Beranda blog Halaman 2301

Grace Kurniadi, Tunarungu Pertama di Indonesia yang Berhasil menjadi Psikolog Klinis

0

Nukilan.id – Grace Kurniadi, mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), berhasil lulus sebagai psikolog klinis berkebutuhan khusus pertama di Indonesia.

Grace adalah seorang pengidap tunarungu atau tidak dapat mendengar.

Sebagaimana diberitakan Beritasatu, Grace yang tuli ini melewati perjuangan tidak mudah untuk menjalani perkuliahan.

“Saya memilih pendidikan sebagai psikolog berawal dari usulan orang tua. Mereka melihat saya sering menjadi tempat bercerita bagi teman-teman di masa SMP dan SMA. Saya juga senang untuk mengamati hubungan antarmanusia,” kata Grace seperti disampaikan lewat siaran pers dari Untar, Jumat (12/02).

Grace mengatakan kendala yang dialami selama pembelajaran adalah kesulitan menangkap gerakan bibir khususnya dari dosen pengajar.

Dia juga merasa kesulitan jika ada orang yang berbicara namun membelakanginya atau sambil berjalan, berbicara terlalu cepat, atau artikulasinya tidak jelas.

“Hal lainnya, saya kurang bisa menanggapi dengan cepat jika masuk ke dalam kelompok lebih dari empat orang,” ujar Grace.

Namun, Grace tidak pantang menyerah. Sebaliknya, ia selalu berusaha mengatasi masalah komunikasinya dengan berbicara langsung dengan dosen terkait kondisinya.

Dia meminta dosennya untuk berbicara lebih perlahan agar mudah dipahami, serta merekam proses perkuliahan agar bisa diputar ulang saat berada di rumah dan memastikan tidak ada materi yang terlewat.

Grace mengatakan, tantangan selama perkuliahan harus dihadapi dengan perubahan cara berpikir dan bersikap terbuka, serta penting untuk menerima keadaan.

Dia mengakui dukungan keluarga dan teman-teman telah memberinya semangat.

Para dosen, ujarnya, juga bersikap profesional dan mau turun tangan langsung menjelaskan kembali materi perkuliahan di luar jam kelas.

“Untuk bisa melewati kesulitan-kesulitan tersebut, saya perlu mengubah pola pikir di dalam diri menjadi lebih positif, keterbukaan diri untuk meminta bantuan dan kemauan untuk menerima apapun keadaan diri sendiri,” ucapnya.

“Tidak dari orangtua saja, saya juga mendapatkan dorongan dari hal yang saya amati pada lingkungan teman, dosen, dan juga buku yang saya baca,” lanjut Grace.

Pilihan jurusan yang diambil Grace yaitu Pendidikan Profesi Psikolog adalah program unggulan di Untar. Dia memutuskan berkuliah di Untar salah satunya karena ada mata kuliah art therapy yang menjadi nilai tambah dari Pendidikan Profesi Psikolog di Untar.

Tidak Ada Diskriminasi

Grace berharap adanya kesempatan pendidikan inklusif di perguruan tinggi seperti di Untar bisa membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun, khususnya bagi orang dengan kebutuhan khusus. Dia berharap tidak ada diskriminasi di perguruan tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

Selepas kuliah, Grace bercita-cita untuk menulis buku yang bisa menginspirasi orang lain. Dia juga ingin membagikan ilmunya kepada orang yang membutuhkan, di antaranya mempelajari bahasa isyarat agar teman-teman tuli bisa mengakses layanan konseling dan dapat secara nyaman berinteraksi.

“Jadi tidak perlu menggunakan bantuan interpreter yang mungkin dapat memunculkan ketidaknyamanan pada calon klien,” katanya.

Timo Tjahjanto dan Joe Taslim Akan Berkiprah di Dua Film Internasional

0

Nukilan.id – Dalam beberapa hari terakhir nama sutradara Timo Tjahjanto dan aktor Joe Taslim trending di Twitter.

Keduanya tengah ramai diperbincangkan karena keterlibatan dalam film berskala internasional yang akan tayang tak lama lagi.

Timo Tjahjanto dibicarakan terkait remake film Train to Busan. Sementara Joe Taslim, lewat film yang dibintanginya, Mortal Kombat.

Timo Tjahjanto diberitakan sedang dalam negosiasi untuk menyutradarai film remake asal Korea Selatan, Train To Busan.

