Beranda blog Halaman 369

Mahasiswi Australia Kunjungi Tahura Trumon, Tertarik Keanekaragaman Hayati

0
Kepala DLH Aceh Selatan Teuku Masrizar bersama mahasiswi asal Australia melakukan penanaman di Blok Koleksi Tahura Trumon di Aceh Selatan. (FOTO: ANTARA/HO-DLH Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Tiga mahasiswi asal Australia melakukan kunjungan ke Taman Hutan Raya (Tahura) Trumon di Kabupaten Aceh Selatan. Mereka tertarik dengan keunikan kawasan konservasi yang terletak di wilayah barat selatan Provinsi Aceh tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, Teuku Masrizar, menyampaikan bahwa Tahura Trumon memiliki kekayaan hayati yang cukup beragam, baik dari sisi flora maupun fauna. Dalam kunjungan tersebut, ketiga mahasiswi juga melakukan observasi lapangan dan menelusuri potensi kawasan.

“Selain tertarik dengan keunikan Tahura Trumon, ketiga mahasiswi tersebut melaksanakan observasi lapangan dan potensi kawasan. Serta ingin mengetahui gambaran umum rencana program pengelolaan dan penataan Tahura Trumon,” ujar Teuku Masrizar, Senin (23/6/2025).

Ketiga mahasiswi tersebut yakni Jessica Emma Kathryn dari University of Technology Sydney, serta Jessica Helen Vize dan Tyrah Jewell Grieve dari Deakin University. Selama berada di lokasi, mereka mendapat pemaparan mengenai Tahura Trumon yang dikenal sebagai habitat satwa kunci Pulau Sumatra, seperti gajah, harimau, orang utan, dan badak.

Tahura Trumon juga berperan penting sebagai koridor ekologis yang menghubungkan dua kawasan konservasi besar, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Dalam kunjungan tersebut, ketiganya turut serta dalam kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di Blok Koleksi. Jenis pohon yang ditanam antara lain kapur, ketapang, petai, dan jengkol.

Teuku Masrizar menyambut baik kunjungan para mahasiswi luar negeri itu. Ia menilai, kehadiran mereka berpotensi memperluas pengenalan Tahura Trumon di dunia akademik luar negeri. Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama ke depan.

“Kami juga berharap usai kunjungan ini ada potensi kerja sama lanjutan dengan kampus ketiganya, seperti kerja sama riset atau penelitian di Tahura Trumon,” tambahnya.

Tahura Trumon memiliki luas sekitar 1.865 hektare. Awalnya merupakan kawasan hutan produksi, kemudian ditetapkan sebagai taman hutan raya melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini, pengelolaan Tahura Trumon dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, setelah penetapan oleh Gubernur Aceh.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Besar Larang Praktik Sewa Menyewa Tempat Usaha di Pasar Induk Lambaro

0
Bupati Aceh Besar berbincang bincang dengan pedagamg di Pasar Induk Lambaro (FOTO: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan akan menindak tegas praktik penyewaan kembali tempat usaha di Pasar Induk Lambaro yang sebelumnya telah disewa dari pemerintah.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan hal itu saat meninjau langsung aktivitas di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (23/6/2025).

“Perjanjian sewa hanya berlaku antara pemerintah sebagai pemilik lahan dengan penyewa yang bersangkutan. Jika terjadi penyewaan kembali oleh pihak kedua, maka akan dianggap melanggar aturan dan akan kita tindak tegas,” ujar Muharram.

Ia menegaskan, penyewa tidak diperkenankan menyewakan kembali tempat yang mereka sewa, kecuali digunakan langsung untuk berdagang oleh penyewa itu sendiri.

“Kami akan ambil tindakan bagi penyewa dan yang menyewakannya,” tambahnya.

Muharram menilai penindakan terhadap praktik sewa menyewa yang tidak sesuai aturan tersebut penting dilakukan untuk menjaga tata kelola pasar, serta melindungi hak-hak pedagang kecil dari praktik sewa yang tidak sehat.

