Beranda blog Halaman 308

Dosen Muda Sosiologi USK Dapat Pembekalan Menulis Buku Ajar

0
Plt Koordinator Prodi Sosiologi, Yuva Ayuning Anjar, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Prodi untuk mendorong para dosennya aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan penulisan buku ajar bagi para dosen muda. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di lantai 2 kampus FISIP USK, menghadirkan dua narasumber, yakni Prof Dr Adlim dari USK dan Dr Mukhlisuddin Ilyas dari penerbit Bandar Publishing.

Plt Koordinator Prodi Sosiologi, Yuva Ayuning Anjar, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Prodi untuk mendorong para dosennya aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

“Kami berharap kolega kami, sesama pengajar di prodi sosiologi FISIP USK, setiap mata kuliah yang diampu para dosen dapat melahirkan karya tulis buku ajar yang ber-ISBN,” ujar Yuva Ayuning Anjar, yang turut didampingi oleh moderator acara, Firdaus Mirza Nusuary, M.A.

Lebih lanjut, Yuva menyebutkan bahwa kehadiran Prof Adlim dan Dr Mukhlisuddin sangat berarti dalam membangun kolaborasi ke depan, terutama dalam mendukung penerbitan buku ajar dari setiap dosen pengampu mata kuliah.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi Prodi Sosiologi dalam mencatat dan mendokumentasikan setiap aktivitas akademik dosen sebagai luaran pembelajaran. Ini selaras dengan harapan mahasiswa terhadap proses belajar mengajar yang lebih terstruktur dan berbasis karya nyata.

Selain itu, penerbitan buku ajar juga menjadi aspek penting dalam penilaian akreditasi program studi. Saat ini, Prodi Sosiologi FISIP USK telah mengantongi akreditasi “Baik Sekali” dan menargetkan peningkatan menjadi “Unggul” melalui peningkatan kinerja dosen, salah satunya lewat penerbitan buku ajar.

Acara pelatihan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Tutup Program KKN UGM di Pulau Nasi

0
Gubernur Aceh Tutup Program KKN UGM di Pulau Nasi. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara resmi menutup program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gampong Alue Riyeung, Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (5/8/2025).

Penutupan tersebut menandai berakhirnya masa pengabdian selama 50 hari oleh sekitar 30 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Para peserta KKN tersebar di sejumlah gampong di Pulau Nasi, dan selama lebih dari sebulan telah membaur dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Mualem menyampaikan kegembiraannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat Pulau Nasi.

“Dulu saya sempat ingin datang ke sini, tapi batal. Hari ini baru bisa hadir dan melihat langsung keadaan di Pulau Nasi,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. “Seperti yang disampaikan Pak Keuchik tadi, tentang kebutuhan jalan, irigasi, dan lain-lain. Inilah tugas kita semua, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Apa yang disampaikan Pak Keuchik tadi sudah kita copy Pak Keuchik,” kata Mualem.

Gubernur juga mengapresiasi kiprah mahasiswa UGM yang telah turut serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim KKN UGM, yang telah menebarkan ilmu dan nilai-nilai kebersamaan. Semoga semakin banyak kegiatan serupa yang dapat mendongkrak pembangunan pulau-pulau, termasuk Pulau Breueh, pulau lainnya di Pulo Aceh,” tambahnya.

Plt Sekda Aceh, M Nasir Syamaun, yang juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Aceh, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dalam acara tersebut.

“Sebagai Ketua KAGAMA Aceh, saya berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang berkenan hadir. KKN ini sangat strategis karena menghadirkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang kuliah di UGM untuk tinggal dan mengabdi di sini. Jadi ilmu yang mereka dapatkan di kampus dapat diterapkan langsung di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Keuchik se-Pulo Aceh, Azhari Abbas, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar pembangunan infrastruktur dasar di kawasan tersebut dapat segera ditingkatkan.

“Kami sangat berharap adanya pembangunan waduk, perbaikan jalan, dermaga boat dari Pulo di Banda Aceh, dan juga sinyal telepon. Dari lima desa di Pulau Nasi, empat belum memiliki akses komunikasi yang layak,” kata Keuchik Gampong Rabo itu.

Dalam kunjungannya, Mualem bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na, juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para keuchik. Bantuan berasal dari berbagai instansi, di antaranya peralatan olahraga dari Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, serta 1.000 bibit mangrove dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir.

Selain itu, Dinas Sosial Aceh juga menyalurkan bantuan sandang dan kebutuhan dasar lainnya, berupa mukena, jilbab, kain sarung, selimut, handuk, dan paket family kit, masing-masing sebanyak 100 buah.