Netizen lantas beramai-ramai memenuhi lini masa Twitter hingga membuat nama Timo Tjahjanto trending.

Warganet membayangkan hasil remake tersebut akan luar biasa, melihat sepak terjang Timo sebagai salah satu sutradara Indonesia yang sudah diakui hingga Internasional.

Dalam ulasan media Deadline, film garapan sutradara berusia 41 tahun ini di antaranya Headshoot dan Macabre (Rumah Dara) mendapat respons tinggi penikmat film dunia.

Semakin bersinar, Timo Tjahjanto belum lama ini juga menyutradarai film thriller Netflix berjudul The Night Comes for Us.

Sementara Joe Taslim akan memerankan sosok Sub-Zero di Mortal Kombat rilisan Warner Bros.

Dari dua trailer yang sudah tayang di YouTube, penampilan Joe Taslim sebagai Sub-Zero yang kejam sukses mengundang decak kagum.

Tak heran, aktor 39 tahun ini mendadak jadi trending di Twitter.

Joe Taslim bahkan memgaku kewalahan dengan semua pujian dan reaksi soal perannya tersebut.

“Baru bangun (tidur) dan saya kewalahan dengan semua reaksi (kalian)!!! Terima kasih Earth-Realm,” tulis Joe Taslim dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Jumat (19/2).

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan Pop Culture, Joe Taslim mengaku sangat bangga bisa mendapat peran dalam film garapan sutradara Simon McQuoid itu.

Sebagai informasi, film Mortal Kombat diproduseri oleh Todd Garner dam James Wan (sutradara film Aquaman).

(Sumber: Kompas.com)

Selamat, Aminullah Usman Pimpin DPD PAN Banda Aceh

0

Nukilan.id – Walikota Banda Aceh Aminullah Usman terpilih sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banda Aceh periode 2021-2026 lewat Musyawarah Daerah DPD PAN di Hotel Kryat Banda Aceh, Senin (22/2/2021).

Aminullah Usman terpilih menjadi Ketua PAN Banda Aceh lewat farmatur, dan diperintahkan untuk segera megatur pengurus PAN Banda Aceh untuk periode 2021-2026.

“Benar Pak Amin terpilih sebagai Ketua PAN Banda Aceh,” kata Wakil Ketua DPW PAN Aceh, Ismaniar, Senin.

Sementara hingga berita ini tayang, Nukilan.id belum dapat menghubungi Aminullah. []

Reporter: Akhi Wanda

Pangkas Biaya, Lembaga Pertanian PISPI Dorong Pelabuhan di Aceh Hidup

0
PISPI Aceh Bersama Ketua Dewan Pakar Sajana Pertanian PISPI, Prof. Arif Satria.

Nukilan.id – Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Aceh Azanuddin Kurnia, SP, MP mengatakan, PISPI Aceh akan mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas dan kratifitas yang bisa meningkatkan nilai tambah terhadap berbagai produk komoditi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

“Nilai tambah dan daya saing bisa meningkatkan dan menambah pendapatan masyarakat,” kata Azanuddin Kurnia, SP, MP saat menjamu Kektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria saat saat penandatanganan prasasti Sekretariat (Rumoh) PISPI Aceh di Banda Aceh, Sabtu (20/2/21).

Azanuddin Kurnia juga menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah memanfaatkan limbah batang sawit, hasil dari replanting sawit yang dijadikan gula merah atau gula sawit dari nira sawit.

“Ini inovasi teknologi dalam menghasilkan pendapatan yang tinggi bagi petani maupun masyarakat”, kata Azan yang kini menjabat sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Menurutnya, berbagai komoditi yang berpotensi ekspor perlu dipertahankan, baik produksi dan kontinyu-nitas, karena permintaan dalam dan luar negeri masih tinggi.

“Untuk menambah pendapatan daerah, devisa negara dan juga pendapatan masyarakat, maka sudah seharusnya dipercepat ekspor dari pelabuhan yang ada di Aceh,” ujarnya.

Katanya, PISPI juga mendorong agar pelabuhan di Aceh hidup, agar bisa memangkas biaya transportasi ke Medan atau Belawan, sehingga biaya transportasi bisa dinikmati oleh petani atau pengusaha di Aceh.

“Bila pelabuhan terbuka lapangan kerja baru juga terbuka dan ekonomi akan lebih berputar dan menggeliat di Aceh. Tentu hal ini akan mampu mendorong terjadinya penurunan angka kemiskinan,” ujar Azan.

