Beranda blog Halaman 33

Prabowo Sebut Hampir Seluruh Pengungsi Banjir Aceh Sudah Tempati Huntara

0
Presiden Prabowo saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hampir seluruh warga terdampak banjir bandang di Aceh kini telah keluar dari tenda pengungsian dan menempati hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam.

“Saya mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun akan datang, tahun yang baik untuk kita semua,” ujar Prabowo.

Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perbaikan signifikan. Ia menyebut, hampir tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda.

“Hampir 100 persen ya, di tenda sudah nggak ada lagi. 100 persen semua sudah keluar dari tenda masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap sudah mulai,” kata dia.

Prabowo juga mengapresiasi kerja cepat para petugas dalam menangani dampak bencana, khususnya dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

“Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua aparat. Dari TNI, Polri, dari BNPB, PU, Pemda, semua K/L yang kerja luar biasa, ya. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dan di provinsi-provinsi lain,” imbuhnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tradisi Halal Bihalal: Cara Khas Masyarakat Indonesia Pererat Silaturahmi saat Lebaran

0
Ilustrasi Halal Bihalal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak hanya diwarnai dengan hidangan khas dan momen berkumpul bersama keluarga. Ada satu tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia setelah hari raya, yakni Halal Bihalal, yang sarat makna saling memaafkan, rekonsiliasi, dan mempererat hubungan sosial.

Amatan Nukilan.id, tradisi Halal Bihalal umumnya dilaksanakan dalam beberapa hari hingga sepekan Idul Fitri. Kegiatan ini melibatkan keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga instansi pemerintahan yang menggelar pertemuan untuk saling bersalaman dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Ungkapan yang sering terdengar dalam momen tersebut adalah “mohon maaf lahir dan batin”, yang mencerminkan permintaan maaf secara fisik maupun batin. Tradisi ini merepresentasikan nilai-nilai yang mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia, seperti rasa hormat, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Berbeda dengan kunjungan biasa, Halal Bihalal memiliki makna emosional dan spiritual yang lebih dalam. Tradisi ini menjadi ruang untuk menyelesaikan kesalahpahaman, menyembuhkan konflik, serta memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Di lingkungan kerja, Halal Bihalal juga berperan dalam membangun kembali kerja sama dan kepercayaan antarpegawai, sementara di masyarakat memperkuat solidaritas sosial.

Seiring perkembangan zaman, Halal Bihalal juga mengalami adaptasi, termasuk melalui pertemuan virtual, terutama ketika pertemuan langsung terbatas. Meski demikian, esensi dari tradisi ini tetap terjaga, yakni menciptakan kedamaian dan memperbarui hubungan antarindividu.

Baik diselenggarakan di rumah sederhana maupun di gedung besar, semangat saling memaafkan dalam Halal Bihalal terus menjadi perekat persatuan masyarakat Indonesia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Halal Bihalal Ternyata Bukan Tradisi dari Arab

0
Ilustrasi silaturrahmi. (Foto: Merdeka.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tradisi halal bihalal yang selalu hadir setiap perayaan Idul Fitri di Indonesia ternyata bukan berasal dari Arab. Meski istilahnya terdengar seperti bahasa Arab, tradisi ini justru lahir dari perpaduan budaya lokal, nilai-nilai Islam, dan dinamika sosial-politik di Indonesia.

Halal bihalal telah menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran. Kegiatan ini identik dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi antar sesama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal adalah kegiatan maaf-memaafkan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan, yang biasanya dilakukan oleh sekelompok orang di suatu tempat. Tradisi ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri.

Meski kerap dianggap berasal dari Timur Tengah, istilah halal bihalal tidak dikenal di Mekkah maupun Madinah. Kata “halal” sendiri berasal dari bahasa Arab halla yang memiliki beberapa makna, seperti mengurai benang kusut, menjernihkan air keruh, serta sesuatu yang dihalalkan.