Editor: Akil

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,82 Persen di Triwulan II, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama

0
Potret Pertanian. (Foto: Getradius.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ekonomi Provinsi Aceh menunjukkan tren positif pada triwulan II tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat pertumbuhan sebesar 4,82 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan positif untuk year on year 2025,” ujar Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, dalam keterangan pers di Banda Aceh, Selasa (5/8/2025).

Tasdik menjelaskan, pertumbuhan tersebut dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh yang mencapai Rp63,84 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp39,54 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Jika dibandingkan dengan triwulan I 2025, ekonomi Aceh tumbuh 3,02 persen.

Kontribusi terbesar terhadap PDRB masih datang dari sektor pertanian, yang menyumbang 31,52 persen dari total PDRB. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan sebesar 15,11 persen, dan administrasi pemerintahan sebesar 9,18 persen.

Meski secara umum tumbuh, tak semua sektor mengalami peningkatan. Terdapat tiga sektor yang mengalami kontraksi secara tahunan, yakni Jasa Perusahaan yang turun sebesar 2,24 persen, Konstruksi sebesar 0,28 persen, serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,22 persen.

Dari sisi pengeluaran, struktur PDRB Aceh triwulan II-2025 masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 64,43 persen, disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 55,24 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 30,72 persen.

Namun demikian, impor barang dan jasa dari luar negeri menjadi faktor pengurang terbesar, mencakup 69,00 persen dari total PDRB.

Adapun pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dicatat oleh komponen ekspor barang dan jasa, yang melonjak hingga 17,62 persen. Di sisi lain, pengeluaran konsumsi pemerintah terkontraksi cukup dalam sebesar 9,40 persen, sementara PMTB turun sebesar 2,13 persen.

BPS Aceh berharap data ini dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembangunan daerah ke depan.

Editor: Akil

Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah Ditunjuk Jadi Kapolda Aceh Gantikan Irjen Achmad Kartiko

0
Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tongkat komando Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi berganti. Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah ditunjuk sebagai Kapolda Aceh yang baru menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko, yang dimutasi ke Bareskrim Polri.

Pergantian ini tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025. Dalam surat tersebut, Irjen Pol Achmad Kartiko diangkat dalam jabatan baru sebagai sembilan pati Bareskrim Polri dengan penugasan luar struktur.

Sementara itu, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah sebelumnya menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri yang ditugaskan pada Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga dikenal publik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.

Sosok Marzuki bukan nama baru di Aceh. Ia pernah dilantik bersama sembilan pejabat lain di lingkungan BNN pada Selasa, 2 April 2024 lalu, dalam sebuah upacara di Aula Mabes BNN Pusat, Jakarta.

Untuk diketahui, Irjen Pol Achmad Kartiko sendiri menjabat sebagai Kapolda Aceh sejak 26 Desember 2023, menggantikan Ahmad Haydar yang sebelumnya memimpin Polda Aceh.

Editor: Akil

Ekonomi Aceh pada Triwulan II-2025 Tumbuh 4,82 Persen

0
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Thinkstocks)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan II-2025 tumbuh sebesar 4,82 persen dibandingkan dengan triwulan II-2024. Sementara jika dibandingkan dengan triwulan I-2025 atau quarter-to-quarter, kondisi ekonomi tumbuh sebesar 3,02 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan, jika dilihat tren ekonomi selama lima tahun terakhir, biasanya pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan di setiap triwulan-I, kemudian naik signifikan di quarter kedua.

“Ini menunjukkan pemulihan yang cukup kuat setelah kontraksi, mencerminkan stabilitas musiman, dan perbaikan dari sisi kegiatan ekonomi pasca penurunan di awal tahun,” ujar Tasdik dalam konferensi pers virtual, dikutip Nukilan, Selasa (5/8/2025).

Dia menambahkan, sementara pertumbuhan ekonomi secara year-on-year pada kuartal II-2025 menunjukkan tren positif dan peningkatan berkelanjutan dibandingkan kuartal tahun sebelumnya.

Pada triwulan II-2025, struktur ekonomi Aceh masih didominasi oleh kategori pertanian yang menyumbang sebesar 31,52 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selanjutnya adalah kategori perdagangan yang menyumbang sebesar 15,11 persen, dan sektor administrasi pemerintahan sebesar 9,18 persen.

Dari sisi pertumbuhan, kata Tasdik, sebagian besar kategori mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi berasal dari transportasi dan pergudangan sebesar 13,37 persen. Kemudian diikuti oleh kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 6,93 persen. Sementara itu, kategori yang mengalami kontraksi sebanyak tiga kategori, yaitu jasa perusahaan, konstruksi serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. []

Reporter: Sammy

Bank Aceh Syariah Tumbuh Solid di Usia 52 Tahun

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Aceh Syariah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 pada Rabu 6 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah Membangun Aceh”. Perayaan ini menandai pencapaian signifikan bank daerah tersebut dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi Aceh.

