Beranda blog Halaman 2300

500.000 Lilin untuk Mengenang 500.000 Lebih Warga AS Korban Covid-19

0
Ilustrasi

Nukilan.id – 500.000 batang lilin dinyalakan di Amerika Serikat.

Penyalaan lilin sebanyak itu oleh Gedung Putih pada Senin (22/2) sebagai tanda duka atas telah meninggalnya lebih dari 500.000 warga AS akibat Covid-19.

Seperti dilaporkan Beritasatu yang mengutip dari Al Jazeera, data Universitas Johns Hopkins menyatakan jumlah kematian tertinggi sejauh ini dari negara mana pun di dunia.

AS mencapai penghitungan yang mengerikan itu pada Senin (22/2), hanya sekitar setahun setelah kematian pertama yang diketahui dilaporkan di negara bagian California.

“Hari ini, kami menandai tonggak yang benar-benar memilukan – 500.071 tewas,” kata Presiden AS Joe Biden setelah hening sejenak pada Senin malam di Gedung Putih, yang diterangi oleh lilin yang mewakili orang-orang yang telah meninggal.

Biden mengatakan lebih banyak orang Amerika yang meninggal dalam satu tahun pandemi ini daripada gabungan Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam. Bahkan lebih banyak nyawa yang hilang karena virus corona daripada negara lain di dunia.

“Tapi saat kami mengakui skala kematian massal di Amerika, kami mengingat setiap orang dan kehidupan yang mereka jalani. Mereka adalah orang yang kami kenal, atau orang yang kami rasa kami kenal,” katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, tingkat infeksi Covid-19 mulai turun ketika administrasi Biden meningkatkan vaksinasi dan memberlakukan lebih banyak batasan kesehatan masyarakat untuk mencoba membendung penyebaran virus.

https://www.beritasatu.com/dunia/737077/500000-warga-as-meninggal-akibat-covid19-gedung-putih-berduka

NU: 320 Lebih Ulama Wafat akibat Covid-19

0

Nukilan.id – Ketua Satgas Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Covid-19, Makky Zamzami, menyebutkan sejak pandemi dimulai sudah lebih dari 320 kiai NU meninggal dunia akibat Covid-19.

Dengan demikian, menurut Makky, vaksin terhadap lansia tentu sangat membantu untuk mencegah penularan terhadap para kiai dan lansia lainnya. Pasalnya, dari 90 juta anggota NU, tercatat 9 juta di antaranya adalah lansia.

“Ini menjadi keprihatinan mendalam buat kami, maka dengan adanya vaksin cinta untuk lansia ini harus segera dilaksanakan secara komprehensif,” kata Makky pada dialog virtual bertema “Vaksinasi Tahap 2: Cinta untuk Lansia” pada Senin (22/2).

Kepala Puskesmas Kramat Jati ini menambahkan, NU akan berpartisipasi aktif untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 bagi lansia. Selanjutnya, Makky juga mengatakan, pemerintah harus segera mempersiapkan ketersediaan vaksin dan memastikan tempat untuk melakukan vaksinasi terhadap lansia.

Makky menyarankan, sebaiknya vaksinasi terhadap lansia ini memiliki skema khusus yakni agar lansia nyaman. Dalam hal ini, NU mengusulkan one day service untuk lansia.

“Kami menyarankan vaksin untuk lansia ini agar benar-benar efektif. Ini terkait waktu dan tempat, karena ketika lansia itu sudah terdeteksi tekanan darah tinggi atau diabetes. Jadi tidak bisa dibatas waktu hanya dan ketika dicek tensinya tinggi dan disarankan untuk datang lagi keesokan hari atau atur jadwal. Ini akan susah sekali, momentumnya hilang,” ujarnya.

Makky mengharapkan, pemerintah perlu memikirkan suatu alternatif, yakni vaksinasi untuk lansia ini sebaiknya dilakukan seharian dan tidak terfokus waktu tertentu. “Jadi suatu tempat dan vaksinasi dilakukan satu hari penuh dan lansia bisa mendaftar dan ketika dicek gula tinggi, ya diturunkan dulu. Diobservasi dalam satu hari penuh kemudian divaksin,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, lansia menjadi sasaran prioritas penerima vaksin tahap II bersama petugas pelayanan publik. Adapun total penerima vaksin tahap II ini sebanyak 38.513.466 dengan rincian 21.553.115 atau 21,5 lansia dan 16,9 juta orang.