Makna tersebut kemudian dimaknai sebagai simbol upaya menyelesaikan persoalan, menjernihkan hubungan, dan saling memaafkan agar kembali harmonis.

Pakar tafsir Quraish Shihab menyebut halal bihalal sebagai bentuk nyata pribumisasi ajaran Islam di Asia Tenggara, yang berkembang secara alami di tengah masyarakat Melayu dan Indonesia.

Sejarah panjang halal bihalal dapat ditelusuri sejak abad ke-15, khususnya pada masa Walisongo. Berdasarkan berbagai naskah kuno seperti Babad Demak dan Babad Cirebon, masyarakat Jawa telah mengenal tradisi saling memaafkan yang dilakukan secara rutin.

Para Walisongo kala itu memanfaatkan ritual Dharma Sunya dari kepercayaan Kapitayan untuk menyisipkan nilai-nilai Islam, termasuk budaya saling memaafkan yang dilakukan setahun sekali.

Memasuki abad ke-18, tradisi serupa juga terlihat dalam praktik sungkeman di lingkungan kerajaan. Salah satunya dilakukan oleh Mangkunegara I, di mana para prajurit dan abdi dalem berkumpul untuk memohon maaf kepada raja setelah Idul Fitri.

Istilah halal bihalal sendiri mulai tercatat secara tertulis pada tahun 1924 melalui majalah Suara Muhammadiyah. Sementara itu, sekitar tahun 1935-1936, istilah ini juga dipopulerkan oleh seorang penjual martabak di Solo melalui slogan dagangannya.

Momen paling penting dalam sejarah halal bihalal terjadi pada tahun 1948. Saat itu, Indonesia tengah menghadapi berbagai konflik, termasuk pemberontakan yang mengancam persatuan bangsa.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Abdul Wahab Hasbullah, mengusulkan konsep halal bihalal kepada Presiden Soekarno sebagai cara untuk meredakan ketegangan politik.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah pertemuan di Istana Negara pada Hari Raya Idul Fitri 1948. Dalam acara yang diberi nama “Halal Bihalal” itu, para tokoh bangsa berkumpul dan saling memaafkan demi menjaga keutuhan Indonesia.

Seiring waktu, tradisi halal bihalal tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mulai dikenal di berbagai negara. Negara seperti Brunei Darussalam dan Malaysia turut mengadopsi tradisi ini.

Penyebarannya juga didorong oleh peran kedutaan besar Indonesia di berbagai negara yang rutin menggelar acara halal bihalal sebagai bagian dari diplomasi budaya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Usai Salat Id di Aceh Tamiang, Prabowo Gelar Halal Bihalal dan Bagikan Bingkisan ke Warga

0
Presiden Prabowo Gelar Halal Bihalal dan Bagikan Bingkisan ke Warga (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan halal bihalal bersama warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026), usai menunaikan salat Idul Fitri.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam. Usai salat, masyarakat tampak antusias mengantre untuk bersalaman langsung dengan Presiden. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto.

Selain bersalaman di dalam masjid, Prabowo juga menyapa warga di luar area masjid yang baru selesai melaksanakan salat Id. Dalam kesempatan itu, ia turut membagikan bingkisan kepada masyarakat yang dikemas dalam tas berwarna biru.

Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat berada di saf terdepan bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Prabowo tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul 06.45 WIB melalui landasan Batalyon 111 setelah menempuh perjalanan menggunakan helikopter dari Medan.

Kedatangannya disambut langsung oleh Muzakir Manaf. Turut mendampingi antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Setelah tiba di Masjid Darussalam, Prabowo langsung menempati saf pertama untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat. Area masjid, baik di dalam maupun di luar, tampak dipadati jemaah.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal, tahun ini Prabowo memilih Aceh Tamiang sebagai lokasi perayaan Idul Fitri. Daerah tersebut diketahui merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor beberapa bulan lalu.