Dalam laporan kinerja periode Juni 2025, Bank Aceh Syariah mencatatkan pertumbuhan yang solid. Total aset bank mencapai Rp 29,8 triliun, meningkat 3,82% dibandingkan posisi Juni 2024 sebesar Rp 28,7 triliun.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 25,1 triliun pada Juni 2025, naik 3,9 persen dari Rp 24,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran pembiayaan juga menunjukkan tren positif dengan total mencapai Rp 21 triliun, tumbuh 6,64 persen dari Rp 19,3 triliun pada Juni 2024.

Bank Aceh Syariah terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada nasabah. Salah satu terobosan terbaru adalah layanan ATM drive-thru pertama di Kota Lhokseumawe, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi seperti tarik tunai, transfer, dan cek saldo langsung dari kendaraan.

“Inovasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan kemudahan akses dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Aceh, Abdul Rafur.

Dedikasi Bank Aceh Syariah dalam industri perbankan syariah telah diakui melalui berbagai penghargaan. Bank ini meraih penghargaan sebagai Mitra dengan Penyaluran Terbanyak Tahun 2024 Kategori Bank Pembangunan Daerah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Selain itu, bank juga memperoleh The Aceh Post Awards 2025 kategori Perbankan Pemaju UMKM Daerah, yang menegaskan peran strategisnya dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Aceh.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial, Bank Aceh Syariah menyalurkan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 2025. Program ini berfokus pada dua sektor utama: Bina Lingkungan dan Kemitraan.

Dalam bidang kesehatan, bank mendukung program pemerintah untuk pencegahan stunting. Di sektor keagamaan, bank memberikan bantuan pembangunan sarana prasarana masjid. Sementara untuk pelestarian lingkungan, bank aktif dalam program earth hour dan pemberian tong sampah kepada masyarakat Pulau Nasi dan Pulau Aceh.

Bank juga memberikan dukungan kepada sektor pariwisata dan pelestarian seni budaya lokal, serta menyalurkan bantuan modal dan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM.

Komitmen Membangun Aceh Berkelanjutan

“Perayaan HUT ke-52 ini adalah momen penting bagi kami untuk merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui dan menetapkan langkah-langkah strategis untuk masa depan,” ujar Abdul Rafur.

Ia menegaskan bahwa tema “Menyatukan Langkah Membangun Aceh” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif yang akan terus dijaga. “Kami percaya bahwa dengan bersinergi dan berkolaborasi, kita dapat mewujudkan Aceh yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.

Bank Aceh Syariah berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Aceh, serta menjadi lembaga keuangan syariah pilihan utama masyarakat. Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, bank optimis akan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Ketua DPRK Banda Aceh Terima Kunjungan Presiden Mahasiswa UTU

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, menerima kunjungan dari Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2025). (Foto: Instagram)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, menerima kunjungan dari Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2025). Pertemuan ini berlangsung di tengah padatnya agenda pembahasan anggaran yang sedang digelar di DPRK.

“Jauh-jauh dari Meulaboh Presiden Mahasiswa @kampus_utu juga mau duduk di kursi ini. Jadilah kita foto bersama disini. Bersama tokoh mahasiswa kampus negeri terbesar di kawasan barat selatan Aceh,” tulis Irwansyah dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dilansir Nukilan.id dari unggahan tersebut, Irwansyah tampak antusias menyambut kunjungan pemimpin mahasiswa itu, yang juga ikut duduk di kursi Ketua DPRK sebagai bagian dari simbol kebersamaan dan penghargaan terhadap peran pemuda.

Kunjungan tersebut tak sekadar bersifat seremonial. Irwansyah memaknai pertemuan itu sebagai wujud komitmen membuka ruang dialog antara lembaga legislatif dengan generasi muda Aceh.

“Menerima kunjungan mereka, disela-sela padatnya rapat pembahasan anggaran di DPRK, sebagai bentuk komitmen menjaga komunikasi dengan anak muda, menebarkan energi positif sesama, dan saling memberi motivasi dan sharing pengalaman berorganisasi dengan mereka,” lanjut Irwansyah dalam unggahan yang sama.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi cerminan semangat kolaboratif lintas generasi untuk membangun komunikasi yang sehat dan produktif. Irwansyah menegaskan, mahasiswa adalah bagian penting dalam dinamika pembangunan daerah dan patut dijadikan mitra dalam bertukar gagasan dan semangat perubahan. (xRQ)

Reporter: Akil

Dua ASN di Banda Aceh Ditangkap Densus 88 Terkait Dugaan Terorisme

0
Ilustrasi terorisme. (Foto: Shutterstock)

Nukilan | Banda Aceh — Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Selasa (5/8/2025) terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan terorisme. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda di Banda Aceh.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Polisi Joko Krisdiyanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Joko menyebutkan bahwa Polda Aceh hanya melakukan pendampingan dalam proses pengamanan lokasi penggeledahan.

