Beranda blog Halaman 389

Kemenkum Aceh Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Warga

0
Kemenkum Aceh Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Warga. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh menyalurkan ratusan paket daging kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Sebanyak empat ekor sapi disembelih di kawasan Lubok Sukon, Aceh Besar, Minggu (8/6/2025).

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk semangat berbagi di hari raya kurban. Tahun ini, pelaksanaan kurban dilakukan bersama jajaran Kanwil Kemenkum Aceh, Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, dan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh.

Ratusan paket daging hasil penyembelihan didistribusikan kepada para purnabakti, anak-anak di panti asuhan, anak didik pemasyarakatan, serta masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Aceh Besar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, hadir langsung dan menyerahkan secara simbolis paket daging kurban kepada salah satu purnabakti sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk menebarkan kepedulian. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa nilai keadilan sosial hadir hingga ke lapisan masyarakat yang paling bawah,” ujar Meurah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama. Menurutnya, Kemenkumham Aceh berkomitmen menjadikan momentum Idul Adha sebagai ajang konsolidasi nilai kemanusiaan, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Kemenkum bukan hanya hadir dalam urusan hukum, tapi juga dalam kepedulian sosial,” kata dia.

Proses penyembelihan dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam dan dilakukan oleh panitia kurban. Setelah dikemas dalam paket-paket, daging kurban langsung disalurkan kepada para penerima. Sejumlah pegawai turut membantu dalam proses pembagian, mencerminkan semangat kebersamaan di lingkungan Kemenkum Aceh.

Kilas Balik 9 Juni 1977: Toyota Kijang Resmi Diluncurkan

0

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pada 9 Juni 1977, sejarah besar dunia otomotif Indonesia tercipta di Ballroom Hotel Hilton Jakarta. Di hadapan Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, PT Toyota Astra Motor secara resmi meluncurkan Toyota Kijang. Kendaraan niaga sederhana ini kelak dikenal sebagai mobil keluarga legendaris di Indonesia.

Dilansir Nukilan.id dari artikel Gaikindo.or.id, peluncuran Kijang bukan sekadar memperkenalkan model baru. Lebih dari itu, Kijang lahir sebagai bagian dari program pemerintah yang dikenal dengan nama Basic Utility Vehicle (BUV). Program ini bertujuan mendorong terciptanya kendaraan multiguna dengan harga terjangkau, guna menunjang pembangunan dan mobilitas masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

Awal Mula: Pikap Sederhana Bermesin Kecil

Dalam artikel berjudul Review Toyota Kijang 1977: Kijang Generasi Pertama Sang Pembesar Toyota Indonesia, disebutkan bahwa Kijang generasi pertama dikenal dengan sebutan “Kijang Buaya”. Julukan ini muncul karena kap mesinnya terbuka ke samping, menyerupai mulut buaya yang sedang menganga.

Mobil ini hadir dengan desain kotak, kapasitas tiga penumpang, dan dirancang sebagai kendaraan pikap ringan untuk keperluan angkut barang. Konsepnya sederhana, namun keberadaannya menjadi pondasi kuat bagi perkembangan Toyota di Indonesia hingga kini.

Di balik bodinya yang minimalis, Kijang generasi pertama (kode KF10) dibekali mesin bensin 4-silinder OHV seri 3K berkapasitas 1.166 cc (1.2 liter), dengan tenaga maksimum 48,5 Hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 93,2 Nm pada 3.800 rpm.

Transmisinya manual 4 percepatan dengan penggerak roda belakang. Dimensinya pun terbilang ringkas: panjang 4.070 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.760 mm, dengan tangki berkapasitas 50 liter.

Meskipun hanya diproduksi sebanyak 1.168 unit di tahun pertamanya, Toyota Kijang langsung mendapatkan sambutan positif. Tingkat kandungan lokal saat itu mencapai 19 persen—angka yang kemudian terus meningkat seiring perkembangan industri otomotif nasional.

Makna di Balik Nama “Kijang”

Yang menarik, nama “Kijang” bukan diambil dari hewan khas Indonesia, melainkan merupakan singkatan dari “Kerja Sama Indonesia Jepang”. Penamaan ini diperoleh melalui sayembara yang dimenangkan oleh Jusuf Kalla, CEO NV Hadji Kalla (kini PT Haji Kalla), salah satu mitra Toyota di Indonesia.

Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Ia mencerminkan semangat gotong royong lintas negara dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berakar pada kebutuhan masyarakat Indonesia sendiri.

Tak butuh waktu lama bagi Toyota Kijang untuk bertransformasi dari kendaraan niaga menjadi mobil keluarga. Seiring perubahan kebutuhan pasar, desain dan teknologi Kijang pun berevolusi. Dari model pikap dan minibus sederhana, Kijang menjelma menjadi kendaraan keluarga serbaguna yang modern—hingga kini hadir dalam bentuk MPV premium seperti Kijang Innova.

Kijang telah mencatatkan diri sebagai salah satu model terlaris Toyota sepanjang masa di Indonesia. Ia bukan hanya simbol keberhasilan industri otomotif, tapi juga bagian dari sejarah sosial masyarakat Indonesia. Di setiap sudut kota dan desa, nama Kijang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita perjalanan hidup keluarga Indonesia.

Hingga hari ini, warisan Toyota Kijang tetap hidup. Lebih dari sekadar kendaraan, ia menjadi simbol keandalan, efisiensi, dan kedekatan emosional dengan penggunanya. Tak berlebihan jika menyebut Kijang sebagai “mobil sejuta umat”—gelar yang pantas disematkan bukan karena angka penjualannya semata, tetapi karena makna historis dan sosial yang menyertainya. (XRQ)

Reporter: Akil

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Terima Bantuan Hewan Kurban dari Mendikdasmen dan Mendiktisaintek RI

0
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Terima Bantuan Hewan Kurban dari Mendikdasmen dan Mendiktisaintek RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menerima bantuan hewan kurban dari dua pejabat kementerian di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Bantuan tersebut berasal dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Masing-masing menyerahkan satu ekor sapi kurban melalui PWM Aceh.

Ketua PWM Aceh, A. Malik Musa, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan kedua tokoh tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Abdul Mu’ti, Mendikdasmen RI, atas bantuan satu ekor sapi kurban yang disalurkan untuk pengurus Muhammadiyah Aceh dan pengurus ortom tingkat provinsi,” ujar Malik pada Minggu (7/6/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mendiktisaintek RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, atas kepercayaannya dalam menyalurkan bantuan melalui Muhammadiyah Aceh.

“Terima kasih kami juga kepada Prof. Brian Yuliarto, Mendiktisaintek RI, atas bantuan sapi kurban yang diarahkan untuk warga Muhammadiyah dan masyarakat di Sangso, Samalanga, Kabupaten Bireuen,” tambahnya.

Selain dari dua kementerian tersebut, PWM Aceh juga menerima satu ekor sapi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGTK) Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat kurang mampu di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurut Malik, kegiatan ini bukan semata-mata pembagian hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pejabat pusat, pengurus Muhammadiyah, dan masyarakat luas.

“Distribusi daging kurban ini dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) Banda Aceh, Setui. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan,” jelasnya.

Bantuan khusus di Samalanga juga dimaksudkan untuk mempererat kembali hubungan sosial antara warga Muhammadiyah dan masyarakat setempat, pasca perbedaan pandangan terkait pendirian Masjid Taqwa Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

“Kami berharap, melalui momen Iduladha ini, silaturahmi bisa kembali terjalin hangat. Ini pesan penting bahwa kita semua bersaudara, seiman dan seakidah. Sudah saatnya menatap masa depan bersama dalam damai dan persaudaraan,” kata Malik.

PWM Aceh berharap inisiatif sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, sebagai bentuk nyata kepedulian, ukhuwah, dan penguatan hubungan sosial yang harmonis antara masyarakat dan institusi pendidikan di tanah air.

Editor: Akil

IAW Desak Audit Nasional atas Kuota Internet Hangus dan Dugaan Korupsi Anak Usaha Telkom

0
Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri IAW (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Indonesian Audit Watch (IAW) mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap dugaan kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah. Kerugian ini disebut berasal dari praktik kuota internet hangus serta dugaan korupsi di anak perusahaan PT Telkom Indonesia.