Sementara, saat rof Arif Satria saat menikmati kopi sempat memberi masukan kepada PISPI Aceh. Arif Satria menyebutkan, proses mentoring dalam bidang bisnis, khususnya bisnis pertanian sangat penting dilakukan apalagi oleh kaum milenial, karena umumnya mereka lebih berminat dan tertarik untuk menjadi owner dalam bisnisnya.

Dikatakannya, orkestrasi PISPI Aceh dalam memberikan motivasi bagi milenial ke bisnis sektor pertanian sangat baik dan unggul serta memiliki kreatitifitas.

“Bisnis pertanian takkan pernah berhenti karena menyangkut kebutuhan pokok, yang dibutuhkan oleh semua manusia,” kata Arif Satria.[]

Reporter: Akhi Wanda

Rektor IPB: Saya Bangga, Aceh Sudah Mulai Produksi Gula Sawit

0
Rektor IPB Arif Satria (Foto: Jalan Ary)

Nukilan.id – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria mengatakan, di masa pandemi ini sektor pertanian merupakan paling tahan banting. Tidak hanya itu, pandemi menjadi berkah untuk pertanian kita, karena bisa tumbuh 2,5 persen dan eksporpun meningkat 15 persen.

“Pertumbuhan ini perlu diapresiasi, ternyata sektor pertanian dapat menjadi penyelamat tatkala masa krisis, sebab mampu bangkit dibandingkan sektor lainnya,” kata Arif Satria disela kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, saat bersilaturahmi sekaligus dan penandatanganan prasasti Sekretariat (Rumoh) PISPI Aceh (20/2/21).

Kata Arif Satria, kunci utama dalam pembangunan pertanian tidak terlepas dari ketersediaan mutu SDM dan teknologi yang unggul.

“Walaupun kita kaya akan sumberdaya alam yang berlimpah, namun jika pengelolaannya tidak dilakukan secara tepat guna dan tepat sasaran, maka semuanya akan sia sia,” ujarnya.

Menurut Arif Satria yang juga dewan pakar Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) itu, teknologi di bidang pertanian harus terus didorong, melalui kerjasama dan pola kemitraan baik kampus (Perguruan Tinggi), NGO, pengusaha maupun membangun komunikasi dengan kaum milenial.

“Dan saya bangga, ternyata hal ini sudah dilakukan oleh PISPI Aceh, karena selama ini Aceh sudah mulai memproduksi gula sawit,” jelas Arif Satria.

Reporter: Akhi Wanda

Survei: Elektabilitas Sandiaga Tergeser oleh AHY dan Risma

0
AHY dan Sandi

Nukilan.id – Survei yang dilakukan oleh Parameter Politik Indonesia Elektabilitas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno digusur oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma.

Survei dilakukan terkait ‘Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Jalan Panjang Menuju 2024’.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menjelaskan responden diberikan pertanyaan terkait siapa yang akan dipilih menjadi Presiden RI, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak boleh maju mencalonkan lagi pada 2024 nanti.

Kata Adi, survei ini dibuat tiga skema dengan mencantumkan beberapa nama yang disiapkan untuk ikut sebagai calon Presiden RI pada Pemilu Presiden 2024 mendatang.

“Top of mind capres ada 24 nama, kemudian elektabilitas capres 15 nama dan elektabilitas capres 10 nama,” kata Adi melalui keterangannya dikutip Senin, 22 Februari 2021.

Menurut dia, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi figur tak tergantikan dari calon berbasis militer. Dia secara konsisten memimpin kompetisi calon Presiden 2024, baik skenario elektabilitas terbuka maupun skenario elektabilitas tertutup.

“Sementara, elektabilitas Sandiaga Uno justru menurun. Elektabilitas Sandi pada survei sebelumnya selalu masuk 5 besar, saat ini terdepak dari 5 besar. Disinyalir persepsi negatif masuknya Sandi ke Kabinet Kerja Jokowi,” ujarnya.

Sebaliknya, kata Adi, elektabilitas Risma naik signifikan dan sudah mampu merangsek ke peringkat 5 menggeser Sandi. Namun, posisi Risma sangat tipis dengan AHY.

“Naiknya elektabilitas Risma akibat ekspose media yang meningkat sejak ditunjuk jadi mensos (menteri sosial),” jelas dia.