“Informasi sementara memang benar, ada dua ASN di Aceh yang ditangkap oleh Densus 88 terkait terorisme. Polda Aceh hanya melakukan pengamanan saat penggeledahan. Untuk detailnya, kami masih menunggu laporan dari Kasatgaswil Aceh Densus 88. Terkait tindak lanjut dan proses hukumnya juga di Densus 88,” ujar Joko dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (5/8/2025).

Kedua ASN yang diamankan masing-masing berinisial MZ alias KS (40) dan ZA alias SA (47). Berdasarkan informasi yang diperoleh, MZ diketahui merupakan ASN di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh. Ia ditangkap saat berada di sebuah warung kopi di Banda Aceh.

Sementara itu, ZA diketahui bertugas di Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Ia diamankan oleh tim Densus 88 di sebuah showroom mobil di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh.

Selain melakukan penangkapan, tim Densus 88 juga menggeledah sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas atau penyimpanan barang yang terhubung dengan tindak pidana terorisme.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Densus 88 terkait detail dugaan keterlibatan kedua ASN tersebut dalam jaringan terorisme. Proses hukum selanjutnya akan ditangani langsung oleh Densus 88. Penangkapan ini menambah daftar operasi Densus 88 dalam upaya penindakan terhadap jaringan terorisme di wilayah Aceh. []

Reporter: Sammy

Judi Online Dinilai Jadi Pelampiasan Akibat Minimnya Hiburan dan Akses Ekonomi di Aceh

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

Nukilan | Banda Aceh — Maraknya judi online di Aceh dinilai sebagai bentuk pelampiasan masyarakat terhadap minimnya hiburan, akses ekonomi, dan layanan keuangan yang terbatas. Hal ini disampaikan Rustam Effendi, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK).

“Di Aceh, tidak banyak pilihan hiburan. Masyarakat mengalami kegamangan, tidak punya pelampiasan, sementara bank dan layanan pembiayaan sangat terbatas,” ujar Rustam kepada Nukilan, Selasa (5/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa kondisi sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan impian untuk cepat kaya membuat sebagian masyarakat memilih jalur instan seperti judi online. “Ketika peluang ekonomi tidak tersedia, dan hiburan sehat tidak ada, maka aplikasi judi jadi ruang pelampiasan. Ini alarm sosial,” ujarnya.

Rustam menyoroti bahwa kurangnya alternatif kegiatan produktif memperburuk situasi. “Bayangkan, lima juta penduduk Aceh, dua setengah juta adalah usia produktif. Jika hanya sebagian kecil bermain judi online, maka perputaran uangnya bisa mencapai miliaran rupiah per bulan,” jelasnya.

Ia menyarankan agar pemerintah memperbanyak kegiatan positif, khususnya di tingkat gampong. “Buat program yang menyentuh langsung masyarakat, ciptakan lapangan kerja mikro, fasilitasi komunitas. Jangan biarkan warga terjebak dalam pelarian digital yang merusak,” tutupnya. []

Reporter: Sammy

Akademisi USK: Rendahnya Literasi Digital Penyebab Masyarakat Aceh Rentan Terjebak Judi Online

0
Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Rustam Effendi. (Foto: Dok pribadi)

Nukilan | Banda Aceh — Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Rustam Effendi mengatakan terkait tingginya fenomena judi online di Aceh, disebabkan oleh rendahnya literasi digital dan keuangan di kalangan masyarakat Aceh. Ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka keterlibatan warga dalam praktik judi online.

“Sebagian besar masyarakat tidak memahami dampak dan risiko dari transaksi digital, termasuk judi online. Mereka tidak tahu bagaimana sistem itu bekerja dan akibat jangka panjangnya,” ujar Rustam kepada Nukilan, Selasa (5/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap aplikasi digital, promosi besar-besaran di berbagai platform, menjamurnya situs judi online, dan proses pendaftaran yang cepat membuat banyak orang tergoda untuk mencoba. Begitu juga dengan pengajuan pinjaman online yang banyak menjerat masyarakat, cukup dengan KTP dan foto wajah, dalam waktu lima menit sudah siap.

Rustam menekankan bahwa kondisi ini diperparah dengan kurangnya sosialisasi dan edukasi dari pemerintah maupun lembaga terkait. Sampai saat ini belum ada program literasi digital dan keuangan yang masif di Aceh, padahal masyarakat sangat membutuhkannya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya untuk membangun kesadaran publik. “Literasinya itu masih terbatas. Apa dampak dan bahaya transaksi online, dan risikonya seperti apa mereka tidak tahu,” katanya. []

Reporter: Sammy