Desakan tersebut disampaikan IAW melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung.

Menurut IAW, praktik kuota hangus sudah terjadi sejak 2009, di mana sisa kuota internet pelanggan yang tidak terpakai akan otomatis hangus tanpa ada pertanggungjawaban keuangan dari penyedia layanan. IAW memperkirakan kerugian masyarakat akibat hal ini bisa mencapai Rp63 triliun per tahun atau sekitar Rp600 triliun dalam sepuluh tahun terakhir. Ketiadaan regulasi yang mengatur pencatatan dan pelaporan kuota hangus menjadi salah satu sorotan utama.

Selain itu, IAW juga menyoroti dugaan korupsi di salah satu anak usaha Telkom yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai kasus tersebut sebagai “fenomena gunung es” yang mencerminkan potensi masalah sistemik. Ia menyebut, audit menyeluruh perlu dilakukan terhadap seluruh anak usaha Telkom sejak tahun 2010.

Sebagai lembaga pengawas akuntabilitas keuangan publik, IAW meminta Presiden Prabowo Subianto, BPK, KPK, Kejaksaan Agung, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian BUMN, agar mengambil langkah serius untuk memeriksa potensi kerugian negara yang ditimbulkan.

Menurut IAW, praktik kuota hangus bisa dikategorikan sebagai “uang publik yang menguap tanpa jejak”, dan berpotensi melanggar Undang-Undang Keuangan Negara, Undang-Undang BUMN, serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kasus yang terjadi di tubuh Telkom dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap BUMN digital.

Melalui surat terbuka bertanggal 29 Mei 2025 yang dirilis di Jakarta, IAW mengajukan empat tuntutan utama:

  1. Presiden RI diminta memerintahkan audit terhadap model bisnis kuota hangus serta regulasi pelaporan oleh penyedia layanan.

  2. KPK dan Kejaksaan Agung diminta mengambil alih penyidikan kasus Telkom di tingkat nasional.

  3. BPK diminta melakukan audit tematik terkait kuota hangus dan kepatuhan hukum provider.

  4. Pemerintah diminta segera menerbitkan regulasi khusus yang mengatur pertanggungjawaban atas kuota hangus.

IAW menegaskan, negara wajib hadir dalam mengawasi aset publik yang hilang tanpa transparansi, serta menekankan pentingnya penegakan hukum dan akuntabilitas di sektor telekomunikasi.

Google Siapkan Indonesia Jadi Pusat Talenta AI Asia

0
Perusahaan Google. (Foto: TechInAsia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Google menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan talenta kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia. Hal ini disampaikan dalam gelaran Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 lalu.

Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto, mengungkapkan bahwa sejak 2019, developer Indonesia telah menyelesaikan lebih dari 672.000 lab pelatihan interaktif melalui program JuaraGCP. Program ini merupakan platform pembelajaran mandiri yang memberikan pelatihan seputar komputasi awan dan kecerdasan buatan, serta membangun komunitas belajar yang aktif dan suportif di berbagai wilayah.

JuaraGCP dirancang untuk mengasah keterampilan praktis developer lewat simulasi tugas dunia nyata menggunakan konsol Google Cloud Platform. Materi yang ditawarkan mencakup topik-topik seperti cloud computing, analitik data, AI, dan keamanan siber.

Google menargetkan total penyelesaian minimal 800.000 lab hingga akhir 2026. Target ini akan didukung oleh berbagai inisiatif seperti Cloud Next Extended, DevFest, dan Build with AI yang melibatkan 55 komunitas Google Developer Group (GDG) di berbagai kota, kabupaten, dan kampus di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk menjawab tantangan kekurangan tenaga kerja terampil di sektor teknologi, khususnya di bidang AI. Google menyebut bahwa pengembangan talenta AI akan terus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan, seiring dengan penguatan ekosistem digital di Indonesia.

Dengan dukungan pelatihan dan komunitas yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam transformasi digital berbasis AI di Asia.