“Kita ingin kembalikan semuanya kepada aturan. Mari jumpa langsung dengan pihak pengelola pasar dan kita ingin hubungan sewa itu langsung antara pemerintah dan penyewa. Tidak ada gala di atas gala, tidak ada sewa di atas sewa,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Muharram juga menyampaikan rencana penertiban terhadap pedagang yang berjualan di luar area resmi pasar. Langkah tersebut diambil demi menjaga ketersediaan lahan parkir dan kenyamanan pembeli yang datang ke pasar.

Ia juga menyoroti kondisi pasar yang dinilai semrawut dan kurang bersih. Muharram menekankan pentingnya penataan pasar demi menciptakan lingkungan yang tertib dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Lambaro adalah pusat konsentrasi ekonomi masyarakat Aceh Besar. Karena kita akan membenahi secara bersama-sama. Semua akan kita tertibkan agar aktivitas jual beli di pasar dapat berlangsung lebih tertib dan terstruktur,” pungkasnya.

EDITOR: AKIL

Anggota DPD RI Bantu Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau yang dikenal dengan Haji Uma, memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh Utara bernama Eki Murdani (30), korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Eki telah tiba di rumahnya pada Senin (23/6/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut Haji Uma, Eki telah berada di Kamboja selama dua setengah tahun dan dipaksa bekerja di sejumlah perusahaan operator judi serta penipuan daring. Selama itu, Eki kerap mengalami kekerasan, termasuk pemukulan, tendangan, hingga penyetruman listrik, terutama jika tidak mencapai target kerja.

Korban bahkan dipindahkan secara paksa dari satu perusahaan ke perusahaan lain tanpa menerima upah. Ia juga harus bersembunyi untuk menghindari kejaran kelompok yang memperdagangkannya.

Disebutkan bahwa Eki sempat berhasil melarikan diri, namun terkendala biaya untuk kembali ke Tanah Air. Informasi mengenai kondisinya baru diterima Haji Uma pada April 2025, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI di Phnom Penh.

Proses pemulangan Eki memerlukan waktu dan upaya karena lokasi keberadaannya cukup jauh dari ibu kota Kamboja. Selain harus menempuh perjalanan darat sekitar 12 jam, pengurusan dokumen seperti surat perjalanan laksana paspor (SPLP) juga mengalami kendala.

Dalam proses ini, Haji Uma turut menggandeng Persatuan Pekerja Aceh di Malaysia (PPAM) untuk membantu komunikasi dan pemantauan pemulangan Eki yang sempat transit di Malaysia sebelum tiba di Indonesia.

Biaya pemulangan Eki mencapai Rp12,3 juta, yang terdiri dari tiket pesawat, konsumsi, serta pengurusan dokumen keimigrasian. Dari jumlah tersebut, Rp4 juta ditanggung keluarga, sementara sisanya dibantu oleh Haji Uma.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak disertai kontrak resmi dan legalisasi dari dinas tenaga kerja maupun BP3MI. Menurutnya, kondisi tersebut sangat rentan terhadap penipuan dan eksploitasi.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Pimpin Rapim Bahas Percepatan Realisasi APBA 2025

0
Gubernur Aceh Pimpin Rapim Bahas Percepatan Realisasi APBA 2025. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) yang membahas percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 dan pengadaan barang dan jasa, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Senin (23/6/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Fadhlullah, Plt Sekda Aceh, para asisten, serta seluruh Kepala SKPA dan Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh.

Dalam arahannya, Gubernur meminta seluruh pimpinan SKPA untuk memastikan tindak lanjut hasil rapat berjalan secara konkret dan terukur. Ia juga menyoroti sejumlah kegiatan yang belum berjalan optimal dan meminta agar hambatan yang ada segera dilaporkan kepada Sekda agar bisa ditangani dengan cepat.

Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi yang lancar antar perangkat daerah demi tercapainya target realisasi anggaran, termasuk Dana Otonomi Khusus (Otsus), sesuai jadwal.