(Sumber: Beritasatu.com)

Enam Arahan Presiden dalam Rakornas Pengendalian Karhutla 2021

0

Nukilan.id – Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021. Dalam arahannya, setidaknya ada enam hal yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo terkait upaya pengendalian karhutla.

Pertama, Presiden meminta agar upaya pencegahan diprioritaskan. Prioritas pencegahan jangan sampai terlambat karena jika sudah terlambat, upaya pemadaman akan jauh lebih sulit untuk dilakukan.

“Manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisasi. Artinya, di desa itu kalau ada api kecil itu sudah harus memberitahukan agar segera bisa tertangani di depan. Bukan sudah terlanjur besar baru ketahuan, sulit memadamkan,” ujarnya.

Baca juga: Peringatan BMKG: Aceh Berpotensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Di samping itu, semua unsur harus bergerak untuk melakukan deteksi dini sekaligus melakukan pemantauan di area-area yang rawan titik panas (hotspot). Presiden juga meminta jajaran di bawah untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi di lapangan dengan memanfaatkan teknologi terkini.

“Manfaatkan teknologi untuk monitoring ini dan pengawasan dengan sistem dasbor. Hati-hati, begitu kebakaran meluas itu kerugian tidak hanya juta atau miliar, saya pastikan larinya pasti ke angka triliun. Belum kerusakan ekologi ekosistem kita,” tegasnya.

Kedua, infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Presiden memberi contoh aplikasi teknologi yang dimiliki oleh Polda Riau yang pernah ditinjaunya pada saat kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, 20 Februari 2020 lalu.

Selain dari sisi teknologi, Presiden juga meminta agar unsur pemerintahan serta TNI dan Polri di bawah yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa turut dilibatkan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan ini. Tak hanya itu, upaya pemberian edukasi yang terus menerus juga perlu terus dilakukan.

“Berikan edukasi yang terus menerus kepada masyarakat, perusahaan, korporasi, terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan hotspot. Ajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan dan juga dampak ekonomi yang tidak kecil,” jelasnya.

Ketiga, semua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan ini untuk tahun-tahun mendatang. Menurut Presiden, 99 persen kebakaran hutan itu adalah ulah manusia, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena kelalaian.

Baca juga: Nova Ikut Rakornas Pengendalian Karhutla

“Motif utamanya selalu satu, ekonomi. Karena saya tahu bahwa pembersihan lahan lewat pembakaran itu adalah cara yang paling murah. Tetapi ini sudah sekali lagi, harus dimulai edukasi kepada masyarakat, perusahaan, korporasi. Ini harus ditata ulang kembali. Cari solusi agar korporasi dan masyarakat membuka lahannya tidak dengan cara membakar,” imbuhnya.

Keempat, Presiden meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Terkait hal ini, Presiden telah memerintahkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove untuk fokus di kawasan hidrologi gambut.

“Pastikan permukaan air tanah tetap terjaga dalam kondisi yang tinggi. Buat banyak embung, buat banyak kanal, buat sumur bor, dengan berbagai teknik pembasahan lainnya sehingga yang namanya lahan gambut tetap basah,” tambahnya.

Kelima, Presiden kembali menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan api membesar sehingga sulit dikendalikan. Untuk itu, seluruh unsur pemerintah di daerah baik gubernur, bupati, wali kota, maupun unsur TNI-Polri baik pangdam, danrem, dandim, kapolda, hingga kapolres, harus tanggap dalam menyikapi hal tersebut.

“Ini sebetulnya hanya respons yang cepat saja. Kalau kita merespons api baru kecil, rampung. Jika diperlukan lakukan pemadaman melalui operasi udara water bombing. Ini sudah sering kita lakukan, tapi kalau bisa jangan sampai. Kecil langsung siram sudah mati, di darat saja. Karena water bombing ini juga butuh duit gede, anggaran yang gede. Tapi kalau sudah terlambat, mau tidak mau kita juga pakai itu,” ungkapnya.

Keenam, Kepala Negara meminta agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas terhadap siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik itu di konsesi milik korporasi, milik perusahaan, maupun di masyarakat sehingga timbul efek jera.

“Terapkan sanksi yang tegas bagi pembakar hutan dan lahan, baik sanksi administrasi, perdata, maupun pidana,” tegasnya.

