah.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis dayah bukan hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengantarkan santri ke perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa santri memiliki kapasitas intelektual yang tinggi dan siap bersaing secara nasional,” ujar Ustaz Fauzal, Selasa (3/6/2025).

Hal senada disampaikan Direktur Dayah Darul Qur’an Aceh, Ustaz Hajarul Akbar, MA. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembinaan para santri.

“Ini adalah awal dari perjalanan baru para santri. Semoga mereka tetap menjaga akhlak dan semangat belajar selama menempuh pendidikan tinggi. Ilmu agama dan akademik harus terus berjalan beriringan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan kurikulum keagamaan berbasis tahfiz dan tafsir.

“Pihak dayah juga berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan berprestasi, serta menjadi teladan bagi generasi muda Aceh,” pungkasnya.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan potensi besar lembaga pendidikan berbasis dayah dalam mencetak generasi muda Aceh yang tidak hanya religius, tetapi juga cerdas dan kompetitif secara akademik.

Editor: Akil