Usai rangkaian kegiatan di Aceh, Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk menggelar open house atau gelar griya di Istana Negara pada Sabtu siang. Acara tersebut terbuka bagi masyarakat umum. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Salat Idulfitri di Aceh Tamiang Didampingi Gubernur Muzakir Manaf

0
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Mendagri Tito Karnavian menunaikan Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Darussalam, Aceh Tamian. (Foto: Youtube Setpres)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam, Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Presiden tiba di kompleks masjid sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Kedatangannya disambut sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta pejabat lainnya.

Setibanya di lokasi, Presiden berjalan bersama Muzakir Manaf dan Tito Karnavian menuju ruang tunggu sambil berbincang.

Presiden kemudian memasuki masjid pada pukul 07.20 WIB. Rangkaian salat Idulfitri dimulai beberapa saat setelahnya, diawali dengan penjelasan tata cara pelaksanaan salat Id.

Sebelumnya, Presiden Prabowo diketahui bertolak ke Medan, Sumatra Utara, pada Jumat (20/3/2026) dalam rangka kunjungan kerja. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan menunaikan salat Idulfitri di Aceh Tamiang.

“Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara dan Insyaallah akan Salat Idul Fitri di Aceh besok pagi,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Presiden bersama rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota Medan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

12 Amalan Sunnah Idul Fitri 2026 Sebelum dan Sesudah Sholat Id yang Dianjurkan

0
Ilustrasi ketupat lebaran. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan. Perayaan ini tidak hanya diisi dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah sunnah agar semakin bermakna.

Pada Idul Fitri 2026 yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), umat Muslim dianjurkan menghidupkan hari raya dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah.

Sejak masa Rasulullah SAW, Idul Fitri dirayakan dengan penuh suka cita sekaligus ibadah. Dalam sejarah Islam, perayaan Idul Fitri pertama kali dilakukan pada tahun 2 Hijriah setelah Perang Badar.

Rasulullah SAW tidak hanya melaksanakan sholat Id, tetapi juga mencontohkan berbagai amalan sunnah untuk menyempurnakan ibadah di hari kemenangan.

Berikut Nukilan.id sajikan sejumlah amalan sunnah sebelum hingga setelah sholat Idul Fitri yang dapat diamalkan:

Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri

Pertama, menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan sholat malam. Anjuran ini juga disebutkan dalam hadis:

“Barangsiapa menghidupkan dua malam hari raya, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika banyak hati mati.” (HR. Al-Daruquthni).

Kedua, memperbanyak takbir sejak terbenamnya matahari di akhir Ramadan hingga menjelang pelaksanaan sholat Id. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ketiga, mandi sebelum melaksanakan sholat Id sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya dalam keadaan bersih.

Keempat, mengenakan pakaian terbaik dan menggunakan wewangian. Hal ini sebagai bentuk menampakkan kebahagiaan, namun tetap dalam batas syariat, khususnya bagi perempuan.

Kelima, makan sebelum berangkat sholat Id, biasanya dengan jumlah ganjil seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Keenam, berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan sholat Id jika memungkinkan.

Sunnah Saat Sholat Idul Fitri

Ketujuh, melaksanakan sholat Id secara berjamaah. Sholat ini terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.

Kedelapan, mendengarkan khutbah Idul Fitri setelah pelaksanaan sholat sebagai pengingat dan nasihat keagamaan.

Sunnah Setelah Sholat Idul Fitri

Kesembilan, mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat sholat Id.

Kesepuluh, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat untuk mempererat hubungan serta saling memaafkan.

Kesebelas, mengucapkan selamat hari raya dengan doa seperti:

“Taqabbalallahu minna wa minkum”

“Selamat Hari Raya Idul Fitri”

“Mohon maaf lahir dan batin”

Kedua belas, mengunjungi tempat keramaian yang positif sebagai bentuk hiburan yang tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat hubungan antarsesama. Dengan mengamalkan sunnah sebelum dan setelah sholat Idul Fitri, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan yang lebih besar di hari kemenangan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idulfitri di Aceh

0
Presiden Praowo saat melaksanakan salat id. (Foto: detak.co)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan rangkaian kegiatan Idulfitri 1447 Hijriah di dua wilayah berbeda di Pulau Sumatera.