Adapun elektabilitas calon presiden 15 nama sesuai survei Parameter Politik, antara lain menempatkan Prabowo posisi puncak 22,1 persen; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan urutan kedua dengan 14,6 persen; dan ketiga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 13,9 persen.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu 6,3 persen; Menteri Risma sebesar 5,8 persen; AHY 5,3 persen; Sandi Uno 4,1 persen; Jusuf Kalla (JK) 3,8 persen; Gatot Nurmantyo 3,4 persen; Ustad Abdul Somad (UAS) 2,9 persen.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Polhukam Mahfud MD 2,0 persen; Menteri BUMN Erick Thohir 1,8 persen; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 1,0 persen; Ketua DPR Puan Maharani 0,8 persen; Kepala Staf Presiden Moeldoko 0,2 persen.

“Responden yang ragu/tidak jawab sebanyak 12,0 persen,” katanya.

Sedangkan, survei pengumpulan data dilakukan dengan metode telepon karena situasi pandemi COVID-19 terhadap 1.200 responden pada 3 sampai 8 Februari 2021. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Viva.co.id

Waspada, BMKG Pridiksi Aceh Bakal Hujan Lebat Dua Hari Kedepan

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Data prakiraan cuaca yang dirilis BMKG di Jakarta, Aceh masuk dalam kategori waspada akan dampak hujan lebat selama dua hari ke depan. Selain Aceh yang dipridiksi hujan lebat adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Kategori waspada akan dampak hujan lebat selama dua hari tersebut dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ahad (21/2). 5 Provinsi di Pulau yang masuk kategori siaga banjir adalah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan masuk dalam kategori siaga banjir dan bandang akibat hujan lebat.

Di daerah Jawa dan Nusa Tenggara yang masuk dalam kategori waspada adalah provinsi Jawa Barat, D.I. Yogyakarta serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Beberapa kabupaten/kota yang diprakirakan masuk dalam siaga banjir akibat hujan lebat di Jawa Tengah adalah Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Kendal, Batang, Magelang, Purwokerto.

Sementara itu di Jawa Timur terdapat Malang, Pasuruan, Probolinggo. Sidoarjo, Kota Pasuruan, Mojokerto, Kota Batu, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo memiliki status siaga.Kabupaten/kota yang masuk kategori siaga di Sulawesi Selatan adalah Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, Toraja Utara, Tana Toraja, Barru, Soppeng, Sidenreng, Kota Parepare, Wajo, Jeneponto, Gowa, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Bone, Takalar dan Kota Makassar.

BMKG juga memperingatkan beberapa provinsi yang masuk dalam kategori waspada terhadap dampak hujan lebat, yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kategori waspada juga berlaku untuk wilayah Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sebelumnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan banjir yang masih berpeluang terjadi pada Maret dan April 2021. Dengan potensi banjir kategori menengah harus diwaspadai pada Maret meski daerah potensi banjir berkurang pada April.

Musim hujan 2020-2021 di Indonesia sendiri dipengaruhi fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen dengan La Nina diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021. []

24 Februari, Vaksin Covid-19 untuk Guru dan Dosen Dimulai

0

Nukilan.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut vaksinasi covid-19 untuk tenaga pendidik dimulai pada pekan terakhir Februari 2021. Tenaga pendidik meliputi guru dan dosen.

“Kita sudah mulai, nanti rencananya tanggal 24 (Februari) itu di Jakarta sudah akan kita mulai,” kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam webinar series Tim Advokasi Vaksinasi, Minggu, 21 Februari 2021.

Nadia mengatakan pengaturan vaksinasi akan dilakukan oleh dinas kesehatan di masing-masing daerah. Sementara itu, Ibu Kota diprioritaskan untuk memulai vaksinasi terhadap tenaga pendidik. Prioritas tersebut menyelesaikan tahapan vaksin satu klaster wilayah.

Vaksinasi untuk sasaran kelompok ini, kata Nadia, akan disesuaikan dengan stok vaksin. Pemerintah memiliki stok 7,5 juta vaksin covid-19 yang diproduksi PT Bio Farma.

“Untuk guru tenaga pendidik itu juga akan diatur nanti sesuai dengan stok vaksin yang diterima oleh teman-teman di dinas kesehatan provinsi dan kabupaten kota,” ujar Nadia.

Kemenkes memasukkan tenaga pendidik sebagai salah satu sasaran vaksinasi covid-19 tahap dua. Total ada 5.057.582 tenaga pendidik di seluruh Indonesia yang akan disuntik vaksin.