Editor: Akil

Beasiswa Girls Fund Scholarship 2025 Kembali Dibuka, Kuliah Gratis Hingga Lulus

0
Beasiswa Girls Fund Scholarship 2025. (Foto: IG Plan Indonesia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Program beasiswa Girls Fund Scholarship 2025 resmi dibuka. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Plan Indonesia dan IPMI International Business School, yang bertujuan memberikan akses pendidikan tinggi kepada generasi muda Indonesia, khususnya di bidang bisnis dan manajemen.

Plan Indonesia sendiri merupakan bagian dari Yayasan Plan International Indonesia yang telah berdiri sejak 1969. Organisasi ini berfokus pada isu pembangunan dan kemanusiaan, dengan misi utama mempromosikan hak-hak anak serta kesetaraan bagi anak perempuan.

Dilansir Nukilan.id dari akun Instagram resmi Plan Indonesia, beasiswa ini terbuka bagi perempuan dan laki-laki muda yang ingin melanjutkan pendidikan S1 di bidang Administrasi Bisnis, S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan. Penyelenggara berharap, para penerima beasiswa dapat menjadi agen perubahan dan pemimpin muda yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Manfaat Beasiswa

Bagi peserta yang lolos seleksi, Girls Fund Scholarship menyediakan sejumlah manfaat, di antaranya:

  • Bantuan biaya kuliah selama delapan semester.

  • Bantuan biaya konfirmasi pendaftaran dan pengembangan.

  • Bantuan biaya wisuda.

Syarat Pendaftaran

Calon pendaftar diharuskan memenuhi sejumlah persyaratan berikut:

  • Lulusan SMA/SMK atau sederajat, maksimal tahun kelulusan 2023, dengan nilai rata-rata rapor kelas 10 hingga 12 minimal 8.

  • Terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bersedia mendaftar secara mandiri melalui situs KIP.

  • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp4 juta per bulan, dibuktikan melalui dokumen resmi.

  • Memiliki minat dalam bidang manajemen dan bisnis.

  • Khusus untuk jurusan S1 Administrasi Bisnis harus mampu berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan, karena seluruh perkuliahan akan menggunakan Bahasa Inggris.

  • Memiliki jiwa kepemimpinan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan gender.

Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 1 Agustus 2025. Peminat dapat mendaftar melalui tautan berikut: bit.ly/BeasiswaGirlsFundIPMI2025.

Untuk informasi lebih lanjut, calon pendaftar dapat mengunjungi akun Instagram resmi Plan Indonesia atau menghubungi kontak yang disediakan.

Program ini menjadi kesempatan emas bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Informasi ini dapat dibagikan kepada teman atau keluarga yang membutuhkan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Minta Polisi Ungkap Kematian Eks GAM Hasyimi

0
Kembali dari Singapura
Gubernur Aceh, Mualem. (Foto: RRI)

NUKILAN.IDBireuen – Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, meminta pihak kepolisian segera mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Muhammad Hasyimi (45), warga Gampong Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah jurang pada Rabu (4/6/2025).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Mualem itu, penting bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini mengingat almarhum merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Batee Iliek.

“Dari segi historis, almarhum adalah anak tokoh perjuangan GAM yang berpengaruh di Peusangan, yaitu anak dari Tgk Abdulhadi Muhammad Isa Tanjong Beuridi yang syahid di Gunong Goh, tahun 1990. Kita berharap polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik meninggalnya Muhammad Hasyimi,” ujar Mualem dalam kunjungannya ke Bireuen, Sabtu (7/6/2025).

Sebelumnya, Hasyimi dikabarkan meninggal karena terjatuh ke jurang di kawasan hutan perbatasan Gampong Darussalam dan Pulo Harapan, Kecamatan Peusangan Selatan. Namun, sejumlah pihak keluarga dan warga mulai meragukan keterangan tersebut.

Abdul Hakim (46), abang kandung korban, menjelaskan bahwa sebelum menghilang, Hasyimi sempat terlihat di sebuah warung kopi di Gampong Darussalam bersama beberapa rekannya berinisial A, T, dan Ap. Mereka kemudian berangkat menuju kawasan hutan menggunakan sepeda motor.