Presiden akan mengikuti malam takbiran di Sumatera Utara, sebelum melaksanakan salat Idulfitri di Aceh pada Sabtu pagi (21/3/2026).

“Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara dan insyaallah akan salat Idulfitri di Aceh besok pagi,” kata Teddy Indra Wijaya, Jumat (20/3/2026).

Tahun ini menjadi Lebaran kedua bagi Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak menjabat sebagai pasangan kepala negara. Pada Idulfitri 2025 lalu, keduanya melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, bersama sejumlah pejabat tinggi negara.

“Tapi yang pasti besok insyaallah di sini Wakil Presiden bersama pejabat tinggi negara, banyak sekali yang akan melaksanakan salat di sini,” kata Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Sebagai informasi, pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal akan dimulai pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai khatib adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhadi Hasan, dengan tema “Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”.

Adapun imam salat Id adalah Ahmad Husni Ismail, sementara Ahmad Rofiuddin Mahfudz bertugas sebagai badal imam. Masyarakat yang ingin mengikuti salat Id di Masjid Istiqlal diimbau untuk datang lebih awal. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Sambut Idulfitri, Demokrat Pidie Salurkan Bantuan untuk Warga dan Penyintas Banjir Bandang

0

NUKILAN.id | Pidie – Partai Demokrat kembali berbagi kebahagiaan dengan warga dan penyintas banjir bandang di Kabupaten Pidie, sebagai bagian dari semangat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah meski masih diliput suasana paska bencana.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pidie menyalurkan sejumlah 300 paket sembako berupa sirup, minyak goreng, bubuk teh, gula dan mie instant.

Mengusung tema Ramadhan Berbagi, Demokrat Peduli, DPC Partai Demokrat Kabupaten Pidie menyatakan bahwa bantuan paket sembako tersebut berasal DPP Partai Demokrat atas instruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Plt. Ketua Demokrat Aceh, Rian Syaf agar Demokrat dirasakan kehadirannya dan peduli terhadap kondisi masyarakat.

“Proses penyalurannya, kita langsung turun menyasar warga ke wilayah terdampak banjir bandang dan juga disalurkan di Kantor DPC Partai Demokrat Pidie,” kata Teuku Syahwal kepada awak media. Jum’at, 20 Maret 2026.

Lanjutnya, penyaluran bantuan paket sembako sudah kita laksanakan sejak kemarin (Kamis, 19 Maret 2026) dan kita selesaikan pada hari ini, dengan menyentuh target yang kita data sebelumnya. 

“Meskipun tergolong sederhana, semoga paket sembako tersebut mampu mempererat hubungan Partai Demokrat dengan masyarakat dan sebagai bentuk kepedulian untuk bangkit dan pulih bersama,” harapnya.

Bantu Kursi Roda untuk Lansia di Gampong Puuk

Bergerak dari Kecamatan Kembang Tanjong dalam agenda penyaluran paket sembako dari DPP Partai Demokrat, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pidie, Teuku Syahwal juga menyerahkan 1 (satu) unit kursi roda kepada Lansia di Gampong Puuk, Kecamatan Peukan Baro.

“Trimoeng gaseh, kana teumpat duek loen ( terima kasih, sudah ada tempat duduk untuk saya),” ucap Wa Mansyah (89) usai dipindahkan ke kursi roda dari tempat pembaringan selama ini oleh pengurus yang turun ke lapangan. []

Camat Pulo Aceh dan Panglima Laot Aceh Besar Sambut Kepulangan Nelayan yang Terdampar di Sri Lanka

0
Camat Pulo Aceh, Jamaluddin SE bersama Panglima Laot Aceh Besar, Baharuddin dan unsur lainnya menjemput kepulangan nelayan Meulingge, Pulo Aceh, Sadiqin yang terdampar ke Srilangka sebulan lalu, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO – Camat Pulo Aceh, Jamaluddin SE bersama Panglima Laot Aceh Besar, Baharuddin menjemput kepulangan seorang nelayan asal Gampong Meulingge, Pulo Aceh, Sadiqin yang sebelumnya terdampar di Sri Lanka selama sebulan.