“Pastikan hasil rapim ini dijalankan. Kalau belum tuntas, saya ingin tahu langsung apa kendalanya. Segera komunikasikan dengan Pak Sekda supaya bisa kita ambil tindakan,” ujar Gubernur Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf.

Wakil Gubernur Fadhlullah dalam kesempatan yang sama juga mengingatkan pentingnya sinergi antara Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan SKPA. Ia menekankan bahwa proses tender berada di ULP, namun kelengkapan dokumen dari SKPA tetap menjadi syarat utama kelancaran proses tersebut.

Plt Sekda Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa target realisasi APBA sebesar 35 persen harus tercapai paling lambat akhir Juni 2025. Menurutnya, hal itu membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak. Ia juga meminta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk mengoordinasikan percepatan tender di seluruh SKPA.

“Pengadaan barang dan jasa secara umum tidak mengalami kendala besar, namun masih ada perlambatan teknis yang harus segera diatasi. Untuk itu sangat penting upaya antisipasi terhadap potensi sisa dana otsus, mengingat keterlambatan realisasi pada semester pertama masih kerap terjadi,” kata M. Nasir.

Editor: Akil

Ombudsman Aceh: Madrasah Negeri Tidak Boleh Pungut Biaya Pendaftaran

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, SE., M.PA. (Foto: DISDIK ACEH)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh menegaskan bahwa madrasah negeri dilarang menarik biaya apa pun dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDBM) maupun saat daftar ulang.

Kepala Ombudsman RI Aceh, Dian Rubianty, menyampaikan bahwa semua pembiayaan dalam proses PPDBM dan pendaftaran ulang di madrasah negeri seharusnya ditanggung oleh dana BOS atau BOP sesuai yang tercantum dalam anggaran DIPA pada tahun anggaran berjalan.

Dian juga mengingatkan bahwa dalam peraturan tentang Komite Madrasah, terdapat batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Salah satunya adalah larangan menjual buku pelajaran maupun seragam sekolah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa larangan ini diatur dalam Pasal 23 Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komite Madrasah. Selain itu, Komite juga dilarang memanfaatkan posisinya untuk meraih keuntungan pribadi, termasuk tidak boleh menggunakan aset madrasah untuk kepentingan individu ataupun melakukan aktivitas politik praktis di lingkungan sekolah.

“Ombudsman Aceh akan berupaya untuk menindaklanjuti segala laporan dari masyarakat terkait potensi maladministrasi pelayanan publik,” ujar Dian.

Namun begitu, ia menambahkan bahwa setiap laporan yang masuk tetap harus melalui proses verifikasi sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. Laporan bisa diajukan dalam bentuk konsultasi atau pelaporan resmi. Bagi yang hanya ingin berkonsultasi, Ombudsman akan memberikan informasi atau rekomendasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, laporan resmi yang memenuhi syarat akan melalui tahapan verifikasi formal dan material sebelum ditindaklanjuti. Untuk laporan yang masuk kategori Reaksi Cepat Ombudsman (RCO), tindakan bisa langsung diambil tanpa menunggu proses verifikasi administrasi.

EDITOR: AKIL

PMI Banda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukaramai

0
PMI Banda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukaramai. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Senin, 23 Juni 2025.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua PMI Kota Banda Aceh, Teuku Nanta Muda S.T., M.M., bersama pengurus dan relawan. Bantuan yang diberikan mencakup beras, makanan siap saji, telur, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran ini. PMI hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan secepat mungkin agar masyarakat terdampak bisa terbantu dalam masa sulit ini,” kata Teuku Nanta saat penyaluran bantuan.

Selain menyalurkan bantuan, PMI juga berkoordinasi dengan pemerintah gampong, BPBA, dan Dinas Sosial Aceh untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan serta memetakan langkah lanjutan jika diperlukan.

PMI Banda Aceh turut mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban para korban serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi bencana.