Baca juga: Fakta Riset: Dampak Pandemi COVID-19 Buat Langit Jadi Lebih Bersih

“Jangan sampai kita ini malu di ASEAN Summit, pertemuan negara-negara ASEAN, ada 1, 2, 3 negara yang membicarakan ini. Dalam lima tahun ini sudah enggak ada, jangan sampai dibuat ada lagi. Saya titip itu, malu kita. Dipikir kita enggak bisa menyelesaikan masalah ini. Bisa. Tadi sudah disampaikan Pak Menko Polhukam sudah turun 88 persen. Kalau bisa ditingkatkan lagi dari angka itu,” tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. dalam laporannya menyebut telah terjadi penurunan karhutla secara signifikan pada tahun 2020. Pada tahun 2019 tercatat luas kebakaran yang cukup tinggi dibandingkan tahun 2016, 2017, dan 2018, yakni seluas 1.592.010 hektare. Meskipun ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan luas kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 yang mencapai 2,61 juta hektare.

“Pada tahun 2020, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat hanya 296.942 hektare. Menurun sangat signifikan jika dibandingkan tahun 2019, artinya (menurun) 82 persen. Jika dibandingkan dengan kebakaran hutan tahun 2015 berarti menurun sebesar 88,63 persen,” kata Mahfud.

Sumber: (BPMI Setpres)/presidenri.go.id

Fakta Riset: Dampak Pandemi COVID-19 Buat Langit Jadi Lebih Bersih

0
Gunung Gede Pangrango sangat cerah dan bersih
Foto: doc. Instagram @wibisono_ari

Nukilan.id | Baru-baru ini ramai polemik mengenai foto yang menampilkan pemandangan Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat yang dipotret dari Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Foto karya fotografer Ari Wibisono itu dituduh Arbain Rambey, fotografer senior, merupakan hasil penggabungan dua foto atau “tempelan”.

Sebelumnya, Ari mengunggah foto tersebut di akun media sosialnya dengan caption, “Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih Jakartans ?? #JakartaLangitBiru.”

Selama ini pemandangan Gunung Gede Pangrango yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jarang terlihat dari Jakarta. Biasanya, polusi udara menutupi gagahnya Gunung Gede Pangrango di kejauhan. Unggahan foto dari Ari seolah memperlihatkan bahwa kualitas udara langit Jakarta telah membaik di masa pandemi COVID-19 ini.

Namun cap “tempelan” dari Arbain terhadap foto Ari belakangan menimbulkan polemik dan perdebatan atas sejumlah perkara. Terlepas dari penyuntingan foto, terdapat pertanyaan yang menyeruak di benak warga: Apakah benar langit Jakarta dan sekitarnya telah jadi lebih bersih di masa pandemi ini?

Annuri Rossita, peneliti klimatologi terapan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas IPB pernah menulis di The Conversation bahwa ketentuan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 memang berdampak pada penurunan polusi udara di beberapa negara, termasuk Indonesia.

“Di Indonesia, pengawasan kualitas udara secara real time –kolaborasi antara Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim-IPB dengan National Institute for Environmental Studies, di Jepang– mencatat adanya penurunan polusi udara di Kota Bogor, Jawa Barat,” tulisnya.

Level nitrogen dioksida, salah satu gas rumah kaca yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, turun 7,2% antara April dan Mei 2020, dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Penurunan polusi udara ini tidak hanya terjadi di Bogor, tapi juga Jakarta.

Baca juga:LIPI Upayakan Solusi untuk Limbah Medis

Koordinator Bidang Analisis Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kadarsah, mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta oleh pemerintah untuk menekan laju penularan virus corona memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat polusi Jakarta. Menurut data Capaian Tahun Anggaran 2020, Pusat Informasi Perubahan Iklim, Sub Bidang Analisis Komposisi Kimia Atmosfer: Produk Informasi PSBB, tingkat polusi udara di Jakarta selama tahun 2020 turun drastis dibandingkan dengan data pengamatan dari tahun 2000-2019.

Baca juga: Sebanyak 500 Kg Sampah Medis RSUDZA Dimusnahkan Setiap Hari

Kadarsah mengatakan data tersebut dikumpulkan secara manual di sejumlah lokasi di Jakarta, yakni Ancol, Bandengan, Glodok, Kemayoran, Monas, Bivak, Grogol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Berdasarkan data terakhir (yang dihimpun), membuktikan bahwa pada saat PSBB, polutan itu memang berkurang secara signifikan. Kami membandingkannya dengan data historis selama 20 tahun terakhir,” kata Kadarsah, seperti dikutip dari Kompas.com.