Penjemputan dilakukan pada Kamis (19/3/2026) di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang. Turut hadir dalam penjemputan tersebut Panglima Laot Aceh, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, Keuchik Meulingge, serta Panglima Laot Lhok Lampuyang.

Camat Pulo Aceh yang didampingi Panglima Laot Aceh Besar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan nelayan tersebut, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka.

Sadiqin pun mengungkapkan rasa syukur atas kepulangannya ke tanah air. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sejak dirinya terdampar hingga proses pemulangan ke Aceh.

Setelah tiba di Bandara SIM, Sadiqin kemudian dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk prosesi peusijuek sebelum diberangkatkan kembali ke Pulo Aceh.

Sebelumnya, Sadiqin dilaporkan hilang saat melaut pada 1 Februari 2026. Ia berangkat menggunakan perahu motor jenis bot teptep untuk mencari ikan di perairan Samudra Hindia.

“Saat itu, Sadiqin melaut menggunakan perahu motor yang biasa disebut bot teptep,” kata Miftah Tjut Adek.

Diduga, perahu yang digunakan mengalami kerusakan mesin sehingga hanyut terbawa arus hingga ke wilayah perairan Sri Lanka.

Setelah ditemukan, Sadiqin kemudian diselamatkan dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di negara tersebut. Lokasi rumah sakit tersebut dilaporkan berada sekitar dua jam dari Kota Kolombo, Sri Lanka.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ribuan Warga Padati Meuligoe, Terima THR dari Mualem

0
Ribuan Warga Padati Meuligoe, Terima THR dari Mualem. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati Meuligoe Gubernur Aceh untuk menerima tunjangan hari raya (THR) yang dibagikan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, Jumat (20/3/2026) siang.

Pembagian THR dilakukan usai salat Jumat melalui tim yang ditugaskan oleh Mualem. Diperkirakan sekitar seribu warga hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejak pagi, warga telah berdatangan ke kompleks Meuligoe dan menunggu di halaman belakang. Jumlah mereka terus bertambah hingga setelah salat Jumat. Petugas kemudian mengatur antrean dengan memisahkan barisan perempuan dan anak-anak di bagian depan, sementara laki-laki berada di belakang.

Dalam pelaksanaannya, Mualem tidak menyerahkan bantuan secara langsung, melainkan melalui tim yang telah ditugaskan untuk menyalurkan THR kepada masyarakat.

Setiap warga dewasa menerima Rp100.000, sedangkan anak-anak memperoleh Rp50.000. Setelah menerima bantuan, warga diarahkan keluar dari kompleks guna menghindari penumpukan massa. Proses pembagian berlangsung sekitar satu jam.

Muslim, warga Neuheun, Aceh Besar, mengaku datang sejak pagi demi mendapatkan bantuan tersebut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada Mualem dan timnya. Ini pertama kali saya dapat, tahun sebelumnya belum pernah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Zulkarnaini, warga Sigli, Pidie, yang juga baru pertama kali mengikuti pembagian THR tersebut.

“Terima kasih Mualem, semoga sehat selalu. Ini pengalaman pertama, semoga ke depan ada lagi,” katanya.

Sementara itu, Budiman, warga Keudah, Banda Aceh, mengatakan dirinya sengaja datang sejak pagi untuk menerima THR dari Mualem.

Tradisi berbagi THR ini telah menjadi kebiasaan Mualem setiap meugang Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan serupa juga telah dilakukan sejak ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh pada periode 2012–2017.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News