Editor: Akil

Wisuda Perdana Ma’had Shafwatul Quran: Lulusan Terbaik Raih Hadiah Umrah

0
Tasyakuran wisuda perdana MSQ. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH —  (MSQ) yang berlokasi di Gampong Pineung, Banda Aceh, menggelar tasyakuran wisuda perdana bagi lima santriwati tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Senin, 23 Juni 2025. Acara berlangsung di halaman sekolah dengan suasana khidmat.

Kepala madrasah, Dra. Ainal Mardhiah Ahmad, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara tasyakuran perdana tersebut. Ia menilai para santriwati yang diwisuda merupakan sosok-sosok tangguh dan gigih yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Wisuda ini juga menjadi tonggak awal dalam menciptakan model pendidikan khas MSQ.

Ketua Yayasan MSQ, dr. Teuku Yusriadi, Sp.BA, FIAPS atau yang akrab disapa Doto Popon, menyampaikan apresiasi kepada para orangtua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di MSQ. Ia mengakui proses tiga tahun berjalan tidak mudah, namun hasilnya kini mulai terlihat. Para santriwati tidak hanya menimba ilmu umum dan agama, tetapi juga dibekali dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an, bahkan di antaranya telah mencapai 30, 20, hingga 15 juz.

Prestasi para santriwati pun cukup membanggakan. Beberapa di antaranya telah menjuarai lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) cabang Hifzil Quran baik di tingkat kota maupun provinsi. Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan para ustaz dan ustazah, seperti Ustazah Munira, Lc, Ustaz Tabsyirah, Lc, Ustaz Aidil Ridha, Lc, serta tenaga pengajar lainnya.

Pembina Yayasan MSQ, Yusniar Abdurrahman, juga menyampaikan ucapan selamat kepada para santriwati dan orangtua. Ia menambahkan bahwa ke depan pihak yayasan berupaya melengkapi fasilitas asrama dan berencana membangun asrama baru yang lebih representatif agar dapat menampung lebih banyak santri, baik putra maupun putri.

Pada acara tersebut, salah satu santriwati, Zalfa Azkia—putri dari Perdana Tahru dan Cut Nurlina—dianugerahi penghargaan sebagai lulusan terbaik. Ia menerima trofi dan hadiah umrah yang merupakan sumbangan dari para donatur. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk motivasi bagi santri lainnya agar semakin bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an.

Acara tasyakuran turut dihadiri oleh Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz H. Muzakir, yang juga menjadi pembicara utama. Hadir pula Geuchik Gampong Pineung beserta perangkat desa, dewan guru, pengurus yayasan, dan para orangtua santri. Acara ditutup dengan santap siang bersama.

Bek Muda Asal Aceh Dipanggil Timnas U-23, Siap Hadapi Kualifikasi AFC U-23

0
Bek muda asal Aceh, Rahmat Syawal, masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bek muda asal Aceh, Rahmat Syawal, masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23. Ia dipersiapkan menghadapi dua ajang internasional yang akan berlangsung di tanah air, yakni ASEAN U-23 Mandiri Cup pada 14-29 Juli 2025, serta Kualifikasi AFC U-23 yang dijadwalkan berlangsung 1-9 September 2025.

Nama Rahmat diumumkan bersama 30 pemain lainnya yang akan mengikuti pemusatan latihan (TC) mulai 20 Juni hingga 14 Juli 2025 di Jakarta.

Beberapa nama yang sudah akrab di Timnas kembali mendapat panggilan, seperti Jens Raven, Hokky Caraka, Toni Firmansyah, dan Muhammad Ferarri. Sementara itu, pelatih kepala Timnas U-23, Gerald Vanenburg, mempersiapkan Rahmat Syawal untuk memperkuat lini pertahanan, bersama Kadek Arel dan Muhammad Ferarri.

Rahmat Syawal merupakan pemain kelahiran Sigli, Aceh, yang kini berusia 19 tahun. Ia memiliki postur menjulang dengan tinggi badan mencapai 190 sentimeter.