Namun sekitar pukul 12.00 WIB, pihak keluarga menerima kabar dari dua mantan sekretaris desa bahwa Hasyimi telah meninggal dunia karena jatuh ke jurang.

“Kami sontak kaget dan sangat terpukul mendengar kabar buruk itu. Lalu, keluarga ke Darussalam melakukan pencarian,” kata Abdul Hakim.

Awalnya keluarga mengira kejadian itu murni musibah dan hanya berniat mencari jasad korban untuk dimakamkan. Namun, saat jasad Hasyimi ditemukan, warga mulai mencurigai adanya kejanggalan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk diautopsi.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka di bagian belakang telinga kiri dan siku kiri korban, yang menimbulkan pertanyaan soal kemungkinan penyebab kematian lainnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.

Editor: Akil

Menegenal Kerajaan Lamuri: Cikal Bakal Peradaban Tertua di Aceh Bernuansa Hindu

0
Kerajaan Lamuri menjadi cikal bakal kerajaan di Aceh. (Foto: YouTube BRIN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kerajaan Lamuri dikenal sebagai kerajaan tertua di Aceh, jauh sebelum pengaruh Islam masuk ke wilayah tersebut. Meski bercorak Hindu, kerajaan ini diyakini telah eksis pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, ketika Gajah Mada melancarkan ekspansi ke luar Jawa.

Dikutip Nukilan.id dari beberapa sumber sejarah, disebutkan bahwa, Kerajaan Lamuri berdiri sekitar abad ke-12. Penduduk awalnya disebut berasal dari orang-orang Tamil, yang kini merupakan bagian dari wilayah India. Nama Lamuri diyakini berasal dari Ilamuridesam, sebuah istilah dalam bahasa Tamil yang merujuk pada kawasan Afrika, Sri Lanka, dan Nusantara.

Dalam berbagai catatan sejarah Arab pada abad ke-9, kerajaan ini dikenal dengan nama Ramin atau Ramni. Salah satu catatan datang dari pelancong asal Dinasti Abbasiyah, yang dikenal aktif menjelajahi wilayah Selat Malaka pada masa itu.

Sementara itu, Ma Huan, seorang penjelajah asal Tiongkok yang sempat mengunjungi Lamuri, mencatat dalam bukunya Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit Di Luar Jawa dan Luar Negeri, bahwa lokasi kerajaan berada di bagian barat Pulau Sumatra. Menurutnya, wilayah tersebut bisa dijangkau dalam waktu tiga hari pelayaran dan dihuni oleh sekitar 1.000 keluarga. Namun, pendapat Ma Huan mengenai masyarakat Lamuri yang telah memeluk Islam masih diperdebatkan kebenarannya.

Temuan arkeologis di situs Kerajaan Lamuri yang berada di Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan fakta lain. Ekskavasi di wilayah tersebut menemukan sejumlah artefak seperti mangkuk dan keramik yang diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun.

Analisis menunjukkan, beberapa keramik tersebut berasal dari Vietnam dan diproduksi pada abad ke-14 hingga 15 Masehi. Selain itu, ditemukan pula keramik dari China dari masa Dinasti Song Selatan dan Yuan (abad ke-13 M), serta tembikar asal Asia Selatan dari periode yang sama.

Berdasarkan temuan tersebut, sejumlah arkeolog dan sejarawan menyimpulkan bahwa Kerajaan Lamuri adalah kerajaan tertua yang pernah berdiri di wilayah Aceh. Kerajaan ini kemudian menjadi fondasi bagi kemunculan Kerajaan Aceh Darussalam yang berkembang di Gampong Pande, Banda Aceh.

Awalnya, Kerajaan Lamuri berdiri sebagai kerajaan Hindu, sebelum kemudian pengaruh Islam masuk dan menyebar di kawasan pesisir Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Tukang Rongsok Curi Enam Baterai Tower Telkomsel, Satu Pelaku Dibekuk di Aceh Jaya

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Aksi pencurian fasilitas infrastruktur telekomunikasi terjadi di Desa Lhok Glumpang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Dua pria yang diketahui sebagai tukang rongsok nekat membobol tower Telkomsel dan membawa kabur enam unit baterai, Sabtu (7/6/2025).