Penurunan tingkat polusi udara atau langit yang tampak lebih bersih tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain secara global. Dari provinsi Hubei di China hingga kawasan industri di Italia utara dan sekitarnya, tingkat polusi udara telah anjlok berkat lockdown atau karantina wilayah yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran virus corona dengan menutup aktivitas bisnis di perkantoran dan pabrik dan membuat miliaran orang tetap tinggal di rumah saja selama berhari-hari.

Di India, negara yang kualitas udaranya termasuk yang terburuk di dunia, “orang-orang melaporkan melihat Himalaya untuk pertama kalinya dari tempat mereka tinggal,” kata Lauri Myllyvirta, analis utama di Centre for Research on Energy and Clean Air yang berbasis di Helsinki, kepada National Geographic melalui email.

Lockdown yang diterapkan secara tergesa-gesa di India memang telah menghancurkan perekonomian masyarakat, menyebabkan ratusan ribu pekerja migran kehilangan rumah atau pekerjaannya. Tapi di Delhi, kota yang kondisi udaranya biasanya sangat buruk, tingkat PM2.5 dan gas berbahaya nitrogen dioksida turun di sana sempat turun lebih dari 70 persen saat masa lockdown.

Namun begitu, penurunan tingkat polusi udara ini pasti  bersifat hanya sementara. Untuk mendapatkan udara yang lebih sehat dalam jangka panjang, anjur Myllyvirta, cara yang baik adalah dengan beralih ke energi dan transportasi yang bersih.

Senada dengan Myllyvirta, Corinne Le Quéré, pemimpin penelitian sekaligus profesor perubahan iklim dari University of East Anglia juga mengkhawatirkan tingkat polusi udara global yang bakal kembali meninggi setelah lockdown atau karantina wilayah dilonggarkan. Menurut hasil penelitiannya, pada awal April, dengan adanya karantina wilayah, emisi karbon menurun sebanyak 17% dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pada 11 Juni, data terbaru menunjukkan bahwa itu hanya lebih rendah 5% di waktu yang sama pada tahun lalu —padahal aktivitas normal belum berfungsi sepenuhnya.

Baca juga: Sinabung Kembali Muntahkan Awan Panas, Warga Diminta Waspada

“Kita masih memiliki jumlah mobil, jalanan, industri, dan rumah yang sama,” kata Corinne Le Quéré kepada National Geographic. “Oleh sebab itu, saat karantina wilayah dilonggarkan, kita akan kembali ke seperti semula,” paparnya.

Meski penurunan tingkat polusi udara niscaya akan kembali meninggi saat pandemi kelak berakhir dan penerapan lockdown, karantina wilayah, atau PSBB dilonggarkan, langit yang lebih bersih di masa pandemi ini menunjukkan tentang seberapa cepat sebenarnya kita bisa menurunkan polusi udara saat kita mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Udara yang lebih bersih ini sepatutnya juga menjadi pengingat betapa indahnya pemandangan langit yang sesungguhnya bila minim polusi udara.

Selain itu, ini semestinya juga bisa menjadi motivasi agar kita sebisa mungkin mencegah  timbulnya polusi udara yang tinggi dan mematikan di sekitar kita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengatakan bahwa udara kotor, baik di dalam maupun di luar ruangan, merupakan penyebab tujuh juta nyawa manusia di seluruh dunia mati prematur atau mati lebih cepat tiap tahunnya [nationalgeographic.grid.id/Utomo Priyambodo].

Nova Ikut Rakornas Pengendalian Karhutla

0
Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2021 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin, (22/2/2021).

Nukilan.id – Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT mengikuti rapat koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2021 di Indonesia bersama sejumlah Gubernur, Bupati, Pangdam, Kapolda, dan Kapolres dari berbagai daerah yang rawan bencana karhutla di Indonesia, Senin, 22 Februari 2021.

Presiden Jokowi menekankan kepada semua pihak beberapa hal dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Terutama daerah yang rawan terjadinya kebakaran lahan di Indonesia.

“Pertama prioritas upaya pencegahan, jangan terlambat. Karena kalau terlambat water bombing sebanyak apapun akan terlalu sulit untuk mengatasi,” kata Jokowi.