Sebelumnya, Rahmat sempat tergabung dalam tim futsal Aceh yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Namun namanya mulai dikenal luas saat tampil bersama Persas Sabang dalam kompetisi Liga 3 Zona Aceh pada Oktober 2023.

Performa apiknya di lini belakang membuat Rahmat mendapat kesempatan membela Timnas U-19 dan U-20. Penampilannya yang konsisten pun menarik perhatian klub Liga 1, PSIS Semarang, yang kemudian merekrutnya.

Rahmat diketahui merupakan jebolan Lambhuk Football Academy, sebuah sekolah sepak bola yang cukup dikenal di Banda Aceh. Kini, ia menjadi salah satu pemain muda yang mulai menunjukkan potensi besar sebagai bek masa depan Indonesia.

Editor: Akil

Prabowo Puji Mualem di Forum Ekonomi Rusia: Dulu Berseberangan, Kini Bersatu

0
Prabowo Puji Mualem di Forum Ekonomi Rusia. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, dalam sesi diskusi panel di ajang St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung rekonsiliasi yang pernah terjadi di Aceh, saat dirinya dan Mualem berada di posisi berseberangan selama konflik berkepanjangan. Ia menuturkan bahwa keduanya kini bisa bersatu meskipun pernah berada dalam konflik selama puluhan tahun.

“Pemberontakan separatis di Aceh. Sangat panjang, saya kira hampir 30 tahun. Tapi bayangkan, mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka, yang dulu melawan kami selama lebih dari 25 tahun, sekarang bergabung dengan partai saya,” kata Prabowo dalam forum yang berlangsung pada Jumat (20/6/2025).

“Bahkan dia kini menjadi Gubernur Aceh, dan saya Presiden Indonesia. Ini menunjukkan bahwa mantan musuh pun bisa bersatu,” lanjutnya.

Prabowo menekankan pentingnya rekonsiliasi dan menyelesaikan konflik lewat dialog. Ia menyebut pendekatan komunikasi menjadi cara yang lebih baik ketimbang kekerasan.

“Sebagai mantan prajurit, saya selalu berusaha, bahkan dari dulu untuk bernegosiasi. Negosiasi, negosiasi, negosiasi. Lebih baik berbicara daripada saling membunuh,” pungkasnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sebagai respons atas pertanyaan panelis terkait peran rekonsiliasi dalam membangun stabilitas nasional.

Editor: Akil

Sebanyak 50 Da’i Ikuti Upgrading FDP di Aceh Tenggara

0
Bupati Fakhry saat membuka acara Upgrading Lembaga Forum Dakwah Perbatasan (FDP) wilayah Aceh, di Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala gala pada Sabtu (21/6/2025). (Foto: Diskominfo Aceh Tenggara)

NUKILAN.ID | Kutacane — Sebanyak 50 da’i dari berbagai daerah mengikuti pelatihan dalam kegiatan Upgrading Lembaga Forum Dakwah Perbatasan (FDP) wilayah Aceh yang berlangsung di aula Dayah Miftahul Jannah Hidayatullah, Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (21/6/2025).

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah seperti Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Banda Aceh.

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, yang membuka kegiatan tersebut, menyebutkan pentingnya peningkatan kapasitas bagi para da’i.

“Acara ini penting bagi Da’i untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Fakhry.

Ia juga berharap para da’i dapat menjadi teladan serta memberikan dampak positif dalam memperkuat pengamalan syariat Islam di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Tenggara.

Sementara itu, Sekretaris FDP Wilayah Aceh, Dr. Abizal, menyampaikan bahwa FDP selama satu dekade terakhir telah menjalankan berbagai program dakwah di daerah perbatasan, termasuk pembangunan masjid, rumah da’i, dan pembinaan terhadap mualaf.

“Semoga program ini dapat didukung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dakwah Islam di wilayah pedalaman dan perbatasan Aceh yang memerlukan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Editor: Akil