Alasan pemerintah untuk memprioritaskan tenaga pengajar agar membantu murid-murid untuk bisa belajar tatap muka. Sebab, ada beberapa pelajar yang tidak bisa melakukan metode daring karena sejumlah keterbatasan.[]

sumber: medcom

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Aceh

0

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingattkan masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang tinggi, hingga mencapai empat meter dalam beberapa hari ke depan di perairan Sumut-Aceh.

“Gelombang tinggi hingga empat meter di laut, kali ini akibat pengaruh angin kencang,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono di Medan, Minggu (21/2/2021).

Hingga pekan depan, lanjut dia, diperkirakan angin kencang berdampak pada meningkatnya gelombang laut, baik di Sumut maupun Aceh, dengan kecepatan antara lima hingga 30 knots atau sekitar 10 sampai 55 kilometer per jam.

Di antaranya gelombang tinggi terjadi di Samudera Hindia barat Nias, Samudera Hindia barat Aceh, perairan barat Aceh, perairan Sabang-Banda Aceh, Selat Malaka bagian utara, dan perairan utara Sabang.

Sementaran wilayah perairan Nias-Sibolga, perairan Lhokseumawe, dan perairan Meulaboh-Sinabang akan dilanda gelombang sedang, antara 1,25 hingga 2,5 meter.

“Yang rendah itu sekitar 0,5 sampai 1,25 meter di Selat Malaka bagian tengah. Kami imbau nelayan dan jasa pelayaran, jangan memaksakan diri melaut. Patuhi syahbandar setempat,” pungkasnya.

Sebanyak 48 Ribu Nakes Sudah Divaksin, Kasus Baru Positif Covid-19 Bertambah 9 Orang di Aceh

0

Nukilan.id – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Aceh, Saifullah Abdulgani, kembali menginformasikan progres vaksinasi Tenaga Kesehatan di Aceh berdasarkan data per tanggal 20 Februari 2021.

Sebanyak 48.347 orang Tenaga Kesehatan sudah disuntik vaksin Sinovac dosis pertama dari target sasaran 56.470 orang. Sementara kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah sembilan orang dalam dua hari terakhir. ujarnya.

Pria yang akrab disapa SAG itu melaporkan perkembangan terakhir penanganan pandemi COVID-19 Aceh kepada media, Minggu (21/2/2021).

“Progresnya sangat baik. Secara umum cakupan vaksinasi Nakes Aceh sudah mencapai 85,3 persen. Bahkan, tiga daerah sudah melampaui target,” tuturnya.

SAG menjelaskan tiga daerah yang sudah melampaui target sasaran awal vaksinasi Nakes meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar dan Kota Langsa. Target awal vaksinasi Nakes di Aceh Barat sebanyak 1.849 orang. Nakes yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 2.092 orang atau 113,1%.

Aceh Barat dibuntuti Aceh Besar yang telah memvaksinasi Nakesnya sebanyak 2.555 orang dari target awal sebanyak 2.521 orang. Cakupan vaksinasi Aceh Besar sudah mencapai 101,3 persen. Sementara Nakes di Kota Langsa sudah divaksin sebanyak 1.467 orang dari target 1.457 orang, sehingga cakupannya sudah 100,7 persen.

“Target awal terlampaui karena Nakes yang sebelumnya bukan target vaksinasi vaksin COVID-19 karena memiliki penyakit komorbid, para penyintas yang sembuh dari COVID-19, ibu menyusui, orang usia lanjut, kini direkomendasikan ikut vaksinasi juga,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, selain Aceh Barat, Aceh Besar, dan Kota Langsa, yang cakupan vaksinasi Nakes sudah di atas target awal, ada 16 kabupaten/kota di Aceh yang cakupannya sudah di atas 75 persen.

Enam belas kabupaten/kota tersebut secara berurutan dari yang paling tinggi, yaitu Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Timur, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Simeulue, Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Bireuen, rincinya.

Lanjut SAG, ada empat kabupaten/kota cakupannya masih di bawah 75 persen meliputi Aceh Tenggara, Pidie, Bener Meriah, dan Subulussalam. Progres vaksinasi di empat daerah ini terus meningkat. Kondisi per 20 Februari 2021 cakupan paling rendah saat ini Kota Subulussalam, masih 64,3 persen.

“Nakes yang memenuhi syarat segera melakukan vaksin COVID-19, kecuali secara medis memang masih harus ditunda,” imbau SAG.

Sumber: waspadaaceh.com