Baca juga: Peringatan BMKG: Aceh Berpotensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ia meminta manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisir, artinya di desa kalau ada api yang kecil harus memberitahukan, agar bisa tertangani secara dini. “Monitoring di daerah rawan hotspot, dan update informasi setiap hari, sehingga kondisi di lapangan terpantau dalam seharian,” kata Jokowi.

Kedua sebut Presiden, infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Dengan melibatkan Babinsa, Babinkantibmas, dan kepala desa dalam pencegahan tersebut. “Ajak tokoh agama, tokoh masyarakat agar ikut menjelaskan kepada warga akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan dan dampak ekonomi bagi rakyat kecil,” katanya.

Selanjutnya, kata Jokowi poin ketiga adalah perlunya mencari solusi yang permanen dalam mencegah dan menangani Karhutla untuk tahun ke depan. “Karena 99 persen kebakaran hutan itu ulah manusia, baik disengaja, maupun tidak sengaja, yang motif utama selalu ekonomi,” sebutnya.

Keempat tambah Jokowi, penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjut. Lalu kelima, jangan membiarkan api membesar, jangan terlambat hingga sulit dikendalikan.

Baca juga: Warga Harus Waspada, Aceh Memasuki Masa Peralihan Musim

“Dan terakhir, langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik milik konsesi dan korporasi perusahaan, maupun di masyarakat,” kata Presiden.

Ia meminta menerapkan sanksi yang tegas bagi pembakaran hutan dan lahan. Baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana.[]

Sumber: humas.acehprov.go.id

Darud Donya Surati Menteri PUPR, Gubernur, dan Wali Nanggroe: Minta Situs di Tol Sibanceh Dilestarikan

0

Darud Donya Aceh Surati Menteri PUPR, Gubernur, dan Wali Nanggroe: Minta Lestarikan Situs di Tol Sibanceh

Nukilan.id – Kelompok peduli situs sejarah Darud Donya Aceh menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Aceh, Bupati Aceh Besar, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, Kepala Disbudpar Aceh, Kepala BPCB Aceh-Sumut dan Wali Nanggroe Aceh agar situs sejarah yang ditemukan di Tol Sibanceh dilestarikan.

Beberapa waktu lalu telah ditemukan kompleks situs sejarah cagar budaya dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh), tepatnya berlokasi di jalur Tol Sibanceh Seksi 6 Baitussalam, di kawasan Gerbang Tol Baitussalam, Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Dalam surat bernomor 03/SP/II/2021 tanggal 16 Februari 2021 tersebut, Darud Donya mengingatkan bahwa sesuai dengan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2020, yang menetapkan bahwa Hukum menghilangkan, merusak, mengotori dan melecehkan nilai-nilai cagar budaya Islami adalah Haram, maka MPU Aceh mengharapkan kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melestarikan dan tidak menggusur Situs Sejarah dan Cagar Budaya dalam rangka pembangunan di Aceh.

Baca Juga: Temuan Situs Makam Raja dan Ulama Besar Aceh di Gerbang Tol Kajhu

Ketua Darud Donya Aceh Cut Putri dalam rilisnya, Senin (22/2/2021) menyampaikan telah menyurati pihak-pihak terkait meminta agar kompleks situs sejarah cagar budaya yang terdapat di kawasan Gerbang Tol Baitussalam, diselamatkan dan dilestarikan. Mengembalikan diposisi semula, dan tidak dipindahkan atau digusur untuk pembangunan jalan tol Sibanceh.

Darud Donya juga meminta agar jalur jalan tol tersebut digeser, sehingga pembangunan jalan tol dapat terlaksana tanpa merusak situs sejarah cagar budaya yang sangat berharga sebagai warisan peninggalan sejarah bangsa.[]

DPRK Aceh Jaya Sahkan Tiga Qanun

0
Foto:antara

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya mensahkan tiga Qanun pada sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRK Aceh Jaya, Senin, (22/2/2021).

Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, karena telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Qanun yang diajukan untuk ditetapkan sebagai Qanun Aceh Jaya, Senin (22/2/2021).

Ketiga Qanun Aceh Jaya meliputi qanun tentang pengelolaan keuangan daerah, qanun tentang pelestarian cagar budaya dan Qanun tentang pendirian perusahaan perseroan daerah barajaya.