Salah satu pelaku, Lukman Hakim, warga Desa Daya Baro, Kecamatan Krueng Sabee, berhasil ditangkap saat berusaha melarikan diri. Ia diamankan oleh warga yang bekerja sama dengan aparat gabungan dari Polsek Setia Bakti dan personel Koramil. Sementara satu pelaku lainnya, Zainal, yang juga berasal dari desa yang sama, berhasil kabur dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita enam baterai tower dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk membobol lokasi.

Keberhasilan pengungkapan ini tak lepas dari kewaspadaan masyarakat setempat. Warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi tower langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat berwajib.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo, melalui Kasat Reskrim Iptu Revianto Anriz membenarkan peristiwa ini.

“Benar, bang. Habis Lebaran nanti kita rilis secara resmi karena masih ada satu pelaku lagi yang dalam pengejaran. Saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus pencurian baterai tower ini. Infrastruktur jaringan seluler disebut rentan menjadi sasaran, khususnya di wilayah terpencil.

Editor: Akil

Jemaah Haji Asal Aceh Selatan Wafat di Mina, Total Tiga WNI Meninggal Dunia di Tanah Suci

0
Calon Haji Asal Pidie Meninggal di Makkah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | MEKKAH – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Aceh Selatan, Sarullah Adamy Adat (86), wafat di Mina, Arab Saudi, pada Sabtu (7/6/2025), pukul 13.55 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum merupakan bagian dari kelompok terbang (kloter) BTJ-06 Embarkasi Aceh.

Kabar duka ini disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, usai menerima laporan resmi dari petugas kloter BTJ-06 di Arab Saudi.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah satu jemaah haji Indonesia kloter BTJ-06 asal Aceh atas nama Sarullah Adamy Adat, pada Sabtu, 7 Juni 2025 / 11 Zulhijah 1446 H, pukul 13.55 WAS. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan mengampuni segala dosa serta kesalahannya,” tulis Ketua Kloter BTJ-06, Amon Yadi, melalui pesan daring kepada Ketua PPIH.

Azhari menjelaskan bahwa berdasarkan sertifikat kematian (Certificate of Death/CoD), almarhum didiagnosis menderita angina pectoris atau angin duduk. Kondisi ini merupakan gejala nyeri dada akibat penyakit jantung koroner, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke otot jantung akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu, Sarullah juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung iskemik, diabetes melitus, serta hipertensi.

Sebelumnya, usai wukuf di Arafah, almarhum sempat dirujuk ke East Arafah Hospital pada 5 Juni 2025 dan kembali ke maktab pada keesokan harinya. Namun pada Sabtu (7/6), sekitar pukul 03.30 WAS, ia kembali dirujuk dan dirawat di ruang ICU RS Mina Al Wadi setelah mengeluhkan sesak napas.

“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan ditempatkan di sisi-Nya,” ujar Azhari.

Jenazah Sarullah Adamy Adat direncanakan dimakamkan di Pemakaman Mina, di sebelah utara kawasan Mina.

“Kemarin kami dari RS Mina Al Wadi mengantarkan jenazah sampai ke Pusat Forensik Mina, tempat pemandian dan pemakaman jenazah. Jemaah yang wafat di Armuzna akan dimakamkan di Pemakaman Mina,” kata Amon.

Dengan wafatnya Sarullah, total sudah tiga jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi pada musim haji 2025. Berikut rinciannya:

  1. Rusli Sulaiman (62), asal Pidie, kloter BTJ-08. Wafat di Hotel Al Zaer Al Akhyar, Makkah, pada Senin (26/5/2025), pukul 13.30 WAS.

  2. Burhanuddin Muhammad (67), asal Banda Aceh, kloter BTJ-03. Wafat di Saudi National Hospital, Makkah, pada Sabtu (31/5/2025), pukul 22.35 WAS.

  3. Sarullah Adamy Adat (86), asal Aceh Selatan, kloter BTJ-06. Wafat di RS Mina Al Wadi, Mina, pada Sabtu (7/6/2025), pukul 13.55 WAS.

Semoga seluruh amal ibadah para jemaah diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Editor: Akil