“Mudah mudahan dengan ditetapkannya 3 qanun tersebut dapat membawa perubahan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya,” kata Bupati T Irfan.

Qanun-qanun yang ditetapkan itu–kata Bupati–terdiri dari berbagai multi dimensi, baik terkait penyelengaraan birokrasi pemerintahan yakni qanun tentang pengelolaan keuangan daerah, terkait peningkatan pendapatan asli daerah dan pemberdayaan ekonomi yakni qanun tentang pendirian badan usaha milik daerah dan qanun tentang pelestarian cagar budaya.

“Wujud dari pengabdian pemerintah dan DPRK dalam bekerja untuk daerah adalah dengan disepakatinya 3 rancangan Qanun tersebut,” Bupati Aceh Jaya T Irfan TB.

Irfan juga berharap pemerintah dan unsur pekerja daerah tetap mengedepankan upaya-upaya untuk melakukan perubahan serta pembenahan sistem birokrasi daerah lebih optimal sehingga dapat mempercepat gerak pembangunan di Kabupaten Aceh Jaya.[]

Red/web_acehjaya

Pengunjuk Rasa di Myanmar Gelar Revolusi 22222

0
Pengunjuk rasa anti-kudeta mengangkat tangan mereka dengan tangan terkepal selama demonstrasi di dekat Stasiun Kereta Api Mandalay di Mandalay, Myanmar, Senin (22/2/2021). (AP) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Abaikan Ancaman Militer Myanmar, Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Gelar Revolusi 22222", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/02/22/174846370/abaikan-ancaman-militer-myanmar-puluhan-ribu-pengunjuk-rasa-gelar. Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Nukilan.id – Puluhan ribu orang menlancarkan protes di jalan-jalan kota besar Myanmar sebagai bagian dari pemogokan sipil menyerukan penolakan terhadap kudeta militer pada Senin (22/2/2021).

BBC melaporkan, semua sektor bisnis tutup karena pemilik dan karyawan bergabung dalam pemogokan. Para pengunjuk rasa tidak terpengaruh oleh pernyataan militer.

Pemerintah junta sebelumnya telah memperingatkan akan mengambil langkah ekstrem, di mana demonstran mungkin akan kehilangan nyawanya.

Warga sipil Myanmar telah menggelar protes berminggu-minggu setelah kudeta militer pada 1 Februari.

“Para pengunjuk rasa sekarang menghasut orang-orang menggunakan cara konfrontasi, yang dapat membuat mereka menderita kehilangan nyawa,” kata sebuah pernyataan pada penyiar MRTV yang dikelola negara, memperingatkan demonstran terhadap “kerusuhan dan anarki” yang bisa terjadi.

Peringatan tersebut muncul setelah setidaknya dua orang tewas dalam protes pada Minggu (21/2/2021). Ancaman pada pengunjuk rasa kemarin merupakan kekerasan terparah dalam lebih dari dua minggu demonstrasi.

Para pemimpin militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dan menempatkannya dalam tahanan rumah. Pemimpin de facto Myanmar itu dituduh memiliki walkie-talkie ilegal dan melanggar Undang-Undang Bencana Alam negara itu.

Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya aksi militer dan ingin Suu Kyi dibebaskan bersama dengan anggota senior partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinannya. Tekanan asing terhadap para pemimpin militer juga tinggi.

Pada Senin malam, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab juga menuntut pembebasan Suu Kyi.

Media lokal telah mengunggah gambar kerumunan besar-besaran yang berkumpul di berbagai bagian negara.

Thompson Chau, editor outlet media lokal Frontier, mengatakan protes hari ini terasa jauh lebih besar daripada sebelumnya.

“Lebih banyak jalan yang diblokir, jalan raya diblokir dan toko-toko tutup ke mana pun kita pergi,” katanya kepada BBC World Service.

Menurutnya demo, hari ini lebih nyata merupakan pemogokan besar. Arti setiap orang tidak akan bekerja dan semua toko tutup. Bahkan warga yang bekerja untuk perusahaan resmi negara, pelaporan dan departemen pajak, dokter pemerintah hingga insinyur, semuanya melakukan pemogokan.

Belum ada laporan kekerasan hari ini, meskipun ada peringatan keras yang disampaikan oleh militer di media pemerintah. Protes Senin (22/2/2021), yang dijuluki ” Revolusi 22222″ karena berlangsung pada tanggal 22 Februari, dibandingkan oleh para pengunjuk rasa dengan demonstrasi pada 8 Agustus 1988.

Dalam demonstrasi, yang dikenal sebagai pemberontakan 8888 tersebut, Burma menyaksikan salah satu protes yang paling kejam dalam sejarah bangsanya.

Ketika itu Militer Burma yang menindak demonstrasi anti-pemerintah, menewaskan ratusan pengunjuk rasa. Untuk bagi banyak warganya, tanggal tersebut dipandang sebagai momen penting di Myanmar. []

Sumber: Kompas

APPK Minta Polda Tangkap Bupati Aceh Barat dan Bebaskan Teungku Janggot

0

Nukilan.id – Aliansi Pemuda Peduli Keadilan (APPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Aceh. Aksi itu menuntut aparat kepolisian untuk menangkap Bupati Aceh Barat Ramli MS dan segera membebaskan Tgk Zahizin alias Teungku Janggot.

Koordinator aksi Kamalrijal menilai, ada indikasi tidak ada keadilan dalam kasus kekerasan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Barat Terhadap Tgk Janggot.

“Kalau kita bicara bukti visum dan bukti kekerasan, yang harus ditahan Ramli MS, bukan Tengku Janggot.” kata Rijal.

Makanya-lanjut Rijal, pihaknya menuntut agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan seadil-adilnya. Karena pihaknya sudah melihat video dan ada bukti visum, dari video tersebut yang salah itu Ramli MS, namun kenapa Tgk Janggot yang ditahan.

“Hukum tajam kepada rakyat, tapi tidak kepada pejabat.” ujar salah satu pelaku aksi.

Dalam aksi tersebut, pihak Polda menawarkan untuk berdiskusi dengan pengunjuk rasa, namun pihak unjuk rasa menolaknya, pengunjuk rasa hanya mau bertemu dengan Kapolda Aceh.

“Kami datang kesini ingin menyampaikan aspirasi, kami ingin klarifikasi, kami ingin meminta tanggapan, ingin mendengar respon langsung dari Kapolda Aceh takait kasus ini, kami tidak mau orang lain, yang kami terima hanya kapolda Aceh.” ujar Kamalrizal. []

Reporter: AKhi Wanda

Tasyakur RSUDZA ke-42, Sekda Aceh: Kompetensi Dokter Harus Sesuai Bidangnya

0

Tasyakur RSUDZA ke-42, Sekda Aceh: Kompetensi Dokter Harus Sesuai Bidangnya

Nukilan.id – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sudah berusia 42 tahun. Dalam usianya itu RSUDZA diharap mampu menghadapi berbagai tantangan dan dinamika.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah pada acara Tasyakur Hari Jadi yang ke- 42 tahun RSUD dr. Zainoel Abidin di Auditorium rumah sakit tersebut, Senin 22/2/2021.

Taqwallah, didampingi Plt Direktur RSUDZA, Endang Mutiawati, juga memotong tumpeng Tasyakuran RSUD dr. Zainoel Abidin ke-42.

“Selamat hari jadi ke 42 tahun. Semoga semua tantangan operasional terutama dari sisi pelayanan bisa dilalui,” kata Taqwallah.

Taqwa mengatakan, selama 42 tahun, keberadaan rumah sakit terbesar di Aceh itu, telah terjadi dinamika. Termasuk tantangan kerja dan senantiasa membutuhkan kesiapan manajemen rumah sakit dalam menghadapinya.

Menurut Taqwa, tantangan besar yang harus dihadapi adalah memastikan para dokter benar-benar memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Selain keahlian medis, dokter juga diminta mampu memberikan penjelasan kepada pasien terkait informasi kesehatan yang ingin diketahui pasien.

“Dokter harus bisa menjelaskan hasil diagnosa pasien dengan bahasa yang mampu dipahami pasien,” kata Taqwallah.

Taqwallah menambahkan tantangan lainnya adalah mampu mandiri secara keuangan. Hal itu mengingat dana Otsus Aceh yang akan berakhir.

RSUDZA milik pemerintah Aceh, terletak di Jl. Tgk. Daud Beureueh No. 108 Banda Aceh dan satu-satunya rumah sakit penerima rujukan pertama dari seluruh Rumah sakit yang ada di Aceh. []

Sumber: Humpro